Always
.
.
~ Sunny Narcieq February ~
Disclaimer: Naruto © Kishimoto Masashi
Always © Sunny N. F.
Warning: sepertinya akan ada OOC di chapter ini. Di sini ada horror.
...
Chapter 9: Fight in Haunted House
Sementara Sasuke dan Sakura bermesraan di kamar besar di bawah tanah. Sai, Ino, Juugo, Suigetsu, dan Neji begitu juga Naruto, Bee, Kiba, Akamaru, Kurama, dan Gyuuki harus bertahan pada hantu-hantu yang berkeliaran di mana-mana.
Dimulai dari Sai dan Ino, yang merupakan pengunjung kedua setelah Sasuke dan Sakura. Mereka berdua sedang berjalan-jalan sambil merangkul dengan mesranya. Mereka belum sadar kalau di tengah jalan ada sebuah papan yang menandakan kalau mereka berada di daerah hantu Hantu Kate Morgan.
"Sai, sayang. Apa yang ingin kamu lakukan nanti kalau kita keluar?" tanya Ino, terus merangkul lengan Sai.
"Tidak tahu. Memangnya kamu mau apa, Ino?" tanya Sai, menatap kekasihnya yang memeluknya penuh kemesraan tidak mau melepaskan.
"Kalau aku ingin memakanmu, meremasmu, dan menghancurkanmu. Sampai aku kekeyangan," kata perempuan bergaun dengan model zaman Viktoria di samping kiri Sai.
"Ino, kamu pasti bercanda?" tanya Sai, yang paling tidak suka di candai.
"Bu-bukan, S-Sai. D-di sampingmu a-ada..." kata Ino penuh gemetar sambil menunjuk seseorang di sampingnya.
"Di samping a..." Di saat Sai melihat di samping kirinya, kedua bola matanya terbelalak kaget. Sai langsung gemetaran. "I-Ino, le-lebih baik kita pergi..."
"Jangan terburu-buru, sayangku," kata perempuan bergaya victorian itu sambil menyentuh dagu Sai dengan jari telunjuknya.
Mereka berdua gemetaran dan lari sekuat tenaga. Perempuan bergaya victorian itu tidak mau kalah, dia pun berlari mengejar mereka.
Perempuan berpenampilan victoria ini bernama Kate Morgan. Kisahnya pun tidak di ketahui. Inilah adalah kisah di mana dia menginap di sebuah hotel untuk check-in. Dia tampak kesakitan, dan hanya berdiam diri di kamar hotel. Spekulasi yang beredar, ketika itu ia meminum banyak obat kina dalam upayanya menggugurkan kandungannya. Kemudian setelah itu, dia ditemukan tewas dengan sebuah lubang peluru di pelipisnya. Itulah kejadiannya yang tertulis di papan tulisan yang ada di dinding rumahnya. Yang sekarang menjadi tempat Sai dan Ino berada, hotel del Coronado.
Skip Time
Tinggalkan saja dulu Sai dan Ino yang berlari kejar-kejaran bersama Kate Morgan di dalam hotel del Coronado. Sekarang kita ke teman-teman Sasuke dan Sakura lainnya, yaitu Suigetsu, Juugo, dan Neji.
Mereka bertiga sekarang berada di zona vampir. Di mana di sekitar mereka ada hewan-hewan berterbangan berwarna hitam. Ternyata itu adalah kelelawar. Ada yang hinggap, dan ada yang terbang.
Suigetsu yang selalu percaya diri tidak pernah takut pada apapun, melangkah maju dengan gaya sok pemimpin. Dia pun melangkah. Neji dan Juugo menghela napas pada sahabatnya yang satu ini, terlalu sok dan seenaknya melakukan itu.
Di saat Suigetsu berjalan sendiri di depan, ada seorang kelelawar berubah menjadi sesosok perempuan cantik dengan gaun Baby Doll. Gadis itu memang berparas cantik karena rambutnya pirang keemasan panjang, dan kulitnya putih pucat. Bibir membentuk senyuman tipis mendekati Suigetsu.
"Halo, tampan. Apakah kamu sendirian?" tanya perempuan berparas cantik itu.
Suigetsu yang merasakan ada tanda-tanda cinta, langsung tersenyum senang. Suigetsu mendekati perempuan itu. Tapi, hal itu tiba-tiba membuat perempuan itu menyeringai, lalu membawa Suigetsu ke peti mati vampir. Dan menutupnya tanpa diketahui oleh kedua sahabatnya, yaitu Neji dan Juugo.
Neji dan Juugo yang sudah merasakan kalau Suigetsu tidak ada di depan, mencari di sekelilingnya.
"Hei, di mana anak itu?" tanya Neji, bingung.
Juugo mengangkat bahu, menandakan tidak tahu.
"Ya, sudah. Lebih baik kita duluan, meninggalkan dia," kata Neji, acuh tidak acuh. Tidak mempedulikan Suigetsu, pergi meninggalkan zona vampir bersama Juugo yang mengikutinya.
Sementara Suigetsu sedang berciuman dengan sesosok perempuan berambut panjang pirang keemasan, berkulit putih pucat seperti layaknya seorang vampir perempuan karena di situlah dia menunjukkan taring panjang, di saat dia berciuman dengan Suigetsu. Hanya Suigetsu belum mengetahuinya.
Skip Time
Di sini pula untuk anggota Akatsuki, misalnya Kabuto, Orochimaru, dan Hidan yang masuk ke dalam tanpa berpikir atau menunggu perintah dari sang ketua.
Sekarang mereka berada di zona Zombie, atau bisa di bilang manusia mayat hidup. Yang bergerak-gerak seakan tidak ada yang menggerakkan mereka karena mereka semua sudah mati. Itu terlihat saat Orochimaru, Kabuto, dan Hidan mengetahui kalau Zombi-zombi itu sekarang berada di hadapannya.
Sebenarnya zombi-zombi itu ingin menakuti mereka, tetapi mereka tidak bisa menakuti anggota Akatsuki yang ini. Yang bisa menjadikan manusia mati menjadi hidup kembali. Contohnya, Orochimaru yang bisa mengawetkan tubuhnya untuk berganti kulit dengan memakai tubuh manusia yang sudah mati atau masih hidup. Kabuto, yang bisa menghidupkan manusia-manusia mati karena penemuan dan obat-obatan yang dia buat. Dan Hidan, seorang malaikat kematian yang bisa menghidupkan manusia mati hanya dengan tongkat kematiannya seperti berbentuk bulan sabit, dan mantra yang digunakannya.
Zombi-zombi itu melangkah mundur, sedangkan ketiga anggota Akatsuki melangkah maju. Orochimaru, Kabuto, dan Hidan langsung mengeluarkan jurus asli mereka untuk mengetahui apa isi tubuh zombi, kenapa mereka bisa hidup.
Zombi-zombi itu pun lari, tunggang langgang. Jauh-jauh dari kedua anak laki-laki dan seorang laki-laki dewasa, agar tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itulah kejar-kejaran yang aneh antara dokter bedah dan pasien-pasien sakit jiwa.
Skip Time
Sekarang kita kembali ke anggota Akatsuki yang kedua. Yang tadi itu adalah yang pertama. Sekarang kedua, yaitu Konan dan Nagato. Mereka berdua sekarang berada di zona Sadako. Zona di mana hantu Sadako jepang yang bisa buat orang-orang ketakutan. Tapi, lain halnya dengan kedua anggota Akatsuki yang aneh ini.
Nagato yang merupakan wakil ketua Akatsuki ini sangat bertolak belakang dengan semuanya. Dia punya segalanya karena dia memiliki Rinnegan. Mata yang bisa mampu mentranfer dan mengontrol cakra miliknya sendiri atau milik orang lain sesuka hatinya. Dan untuk Konan yang bisa dikatakan kalau dia adalan hanya satu-satunya perempuan di Akatsuki yang bisa membuat kertas menjadi origami.
Hantu Sadako ini keluar dari balik sumur yang gelap. Merangkak keluar dari sumur itu, dan mendekati Konan dan Nagato berjalan tidak mempedulikan apa-apa. Sayangnya, pas Sadako mendekati mereka, Mata Nagato Rinnegan melakukan sesuatu pada kekuatan Sadako. Sehingga Sadako pingsan. Inilah membuat Konan menendang tubuh Sadako kembali ke sumur yang dalam dengan satu kaki. Kok ini seperti membuang kaleng ke dalam tong sampah. Dasar! (-_-")
Mereka berdua pun berjalan lagi, dengan tidak ada eskspresi, atau bisa di bilang tidak dipedulikannya.
Skip Time
Anggota Akatsuki yang ketiga. Inilah Deidara dan Pein atau bisa di bilang Yahiko atau ketua Akatsuki. Mereka berdua berjalan-jalan menjauh. Sebenarnya yang menjauh adalah Pein, menjauh dari Deidara yang merupakan perempuan berparas cantik. Atau bisa di bilang seperti banci. Pein menjauh Deidara lebih dari 5-6 meter dari depan.
"Bisakah ketua tidak jauh-jauh dariku?" tanya Deidara, takut-takut.
"Ck." Pein mendecakkan lidah. Paling malas apabila Deidara mendekatinya dan membuat merinding setengah mati.
Bukan karena takut pada hantu yang sekarang mereka berada di zona Pocong. Hantu yang berkain kafan seperti guling, dan diikatkan di ujung kaki dan di atas kepala.
Deidara maju melangkah ke Pein, merangkul tangannya karena ketakutan. Pein yang merasa ada yang merangkulnya, membuatnya sedikit gemetaran. Ingin sekali Pein melepaskan rangkulan kedua tangan Deidara, tapi itu tidak berhasil.
Sehingga sesosok hantu lompat-lompat mendekati mereka. Yah, bisa dibilang itu adalah Pocong. Hantu Indonesia yang selalu membuat orang ketakutan. Di saat Pocong mendekatkan wajahnya yang mengerikan (tebak saja!) ke Deidara. Deidara yang bingung kenapa wajahnya seperti melepuh dan ada ulat putih kecil di sisi wajahnya.
Pein yang mengangkat kepalanya ingin melihat wajah Pocong yang tidak beraturan, menyeringai.
"Sepertinya kamu lebih cantik daripada Deidara. Lebih normal," kata Pein, yang tidak takut sama sekali pada Pocong di hadapannya.
"Eh? Justru aku yang lebih keren karena wajahku adalah seniku. Beda dengan orang ini yang hanya memakai kain putih untuk menutupi tubuhnya!" teriak Deidara sambil menunjuk-nunjuk atas-bawah penampilan Pocong tersebut.
Pocong yang tidak tahu apa-apa, memiringkan kepalanya. Ingin sekali dia menggaruk-garuk kepalanya, tapi itu tidak bisa karena tangannya diikat di sisi perutnya.
"Bagaimana kamu melepaskan kain itu?" tanya Deidara, marah.
Pocong itu yang merasaka tanda bahaya, langsung berbalik dan melompat ke arah tempat di mana tadi dia bersembunyi. Tetapi, itu tidak bisa dilakukannya, karena Deidara sudah mengambil kain putih itu, dan mengambil gunting tersebut yang tiba-tiba ada di sampingnya. Deidara menggunting kain kafan putih kotor itu. Inilah membuat Pocong itu meronta-ronta, ingin keluar dari cengkraman Deidara.
Di saat Deidara sudah menggunting semua kain kafan putih kotor tersebut. Deidara pun menariknya. Di saat itu pula, Pocong tersebut berputar-putar dan menggelinding seperti bola bowling. Pocong itu pun bertelanjang sepenuhnya. Deidara dan Pein bisa melihat tubuh Pocong itu.
"Wow! Aku tidak menyangka kalau tubuh Pocong ini bisa memiliki tubuh sesempurna ini," ucap Pein, telah melihat tubuh Pocong itu.
"Cih! Apa bagusnya tubuhnya itu!? Lihat saja..." Deidara menunjuk ke sebuah perut pocong tersebut, menunjukkan hewan kecil putih menggeliat seperti ular. "Itu membuat saya ingin muntah."
"Tapi, bisa menjadi suatu hal yang bagus jika Orochimaru dan Hidan melihat hal ini. Lihat saja, tubuhnya penuh keindahan fantastis." Pein yang santai tidak memperdulikan kata-kata Deidara.
"Sudahlah!" Deidara pun berlalu, meninggalkan Pein yang terus melihat kemolekkan tubuh sang Pocong.
Pein pun mengeluarkan cairan bening di kantung bajunya, dan menuangkannya ke arah tubuh sang Pocong. Pein membuang botol itu ke tempat sampah, berlalu pergi meninggalkan mayat yang telanjang ekstra.
Pocong itu mengejang dan berubah menjadi tubuh yang sangat indah. Tubuh bersih dan tidak ada sama sekali ulat-ulat putih yang menjijikkan tersebut. Tubuh seorang perempuan yang sungguh mengagumkan (bayangkan saja!).
Skip Time
Dan inilah yang terakhir. Naruto dan kawan-kawan. Naruto, Kiba, Bee, Akamaru, Kurama, dan Gyuuki berjalan-jalan. Mereka berada di zona Zombie. Zona di mana ketiga anggota Akatsuki yang sedang kejar-kejaran mengejar Zombie. Naruto dan kawan-kawan tahu siapa mereka bertiga itu.
Naruto pun maju ke depan, menghentikan kejar-kejaran tersebut. "Hei, kalian semua berhenti!"
Semuanya pun berhenti. Orochimaru, Hidan, dan Kabuto bisa melihat kalau kedua bocah itu adalah pelindung Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura. Hidan pun maju, tidak lagi mempedulikan zombie-zombie yang sekarang bersembunyi di balik kuburan.
"Oh... ternyata kamu, ya? Sang malaikat pelindung Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura." Hidan yang tidak kenal takut, menyeringai pada Naruto.
Tubuh mereka sangat berbeda jauh. Tubuh Naruto seperti bocah berusia 3 tahun, sedangkan Hidan seperti sosok laki-laki dewasa.
"Apa yang kamu inginkan di sini, dewa kematian?" tanya Kiba yang ikut maju.
"Kami ke sini untuk menculik Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura. Sudah jelas," balas Hidan, mengangkat dagunya ke Naruto dan Kiba.
Kiba dan Naruto gemetaran hebat. Ingin sekali mereka berdua bertarung melawan laki-laki sakit jiwa ini. Laki-laki yang di sebut sebagai dewa kematian. Melindungi kedua orang yang sudah dianggap sebagai orang paling mereka sayangi.
Naruto pun bertarung melawan Hidan. Dan Kiba melawan Kabuto yang ada di belakang Hidan. Akamaru bertarung melawan Orochimaru. Mereka semua terus bertarung, tidak melihat Bee yang sedang mengelilingi zona Zombie. Kurama dan Gyuuki yang melihat Bee tidak memperdulikan pertarungan tersebut, memiliki kerutan di tubuh mereka.
"Bee, apa yang kamu lakukan?" tanya Kurama, jengkel dan kesal.
"Seharusnya kamu membantu mereka, bukan mengelilingi tempat ini," kata Gyuuki juga sama-sama kesalnya melihat tingkah dan sifat Bee.
"Hussh, aku ingin tahu kelemahan mereka. Tenang saja," Bee memperingatkan pada kedua hewan tersebut untuk diam.
Kurama dan Gyuuki memandang satu sama lain, tidak mengerti apa yang dibicarakan Bee.
Di saat Bee masih mencari sesuatu untuk mengalahkan kedua anggota Akatsuki itu. Bee melihat sekelompok manusia menjijikkan alias Zombie bersembunyi di balik kuburan. Bee sebenarnya ketakutan, mau bagaimana lagi dia pun mendekatinya.
"Hei, kalian bisa bantu aku?" tanya Bee, gugup.
Zombie-zombie tersebut melihat Bee mendekati mereka. Sebenarnya mereka takut dan trauma, karena ada seorang manusia mau mendekati mereka. Dan ingin mengoyak tubuh mereka. Ini juga sama seperti Bee yang sama takutnya pada sosok mengerikan tersebut.
Mau tidak mau, kelompok zombie-zombie tersebut mengangguk setuju. Setuju pada kesepakatan mereka.
Di saat Naruto dan kawan-kawan melawan ketiga anggota Akatsuki, membuat mereka mati kelelahan karena tubuh mereka berbeda. Tubuh mereka hanyalah tubuh bocah 3 dan 5 tahun. Tidak seperti tubuh mereka di saat dewasa.
"Hei, yo, kalian semua! Aku mempunyai pertunjukkan menarik untuk kalian!" seru Bee yang sekarang berpenampilan seperti Raja Hip Hop.
Mereka berenam terkejut. Seharusnya di situ tidak ada panggung, apalagi lampu-lampu berkelap-kelip sepeti lampu disko. Kenapa sekarang ada? Inilah membuat mereka berenam termasuk kedua hewan tersebut terkejut melihatnya.
"Yihaa! Aku akan memberikan kalian sebuah pertunjukkan luar biasa, man!" teriak Bee memajukan wajahnya ke mereka berenam. Dan mengangkat satu tangannya memegang mikrofon ke atas. "Aku akan menampilkan sekelompok makhluk yang sangat keren! Silahkan menikmati, gentleman's!"
Bee turun dari panggung. Mereka tidak percaya apa yang mereka lihat. Sekelompok Zombie berubah menjadi sekelompok boneka cantik, berdiri di atas panggung. Kelihatan sekali mereka anggun.
'Apanya yang makhluk cantik? Ini sih memang penampilan seperti boneka Barbie, tapi wajahnya sama saja. Dasar!' Itulah yang ada di pikiran mereka berdelapan. Yang menggelengkan kepala tidak percaya sama dengan Bee yang otaknya seperti otak anak kecil yang aneh.
Sekelompok zombie-zombie cantik tersebut pun bernyanyi, mereka menyanyikan lagu Paramore – Monster. Naruto yang tahu kalau ini adalah perbuatan Bee, tersenyum kagum. Kiba yang melihat sahabatnya tersenyum penuh arti tahu kalau itu merupakan ide brilian.
Ide brilian? Karena ketiga anggota Akatsuki tidak berkutik lagi, sehingga mereka pun pingsan. Naruto dan kawan-kawan melihat ketiga anggota Akatsuki yang sudah pingsan, menggeleng-geleng pada Bee, yang bersorak ria. Mendukung sekelompok zombie-zombie cantik yang bernyanyi dan menari di atas panggung.
"Bee? Kamu memang hebat, dan tidak kenal takut. Luar biasa!" Naruto bertepuk tangan pada Bee yang sudah berhenti mendukung sekelompok zombie-zombie cantik.
Mendengar kata takut, Bee langsung kembali ke akal pikirannya yang sehat. Bee langsung gemetaran hebat dan berlari cepat meninggalkan Naruto dan yang lainnya yang kebingungan, melihat tingkah Bee yang aneh.
"Hei, Bee! Tunggu kami!" teriak Naruto dan Kiba menyusul Bee.
Akamaru, Kurama, dan Gyuuki tahu kalau Bee ketakutan. Ternyata Bee harus menutupi akal sehatnya untuk mendekati sekelompok zombie-zombie tersebut. Kurama, Gyuuki, dan Akamaru juga tahu kalau sekelompok zombie-zombie itu menyukai penampilan mereka yang sekarang.
Kurama, Gyuuki, dan Akamaru menghela napas dan menyusul mereka bertiga meninggalkan sekelompok zombie-zombie yang melambaikan tangan "selamat tinggal", kembali melanjutkan aktivitas yaitu menyanyikan lagu Jordin Sparks – No Air. Meninggalkan ketiga Akatsuki yang pingsan. Pingsan total dan kapan bangunnya.
...
Bee berhenti di zona vampire, di mana semua vampire berubah menjadi kelelawar-kelelawar terbang. Naruto dan Kiba yang sudah menemukan Bee, menabrak punggung belakang Bee dan jatuh ke atas tanah kastil. Ketiga hewan mereka juga sudah tiba di tempat mereka berdiri dan jatuh tersebut.
"Bee, jangan belhenti mendadak, tahu!" geram Naruto, mengusap-usap pantatnya yang sakit sambil berdiri tegak.
"Ada apa Bee? Kenapa berhenti?" tanya Kiba, heran.
"Ini zona apa, little brother?" tanya Bee.
Kiba dan Naruto mencari sekelilingnya mencari zona tempat mereka tersebut. Mereka berdua melihat kelelawar terbang-terbang dan hinggap di sebuah batu stalaktit, atap rumah kastil tersebut, dan hinggap di peti besar. Kiba bisa melihat ada papan besar bertuliskan zona vampire. Dia pun melangkah kakinya ke arah Bee.
"Bee, ini zona vampire. Memangnya kenapa dengan zona ini?" tanya Kiba, heran dengan wajah pucat pasi Bee.
"Hmmmph..."
Merasakan suatu suara-suara aneh, Naruto dan kawan-kawan mencari sebuah suara yang di dengarnya tadi. Mereka semua berkeliling. Di saat Kurama mendekati peti vampire yang bergetar, membuat langkahnya berhenti di depan peti tersebut.
"Hei, kalian! Peti ini bergetar! Menurut kalian, suara itu berasal dari sini?" tanya Kurama menunjukkan peti vampire yang bergetar.
Bee pun bersembunyi di balik punggung Naruto, tidak mau melihat makhluk yang akan muncul nantinya jika membuka peti tersebut. Naruto yang kesal pada Bee karena bersembunyi di balik punggung kecilnya, merasa terheran-heran di mana Bee yang berani tadi?
"Kalau begitu, aku yang buka." Kurama perlahan-lahan membuka pintu peti tersebut dengan gigi taring kecilnya.
Di saat terbuka secara paksa, keluar-lah sesosok perempuan yang loncat dan terbang melayang jauh dari peti tersbut. Juga sesosok laki-laki yang bertelanjang dada. Di tubuhnya banyak sekali kiss mark merah, dan gigitan-gigitan mengerikan di sekitar tubuhnya yang telanjang.
Bee mengeratkan pelukannya pada Naruto, yang juga ketakukan. Kiba yang menganga, melihat sesosok laki-laki pingsan karena jatuh tadi. Kurama, Gyuuki, dan Akamaru terbelalak kaget pada apa yang dilihatnya.
"Suigetsu!?" teriak Kiba, baru mengetahui sosok laki-laki yang pingsan tersebut.
Naruto langsung melepaskan pelukannya kepada Bee, mendekati Kiba yang berjongkok untuk mengatur nadinya apakah masih hidup atau tidak.
"Bagaimana keadaannya, Kiba?" tanya Naruto, khawatir pada keadaan temannya Sasuke.
Kiba tidak menjawab apa-apa. Kekhawatirannya menghilang, karena setelah menyentuh pergelangannya untuk mengetahui denyut nadi, sang pemilik tersebut ternyata sedang mendengkur.
"Ngroook..."
"Cih, dasar! Ternyata dia mendengkur, di tambah dia sehat, apalagi bau mulutnya bau bawang mentah!" Kiba menutup hidungnya, dan jauh-jauh dari Suigetsu. "Untung saja dia selamat."
"Oh, syukullah kalau begitu." Naruto menjadi lega karena teman Sasuke tidak apa-apa.
"Lalu, bagaimana caranya mengeluarkan dia dari sini?" tanya Kiba menunjuk dengan jari telunjuknya ke Suigetsu, menatap Naruto, Bee, Kurama, Gyuuki dan Akamaru.
"Biarkan aku melakukannya," ujar Naruto, mengangkat tangannya.
Naruto mendekati tubuh Suigetsu yang telanjang. Dia letakkan telapak tangan di atas tubuh Suigetsu. Tiba-tiba ada seberkas cahaya terang di telapak tangannya, lalu cahaya tersebut turun ke tubuh Suigetsu, dan mengelilinginya.
Tubuh Suigetsu pun menghilang dalam sekejap.
"Umm, Naruto, kamu membawa tubuhnya ke mana?" tanya Kiba ingin tahu.
Naruto memukul keningnya. Naruto membalikkan tubuhnya ke teman-temannya sambil garuk-garuk kepala dan cengesan, "aku tidak tahu di mana aku membawa tubuhnya."
Teman-temannya langsung tumbang ala anime.
Kiba mengangkat satu tangannya gemetar ke pegangan untuk menahan tubuhnya yang jatuh, Kiba menatap Naruto, "Naruto..."
Naruto masih cengesan, "Maaf..."
...
Tubuh Suigetsu muncul di atas kolam renang besar. Tubuhnya pun langsung jatuh, dan mengagetkan semua pengunjung tamu yang berada di situ. Tubuhnya mengapung dan Suigetsu-nya pun langsung sadar seketika.
"Aku di mana?" tanya Suigetsu, melihat di sekelilingnya yang penuh pengunjung memakai pakaian renang.
Ternyata tubuh Suigetsu berada di sebuah kolam renang di taman hiburan ini. Dia yang tadi mengingat kalau dia berciuman mesra sama vampire wanita, membuatnya sedikit aneh kenapa dia berada di sini. Di tempat penuh cewek-cewek, cowok-cowok, dan anak-anak memakai baju renang.
Lebih baik kita pikirkan saja itu nanti.
...
Kembali ke topik awal, Naruto dan kawan-kawan masih berada di zona vampire. Mereka sudah menyelesaikan masalahnya, yaitu membawa tubuh Suigetsu ke tempat yang aman. Tidak mungkin mereka membawa tubuh Suigetsu untuk ikut menjalani misi yang membahayakan ini, melawan anggota-anggota Akatsuki yang berada di kastil hantu ini.
Merasa tidak suka di ganggu, vampire wanita yang tadi langsung muncul dan menerkam Naruto yang ada di depannya. Kiba dan lainnya langsung mundur beberapa langkah karena mereka melihat vampire wanita tersebut ingin menggigit leher kecil Naruto dengan gigi taringnya yang panjang.
"NARUTO!"
Naruto yang tidak sadar kalau telapak tangannya masih bercahaya menolehkan wajahnya ke belakang. Naruto langsung terkaget-kaget karena vampire wanita ingin menerkamnya dengan gigi taringnya. Sebelum bisa menerkam Naruto, Naruto mengangkat telapak tangannya ke arah wajah vampire wanita tersebut. Cahaya di telapak tangannya Naruto langsung membuat wajah vampire wanita tersebut langsung berubah bercahaya.
Kiba, Bee, Akamaru, Gyuuki, dan Kurama langsung membuka mulut dan matanya lebar-lebar, tidak menyangka kalau kekuatan Naruto bisa membuat makhluk seperti vampire wanita menjadi khilaf.
Wajah vampire wanita tidak lagi bertaring lagi, dan memiliki wajah mengerikan lagi. Wajah itu sangat mirip seperti... apa, ya?
Merasa tertantang, Bee langsung meloncat dari tempat persembunyian, berlari sambil menepuk tangannya ke arah mantan vampire. Asap keluar dari sekitar mantan vampire tersebut, dan mengepulnya menjadi satu.
BOOOM
Tubuh vampir wanita langsung berubah menjadi wanita luar biasa sangat cantik dan aduhai. Bee telah membuatnya berubah menjadi seorang perempuan yang sangat cantik, memakai baju renang yang luar biasa.
Naruto membuka matanya dan melirik pelan-pelan ke arah vampir wanita tersebut. Naruto sangat terkejut, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia melihat telapak tangannya yang masih bercahaya. Apakah dia yang melakukan semua ini? Hanya itu yang ada di pikirannya.
Kiba tidak mau Naruto melihat lagi, meloncat dari tempat persembunyian, berlari ke arah Naruto, dan menariknya menjauh dari tempat kejadian perkara tadi. Diikuti oleh yang lainnya. Gyuuki yang berhenti berlari, melihat Bee yang masih terpesona, menggeram kesal langsung memukul kepala Bee dengan ekornya. Bee pun pingsan. Dengan akal luar biasa Gyuuki, Gyuuki memanjangkan ekornya dan melilit tubuh Bee, dan membawanya lari secepat yang dia bisa menyusul Kiba dan kawan-kawan meninggalkan zona vampire.
...
Kiba dan kawan-kawan tiba di zona Sadako, Pocong, dan tempat lainnya. Hampir menuju pintu keluar. Mereka semua bertemu dengan keempat anggota Akatsuki yang berhasil membawa tubuh Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura di pelukan Nagato dan Deidara yang sudah berubah pakaiannya yang tadi biasa menjadi baju panjang atau di sebut jubah hitam dengan gambar awan merah di jubahnya.
Naruto melepaskan tangannya di genggaman Kiba. Dia ingin berlari, tetapi hal itu di hentikan oleh Kiba. Naruto melihat Kiba, "lepasykan aku, Kiba! Syasyuke dan Syakura di bawa oleh mereka!"
"Jangan dulu, Naruto. Kita tidak tahu apa yang diinginkan oleh mereka," kata Kiba jelas, tidak mau melepaskan tangan Naruto.
"Wah, wah, sang penyelamat tuan Uchiha dan nona Haruno sudah datang, ya?" ucap Pein yang bertepuk tangan atas kedatangan Naruto dan Kiba, dan disusul oleh Kurama, Gyuuki, Bee, dan Akamaru yang di belakang mereka.
"Apa yang kamu inginkan!?" teriak Naruto, geram.
Pein menyeringai. "Tidak ada. Tapi, sebenarnya ada. Aku membutuhkan kekuatan pasangan ini. Aku membutuhkannya untuk Raja Iblis kami."
"APA!" Naruto dan yang lainnya tidak percaya apa yang di katakan Pein.
"Hei, ketua. Lebih baik kita pergi. Melawan mereka membuang-buang waktu."Konan yang tidak mempedulikan Naruto dan kawan-kawan mendekati Pein untuk keluar dari tempat ini.
"Baiklah. Sudah saatnya kami pergi." Pein membalikkan tubuhnya.
"TUNGGU! JANGAN PERGI!" Naruto yang berusaha lepas dari cengkraman Kiba, terus meronta-ronta ingin lepas. Naruto yang marah, berubah menjadi Sage mode. Ternyata Naruto siap menghancurkan anggota Akatsuki yang ada di hadapannya.
Pein melirikkan matanya ke Naruto dan kawan-kawan, "Kalau mau menyelamatkan mereka. Datanglah ke mansion Uchiha. Kami semua ada di sana. Di sana akan menentukan pertarungan kita untuk menghancurkan kalian, sang malaikat."
Keempat anggota Akatsuki langsung menghilang dalam sekejap mata.
Naruto geram dan marah membuat tubuhnya berubah menjadi merah jingga. Kurama yang berada di sisinya juga ikut-ikutan marah. Kiba pun melepaskan genggamannya, melangkah mundur. Kekuatan Naruto dan Kurama berhasil menghancurkan kastil hantu tersebut membuat para pengunjung keheranan, kenapa kastil tersebut tiba-tiba hancur.
Kiba tidak mau ada yang mengenal mereka dan menganggapnya aneh-aneh langsung membawa Naruto pergi dari sini.
"Gyuuki, Bee, Akamaru! Tolong buat kita semua keluar dari sini!" teriak Kiba cepat-cepat.
Ketiganya langsung mengangguk.
Dengan kekuatan yang mereka miliki. Tubuh Kiba, Naruto, dan Kurama menghilang bersamaan dengan tubuh mereka bertiga. Meninggalkan Haunted House yang runtuh.
...
Neji dan Juugo pingsan entah kenapa. Mereka membuka matanya dan melihat Suigetsu temannya yang sekarang berjongkok di sampingnya, khawatir. Begitu juga Sai dan Ino yang belum juga sadar dari pingsannya.
Neji memegang kepalanya yang sedikit sakit, "kenapa aku berada di sini?" tanya Neji, heran.
Suigetsu yang sudah berpakaian lengkap, menepuk bahunya. "kalian berdua pingsan di ruang bawah tanah."
Neji langsung kaget. Begitu juga Juugo sama kagetnya. Mereka berdua mencari sekelilingnya, mencari kedua orang yang ditemuinya tadi.
Suigetsu merasa keheranan dan bingung pada mereka. "Kalian cari siapa?"
Neji mencengkram baju Suigetsu, menghadapkan wajahnya ke Suigetsu. Dengan penuh amarah, "di mana Sasuke dan Sakura?"
"Eh?" Suigetsu tersentak nama kedua orang tersebut.
"Di mana mereka!"
"Tidak tahu. Penjaga taman hiburan ini hanya menemukan kalian berdua, begitu juga Sai dan Ino. Aku tidak tahu di mana Sasuke dan Sakura. Mungkin mereka berdua sedang kencan di tempat lain, meninggalkan kita semua," jelas Suigetsu menghentikan ketegangan di sekitarnya.
"Cih!" Neji melepaskan cengkramannya.
Neji tentu tahu kalau dia dan Juugo bertemu dengan Sasuke dan Sakura tadi. Sebelum mereka di bawa oleh keempat orang berjubah aneh. Wajah mereka tidak kelihatan karena terlihat gelap. Hanya mata mengerikan mereka yang terlihat di dalam kegelapan bawah tanah.
Flashback beberapa menit yang lalu:
Neji dan Juugo meninggalkan zona vampire, meninggalkan Suigetsu yang menghilang mendadak. Tiba-tiba jatuh entah dari mana saat mereka berdua melewati zona vampire. Mereka berdua jatuh ke ruang bawah tanah besar, di mana ada suara desahan yang membuat mereka berdua sadar dari tempat mereka terjatuh.
"Suara desahan apa itu?" tanya Neji, yang tidak kenal takut.
Juugo tidak menjawab.
Mereka berdua berkeliling mencari cahaya. Untung saja ada cahaya ponsel yang menerangi tempat tersebut biarpun hanya sekilas. Di saat sorot lampu menuju ke tempat tidur besar. Mereka berdua menemukan kedua kaki. Neji dan Juugo mendekati tempat tidur king size tersebut, mata mereka terbelalak kaget.
Kedua kaki tersebut adalah Sasuke dan Sakura, yang berselimut menutupi tubuhnya yang di atasnya sudah telanjang. Merasakan sorot lampu yang terang, Sasuke dan Sakura membuka matanya pelan-pelan. Mereka mengucek-ngucek matanya, langsung tersentak.
"Apa yang kalian lakukan berdua di sini?" tanya Neji, masih terkejut.
Sasuke dan Sakura menyelimuti tubuhnya.
Sasuke pun menyela, "apa yang kalian lakukan di sini?"
"Seharusnya itu pertanyaan kami bukan kalian."
"Cih."
"Jadi, apa yang kalian lakukan di sini? Di saat kami sedang susahnya mencari Suigetsu," tanya Neji lagi, tidak mempedulikan betapa merah meronanya mereka berdua.
"Kami..."
"Ya, aku tahu. Lebih baik kalian berpakaian. Aku dan Juugo akan membalikkan tubuh kami, tidak melihat kalian."
Neji dan Juugo berbalik badan, membelakangi Sasuke dan Sakura yang berusaha mengambil baju mereka di sisi tempat tidur. Setelah mereka sudah berpakaian, Neji dan Juugo membalikkan tubuhnya ke Sasuke dan Sakura.
"Apa kalian sudah puas?" tanya Neji lagi, nyengir.
Sakura menundukkan kepalanya, malu. Sasuke memalingkan wajahnya, juga malu.
"Sudah cukup kemesraan kalian berdua," kata seseorang yang ada di balik kegelapan.
Sasuke, Sakura, Juugo, dan Neji tersentak dari tempatnya, menolehkan wajahnya ke arah tempat gelap. Di mana tidak ada siapapun. Neji dan Juugo menyorotkan lampu ponselnya ke arah tempat suara aneh tadi. Suara yang sangat serak dan menyeramkan.
"Hei, kalian... Jangan menyilaukan kami dengan lampu aneh itu," kata seorang lagi yang berbeda suaranya.
Cahaya-cahaya ponsel Juugo dan Suigetsu langsung meredup seketika. Neji dan Juugo memukul ponselnya yang tidak mau menyala. Neji dan Juugo menghadapkan tubuh mereka ke pemilik suara tadi.
"Kalian siapa? Mau apa pada kami?" tanya Neji.
"Kami tidak ada perlu dengan kalian. Yang kami perlukan adalah Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura," jelas pemilik suara yang berbeda lagi, sambil menyeringai.
Sasuke berpelukan pada Sakura, melindunginya. Sasuke berteriak, menggema. "Apa yang kalian inginkan pada kami?"
"Kalian berdua akan segera tahu. Lebih baik kalian tertidur dulu." Sosok itu berjalan mendekati Sasuke dan Sakura. Ada tampak sebuah tangan dengan cincin di jari manis, mendekati wajah Sasuke dan Sakura.
"Hentikan!" Juugo mendekati sosok tangan tersebut, tapi hal itu tidak bisa dilakukannya karena sosok itu menggunakan satu tangannya yang tidak terpakai, menghempaskan tubuh Juugo ke arah dinding.
"JUUGO!" teriak mereka bertiga, terkejut. Mendengar suara tubrukan badan ke dinding yang sangat keras.
"Penghalang lebih baik di buat pingsan seperti itu. Hihihihi..." kata suara perempuan halus tapi menyeramkan.
"KAMU!" teriak Neji langsung menyerbu mereka di tengah kegelapan bawah tanah.
"Neji, jangan!" teriak Sakura, takut-takut.
Sosok yang tadi menghempaskan tubuh Neji, mencengkram leher Neji dengan satu tangannya. Membuat Neji sulit bernapas.
"Lepaskan Neji, sialan!" Sasuke langsung geram dan marah. Biarpun sangat gelap, Sasuke bisa melihat Neji susah bernapas karena sosok tersebut mencengkram lehernya dengan sangat kuat.
Sosok tersebut melepaskan cengkramannya dari leher Neji. Membuat Neji jatuh tersungkur ke bawah, ke lantai karpet.
"Satu penghalang lagi sudah di atasi. Tenang saja, kami tidak akan membunuh mereka kok. Kami tidak mungkin selicik itu, karena suasana hati kami sedang senang. Senang bisa melihat kalian di sini, di hadapan kami," jelas suara tersebut memperlihatkan mata orange-nya, bergaris-garis. Sosok itu menoleh ke arah kegelapan. "Nagato, Deidara. Bawa tubuh mereka keluar dari sini. Bawa tubuh Uchiha dan Haruno ke tempat kita yang sudah ditentukan."
Kedua sosok langsung keluar dari kegelapan, mendekati Sasuke dan Sakura yang terbelalak kaget. Kedua sosok tersebut mengeluarkan aura hitam yang mengerikan, membuat Sasuke dan Sakura pingsan di atas tempat tidur.
Yah, sosok itu adalah Deidara dan Nagato. Mereka berdua mendekati tubuh Sasuke dan Sakura. Deidara membawa tubuh Sakura, sedangkan Nagato membawa tubuh Sakura dengan ala bridal style.
Neji yang tidak sepenuhnya pingsan, bisa melihat kedua sosok tersebut membawa tubuh Sakura dan Sasuke keluar dari tempat tersebut. Neji mengangkat satu tangannya, mengarahkan ke kedua sosok yang membawa Sasuke dan Sakura yang pingsan. Kedua sosok itu pun menghilang bersamaan dengan Neji yang menutup perlahan kedua matanya.
"Sasuke... Sakura..."
End Flashback
Itulah kejadiannya. Kejadian di mana Neji dan Juugo terakhir kali bertemu dengan Sasuke dan Sakura. Mereka berdua menggeram kesal karena tidak melindungi kedua sahabat mereka yang paling berharga.
Sekarang yang mereka pentingkan adalah di bawa ke mana Sasuke dan Sakura oleh kedua sosok tersebut. Itulah yang di pikiran mereka berdua. Membuat Suigetsu merasa bingung dengan tingkah aneh kedua sahabatnya ini.
...
Sementara itu, di langit ada sebuah pemberitaan luar biasa. Pemberitahuan kalau sang iblis, Akatsuki sudah membawa Sasuke dan Sakura ke mansion keluarga Uchiha. Para Master Kage memanggil semua sahabat-sahabat Naruto yang sudah selesai dari misi-misinya.
Di hadapan kelima Master Kage, ada lima orang yang sekarang berdiri, siap menunggu perintah.
"Kalian harus membantu Naruto, Kiba, dan Bee menyelamatkan tuan Uchiha dan nona Haruno dari tangan Akatsuki," ucap Master Hokage kelima.
"Baik!"
"Kalian harus bisa mengalahkan mereka. Dan membuat mereka tidak lagi melakukan sesuatu untuk kedua manusia tersebut," kata Master Mizukage.
"Baik! Akan kami laksanakan, Master!"
"Pergilah kalian!"
"BAIK!" Mereka berlima beri hormat pada kelima Master Kage. Sebelum beranjak dari tempat tersebut, mereka berlima mendengar suara dari Master Kazekage.
"TUNGGU!"
"Ada apa, Master Kazekage?" tanya perempuan kuncir dua, berambut pirang keemasan.
"Bolehkah aku ikut membantu Naruto?"
Kelimanya memandang satu sama lain, begitu juga dengan keempat Master Kage memandang Master Kazekage, heran.
"Gaara-sama?" Master Kage melihat Master Kazekage, Gaara ingin ikut untuk membantu Naruto.
"Bisakah?" harap Master Kazekage.
Keempat menghela napas, "Baiklah. Jika itu maumu, Gaara-sama. Kami tidak bisa menghalangi. Pergilah, bantulah Naruto untuk menyelamatkan tuan Uchiha dan nona Haruno."
"Terima kasih, Tsunade-sama."
Kelima anggota yang berdiri mematung, hanya menurut saja atas keras kepalanya Master Kazekage ini bila menyangkut Naruto. Tentu saja, karena mereka adalah teman semenjak kecil. Teman yang selalu menemani Naruto, di setiap misinya.
"Kalau begitu, kami akan berangkat bersama dengan Master Kazekage-sama," ucap si rambut hitam tebal, dengan alis, dan bulu mata tebal.
Master Kazekage atau bisa di bilang Gaara mendekati mereka. Meninggalkan aula keempat Master Kage yang duduk di situ, menuju ke dunia manusia, menyelamatkan Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura di mansion keluarga Uchiha.
...
Di dunia manusia, Naruto dan kawan-kawan telah tiba di depan gerbang mansion keluarga Uchiha. Sekeliling rumah itu sangatlah gelap, penuh kegelapan dan aura mematikan. Di sanalah Sasuke dan Sakura dikurung di tempat terpisah, dengan sosok besar di depan mereka yang tertidur pulas, yang ternyata adalah Raja Iblis Akatsuki, Juubi.
Naruto, Kiba, Bee, Kurama, Akamaru, dan Gyuuki siap menolong Sasuke dan Sakura, dan menghancurkan Akatsuki.
Inilah pertarungan mereka, pertarungan kedua mereka. Pertempuran yang akan menentukan siapa yang lebih berhak melindungi dunia manusia ini.
Naruto membuka gerbang, dan masuk ke dalam bersama teman-teman lainnya. Masuk untuk menyelamatkan Sasuke dan Sakura.
TBC
...
Author Note's: Akhirnya selesai juga! Fiuuh! *menyeka keringat*
Ini adalah akhir dari cerita Always yang akan segera tamat. Kondisi saya tidak bisa lagi mengetik dengan memakai satu tangan. Tapi, untunglah ada teman yang menemani, membantu saya untuk mengetik chapter 9 ini.
Sebentar lagi, fict ini akan tamat. Karena saya sudah menemukan cerita baru untuk Sasuke-Sakura. Tapi, saya tidak tahu kapan mem-publishkannya. Karena kondisi saya yang tidak memungkinkan. Tapi, tenang saja, saya pasti akan mem-publishkannya. Saya hanya bisa me-update tiga fict dalam 1 bulan (jika saya mampu dan tidak ada pekerjaan).
Sepertinya ada yang salah... Mungkin chapter depan saya akan memperlihatkan seperti apa Bijuu milik Akatsuki bernama Juubi, hewan berekor sepuluh. Seekor monster besar milik Rikuudo Sannin. Jadi, Gedou Mazou adalah alat pembangkit Juubi. Tapi, alur cerita NAruto beda dengan cerita saya di Always. Jadi, saya minta maaf.
Terima kasih sudah membaca fict saya ini.
See you in the next chapter...
Sunny N. F
Tolong tinggalkan review, saran dan kritik, ya. ^^
Date: 09/15/2012
