LOVE IN THE HEART
Cast : kaisoo / Hunsoo, all member exo
Genre : Romance, Hurt, Friendship and many more,,
Rete : T (+) mungkin
Warning : YAOI, plot pasaran, banyak flashback dan masih banyak lagi
Selamat membaca
.
.
.
.
Sehun tersenyum memandang langit-langit kamar. Sungguh malam ini adalah malam yang paling membahagiakan untuknya. Setelah membutuhkan waktu dan perjuangan yang panjang akhirnya namja yang sangat ia puja kini berhasil ia miliki. Semua kerja keras sehun telah terbayarkan.
"hunnie aku,,,," sehun menahan nafas menunggu kyungsoo melanjutkan kalimatnya.
"aku tidak punya alasan untuk mengucap tidak pada pria sebaik dirimu" seutas senyum yang kyungsoo berikan segera berbalas dekapan erat oleh sehun. tidak lupa disertai tepuk tangan para pengiring musik yang menyaksikan acara tersebut.
"gomawo hyung. Aku janji akan selalu menjaga mu dengan baik"kyungsoo menganggukkan kepala mempercayai, dirinya yakin bahwa sehun pasti akan bisa menepati janji yang diucapkan, namun jika janji itu dipertanyakan untuknya apakah ia akan sanggup menepatinya?
Senyum dibibir namja pucat itu semakin lebar membayangkan bahwa hari esok akan menyambutnya dengan ceria tentu saja itu dikarenakan oleh sang namja mungil pemilik hatinya.
.
.
Acara sarapan pagi dikediaman keluarga Do berlangsung dengan khidmat. Tidak banyak suara yang keluar selain bunyi dentingan sendok dan garpu. Namun kesunyian itu segera terpecahkan dengan kedatangan maid yang menghampiri kursi kyungsoo.
"jeosonghabnida tuan muda. Tuan oh datang dan menunggu anda didepan" kyungsoo menengok kearah maid tersebut dan mengerutkan wajah bingung.
"hunnie datang? arraseo, Gomawo ajhumma" sang maid membungkukkan badannya dan melangkah keluar.
"tumben sekali sehun datang pagi-pagi kesini kyungie? Biasanya kalian lebih sering berkencan saat malam hari" godaan dari heechul sukses membuat kyungsoo dan yunho mendelik kesal kearahnya. Do Yunho bahkan terbatuk mendengar kata 'kencan dimalam hari'.
"ehmm,, jangan bicara yang aneh-aneh diruang makan chulie ah. Dan kau kyungie sebenarnya ada hubungan apa antara kau dengan anak pucat itu? Kenapa dia selalu menempel padamu" kyungsoo yang mendapat pertanyaan intimidasi dari orang paling tua dikeluarga Do mendadak gugup, mencoba mencari cara untuk kabur.
"aku akan menemui hunnie dulu hal-aboeji, kasian jika dia menunggu terlalu lama" Dengan segera ia bangkit dari kursinya dan pamit untuk menemui sehun diruang tamu. Tentu saja usaha berkelit kyungsoo membuat yunho semakin merengut tidak suka.
"hunnie, waeyo? Tumben sekali pagi-pagi kau kesini. Kau juga tidak mengabariku dulu" mendengar ocehan dari sang kekasih sehun justru tersenyum manis, tubuh tegap itu berdiri melangkah mendekati namja yang lebih pendek serta menangkup kedua pipi gembil dihadapannya, tidak lupa mendaratkan sebuah kecupan didahi sang pemilik. Sontak hal tersebut membuat tubuh kyungsoo menegang ditempat.
"morning kiss" tangan kurus sehun mencubit pipi bulat yang selalu tampak menggemaskan dimatanya guna menyadarkan sang pemilik dari keterkejutan.
"a,,a,, yak! Jangan menciumku sembarangan. Apalagi ini dirumah, bagaimana jika hal-aboeji atau samchon melihatnya" kyungsoo mengomeli sehun berusaha menutupi semburat merah yang muncul pada wajahnya namun semua itu hanya ditanggapi kekehan dari namja tinggi.
"aku sengaja datang kemari tentu saja untuk menjemput kekasih cantikku ini. Mulai sekarang kau tidak usah membawa mobil. Biar aku yang akan menjadi sopir pribadimu" kyungsoo memutar bola matanya malas, sehun benar-benar memperlakukan dirinya secara berlebihan. Kyungsoo tahu bahwa sehun juga memiliki pekerjaan yang cukup menyita waktu dan akan bertambah repot jika ia juga masuk dalam daftar kesibukan sehun.
"kau tidak perlu seperti ini hunnie, aku tidak mau merepotkanmu. Lagipula aku masih harus bolak balik dari kantor kecafe jadi tidak mungkin jika aku terus bergantung padamu" sehun yang mendengar pernyataan dari kyungsoo menggelengkan kepalanya menolak. Dasar oh sehun sikepala batu. sikapnya sama seperti jongin, pikir kyungsoo. Mengingat nama jongin mendadak membuat raut wajah manis itu berubah sendu.
"baiklah hari ini ku terima tawaranmu. Ngomong-ngomong Apa kau sudah makan hunnie? Ayo ikut, kami sedang sarapan tadi sebelum kau datang" ajakan dari kyungsoo tentu saja disambut dengan suka cita oleh namja yang lebih tinggi.
Setelah sehun ikut bergabung dimeja makan beberapa pasang mata menatap kearah mereka penuh keingintahuan. Sementara sosok yang ditatap hanya menggaruk tengkuknya canggung.
"tumben sekali kau datang pagi-pagi seperti ini sehun ah" hanggeng mengutarakan pertanyaan yang tersimpan dikepala tiga orang tertua dikeluarga Do.
"aku bermaksud menjemput kyungsoo hyung, samchon"
"memangnya kenapa kau sampai menjemputnya sepagi ini sehun ssi. Apa kalian berencana akan pergi keluar hari ini? Kyungie ah seingat hal-aboeji hari ini akan ada internal meeting dengan bagianfinance dan tax bukan?" yunho menyahut cepat ucapan sehun sehingga membuat suasana diruang makan keluarga Do mendadak menjadi tegang.
"anniyo hal-aboeji. Sehun menjemputku bukan karena kami akan pergi keluar tapi dia hanya akan mengantarkanku kekantor" mendengar ucapan sang cucu membuat yunho merasa sedikit tenang. Namun sepertinya masih ada yang mengganjal dipikiran pria yang telah berumur lebih dari setengah abad ini.
"sebenarnya ada hubungan apa diantara kalian? Kyungie Kau belum menjawab pertanyaanku tadi" tatapan mata tajam milik yunho menatap bergantian kearah duanamja muda disisi kanannya, membuat kedua makhluk yang ditatap berubah menjadi salah tingkah.
"saya adalah kekasih dari kyungsoo hyung. Mohon hal-aboeji, samchon danimo merestui hubungan kami" sehun yang berdiri dari kursinya langsung membungkuk hormat kearah tiga namja paruh baya dihadapannya. pernyataan sehun barusan tentunya sukses membuat beberapa pasang mata disana membelalak tercengang. Bahkan heechul sampai tersedak minumannya sendiri
Sementara kyungsoo yang takut jika para tetua dikeluarganya menentang hubungan mereka hanya bisa menundukan kepala. Melihat hal itu sehun -sang namja yang telah lantang memproklamirkan hubungan mereka- menggenggam tangan mungil itu erat, membuat sang pemilik tangan mendongak kearahnya. Tatapan teduh mata sehun seolah meyakinkan kyungsoo bahwa semua akan baik-baik saja.
"hidupmu adalah kau yang berhak menentukan kyungie. Jika kau merasa ini adalah pilihan yang membuatmu bahagia. Maka kami pasti akan mendukungmu" heechul berusaha bersikap bijak menengahi permasalahan yang ada. Mendengar pernyataan yang baru saja imo nya katakan tak ayal membuat kyungsoo dan sehun dapat bernafas lega. Senyum serta lontaran ucapan terimakasih tak luput diurai oleh pasangan baru ini.
Selepas sehun dan kyungsoo yang telah pergi, yunho duduk dengan tenang ditengah gazebo miliknya. Lagi-lagi ia menarik nafas dalam memandangi taman belakang rumah besarnya. Taman indah ini sengaja dibuat atas permintaan orang yang paling dicintainya, dulu taman ini selalu dirawat dengan baik oleh mendiang sang istri. Bunga warna warni selalu bermekaran mengelilingi area taman. Rumput-rumput hijau pun tidak pernah dibiarkan tumbuh tinggi agar selalu nyaman untuk dijadikan pijakan. Dan hingga kini kebun Bunga favorit sang istri pun masih tampak asri dan sejuk, tentu saja itu semua berkat perintahnya kepada maid-maid serta ketelatenan dari cucu kebanggaannya, kyungsoo yang membantu menjaga keelokan tempat ini.
"ayah tampak tidak senang mendengar hubungan kyungie dan sehun?" putra pertama yunho datang dengan membawa nampan berisi gelas-gelas teh ocha kesukaan sang appa. kehadiran tiba-tiba heechul membuat orang yang ia panggil ayah tersentak kaget dari lamunan.
"bukan aku tidak menyukai, tapi kau tau sendiri bahwa aku sudah berniat untuk mengenalkan kyungsoo dengan cucu dari yoochun dan junsu. jika sekarang kyungie sudah memiliki kekasih lalu apa gunanya semua rencana itu" mendengar nada kekecewaan yang terselip dari pernyataan sang appa membuat heechul mengarahkan tanganya untuk mengusap lembut lengan yang masih kokoh disampingnya.
"bukankah aboeji bilang hanya ingin mengenalkan dan tidak bermaksud menjodohkannya, kupikir jika aboeji menjelaskan seperti itu kyungie pasti akan mengerti" yunho menatap ragu anak sulungnya sebelum lagi-lagi helaan nafas lirih ia keluarkan.
"awalnya kupikir jika memungkinkan aku pun ingin kyungsoo berjodoh dengan cucu dari yoochun itu"
"aboeji untuk masalah pedamping hidup biar kita serahkan hal tersebut pada kyungsoo. dia lah yang akan menjalaninya, jadi akan lebih baik jika semua itu sesuai dengan apa yang diinginkannya bukan berdasarkan paksaan dari kita" mendengar ucapan dari heechul, yunho tersenyum tipis membenarkan.
"aku pun awalnya sempat ragu untuk menjodohkan baekhyun dengan jongin. Saat itu kupikir jika baekhyun tidak memiliki kecocokan maka aku akan membatalkan perjodohan ini. Karena bagaimanapun kebahagiaan baekhyun adalah yang terpenting. Namun saat melihat baekhyun yang tampak bahagia ketika menatap jongin aku merasa sangat senang. Ternyata perjodohan ini memang diterima baekhyun bukan berdasarkan keterpaksaan tapi hatinya juga ikut menerima" tambah heechul.
kini sepasang ayah dan anak itu tersenyum bersama memandang kearah bunga-bunga yang bermekaran dengan warna-warni layaknya pelangi hingga membuat setiap mata yang memandang menjadi terhipnotis akan keindahannya.
.
.
.
Namja dengan kulit tan bergerak gelisah dalam tidurnya. Sesekali erangan kecil keluar dari celah bibir tebal itu. hingga tidak berselang lama obsidian tajam miliknya terbuka sempurna. Jongin bangkit dan menyandarkan tubuhnya pada dashboard, ia menarik nafas perlahan secara teratur. Malam ini dia baru saja mendapatkan mimpi buruk. Dan sepertinya ia akan susah untuk kembali terpejam mengingat mimpi buruk yang ia alami adalah sesuatu yang sangat menyedihkan. Diarahkan tanganya untuk mengambil ponsel yang terletak diatas nakas sisi ranjangnya. Jemarinya mengusap halus potret seorang pria dengan senyum paling menawan dalam hidupnya. Sungguh mimpi yang baru saja dialaminya benar-benar membuatnya serasa terjepit. Dan sosok yang kini dipandanginya merupakan pemain utama dalam bayangan buruk tersebut.
"I do missing you, in everyday, in everynight you're always in my mind, please tell me how could I through this stupid feeling? Even I did try so hard there is no change. You killed me softly hyung" jongin merasa putus asa. Baginya berusaha melupakan kyungsoo sama dengan merenggut cara bernafas dari hidupnya. Ia sudah menyerah dari usaha mempertahankan kyungsoo, namun menyerah dari hatinya untuk tetap mencintai namja mungil tersebut adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat dilakukan. Semakin ia mencoba menghapus semua perasaan itu maka rasa sakit yang ia dapatkan sebanyak usaha yang dijalaninya. Sungguh rasanya seperti mengiris organ dalam tubuhmu sendiri.
.
.
.
Kyungsoo sibuk membalas chat pada ponselnya, tentu saja hal itu membuat namja tampan yang berstatus kekasihnya merengut sebal. Dengan tiba-tiba tangan panjang sehun merampas ponsel yang dipegang kyungsoo mengakibatkan pekikan kaget dari sang pemilik ponsel.
"yak! Hunnie, kembalikan ponsel ku eoh. Aku sedang membalas pesan temanku" tangan pendek kyungsoo mencoba menggapai ponsel yang kini diacungkan dengan tinggi oleh sehun.
"anniyo, karena ponsel ini kau jadi mengacuhkan aku. Aku tidak suka hyung. Lagi pula siapa sih orang yang masih berchat ria denganmu malam-malam begini" sehun mencoba membuka aplikasi pesan dihandphone kyungsoo namun segera terhenti ketika melihat nama dari sang pengirim pesan.
Kyungsoo yang mendapati raut wajah sehun yang tiba-tiba muram mendadak merasa ciut. Dalam hati Ia bergumam pasti namja pucat ini marah. Dan pemikiran kyungsoo tersebut sama sekali tidak meleset. Tatapan mata tajam sehun segera melayang kearahnya.
"cih, jadi ini yang membuatmu sibuk dan mengabaikan aku?" dingin dan menusuk intonasi yang sehun keluarkan.
"I,,ini tidak seperti yang kau pikirkan hunnie. Kami hanya berkomunikasi layaknya teman. Jika kau tidak percaya kau bisa membaca semua chat-anku dengan nya dari awal" menyadari aura kemarahan dari sang kekasih namja pendek tersebut segera menundukan kepala. Kyungsoo merutuki kebodohannya yang terlalu asyik bercanda ria dipesan dengan chanyeol. Dirinya pasrah jika saat ini sehun memaki atau bahkan memukul tubuhnya demi meluapkan emosi.
"tatap aku hyung"
Kyungsoo menggelengkan kepalanya kecil menolak untuk melihat sorot tajam sehun saat ini. Melihat perintahnya tidak dilakukan, sehun semakin menggeram marah.
"KUBILANG TATAP AKU"
kyungsoo Berjenggit kaget mau tak mau ia mendongakkan kepala, mata bulat itu mulai berkaca-kaca mendengar nada membentak yang sehun tujukan kepadanya. Ponsel berwarna putih yang menjadi saksi kemarahan sehun segera dilempar keatas sofa kemudian Membawa kaki panjang miliknya melangkah mendekati namja yang lebih tua.
"sebenarnya apa arti aku bagimu hyung? Bagaimana mungkin kau lebih menyibukkan diri dengan pria lain sementara kekasihmu dengan sangat jelas berada disampingmu" kali ini nada suara sehun melembut, namun kyungsoo dapat menangkap makna sedih didalamnya. Lagi kepala kyungsoo menggeleng.
"ini bukan seperti yang kau pikirkan hunnie. Chanyeol hanya sedang bercerita kepadaku. Miann sudah membuatmu marah"
"heh,, apa mungkin maksud dari kata-kata 'bantu aku untuk belajar mencintaimu secara perlahan' Karena kau masih mencintai chanyeol ssi? Masih belum bisa melupakan sosok cinta pertamamu? Kalau begitu kenapa kau tidak kembali padanya saja! Bukankah sepupumu akan menikah dengan namja lain jadi itu berarti kau dan chanyeol ssi bisa,," belum sempat sehun menyelesaikan ucapannya sebuah tamparan melayang dipipinya. Kyungsoo sang pelaku menganga tak percaya akan hal yang baru saja dilakukannya. Sementara namja tinggi dihadapannya menelan pahit sikap kyungsoo.
kyungsoo mundur secara perlahan, kemudian menjatuhkan tubuhnya disofa berwarna cream tersebut. Membawa tangan mungilnya menutupi seluruh wajah dan menangis tersedu. Sehun yang melihat hal itu kini merasa bersalah. Kaki jenjang sehun ditekuk hingga tinggi badannya menyamai dengan tinggi kyungsoo yang duduk disofa. Mengarahkan tangannya mengusap pelan surai hitam sang kekasih dan mengambil tangan itu agar dapat memperlihatkan wajah manis yang kini tampak berantakan.
"miannhae, aku tidak bermaksud menuduhmu" jemari panjang sehun mengusap garis-garis air mata yang tercetak dipipi gembil kyungsoo.
Meski air mata itu telah berhenti keluar, namun kyungsoo masih terisak sesenggukan, membuat pria pucat itu segera mendekap tubuh sang kekasih.
"uljima, aku minta maaf sudah terbawa emosi" kyungsoo menggelengkan kepalanya didada sehun, dengan perlahan ia merenggangkan pelukan kekasihnya.
"anniyo, aku yang salah sudah mengabaikanmu. Aku yang harusnya minta maaf hunnie. Ini,,,," dengan ragu tangan kyungsoo meraba bekas tamparan yang memerah dipipi sehun. hati kyungsoo serasa dihimpit rasa bersalah.
"pasti sakit hunnie,,, aku,, aku jahat ne?" air mata kembali keluar dari kedua mata bulat miliknya
"gwaenchanh-a, jangan menangis lagi kumohon. Justru aku akan semakin merasa bersalah padamu hyung"
Kyungsoo menganggukan kepalanya. Kembali menyusup kedalam pelukan hangat sehun. sungguh dia sangat merasa bersalah telah berbuat kasar kepada pria sebaik sehun. seharusnya sehun lah yang menamparnya karena cemburu akan tingkah laku kyungsoo, bukan dirinya yang justru memberikan bekas memerah dipipi putih sehun. kyungsoo merasa dirinya benar-benar beruntung bisa memiliki namja berhati emas seperti sehun.
.
.
.
"bagaimana dengan persiapan acaranya siwon ah?"
"oh my gosh Dad, kalian baru saja tiba dari lisse dan malah memikirkan soal acara tersebut? Lebih baik mom and dad beristirahat saja dulu. Kalian tenang saja untuk masalah persiapan kibum sudah mengaturnya dengan pihak EO"
Siwon yang baru saja menjemput kedua orang tuanya yang datang dari negeri kincir angin hanya dapat menghembuskan nafas lelah. Kedua orang tuanya sangat excited sekali bahkan mereka berdua lah pihak yang menggagaskan terciptanya pesta ini.
"baiklah, sampai dirumah nanti aku akan langsung beristirahat. Kau sangat jelas menyindirku sudah tua" meski junsu sudah memasuki usia senja namun tingkah laku merajuknya masih sama ketika saat ia masih muda.
"bukan begitu mom, meski kau sudah tua tapi kau masih sangat cantik. Lihatlah. Dad bahkan tidak bisa berpaling darimu" yoochun menimpali godaan sang anak dengan memeluk pundak pasangan hidupnya. Mendapati sepasang anak dan ayah yang menggodanya bersama membuat junsu malu dan memilih menyembunyikan wajahnya dibalik pundak sang 'suami'.
"by the way, when does baekhyunie come to here?"
"I still don't know yet. Perhaps in this week. Chullie will inform me later after they get the flight " yoochun menganggukan kepalanya mendengar jawaban dari siwon.
.
.
.
"kyungie kemarilah, hal-aboeji ingin bicara sesuatu"
Kyungsoo pun melangkah mendekati sang kakek yang tengah duduk disofa. Salah satu tempat favorite yunho yang lain adalah perpustakan mini milik keluarga Do.
"waeyo hal-aboeji, Apa aku melakukan kesalahan dengan pekerjaanku?" yunho terkekeh melihat raut cemas yang ditunjukan cucunya. Dengan gemas ia mengusak rambut hitam kyungsoo.
"ini tidak ada hubungannya dengan urusan pekerjaaan. Kau tenang saja. Aku hanya ingin bilang minggu ini kau akan menemani baekhyun pergi ke London" ucapan santai dari sang kakek membuat bola mata kyungsoo hampr saja terlepas. What! Pergi kelondon bersama baekhyun? Itu berarti akan bertemu dengan jongin. Tidak ini bencana untuknya.
"umm, miannhae hal-aboeji. Tapi aku punya banyak tugas yang masih harus kupelajari diperusahaan, lagipula kenapa aku harus ikut keinggris? Bukankah banyak keluarga kim disana jadi baekkie pasti tidak akan kesepian" kyungsoo mencoba merajuk dihadapan yunho, berharap sang kakek akan merubah pikirannya.
"biar samchon mu yang menggantikan semua pekerjaanmu sementara. Lagipula kau masih punya banyak waktu untuk belajar lagi nanti kyungie, tidak usah terlalu terburu-buru. Yang penting saat ini kau harus pergi bersama baekhyun kesana. Tidak ada penolakan titik" meski cara bicara yunho lembut, namun kyungsoo tahu dirinya tidak akan bisa menghindar dari permintaan –lebih tepatnya perintah- sang kepala keluarga Do.
"huft, baiklah aku akan pergi. Tapi boleh aku tahu kenapa kakek seperti memaksa sekali agar aku ikut kesana?" mendengar nada bicara kyungsoo yang mencurigainya membuat yunho tersenyum kecil.
"aku akan menceritakan alasannya tapi kau harus berjanji jangan marah kepadaku nanti, otthe?" kyungsoo semakin terheran dengan sikap yunho. Ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh pria tua yang ia panggil kakek saat ini.
.
.
.
"whoa, apa kita sedang mengadakan pesta malam ini?" mata sipit oh sehun berbinar menatap meja makannya kini penuh dengan banyak piring yang terisi oleh sayuran, daging, hingga sup tersaji dihadapannya.
"memangnya untuk memakan gogigui harus saat pesta saja hunnie? Cha, coba dulu haejangguk ini, apa rasnaya terlalu pedas untukmu?" kyungsoo menggeser mangkuk kecil yang berisi sup dengan cairan berwarna merah kehadapan sehun. Namun orang yang disuguhkan menggelengkan kepalanya menolak.
"waeyo?"
"suapin aku, aaa,,,," melihat kekasihnya membuka lebar mulutnya layaknya anak kecil yang manja membuat kyungsoo speechless. Meski begitu dia tetap menuruti keinginan pria tampan tersebut.
"otthe?"
"kau tahu, semua masakanmu selalu luar biasa untukku hyung"
"gombal" kyungsoo tersenyum menanggapi godaan sehun
"aku sudah menyiapkan kimchi dikulkas, serta mengisinya dengan bahan makanan. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk makan ramyun dimalam hari" tangan sehun yang sedang memanggang daging mendadak terhenti mendengar ucapan kyungsoo.
"kenapa kau berkata seperti itu? seperti kau berniat meninggalkan aku saja"
seketika kyungsoo berdiam canggung. Dirinya bingung harus dari mana memulai pembicaraan dengan sehun.
"uhm, hunnie, aku ingin mengatakan sesuatu kuharap kau tidak marah" sang kekasih yang diajak bicara tidak menjawab kata-katanya namun menaruh penuh attensinya pada kyungsoo seakan meminta namja mungil itu untuk melanjutkan ucapannya.
"minggu ini aku akan keinggris untuk menghadiri acara dari keluarga kim. Kakek memintaku kesana untuk menemani baekhyun agar si bebek cerewet itu tidak kesepian dan canggung" beberapa detik terlewati namun sang kekasih masih saja diam tidak merespon kalimat kyungsoo. Membuat pria manis tersebut menggigit bibirnya gugup.
"how long?" singkat dan datar
"I don't know, perhaps it will take a week" cicit kyungsoo
"jadi kau mempersiapkan semua ini sebelum pergi? Ucapan perpisahan?"
"hunnie, ini tidak seperti kita akan berpisah. Ya tuhan. Aku hanya seminggu berada disana, bukan selamanya. Jangan marah ne" kyungsoo mencoba memelas agar sehun mengerti situasinya saat ini.
"tapi kenapa kau baru mengatakannya sekarang?"
Uhh, oh sehun benar-benar keras kepala dan posesif . kyungsoo merutuki sikap sehun yang satu ini.
"aku pun baru mengetahuinya dari kakek kemarin. Jangan marah oke. Aku tidak mau selama aku pergi kau makan makanan yang tidak sehat apalagi sampai melupakan waktu makan. Jadi aku sudah memastikan isi kulkasmu penuh agar kau bisa menyiapkan makananmu sendiri selama aku tidak ada" sehun menghela nafas mendengar kekasih manisnya cerewet seperti ajhumma-ajhumma dipasar. Tapi dalam hati ia bersorak senang, kyungsoo sangat memperhatikan kesehatannya bahkan ia sendiri saja sering melupakan kebutuhan dirinya sendiri.
"arraseo princess. Tapi kau harus janji jangan macam-macam selama disana, dan harus mengabariku setiap hari heum?" anggukan kepala ia berikan sebagai jawaban dari pertanyaan sehun. Meski dalam hati kecilnya kyungsoo meminta maaf karena pasti dirinya akan mengingkari perintah sehun tadi.
.
.
.
Ini sudah kesebelas kalinya bagi kyungsoo menghela nafas. Jarum jam menunjukan waktu tengah malam namun sang pemilik ruangan masih saja enggan menutup mata. Kyungsoo terus teringat kata-kata sang kakek saat memintanya menemani baekhyun kenegeri pangeran William berada.
"sebenarnya aku mengirimmu kesana itu juga karena permintaan dari yoochun dan junsu. Mereka ingin mengenalmu lebih dekat" kyungsoo mengernyitkan keningnya tidak mengerti
"tuan kim yoochun dan kim junsu? Memangnya kenapa mereka ingin mengenalku hal-aboeji"
"itu, sebenarnya mereka ingin mengenalkanmu pada cucu mereka disana. Mereka sangat senang saat bertemu denganmu dan berharap kau mau untuk berkenalan dengan cucu kim lainnya yang menetap dilondon" tentu saja kyungsoo terbelalak mendengar pengakuan yunho.
"hal-aboejibermaksud menjodohkan aku seperti baekhyun begitu? Aku tidak mau. Hal-aboejikan tahu aku sudah berpacaran dengan sehun, tidak mungkin bagiku berkencan dengan pria lain. Dan aku tidak mau dijodohkan" kyungsoo berusaha menjaga nada bicaranya agar tidak membentak sang kakek. Pastinya kyungsoo akan selalu bersikap sopan terhadap siapa saja sekalipun dirinya tengah dalam keadaan marah.
"kami tidak bermaksud menjodohkanmu sayang. hanya ingin kau berkenalan saja dengan pria itu. tidak baik menolak permintaan orang lain. Apalagi sebentar lagi mereka akan segera menjadi keluarga kita ne. jika setelah mengenalnya kau memutuskan untuk berteman saja tentu kami akan tetap menghargai pilihanmu."
Kyungsoo mengehela nafas lelah. Mencoba memahami situasi yang dihadapinya kini.
"baiklah, aku akan berkenalan dengan orang itu. tapi hanya mengenalnya saja tidak lebih. Aku sudah memiliki hunnie sebagai kekasihku saat ini. Dan aku tidak berniat menduakanya"
"yah hal-aboejimengerti. Terima kasih sayang"
Kyungsoo mengusak rambutnya kasar. Lagi-lagi ia dihadapkan dengan pilihan sulit. Mendatangi kota tempat ratu Elizabeth berada disana membuatnya benar-benar pusing. Belum selesai pemikirannya mengenai dia yang akan bertemu jongin kini ditambah lagi kenyataan bahwa sang kakek seakan memintanya blind-date dengan cucu kim lainnya. Sungguh kyungsoo serasa ingin gila memikirkan hal itu. kyungsoo menyimpan rapat alasan yang satu ini dari kekasihnya. Jika sehun sampai mengetahui hal ini kyungsoo tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan kekasih posesifnya itu.
'ya tuhan, kuharap semua dapat berjalan baik-baik saja. Dan tidak akan ada yang tersakiti' kyungsoo berdoa sebelum memaksakan matanya segera terpejam.
.
.
.
Saat ini keluarga kim tengah sibuk melakukan sarapan pagi bersama. Bunyi sendok yang beradu dengan garpu memenuhi ruangan. Terlalu tenang tanpa ada suara yang menguar.
"kai, hari ini kau tidak lupa mengantarkan mom kebandara ne?"
Sang pemilik nama mendongak menatap ibunya. "ne, aku sudah meminta richard untuk mengijinkanku dari kelas hari ini"
"kenapa kau tidak bersemangat seperti itu ne? baekhyun akan datang seharusnya kau antusias menyambutnya" junsu yang melihat tingkah jongin merasa sedikit heran dibuatnya.
Mendengar nama tunangannya disebut membuat segala kesemrawutan dikepala jongin kembali datang. Benar apa yang dikatan junsu, seharusnya ia senang menyambut kedatangan pria cantik tersebut. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Jongin merasa bersalah karena harus menipu perasaan tunangannya. Jika boleh jujur bukan baekhyun yang ia harapkan datang, tetapi pria mungil yang lain. Hah,, jongin benar-benar mengumpat pada hatinya yang tetap setia pada kyungsoo. Padahal dirinya sudah berjanji akan melupakan perasaan itu dan menerima baekhyun dalam hidupnya.
"aku senang mendengar kabar itu queen" pria tan itu mencoba mengelak dari kecurigaan junsu.
.
.
.
"lebih baik kita menuggu disini saja kyung, aku lelah membawa koper-koper ini" kyungso melirik pria cantik yang mengeluh tersebut bergantian dengan beberapa koper didepannya. Bagaimana baekhyun tidak akan lelah, dia membawa begitu banyak barang padahal mereka hanya akan tinggal paling lama satu minggu disini. Pikir kyungsoo.
"salahmu sendiri. Kenapa juga kau mengepak setengah isi lemarimu untuk kau bawa kesini baek. Kita tidak akan tinggal lama disini" pada akhirnya kyungsoo mengikuti jejak baekhyun duduk dibangku yang tersedia dengan koper-koper mereka bersisian.
"ayo cepatlah jongin. Kasihan mereka jika terlalu lama menunggu kita"
Pria dengan kulit tan tersebut menatap sang eomma bingung. "mereka"? bukankah yang datang hanya baekhyun, lalu kenapa sang ibu menyebut kata jamak 'mereka'. Apakah ada orang lain lagi yang datang bersama baekhyun. Oh atau mungkin orang tua baekhyun ikut kemari menemani putra mereka.
"baekhyunie" pekikan sang ibu menyadarkan jongin dari lamunan sesaatnya.
tubuh jongin menegang ditempat melihat sang ibu tengah memeluk erat tubuh mungil baekhyun. Namun bukanlah senyum serta tawa ceria dari ibunya yang membuatnya kaku tak bergerak. Melainkan sepasang mata bulat yang memandang tepat kedalam iris mata tajamnya. Sorot sendu yang dikeluarkan namja manis diujung sana membuat jongin sulit untuk melangkah. Apakah ini mimpi? Orang yang paling ia rindukan serta ingin ia hindari justru sedang berdiri menatapnya terpaku disana. jongin telah berjanji untuk bangkit. tapi apakah semua itu bisa ia lakukan sementara orang yang menjadi objek utama kekacauan itu justru hadir kembali mewarnai hidupnya.
Kibum dan baekhyun menolehkan pandangan bersama kearah jongin yang masih berdiri mematung beberapa langkah dihadapan mereka. Melihat hal itu baekhyun akhirnya berinisiatif mendekati kekasihnya tersebut. Jongin masih saja tak bergeming menatap dalam kearah kyungsoo hingga sebuah benda kenyal mendarat lembut dibibirnya membuatnya tersadar. Jongin menatap kaget baekhyun yang kini mengalungkan tangan dileher kokoh miliknya sambil menutup mata. Dan kenyataannya bukan hanya jongin yang terpaku akan adegan itu namun dua pasang mata lainnya pun dibuat terkejut.
"jongin,,,"lirih kyungsoo
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
Hola enha udah muncul lagi nih, uhh,, chap ini rasanya enha maksa banget sama adegannya mohon dimaafkan ne. special thanks untuk semua yang masih mau baca dan nunggu ff abal-abal ini.
Review dari kalian menjadi penyemangat enha untuk terus melanjutkan ff ini secepat mungkin. Tapi jika tidak ada review berarti enha anggap tidak ada yang menunggu ff ini diposting cepat yah.
So, see you later
Cheers J
