Please Come Back to Me
By vAither
Disclaimer : Eyeshield 21 by Riichiro Inagaki and Yuusuke Murata
Rated : T + (Salah satu Chapter berisi Rate M)
Genre : Hurt/Comfort, Family
WARNING : AU, OOC, OC Typo, MissTypo, and all of my mistakes...
V's Note: Makasih atas doanya! Saya jadi semangat buat ngelanjutin chap ini... Yosh silahkan menikmati... ga bisa update sore-sore kebablasan tidur soalnya...
Chapter 10: Reunion Party
▓Please Comeback to Me▓
Suzuna benar-benar melakukan segala cara untuk membuat Mamori kembali menunjukan batang hidungnya. Dan usaha kerasnya itupun tidak berakhir sia-sia. Suzuna juga masih berharap ia akan kembali ke dalam pelukan suaminya, Hiruma Youichi.
Walaupun hanya ada sedikit harapan yang tersisa, ia masih berharap bahwa mereka berdua mau saling memaafkan kesalahan mereka satu sama lain. Lalu memulai kehidupan mereka kembali dari awal. Suzuna benar-benar bahagia saat mendengar kedatangan Mamori kembali ke Jepang.
Dan Suzunapun mengetahui Mamori tidak lagi sendiri.
"Aku benar-benar mengharapkan Mamo-nee datang ke acara reuni ini..." Suzuna berucap kepada dirinya sendiri dengan senyum penuh kepuasan terpatri di wajahnya.
Saat ini adalah reuni akbar dari para pemain Amefuto dari generasi awal hingga saat ini. Mengingat ini adalah reuni amefuto, tidaklah lengkap jika mereka tidak melakukan pertandingan Amefuto.
Pertandingannya akan berlangsung dalam 1 jam. Suzuna berjalan bolak-balik sambil menggendong Ryo. Sesaat ia melihat kearah kerumunan tamu yang datang lalu kembali berjalan bolak-balik.
Ia menatap ke arah anaknya. "Ryo, bagaimana ini, Mamori-nee dan You-nii belum datang..." ucapnya pada anaknya. Dan ryo hanya meresponnya dengan "Kakaka..." karena hanya itu satu-satunya kosakata yang ia bisa ucapkan.
"Suzuna, bisakah kau duduk? Kasihan Ryo," ujar Sena menenangkan istrinya. "Tapi You-nii dan Mamo-nee belum datang!" ucapnya sebelum menghela napas panjang untuk menenangkan diri. "Bagaimana kalau mereka tidak datang?" tanyanya.
Sena tersenyum, "Hiruma-san sudah datang kok, tapi ia kembali lagi untuk mengambil sepatu miliknya."
"Lalu Mamo-nee bagaimana?"
"Ia pasti akan datang. Pasti," Sena meyakinkan istrinya. Ini adalah rencana mereka untuk kembali membantu Hiruma dan Mamori, kembali menyatukan kedua insan tersebut. Mereka dapat melihat bagaimana terpuruknya seorang Hiruma Youichi saat Mamori pergi dari sisinya untuk kedua kali. Hal itu cukup menyeramkan di mata Suzuna dan dirinya tidak mau sedikitpun mengingatnya.
Saat itu dirinya sangat amat khawatir dengan Hiruma. Bahkan bukan hanya dirinya, semua orangpun mengkhawatirkan Hiruma.
Tanpa disadari waktupun terus berjalan. Hampir semua orang berada di sini, di football field, Enoshima. Para pemain yang akan bermain sudah berganti dengan seragam amefuto mereka.
Tim 1 Terdiri dari kumpulan pemain Devilbats, sementara tim 2 berisi kumpulan pemain dari berbagai klub.
"Hiruma-san masih belum datang?" tanya Jumonji pada Kuroki yang ada di sampingnya. "Hmm, kita tunggu saja sebentar lagi hingga ia datang," jawab Kuroki dan Jumonjipun mengangguk.
Chapter 10: Reunion Party
▓Please Comeback to Me▓
Mamori's PoV
"Datang atau tidak yah?" Aku terus bertanya pada diriku untuk ke sekian kalinya sembari menatapi gaun yang telah dibelikan oleh Mai. "Aissh!" Aku mengacak rambutku dalam ke frustasian sebelum kembali merapihkannya membentuk sebuah cepol. Aku telah selesai merias wajahku serta menata rambutku, tapi aku masih belum yakin untuk pergi atau tidak ke acara itu.
Tok tok tok
"Mamori-nee sudah belum? Yamato-san sudah datang, kalian bisa terlambat!" Seru Mai sambil terus menggedor pintu. "Ah aku sudah mendandani Kurocchan, dia tampan sekali lho!"
"Jangan kau buat yang aneh-aneh pada anakku, yah. Tunggu sepuluh menit lagi!" Mamori berseru balik sebelum dirinya berbalik dan mengelus dress berwarna peach yang tergantung rapih di depan lemarinya. "Akankah semuanya baik-baik saja jika aku pergi?"
10 menit telah berlalu dan Mai benar-benar sudah tidak sabaran. Dia telah menunggu cukup lama dan Mamori belum keluar dengan memakai dress pilihannya. Saat dia ingin mengedor pintu kembali pintu itu sudah terbuka terlebih dahulu dan disanalah seorang dewi keluar dengan dress berwarna peach serta high heel yang senada dengan dressnya serta cardigan berwarna hitam membalut dirinya.
"B-Bagaimana, Mai-chan?" tanyanya.
"S-Sugoi! Aishiteru Mamo-nee! Aishiteru!" Serunya sambil memeluk tubuh Mamori.
"Hey! Apa kau berubah jadi lesbian?!"
"Tidak! Enak saja!" jawab Mai dan melepaskan pelukannya dari Mamori lalu bertingkah seperti ia barusan memegang benda yang menjijikan.
"Baka!" seru Mamori sembari tersenyum. "Oh iya ini..." Mai bergeser ke arah kanan memperlihatkan seseorang yang sedari tadi berdiri sambil memegangi ujung rok Mai, Kuroda. "Bagaimana dia tampan 'kan? Seperti ayahnya..." Mamori tersenyum kecut kala mendengar kalimat itu dari mulut Mai sebelum ia memeluk Kuroda dalam gendongannya. "Mama..." Kuroda berujar.
Seperti ayahnya... Ia tidak mau identitas Kuroda terbongkar. Ketakutan kembali menghampiri hatinya. Lalu Maipun menyerahkan sesuatu pada tangan Mamori. "Pakaikan ini pada Kuroda..." ujarnya. Mamoripun tersenyum. "Terimakasih."
"Nikmatilah pestanya yah!" Maipun mendorong Mamori masuk ke dalam mobil Yamato.
Chapter 10: Reunion Party
▓Please Comeback to Me▓
Merekapun tiba di sana, Lapangan Football Enoshima. Dan saat itu Mamori merasa dirinya salah kostum.
"Tidak apa-apa... Katanya pestanya akan diadakan setelah pertandingan amefuto," Yamato menenangkan Mamori. Mamori menghela napas pelan sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam lapangan itu.
Banyak orang di tempat itu menahan napasnya dalam keterkejutan kala mereka melihat Anezaki Mamori datang bersama Yamato Takeru serta seorang bayi dalam gendongan Mamori.
"Mamo-nee kalian datang? Pertandingan sudah akan dimulai..." ujar Suzuna dengan Ryo dalam gendongannya.
Yamato tersenyum. "Apa aku boleh ikut?" tanyanya pada Suzuna. "Ah boleh saja Yama-san tim 2 sepertinya kekurangan orang, apa kau membawa sepatu footballnya?" Yamato mengangguk. "Aku pergi yah," ucapnya pada Mamori. Dan Mamoripun mengiyakannya.
Mamori dan Suzunapun mencari tempat duduk yang ditempati oleh seluruh mantan manager tim football. Beberapa dari mereka memberikan pelukan pada Mamori. "Selamat datang, Mamori-san..." sambut Wakana. "Terimakasih, Wakana-chan..." balas Mamori.
"Yaa jadi... siapa nama si chibi ini, Mamo-nee?" ujar Suzuna sambil mengelus-elus kepala Kuro yang tertutup topi wol berwarna hitam. "Kuroda," ujar Mamori singkat. "P-Puteraku dengan Takeru..." lirihnya.
"Siapamu?!" Ujar Suzuna serta Maruko dan Juri yang ikut nimbrung. "Puteraku dengan Takeru," ujar Mamori kembali dengan rasa percaya diri yang lebih daripada sebelumnya.
Lalu kemudian Mamori mendapati dirinya dihadiahkan tatapan tajam oleh Maruko dan Suzuna. Mereka tidak dapat menerima hal itu. Maruko bahkan dapat mencium adanya bau kebohongan dari kata-kata yang diucapkan Mamori. "Aku akan melepaskanmu saat ini, Mamori-san... tapi kau tidak dapat begitu saja merahasiakan sesuatu dari kami selamanya..." ucap Maruko dalam hatinya.
Mamori merasa lega saat tidak ada orang yang bertanya lebih jauh lagi. Dan Mamoripun tau bahwa banyak pertanyaan-pertanyaan yang berada dalam benak mereka.
"Mamori?" panggil seseorang. "Doburoku-sensei!" ujarnya pada orang yang memanggilnya. Mata Doburoku melebar kala melihat seorang bayi yang duduk di pangkuan Mamori dan Suzuna. Iapun mengangguk-angguk sebelum berkata, "Aku telah menjadi seorang kakek sekarang..." ujarnya. "Ya ampun Buro-chan..." ujar Suzuna sementara Mamori terkekeh.
Lalu setelah obrolan singkat mereka, Doburokupun pergi. Mamori saat ini kembali memfokuskan matanya ke arah lapangan. "Dia tidak disini," ujarnya tanpa ia sadari. "Eh, apa yang kau ucapkan barusan, Mamo-nee?" tanya Suzuna pada Mamori. Ia yakin Mamori mengucapkan sesuatu namun dikarenakan ricuhnya suara di tempat ini membuat Suzuna tidak dapat mendengar suaranya dengan jelas.
Mamori bergidik namun tersenyum pada Suzuna. "Tidak apa-apa..." detik berikutnya Kuro turun dari pangkuannya dan berlari-lari kecil ke arah lapangan. "Kurocchan, bahaya!" jerit Mamori. "Permisi ya..." pamitnya pada para mantan manajer lainnya sebelum berlari mengejar Kuro.
Mamori sebelumnya bersyukur karena tempat untuk para manager ada di pinggir lapangan, tepatnya di bench jadi ia tak perlu takut jika Kuroda akan jatuh dari tangga. Tapi di pinggir lapangan nampak jauh lebih berbahaya jika Kuro terkena tubrukkan tubuh pemain. Sepertinya tidak ada tempat yang aman untuk anak seumur Kuro di tempat ini.
"Ma... Papa..." ujar Kuro. "Eh?!" Hal itu membuat Mamori sedikit terkejut, seumur-umur ia belum pernah mengajari Kuro kata itu. Papa... Itu kata yang sedikit tabu. Kuro berhenti di pinggir batas lapangan. Mamoripun berhasil menangkapnya.
"Kuro... jangan lakukan hal itu lagi...," ujar Mamori sambil menciumi puncak kepala Kuro. "Papapapapapa!" seru Kuro sambil berontak dari pelukan Mamori.
BRAKK
Detik berikutnya suara hantaman keras terdengar dari telinga Mamori membuatnya menoleh ke arah suara itu. Dan ia dapat melihat 'seseorang' itu jatuh karena tackle-an keras milik Yamato dengan tetap memegang bola.
"Papa... Papa!" Seru Kuro dengan tangan mungilnya yang berusaha menggapai-gapai orang itu, seseorang yang memakai jersey merah bernomor satu. Hiruma Youichi. 'Apa Kuro dapat mengenali ayahnya? Mengapa bisa?' pikir Mamori. Keringat dingin menuruni pelipisnya perlahan.
"Kalian tidak apa-apa?" Yamato menghampiri Mamori dan Kuro lalu memberikan ciuman ke puncak kepala Kuro. Mamori mengangguk, "Lebih baik kalian kembali ke bench, tempat ini 'berbahaya'." Mamori hanya tersenyum pada Yamato sebelum menuruti Yamato untuk kembali duduk ke bench. Ia harus berterimakasih pada Yamato untuk tackle-annya pada Hiruma. Hal itu bisa menjauhinya dari Hiruma.
Chapter 10: Reunion Party
▓Please Comeback to Me▓
Hiruma's side
Nobody PoV
Hiruma memasuki lapangan dengan jersey berwarna merah dan bernomor satu miliknya, langkahnya gontai. Tidak seperti Hiruma yang biasanya. Dan pertandinganpun dimulai, Hiruma tetap bertanding seperti biasanya. Dengan trik-trik luar biasa dan terkadang di luar nalar. Ia tetap bisa menggenggam permainannya. Sampai matanya menemukan Yamato Takeru yang berdiri di sisi lain, menjadi lawan bermainnya.
Mata hijaunyapun akhirnya menemukannya, ia melihatnya. Anezaki Mamori, dengan seorang bayi yang mengenakan topi wol hitam di atas kepalanya. Namun tiba-tiba bayi itu turun dari pangkuan Mamori.
SET HUT HUT!
Ujarnya sebelum membawa kabur bola itu dan berlari ke arah bayi kecil tersebut, seorang bocah sekecil itu berada di lapangan American Football bukannya itu berbahaya. Bahkan seorang Hiruma Youichi yang dikatakan tidak memiliki hati mengakuinya.
Ia berhenti di hadapan bayi itu yang berusaha menggapainya. "Papa..." itulah yang diucapkan bayi itu. Pupil hijau miliknya melebar kala mendengar suara bayi itu. Mungkin ia salah dengar, tapi ia yakin bayi itu memanggilnya dengan sebutan papa. Kepalanya yang tertutup helm itu membuatnya tidak bisa mendengar sesuatu dengan jelas.
Tiba-tiba bayi itu menghentikan langkah mungilnya tepat di pinggir lapangan. Ia menggerakkan tangannya dengan lucu seperti nampak memberitahu sesuatu, dan detik berikutnya Hiruma merasakan badannya mendapat hantaman yang amat sangat keras membuatnya jatuh telentang di tanah.
Saat Hiruma membuka matanya dan melihat kembali ke arah bayi itu yang sudah berada dalam gendongan Mamori dan Yamato yang berlari menghampiri mereka. Bayi itu terus berucap "Papa.". Dan akhirnya Hiruma menyadari panggilan itu bukanlah ditujukan untuk dirinya melainkan untuk Yamato.
Yamato menunduk untuk untuk mencium bayi itu dan Mamori memberikan senyum penuh cinta pada Yamato. 'Apa mereka akhirnya bersama? Dan mendapatkan seorang bayi? Apakah Mamori benar-benar melupakan dirinya sekarang ini?' pikir Hiruma sembari terus menatap ke arah mereka. Keluarga yang bahagia itu tampak menyakitkan di matanya.
Tapi ia memang harus melepaskan Mamori...
'Jangan khawatir, Mamori. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi,' ujar Hiruma dalam hatinya.
Di sisi lain, Marco yang menatap kejadian itu tersenyum miris sembari meminum colanya.
'Asal kau tahu Mamori, Hiruma sama sekali belum menandatangani surat perceraian kalian. Ia masih berharap bahwa suatu hari nanti, suatu saat kau akan kembali dalam dekapannya. Seperti sebelumnya, seperti kalian yang saling mencintai satu sama lainnya. Dia masih mencintaimu, tapi nampaknya ia akan membiarkanmu terlepas dari dekapannya,' pikir Marco.
Hiruma menghela napas berat sebelum bangkit berdiri kembali. 'Nampaknya ketika pulang nanti aku harus menandatangani surat itu...'
Chapter 10: Reunion Party
▓Please Comeback to Me▓
TBC
V's Note: Kenapa Chap ini chap favorite ku? Karena Chap ini paling lama selesainya OMG susah banget bikin chap ini... butuh pengorbanan! OK terimakasih reviewnya! Bikin aku semangat! Yosh review lagi yah kasih tau aku apa yang kurang dari fic ini... Oh iya kan di chap sebelumnya ada si Kuro sekarang udah pada tau gak si Kuro anaknya Mamori sama siapa?
Pojok Balasan Review:
Guest #1: Terimakasih... Ini hasil penantianmu...
Dwi2: Ya ampun dirimu, dwi-san kekekeke bikin diriku ketawa gaje segaje-gajenya. Si Hiruma dibikin laknat begitu OMG! Bukan last chapter Cuma chapter fave saya... abisnya chap ini dibikinnya pake mimpi...
Ema: TERIMAKASIH BANYAK, EMA-SAN! Saya sudah agak baikkan nih makasih yah... ayo tebak apa hubungan mereka...
Guest #2: Makasih Guest-san! Reviewmu semangatku deh! Ini chap selanjutnya yah...
Aki-Ramen-Ai: si anak kembar itu buat ngejebak doang hehehehe Ya-Ha! OMG itu tembok ditendang? Gak cantengan kakinya? Di chap ini ada nih si setannya nasibnya gimana hayoo...
Guest #3: Maaf Guest-san saya kebablasan tidur a.k.a ketiduran maaf yah... ini sudah di update OK!
Yosh! Berikan saya reviewmu yah! Kali ini kalo saya gak ketiduran lagi saya updatenya sore yah sipp jadi saya minta 5 review lagi yah! BYE SEE YOU~~
