JUST THE TWO OF US

Chapter 9

Rated : T / M

Cast : All Member Suju dan bertambah seiring waktu

Pairing : All pair official Suju

Warning : Genderswitch , OOC , typo yang tak bisa terelakkan , cerita pasaran

Genre : Romance , Drama , Hurt

Disclaimer : Semua cast milik dirinya sendiri dan Tuhan saya hanya pinjam nama dan karakter. Tapi cerita ini 100 % murni milik saya.

Don't Bash The Cast Please !

Don't Like Don't Read

©Park Ah Reum

Happy Reading

Harap maklumi kalau menemukan banyak kekurangan yang membuat ff ini jauh dari kata sempurna.

.

.

.

Chapter 9 !

Siang ini Sungmin sudah diijinkan untuk pulang setelah hampir dua minggu menjalani perawatan. Kyuhyun berjanji akan menjemputnya seusai makan siang nanti. Ya, setelah keadaan Sungmin mulai membaik Kyuhyun sudah mulai berani meninggalkannya, walaupun pada malam harinya Kyuhyun tetap menginap di rumah sakit.

"Kau yakin sudah bisa pulang?" tanya Eunhyuk sambil membantu Sungmin membereskan pakaiannya.

"Ne Hyuk-ah, kalau aku disini lebih lama lagi aku akan mati karena bosan." jawab Sungmin.

"Kau terlalu berlebihan nona," Sungmin terkikik geli mendengar sindiran Eunhyuk.

Sebuah ketukan di pintu menghentian percakapan mereka. Sungmin dan Eunhyuk sontak memutar kepala mereka kearah pintu dan tampaklah seorang lelaki tampam dengan setelan jas dokternya tampak tersenyum di ambang pintu.

"Pagi Sungmin-ah," sapa dokter itu ramah.

"Pagi Kim uisa," jawab Sungmin tak kalah ramah. "Hari ini aku sudah bisa pulangkan?" tanya Sungmin antusias.

Kim Junsu –dokter yang merawat Sungmin- tersenyum melihat Sungmin yang begitu seperti anak kecil. "Kau bersemangat sekali nona Lee. Mari kita periksa dulu keadaanmu, jika kau sudah membaik aku akan mengijinkanmu pulang," ujar Junsu.

Sungmin kembali berbaring di kasurnya siap untuk diperiksa. Junsu adalah dokter muda yang usianya hanya terpaut tiga tahun dengan Kyuhyun, mungkin karena itulah Sungmin merasa nyaman ketika Junsu yang menanganinya.

"Kyuhyun mana?" Tanya Junsu sembari mengangkat pakaian rumah sakit Sungmin. Tangan kanannya bergerak mengambil gunting untuk membuka perban yang menutupi bekas operasinya.

"Dia masih di kantor menyelesaikan beberapa urusan. Setelah makan siang dia baru datang," jawab Sungmin.

"Hmm," Junsu hanya berderham menanggapi perkataan Sungmin. Dia sedang fokus memeriksa luka Sungmin, beberapa kali tangannya terlihat menyentuh luka di perut Sugnmin memastikan luka itu sudah mulai mengering.

"Ah Kim uisa, aku punya pertanyaan,"

"Mwoga?" jawab Junsu sambil kembali membungkus luka itu.

"Apakah lukaku nanti akan meninggalkan bekas?" tanya Sungmin.

"Wae? Kau takut bekas operasi ini akan membuat perutmu tidak cantik lagi?" bukannya menjawab Junsu malah bertanya pada Sungmin.

"Aku takut Kyuhyun merasa tidak nyaman jika melihat bekas operasiku Kim uisa," jelas Sungmin. Ya, sejak dioperasi Sungmin memiliki kekhawatiran lukanya nanti akan meninggalkan bekas yang tidak sedap dipandang mata. Sungmin takut Kyuhyun akan merasa tidak nyaman ketika melihat bekas itu. Ohh Sungmin tidak membayangkan kalau Kyuhyun akan meninggalkannya karena bekas ini. Walau bagaimanapun juga operasi itu akan meninggalkan jejak permanen pada kulitnya, dan akan membutuhkan waktu yang lama jika ingin menghilangkannya. Mungkin Sungmin bisa operasi plastik tapi dia bukan tipe wanita yang suka menghabiskan uangnya untuk hal seperti itu.

"Aku rasa Kyuhyun bukan lelaki yang seperti itu," jawab Junsu ketika usai membungkus kembali luka Sungmin.

"Bagaimana kau bisa yakin seperti itu?"

Junsu mengangkat bahunya, tidak yakin mendapat pikiran dari mana. "Aku hanya mengamati perilakunya selama ini. Dia rela tinggal di rumah sakit untuk menungguimu. Aku rasa jika itu hanya masalah bekas operasi dia mungkin tidak akan mempermasalahkannya," jelas Junsu.

"Tetap saja aku khawatir, bisakah kau memberikan ku sesuatu untuk menghilangkan bekas luka ini?"

"Geureom, aku akan memberimu sesuatu nanti, tapi tentu saja tidak akan hilang dalam waktu dekat,"

"Ne gwaenchana. Aku akan rutin membawa diriku ke dokter spesialis kulit nanti untuk lebih lanjutnya,"

"Baiklah ini sudah jauh lebih baik, kau bisa pulang dengan catatan kau harus benar-benar istirahat jika tidak ingin lukamu terbuka lagi. Aku tidak bercanda Sungmin kau memang harus beristirahat agar lukamu bisa lekas sembuh." Junsu memberikan Sungmin beberapa wejangannya. Dilihat dari tingkah Sungmin, Junsu bisa menebak jika gadis ini tergolong aktif dan susah untuk disuruh diam. Karena itulah Junsu mewanti-wanti agar Sungmin bisa sedikit lebih tenang, Junsu tidak ingin mengambil resiko luka itu terbuka lagi dan menyebabkan infeksi. Yah setidaknya sampai jahitan di perut Sungmin bisa dibuka.

"Aku mengerti Kim Junsu uisa. Jangan khawatir aku bisa menjaga diriku sendiri," ucap Sungmin

"Aku tidak bisa mempercayaimu, beritahu Kyuhyun untuk menemuiku jika dia tiba nanti," setelah itu Junsu pergi meninggalkan kamar Sungmin.

.

.

"Tadi itu menakjubkan Kyu," Donghae menepuk bahu Kyuhyun yang berjalan disampingnya. Kyuhyun baru saja menyelesaikan presentasinya di depan para investor. Para investor kali ini berasal dari luar negeri, mereka berencana membangun sebuah resort di Korea Selatan. Proyek ini ditaksir memiliki keuntungan lebih dari satu juta dollar, sebuah angka yang sangat fantastis. BIG Company dan seluruh perusahaan konstruksi di Korea Selatan berlomba untuk mendapatkan proyek besar ini. Semua perusahaan konstruksi hadir dalam pertemuan ini dan mempresentasikan cara kerja perusahaan mereka, dan dari sekian banyak perusahaan yang datang, para investor itu memilih BIG Company sebagai perusahaan yang mereka percayai.

Nama BIG Company memang tidak perlu diragukan lagi, dan Kyuhyun tidak perlu mengeluarkan tenaga terlalu besar untuk mendapatkan hati para investor itu. Berterimakasihlah pada ayah dan kakekknya yang sudah membangu nama BIG Company dengan begitu baik di mata dunia, sehingga yang perlu Kyuhyun kerjakan saat ini adalah menjada nama baik itu.

"Tidak bisa jika tanpa bantuanmu Hyung," jawab Kyuhyun sambil melempar senyum kecilnya.

"Makan siang?" tanya Donghae ketika melihat jam sudah hampir menunjukkan pukul dua belas.

"Aniyo, aku akan makan siang dengan Sungmin, hari ini dia keluar dari rumah sakit," jawab Kyuhyun menolak ajakan Donghae.

"Kau benar aku lupa tentang itu, padahal Eunhyuk tadi pagi pamit untuk membantu Sungmin berkemas,"

"Kau makan sianglah sebelum kembali ke kantor Hyung. Aku tidak akan kembali lagi ke kantor hari ini, tolong kau urus sisanya ne. Sampai jumpa besok," kemudian Kyuhyun melangkah meninggalkan Donghae di belakangnya.

.

.

Sungmin tengah duduk menunggu kedatangan Kyuhyun di atas kasurnya, pakaiannya sudah di ganti tidak lagi seragam pasien. Eunhyuk pamit pulang lima belas menit lalu karena ada urusan, sebenarnya Sungmin enggan ditinggal sendiri, tapi mau bagaimana lagi Eunhyuk sudah sejak pagi membantunya berkemas dan dia tidak enak meminta gadis itu menemaninya lebih lama lagi.

"Chagia," sapaan Kyuhyun mengalihkan perhatian Sungmin. Lelaki itu tampak tampa dengan setelan kantornya, ah Sungmin lupa kalau Kyuhyun memang tampan dengan apapun yang dikenakannya.

"Kau lama, aku bosan menunggumu," kata Sungmin jutek membalas sapaan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum mendengar gerutuan Sungmin, kekasihnya itu tetap terlihat manis walaupun tengah menggerutu. Kakinya melangkah mendekati ranjang itu, tangannya terangkat membelai lembut rambut Sungmin dan tak lupa sebuah kecupan dia daratkan di pipi chubby kesukaannya itu. "Mian, jalanan padat sekali hari ini sayang,"

Sungmin mengabaikan penjelasan Kyuhyun, bibirnya mengerucut mengeluarkan geretuan samar yang hanya bisa dimengerti dirinya sendiri.

"Hey, kau mengabaikanku?" kata Kyuhyun mencoba menarik perhatian Sungmin, jari telunjuknya menusuk-nusuk pipi Sungmin yang menggembung.

Sungmin melebarkan matanya menatap Kyuhyun sadis, tapi bukannya takut Kyuhyun malah tertawa geli. Sungguh Sungmin yang memasang wajah seperti itu malah terlihat menggemaskan ketimbang seram. "Aku sedang marah Kyu. Berhenti mengangguku," kata Sungmin galak.

"Aigoo, kekasihku yang cantik ini tengah merajuk eoh?" goda Kyuhyun. Sungmin diam tidak merespon godaan Kyuhyun. Sebenarnya Sungmin hanya sedang bosan karea tidak ada yang menemaninya sejak kepergian Eunhyuk, kebetulan Kyuhyun sedang disini maka dialah yang terkena omelan Sungmin.

Kyuhyun mendudukkan dirinya di samping Sungmin, tangannya melingkari bahu Sungmin dan dagu di letakkan di perpotongan leher Sungmin. Seperti inilah cara Kyuhyun membujuk Sungmin yang sedang merajuk. Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat di perpotongan leher Sungmin, sesekali memberikan kecupan seringan bulu untuk menggoda Sungmin.

"Kyuuhhhhh jangan seperti ini," kata Sungmin mencoba menghentikan Kyuhyun.

"Jangan merajuk padaku lagi. Aku tidak suka kau abaikan sayang," jawab Kyuhyun sambil memutar badan Sungmin.

"Ayo cepat kita pulang aku sudah bosan disini,"

"Geurae ayo kita pulang," Kyuhyun langsung membantu Sungmin turun dari kasurnya.

"Minggu depan hari jadi kita Kyu, kau ingat?" Sungmin membuka suara.

Kyuhyun tersenyum mendengar pertanyaan Sungmin. Mana mungkin dia lupa hari itu, hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Hari dimana dia menemukan matahari dalam hidupnya, hari dimana dia merasakan indahnya hidup untuk yang pertama kalinya.

"Tentu saja aku ingat sayang, bagaimana mungkin aku lupa," Kyuhyun menatap Sungmin sambil tersenyum hangat, membuat Sungmin ikut membalas senyum itu.

"Apa yang akan kau lakukan?" Sungmin bertanya.

"Euummm, apa ya?" goda Kyuhyun. "Kau ingin melakukan apa?"

"Ayo kita makan malam romantis," seru Sungmin.

"Kita sudah melakukan itu setiap akhir pekan," tolak Kyuhyun.

"Piknik?" tawar Sungmin lagi.

"Aku ingat baru beberapa hari lalu kita piknik sayang," tolak Kyuhyun lagi.

"Kencan?" "Hari ini pun kita sedang kencan,"

"Pergi ke pantai?" "Aku tidak mau kau masuk angin,"

"Nonton film?" "Aku hanya suka film yadong apa kau bisa menerima itu?"

"Kau mau mati?!" "Nyawaku milikmu sayang,"

"Aku serius Kyu, ayolah," Sungmin mulai kesal digoda Kyuhyun.

"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?" Kyuhyun balik bertanya.

"Lupakan," Sungmin melepaskan genggamannya dengan Kyuhyun dan berjalan mendahului kekasihnya itu.

Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang sedang dalam mode merajuknya. Auuhh kekasihnya itu imut sekali bahkan ketika sedang merajuk. Kyuhyun melangkah mengejar kekasihnya itu, dia belum sembuh bisa gawat jika dia bepergian sendiri.

"Jangan merajuk, aku akan mengaturnya untukmu. Kau tidak usah memikirkannya," Kyuhyun mendaratkan sebuah kecupan di pipi Sungmin.

"Kau menyebalkan," Sungmin tidak menanggapi ucapan Kyuhyun.

"Aku juga mencintaimu," balas Kyuhyun. Sungmin hanya mendengung tidak menanggapi. Kyuhyun sudah merusak moodnya hari ini.

.

.

"Noona, kau mau pergi kemana?" Sungmin menghentikan langkahnya ketika suara Sungjin menyapa telinganya.

"Aku mau ke super market, kita kehabisan bahan makanan di dapur dan kebutuhan kamar mandi," jawab Sungmin.

"Eoh? Tapi kau belum sembuh, biar aku saja yang mencarinya untukmu noona," tawar Sungjin. Noona nya itu baru dua hari yang lalu keluar dari rumah sakit mana mungkin dia membiarkannya berjalan sendiri.

"Anio aku hanya sebentar Sungjin-ah. Lagipula aku bosan berdiam diri di rumah sepanjang hari," tolak Sungmin.

"Akan aku temani kalau begitu," Sungjin tetap bersikeras mengantar Sungmin.

Sungmin memilih diam tidak membantah. Daripada mereka berdebat panjang lebar lebih baik dia diam dan menurut. Mau berdebat pun sepertinya percuma Sungjin tetap tidak akan membiarkannya pergi sendiri.

"Aku siap ayo kita pergi," Sungjin keluar dari kamarnya. Pakaiannya masih sama seperti tadi yang berbeda hanya celana saja yang kini berganti dengan jeans panjang.

"Kau tampan walau hanya mengenakan kaos hitam polos dan jeans," kata Sungmin tiba-tiba.

"Eoh? Kau baru sadar? Aku selalu tampan bahkan ketika tidak mengenakan apapun," balas Sungjin.

"Heol! Lupakan. Aku menyesal," Sungmin berjalan meninggalkan Sungjin di belakangnya yang tersenyum lebar.

.

.

Sungmin sibuk memilih buah-buahan segar, sedangkan Sungjin berjalan di belakangnya dengan mendorong troli yang sudah hampir penuh berisi berbagai jenis barang yang mereka butuhkan. Mulai dari bahan makanan sampai keperluan kamar mandi seperti sabun mandi , pasta gigi , sampo dan apapunlah itu Sungjin tidak begitu paham.

"Noona cepatlah aku sudah lelah," kata Sungjin mulai merengek.

"Siapa yang memaksamu untuk ikut tadi?" jawab Sungmin tanpa menoleh.

"Ya! Aku tak mungkin membiarkanmu keluar sendirian,"

"Kalau begitu besabarlah, setelah ini kita ke tempat khusus wanita,"

"Hah? Jadi ini belum selesai? Astaga, kakiku sudah hampir patah rasanya, Noona," kata Sungjin memelas. Dia tak habis pikir bagaimana bisa para wanita betah berlama-lama berdiri mengelilingi super market. Yang lebih membuatnya tidak habis pikir adalah untuk apa para wanita sibuk memilih padahal semua itu terlihat sama dimatanya, bukankah akan lebih mudah jika mereka langsung mengambil apa yang mereka butuhkan dan memasukkannya ke dalam troli? Kaum wanita memang makhluk yang susah dimengerti.

"Ya! Berhentilah merengek, kupingku panas mendengarnya. Kau sendiri yang memaksa untuk ikut, jadi diamlah," Sungjin diam tidak bisa berkata-kata.

'Yaaahhhh, wanita selalu benar,' batin Sungjin nelangsa.

"Jangan cemberut, kita akan makan setelah ini," kata Sungmin akhirnya, tidak tega juga melihat muka Sungjin yang memelas.

Wajah Sungjin sontak berubah menjadi berseri-seri ketika mendengar kata makanan. Perutnya sedari tadi sudah berteriak meminta untuk diperhatikan. Hei, jangan tertawa berkeliling super market itu cukup melelahkan. Sebenarnya Sungmin bukan tipikal wanita gila belanja tapi yang namanya wanita, sewaras apapun dia jika sudah mengangkut dengan belanja dan super market percayalah mereka tidak akan cukup dengan waktu satu jam.

Usai berbelanja sesuai janjinya tadi Sungmin mengajak Sungjin makan siang di salah satu restoran di dekat sana. Tiba di restoran Sungmin tidak bisa menahan lagi, kantung kemihnya sudah terasa penuh sejak tadi dan dia sudah tidak kuat menahannya lebih lama. Sungmin bergegas mencari toilet dan menyuruh Sungjin mencari tempat duduk dan memesan makanan untuk mereka.

Keluar dari kamar mandi Sungmin segera bergegas mencari Sungjin. Yah, perutnya juga sudah berteriak lapar sejak tadi. Langkah Sungmin tiba-tiba terhenti, senyum di bibirnya menghilang tergantikan dengan raut wajah kaget dan tak percaya. Di depannya kini Victoria gadis manis yang beberapa waktu ini menemaninya tengah berbincang hangat dengan Heechul ibu dari kekasihnya.

Segala macam pikiran buruk berkecamuk di kepala cantiknya. Ada apa ini? Siapa sebenarnya Victoria? Potongan-potongan memori silih berganti hinggap dipikirannya. Bukakah Victoria pernah mengatakan bahwa dia jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan dengannya? Apakah pria itu Kyuhyun? Tidak mungkinkan?

"Victoria-ssi…?" gumam Sungmin tanpa sadar.

Victoria yang merasa namanya di panggil seseorang sontak membalikkan badannya. Tidak jauh berbeda dengan Sungmin, gadis itu juga terkejut melihat kehadiran Sungmin.

"Eon….nie, apa yang yang kau lakukan disini?" Victoria menyapa Sungmin dengan suara terbata. Gugup dan bingung apa yang harus dikatakannya pada Sungmin. Terlebih Kyuhyun sudah mengatakan untuk tidak mengatakan apapun pada Sungmin tentang hubungan mereka.

"Kau kenal dia Vict?" tanya Heechul.

"Ne Ahjumma, dia temanku," jawab Victoria.

"Oh. Kebetulan sekali kita bertemu disini. Dia calon istri yang akan ku jodohkan dengan Kyuhyun," ucap Heechul memperkenalkan Victoria.

Victoria menatap Sungmin dengan pandangan menyesal, meminta maaf. Sungguh Victoria tidak berniat Sungmin mengetahui hubungannya dengan Kyuhyun dengan cara seperti ini. Victoria yakin Sungmin kecewa padanya dan dirinya yakin pula setelah ini Sungmin tidak akan mau berteman dengannya lagi.

Sungmin merasa tanah yang dipijaknya runtuh. Otaknya mendadak berhenti berfugsi mendapati kenyataan di hadapannya. Bagaimana bisa seseorang yang kau anggap adik selama ini ternyata mencitai kekasihmu sendiri. Jadi selama ini Kyuhyun sudah mengenal Victoria? Jadi selama ini Kyuhyun membohonginya?

Sungmin langsung pergi meniggalkan restoran itu. Rasa laparnya tiba-tiba menguap entah kemana tergantikan dengan rasa sesak di dadanya. Bagaimana bisa Sungmin tidak menyadari selama ini? Bukankah Kyuhyun pernah bertemu dengannya dan juga Victoria? Lalu mengapa Kyuhyun berpura-pura seolah tak mengenal Victoria? Kepala Sungmin terasa pening memikirkan semua kejadian mendadak ini.

.

.

"Ya! Bagaimana bisa dia setega itu padaku, eoh?! Dia berkata ingin ke kamar mandi tapi satu jam aku menunggunya dia tak kembali juga!" Sungjin menggerutu sepanjang jalan. Bibirnya tak henti menumpahkan makian untuk kakak cantiknya. Bagaimana tidak Sungjin sudah menunggu sejam lebih di restoran tapi kakaknya yang baik hati itu dengan teganya meninggalkan dia sendirian di restoran itu dengan keadaan lapar. "Waahhh! Bagaimanapun aku berfikir aku tetap tidak mengerti akan jalan pikirannya,"

"Tapi kemana dia?" Sungjin menghentikan langkahnya. Berpikir sejenak mancoba mencari tau kemana atau kenapa kakaknya pergi. "Auuhh! Aku tak peduli," kemudian dia kembali melanjutkan langkahnya setelah tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaannya. Rumahnya sudah terlihat di depan sana. Sungjin tidak menyadari kalau dia sudah berjalan sejauh ini, daritadi dia sibuk memaki sampai tidak sadar langkah kakinya sudah sangat jauh. Matanya melihat sebuah mobil yang tak asing lagi baginya. Mobil Kyuhyun, kekasih kakaknya.

"Hyung!" Sungjin berteriak dari kejauhan ketika melihat Kyuhyun tengah mondar mandir di depan rumahnya. Kyuhyun menoleh mencari asal suara yang memanggilnya dan melihat Sungjin tengah berlari kecil kearahnya.

"Apa yang kau lakukan disini Hyung?" kata Sugjin ketika sampai di hadapan Kyuhyun.

"Mana noona mu? Kau tak bersamanya?" Kyuhyun balik bertanya mengabaikan pertanyaan Sungjin. Ketika sampai di rumah Sungmin rumah itu dalam keadaan sepi, Kyuhyun pikir Sungmin pergi bersama Sungjin.

"Tadinya kita memang pergi bersama namun tiba-tiba dia menghilang," jawab Sungjin.

Kyuhyun mengerutkan dahinya mendengar jawaban Sungjin. Menghilang? Apa maksudnya?

"Apa maksudmu dengan menghilang Jin-ah?" tanya Kyuhyun panik. Segala macam pikiran buruk melintas di kepalanya.

"Kami tadi hendak makan bersama, namun dia pergi meninggalkan ku sendiri di restoran hyung, setelah itu aku tidak bertemu dengannya lagi," jelas Sungjin. Pertanyaan Kyuhyun membuatnya ikut merasa panik.

Keringat dingin membasahi pelipis Kyuhyun, tanpa berpikir dua kali Kyuhyun langsung pergi meninggalkan rumah itu. Kepanikan menguasai pikirannya. Memikirkan kekasihnya yang belum sembuh berada di luar sana sendirian membuatnya resah. Kyuhyun tidak mau kejadian buruk seperti kemarin terulang lagi.

"Sungmin-ah, kau dimana sayang?"

.

.

Sungmin berjalan seorang diri di tengah kerumunan orang. Pikirannya melayang kemana-mana tidak fokus pada jalan di depannya. Sungmin tidak bisa melepaskan Kyuhyun dia begitu mencintai pemuda itu terlepas dari berapa banyak kekayaan yang Kyuhyun miliki, tapi kenyataan bahwa lawannya selama ini adalah Victoria membuatnya tidak memiliki kepercayaan diri. Bagaimana mungkin Sungmin yang hanya seorang gadis biasa dan tidak memiliki kelebihan apapun bisa menang melawan Victoria yang cantik dan terlahir dari keluarga terpandang. Dilihat dari segi apapun Sungmin kalah telak dari Victoria.

Sungmin terduduk di sebuah bangku taman. Air mata keluar dari mata foxy nya membasahi pipi. Menangis memikirkan cintanya pada Kyuhyun. Tidak bisa Sungmin tidak akan pernah bisa menang melawan Victoria. Namun jika kemenangan itu tidak bisa Sungmin dapatkan, maka dia akan menciptakan sendiri kemenangan itu dengan caranya. Ya, Sungmin mencintai Kyuhyun dan tidak akan pernah bisa melepaskan lelaki itu.

.

.

.

TBC

.

.

.

Hallo, masih ingat dengan cerita ini? sudah berapa lama ya? Sebulan? Dua bulan? Tiga Bulan? Saya rasa sudah sangat lama

Maafkan saya yang seperti menghilang tanpa bertanggung jawab dengan cerita ini ..

Saya tidak mau banyak membuat alasan, intinya saya salah dan saya mengakui itu terlepas dari apapun alasan yang saya ungkapkan .. tapi terimakasih pada semua yang masih setia menunggu cerita ini dan masih bersedia membacanya, walaupun saya yakin diantara kalian pasti banyak yang marah dan kecewa, saya harap kalian bersedia memaafkan saya. Terimakasih yang dengan baik hati mengingatkan saya dan terimakasih yang dengan baik hati memberi saya semangat.

Bagaimana dengan chapter ini? feelnya mulai hilang ya karena terlalu lama tidak dilanjutkan? Yahh apapun itu saya tetap berterimakasih karena kalian tetap mendukung saya.

Thanks to:

Min Hwa , Kyumin , Abilhikmah , TiffyTiffanyLee , OvaLLea , Park Heeni , Jihae Kyumin , Miki Hibiki , dewi. , Lady Azhura , cloudswan , RinatyaLee JoYunjae Shipper , Chokyumin , Guest , sparkyuvil , superjuniorLiHe , Babychoi137 , Love Kyumin 137 , Kim Jihae , Kimteechul , JOYER , kyumin lovers , lee kyurah , 143 is 137 , hanna , Cywelf , leedidah , HaeHar. Gyumin Cho , Shallow lin , Gyeomindo , ai siti Fatimah , nuralarsyid , Chominhyun , Rinda Cho Joyer , lifani , melee , puspa , pinkkyumin , bunyming , PumpkinEvil , ELFishJOYers , kimjaejoong309 , Ekaa , elsa SJ1 , .1 , , Geishaa , miadevi137 , Gyumin , Minnie , mi , kyukyu , kyumi , Meonbelle713 , arilestari5 , KikyWP16 , l , Anis Manongga , andita niti , ismayminniELF , tri , Aprilee12 , saehee , nuralrasyid , Shengmin137 , rey137 , Alfiani Vinc , aismmangkona

See you next chapter

Saranghae