*~ THANK YOU ~ *

Cast : -Cho Kyuhyun, - Lee Sungmin, - Eric Moon ( Shinhwa ), - Kim Ryeowook, -Kim Jong Woon/Yesung, - And Other..

Rate: T to M

Genre : Hurt/Comfort, Romance

- WARNING! YAOI, Crack Pair(Eric-Sungmin), OOC, Abal, GAJE, EYD amburadul dan Typo dimana-mana

-REVIEW DI TUNGGU!-

Don't Like? Don't Read…!

DON'T COPAS!

Happy Reading…. ^^

.

.

Part 9

.

.

Kyuhyun mendudukan dirinya di tepi ranjang, tangannya terulur untuk mengambil gadget pink milik sang Bunny.

From. Eric Hyung

Minnie-ya.. ini gila. Baru beberapa menit aku sudah sangat merindukanmu.

Terimakasih untuk malam ini. Sampai bertemu besok.

Jaljja.. :*

Kyuhyun mengalihkan pandangannya yang sedari tadi tertuju pada layar ponsel Sungmin yang membuatnya panas menjadi menatap tajam pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.

" Lee Sungmin… ! " geramnya dengan mencengkram erat ponsel di tangannya.


.

.

.


Seperti pagi-pagi sebelumnya, Kyuhyun dan Sungmin sarapan bersama.

Namun ada yang sedikit janggal di pagi ini. Sungmin merasakan Kyuhyun yang biasanya banyak bicara saat sarapan, atau Kyuhyun yang biasanya selalu menggodanya dipagi hari, tak dia rasakan pagi ini. Kyuhyun sarapan dalam diam. Bahkan Sungmin baru menyadari kalau ekspresi kekasih tampannya itu berbeda dari biasanya. Dan kalau Sungmin tak salah ingat, tadi Kyuhyun bangun awal tanpa membangunkannya. Dan tak ada kebiasaan Kyuhyun di pagi hari yang selalu meminta jatah morning kiss. Oh ayolah, bukan Cho Kyuhyun namanya kalau tak diberi jatah setiap pagi.

Tapi….

Pagi ini sangat jauh berbeda. Kyuhyun yang bangun terlebih dahulu, tanpa mempedulikannya langsung masuk kamar mandi. Dan setelah mandipun Kyuhyun tak banyak bicara, hanya sedikit menanyakan ini dan itu, seperti. Bajuku dimana? dasiku dimana? dan hal-hal kecil lainnya.

.

Sungmin kembali mencuri pandang pada namja tampan dihadapannya. menunggu kekasihnya itu untuk membuka suara, namun sepertinya tak ada tanda-tanda namja tampan dihadapan Sungmin akan berucap. Dia masih diam sambil mengunyah roti bakar dihadapannya tanpa ekspresi. Sungmin yang merasa sudah tak tahan, akhirnya memutuskan untuk bersuara terlebih dahulu.

"Kyunnie.. ad-"

"Mulai hari ini kau menggantikan Ryeowook!" Kyuhyun akhirnya berucap dan memotong perkataan Sungmin.

"Eh? Maksudmu?"

"Mulai hari ini kau menjadi sekretarisku!" Sungmin diam sejenak. Perkataan Kyuhyun yang menyerupai perintah itu sangat membuatnya bingung. Menjadi sekretarisnya? bukankah dia sekretaris Eric?

"Tapi kenapa tiba-tiba Kyu?" Sungmin masih berusaha bertanya selembut dan setenang mungkin.

"Apanya yang tiba-tiba Min? kau tau sendirikan Ryeowook hamil? Dan aku memberinya cuti selama kehamilan sampai kelahiran anaknya."

"Iya aku tau. Tapi…"

"Wae? Kau tak mau menjadi sekretarisku Sungmin?"

Sungmin?

Baru kali ini Kyuhyun memanggilnya seperti itu. ada sedikit sesak didada Sungmin saat mendengarnya. Ada apa dengan Kyuhyun-nya saat ini?

"Bu..Bukan begitu Kyu.. hanya saja ini terlalu mendadak."

"Hari ini bereskan semua barangmu dari meja kerja lamamu. Dan pindah ke tempat Ryeowook"

Sungmin diam. Membantahpun tak akan mungkin, kalau Kyuhyun sudah bicara seperti itu, berarti itu mutlak harus dituruti. Tapi, bagaimana dengan Eric? Apakah dia sudah mengetahuinya?

"Nanti aku akan bicara dengan Eric hyung. Dan aku akan mencarikan sekretaris sementara untuknya sebelum mendapatkan sekretaris yang baru." Seolah mengetahui apa yang dipikirkan namja cantiknya Kyuhyun berkata tanpa menoleh kearah Sungmin sedikitpun.

Sungmin yang sedikit terkejut akhirnya memilih untuk menganggukan kepala tanda ia menyetujui perkataan kekasihnya itu.

.

.

.

Di dalam mobil suasana kembali kaku. Kyuhyun masih bertahan dalam diamnya. Dia hanya menatap lurus kedepan tak memperdulikan Sungmin yang selalu mencuri pandang disampingnya.

Sungmin sebenarnya ingin bertanya apa yang terjadi, namun dia memilih diam untuk saat ini. Dia hanya menganggap Kyuhyun sedang dalam menghadapi masalah pekerjaan yang rumit. Dan dia memutuskan untuk bertanya nanti saat suasana sudah tak sekaku saat ini.

.

.

.

.

Sesampainya di kantor, Sungmin langsung menuju meja kerjanya dan membereskan semua barang miliknya. Beberapa saat yang lalu dia mengetuk pintu ruangan kerja Eric. Namun sepertinya namja tinggi itu belum samapai di kantor.

"Sungmin-ah, apa yang kau lakukan?" suara dibelakang Sungmin menghentikan gerakan tangan mungil yang sedari tadi membereskan semua dokumen beserta alat-alat tulis lainnya kedalam kardus kecil.

Sungmin berbalik, dan mendapati Eric yang kini berdiri dihadapannya. "Hyung, hari ini Ryeowook tak bekerja lagi. Dan Kyuhyun memintaku untuk menggantikan Ryeowook."

"Maksudmu menjadi sekretaris Kyuhyun?"

Ada raut kecewa dan juga kesal dalam ekspresi Eric.

"Ne…"

"Tapi kenapa tiba-tiba?"

Oke, Eric tau Kyuhyun yang memegang kendali di perusahaan ini. namun setidaknya dia mendiskusikannya terlebih dahulu dengannya bukan?

Eric menatap Sungmin yang hanya diam. Diapun berinisiatif untuk mengganti topik pembicaraan.

"Aah.. Min. apa semalam kau langsung tidur saat sampai ke rumah?"

"Ani. Waeo hyung?"

"Tak apa-apa, hanya saja kau tak membalas pesanku."

"Pesanmu?" Sungmin menatap Eric bingung.

Pesan apa? Dia tak merasa membaca pesan dari Eric.

Dengan cepat, Sungmin merogoh Gadget Pink yang tersembunyi dibalik jas kerjanya. Melihat ponselnya, tak ada pemberitahuan pesan masuk. Dia pun membuka folder pesan masuk. Dan seketika itu pula manik rubah milik Sungmin membulat sempurna. Menatap pesan yang dibacanya dan Eric bergantian.

"Hyung, apa kau mengirim ini untukku?"

"Emm.. wae?"

"Aah.. ani.. Mianhae hyung aku tak sempat melihat pesanmu. Setelah selesai mandi aku langsung tertidur" kilah Sungmin.

"Oh begitu. Ne.. tak apa-apa Sungmin-ah.." dengan senyum dibibirnya, Eric mengacak pelan surai hitam Sungmin. Sungmin membalas senyuman Eric. Namun tidak dengan hatinya.

Sekarang dia menemukan jawabannya. Jawaban atas sikap Kyuhyun yang aneh pagi ini. Kyuhyun pasti membaca pesan dari Eric untuknya. Kyuhyun pasti sudah salah paham.

.

.

"Ekhem.." Sungmin langsung mematung ditempat. Dia tau betul pemilik suara yang berdehem di belakangnya. Dengan ragu, dia membalikan tubuhnya dan mendapati Kyuhyun telah berdiri dihadapan mereka.

Kyuhyun datang bukan diwaktu yang tepat. Saat ini Eric masih setia mengacak-acak rambutnya dengan sedikit bercanda.

"Ee..h.. Kyuhyun-ah.." dengan sedikit kikuk, Eric menarik telapak tangannya yang masih setia di atas kepala cantik Sungmin.

"Hyung. Kebetulan kau ada disini…" Kyuhyun memberikan sedikit jeda. Setelah memandang Eric dan Sungmin bergantian, dia kembali berucap.

"Hyung, mulai sekarang Sungmin akan menggantikan Ryeowook. Dan untuk sementara waktu, Henry akan menjadi sekretarismu sebelum ada sekretaris yang menggantikan Sungmin."

Kyuhyun menggeser sedikit badannya. dibelakang tubuh tingginya, namja manis tengah tersenyum dan membungkuk dihadapan Eric dan Sungmin.

"Dia Henry. Dia sebenarnya bekerja di bagian Produksi, namun untuk sementara waktu dia menjadi sekretarismu hyung. Aku memilihnya karena dia bekerja cukup bagus." Lanjut Kyuhyun memperkenalkan namja yang lebih pendek disampingnya.

"Oh baiklah Kyu… tapi ini terlalu mendadak." Eric menatap sang adik dengan tatapan kesal yang sangat kentara jelas. Dia sebenarnya bukan membenci Kyuhyun. hanya saja dia masih belum bisa berjauhan dari Sungmin.

"Henry pintar hyung, kalau sekarang Sungmin memberitaukan apa yang harus dia kerjakan, dia pasti akan langsung mengerti." Ucap Kyuhyun. kemudian dia menatap Sungmin yang masih berdiri ditempatnya dengan kaku.

"Min.. kau beritau apa saja yang harus dia kerjakan. Setelah itu langsung ke ruanganku"

"Ne.. Kyu.."

.

Sepeninggalnya Kyuhyun, Sungmin mengajari Henry beberapa hal yang harus dia kerjakan. Kyuhyun benar, Henry memang pintar. Hingga Sungmin tak harus susah payah mengajarinya.

Sementara itu, Eric hanya menatap keduanya kesal. Dia tak habis pikir, kenapa bukan Kyuhyun saja yang mendapatkan sekretaris baru untuk menggantikan Ryeowook. Tanpa harus membawa sekretaris-nya. Oke, lagi-lagi dia tau. Sungmin masih bersetatus sebagai kekasih Kyuhyun, dan mungkin Kyuhyun ingin lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan Sungmin. tapi, bukankah dulu Kyuhyun pernah bilang, alasan dia kenapa memilih sekretaris Ryeowook dibandingkan Sungmin kekasihnya karena dia takut mengganggu konsentrasi kerjanya kalau harus berdekatan dengan sang kekasih. Namun kenapa saat ini dia malah ingin Sungmin menjadi sekretarisnya?

"Hyung, sepertinya aku tak perlu khawatir Henry-ssi menggangtikanku. Dia sangat cepat tanggap."

Eric yang tersadar dari lamunannya kini menatap Sungmin tajam.

"Jadi sekarang kau akan menjadi sekretarisnya Kyuhyun?"

"Ne.. hyung. Jeongmal mianhae…"

"Tidak, bukan salahmu Min. baiklah.. aku akan membantumu membawa barang-barangmu ke tempat Ryeowook."

Eric mengangkat kardus kecil diatas meja kerja Sungmin kemudian setelah pamit terlebih dahulu pada Henry, dia berjalan untuk mengantarkan semua barang Sungmin ke tempat kerja barunya. Yang diikuti Sungmin disampingnya.

Sungmin diam mensejajarkan langkahnya dengan Eric. Dia tak berbicara apapun, pikirannya masih tertuju pada pesan Eric yang pasti dibaca oleh Kyuhyun. sedangkan Eric pun diam. Dia tak tau lagi setelah ini harus bagaimana. Dia pasti akan sulit untuk bertemu dengan Sungmin. tak akan ada alasan lagi untuk menemui Sungmin diluar jam kerja. Karena sekarang Kyuhyun yang menjadi atasan Sungmin.

.

.

.

.

Setelah membereskan meja kerja Ryeowook yang sekarang menjadi meja kerjanya, Sungmin melangkah dengan ragu menuju pintu ruangan Kyuhyun di sebelah kanan meja kerjanya.

Tok,,Tok,,

"Kyu, aku boleh masuk?" Sungmin membuka sedikit pintu ruangan itu dan hanya menyembulkan kepalanya. Kalau saja suasana mereka sedang tidak canggung, Kyuhun akan menyambutnya dengan senyum gembira dan dipastikan akan langsung menerkam kelinci cantiknya karena sangat menggemaskan dengan posisinya saat ini yang melongokan kepala kedalam.

Namun, yang terjadi saat ini. Kyuhyun mengangkat kepalanya sekilas untuk menatap Sungmin dan kembali menunduk untuk membaca berkas yang sedari tadi di pelajarinya. "Masuklah.." ucapnya singkat.

.

Sungmin berjalan gelisah semakin mendekati meja Kyuhyun. dia harus meluruskan kesalah pahaman ini. Kyuhyun sudah pasti salah paham dengan isi pesan dari Eric. Tapi, Sungmin masih ragu harus berkata mulai darimana. Dan dia juga masih ragu apakah ini waktu yang tepat, mengingat Kyuhyun masih larut dalam berkas yang dibacanya.

Dengan sekali tarikan nafas dalam, Sungmin memutuskan untuk membicarakannya saat ini juga.

"Kyunnie… sebe-"

"Jangan katakana apapun. dan kembalilah bekerja!" Kyuhyun memotong perkataan Sungmin.

tanpa menatap Sungmin sedikitpun, Kyuhyun mengambil beberapa berkas disampingnya dan menyerahkan berkas-berkas tersebut pada Sungmin dengan tatapannya kini fokus pada layar laptop didepannya.

"Pelajari dulu berkas-berkas ini. Nanti siang berikan pada Yesung hyung." Ucapnya Tanpa melihat Sungmin sedikitpun.

"Kyunnie.. aku-"

"Sudah kubilang cepat kerjakan Sungmin!"

Lagi-lagi Kyuhyun memotong ucapan Sungmin yang berusaha ingin menjelaskan semuanya. Dan lagi-lagi Sungmin merasakan sesuatu menghantam ulu hatinya.

Sungmin?

Kyuhyun kembali memanggil dirinya dengan sebutan sedingin itu.

Sungmin diam, dia pergi dari ruangan itu dengan perasaan perih. Yah, dia mengakuinya kalau itu memang mutlak kesalahannya. Dia sudah menghancurkan kepercayaan Kyuhyun selama ini. Tak diucapkan dengan kata-katapun dia tau, dia sudah menghianati kekasih tampannya itu.

.

Sementara itu, Kyuhyun menatap pintu ruangannya yang kini tertutup dengan berbagai macam perasaan yang berkecamuk dihatinya. Sakit, kecewa, benci, dan juga marah bercampur menjadi satu.


.

.

.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Hingga satu bulan telah berlalu.

Hubungan KyuMin semakin memburuk. Kyuhyun semakin mengabaikan Sungmin. dan ada satu lagi yang lebih membuat Sungmin sakit. Kyuhyun yang sekarang sangat possessive. Sungmin akui dari dulu Kyuhyun memang sedikit possessive, namun sekarang menjadi lebih parah. dalam waktu yang sama, Kyuhyun mempunyai dua kepribadian. Possessive namun sangat mengabaikan Sungmin disampingnya. Kyuhyun tak pernah membiarkan Sungmin keluar menemui kliennya, Sungmin tak dibiarkannya menerima telepon selain dari klien atau tamu penting. Namun disisi lain, Kyuhyun tak mempedulikan Sungmin. dia tak menganggap Sungmin ada disampingnya. Seolah kepercayaannya untuk seorang Lee Sungmin sudah tak ada lagi di dalam dirinya. Dan itu semakin membuat Sungmin sakit. Semakin membuat Sungmin tersiksa. Kyuhyun tak pernah memberikan kesempatan padanya untuk menjelaskan semua masalahnya. Setiap Sungmin berusaha menjelaskannya, Kyuhyun selalu memotong semua perkataan Sungmin.

Akan lebih baik kalau Kyuhyun memakinya, memarahinya habis-habisan atau bahkan menyiksanya. Asal jangan mengabaikan dan tak mempercayainya seperti ini.

.

.

"Sungmin-ah.." Sungmin yang berjalan dengan tatapan kosong tersadar kala seseorang menyerukan namanya dengan lembut.

Lembut?

Yah, lembut. dia baru merasakan lagi ada seseorang yang memanggilnya seperti itu. karena Kyuhyun-nya tak pernah lagi memanggilnya selembut itu. dengan malas, Sungmin menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

"Hyung..?"

Eric mendekat dan sedikit mengernyit kala melihat keadaan Sungmin yang jauh dari kata baik-baik saja. pipi mulus yang tadinya chubby menggemaskan kini sedikit tirus, dilengkapi lingkaran hitam yang menghiasi kedua manik rubah itu sangat tak sedap dipandang, dan bisa Eric pastikan, kedua manik indah dihadapannya itu pasti sering mengeluarkan air mata.

Mereka memang bekerja dalam satu gedung, hanya beda lantai. Tapi rasanya seperti bekerja dalam gedung yang berbeda, dalam Kota bahkan Negara yang berbeda. Sangat sulit sekali untuk menemui Sungmin. dan beruntunglah kali ini Eric tak sengaja melihat Sungmin dilantai bawah gedung perkantoran tersebut.

"Min, apa kau baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja hyung.."

"Kau tak bisa berbohong Sungmin-ah.. apakah terjadi sesuatu?"

Sungmin diam. Dan Eric bisa menebaknya kalau dia berada dalam masalah besar. Dan kalau Eric boleh menebak, pasti ada kaitannya dengan Kyuhyun.

"Sung-"

"Sungmin..!"

Eric yang berniat untuk kembali berucap menjadi bungkam kala seruan kesal terdengar dari belakang mereka.

.

Kyuhyun menatap Eric dan juga Sungmin dengan kesal. Dengan cepat dia mencengkram pergelangan tangan Sungmin kuat hingga menimbulkan ringisan kecil dari bibir tipis Sungmin. eric yang melihatnya makin yakin kalau ada masalah yang terjadi, dan dia juga yakin masalahnya berhubungan dengan dirinya juga. 'Mungkin Kyuhyun mengetahui kedekatannya dengan Sungmin?' pikir Eric. Dan dia makin yakin dengan dugaannya karena selama satu bulan ini semua pesan ataupun panggilan untuk Sungmin tak pernah Sungmin jawab satupun.

"Hyung,kebetulah kita bertemu. Aku memang akan menemuimu." Suara bass Kyuhyun membuyarkan kecanggungan yang sejenak tercipta.

"Oh, ada apa Kyuhyun-ah..?"

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. ayo kita makan siang bersama hyung.. kau juga ikut Min.."

Eric melirik Sungmin sekilas sebelum meng'iya'kan ajakan Kyuhyun.

.

.

Dan disinilah mereka..

Duduk di salah satu meja yang terdapat di Café dekat kantor mereka.

Sungmin duduk disamping Kyuhyun, sedangkan Eric duduk tepat berhadapan dengan Sungmin. sebenarnya Sungmin sedikit risih juga dengan posisi seperti itu. dia bisa dengan langsung bertatapan dengan Eric.

"Apa yang ingin kau bicarakan Kyu?" Eric membuka suara.

"Aaah.. ini mengenai sekretaris barumu, hyung."

Kyuhyun berusaha berbicara setenang mungkin, walau tak dapat dipungkiri tatapan tajamnya ia layangkan pada Eric sedari tadi.

"Aku sudah menyeleksi beberapa orang yang memasukan cv mereka ke perusahaan kita Kyu.."

"Kalau ada yang lolos masukan saja mereka di devisi lain. Aku sudah memilihkan sekretaris untukmu. Ayahmu yag mengirimnya dari kantor pusat. Hyung.."

"Eh? Appa?"

"Ne.. Ayahmu bilang, Kim Namgil ahjussi sudah diberikan sekretaris tetap. Jadi sekretaris sebelumnya dipindahkan kesini."

"Kim Namgil ahjussi?" Eric sedikit mengernyit. Ada sedikit perasaan tak enak mendengar kata sekretaris Kim Namgil tersebut.

"Ne.. kurasa kau sudah bisa menebaknya. sekretarismu yang dulu Hyung.. aah itu dia. Yyaa! Di sini..!" Kyuhyun mengangkat tangannya dan berseru sambil melambai kearah pintu café yang baru saja terbuka. Menampilkan sesosok namja manis yang kini berjalan menghampiri mereka.

Senyum bahagia terpancar jelas di wajah stoic Kyuhyun. Sungmin yang sedari tadi diam hanya bisa memandang sosok manis yang semakin dekat kearahnya. Sedangkan Eric yang masih belum selesai mencerna pembicaraanya dengan Kyuhyun beberapa saat lalu hanya bisa membulatkan matanya kala sosok yang sangat dikenalnya tersenyum dihadapannya.

Dia… sekretarisnya dulu..

"Kyunnie~~…"

"Hyung…."

"Bogoshippo… yaa! kau tambah tinggi saja chagii…"

DEG…

Sungmin yang sebelumnya tidak terlalu mempedulikan namja manis yang menghampiri mereka, merasakan dirinya terjatuh kedalam jurang yang terdalam kala mendengar ucapan-ucapan beserta kejadian yang kini dia saksikan dihadapannya.

Setelah mendengar ucapan manja namja manis tadi, kini Sungmin harus menguatkan hatinya kala melihat Kyuhyun berdiri dari kursinya dan namja tersebut memeluk erat tubuh kekasihnya itu. Dan jangan lupakan, Kyuhyun juga membalas setiap perlakuan yang namja itu berikan.

Siapa dia?

Apa hubungannya dengan Kyuhyun?

"Cha.. Hyung, duduklah disini" Kyuhyun menggeser kursi disebelah Eric dan mempersilahkan namja itu untuk mendudukan dirinya disana.

Apa lagi ini? Kyuhyun memperlakukannya dengan sangat manis.

"Hyung, aku tak perlu memperkenalkan kalian bukan? dia sekretarismu saat bekerja di kantor pusat. Bukankah begitu?" Kyuhyun yang telah kembali duduk menatap Eric yang masih diam memperhatikan namja manis yang kini duduk disampingnya.

"Annyeong. Eric hyung.. akhirnya kita bisa bekerja sama lagi" ucap namja manis itu riang sambil menyodorkan tangannya kehadapan Eric.

Dengan kaku, Eric menatap Sungmin dan Kyuhyun bergantian, kemudian kembali menatap objek disampingnya. Tangannya terulur untuk membalas jabatan tangan mungil tersebut.

"Ne.. Hyesung-ah.." ucapnya susah payah.

"Aah.. Hyesungie hyung, ini Lee Sungmin. Sungmin, ini Shim Hyesung. Dia yang akan menggantikan posisimu menjadi sekretaris Eric hyung." Kyuhyun mengenalkan namja manis yang bernama Hyesung itu kepada Sungmin bergantian.

"O'ooww… jadi ini yang bernama Lee Sungmin. Annyeong Sungmin-ssi. Aku sudah sering mendengar tentangmu." Hyesung memukul lengan Kyuhyun sekilas sebelum akhirnya mengajak Sungmin untuk berjabat tangan.

"Jangan berlebihan Hyung." Kyuhyun memutar bola mata malas.

"N..Ne..?" dengan ragu Sungmin membalas jabatan tangan Hyesung. Dia masih belum mengerti akan keadaan sekarang ini.

.

Setelah perkenalan singkat itu, mereka kembali pada kegiatan makan siang mereka. namun sepertinya hanya dua orang yang menikmati menu makan siang kali ini.

Yah,, dua orang. Kyuhyun dan juga Hyesung. Mereka makan dengan sesekali saling melontarkan candaan. Bahkan tak jarang Hyesung bersikap manja pada Kyuhyun. mereka persis seperti pasangan kekasih yang tengah melepas rindu setelah lama terpisah. Tak menghiraukan sekeliling. Bahkan perhatian Kyuhyun sepenuhnya tersedot oleh objek yang kini menggembungkan pipi lucu dihadapannya. tak menghiraukan Sungmin yang menahan sakit menyaksikan semua itu. sementara Eric, sedari tadi dengan leluasa bisa memandang Sungmin dihadapannya. meskipun sedikit terusik dengan kehadiran Hyesung. Namun dia lebih memilih untuk menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Sudah lama dia tak melihat Sungmin. dan sekarang saat Sungmin berada dekat dengannya, meskipun tak bisa banyak berkomunikasi, namun hanya dengan menatapnya saja itu sudah lebih dari cukup.

.

.

Setelah mendapat panggilan dari Yesung, Kyuhyun dengan sangat terpaksa harus mengundurkan diri terlebih dahulu. Dengan membawa Sungmin bersamanya, dia meninggalkan Eric yang kini menjadi kaku ditinggal berdua dengan sekretaris barunya.

"Lama tak bertemu. hyung.." setelah mereka berdua-KyuMin- pergi, Hyesung membuka suara.

"Kenapa kau berada disini?" ucap beserta tanya Eric tanpa menoleh kesamping.

"Kurasa Kyuhyun sudah memberitaumu. Kim sajangnim sudah mendapatkan sekretaris baru. Dan aku kembali menjadi sekretarismu."

"oke! Hanya sekretaris.."

"Memang seperti itu. aah.. apa kau menyukai Lee Sungmin. ke-ka-sih adikmu, hyung?" Tanya Hyesung dengan menekankan kata kekasih dalam ucapannya.

"Jangan so'tau" Eric tak berniat menimpali perkataan Hyesung di sampingnya yang memang benar adanya.

"Aku tau. Bukan so'tau. Aku tau dari caramu menatapnya. Sama persis dengan tatapanmu dulu yang hanya kau tujukan padaku. Hyung.." Hyesung mengalihkan pandangannya kesamping tepat menatap Eric yang kini menatapnya penuh kebencian. Mereka diam. Tak ada yang berucap kembali.


.

.

.


Di dalam sebuah kamar Apartment. Seorang namja berkepala besar yang biasa dipanggil Yesung tidur terlentang dengan kedua mata sipitnya menatap lurus langit-langit kamarnya. Sedangkan tangan sebelah kirinya dia rentangkangkan untuk menjadi bantal sang kekasih mungil yang kini meringkuk dalam dekapan hangatnya.

"Apakah hubungan mereka sekarang separah itu hyung?" Tanya Ryeowook dengan jari telunjuknya memainkan kancing kemeja sang kekasih.

"Aku juga tak mengerti chagi.. sepertinya Kyuhyun sudah mengetahui hubungan Eric hyung dan juga Sungmin."

"Hyung, apa kau yakin kalau Sungminnie mengkhianati Kyuhyun? aku.. meskipun mempunyai kecurigaan sepertimu, tapi aku tak yakin Sungminnie berselingkuh."

"Entahlah, kita hanya bisa berharap mereka dapat menyelesaikan masalahnya."

"Aku sebenarnya ingin menemui Sungminnie,tapi sepertinya susah sekali. Dia tak pernah menghubungiku, setiap weekend pasti ada Kyuhyun di Apartmentnya."

Yesung memeluk tubuh mungil dalam dekapannya. Dia tau Ryeowook dan Sungmin sangat dekat. Kekasih mungil yang sebentar lagi akan menjadi 'istrinya' itu pasti saat ini ingin berada disamping Sungmin, menguatkan sahabatnya yang tengah dalam masalah. Namun mereka juga tak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa berharap semuanya kembali baik.


.

.

.


"Kyuu… hhmmpptt.. Kyu.. lepas.. hmmppttt"

Sungmin berusaha untuk melepaskan tautan bibir kasar Kyuhyun. saat ini Kyuhyun tengah mencumbunya dengan sangat kasar. Sungmin yang telah lelah berontak, akhirnya hanya bisa diam dengan mata terpejam dan mengerutkan keningnya kuat.

Setetes Kristal bening sukses jatuh dari kedua manic foxy indahnya.

Seolah tak mempedulikan rasa asin air mata yang tercecap oleh lidahnya, Kyuhyun makin melumat dan menggigit bibir Sungmin kasar. Bahkan kini bibir pinkish itu sedikit lecet dan mengeluarkan darah.

Tautan keduanya terlepas. Sungmin yang sudah tak bisa menopang berat tubuhnya ambruk dihadapan Kyuhyun. Sungmin menyandar pada dinding kamar. Tangannya yang bergetar hebat memeluk kedua lututnya yang tertekuk.

Tak ada Kyuhyun-nya yang dulu..

Kyuhyun yang selalu menyentuh tubuhnya dengan lembut. kini kelembutan itu tak dirasakannya lagi. Kyuhyun yang sekarang tak Sungmin kenali, Kyuhyun yang selalu memperlakukannya dengan kasar saat menyentuhnya benar-benar tak Sungmin kenali. Bahkan Kyuhyun pernah melampiaskan hasratnya beberapa kali dengan kasar, tak memperdulikan tangis kesakitan Sungmin. Kyuhyun memperlakukannya seolah-olah merasa jijik terhadap tubuh mulus Sungmin. tak ada kata-kata manis yang selalu terucap kala mereka bercinta, tak ada desahan-desahan dengan memanggil nama Sungmin kala mereka mencapai puncak kenikmatan. Yang ada hanya tatapan tajam dan jijik Kyuhyun layangkan pada Sungmin, dan tatapan nanar Sungmin kala membalas tatapan tajam sang kekasih.

"Mianhae.. hikz… jeongmal mianhae.." hanya kata-kata itu yang selalu terucap dari bibir bergetar Sungmin.

Kyuhyun yang masih berdiri di hadapan Sungmin hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat setiap mendengar bisikan tersiksa Sungmin.

"Kyunnie.. kau harus mendengarku kali ini." Sungmin berusaha berdiri. Kali ini dia harus menjelaskan semuanya. Selama satu bulan terakhir Kyuhyun tak pernah memberikan kesempatan untuknya berbicara.

"Jangan katakan apa-apa!" ucap Kyuhyun ketus.

"Kyunnie, kau harus mendengarnya. Aku dan Eric hyu-"

"Sudah kubilang jangan katakan Lee Sungmin!" Sungmin tersentak mendengar Kyuhyun yang berteriak dihadapannya. dengan menguatkan hatinya, kali ini Sungmin tak akan menuruti Kyuhyun untuk diam.

"Kyu.. kau harus tau.."

"Aku tau..! aku tau semuanya! Kau tak usah memberitaukannya. " Kyuhyun kembali memotong pembicaraan Sungmin.

"Tapi Kyu.."

"Sudah kukatakan. aku tau! Aku tau selama ini kedakatanmu dengannya. Aku tau semuanya Lee Sungmin! aku tau!" kini Kyuhyun benar-benar melampiaskan semua kekesalan dihatinya.

"Kyu, kumohon percayalah. Aku dan Eric hyung tak ada hubungan apa-apa."

"Cih..! berhenti berbicara Lee Sungmin! apa kau pikir akan ada yang percaya? Aku tau selama ini kalian sering bertemu dibelakangku. Kalian selalu bertukar pesan dengan kata-kata romantis. Kalian selalu berteleponan setiap malam saat aku tertidur. Aku tau itu. AKU TAU! DAN AKU SANGAT MUAK! "

"Kyu…" lirih Sungmin. dia takut. Baru kali ini Kyuhyun sebegitu marahnya padanya.

"Aku benar-benar kecewa Lee Sungmin! SHITTTT… Eric sialan! Dia sama saja dengan Ayahnya!"

"Kyu..!"

"WAE? KAU INGIN MEMBELANYA? AAHH.. ATAU KAU INGIN MENGATAKAN KALAU KAU MENCINTAINYA? MENGINGINKAN BERSAMANYA? SILAHKAN LEE SUNGMIN! PERGI SAJA PADANYA! AKU MUAK DENGAN KALIAN BERDUA!"

Braaakkk….

Tanpa memberikan kesempatan pada Sungmin untuk berucap, Kyuhyun meninggalkan Sungmin dan menutup pintu kamar dengan sangat keras. Kyuhyun bukannya tak memberikan Sungmin kesempatan untuk berbicara. Sejujurnya, dia hanya teramat takut jika harus mendengar kebenaran yang sesungguhnya dari mulut Sungmin. dia tak ingin mendengar fakta bahwa kekasih cantiknya mencintai orang lain. dia tak ingin mendengar fakta kedekatan Sungmin dengan Eric dari bibir Sungmin langsung.

Percayalah…

Cho Kyuhyun sangat takut dengan kata-kata yang barusan terucap kasar dari mulutnya.

.

.

Sungmin kembali melorotkan tubuhnya kelantai. Hatinya sakit, teramat sangat sakit mendapat bentakan beserta cacian dari Kyuhyun. namun itu lebih baik daripada Kyuhyun hanya diam dan mengacuhkannya.

Kyuhyun kini sudah tak percaya lagi padanya, Sungmin beberapa kali memukul kepalanya brutal. Dia memang bodoh, bodoh telah terjerat oleh pesona yang Eric berikan. Dan dengan sangat bodohnya dia bisa menghianati kekasih yang sangat dicintainya.

kepercayaan Kyuhyun sudah hilang, tak ada lagi kepercayaan untuk dirinya. Dirinya sudah sangat mengecewakan Kyuhyun.

"Mianhae Kyu.. mianhae.. aku benar-benar tak pantas lagi untukmu"


.

.

.


Sungmin menutup pintu kerja Kyuhyun dengan hati rapuh. Perlahan, dia kembali membalikan badannya untuk sekedar melihat ke dalam. Tempat dimana Kyuhyun sering menghabiskan waktunya untuk bekerja. Dengan helaan nafas berat yang sejak tadi menenmaninya, Sungmin menutup pintu itu dan berjalan menjauh.

.

.

Langkah Sungmin terhenti kala menangkap siluet tinggi yang sangat dikenalinya. Dia memilih untuk menyembunyikan tubuh mungilnya dibalik tembok besar kala sosok yang selalu dikaguminya semakin mendekat, saat ini Sungmin merasa dirinya seperti seorang pecundang, tak berani menunjukan diri. Namun hatinya yang mengendalikan semuanya, agar dia berbuat seperti itu.

Dengan nanar, Sugmin dapat melihat wajah ceria kekasihnya yang tengah berjalan sambil bercengkrama bahkan bercanda dengan namja manis disampingnya. Kyuhyun-nya sangat bahagia. Tatapan hangat dan senyuman tulus itu tak pernah lagi Sungmin dapatkan untuknya. Tapi, kini Sungmin melihat Kyuhyun memberikan itu semua pada namja disampingnya.

Sakit…

Itulah yang kini dia rasakan. Bahkan dari balik tembok yang tak memiliki jarak jauh dari dua objek yang diperhatikannya, Sungmin dapat mendengar percakapan-percakan ringan namun sarat akan kebahagiaan mereka.

"Yaa.. bocah sialan! Besok kau harus membawa selimut sendiri. Kau tau? Semalam aku tidur tak memakai selimut gara-gara kau gulung tubuh tinggimu itu dengan selimut milikku."

"Aigooo… hyungie.. kau pelit sekali. sekian lama kita tak bertemu, kenapa kau selalu memarahiku? Mmm.. tapi sepertinya saat aku bangun kau juga memakai selimut, bahkan memelukku."

"Ish.. itu karena aku sudah tak tahan kedinginan. Jadi aku menarik paksa selimutmu… mwo? Memelukmu? jangan ngawur Kyunnie-ya, justru kau yang memelukku."

"Arraseo… arraseo.. haiiiissshh.. aku benar-benar merindukan Hyesungie-ku yang seperti ini."

"Yyaa! Panggil aku hyung!"

"Shireoo…"

"Yyaa!"

NYUT….

Hati Sungmin kali ini benar-benar teriris. Siapapun Hyesung bagi Kyuhyun. namja itu, namja yang baru beberapa hari datang ke Korea dan menjadi sekretaris Eric itu sudah sangat menyedot perhatian Kyuhyun sepenuhnya. Bahkan mereka berkomunikasi dengan saling mengucapkan panggilan sayang.

Sungmin menekan dadanya yang sesak. Apakah dia sudah tak ada lagi di hati Kyuhyun?

Kyuhyun sudah tak mempercayainya, dan dia pantas mendapatkan itu semua. Kyuhyun sudah sangat kecewa padanya. Mungkin Kyuhyun bahagia bersama namja yang kini berjalan riang disampingnya sambil mengacak surai ikal milik Kyuhyun.

.

Sungmin sudah memutuskan. dan dia yakin ini keputusan yang harus dia ambil, Kyuhyun pantas bahagia, dan bukan dia yang bisa membahagiakannya karena dia hanya akan selalu menyakitinya.

Dengan tangan bergetar, Sungmin meogoh saku celananya, mengambil gadget pink miliknya, dan berusaha menghubungi seseorang.

"Hyung, ada yang ingin aku bicarakan. Bisakah kita bertemu sekarang?"

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan melewati meja Sungmin, masih kosong..

Dia melanjutkan langkahnya menuju ruangan kerjanya.

Kedua obsidian kelam itu menatap tajam sesuatu yang tergeletak di atas meja kerjanya.

Sebuah surat pengunduran diri…

Tapi bukan itu yang membuat cengkramannya pada kursi mengeras, diatas surat pengunduran diri itu terdapat sebuah note pada secarik kertas.

Kyunnie, jeongmal mianhae…

Mungkin kata-kata maafku tak akan pernah cukup.

Tapi, aku selalu saja ingin mengatakannya.

Aku sudah banyak menyakitimu, dan aku tak pantas mendapatkan maaf darimu.

Namun sekali lagi, aku selalu ingin menyerukan kata tersebut meskipun tak pernah pantas keluar dari mulut kotorku.

Jeongmal mianhae Kyunnie, aku hanya ingin kau bahagia.

Aku harus pergi..

Berjanjilah, kau akan hidup dengan bahagia tanpaku.

Lee Sungmin.


.

.

.

_T.B.C_

.

.

.


#NyiapinPanciBuat Tameng# Hallooooo….. Part 9 hadir niiii…

*sayyah merasa chapter ini gagal segagal-gagalnya. Niat bikin hurt yang benar-benar HURT, tapi GATOT… GagalTotaaaaalll… malah ANEH bin GaJe..Hikz..#DiJitakReadersRame2

*Chapter kemaren kayanya pada kompakan marah-marah.. apalagi ada yang sampe jitak sayyah segala loh. Aduh jangan jitak-jitak pala cantik sayyah dong, nanti Sungjin bebep marah*Jdeeeeeerrrr* Kkkkk,,,,

*Dan sepertinya, Chapter ini bahkan beberapa Chapter kedepan, para pemirsah masih pada bakalan demo deh.#NgemutLollipop

Hmmm… tenang saja pemirsah... kita berdoa saja bareng pasangan YeWook. semoga masalah Uri KyuMinnie cepat selesai.

Kalo sayyah ga' berubah pikiran, 2 atau 3 chapter lagi deh konflik mereka selesai. Soalnya sayyah juga ga' mau nyiksa mereka lama-lama. tak tega ciiiiinnn… *alay*

*tentang penyakit Siwon, Chapter depan kita bahas..

*Noh,,, yang minta dihadirkan cast lain untuk si Eric, sayyah udah seret Hyesung dari dorm Shinhwa. kkkkk,,,

*Dan yang minta Eric cepet pergi. Mmm,,, sebentar lagi dia bakalan di seret Hyesung kembali ke Jepang ko. Eh? #Keceplosan

*okke,, Kritik dan Saran yang membangun sangat di terima dengan lapang dada..

*Sekarang saatnya kalian suntik semangat nulis sayyah dengan nongkrong di kotak Review..

ayo buruan review.. jangan jadi Siders terus, sayyah miris lihat Siders yang bejibun. Huft…

*Dan lagi, Welcome to New Reader.. makasih sudah menyukai dan Review ff'y..

*Lagi-lagi keluhan sayyah kehilangan Reviewers.. Readers yang biasa Review pada kemana ya?

Special Thanks To…

Zen Liu, Love Kyumin 137, Lilin Sarang Kyumin

Bebek, Chella-KMS, S ELF137, winecouple, sissy

Kyumin joyer, Phia89, Cho Min Hwa, dessykyumin

Shippo can 7, Fiction Girl Trapped, SparkyuELF137,

imAlfera, Kyuminsaranghae, ayyu annisa 1

martia elfishyekyuminhyuk, minnievil9ny tha,

Mayu ChoLee, minnie kyumin, Abilhikmah,

Asih chokyuhyunmin, ratu kyuhae, Xiaolu whirlwinds telekinetics

sitara1083, endah kyumin137, Shin neul ra,

DessyElfJoy137, 5351, danhobak, cloudsKMS,

HeePumpkin137, cho love94, Hizmikeyla, myFridayyy,

Nany Maliana1817, Kim Yong Neul, Nakazawa Ayumu

dan untuk para Guest juga….

Gomawo udah Review di Chapter sebelumnya.. ayo review lagi sebanyak-banyaknya…. ^^

Mian klo ada yang gx kesebut.. silahkan ingatkan sayyah.. dan Mian kalo ada kesalahan menulis Nama.. silahkan ingatkan sayyah juga. Kkkk,,,

Dan Gomawo buat yang sudah mem-Favoritkan dan mem-Follow ffnya. Ayo kali-kali nongol di Kotak Review juga.. ^^

Review….! Review…! Review….!

*Mian For Typo. Karena sayyah Miss Typo. Kkk,,,

Akhir kata

Kamsahamnidaaaaaa….. ^^

*Lambai-Lambai Bareng Kyumin

_ Princess Kyumin137 _