disclaimer: check chapter 1 c:


J – Jealousy
Summary: Chung memang orang yang baik. Tapi kalau sudah berhubungan dengan Eve, dia bisa menjadi pencemburu tingkat dewa.
World: AU
Genre: Romance/Friendship
Words: 463

Chung: Iron Paladin
Eve: Code Empress
Elsword: Lord Knight

.

.

.

Hening.

Satu.

Dua.

Tiga—

"Kau mendengarku, Chung?" Eve memecah keheningan mereka, "Seseorang memintaku dan Elsword untuk menjalankan misi—"

"Aku mendengarmu, Eve." Laki-laki berambut panjang itu memotong kata-kata Eve—sesuatu yang hampir tidak pernah ia lakukan—dengan wajah datar.

Eve berkacak pinggang. Dia tahu seharusnya dia langsung pergi sebelum Chung sadar. Pacarnya yang super protektif ini kadang-kadang mengesalkan jika dia sedang bad mood.

Chung memang orang yang baik; dia sabar, tidak pernah bicara kasar, lembut, bahkan sifat perhatian terkadang melebihi Rena. Namun jika sudah menyangkut tentang orang yang Chung sukai—dalam hal ini, Eve—dia bisa menjadi seorang pencemburu tingkat dewa yang super protektif.

Contohnya sekarang; bahkan ketika diminta melakukan permintaan yang trivial dengan seorang laki-laki, Chung langsung masuk dalam mode bad mood dalam sekejap.

"Memang tidak bisa ajak kak Rena dan kak Aisha?" Nah, nada suaranya saja sudah jengkel. Sekarang giliran Eve yang ikut kesal dengan sikap kekanak-kanakan pacarnya.

"Rena dan Aisha sedang dalam misi juga." Eve berkacak pinggang. "Lagipula aku hanya bersama Elsword, Chung. Kalau aku berani melakukan apa-apa, bisa-bisa Aisha membunuhku."

Chung tersenyum kecil, baru ingat kalau si penyihir berambut ungu itu menyukai pemimpin mereka. Baru saja ia hendak membuka mulut untuk meminta maaf, si Lord Knight yang di bicarakan langsung masuk dalam garasi tempat Chung bekerja.

"Sudah kuduga kau disini, Eve!" Elsword tersenyum lembut, kemudian berjalan ke arah mereka dan menggenggam tangan Eve. "Kau sudah siap kan? Klien kita sudah menunggu."

Baru saja Eve hendak mengiyakan, tiba-tiba Eve sudah di tarik dari genggaman Elsword dan berada dalam pelukan Chung.

"Kau," Dia mendengar Chung berbicara; suaranya begitu dalam dan marah, bahkan Eve sulit percaya kalau Chung-lah yang barusan berbicara. "Jangan dekat-dekat dengan Eve. Cari saja orang lain untuk melakukan misi itu."

Kemudian Chung menyeret Eve pergi dari sana, meninggalkan Elsword yang terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

.

.

.

Chung ingat jelas saat itu.

Elsword menggenggam tangan Eve. Oke, itu masih biasa.

Masalahnya Eve malah balik tersenyum, dan—demi tuhan ingin sekali Chung menghancurkan Elsword di tempat—wajah Eve memerah.

"Chung, kau sadar kan apa yang baru saja kau lakukan?"

Chung mendengar Eve menggerutu dengan nada monoton dalam pelukannya. Dia hanya menggumam kesal dan menjatuhkan mereka berdua ke atas sofa, menindih Eve di antara dirinya dan benda empuk itu dengan rambut panjangnya menjadi tirai yang menghalangi mereka dari dunia luar.

Eve memandangi Chung dengan datar, kemudian menggerakkan tangannya ke wajah Chung dan mengelus pipinya dengan lembut. Mata emas yang biasanya terlihat dingin kini melembut. "Kau cemburu?"

"Tidak mungkin aku tidak cemburu." Chung menggerutu kesal dan mencondongkan dirinya untuk mencium Eve di bibir.

Yang dicium hanya tertawa pelan dan balas menciumnya dengan lembut.


Ini fanfic pertama saya yang bisa sampai ke chapter 10! *88888*

makasih buat RainNight10715 yang selalu setia ngerepiu :* makasih juga buat Nanase Ikumiya dan ryeid yang udah repiu juga! :* juga buat silent reader, yang udah fav dan follow, makasih ya! maafkan kegejesan fic ini ;w;

pengumuman; ada kemungkinan besar saya bakalan hiatus untuk sementara sampai dua minggu lagi. alasan; saya ada ulangan harian bersama, atau udah jadi UTS? saya juga nggak ngerti. Intinya; kira-kira 'K' bakalan masih di update, dan L sampai selesai harus nunggu sampai dua minggu lagi. Maafkan hamba ;;