SELAMAT MEMBACA
Mongryeong terus menggonggong, Baekhyun sampai bingung harus bagaimana. Jadi Baekhyun putuskan untuk duduk di kursi taman yang saat ini sedang dilaluinya.
Rencana awal, Baekhyun ingin menelfon Kyungsoo dan meminta Kyungsoo untuk membolehkannya menginap malam ini. Tapi Chanyeol pasti akan menemukan Baekhyun di sana. Baekhyun tidak mau pulang lagi, tidak ingin sakit hati lagi. Baekhyun hanya ingin Chanyeol berhenti menyiksa diri.
Dari jauh, mata Baekhyun terasa silau karena sebuah mobil mengarah ke arah dirinya dan Mongryeong. Anjing itu mungkin mengira ada orang jahat yang ingin mengganggu mereka.
Baekhyun pun sama takutnya. Pria mungil itu memeluk erat tas tangannya dan tanpa sadar menggigit bibir. Meminta kepada Mongryeong untuk berhenti menggonggong dengan cara selembut mungkin, "Mongryeong, diamlah. Jangan sampai orang itu menyakiti dirimu" ucap Baekhyun was - was.
Mobil tadi pun berhenti tepat di depan mereka, membuat Baekhyun semakin ketakutan, "sial! ternyata bukan Daniel!" umpat seorang pria begitu dia keluar dari mobil dan melihat ke arah Baekhyun beberapa saat.
"Daniel?" gumam Baekhyun pelan. Baekhyun yakin pria di depannya ini menyebutkan nama Daniel, apa itu berarti Kang Daniel?
"Hem..." Baekhyun memberanikan diri bergumam cukup kuat sehingga membuat pria tadi yang ingin kembali memasuki mobilnya menjadi balik arah dan kini menatap Baekhyun dengan raut penuh tanya.
"Ya?" tanya pria itu padahal Baekhyun tidak memanggilnya.
"Aku temannya Kang Daniel. Apa Anda mencari seseorang bernama Kang Daniel?" tanya Baekhyun ragu, takut - takut dia salah menebak orang.
Namun setelahnya, pria ini tersenyum lega dan tertawa renyah, "jadi kau kenal adikku? Ayo antar aku kepadanya!"
Adik?
Baekhyun pikir Daniel tidak punya kakak laki - laki.
"Naiklah, tunggu apalagi?" Baekhyun tersentak begitu pria itu menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil.
Jadi Baekhyun memutuskan untuk menurut dan menarik tas koper besarnya ke sana, tak lupa juga Mongryeong yang mengikuti dari belakang.
"Kau bisa duduk di depan dan anjingmu duduk di bangku belakang" ucap pria itu ramah.
"Terima kasih, tapi aku tak yakin firasatku ini benar tentang di mana Daniel sekarang berada" Ragu - ragu Baekhyun mendudukkan diri di dalam mobil. Sesekali pria mungil itu menatap pria yang mengaku Daniel adalah adiknya dengan cermat.
Jika dilihat dari penampilannya, pria ini cukup menawan dengan jas dan mobil mewah. Tapi kalau dilihat dari sikapnya, Baekhyun yakin dia tipe - tipe yang mudah marah.
"Bilang saja menurutmu Daniel sekarang berada di mana dan kita akan ke sana" dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
e)(o
"Kenapa kau datang ke sini?!" Daniel menatap Jung Ruk dengan ekspresi kesal, "... dan demi Tuhan, Baekhyun! Kenapa kau bisa bertemu dengan orang gila ini?" sambung Daniel kali ini menatap Baekhyun dengan wajah memelasnya.
Kyungsoo diam - diam tertawa di samping Baekhyun. Sedangkan Baekhyun masih tidak percaya Daniel punya kakak laki - laki yang Bernama Kwon Jung Ruk.
"Aku kan kakakmu, kenapa kasar begitu?" Kali ini Jung Ruk yang memasang wajah memelas.
"Ah, kau bahkan mengganggu waktu berduaku dengan Kyungsoo!" Daniel marah, merasa kesal juga. Pria itu kemudian melipat kedua tangannya di dada dan menatap ke arah lain.
"Kyungsoo?" tanya Jung Ruk dengan ekspresi bingung.
Daniel menghela nafas, "itu..." Pria itu menunjuk Kyungsok dengan bibir gang mengerucut maju, "... pria mungil yang duduk di sana" jawabnya cepat.
Jung Ruk menoleh ke arah Baekhyun dan Kyungsoo yang duduk di sofa dengan tenang, "tapi keduanya sama - sama mungil" protes Jung Ruk kemudian.
"Dasar bodoh! Yang satu itu Baekhyun, barusab aku memanggil yang itu dengan sebutan Baekhyun" Jawab Daniel sambil menunjuk ke arah Baekhyun.
Baekhyun yang ditunjuk cuma bisa mengusap kepala belakangnya, merasa tak enak hati.
"Oh yang mata bulat ini ya kekasihmu?" Kyungsoo yang merasa dibicarakan langsung merona dan Baekhyun meliriknya dengan tatapan mencibir.
"Aku pikir kalian masih pendekatan, ternyata sudah pacaran saja" benarkan, Baekhyun mencibir.
Kyungsoo langsung protes, "tidak! Siapa yang pacaran?!"
"Bukan tidak, tapi belum. Masih proses meluluhkan hati Kyungsoo yang kerasnya seperti batu" Daniel berucap sambil memainkan alis matanya, mengerling ke arah Kyungsoo.
'Sialan!' batin Kyungsoo dalam hati.
Jung Ruk menganggukkan kepalanya, "Ah, padahal aku mau mengenalkanmu pada temanku"
Daniel terkejut.
"Kenalanmu itu tante - tante yang kurang belaian. Aku tidak mau!" Jawab Daniel sambil bergidik membayangkan apa yang baru saja diucapkannya.
Kyungsoo dan Baekhyun hanya bisa tertawa, melihat Daniel yang kelihatan sangat menggemaskan.
"Ah, sebenarnya kak Jung Ruk ini siapanya Daniel?" Kyungsoo akhirnya bersuara setelah merasa tidak tahan melihat dua pria di depannya ini saling perang mulut.
Selain ribut, Kyungsoo merasa muak melihatnya.
"Kakak sepupu" jawab Daniel dan Jung Ruk serentak.
"Hooo" Baekhyun membulatkan bibirnya dan Daniel melihat itu.
"Apa?" tanya Baekhyun kemudian.
Daniel tertawa melihat Baekhyun yang dilihat dari manapun masih saja imut, "Tidak kenalkan?"
Baekhyun menggelengkan kepalanya, Kyungsoo juga.
"Jadi, karena kalian berdua belum kenal. Aku akan mengenalkan kakak sepupuku ini kepada calon pacarku dan sahabatku" Ucap Daniel lalu bangkit dari kursi duduknya.
"Ini Kwon Jung Ruk, kakak sepupuku yang tinggal di Jepang dan tidak tahu kenapa dan kapan bisa sampai di sini" sambung Daniel setelah itu dia duduk kembali.
"Siapa yang calon pacarmu?!" Kyungsoo sudah tidak tahan ingin menarik rambut Daniel dengan kuat.
"Salam kenal~" tapi Jung Ruk menyapa Baekhyun dan Kyungsoo bergantian, membuat Daniel hanya bisa terkikik di tempat duduknya.
"Saya Do Kyungsoo, teman Daniel" ujar Kyungsoo yang langsung diralat sama Daniel, "sebentar lagi jadi pacar!"
Baekhyun berdehem, niatnya mau mengejek Kyungsoo. Lalu dia mengenalkan diri "Saya Byun Baekhyun"
Jung Ruk tanpa sadar tersenyum, entah kenapa melihat Baekhyun sedari tadi membuatnya ingin tersenyum terus.
"Baekhyun, sudah punya pacar?"
e)(o
Dan setelah pertanyaan gila Jung Ruk, Daniel langsung mengusir Jung Ruk keluar dari tempat tinggalnya Kyungsoo.
"Kenapa bawa koper? Kalian berantem lagi?" Kyungsoo akhirnya bertanya juga karena daritadi dia sangat pensaran dengan koper besar yang diletak dekat pintu dapur.
"Aku pergi dari rumah, Kyungie. Aku meninggalkan Chanyeol" jawab Baekhyun setenang mungkin. Sebenarnya Baekhyun masih sedih, tapi sedari tadi dia terhibur dengan adegan Daniel dan kakak sepupu pria itu sehingga membuatnya lupa kenapa dia sedih tadi.
"Ha?!" tapi Daniel terlihat syok. Entah kenapa setelah Daniel memutuskan untuk bangkit, Baekhyun malah mundur dan menjauhi Chanyeol.
"Kenapa? apa kau menyerah?" Tanya Kyungsoo yang dibalas Baekhyun dengan anggukan kepalanya pelan.
"Seharusnya Chanyeol jangan menyiksa diri seperti sekarang. Aku tau dia ssangat mencintai Sunbin" Daniel mengusap wajahnya kasar, sedangkan Kyungsoo sudah mengusap dengan sayang punggung Daniel agar pria itu tidak terbawa emosi.
"Baekhyun seharusnya dibicarakan dulu" saran Daniel yang kemudian disetujui oleh Kyungsoo.
"Iya, kau tidak bisa mengambil keputusan mendadak seperti ini. Bagaimana dengan keluargamu? Chanyeol juga, dia pasti sekarang lagi kepikiran" Kyungsoo menambahkan.
"Mungkin malam ini dia akan sedih, tapi besok pagi dia pasti akan menemui Sunbin" Kyungsoo menaikkan alisnya. Mendengar Baekhyun berbicara seperti itu entah kenapa membuat Kyungsoo merasa kesal.
"Dia suamimu, Baek. Jangan berbicara seperti itu" Kyungsoo mengingatkan.
Daniel masih diam di tempat duduknya, masih belum bisa menerima Baekhyun yang tiba - tiba meninggalkan Chanyeol.
"Kyungsoo; biarkan saja dulu Baekhyun tinggal di sini" pinta Daniel kemudian pada Kyungsoo.
"Ya, malam ini saja aku akan menginap. Besok siang aku akan mencari tempat tinggal untukku dan Mongryeong" Baekhyun tersenyum kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kopernya yang masih berada di dekat pintu dapur.
"Terserah saja, besok aku akan menemanimu" dan Baekhyun setuju.
A/N: Jung Ruk, Jung Ruk, Jung... Apa? Aku bahkan enggak tau Jung Ruk siapa. Wkwkwk:'v
Oiya, yg merasa gaya penulisan gue beda, ini jijay banget enggak sih? semenjak mikirin judul skripsi, otak rada error. Jadinya penulisan gue beda banget :')
maklumin yaaaaaak:')
NB: INI SUDAH AKU REVISI SHAY! MUAH!
