HER REAL MASK
Warning: OOC, TYPOS, CRACKED- PAIR, etc
Rate: M
Disclaimer: Naruto Belonging Masashi Kishimoto
DON'T LIKE DON'T FLAME
DON'T LIKE DON'T FLAME.
DON'T LIKE DON'T FLAME
READ AND REVIEW PLEASE (0.0)
Coba baca lagi deh siapa tau jadi suka . *author maksa*
Sasuke pun berjalan menuju kantin, tapi saat sampai dikantin dia tidak menemukan Hinata. Tapi Sasuke malah melihat Naruto yang berjalan menuju toilet. Entah mengapa Sasuke merasa dia harus mengikuti Naruto. Sasuke pun berjalan mengikuti Naruto, kemudian dia terdiam saat melihat Hinata sedang membersihkan syalnya dan Naruto mendekatinya, Sasuke pun bersembunyi dibalik tembok.
"Namikaze-san !!! apa yang kau lakukan disini ?!!!" Pekik Hinata.
"Aku ingin ke toilet, perutku sakit setelah makan ramen." Ucap Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan sebelah tanganya memegang perutnya.
"Oh." Jawab Hinata singkat. Tanpa Hinata sadari Naruto melihat tanda merah yang Sasuke buat kemarin.
"Kenapa lehermu Hinata-chan ???" tanya Naruto. Hinata pun memberikan deathglare pada Naruto sambil menutup tanda merah dilehernya.
"Bukan urusanmu Namikaze-san !!!" ucap Hinata sambil memasang syalnya.
"Sasuke, pasti Sasuke yang melakukanya !!! jawab aku Hinata !!!" ucap Naruto sambil memegang lengan Hinata. Hinata hanya menatap tajam pada mata Naruto, tidak ada lagi tatapan lembut dan malu-malu yang dahulu sering Naruto lihat. Saat ini hanya ada tatapan dingin milik Sasuke yang Hinata tunjukan.
"Sejak kapan kau menjadi jalang Hinata-chan ?!! sejak kapan kau mau disentuh oleh siapapun ??? keluarga Hyuuga mengajarkanmu untuk menjadi wanita terhormat bukan..."
Plak...
Ucapan Naruto terpotong oleh tamparan keras Hinata, Sasuke yang berdiri dibalik tembok pun hanya membulatkan matanya. Dia tidak menyangka Hinata berani menampar orang yang pernah dia cintai. Tapi Sasuke senang mendengar suara tamparan tersebut, itu berarti Hinata sudah tidak mencintai Naruto sedikit pun.
"Berhenti berbicara seolah kau tahu segalanya tentangku Namikaze-san. Memang Sasuke-kun yang melakukanya, lalu apa yang akan kau lakukan hah ???" tanya Hinata sambil menahan emosinya.
"Aku kekasih Sasuke-kun jadi aku berhak melakukan apapun denganya. Jaga mulutmu Namikaze-san yang terhormat !! kau sudah tahu bahwa keluargaku mengajarkanku untuk menjadi gadis terhormat dan kau malah menyebutku jalang. Dimana malu mu baka ?!! jika aku hanya melakukan ini dengan Sasuke kau sebut jalang, lalu bagaimana dengan Haruno gadis yang begitu kau cintai itu ??? ups dia bukan gadis lagi, hahahahaha..." tawa Hinata menggema ditoilet. Naruto hanya menatap horor pada Hinata.
"Bahkan dia pernah tidur dengan Sasuke, mungkin dengan laki-laki lain juga." Hinata mengeluarkan senyuman mengejeknya.
Teng...teng...
Bel masuk pun berbunyi, Sasuke pun keluar dari persembunyianya untuk menjemput Hinata.
Prok...prok..prok...
Suara tepuk tangan Sasuke menggema di toilet, membuat perhatian Hinata dan Naruto mengarah padanya. Namun Naruto mesih belum melepaskan peganganya pada tangan Hinata.
"Jadi hime, apa yang kau lakukan disini ??? bel masuk sudah berbunyi. Jangan bilang jika kau sedang berselingkuh dengan Naruto ?? bukankah aku sudah memperingatkanmu kemarin ??" Sasuke berjalan mendekati Hinata, Sasuke menatap tajam pada pegangan tangan Naruto.
"A-aku tidak berselingkuh Sasuke-kun, onegai percayalah." Ucap Hinata dengan mata berkaca-kaca sambil berusaha melepaskan pegangan Naruto.
"Aku percaya padamu hime, kita kembali ke kelas. Ibiki sensei pasti sudah menunggu kita." Ucap Sasuke ditambah senyum manis yang membuat Naruto membolakan matanya. Sudah lama sekali Naruto tidak melihat senyuman dari sahabatnya itu. Sasuke pun meraih tangan Hinata yang digenggam oleh Naruto.
"Ya ampun tangan mu merah sayang, gomen meninggalkanmu telalu lama dengan makhluk kuning ini." Ucap Sasuke dengan nada menyesal yang dibuat-buat, mana mungkin seorang Uchiha benar-benar merasa menyesal sambil menunjuk Naruto dengan telunjuknya.
"Berhenti berbicara seolah Hinata milikmu teme !!!" ucap Naruto meninggi.
"Hinata memang miliku bodoh !! apa kau tidak melihat tanda kepemilikan itu ??" tanya Sasuke sarkastik.
"Cih." Naruto mendecih pelan mendengar ucapan Sasuke. Sasuke pun mengeluarkan devil smirknya, lalu mendekati Hinata dan menurunkan syal dileher Hinata. Setelah itu Sasuke mencium leher Hinata untuk membuat kissmarknya semakin merah. Beberapa detik kemudian Sasuke pun melepaskan ciumanya.
"Kau puas dobe ??? baiklah kita kembali ke kelas." Sasuke pun memperbaiki syal Hinata dan menggenggam tangan Hinata lalu membawanya keluar dari toilet. Sedangkan Naruto hanya membolakan matanya.
HER REAL MASK
Hinata, Ino, Tenten, Sai dan Sasuke tengah berada didalam caffe di Konoha mall. Sungguh bukan hal aneh jika melihat Sai dan Ino duduk berdekatan di caffe, tapi jika seorang Uchiha Sasuke duduk disamping Otsutsuki Hinata dengan wajah yang lembut itu hal yang luar biasa.
"Jadi, kau bisa menjelaskan kenapa kau ikut besama kami Sasuke-san ???" tanya Tenten dengan nada serius.
"Aku harus ke toko buku, tapi Sai mengajaku mampir ke caffe ini jadi aku mengikutinya." Jawab Sasuke tanpa mengalihkan perhatianya dari Hinata.
"Oh wow seorang Uchiha Sasuke sedikit menumpulkan ke egoisanya dan mengikuti Uchiha Sai, benar-benar sebuah perubahan besar." Ucap Ino hiperbola.
"Kau berlebihan sayang." Ucap Sai dengan senyum palsunya.
"Berhenti tersenyum seperti itu Sai, kau terlihat bodoh." Ucap Tenten.
"Tidak ada Uchiha yang bodoh." Ucap Sasuke datar, sukses mendapat delikan tajam dari Tenten, lalu Tenten hanya mengedikan bahu tidak peduli.
Drrrrrt...drrrrrtttt...drrrrttt...
Handphone Hinata yang berada diatas meja tiba-tiba saja bergetar menampilkan pesan masuk dari Kou.
From: Kou-san
Subject: -
Hinata-sama cepatlah pulang, Neji-sama sebentar lagi akan pulang. Dia akan marah jika anda pulang terlalu sore.
"Minna-san sepertinya aku harus segera ke toko buku, Neji-nii sebentar lagi pulang. Dia pasti marah jika aku terlambat pulang." Ucap Hinata sambil berdiri.
"Kau bisa pergi dengan Sasuke-kun, dia juga akan pergi ke toko buku." Ucap Ino sambil memperbaiki bedaknya.
"A-aku bisa sendiri Ino-chan." Ucap Hinata gugup.
"Baiklah kita pergi Hinata." Ucap Sasuke sambil berlalu meninggalkan caffe, kemudian Hinata mengikutinya dari belakang.
"Nanti kami akan menyusul, tenang saja aku yang traktir." Ucap Ino sambil mengacungkan jempolnya.
Hinata dan Sasuke pun meninggalkan caffe, masih belum ada pembicaraan diantara mereka. Tiba-tiba Hinata menarik ujung cardigan Sasuke.
"Ada apa ??" tanya Sasuke.
"Kenapa kau mengikutiku ke toko buku Sasuke-kun ???" balas Hinata.
"Aku disuruh membeli beberapa buku oleh baka aniki, selain itu anggap saja ini kencan pertama kita." Ucap Sasuke dengan senyum manly nya, Sasuke sedikit memelankan langkahnya dan menggenggam tangan Hinata.
"Semoga kencan ini tidak berakhir di ranjang, lepaskan tanganmu Sasuke-kun." Ucap Hinata dengan sedikit mendelik kearah Sasuke.
"Jika si sadako tidak pulang mungkin akan berakhir seperti kemarin, tenang saja teman-temanmu belum mengikuti kita." Ucap Sasuke sambil mengeratkan genggamanya.
Akhirnya Hinata dan Sasuke pun sampai di toko buku yang berada tiga lantai diatas caffe yang tadi mereka tempati. Sasuke dan Hinata pun mulai berjalan mencari rak tempat menyimpan buku yang mereka perlukan. Saat sudah menemukan buku yang mereka perlukan tiba-tiba terjadi perdebatan kecil.
"Aku sudah punya buku itu honey, kau bisa meminjamnya ke rumahku." Ucap Sasuke sambil menunjuk buku yang ada ditangan Sasuke.
"Tapi aku tidak ingin meminjamnya Sasuke-kun, aku ingin membelinya. Aku perlu buku ini untuk refrensi." Ucap Hinata sedikit merengek.
"Ayolah kaa-san pasti senang jika kau ke rumah untuk meminjam buku dan menemaninya." Ucap Sasuke merajuk.
"Jangan membawa kaa-san Sasuke-kun, aku sudah tahu modusmu mengajaku kerumah. Dasar hentai !!! " Ucap Hinata sambil berjalan menuju kasir, namun Sasuke merebut buku yang ada dalam genggaman Hinata. Hinata pun sedikit melompat untuk mengambil buku yang Sasuke angkat tinggi-tinggi.
"Sasuke-kun kembalikan buku ku." Ucap Hinata sambil terus melompat, tiba-tiba Sakura datang hendak menampar Hinata. Namun Sasuke lebih dahulu menghalangi tangan Sakura dengan buku yang ada ditangan kirinya.
"Apa yang kau lakukan bodoh !!!" bentak Sasuke pada Sakura, Hinata refleks menengok kearah pandangan Sasuke. Hinata terbelalak melihat Sakura yang tengah meringis sambil memegang tanganya.
"Ada apa Sasuke-kun ???" tanya Hinata yang masih belum mengerti.
"Dia mencoba mencelakaimu." Ucap Sasuke dingin, sambil menatap Hinata.
"Aku hanya ingin mengingatkanya Sasuke-kun !!! dia mengganggumu !!!" teriak Sakura sambil memegangi tangan kananya.
"Apa maksudmu bodoh ?!! dia tidak menggangguku !! dan itu bukan urusan mu Haruno !!!" Ucap Sasuke dingin dengan tatapan yang tajam.
"Sasuke-kun kembalikan buku ku..." ucap Hinata sambil berusaha mengambil bukunya, namun Sasuke malah merangkul pundak Hinata.
"Dengar Haruno !! berhentilah mengejarku dan berhenti mengatakan aku milikmu. Bukan urusanmu jika aku pergi dengan siapapun kita tidak memiliki hubungan apapun." Ucap Sasuke sambil terus merangkul pundak Hinata. Sedangkan Sakura membelalakan matanya, untuk pertama kalinya dia dibentak oleh Sasuke didiepan Hinata.
"Ada apa ini ???" ucap Sai saat sampai di toko buku.
"Sakura ?? sedang apa kau disini ??" tanya Ino dengan wajah terkejut.
"Kenapa kau merangkul Hinata-chan, Sasuke-san ???" tanya Tenten sambil mendeath glare Sasuke.
Hinata hanya memberikan tatapan memelas pada Ino dan Tenten agar Sasuke mau melepaskan rangkulanya. Namun saat Tenten hendak menghampiri Sasuke sebuah suara menghentikanya.
"Sakura... Sakura... kau sedang apa disini ??" tanya Mebuki sedikit berteriak sambil berjalan mendekati kerumunan Hinata.
"Konnichiwa Hinata-sama, Uchiha-sama." Ucap Mebuki saat melihat Hinata dalam rangkulan Sasuke. Hinata dan Sasuke hanya menganggukan kepala, sedangkan Sai, Ino, Tenten dan Sakura hanya menatap bingung.
"Sedang apa kau disini Sakura ?? ayo kita pulang tou-san sudah menunggu." Ucap Mebuki sambil menarik tangan kanan Sakura yang terluka.
"Aww kaa-san !! berhenti menariku." Pekik Sakura.
Mebuki dan Sakura pun meninggalkan toko buku dengan sedikit kehebohan. Tenten, Ino, Sai, Hinata dan Sasuke hanya memandang kepergian Sakura.
"Kami akan menunggu kalian diluar." Ucap Sai sambil memboyong Ino dan Tenten menuju pintu keluar.
HER REAL MASK
Hinata, Sasuke, Sai, Tenten, dan Ino kini tengah duduk dibangku yang terdapat didepan toko buku.
"Sakura itu gadis gila, dia dulu pernah mencelakai Ino." Ucap Tenten, Hinata pun mengarahkan pandanganya pada Ino dan Sai.
"Saat Sai menyatakan perasaanya dan aku menerimanya. Saat itu aku mendeklarasikan diri telah menjadi kekasih seorang Uchiha dan Sakura langsung menyerangku karena mengira aku menjadi kekasih Uchiha Sasuke."jelas Ino sambil mengingat-ngingat.
"Dia mencakar wajah dan tubuh Ino." Lanjut Tenten.
"Ah ya dan waktu itu kau menyelamatkanku, dan kita menjadi teman akrab seperti sekarang." Ucap Ino sambil merangkul Tenten, sedangkan Sai dan Hinata sweatdrop ria.
"Hinata, bukanya kau harus segera pulang ???" Tanya sai.
"Ya ampun aku hampir lupa." Hinata pun mengeluarkan handphonenya dan melihat beberapa panggilan masuk dari Kou dan Neji.
"Aku harus pulang, nii-san sudah sampai dirumah." Hinata pun bangkit dan membawa shoping bag yang berisi buku.
"Kau dijemput, Hinata ???" tanya Tenten.
"Iie aku akan naik taksi." Jawab Hinata dengan senyuman.
"Kau pulang bersama Sasuke saja, bukankah kompleks Uchiha dan Otsutsuki berdekatan ??" tanya Sai retoris. Semua orang pun memandang kearah Sasuke yang sibuk memainkan handphonenya.
"Sasuke !!! kau mendengar tidak ???" tanya Tenten.
"Hn." Sasuke pun berlenggang melewati Hinata seperti saat di caffe.
"Ayo Hinata." Ucap Sasuke datar tanpa memandang kearah Hinata dan teman-temanya.
"Huum, aku pulang duluan minna." Ucap Hinata sambil membungkukan badan dan menyusul Sasuke menuju basment.
"Apa aku tidak salah dengar ??? Sasuke memanggil Hinata dengan nama kecilnya ???" tanya Ino.
"Kau benar juga pig, ada apa dengan Sasuke ???" ucap Tenten.
"Kalian akan tahu sendiri nanti." Ucap Sai dengan senyum palsunya.
"Berhenti tersenyum seperti itu Sai !!!" teriak Tenten.
HER REAL MASK
"Yo !! Baka otouto." Sapa Itachi didepan pintu saat Sasuke turun dari mobilnya.
"Hn." Balas Sasuke sambil memberikan shopping bag kepada Itachi dan berlalu masuk ke dalam rumah.
"Kau tidak merindukanku Sasu-chan ???" tanya Itachi dengan wajah menggodanya sambil berjalan menyusul Sasuke.
"Tidak." Jawab Sasuke dingin.
"Ayolah, kau jangan seperti ini pada aniki mu. Jarang-jarang aniki mu ini ada di Konoha." Ucap Itachi sambil merangkul bahu Sasuke.
"Aku tidak meminta mu keluar dari Konoha baka."
"Kau masih marah karena aku pergi ke Swiss tanpa memberitahumu ?? Aku sudah meminta maaf dan mengirimu berbagai hadiah otouto. Selain itu aku pergi ke Swiss bukan atas keinginanku tapi tou-san yang mengirimku ke sana." Jelas Itachi panjang lebar.
"Kau dikirim oleh tou-san bekerja menggantikanku tapi kau disana bersenang-senang menyanyi di launching produk Hyuuga." Cibir Sasuke.
"Ayolah itu hanya selingan, aku kebetulan mewakili Uchiha corp dan Neji memintaku untuk menyanyi disana."
"Cih, terserah kau." Jawab Sasuke sambil berjalan menaiki tangga.
"Kau merajuk Sasu-chan ??? Ngomong-ngomong aku ingin mengenalkan adik Neji yang pertama dia seumuran dengan mu."
"Hinata ???"tanya Sasuke sambil menghentikan langkahnya.
"Kau sudah kenal denganya ???"
"Dia kekasihku baka."
"Wow kau mendahuluiku otouto, tapi tenang saja minggu depan aku akan melampaui mu." Sasuke menaikan sebelah alisnya.
"Apa kaa-san dan tou-san tidak memberitahumu alasanku pulang ke Konoha ??"
"Tidak, kau hanya memberitahu kau pulang hari ini dan menyuruhku membeli buku."
"Seminggu lagi aku akan bertunangan dengan Konan, jadi aku pulang untuk menyiapkanya." Jawab Itachi bangga, Sasuke pun melanjutkan langkahnya mengabaikan ucapan Itachi.
"Kau boleh mengundang Hinata-chan dan teman-temanmu." Teriak Itachi.
HER REAL MASK
"Kenapa kaa-san menarik ku ???" tanya Sakura kesal.
"Apa yang kau lakukan pada Hinata ???" tanya Mebuki.
"Aku tidak melakukan apapun padanya !!"
"Lalu kenapa Uchiha itu marah padamu ??"
"Si upik abu itu mengganggu Sasuke-kun, aku tidak terima. Tapi Sasuke malah memarahiku !!!"
"Upik abu ???"
"Ck !! Hinata maksudku." Ucap Sasuke sambil berdecak pelan
"Berhenti memanggilnya seperti itu Sakura, atau kau akan menghancurkan keluarga kita."
"Apa maksud kaa-san ??"
"Hinata adalah putri Hyuuga Hiashi dan Hyuuga Hikari, mereka adalah atasan tou-san, Sakura. Hiashi dan Hikari sudah membantu kita selama ini, kau bisa masuk ke KIHS pun itu berkat mereka."
"Aku tidak percaya,dia Otsutsuki kaa-san bukan Hyuuga. Aku tidak percaya ada Hyuuga yang jelek dan berwajah dua seperti dia." Cibir Sakura.
"Berhenti menjelekan Hinata, Sakura !! dia anak yang baik dibanding para pewaris diluar sana." Balas Mebuki sengit.
"Sekarang kaa-san malah membelanya, sebenarnya siapa putri kaa-san ?? aku atau si upik abu ??" tanya Sakura sambil menyilangkan tanganya didepan dada.
"Kau adalah putri kaa-san, Sakura." Jawab Mebuki sambil terus mengendarai mobil putihnya menuju rumah keluarga Haruno.
"Terserah kaa-san."
HER REAL MASK
Makan malam dikeluarga Hyuuga baru saja selesai, kini Neji dan Hinata tengah bersantai di pavillium timur milik Neji. Neji duduk tepat disamping Hinata, mereka hanya dihalangi meja kecil yang berisi gyokuro dan beberapa camilan. Dari pavillium Neji terlihat pemandangan kebun milik keluarga Otsutsuki yang ditanami berbagai sayur dan buah.
"Kau sudah mendengar kabar ???" tanya Neji sambil mengambil camilan diatas piring.
"Tentang ??" Hinata balik bertanya pada Neji dengan wajah penasaran.
"Kizashi-san masuk rumah sakit siang ini, tou-san menyuruhku kembali ke Konoha untuk mengurusi cabang yang diurus oleh Kizashi-san." jelas Neji sambil melanjutkan memakan camilanya.
"Souka, tadi saat di toko buku aku bertemu dengan Mebuki-san dan putrinya." Hinata mengambil salah satu gelas yang berisi gyokuro lalu meminumnya dengan anggun, seperti yang biasa dilakukan bangsawan Jepang. Neji menaikan alis lalu memandang Hinata dalam.
"Putrinya yang menyakitimu ??" Neji behenti mengambil cemilan dan memfokuskan atensinya pada Hinata.
"Ya, bahkan beberapa hari yang lalu dia hampir mencelakaiku lagi. Dia benar-benar menyebalkan." Hinata sedikit mendengus, Neji terkekeh pelan mendengar dengusan Hinata.
"Apa dia melakukan hal aneh-aneh lagi padamu ??" Neji sedikit menaikan sebelah bibirnya, Hinata menundukan kepalanya sejenak lalu memandang lurus kedepan.
"Dia..."
TBC
Gomene minna-san telat update, asalnya aku mau posting chap 10 ini waktu hari senin, tapi pas dilihat typo-nya banyak banget -lebih dari yang diposting. soalnya laptop aku bermasalah keyboard-nya.
Aku emang publish story di hp tapi aku ngetiknya di laptop, jadi aku harus dua kali ngedit :v karena file yang dikirim dari laptop ke hp bakal ilang bold, italic, left, right nya...
Sebenarnya aku udah ngetik sampe chap 12 tapi belum aku periksa lagi, tapi walaupun udah di periksa aku bakal tetep postingnya seminggu sekali.
Buat yang punya akun wattpad jangan lupa vote cerita ini, dan follow juga @himekazeera
Sankyuu minna
