Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other Cast : Cho Heechul

Cho Hangeng

Lee Teuk

Lee Kangin

Hyukkie

Wookie

Haneul

Siwon

Author : Cho Ocean

Rate : T

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .

Warning : GS buat para uke kece,yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

LOVE AS COLD AS SNOW

Chap 10

Author POV

TOK TOK TOK

" Min, buka pintunya jebaaal " Setelah Sungmin meninggalkan Kyuhyun dan Haneul dihalaman belakang dengan segera Kyuhyun menyusul Sungmin dikamarnya. Sudah sejak 5 menit tadi Kyuhyun mengetuk pintu kamarnya dengan Sungmin namun belum juga ada tanda-tanda pintu itu akan dibuka.

" Appa, kenapa berdiri didepan pintu kamar begitu? " Minhyun yang baru saja keluar dari kamarnya melihat Kyuhyun yang berdiri didepan pintu langsung menghampiri Kyuhyun.

" Baby, bantu Appa membujuk Eomma untuk membukakan pintu ne? Eomma marah pada Appa dan mengunci diri dikamar "

TOK TOK TOK

" Eomma, ini Hyunnie. Bukakan Hyunnie pintu ne " Minhyun mengetuk pintu kamar Kyuhyun dan Sungmin namun Sungmin belum juga mau membukakan pintu kamarnya.

" Eommaaaaaa, kalau Eomma tidak mau membukakan Hyunnie pintu nanti Hyunnie akan marah " Dan ancaman Minhyun sepertinya sukses meluluhkan Sungmin, terdengar derap langkah Sungmin dari dalam kamar menuju pintu.

CKLEK

" Min / Eomma " Kyuhyun dan Minhyun tertegun saat melihat Sungmin keluar dari kamar dengan mata sembab dan rambut berantakan.

" Hyunnie knp suka sekali marah pada Eomma hikss Hyunnie tega sekali pada Eomma hikss " Minhyun terlihat sangat bersalah saat melihat Sungmin kembali menangis karena ancamannya tadi, sungguh iaa hanya ingin membantu Kyuhyun agar Sungmin mau keluar dari kamarnya.

" Mianhae Eomma, Hyunnie hanya ingin Eomma keluar dari kamar " Minhyun menunduk merasa bersalah.

" Sayang, jangan marah pada Baby, maafkan aku ne karena memanfaatkan anak kita untuk meluluhkanmu " Kyuhyun mendekap Sungmin kedalam dekapannya.

" Aku kesaaaal ! Sangat kesal ! " Sungmin menghentak-henatakan kakinya didalam pelukan Kyuhyun.

" Ne. Maafkan kami ne " Kyuhyun memandang Minhyun dan memberi isyarat kepada Minhyun untuk meminta maaf pada Sungmin.

" Ne Eomma maafkan Hyunnie dan Appa ne " Minhyun ikut memeluk Kyuhyun dan Sungmin.

" Aku akan memaafkan kalian kalau kalian tidur menemaniku malam ini " Sungmin melancarkan lagi aksi merajuknya kali ini dibumbui dengan rengekan.

" Ne Eomma " Jawab Kyuhyun dan Minhyun serempak membuat Sungmin mengulas senyum manisnya.

" Aigooooo suami dan anakku manis sekaliii " Sungmin mencubit kedua pipi Kyuhyun dan Minhyun setelah itu meninggalkan mereka yang meringis kesakitan akibat cubitannya.

" baby, mood Eommamu sungguh tak bisa ditebak " Minhyun hanya menanggapi dengan anggukan.

.

.

.

Sungmin berjalan menuju dapur, iaa tiba-tiba merasakan lapar yang sangat. Padahal tadi iaa sudah makan cukup banyak, Sungmin berjongkok didepan kulkas sambil mencari-cari makanan didalam. Haneul tiba-tiba datang kedapur perutnya juga sangat lapar, kehamilannya kali ini membuat nafsu makannya bertambah berkali-kali lipat.

" Min, apa yang kau lakukan disana? " Haneul berdiri dibelakang Sungmin. Sungmin membalikan tubuhnya kearah Haneul.

" Aku lapaaaaaaaar " Ucap Sungmin manja, Haneul mengerutkan keningnya melihat tingkah Sungmin yang manja. Padahal beberapa waktu lalu mereka baru saja perang dingin namun yang didapatinya sekarang malah sikap manja Sungmin.

" Aku juga lapar, apa didalam sana tak ada sesuatu yang bisa dibuat makanan? " Haneul menunjuk kearah kulkas dan dijawab Sungmin dengan gelengan kepala.

" Tak ada, aku lupa belanja bulanan tapi aku lapaaaaaaar " Sungmin berdiri sambil menggoncang-goncangkan lengan Haneul.

" Aku juga lapar, apa kita pesan makanan saja? " Sungmin seketika berbinar dan menganggukan kepalanya dengan semangat.

" Kita pesan jangjangmyun saja Eotte ? " Sungmin tiba-tiba ingin memakan jangjangmyun.

" Ahhh kebetulan aku juga ingin makan itu, bagaimana kalau kita suruh Kyuhyun memesankan saja ? " Usul Haneul.

" Menyuruhku pesan apa? " Tiba-tiba Kyuhyun masuk kedapur, Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju lemari pendingin dan mengambil minum disana.

" Kyuuuuu " Ucap Sungmin dan Haneul manja sambil memegang tangan kanan dan kiri Kyuhyun.

" Wae ? " Tanya Kyuhyun dengan malas-malasan sambil menenguk air yang diambilnya tadi.

" Pesankan kami jangjangmyun " Ucap Sungmin dan Haneul bersamaan.

" Ada apa dengan kalian? Tadi berperang dingin, sekarang sudah terlihat kompak lagi dasar wanita " Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu mengambil ponselnya disaku dan memesan makanan.

.

.

.

Setelah makanan datang akhirnya Kyuhyun, Sungmin, Minhyun dan Haneul pun menikmati makanan mereka dimeja makan.

" Haneul, aku mau tukar jangjangmyunku dengan punyamu " Sungmin menyodorkan piringnya dihadapan Haneul namun Haneul kembali mendorong piring itu kehadapan Sungmin.

" Shirooo, tadi kau sudah memakannya sedikit dan aku tak mau bekas makananmu " Sungmin merasa tidak terimapun langsung membanting sumpitnya membuat semuanya terkejut.

PRANG

" Aku mau jangjangmyun Haneul pokoknya aku mau punyamuuuuu hikssss " Tiba-tiba Sungmin menangis dan terus merengek meminta jangjangmyun Haneul.

" Kenapa kau mau punyaku? Makanan kita sama " Haneul tetap tak mau memberikan jangjangmyunnya pada Sungmin.

" Kyuuuu, aku mau punya Haneuuuul " Sungmin menggoncang-goncang tangan Kyuhyun yang duduk disebelahnya, Kyuhyun menghela nafas beratnya lalu mengalihkan pandangannya pada Haneul.

" Haneul jebal " Kyuhyun menatap Haneul dengan tatapan memohonnya. Haneul berdiri dari duduknya dengan mata berkaca-kaca.

" Kenapa aku yang harus mengalah? Makanan kami kan sama, kenapa dia mau makannanku? Kenapa aku yang disuruh mengalah? Disini aku yang hamil tapi kenapa aku yang selalu disuruh mengalah? Setidaknya jika kau tidak mencintaiku lagi tapi perlakukanlah aku dengan adil, bagaimanpun aku sedang mengandung anakmu ! " Haneul meninggalkan dapur, tak ada yang membuka suara baik Kyuhyun maupun Minhyun pun bungkam.

" Ada apa denganmu sebenarnya Min ? " Kyuhyun mengelus lembut rambut Sungmin, Minhyun menghampiri Sungmin dan menghapus air mata Sungmin.

" Eomma, Hyunnie sedih melihat Eomma dan Haneul Eomma bertengkar. Hyunnie tak akan membela siapa-siapa tapi Hyunni berharap kalian segera berbaikan. Hyunnie menyusul Haneul Eomma dulu ne, kasian Haneul Eomma pasti sedang menangis dikamar " Sungmin menganggukan kepalanya, Minhyun pun bergegas menyusul Haneul.

" Kyuuuu, apa tadi aku bersikap keterlaluan pada Haneul? " Kyuhyun membawa Sungmin kedalam dekapannya.

" Tentu saja, bukan aku membela Haneul tapi aku merasa memang kau agak keterlaluan. Dan aku juga merasa moodmu sedikit aneh belakangan ini, kau lebih manja, suka mencari keributan dengan Haneul, tapi terkadang kau terlihat kompak dan akur dengan Haneul. Sebenarnya ada apa denganmu heumm ? "

" Aku tidak tahu, aku melakukan itu semua tanpa sadar " Kyuhyun menghela nafas sekali lagi.

" Yasudah jangan difikirkan, kalau kau dan Haneul sudah tenang kuharap kalian berbaikan kembali ne " Sungmin menganggukan kepalanya dan megeratkan pelukannya dipinggang Kyuhyun.

" yasudah sekarang kau makan ne? Aku akan menyuapimu " Sungmin menganggukan kepalanya lalu Kyuhyunpun menyuapi Sungmin makan sampai habis.

.

.

.

Seperti janji Kyuhyun dan Minhyun tadi, merekapun tidur bersama Sungmin dengan memeluk Sungmin yang berada ditengah-tengah keduanya. Jam sudah menunjukan pukul 12 malam, Kyuhyun dan Minhyun pun sudah terlelap dan masuk kealam mimpi namun Sungmin belum juga bisa memejamkan matanya. Iaa kepikiran tentang Haneul, sejak Haneul masuk kekamar sambil menangis iaa belum juga keluar kamar bahkan makananannya pun akhirnya dibuang karena sudah dingin. Sungmin merasa bersalah dan kasihan pada Haneul, dengan perlahan Sungmin bangkit dari tidurnya. Iaa sedikit mengendap-endap keluar kamar menuju dapur, iaa tak mau sampai kyuhyun dan Minhyun terbangun dari tidurnya. Sungmin membuka kulkas dan melihat ada beberapa butir telur dan kimchi, iaa pun memutuskan untuk membuat nasi goreng kimchi untuk Haneul.

Setelah masakannya jadi, Sungmin menaruhnya kedalam piring. Sungmin mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih, sungmin juga membuatkan susu hamil untuk Haneul. Setelah semua siap Sungmin menaruhnya diatas nampan dan membawanya kedalam kamar Haneul, Sungmin langsung masuk kedalam kamar Haneul dan memang Haneul tak pernah mengunci pintu kamarnya. Sungmin menaruh nampan berisi makanan itu diatas meja nakas disamping tempat tidur Haneul.

" haneul, ironaaa " Sungmin sedikit mengguncang tubuh Haneul sambil bebisik ditelinga Haneul agar segera bangun.

" Eunghh " Haneul sedikit menggeliat dari tidurnya dan tak lama iaa pun terbangun dan sedikit terkejut melihat Sungmin dikamarnya.

" Mau apa kau? Mencari masalah lagi ? " Tanya Haneul dengan sinis membuat Sungmin spontan menggelengkan kepala.

" Anniaa, aku kesini hanya ingin memberikanmu makanan dan juga minta maaf " Ucap Sungmin sambil menundukan kepalanya.

" Kenapa minta maaf? " Haneul bangkit dari tidurnya dan mendudukan dirinya diatas tempat tidur.

" Aku tau sikapku kekanakan maka dari itu aku minta maaf dan sebagai permintaan maafku aku memasakanmu nasi goreng kimchi " Sungmin mengambil nasi goreng kimchi dari atas nampan lalu menyodorkannya pada Haneul namun Haneul tidak langsung mengambil piring itu.

" Tenang saja tak ada racunnya " Sungmin seakan mengerti dengan tatapan Haneul. Haneul pun mengambil piring berisi nasi goreng kimchi itu dan mulai menyendokannya kedalam mulutnya. Sungmin terus memperhatikan Haneul makan dan sesekali menelan Salivanya.

" Kau kenapa? Kau mau ? " Tanya Haneul saat tak sengaja melihat Sungmin menelan salivanya sambil menatap lapar pada piring makanannya.

" Anni, kau saja yang makan, aku kan membuatkannya untukmu " Haneul pun kembali makan namun lagi-lagi iaa melihat Sungmin menelan salivanya.

" Kalau kau mau katakan saja, aku akan membaginya denganmu lagipula ini terlalu banyak jadi tak masalah jika memakannya bersamamu " Sungminpun berbinar mendengar perkataan Haneul dengan segera iaa membuka mulutnya dan Haneul pun menyuapkan makanan kedalam mulut Sungmin.

" Haneul, kau mau memaafkanku kan? " Tanya Sungmin tiba-tiba saat Haneul akan menyuapkannya.

" Aku sudah memakan masakanmu sebagai permintaan maafmu maka sudah pasti aku memaafkanmu " Sungmin lagsung tesenyum tulus dan dibalas Haneul dengan senyuman tulus pula.

" gomawo " ucap Sungmin dan merekapun menghabiskan sepiring nasi goreng itu berdua sampai habis, mereka tidak menyadari kehadiran Kyuhyun yang memperhatikan mereka dari pintu yang sedikit terbuka sejak tadi.

" Cha, aku sudah selesai makan kau kembalilah tidur. Piring dan gelas kotor ini biarkan saja disini, besok pagi aku akan membawanya kedapur " Sungmin tidak bergeming dari duduknya.

" Kenapa masih disini? " Tanya Haneul heran.

" Bolehkan aku tidur denganmu? Tiba-tiba aku ingin tidur disini ? " Haneul melebarkan kedua matanya, apalagi ini? Sikap Sungmin memang penuh kejutan namun iaa juga tak tega jika menolak.

" Baiklah, naik kesini " Haneul menepuk-nepuk sisi kanan tempat tidurnya, Sungminpun langsung naik keatas tempat tidur Haneul dengan senyum yang mengembang sempurnya. Akhirnya keduanyapun tidur terlelap.

.

.

.

Sudah seminggu ini hubungan Sungmin dan Haneul pun membaik, tak ada pertengkaran diantara keduanya. Bahkan mereka terlihat kompak meskipun sikap manja Sungmin semakin menjadi, meskipun Haneul sedang hamil justru iaa tidak merasakan mengidam sama sekali lain halnya dengan Sungmin yang sering meminta Kyuhyun membelikan makanan yang aneh-aneh saat pulang kerja.

Hari ini hari libur, Sungmin dan Haneul sedang duduk sambil menonton TV, sedangkan Kyuhyun sedang mengantarkan Minhyun kerumah Kai. Sejak semalam Minhyun merengek ingin bermain dirumah Kai dan pagi tadi Minhyun kembali merengek ingin segera bermain dengan Kai. Mau tidak mau akhirnya Kyuhyun pun menuruti kemauan Minhyun.

" Waah enaknya tak ada Kyuhyun dan Minhyun saat hari libur begini " Haneul merentangkan tangannya disofa ruang TV.

" Kau benar Haneul, mereka suka mengganggu kita kalau sedang enak bersantai begini" Sungmin mengambil remot TV dan mengganti chanel TV dengan film Tom and Jerry.

" Minnie, kenapa kau mengganti chanelnya? Aku sedang menonton drama, sedang seru-serunya " Haneul merebut remote dari tangan Sungmin dan mengganti chanel TV dengan drama yang sejak tadi ditontonnya.

" Apa bagusnya drama ini? Kau tau pemeran utamanya itu gosipnya tampan karena operasi plastik " Haneul yang merasa tidak terima idolanya dihina seperti itu pun berusaha membela.

" Kan itu hanya gosip lagipula jika itu benar aku tidak peduli! Aku tetap menyukainya " Haneul kembali fokus pada layar TV, Sungmin yang merasa tidak menyukai drama itu pun kembali merebut remote dari tangan Haneul dan menggantinya dengan film tom and jerry.

" YAKK! KENAPA KAU MENYEBALKAN? KAN TADI AKU DULUAN YANG MENONTON DRAMA INI ! KEMBALIKAN REMOT ITU PADAKU ! " Haneul berusaha merebut remote itu dari genggaman Sungmin namun Sungmin juga dengan sigap mempertahankan remote itu.

" ANDWEEEE ! AKU INGIN NONTON TOM AND JERRY ! " Akhirnya mereka terlibat aksi rebut merebut remote TV.

CKLEK

" Aku pulaaaaang " Kyuhyun memasuki ruang TV dan dilihatnya Haneul dan Sungmin sedang berebut remote TV.

" Yaaaaakkk! Hentikan itu ! Kalian kenapa berebut remote seperti anak kecil begini? " Kyuhyun berusaha melerai namun keduanya tak ada yang mau mengalah dan sulit dipisahkan.

" Sungmin menggangguku menonton drama yang sudah seminggu aku tunggu penayangannya dan merebut remote ini " Sungmin yang merasa posisinya terancampun berusaha membela diri.

" tapi aku mau nonton tom and jerry Kyu, Haneul saja yang pelit! " Sungmin merebut kembali remot dari tangan Haneul.

" Kalian bisa bergantian menontonnya dan jangan merebut " Kyuhyun mencoba memeluk Sungmin dari belakang dan menahan Sungmin agar berhenti berebut remote dengan Haneul tapi Sungmin tetap tak mau kalah. Mereka terus saling berebut hingga tak sengaja Sungmin melepaskan pegangannya pada remote itu karena tangannya licin.

BRUUUUUKK

Betapa terkejutnya Sungmin dan Kyuhyun saat melihat Haneul jatuh terjungkal kebelakang dan membuat Haneul meringis memegang perutnya sambil memejamkan matanya erat.

" AKHHH APPO " Haneul berteriak sambil menahan sakit diperutnya. Kyuhyun dan Sungmin langsung menghampiri Haneul.

" Haneul-ah gwencana? " Kyuhyun membawa kepala Haneul bersandar dipahanya, sedangkan Sungmin memegang tangan Haneul dengan tangan bergetar. Keterkejutan mereka tak sampai disitu, tiba-tiba darah berembes dari selangkangan Haneul membuat Sungmin terpekik karena terkejut.

" OMO KYU, DARAH " Kyuhyun sontak langsung melihat keselangkangan Haneul, dengan sigap Kyuhyun menggendong Haneul ala bridal style.

" Min, kita harus membawa Haneul kerumah sakit " Kyuhyun dan Sungmin bergegas membawa Haneul kerumah sakit.

Selama diperjalanan Haneul terus menangis sambil memegangi perutnya, rintihan terus keluar dari bibirnya. Sungmin yang merasa ini akibat kesalahannya pun merasa sangat bersalah dan ikut menangis, sedangkan Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ditambah kecemasannya dengan keadaan Haneul dan calon bayinya.

Sesampainya dirumah sakit, para suster dengan sigap membawa Haneul ke UGD. Kyuhyun dan Sungmin menunggu dengan kecemasan, baru setengah jam mereka menunggu tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruang UGD.

" Apa anda suami Ny Haneul? " Kyuhyun langsung menganggukan kepalanya.

" Bagaimana keadaan istri dan anak saya Dok? " Sang dokter menghela nafas sejenak.

" Sangat kritis, saya harap anda mempersiapkan diri untuk menerima kemungkinan terburuk namun saya akan berusaha menyelamatkan keduanya " Kyuhyun langsung memegang kedua tangan sang dokter.

" Saya mohon dokter, tolong usahakan untuk keselamatan mereka berdua. Keduanya sangat penting bagi saya "

DEG

Ucapan Kyuhyun barusan seperti tamparan bagi Sungmin, iaa pikir kalau selama ini iaa sudah memiliki hati Kyuhyun sepenuhnya tapi pada kenyataannya ternyata Kyuhyun masih menganggap Haneul penting untuk dirinya. Kalau Kyuhyun mengatakan anaknya sangat penting untuknya tentu iaa masih bisa terima tapi ternyata Haneul masih sangat penting bagi Kyuhyun. Sungguh Sungmin merasa bahwa apa arti kata cinta dan sayang yang Kyuhyun ucapkan selama ini padanya, mengatakan Sungmin satu-satunya tapi pada kenyataannya? Lagi-lagi iaa merasa kalah dari Haneul, merasa menjadi pecundang. Dari segala segi iaa selalu kalah dari Haneul. Sungmin tersenyum mirismeratapi dirinya yang sunggu bodoh percaya begitu saja dengan kata cinta yang Kyuhyun ucapkan.

" Kau sebenarnya kenapa Min? " Tanya Kyuhyun dengan dingin, Sungmin mendongakan wajahnya menatap Kyuhyun.

" Hmm? " Sungmin mengerutkan keningnya, sedikit bingung pertanyaan Kyuhyun yang terkesan ambigu.

" Kau kenapa begini? Bersikap kekanakan dan selalu mencari keributan! Tak berfikirkah dampak dari perbuatanmu ini? " Pertanyaan Kyuhyun sarat akan kemarahan yang tertahankan.

" Mianhae Kyu, aku tak menyangka akan seperti ini " Sungmin menundukan kepalanya merasa bersalah.

" Mianhae? DENGAN MUDAHNYA KAU BERKATA MAAF? TAK KAU LIHATKAH HASIL PERBUATANMU ISTRI DAN CALON ANAKKU MEREGANG NYAWA DIDALAM SANA? TAK SADARKAH KAU HAMPIR SAJA MEMBUNUH MEREKA DENGAN TINGKAH KONYOLMU ITU HAH? " Sungmin tersentak saat Kyuhyun membentaknya, sakit sungguh sakit mendengar itu. Mendengar tuduhan itu, Sungmin tak bermaksud sama sekali mencelakai Haneul.

" Aku sungguh tak berniat mencelakai Haneul hiksss aku minta maaf Kyu hikss " Sungmin menangis lalu mencoba memegang tangan Kyuhyun namun segera Kyuhyun tepis.

" Pulanglah " Kyuhyun membalikan tubuhnya dan tak berniat sama sekali untuk melihat Sungmin.

" Kyuu.. " Sungmin mencoba memegang tangan Kyuhyun kembali namun lagi-lagi Kyuhyun menepisnya. Sungmin pun melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun namun baru beberapa langkah Kyuhyun kembali memanggil Sungmin.

" Sungmin " Sungmin menghentikan langkahnya dan berbalik menatap punggung Kyuhyun.

" Renungkanlah kesalahanmu Lee Sungmin " Sungmin membekap mulutnya lalu berlari kecang meninggalkan rumah sakit. Hatinya sungguh teriris bahkan saking marah Kyuhyun padanya sampai-sampai memanggilnya dengan Lee Sungmin bukan Cho Sungmin.

Sungmin segera menyetop taksi dan kembali kerumah. Selama diperjalanan Sungmin terus saja menangis. Tak perduli dengan supir taksi yang menatapnya aneh, iaa hanya butuh pelampiasan untuk rasa sakitnya. Tak lama Taksi pun berhenti didepan rumahnya, setelah sampai dirumah Sungmin langsung bergegas memasuki kamarnya. Dibukanya lemari dan koper miliknya dan dengan brutal Sungmin memasukan pakaiannya kedalam koper, setelah selesai berkemas Sungmin membuka laci meja riasnya dan menyobek selembar kertas dan mulai menulis surat untuk Kyuhyun. Setelah selesai Sungmin bergegas meninggalkan rumah saat itu juga.

.

.

.

Setelah 2 jam Dokterpun keluar dari ruangan operasi lalu Kyuhyun mengahampiri dokter tersebut dengan hati was-was dan tatapan cemas.

" Bagaimana keadaan anak dan istri saya dok? " Dokter tersenyum sekilas.

" Anda tenang saja, beruntung istri dan anak anda sangat kuat sehingga berhasil melewati masa kritis ini, tapi setelah ini anda harus menjaga mereka dengan ekstra hati-hati karena akibat kejadian ini kandungan istri anda menjadi lemah dan rentan mengalami keguguran " Kyuhyun mengangguk paham dengan penjelasan dokter.

" Terima kasih dok telah menyelamatkan anak dan istri saya " Doker itu bernama Kim Youngwoon itu hanya tersenyum sambil menepuk pelan bahu Kyuhyun setelah itu meninggalkan Kyuhyun.

Setelah Haneul dipindahkan keruang rawat inap Kyuhyun pun menghampiri Haneul. Dilihatnya Haneul tertidur dengan wajah pucat, Kyuhyun duduk disebelah haneul. Kyuhyun menggenggam erat jemari tangan kanan Haneul dan dikecupnya sekilas.

" Kau tau, kau sangat membuatku khawatir. Saat melihat darah mengalir dikakimu, nafasku langsung tercekat. Aku merasa jiwaku ini terhempas dari ragaku, meskipun cintaku kini hanya untuk Sungmin tapi tak bisa dipungkiri bahwa aku masih menyayangimu, masih menganggapmu penting bagi hidupku, kau ibu dari anak-anaku, kau juga pernah ada dihatiku. Kuharap setelah ini kau menjaga dengan baik dirimu dan calon anak kita. Jangan membuat aku khawatir lagi " Kyuhyun mengusap kening Haneul lalu bangkit sedikit dari duduknya dan mengecup kening Haneul setelah itu iaa berdiri dari duduknya.

" Aku akan pulang sebentar, dokter bilang kau mungkin akan sadar besok. Aku akan mengambilkan kau pakaian ganti, semoga saat sadar besok kau sudah dalam keadaan baik-baik saja. Aku pulang dulu ne " Kyuhyun pun meninggalkan Haneul sendiri dirumah sakit.

Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju rumah, teringat pertengkarannya dengan Sungmin dirumah sakit tadi dan iaa sangat menyesal sudah berkata seperti itu pada Sungmin. Iaa hanya merasa kalut saat mendengar keadaan tentang Haneul dan calon anaknya. Beruntung Minhyun menginap dirumah Kai sehingga iaa tak harus melihat kejadian tadi karena jika iaa melihat kejadian tadi dipastikan iaa akan sangat tepukul.

Kyuhyun memakirkan mobilnya dihalaman rumahnya. Kyuhyun bergegas turun dan memasuki kamar Haneul, dipersiapkannya beberapa keperluan yang akan dibawa kerumah sakit besok. Setelah semua siap Kyuhyun berjalan menuju dapur dan mengambil air minum didalam lemari pendingin lalu menenguknya kasar tanpa menuang terlebih dahulu kedalam gelas. Setelah itu iaa berjalan menuju kamarnya namun langkahnya terhenti saat melihat darah Haneul tadi masih berceceran dilantai, sedikit bingung mengapa Sungmin belum membersihkan darah Haneul itu padahal Sungmin sudah pulang sejak tadi. Kyuhyun kembali kedapur dan mengambil ember dan mengisinya dengan air lalu mengambil kain pel, Kyuhyun pun membersihkan darah Haneul. Setelah semua bersih, Kyuhyun berjalan kekamar. Tubuh dan pikirannya sungguh lelah, saat memasuki kamar ternyata kamar itu kosong. Kyuhyun mengira Sungmin mengungsi kekamar Minhyun, Kyuhyun masuk kekamar mandi dan memulai ritual mandinya. Setelah selasai mandi Kyuhyun berjalan menuju tempat tidur, sungguh iaa ingin segera tidur untuk merilexkan tubuh dan pikirannya. Namun pandangan matanya tiba-tiba tertuju pada selembar kertas yang dilipat dan ditaruh diatas meja nakasnya. Karena penasaran Kyuhyun membuka surat itu.

To : My Lovely Nampyon

Kyu, mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah pergi. Maaf lagi-lagi harus pergi dengan cara seperti ini. Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu dan juga Haneul karena membuat Haneul dan calon anak kalian dalam keadaan kritis. Aku pergi bukan karena ingin lari dari tanggung jawab tapi aku rasa ini adalah keputusan yang paling tepat. Tidak seharusnya aku hidup dalam bayang-bayang kalian. Kau, Haneul, Minhyun, bahkan calon anak kalian saat ini seperti sudah ditakdirkan untuk bersama. Tidak sepantasnya aku mengganggu kehidupan kalian, bahkan sampai saat ini Tuhan belum memberikan kita anak mungkin Tuhan ingin menyadarkanku bahwa memang kita tidak sepantasnya untuk bersama. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang yang kau berikan selama ini, aku tak akan melupakan itu. Sekali lagi maafkan aku karena selalu membuatmu dan keluargamu sulit, aku akan segera mengirimkan surat perceraian kita dan kuharap kau tak perlu mencariku lagi. Semoga jika suatu saat kita bertemu lagi maka kita sudah bisa menghapuskan perasaan kita satu sama lain dan kau juga bahagia dengan keluargamu begitupun dengan diriku yang mungkin akan bahagia dengan kehidupanku. Selamat tinggal Kyu, maafkan aku dan sampaikan permintaan maafku pada Haneul dan calon anak kalian, dan juga sampaikan salamku untuk Minhyun katakan padanya aku mencintainya. Jaga dirimu baik-baik Kyu.

Lee Sungmin

Setelah membaca surat itu Kyuhyun meremasnya hingga kusut lalu bergegas menyambar kunci mobilnya. Kyuhyun pergi mencari Sungmin, beruntung sudah sangat malam sehingga jalanan legang. Kyuhyun menyetir mobilnya dengan brutal, Kyuhyun terus mengedarkan pandangannya kejalanan terkadang tangannya mengusap air mata yang menetes dipipinya.

" Kau dimana Sayang? Jangan membuatku kahwatir " Guman Kyuhyun dengan nada bergetar. Kyuhyun melajukan mobilnya kesuatu tempat, setelah sampai Kyuhyun bergegas masuk.

TEEET TEEEET TEEEET

Kyuhyun memencet bel apartemen itu dengan brutal, tak perduli jika nanti dia dimarahi karena mengganggu jam istirahat tetangga disekitar apartemen itu.

CKLEK

" Kyu, sedang apa kau disini malam-malam dan kau menangis? " Kyuhyun tak mengindahkan pertannyaan Hyukkie, dengan segera iaa menerobos masuk dan mencari-cari Sungmin didalam.

" Dimana Sungmin ? " Kyuhyun terus mencari bahkan meggeledah seluruh ruangan diapartemen Hyukkie.

" Apa maksudmu? Ada apa lagi ini ? " Kyuhyun menghentikan kegiatannya mencari Sungmin dan berbalik menatap Hyukkie tajam.

" DIMANA KAU SEMBUNYIKAN SUNGMIN ? " Hyukkie tersentak mendengar Kyuhyun membentaknya.

" Sungmin tak ada disini " Hyukkie berusaha menghadapi Kyuhyun dengan tenang, melihat betapa kacaunya Kyuhyun saat ini lebih baik tidak ikut terbawa emosi.

" Sungmin dimana Hyukkie? Dia pergi lagi dari rumah hiksss aku ingin bertemu Sungmin hiksss " Kyuhyun terduduk dilantai apartemen Hyukkie, Kyuhyun memeluk kedua lututnya sambil menagis tersedu-sedu. Melihat itu Hyukkie menjadi iba, dihampirinya Kyuhyun dan dipeluknya Kyuhyun erat.

" Tenanglah Kyu, aku pasti membantumu mencari Sungmin tapi bisakah kau menceritakan ada apa lagi dengan kalian? " Kyuhyun melepaskan pelukan Hyukkie, iaa mengelap matanya yang basah karena air mata. Kyuhyun berusaha menenangkan dirinya, setelah sedikit tenang Kyuhyunpun menceritakan kejadian keseluruhannya pda Hyukkie.

" Astaga, kenapa jadi seperti ini Kyu? " Hyukkie membekap mulutnya tak percaya mendengar cerita Kyuhyun.

" Hyuk, jebal bantu aku mencari Sungmin " Kyuhyun menatap Hyukkie dengan tatapan memohonnya.

" Aku akan mencoba menghubungi Wokkie, siapa tau Sungmin disana " Secercah harapan tersirat dimata Kyuhyun, dengan segera Hyukkie mengambil ponselnya didalam kamar, setelah itu iaa kembali menghampiri Kyuhyun dan mengajak Kyuhyun duduk disofa ruang tamunya.

" yeoboseo " Jawab Wookkie dari sebrang sana.

" Wookie, apa Minnie ada bersamamu? " Hyukkie langsung bertanya to the point, iaa tak ingin membuang waktu, tak dipungkiri hatinya juga cemas ingin segera mengetahui dimana keberadaan Sungmin.

" Minnie? Dia tak ada disini, wae? Apa terjadi sesuatu? " Terdengar nada kecemasan dari seberang sana.

" Nanti saja akan kuceritakan, sekarang kau bantu aku dan Kyuhyun mencari Sungmin. Jika Sungmin menghubungi tolong segera beritahu aku ne "

" Baiklah " Hyukkie pun memtuskan teleponnya dengan Wookie.

" Sungmin tak ada bersama Wokkie Kyu " Kyuhyun semakin frustasi sekarang, iaa mengacak-acak rambutnya.

" Minnie eodiga? Hiksss jangan tinggalkan akuu " Kyuhyun terus merancau tak jelas membuat Hyukkie semakin iba.

" Lebih baik kau pulang dan istirahat, besok kau cari lagi Sungmin " Hyukkie menarik tangan Kyuhyun, dengan langkah gontai Kyuhyun akhirnya mengikuti langkah Hyukkie sampai besment.

" Mana kunci mobilmu? Aku akan mengantarkanmu pulang, tak memungkinkan kau menyetir sendiri dalam keadaan kacau begini " Kyuhyun merogoh kantong celananya lalu menyerahkan kunci mobilnya pada Hyukkie.

Disepanjang jalan Kyuhyun terus merancaukan nama Sungmin sambil terisak, Hyukkie hanya bisa menghela nafas berat. Meskipun iaa iba pada Kyuhyun namun tak bisa dipungkiri bahwa Kyuhyun juga bersalah dalam masalah ini. Kyuhyun bersalah karena sikapnya membuat Sungmin tersakiti, Sungmin juga salah membuat Haneul sampai begitu meskipun iaa tak sengaja, Haneul juga salah karena masih saja hadir ditengah-tengah Kyuhyun dan Sungmin, semua punya porsi kesalahan masing-masing jadi Hyukkie mencoba tak menghakimi siapapun disini. Yang terpenting sekarang sahabatnya itu segera ditemukan, karena jika Sungmin belum ditemukan maka masalah ini akan mengambang begitu saja tanpa penyelesaian.

Setelah sampai dirumah Kyuhyun, Hyukkie membantu memapah Kyuhyun menuju kamarnya. Dibantunya Kyuhyun merebahkan diri dikasur. Kyuhyun tak hentinya merancau memeanggil nama Sungmin.

" Kyu istirahatlah,aku yakin Sungmin bisa ditemukan " Hyukkie menyelimuti Kyuhyun.

" Hyuk, bisa bantu aku menjaga Minhyun? Jangan katakan padanya kalau Sungmin pergi, katakan saja Sungmin mengunjungi bumonimnya di china " Hyukkie mengangguk mengerti.

" kau tak perlu khawatir, masalah Minhyun serahkan saja padaku"

" Gomawo, aku berjanji ketika aku menemukan Sungmin aku tak akan melepasnya lagi hikss aku tak bisa tanpanya hiksss " Kyuhyun menutupi matanya dengan sebelah tangannya. Sesak. Itulah yang iaa rasakan, bagaimana cara iaa bernafas jika sumber udaranya tak ada. Hidupnya sudah sepenuhnya iaa serahkan pada Sungminnya, jika Sungmin meninggalkannya bagaimana cara iaa untuk hidup? Ini sungguh sangat sulit.

" Aku mengerti perasaanmu tapi aku juga mengerti bagaimana perasaan Sungmin, kau harus bisa tenang dan jangan berfikir macam-macam juga bertindak gegabah, kita pasti akan menemukan Minnie. Sekarang kau istirahat saja dulu, aku akan pulang " Hyukkie beranjak dari duduknya dan meninggalkan Kyuhyun sendiri dikamarnya.

" Hiksss Minnie, eodiga? Aku merindukanmu sayang hiksss, kembalilah pulanglah jangan biarkan aku sendirian disini, datang dan peluklah aku hiksss jebaaal aku merindukanmu sayang hiksss Minniee hiksss maafkan aku hikss " Setelah lelah menangis dengan sendirinya Kyuhyun tertidur dengan jejak air mata yang membasahi pipinya.

.

.

.

" Ajhumma, kenapa Ajhumma menjemput Hyunnie? " Saat ini Hyukkie menjemput Minhyun, sementara waktu Minhyun akan tinggal bersamanya. Kondisi dirumah Kyuhyun yang tidak memungkinkan untuk Minhyun tinggal disana akhirnya diputuskan Minhyun pindah keapartemen Hyukkie sementara waktu. Hyukkie berjongkok didepan Minhyun sambil mengelus rambut Minhyun dengan sayangnya.

" Hyunnie, dengarkan ajhumma ne? Mulai saat ini sementara waktu Hyunnie tinggal bersama ajhumma dulu karena Eomma Hyunnie sedang pergi kechina bertemu Halmonie dan Haraboji Hyunnie, sedangkan Haneul Eomma sedang pergi menemui sodaranya. Appa sibuk bekerja jadi sementara Hyunnie tinggal bersama ajhumma ne? " Minhyun merengut tak suka saat tau kedua ibunya pergi tanpa mengajaknya apalagi berpamitan padanya.

" Kenapa Eomma tak mengajak Hyunnie? " Hyukkie mencoba tersenyum maklum.

" Hyunnie kan harus sekolah, dan tidak mungkin Hyunnie memboloskan? Hyunnie harus jadi anak yang penurut ne? Kalau tidak Eomma akan bersedih " Hyunnie pun menganggukan kepalanya.

" kajja kita pulang " Hyukkie dan Minhyun menyetop taksi dan segera pergi menuju apartemen Hyukkie.

Sesampainya diapartemen Hyukkie, Minhyun langsung mengganti seragam sekolanya dengan pakaian santai. Setelah itu Hyukkie mengajak Minhyun untuk makan siang.

" Ajhumma kira-kira kapan Eomma pulang? " Minhyun bertanya sambil melahap makan siangnya.

" Molla, Eomma sedang ada urusan disana nanti jika sudah selesai pasti akan segera pulang " Minhyun hanya mengangguk imut.

TUUT TUUTTT TUUTTT

" Yeoboseo " Hyukkie mengangkat telepon masuk dari Wookie.

" Hyuk, apa sudah ada kabar dari Minnie? " Hyukkie melirik sekilas kearah Minhyun yang fokus dengan makanannya, perlahan Hyukkie bangkit dari duduknya dan berjalan kearah kamarnya. Setelah didalam kamarnya Hyukkie mengunci pintu.

" Belum ada Wok, Kyuhyun masih terus mencari Minnie " Terdengar helaan nafas dari Wookie.

" Kemana perginya anak itu yah? Apalagi sekarang dia tidak memberitahu kita sama sekali "

" Iaa kau benar, tapi aku sudah menyuruh Kyuhyun mencari Minnie diBusan karena mungkin saja iaa kesana seperti waktu itu dan mungkin sekarang Kyuhyun sudah berada diBusan. "

" Tapi apa mungkin Minnie kabur ketempat yang sama? Aku rasa dia tidak mungkin ada diBusan " Hyukkie mengangguk membenarkan persepsi dari Wookie.

" Iaa kau benar, atau mungkin dia keJeju untuk menenangkan diri? "

" Itu lebih tak mungkin lagi Hyukkie, kau tau sendiri Kyuhyun sering melakukan perjalanan bisnis ke Jeju? Kemungkinan mereka bertemu pasti sangat besar jadi tak mungkin Minnie ke Jeju, Minnie pasti ketempat terpencil yang memberikan kemungkinan kecil iaa bertemu Kyuhyun. Jika iaa saja tak memberitau kita tentang keberadaannya itu artinya iaa benar-benar ingin pergi jauh agar tak ditemukan " Lagi-lagi hyukkie mengangguk membenarkan persepsi Wookie.

" Akhh kenapa kau selalu benar Wookie, jadi kita harus bagaimana? "

" Aku akan meminta bantuan Yesung Oppa untuk melacak keberadaan Minnie didaerah terpencil, dia punya banyak channel yang bisa melacak keberadaan orang "

" baiklah, jika sudah ada kabar atau perkembangan apapun segera beritahu aku, aku tak tega melihat Kyuhyun seperti mayat berjalan seperti itu "

" Ne arrasho, yasudah aku tutup ne telponnya " Setelah Hyukkie menutup telepon dari Wookie, iaa pun keluar dari kamarnya dan dilihatnya Minhyun sedang menonton kartun diruang TV. Sepertinya Minhyun sudah menyelesaikan makan siangnya. Hyukkie tersenyum miris saat melihat Minhyun tertawa terpingkal saat menonton kartun kesukaannya, entah apa iaa masih bisa melihat senyum gadis kecil itu jika tahu apa yang terjadi dengan keluarganya. Minhyun masih terlalu kecil untuk memahami masalah rumit yang dihadapi kedua orang tuanya. Hyukkie kembali kedapur untuk membereskan piring kotor bekas makan siangnya dan Minhyun tadi.

.

.

.

Kyuhyun menepikan mobilnya dipantang Gwanganri, pantai ini penuh kenangan karena saat liburan kebusan satu tahun lalu Kyuhyun, Sungmin dan Minhyun pergi kepantai ini. Kyuhyun menyandarkan tubuh lelahnya disandaran jok kemudinya. Iaa menutup kedua mata dengan sbelah tangannya, iaa lelah karena sudah pergi kebusan sejak jam 4 subuh tadi sambil menyetir mobil dan setelah sampai diBusan iaa langsung berkeliling mencari Sungmin, sampai saat ini pukul 3 sore. Tubuhnya semakin lemas karena semenjak kepergian Sungmin belum satu suappun makanan yang masuk keperutnya, iaa tak berselera untuk makan sebelum berhasi menemukan Sungminnya. Bahkan iaa tak mengunjungi Haneul dirumah sakit, iaa meminta bantuan Hyukkie mengantarkan pakaian ganti untuk Haneul dan meminta dokter menjaga Haneul. Bahkan putri kesayangannya iaa titipkan ke Hyukkie, sekarang iaa hanya fokus untuk mencari Sungmin.

Sekelibat memori kejadian kemarin terulang kembali diingatannya, bagaimana tanpa sadar iaa menyakiti Sungmin begitu dalam. Iaa merutuki kebodohannya yang dengan tega memperlakukan Sungmin sampai Sungmin pergi meninggalkannya untuk kedua kalinya. Tak terasa Kyuhyun kembali menitikan air matanya, iaa meremas dan menekan dadanya yang sesak. Semakin lama iaa tak bertemu Sungmin, semakin sesak yang iaa rasakan.

" Kenapa kau bodoh sekali Cho Kyuhyun hiksss kenapa? Kenapa? KENAPAAAAAA? "

BUK

Kyuhyun memukul stir mobilnya, iaa menangkupkan wajahnya dengan kedua tangannya. Menyesal, sesak, sakit, bodoh. Itulah yang iaa rasakan, mungkin ini karma untuknya karena selalu menyakiti wanita sebaik Sungmin. Wanita yang rela menghabiskan masa mudanya untuk menikah dengan laki-laki yang dulu bahkan tak mencintainya sama sekali, rela merawat anak yang bahkan bukan darah dagingnya sendiri dan juga harus kelelahan setiap hari mengurusinya, mengurusi Minhyun, mengurusi rumah bahkan harus membagi waktu untuk kuliahnya. Betapa baiknya Sungmin selama ini, bahkan iaa tak mengeluh meskipun Kyuhyun tau Sungmin pasti merasa lelah. Sungmin bagi Kyuhyun adalah wanita yang terhebat, bisa membesarkan Minhyun dan mendidik Minhyun menjadi anak yang pintar dan memiliki sikap yang sangat baik, menyayangi Minhyun dan menganggap Minhyun seperti anak kandungnya sendiri. Baiklah penyesalan memang akan selalu datang terlambat bukan? Tapi Kyuhyun tak ingin terus terlarut dalam penyesalan, iaa harus menebus segalanya dengan menemukan Sungmin dan menebus semua kesalahan yang telah iaa lakukan kepada Sungmin. Kyuhyun menghapus air matanya kasar, iaa menghidupkan kembali mesin mobilnya, iaa tak boleh membuang-buang waktu. Iaa harus segera menemukan Sungmin. HARUS. Kyuhyun pun melajukan mobilnya membelah kota Busan, mencari istri tercintanya.

.

.

.

Sungmin duduk dipinggiran sebuah pantai, disampingnya sudah bertengger koper besar yang iaa bawa saat pergi dari rumah Kyuhyun. Sampai saat ini iaa belum tau akan menyewa tempat tinggal dimana, iaa baru saja sampai dikota terpencil ini. Kota yang menurutnya tidak memungkinkan Kyuhyun akan menemukannya. Iaa sudah bertekad untuk menyerah jadi untuk itu iaa juga harus tinggal ditempat yang tidak memungkinkan Kyuhyun bisa bertemu dengannya. Sungmin menghela nafas berat, perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama membuatnya sangat lelah dan memutuskan beristirahat dipantai yang tidak jauh dari stasiun kereta. Sepanjang perjalanan menuju ketempat ini sudah dihabiskan Sungmin dengan menangis, dan sekarang air matanya seakan mengering tanpa sisa. Iaa sudah berjanji tidak akan mennagis lagi dan memulai hidup barunya disini dengan senyuman, tanpa menoleh kebelakang lagi. Sungmin berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa iaa bisa melewati ini semua dengan baik. Sungmin bangkit dari duduknya dan mulai mencari tempat untuk iaa tinggali.

Sungmin terus berjalan hingga tanpa sadar melewati kios penjual makanan, iaa lapar sangat lapar. Sungmin pun melangkahkan kakinya kekios tersebut.

" Ajhumma aku pesan bimbimbap 1 ne " Wanita paruh baya itupun menganggukan kepalanya.

" Ne, tunggu sebentar nona" Wanita paruh baya itu segera masuk kedapur didalam kios tersebut, tak lama Wanita paruh baya itu kembali dengan membawa semangkuk bimbimbap.

" Silahkan dinikmati " Sungmin tersenyum pada wanita itu.

" kamsahamnida Ajhumma " Sungmin pun melahap makanannya, iaa sangat lapar dan dengan cepat menghabiskan makananya. Setelah selesai makan dan akan mebayar makanannya Sungmin terpikirkan untuk menanyakan soal sewa rumah disekitar sini. Iaa harus segera menemukan rumah untuk iaa tinggali sebelum malam menjelang.

" Ajhumma, aku ingin bertanya apa disekitar sini ada rumah yang disewakan? " Wanita itu berfikir sebentar.

" Ah iya, didekat rumahku ada yang barus saja pindah dan katanya rumah itu akan disewakan, mungkin kau bisa melihat dulu rumah itu " Sungmin langsung mengembangkan senyumannya.

" Iaa aku mau ajhumma, bisakah ajhumma memberitahu jalan kearah sana? "

" Kau tenang saja, anakku akan mengantarkan kau kesana, sebentar lagi iaa akan kemari setelah pulang bekerja. Kau tunggu sebentar ne " Sungmin menganggukan kepalanya, iaa kembali duduk sambil menunggu anak Ajhumma itu datang. Setelah menunggu sekitar 30 menit tiba-tiba seorang pria datang menghampiri Ajhumma tersebut. Pria itu sangat tampan dan bentuk tubuhnya juga bagus, kalau diSeoul pasti dijadikan aktor.

" Eomma, apakah kios ramai hari ini ? " Pria itu duduk disamping ibunya tanpa memperdulikan Sungmin yang melihatnya sejak tadi, mungkin bukan tidak memperdulikan tapi tidak menyadari kehadiran Sungmin disana.

" lumayan, oia bisakah kau antar nona ini kerumah yang dulu ditempati Jung Ajhumma? Nona ini ingin menyewa rumah itu " Pria itu mengalihkan tatapannya kearah Sungmin dan saat pria itu sudah menatap Sungmin dengan ramah Sungmin tersenyum sambil mengulurkan tangannya.

" Annyeong, aku Lee Sungmin " pria itu membalas uluran tangan Sungmin dan juga tersenyum ramah.

" Annyeong Lee Donghae imnida " Setelah melepaskan jabatan tangannya dengan Sungmin pria yang bernama Donghae itu pun mengalihkan pandangannya ke sang ibu.

" Apa aku harus mengantarkannya sekarang Eomma? "

" Iaa lebih baik kau mengantarkannya kesana sebelum malam tiba " Donghae pun mengangguk paham dan berdiri dari duduknya.

" kajja Sungmin Shii, mari aku antarkan kesana " Sungminpun bangkit dari duduknya dan membungkuk dihadapan Ibu Donghae.

" Lee Ajhumma, aku permisi dulu, terima kasih banyak " lee Ajhumma tersenyum ramah.

" kalau kau menyewa ditempat itu maka kita akan bertetangga jadi tak usah sungkan lagi ne " Sungmin menganggukan kepalanya sebelum pergi meninggalkan kios Lee Ajhumma bersama Donghae.

Selama perjalanan Sungmin dan Donghae tidak terlibat pembicaraan yang serius, hanya pertanyaan biasa yang Donghae lontarkan pada Sungmin. Mereka berjalan kaki, dan ternyata dari kios menuju rumah itu sangatlah jauh, keringat dingin sudah bercucuran dipelipis Sungmin, perjalanan jauh ditambah iaa menangis terus membuatnya sangat kelelahan. Tiba-tiba mata Sungmin berkunang-kunang sebelum akhirnya pingsan.

BRUK

Donghae yang melihat Sungmin jatuh pingsan pun membulatkan matanya saking terkejutnya, Donghae menghampiri Sungmin dan mengangkat kepala Sungmin lalu menaruhnya dipahanya.

" Sungmin Shii irona, ada apa denganmu? " Donhae menepuk-nepuk pipi Sungmin namun tak ada tanda-tanda Sungmin akan sadar. Dengan sigap Donghae menggendong Sungmin ala koala ( Gendong dari depan maksudnya ) Lalu tangan Kanannya menyanggah tubuh Sungmin, tangan kirinya membawa koper Sungmin. Untuk tak jauh dari situ ada klinik jadi dengan segera Donghae membawa Sungmin kekelinik itu. Sesampainya disana dokterpun langsung memeriksa Sungmin, tak lama dokter itu keluar menghampiri Donghae.

" Donghae, dimana kau mengenal wanita ini ? " tanya dokter yang bernama Shindong ini, dokter Shin adalah satu-satunya dokter didesa itu, jadi semua orang berobat kekliniknya jadi tak heran dokter itu mengenal Donghae.

" Dia pembeli makanan dikios Eomma dan dia sedang mencari rumah sewa jadi aku disuruh Eomma mengantarnya kerumah yang dulu ditempati Jung Ajhumma. Bagaimana keadaanya "

" Dia baik-baik saja hanya saja saat ini iaa sedang mengandung, usia kandungannya sudah 3 minggu "

" MWO? ? " Donghae mebulatkan matanya terkejut.

" A.. Apa? Saya Hamil dok ? " Dongahe dan dokter Shindong mengalihkan pandangan mereka kearah Sungmin yang berdiri mematung dipintu ruang periksa diklinik itu. Entah Sungmin harus senang atau sedih saat ini namun dua perasaan itulah yang iaa rasakan saat ini. Senang karena iaa memiliki anak seperti harapannya dan sedih karena anaknya tak bisa tubuh bersama ayahnya kelak.

TBC

Chap 10 update, ini aku buat udah panjang. Maaf kalau dichap kemaren ada yang kecewa karena chap kemaren kayak sinetron ceritanya. Aku berusaha untuk ga buat cerita ini kayak sietron tapi kalau pada akhirnya terlihat begitu aku minta maaf ne? Aku akan berusaha memperbaiki lagi. Dan sempet kaget juga bca komen kalian yang menghujat Haneul, wajar sih kalau pada sebel tapi sebenernya aku ga ada niat buat karakter Haneul sejahat yang kalian pikirin. Jadi aku jelasin nih yah, Haneul kan lagi hamil kan? Dia itu kayak merasa kalau dia mau anaknya besar dengan orang tua lengkap makanya ngomong gitu ke Sungmin, meskipun cara penyampaiannya salah. Memang dia jadi ingkar sama janjinya sendiri, tapi dia emang gak bermaksud jahat, jadi disini tuh karakter Haneul gak sejahat itu Cuma dia itu terlalu egois dan mementingkan dirinya sendiri, dan perang dingin dia sama Sungmin itu sebenernya perang dingin kayak anak kecil gitu, main pelototan lah dan gak mau kalahlah satu sama lainnya itu faktor kehamilan mereka yah meskipun Sungmin gak menyadari kalau dirinya lagi hamil. Dan aku juga gak mau buat konflik yang selalu dipicu sama Haneul, jadi dichap ini aku buat Sungminlah yang memicu pertengkaran sama Haneul. Nah gitu deh ceritanya, kalau ada yang mau ditanyain tanya aja langsung ne. TERIMA KASIH BANYAK YANG NGERIVIEW DAN YANG NGEBACA, dan MAKASIH UNTUK YANG KASIH MASUKAN DAN KRITIK. Aku seneng banget baca review kalian semua ^^ dan aku minta maaf juga kalau merasa gak puas sama chap kemaren atau chap ini, aku berusaha sebisa mungkin untuk membuatnya jadi lebih baik lagi, maaf kalau ada typo, dan maaf chap berikutnya aku gak bisa update cepet karena sejujurnya aku lagi sakit. Ini aku berusaha untuk menyelesaikan tanggung jawab aku di chap 10 ini, entah kondisi aku lagi gampang menurun akhir-akhir ini jadi suka sakit-sakitan. Jadi mohon bersabar ne, kalau demam aku udah agak menurun aku langsung ngetik chap 11 kok jadi mohon sabar yah menanti chap 11, sekali lagi gomawo. Maaf untuk segala kekurangan aku, mohon dimaklumi, dan jangan lupa REVIEW neeee ^^ Gomawo.

NB : Sempet sedih kemaren sama masalah Wookie Oppa di Sukira waktu duet sma D.O huft semoga orang yang jahatin Wookie Oppa dapet balasan dari Tuhan AMIIIIINN.