Tittle : Pillow Talk – Swiss
Author : Kim Joungwook
Pairing : KyuWook
Length : Drabble
Genre : Romance
Summary : Dan malam itu Kyuhyun menyanyikan lagu terbarunya tepat ditelinga Ryeowook, membuat namja manis itu terlelap dengan senyum dibibirnya. Bahkan Kyuhyun masih tetap bergumam pelan sebelum benar-benar terlelap dalam mimpi.
Warning : Shounen-ai, BoyXBoy. Typo(s). Don't Like Don't Read!
.
.
.
KyuWook
.
Ryeowook meletakkan koper dan juga barang-barangnya yang lain di samping meja dikamarnya yang ada di dorm. Ia baru saja kembali dari Incheon setelah sebelumnya ke Swiss, dan tubuhnya sangat lelah. Yang ia inginkan sekarang hanya tidur dan bergelung dibalik selimut hangat yang ada diatas ranjangnya. Tapi ia tahu, ia perlu membersihkan dirinya dan berganti baju sebelum tidur.
ia keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya. Oke, ini sedikit memalukan karena ia memakai baju Kyuhyun, dan itu kebesaran di tubuhnya. Jangan bayangkan hal-hal yang manis seperti bahunya yang terlihat atau ia tak memakai apapun dibalik baju itu. Memang, bahunya sedikit terekspos, tapi hanya seperti itu. Ia memakai celana pendek dibaliknya tentu saja.
"hey, baby, miss me?"
Ia sedikit terlonjak kaget saat melihat Kyuhyun berdiri tak jauh dari pintu kamar mandi. Dan tak menunggu lama sebelum ia sedikit berlari dan menjatuhkan dirinya ke dalam tubuh Kyuhyun yang tengah merentangkan tangannya.
"aku sangat-sangat-sangat merindukanmu~~" Kyuhyun terkekeh mendengar lengkingan Ryeowook ditelinganya. Bahkan namja manis itu masih betah berada dalam gendongannya, membuat ia harus menyangga berat tubuh Ryeowook dengan mencengkeram erat ehm pantatnya ehm. Yah, akui saja bahwa ia modus.
Ryeowook tertawa sembari menyembunyikan wajahnya diperpotongan leher Kyuhyun, ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang sudah beberapa hari ini tak bisa ia temui. Apalagi sepulang dari Swiss ia kembali ke rumah orang tuanya di Incheon, karena memang lebih dekat kesana daripada ke dorm dari bandara.
Kyuhyunpun balas memberikan kecupan-kecupan ringan di sisi kepala Ryeowook. Dan ia membawa tubuh mereka ke dalam kamar Ryeowook yang ia biarkan pintunya terbuka.
Bruk
"ah!" Ryeowook memekik pelan saat Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang dengan tidak-cukup-halus.
"yah! Pelan-pelan!" ia memandang tajam kea rah Kyuhyun yang berdiri didepannya dengan seringai tipis, "sama saja kan? Kau juga akan tetap terjatuh di atas ranjang."
Sebelum Ryeowook sempat membalas kalimat itu, Kyuhyun sudah lebih dulu berbaring disampingnya dan memeluk erat tubuhnya. Bahkan tanpa segan-segan namja Cho itu langsung mencium bibirnya kasar, hampir-hampir membuat bibirnya sobek karena terantuk giginya sendiri.
"angh~" Ryeowook melenguh panjang saat Kyuhyun menjilat rongga atas mulutnya, bahkan tubuhnya bergetar pelan merasakan sensasi yang dihasilkan akibat gerakan sensual itu.
Ryeowook tanpa sadar melingkarkan tangannya disekeliling leher Kyuhyun dan mencengkeram rambut namja itu hingga membuat tubuh mereka semakin dekat. Dan ciuman itu berlangsung beberapa saat sebelum Kyuhyun menarik tubuhnya menjauh. Ia bahkan juga baru sadar kalau posisinya kini berubah berada di atas Ryeowook.
"I fucking miss you so damn much!"
Ryeowook terkekeh sembari memutar bola matanya, "language, please." Ucapnya menggoda. Dan Kyuhyun hanya tertawa renyah menanggapinya. Ia mencium sekilas pipi kanan Ryeowook sebelum menyamankan tubuhnya berbaring disamping kekasihnya itu.
"bagaimana Swiss? Indah?" Tanya Kyuhyun lembut. Mereka tidur berhadapan dengan kaki yang saling mengait satu sama lain.
Ryeowook mengangguk, "seberapapun inginnya aku mengambil gambar ditempat yang telah kau datangi bersama Go Ahra ssi, aku tak mau mengambil resiko untuk itu." Jelasnya singkat. Kyuhyun mengangkat salah satu alisnya, "kenapa?"
"aku sadar, akhir-akhir ini aku terlalu mengumbar hubungan kita. Dan entah kenapa aku merasa harus sedikit lebih berpikir dewasa mengenai hubungan ini. Bagaimanapun, kita sudah bersama cukup lama, dan aku mulai berpikir, tanpa pengakuan dari seluruh dunia bahwa kita sepasang kekasih, kau tetap milikku, dan tentu saja kau hanya mencintaiku."
"jadi?" Tanya Kyuhyun dengan nada jahilnya. Ryeowook merengut dan memukul pelan dada Kyuhyun.
"jadi, aku akan berhenti mencoba mengatakan fakta mengenai hubungan kita."
"yakin?" lagi-lagi nada ragu itu terdengar dalam kalimat Kyuhyun, membuat Ryeowook berdecak pelan.
"iya." Jawabnya ketus. Kyuhyun terkekeh kecil, "tapi aku mendengar bagaimana kau mempromosikan lagu baruku di sukira semalam."
Ryeowook mengerutkan keningnya bingung, "memang apa salahnya mempromosikan lagu solo teman segrupnya?" tanyanya polos.
"kau tidak pernah mempromosikan lagu member lain sebaik kau melakukannya untuk laguku."
"benarkah?" tanyanya tak percaya, ia benar-benar tidak sadar jika selama ini ia bersikap seperti itu. Kyuhyun tersenyum lebar melihat wajah bingung Ryeowook, "tapi aku senang kau memperlakukanku berbeda dari yang lain. Siapa juga yang tidak senang di-istimewakan oleh kekasihnya?"
Ryeowook entah kenapa merona mendengar kalimat itu. Ia menatap mata Kyuhyun lalu memberikan sebuah kecupan singkat di rahang namja itu, "aku sangat mencintaimu, tentu saja aku melakukan hal istimewa untukmu. Yah, meski aku tak sadar juga."
Setelah itu Kyuhyun tak menanggapi kalimat Ryeowook, dan mereka berdua hanya diam dengan Ryeowook yang mendekat ke arah Kyuhyun dan memeluk kekasihnya itu. Ia menyandarkan kepalanya nyaman pada dada Kyuhyun.
"kau berniat untuk menikahiku?" pertanyaan tiba-tiba yang keluar dari bibir Ryeowook itu membuat Kyuhyun benar-benar terkejut. Ia tak menyangka Ryeowook akan bertanya seperti itu. Namja Cho itu hanya membuka mulutnya lalu kembali menutup, ia tak tahu harus membalas bagaimana.
Ryeowook yang tak mendapat respon apapun dari Kyuhyun hanya memejamkan matanya, semakin merapatkan tubuhnya pada Kyuhyun, "sejujurnya, aku tak mengharapkan apapun dari hubungan ini. Meski kau selalu bilang ingin bersamaku selamanya, aku tetap memiliki pikiran rasional yang tersisa. Hubungan kita, mungkin akan lebih sulit dari yang kita bayangkan."
"ya, aku tahu." Balasan singkat dari Kyuhyun serta pelukannya di sekeliling tubuh Ryeowook membuat namja manis itu entah kenapa ingin menangis. Akhir-akhir ini ia merasakan perasaan tak aman dengan hubungan mereka. Mungkin efek sebentar lagi masa wamilnya dimulai. Tapi –
"kau hanya perlu menunggu sebentar lagi."
"eh?" Ryeowook memandang wajah Kyuhyun yang menjauh darinya, membuat mereka kini lagi-lagi saling bertatapan.
"kita hanya akan berpisah beberapa tahun." Dan sepertinya, Kyuhyun tahu inti masalah yang tengah dipikirkan Ryeowook, "wamil adalah sebuah kewajiban, Ryeonggu. Kita masih bisa bertemu disela waktu libur kita kan?"
Ryeowook menghela nafasnya panjang, "sudahlah, Kyu. Kau selalu bisa membalas kalimatku. Aku tak mau memikirkan tentang hal itu. Wamil untukku masih cukup lama." Ucapnya pelan. Kyuhyun terkekeh lalu memberikan sebuah kecupan kilat di bibir Ryeowook.
"jadi, bagaimana lagu baruku?" Tanya Kyuhyun, mengalihkan topic pembicaraan.
Ryeowook tersenyum lebar, "sangat bagus! Tapi aku tetap lebih menyukai 'At Gwanghwamun'. Lagu pertamamu itu memiliki kesan mendalam bagiku. Tapi bukan berarti lagu barumu jelek. Kau memang sangat baik dalam membawakan lagu sad ballad."
Kyuhyun mengulum senyumnya, "aku memang penyanyi ballad kan?!" dan Ryeowook mengangguk cepat menjawabnya.
"jadi, bagaimana pengalaman syuting dengan Go Ahra ssi?"
Pertanyaan itu, sebenarnya sudah ditunggu Kyuhyun sejak lama. Karena Ryeowook itu sebenarnya lebih pecemburu dari dirinya sendiri, meski seringkali Kyuhyun yang bertindak berlebihan.
"baik-baik saja. tak ada yang berbeda seperti syuting dengan member super junior yang lain. Lagipula Ahra ssi memperlakukanku dengan sangat baik."
"Ahra ssi? Kau memanggilnya dengan nama depan sekarang?"
Kyuhyun tertawa mendengar nada tak suka dalam pertanyaan itu, "ya begitulah. Bekerja sama dengannya dalam membuat MV kemarin cukup membuat kami dekat. Bahkan aku memiliki nomor ponselnya."
Ryeowook berdecak kesal, "oke, sekarang aku benar-benar cemburu." Ucapnya.
Kyuhyun langsung memeluk tubuh Ryeowook dan menyamankan tubuh mereka untuk tidur.
"tak perlu untuk cemburu." Ucap Kyuhyun lembut.
Ryeowook membalas pelukannya, tetapi dengan wajah yang masih tertekuk, "kau memanggilnya Ahra ssi."
"aku memanggilmu, Sayang, Baby, Ryeonggu, Sexy, dan panggilan manis lainnya." Balas Kyuhyun santai.
"kau bahkan bertukar nomor dengannya." Ryeowook masih tak mau kalah.
Kyuhyun tersenyum tipis, kekasihnya itu benar-benar menggemaskan, "kita bahkan sering bertukar pesan dan saling menelpon."
"jadi, kau tak pernah berkirim pesan dengan Go Ahra ssi?" Tanya Ryeowook. Kyuhyun menggeleng, "tidak." Dan jawaban itu membuat sebuah senyum kembali terlihat di wajah Ryeowook. Dan kyuhyun tahu pasti mood kekasihnya sudah lebih baik.
"sekarang, dengarkan laguku. Karena sedekat apapun aku pada orang lain, tak akan aku menyanyikan lullaby sembari memeluk mereka."
"bahkan Sungmin hyung?"
"Oh, please, Kim Ryeowook. Lee Sungmin sudah memiliki istri sekarang. Lagipula mana mau Sungmin hyung aku peluk. Aku juga tak mau tidur seranjang dengannya."
"aku hanya bercanda sayang. Sekarang mulailah bernyanyi! Aku akan tidur."
"baiklah, selamat malam sayang."
"malam juga untukmu, Kyu~"
Dan malam itu Kyuhyun menyanyikan lagu terbarunya tepat ditelinga Ryeowook, membuat namja manis itu terlelap dengan senyum dibibirnya. Bahkan Kyuhyun masih tetap bergumam pelan sebelum benar-benar terlelap dalam mimpi.
.
.
.
END
