Warning! Yaoi Area

Chanbaek : Chanyeol - Baekhyun

Love, Shit! By : pcy-bee

Sorry for typo(s)

Note :

Cerita ini hanya ffn belaka! tidak ada niat menjelek-jelekkan apalagi menjatuhkan nama karakter yang ada didalamnya.

.

.

.

.

Chanyeol tak bisa tinggal diam. Dia harus segera bertindak atas penghianatan yang ia saksikan didepan matanya sendiri. Baekhyun telah melanggar janji mereka, membuat Chanyeol sekali lagi merasa posisinya direndahkan oleh sang istri seperti yang ia alami diawal-awal pernikahan mereka.

Dengan hati yang dipenuhi amarah, pria tampan itu melangkah menuju cafe dimana istrinya tengah berselingkuh. Saat berhasil masuk kedalam cafe, tanpa basa-basi pemuda tampan itu langsung menghampiri tempat dimana istrinya duduk.

"Jadi dia alasanmu menjauhiku!" katanya murka pada Baekhyun yang dalam mode terkejut.

Bagaimana tak terkejut jika tiba-tiba sang suami datang dan membentaknya keras. Bahkan seluruh pengunjung cafe ikut mengalihkan perhatian mereka kearah meja Baekhyun. Selain terkejut, pria berparas cantik itu sekaligus merasa malu karena menjadi bahan tontonan gratis.

Tak berbeda halnya dengan Baekhyun, Changmin juga kaget ketika mendapatkan tamu tak diundang. Tapi keterkejutannya tak berlangsung lama karena ia mulai menyadari situasi dan mencoba menenangkan Chanyeol yang terlihat sedang emosi. Sepertinya Chanyeol tengah salah paham.

"Chanyeol-ah, tenanglah dulu. Kami bisa menjel-"

BUGH!

Satu pukulan telak mendarat tepat dirahang tegas Changmin yang mencoba berbicara. Posisi Changmin yang memang telah berdiri membuat tubuh tinggi itu tersungkur dilantai akibat pukulan Chanyeol.

Sementara Baekhyun masih berdiam diri dikursinya akibat terlalu syok. Matanya melotot lebar atas apa yang baru saja ia saksikan.

"Bajingan! harusnya tutup saja mulutmu itu! apa kau tak tahu jika Baekhyun sudah bersuami?! mau-maunya kau menjadi selingkuhan istriku!" Chanyeol menunjuk-nunjuk Changmin yang tengah memegangi rahangnya yang terasa sakit. Pukulan Chanyeol benar-benar tak bisa diremehkan.

"Kau salah pa-"

"Kubilang tutup mulutmu, brengsek!" Chanyeol berteriak ketika Changmin akan kembali membuka mulut.

"Tapi-" Changmin sudah akan bicara lagi untuk menjelaskan, namun urung ketika melihat Chanyeol melangkah mendekatinya dan bersiap mengayunkan satu pukulan lagi.

Changmin refleks menutup matanya ketika serangan akan ia dapatkan kembali. Bukannya ia takut dan tak bisa melawan. Badannya tak kalah besar dan juga tinggi dibandingkan dengan Chanyeol. Mereka bisa menjadi lawan yang sebanding jika benar-benar terlibat dalam adu otot. Tapi sebagai orang yang masih waras, Changmin tahu bahwa ia hanya akan memperkeruh keadaan jika melayani emosi Chanyeol.

Lama ia menunggu, tapi pukulan Chanyeol tak kunjung Changmin dapatkan mendarat pada wajah atau bagian tubuhnya. Karena penasaran maka pria tinggi itu kembali membuka matanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Dan pemandangan pertama yang ia dapati saat berhasil membuka mata adalah telinga Chanyeol yang sedang ditarik Baekhyun.

"Aww...aww...Baek, kenapa kau menjewer telingaku!" Chanyeol protes dengan tangan mengenggam tangan Baekhyun yang sedang menjewernya.

"Kau pantas mendapatkannya, idiot. Berani-beraninya kau memukul Changmin hyung, huh!" kata Baekhyun dengan tangan yang masih menjewer telinga lebar suaminya.

"Dia pantas mendapatkan pukulanku karena telah berani berselingkuh denganmu. Dan kenapa kau malah yang marah-marah! seharusnya aku yang marah karena kau bermain api dibelakangku!" protes Chanyeol ketika berhasil menyelamatkan telinganya dari jeweran sang istri. Telinga lebar pria tampan itu merah akibat dari perlakuan anarkis istrinya.

"Tsk, kau benar-benar idiot. Siapa yang sedang kau tuduh berselingkuh, huh?" Baekhyun berkacak pinggang tak terima dituduh sembarangan.

"Tentu saja kau!" jawab Chanyeol dengan mantap. Dia kan memang sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri perselingkuhan yang dilakukan sang istri.

"Apa kau punya bukti?!" tantang Baekhyun.

"Kenapa masih bertanya? aku melihat sendiri kau berkencan dengannya disini. Itu sudah cukup sebagai bukti bahwa kau berselingkuh dengannya. Apalagi dia kan mantan kekasihmu."

"Astaga! kami tidak sedang berselingkuh Park Chanyeol! aku hanya sedang berkonsultasi pada Changmin hyung. Dan buang jauh-jauh pikiran burukmu itu."

Chanyeol tak dengan mudah percaya begitu saja atas penjelasan Baekhyun. Hatinya sudah terlanjur dongkol, apalagi Baekhyun malah membela selingkuhannya. Lagipula berkonsultasi tentang apa hingga melibatkan sang mantan kekasih.

"Jika memang kalian hanya sedang berkonsultasi, lalu kenapa akhir-akhir ini kau menjauhiku dan tak mau ku sentuh? bahkan untuk bicara saja kau juga tak pernah menanggapiku."

Baekhyun tak langsung menjawab. Pandangannya beralih pada Changmin yang masuk terduduk dilantai. Lalu kemudian berjalan mendekat untuk membantu Changmin berdiri.

"Maafkan dia, hyung." kata Baekhyun setelah berhasil membawa mantan kekasihnya itu kembali berdiri.

"Tak apa, Baekhyun. Aku mengerti. Dia hanya sedang cemburu. Kau beruntung memiliki suami yang mudah cemburu karena itu artinya dia benar-benar mencintaimu." Changmin tersenyum tulus.

"Terima kasih, hyung. Dan sekali lagi maaf." kata Baekhyun dan diangguki oleh Changmin.

Setelah selesai mengatakan maaf atas nama suaminya. Baekhyun berbalik dan menyeret pergelangan tangan Chanyeol untuk meninggalkan cafe. "Ayo pulang! kau membuatku malu."

"Hei! aku belum selesai menghajarnya!" Chanyeol protes menolak untuk pergi. Namun ketika Baekhyun berbalik dan menatapnya tajam, ia memilih pasrah saja.

.

.

Sepasang suami istri itu sampai dikediaman mereka dengan mobil masing-masing. Sebab tadi Baekhyun dan Chanyeol memang pergi tidak dalam satu mobil. Chanyeol membuntuti Baekhyun, ingat!

Karena ingin menyelesaikan masalah yang terjadi akhir-akhir ini, mereka memutuskan untuk berbicara diruang tengah yang juga berfungsi sebagai tempat bersantai. Sepasang suami istri berkelamin serupa namun berbeda ukuran itu kini tengah duduk saling berhadapan di sofa panjang yang ada diruangan tersebut.

"Jadi katakan padaku kenapa kau berselingkuh?" Chanyeol adalah yang pertama membuka suara meminta penjelasan.

"Tak ada yang berselingkuh, Chan." jawab Baekhyun kalem.

"Lalu kenapa belakangan ini kau menjauhiku dan kenapa juga kau jalan dengannya. Kalian berkenc-aww!" Chanyeol tak sempat menyelesaikan kalimatnya ketika Baekhyun malah melempari dirinya dengan bantal sofa.

"Sudah kubilang aku tidak sedang berkencan atau berselingkuh! aku sedang berkonsultasi padanya, bodoh."

"Berkonsultasi masalah apa?" kali ini nada suara Chanyeol sudah kembali tenang. Ia lega karena Baekhyun mengatakan bahwa istrinya itu tidak sedang berselingkuh.

"Changmin adalah seorang dokter kandungan dan ak-"

"KAU HAMIL?!" kali ini Chanyeol yang memotong ucapan Baekhyun dengan begitu antusias.

Jika Baekhyun mengatakan tengah berkonsultasi dengan dokter kandungan berarti istrinya itu tengah hamil, bukan? dan sebentar lagi ia akan memiliki anak. Otomatis dia akan menjadi seorang ayah.

Ah, betapa senangnya hati Chanyeol.

Namun keantusiasan Chanyeol luntur ketika melihat Baekhyun menundukkan kepala sedih. Dan Chanyeol mulai sadar bahwa tebakannya keliru.

Chanyeol bergeser duduk mendekati sang istri, tangannya terulur untuk membawa Baekhyun kedalam pelukannya. "Baby, kalau kau tidak hamil juga tak apa. Kita bisa mencobanya lagi. Jangan bersedih, hm."

"Hiks...maafkan aku." Baekhyun mulai terisak dan hal itu semakin membuat Chanyeol bertambah panik.

"Tak apa. Aku baik-baik saja asal kau selalu berada disisiku. Tapi berjanjilah untuk tidak menjauhiku lagi. Katakan padaku jika ada yang menganjal dihatimu, oke." Chanyeol berusaha menenangkan Baekhyun yang masih saja terisak dalam pelukannya.

"Maafkan aku." kata Baekhyun lagi diantara tangis pilunya. Chanyeol mengusap lembut punggung istrinya menyalurkan kehangatan.

Setelah dirasa Baekhyun sudah cukup tenang, Chanyeol melepaskan pelukannya lalu membawa wajah Baekhyun untuk mentap padanya.

"Sebenarnya apa yang terjadi, hm. Apa yang kau sembunyikan dariku hingga menemui mantan kekasihmu itu secara diam-diam?"

"Satu minggu lalu aku merasa tak enak badan dan mual-mual. Seperti yang kau pikirkan, aku pun menebak mungkin saja aku sedang mengalami gejala kehamilan. Jadi aku datang pada Changmin seorang dokter kandungan yang sudah cukup aku kenal..." Baekhyun menjeda karena isakannya terdengar lagi.

Tapi Chanyeol yang mengenggam lembut tangannya membuat ia kembali merasa lebih baik.

"Kenapa kau tak bilang padaku? kita kan bisa memeriksakannya bersama." kata Chanyeol dengan lembut.

"Aku hanya ingin memberimu kejutan jika saja aku benar-benar dinyatakan hamil. Tapi..." penjelasan Baekhyun berhenti, satu tangannya ia gunakan untuk mengusap lelehan air mata yang membasahi pipinya.

"Tapi?" tanya Chanyeol dengan raut wajah khawatir. Baekhyun tidak sedang mengidap penyakit berbahaya, kan?

"Ta-tapi se-setelah pemeriksaan yang telah aku lakukan, ternyata aku dinyatakan tidak bisa hamil...hiks..." Baekhyun terisak lagi sementara Chanyeol tak tahu harus merespon seperti apa. Ia syok sekaligus tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Jika boleh jujur, sebenarnya Chanyeol sangat menginginkan kehadiran seorang buah hati diantara keluarga kecil mereka. Hal yang biasa dirasakan oleh sepasang suami istri untuk meramaikan rumah mereka. Namun nyatanya Baekhyun tak dapat memberikannya seorang buah hati. Lalu Chanyeol harus apa?

"...hiks...Chanyeol, kau tak akan meninggalkanku kan?" Baekhyun masih berlinang air mata sembari mengenggam kuat tangan suaminya yang hanya diam mematung tak merespon.

Inilah yang Baekhyun takuti jika berkata jujur pada suaminya. Baekhyun takut jika Chanyeol meninggalkannya karena dia yang tidak sempurna. Karena dia yang tak bisa menjadi istri yang baik seperti istri lain diluar sana. Karena dia yang tidak bisa memberikan Chanyeol keturunan seperti yang telah mereka idam-idamkan selama ini.

Itulah alasan kenapa Baekhyun memilih menghindar seperti yang ia lakukan akhir-akhir ini. Baekhyun takut merasakan sakit dan kecewa.

Dan Baekhyun belum siap jika Chanyeol memilih untuk berpisah darinya.

.

.

.

.

TBC