"Sebenarnya apa yang terjadi padamu Baek?"

Chanyeol berucap dengan lemah sambil mendekap sosok yang sangat dicintainya dan tanpa sengaja Chanyeol meneteskan airmatanya. Jesper pun juga memeluk tubuh tak berdaya umma nya itu sambil menangis.

"Aku tidak mau kehilangan umma hiks hiks"

'Tuhan, apa kau akan mengambil lagi orang yang aku cintai?' Ucap Chanyeol dalam hati.

.

.

YUTA PRESENTS

FEELING ME? (CHANBAEK)

Main Cast : Park Chanyeol - Byun Baekhyun

Support Cast : Kim Jong In (Kai) - Do Kyungsoo - Kim Joonmyeon (Suho) - Zhang Yixing (Lay) - Xi Luhan - Oh Sehun - Jesper - Tae Oh - Ziyu and Others

Disclaimer : Fanfic ini murni buatan Yuta, tanpa ada copas sedikitpun dari cerita manapun. Mohon maaf bila ada kesamaan, itu tidak disengaja. Fanfic ini hanya terinspirasi dari beberapa pengalaman Yuta selama ini #bapercoy xD Para tokoh bukan punya siapa-siapa/? Yuta juga bukan punya siapa-siapa xD #abaikan

Warning : YAOI, LEMON, SHOUNEN-AI, BOYS LOVE, MATURE CONTENT, Typos dll. Yang ga suka sama yang berbau homo atau maho atau pasangan sesama jenis mendingan pulang aja/? '-' Yang minat silahkan baca #kedip2

a/n : Fanfic ini terinspirasi dari Lagu DAVICHI - Heaven. Kalian wajib dengerin.

Backsound : DAVICHI - One Person, DAVICHI - The Letter, DAVICHI - You are my everything.

~~Happy Reading~~

Jemari Baekhyun bergerak.

Chanyeol yang sedang mendekap dan menggenggam tangan Baekhyun sontak melepaskan pelukannya pada Baekhyun dan memperhatikan wajahnya.

"Bukalah matamu Baek, tolong katakan sesuatu"

Chanyeol memohon pada Baekhyun dengan wajah yang khawatir. Jesper pun juga menunjukkan raut wajah yang sama. Jesper bingung dengan keadaan ini, ini tidak pernah Jesper rasakan sebelumnya. Yang Jesper tau hanyalah ia berada di dalam keluarga kecil dimana dia memiliki seorang Appa yang tampan dan Umma yang cantik yang selalu tertawa dan berusaha untuk membahagiakan Jesper. Jesper memijit-mijit kaki Umma nya dengan tangan mungilnya. Airmata Jesper terus saja menetes, ia sungguh takut. Takut bila suatu hari nanti ia akan kehilangan Umma nya. Jesper sangat menyayangi kedua orang tuanya itu.

Baekhyun menggerakan matanya, dan perlahan membukanya. Matanya bergerak gelisah dan mencoba untuk membiaskan pantulan cahaya yang menembus mata indahnya.

"Chanh~ akh kepalaku sakit" Baekhyun mencoba bangkit dari tidurnya, tetapi apa daya ia malah terhempas lagi karena tidak sanggup merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya itu.

"Jangan bergerak dulu Baek, istirahatlah. Kau tidak perlu khawatir, aku akan selalu menjagamu disini Baek" Chanyeol menaikkan selimut Baekhyun dan mengecup ringan dahi lelaki yang sangat dicintainya itu.

"Jesper juga akan menjaga Umma" Jesper ikut berbicara dan ia melesakkan tubuhnya masuk kedalam satu selimut bersama Baekhyun. Memeluk erat tubuh hangat sang Umma dan mulai memejamkan matanya.

Kliingg~

Ponsel Chanyeol berbunyi.

Setelah ia memastikan Baekhyun sudah istirahat kembali, ia memutuskan untuk keluar kamar itu dan mengangkat panggilan tersebut.

"Ada apa Suho Hyung?"

'Apa kau berada di apartemenmu? Lay mengajakku untuk berkunjung ke rumahmu sekarang. Katanya ia merindukan Jesper dan ingin melihatnya'

"Ne, aku sedang di rumah Hyung. Berkunjunglah kemari" jawab Chanyeol.

'Ada apa dengan suaramu Chan? Apa Baekhyun sakit? Jujur saja, perasaan ku tidak enak saat ini pada kalian' tanya Suho dengan nada khawatir yang sangat ketara.

"Ne hyung, Baekhyun sakit. Ia tak sadarkan diri dari semalam sampai saat ini. Aku tidak ingin membawanya ke rumah sakit karena dulu ia pernah mengatakan jika ia benci rumah sakit. Apa yang harus aku lakukan hyung?" Chanyeol mendudukkan dirinya di sofa dengan kepala yang menunduk lemah.

'Astaga! Kenapa kau tidak menghubungiku Chan? Aku bisa membantumu! Jika terjadi apa-apa pada Baekhyun bagaimana eoh? Aisshh baiklah aku akan segera kesana' Suho emosi karena sikap Chanyeol yang sangat bodoh itu.

Pip

Suho memutuskan sambungan teleponnya. Chanyeol menatap lurus kedepan dengan pandangan yang kosong. Jujur saja, perasaan Chanyeol saat ini jauh lebih tidak enak daripada yang orang lain rasakan. Entah apa yang akam terjadi nanti, Chanyeol akan tetap mencintai Baekhyun. Chanyeol tidak akan melepaskan Baekhyun sampai kapanpun, kecuali maut satu-satunya penghalang bagi cinta mereka. Impian Chanyeol saat ini adalah untuk segera menikahi Baekhyun dan membangun sebuah keluarga kecil bersama Jesper anak angkatnya. Namun Chanyeol juga masih tau diri. Apa yang akan dikatakan oleh Tuan dan Nyonya Byun jika ia menikahi putra semata wayang mereka? Sedangkan Chanyeol adalah seorang karyawan biasa di sebuah kantor pajak. Tapi Chanyeol bertekad agar dia bisa lebih baik lagi untuk bisa membahagiakan Baekhyun dan Jesper. Chanyeol berjanji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk Baekhyun dan Jesper.

Ting tong~

Bel apartemen Chanyeol berbunyi. Chanyeol menolehkan kepalanya ke pintu dan beranjak dari sana.

"Silahkan masuk Hyung" Chanyeol menampilkan senyumnya.

Suho dan Lay miris melihat senyuman lelah Chanyeol. Pasangan suami istri itu saling tatap dan Lay mengangguk seolah mengerti dengan tatapan yang Suho berikan padanya. Kini mereka memasuki apartemen Chanyeol dan berjalan menuju kamar Chanyeol. Betapa terkejutnya Lay ketika melihat Jesper sedang tertidur pulas sambil memeluk tubuh Baekhyun.

"Aku tidak tau jika Jesper sangat menyayangi Baekhyun" Lay berucap sambil mengangkat Jesper kedalam gendongannya.

"Jesper memanggil Baekhyun 'Umma' ketika Jesper baru bisa berbicara. Pertama kali yang Jesper sebutkan adalah 'Umma'. Dan aku juga tidak menyangka, semakin Jesper tumbuh besar, Jesper dan Baekhyun semakin terlihat mirip" Jelas Chanyeol sambil menatap Baekhyun dan Jesper.

"Sebaiknya kau beristirahat Chan, serahkan Baekhyun padaku. Aku akan memeriksa Baekhyun"

Suho menepuk bahu Chanyeol dan mulai mengeluarkan alat-alatnya di kasur samping Baekhyun. Chanyeol hanya mengangguk patuh atas perintah Suho yang sudah ia anggap sebagai Hyungnya sendiri.

"Baiklah, aku akan tidur di kamar Jesper. Aku akan istirahat disana. Sekali lagi aku sangat berterimakasih pada kalian, Suho Hyung dan Lay Hyung" Lay menyerahkan Jesper kedalam gendongan Chanyeol dan Chanyeol berlalu keluar kamarnya menuju kamar Jesper.

"Lay, kau bisa membantuku? Tolong lepas semua pakaian Baekhyun dan menggantinya. Pakaiannya sudah basah dan itu tidak baik bila ia kenakan terus. Aku akan keluar sebentar" ucap Suho yang langsung di angguki oleh sang istri.

Beberapa menit kemudian, Lay sudah selesai mengganti pakaian Baekyun. Lay keluar kamar guna memanggil Suho. Sang suami langsung masuk ke dalam kamar lagi, tentu saja di dampingi oleh sang istri.

"Baekhyun mengalami hipotermia, kau tau kan bahwa musim dingin di kota Seoul itu sangat tidak bersahabat? Aku sudah memberinya obat demam melalui suntikan, karena tidak mungkin Baekhyun bangun untuk meminum obat itu bulat-bulat" penjelasan dari Suho langsung di angguki oleh Lay.

"Eum, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Tadi ketika mengganti bajunya, aku melihat perut Baekhyun sedikit berdetak. Apa.. apa Baekhyun saat ini tengah mengandung?" Lay mengucapkan dengan suara yang sangat lirih dan ragu-ragu.

"Apa? Baiklah, aku akan memeriksanya lagi besok bila demam Baekhyun sudah turun. Kau siapkan testpack untuknya besok. Kita akan kesini lagi besok" Suho mulai membereskan alat-alat kedokterannya yang di bantu oleh Lay.

Sebenarnya Lay sangat terkejut ketika melihat perut Baekhyun yang sedikit berlemak(?), tapi Lay bisa memastikan bahwa lelaki manis itu sedang hamil. Kira-kira kandungannya sudah berumur 3 bulan. Setidaknya begitulah menurut pengetahuan Lay selama ia menjadi perawat.

"Chagi.. apa kita harus mengatakan ini pada Chanyeol?" Tanya Lay pada Suho. Keduanya kini sudah berdiri bersiap untuk keluar dari kamar itu.

"Sebaiknya jangan dulu. Yang harus tau lebih dulu itu adalah Baekhyun. Kita harus mengatakan ini pada Baekhyun bila sudah kita pastikan bahwa dia benar-benar positive hamil" Suho merangkul bahu istrinya.

"Baiklah" Lay tersenyum.

"Ayo kita pulang. Biarkan Chanyeol dan Baekhyun beristirahat. Aku akan mengiriminya pesan nanti karena aku tidak memungkinkan untuk pamit sedangkan mereka sedang terlelap kan?" Suho mengecup dahi Lay dan memasuki mobil mereka.

.

.

Suasana di ruang keluarga Tuan Oh terasa begitu mencekam. Bagaimana tidak? Saat ini adalah saat yang sangat tepat untuk membicarakan sebuah kesalahan terbesar yang dibuat oleh Sehun dan Luhan. Sehun dan Luhan sudah siap untuk menerima apa yang akan terjadi nanti bila Ayah mereka mengetahui hubungan terlarang anak-anaknya.

Nyonya Oh sudah sesunggukkan disana. Sehun dan Luhan sudah memberi tau hubungan mereka pada Ibunya lebih dulu. Nyonya awalnya sangat shock dengan apa yang di katakan oleh kedua anaknya. Tapi Nyonya tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat kebahagian anak-anaknya. Nyonya Oh sudah tau apa yang akan terjadi, maka dari itu ia mengeluarkan banyak air matanya dan bersiap untuk kehilang kedua anak kandungnya yang sangat ia cintai itu.

"Maafkan aku Ayah. Luhan hyung hamil, dan dia sedang mengandung darah dagingku. Dia mengandung anakku. Ya, aku dan Luhan hyung bukan seperti apa yang kalian pikirkan. Aku mencintai Luhan hyung sebagai kekasih, bukan sebagai kakak. Dan aku akan segera menikahinya." mulai Sehun dengan suara yang lantang.

Sedangkan Luhan disana sudah terisak sambil memeluk sang Ibu.

Tuan Oh tercekat mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Sehun barusan. Wajahnya memerah menahan emosi dan dia berdiri dihadapan Sehun dan Luhan. Luhan segera bersimpuh memegang kaki Ayahnya, menangis sekuat-kuatnya disana.

"A-ayah.. maafkan aku hiks hiks" ucap Luhan.

"SAMPAI MATI PUN AKU TIDAK AKAN SUDI MEMILIKI ANAK SEPERTI KALIAN! PERGI KALIAN DARI RUMAHKU!" Tuan Oh yang sedang kalut dipenuhi oleh emosi itu berteriak kepada kedua anak kandungnya yang berada dihadapannya.

"Baiklah, kami akan pergi dari sini. Aku yakin aku akan hidup bahagia dengan Luhan hyung, TANPA BANTUAN DARI KALIAN! Maafkan aku ayah, aku tidak bisa menjadi Anak yang seperti kau inginkan.." setelah mengucapkan itu, Sehun langsung menarik tangan Luhan yang masih berlutut di depan ayahnya itu.

"Se-sehun.." Luhan hanya bisa mengikuti sang adik dengan berlinang airmata.

Jujur saja, Luhan tidak tau harus berbuat apa. Luhan tidak tau apakah ia harus memilih orangtuanya atau Sehun. Tapi sepertinya orangtuanya sudah tidak sudi mengakuinya lagi sebagai anak. Luhan memutuskan untuk ikut Sehun karena ia tidak bisa mengelak jika ia memang mencintai adik kandungnya itu. Kini keduanya sudah berada di dalam mobil. Mungkin yang Sehun miliki hanyalah Luhan dan mobil ini. Ibunya membiarkan mobil itu untuk anaknya, karena ibunya pun sudah tidak melakukan apa-apa lagi selain menuruti apa kata suaminya. Ia harus merelakan kedua putranya.

"Kau tenang saja Hyung, kau tidak akan aku biarkan menderita. Aku mencintai mu Hyung" Sehun mengecup bibir Luhan singkat dan segera melajukan mobilnya ke tempat yang ia tuju.

Sehun sudah menyiapkan ini sejak lama, ia juga tau apa yang akan ayahnya lakukan. Ayahnya pasti akan mengusirnya. Maka dari itu, Sehun memutuskan untuk menyewa apartemen sederhana untuk dirinya dan Luhan dengan tabungan yang ia miliki. Luhan juga akan membantu keuangan mereka dengan bekerja sebagai pelayan di salah satu cafe yang tidak jauh dari apartemen mereka.

Setelah seminggu tinggal di apartemen itu, tanpa sengaja Luhan bertemu dengan Kai yang juga tinggal di apartemen itu. Malah kamar mereka bersebelahan, wow kebetulan sekali. Luhan mengenal Kai pada saat di cafe, Kai adalah langganan cafe ditempat Luhan bekerja. Kai selalu mengajak kekasihnya yang bermata bulat itu kesana. Dan seiring berjalannya waktu, mereka menjadi kenal dan akrab.

Luhan kira lelaki bermata bulat itu adalah kekasihnya, tetapi Kai menjelaskan pada Luhan bahwa lelaki bermata bulat yang bernama Kyungsoo itu adalah istrinya dan dia sedang mengandung. Luhan tentu saja senang mendengarnya. Karena ia juga sedang mengandung, dengan begitu ia tidak akan khawatir bila anaknya nanti kesepian karena ia memiliki teman di sebelah kamar apartemennya.

Luhan menceritakan itu semua pada Sehun, Sehun sungguh terkejut karena Luhan bisa mengenal Kai dan Kyungsoo selaku sunbaenya di sekolah. Kai dan Kyungsoo lah yang memberinya saran untuk tinggal di apartemen itu dan Sehun menurutinya. Dan mereka juga mengenal Luhan yang belum sempat Sehun perkenalkan pada mereka. Uh! Dunia sangat sempit ternyata.

Kini Sehun sudah berada di tingkat 3. Setelah Sehun lulus, ia berjanji akan segera menikahi Luhan sebelum bayi mereka lahir. Ketika Sehun sedang mengikuti ujian di sekolahnya, ia di beri kabar oleh Luhan jika Kyungsoo sudah melahirkan seorang bayi laki-laki. Sehun senang mendengarnya, lebih tepatnya Sehun senang mendengar suara Luhan yang terdengar antusias itu.

Dan tiba saatnya ketika Sehun lulus. Kai dan Kyungsoo mengajak Sehun dan Luhan untuk merayakan kelulusan Sehun di cafe Luhan. Kai lah yang menyewanya. Sehun dan Luhan sangat bahagia dan berterima kasih atas semua kebaikan Kai dan Kyungsoo.

Bahkan Kai dan Kyungsoo menjadi saksi pernikahan sederhana yang dihadiri oleh Sehun dan Luhan sebagai sepasang pengantin, Nyonya Oh sebagai saksi dan tentunya Chanyeol dan Baekhyun juga menghadiri upacara pernikahan mereka. Setelah mereka mengucapkan janji pernikahan yang di pandu oleh seorang Pastur semua bersorak gembira dan dipenuhi oleh emosi dan rasa haru itu. Kandungan Luhan benar-benar sudah besar.

Dan ketika Sehun mencium bibir Luhan di hadapan orang-orang yang hadir disana, tiba-tiba Luhan jatuh pingsan dan membuat panik semua orang. Sehun lah yang paling panik, ia segera menggendong Luhan ke dalam mobil mereka.

Sebelum Sehun memasuki mobilnya, tiba-tiba Nyonya Oh menepuk bahu anaknya itu dengan airmata yang membanjiri wajah cantiknya.

"Sehun, sepertinya Luhan akan melahirkan. Aku mohon kau jaga kakakmu dan anak kalian kelak ya. Ibu hanya bisa memantau kalian dari jauh. Ibu mempercayaimu Sehun-ah"

"Ne, kau bisa mempercayaiku bu. Terima kasih" Sehun mengecup singkat dahi wanita yang telah melahirkannya itu lalu segera membawa Luhan kerumah sakit.

.

.

Setelah menunggu persalinan Luhan selama 6 jam. Akhirnya Sehun sudah boleh bertemu dengan Luhan. Sehun khawatir bukan main. Dia juga merasa gugup karena akan menjadi ayah.

Cklek

Pintu terbuka dan Sehun memasukinya. Sehun menghela nafasnya lega karena melihat Luhan yang sudah sadarkan diri tersenyum padanya. Sehun berjalan mendekat ke kasur Luhan. Sehun menangis tanpa suara di samping Luhan.

Sungguh Luhan miris melihat keadaan kacau Sehun saat ini, rambutnya berantakan, wajahnya lelah dan ingat, Sehun masih memakai jas putih pernikahannya sampai sekarang. Luhan tersenyum lemah pada Sehun. Mengusap surai milik adiknya yang kini menjadi suaminya dengan lembut.

"Jangan menangis Sehun, apa kau tidak malu pada anakmu? Dia saja tidak menangis kkkk~" candaan Luhan membuat Sehun menghapus airmatanya dan mendongakkan kepalanya menatap Luhan.

Cup

Sehun mengecup bibir Luhan dan memejamkan matanya. Lama kecupan itu berlangsung, kini semakin lama semakin berubah menjadi lumatan yang memabukkan bagi keduanya. Tentu saja Sehun melakukannya dengan lembut. Sehun melepas ciuman itu dan menatap mata Luhan.

"Aku akan memberi namanya Ziyu, Oh Ziyu" ucap Sehun yang langsung di angguki oleh Luhan.

Luhan tersenyum dan menarik tengkuk Sehun sambil memejamkan matanya kemudian kedua bibir itupun kembali melumat satu sama lain.

"Aku mencintaimu Sehun ah"

"Dan aku lebih mencintaimu Lu"

.

.

Keesokan harinya Suho dan Lay datang kembali ke apartemen Chanyeol. Mereka kini sudah tiba disana dan menekan bel.

Ting Tong~

Cklek

"Oh Baek! Kau sudah sembuh?" Baekhyun yang membukakan pintu itu terkejut karena Lay langsung saja menerjagnya dengan pelukan yang sangat erat.

"N-ne hyung, aku sudah lebih baikan" Baekhyun tersenyum sambil mengelus punggung Lay.

Lay melepaskan pelukannya setelah di persilahkan masuk oleh Baekhyun.

"Silahkan masuk Suho hyung dan Lay hyung" Baekhyun menyuruh pasangan istri itu duduk disofa ruang tamu. Dan Baekhyun pun juga duduk di hadapan mereka.

"Sebelumnya aku mengucapkan banyak terima kasih pada kalian hyung. Tanpa kalian aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku. Memang akhir-akhir ini aku merasakan tubuhku semakin lemah dan mudah sakit hyung" Baekhyun berbicara pada dua orang di hadapannya sambil menunduk. Suho dan Lay saling tatap.

"Tidak usah kau pikirkan Baek. Kami senang bisa membantumu dan Chanyeol" Lay berucap dengan senyuman manisnya.

"Emm Baek, bisa kau ikut sebentar? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu" lanjut Lay berdiri dari tempatnya. Baekhyun menatap Lay dan mengangguk.

"Ne hyung" Baekhyun mengikuti arah langkah Lay dibelakangnya.

Suho masih terduduk disana, dan dengan tiba-tiba seorang anak kecil berlari ke arah Suho.

"Ahjussi, umma sedang apa? Tadi umma terbangun dan langsung muntah-muntah. Umma tidak apa-apa kan ahjussi?" Tanya Jesper berdiri di hadapan Suho.

"Jinjja? Umma mu akan Ahjussi obati biar cepat sembuh sayang" Suho merentangkan kedua tangannya dan memangku bocah imut itu.

"Dan.. dimana appamu sekarang hm?" Tanya Suho.

"Appa masih tertidur dikamar, semalam kami tidur bertiga loh Ahjussi. Jesper senang sekali" ucap bocah imut itu sambil menyunggingkan tawanya.

"Ahh ne ne.. kajja kita bangun kan Appamu" Suho berdiri berjalan menuju kamar Chanyeol sambil menggendong Jesper.

"Ne!" Jesper antusias.

"Apppaaaaaaa! Ireona palliii~" Lengkingan maut Jesper terdengar keseluruh penjuru ruangan membuat Chanyeol terganggu oleh suara dahsyat itu. Kkkk~ nampaknya Jesper meniru sikap ummanya yang cerewet itu ya?

"Bangun lah Chan, kau tidak kasian pada anakmu?" Ucap Suho yang masih berdiri di depan kasur Chanyeol.

"Aku lelah Hyung, semalaman aku menunggui Baekhyun"

"Yakk aishh! Siapa yang menyuruhmu tidur lagi eoh?!" Suho menarik selimut Chanyeol agar pria tinggi itu kedinginan.

"Yossshh! Baiklah baiklah aku bangun" Chanyeol bangun dan beranjak dari tempat tidurnya.

"Dan cepatlah kau mandi" perintah Suho lagi.

"Ye" singkat Chanyeol langsung melesat ke kamar mandi dengan wajah berantakannya.

.

.
"A-apa? Aku positive hamil?" Baekhyun terduduk lemas di kamar mandi sambil melihat dua garis strip di alat yang di pegangnya.

"Ne, aku rasa kandunganmu itu sudah 3 bulan Baek. Dilihat dari gejala yang kau alami saja itu sudah menjadi bukti yang kuat" ucap Lay mengelus-elus punggung Baekhyun.

"Aku sangat senang. Tapi.. aku tidak yakin dengan kedua orangtuaku. Apa yang harus aku lakukan? Hiks" Baekhyun mulai terisak dan memeluk Lay.

"Kau harus memberitahu Chanyeol dan kedua orangtuamu Baek. Mintalah Chanyeol untuk mengatakan itu pada orangtuamu. Aku rasa mereka akan menerimanya" tenang Lay.

Baekhyun mengangguk dan mengusap airmatanya.

"Baiklah, aku dan Suho pamit dulu. Katakanlah pada Chanyeol dengan tenang. Aku yakin Chanyeol akan melakukannya" Lay mendudukkan Baekhyun disofa dan beranjak menemui Suho yang sedang bermain dengan Jesper di dekat pintu.

"Chagi, Baekhyun positive hamil dan ia akan mengatakannya pada Chanyeol. Sebaiknya kita pulang sekarang" Lay merangkul tangan Suho dan mencubit-cubit gemas pipi Jesper yang berada di gendongan suaminya itu. Suho hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu ia menyerah kan Jesper pada Baekhyun.

"Hyung, makanlah dulu. Apa kalian sudah sarapan?" Suara Chanyeol yang baru saja keluar dari kamar membuat semua orang menoleh pada Chanyeol.

"Tidak perlu repot-repot Chan. Kami akan makan dirumah saja. Maaf bila aku tidak bisa lama-lama disini. Tiba-tiba tadi ibuku menelpon menyuruh kami untuk kesana. Tidak apa-apa kan?" Suho membuat alasan dengan rapih dan Chanyeol mempercayainya.

"Ah yasudah jika begitu. Aku mengerti. Hati-hati dijalan hyung. Terimakasih" ucap Chanyeol dengan senyumannya.

Dan kedua pasangan suami istri itupun beranjak dari sana.

Chanyeol mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang sedari tadi hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.

"Ada apa Baek? Apa ada masalah? Katakanlah padaku" Chanyeol duduk di sebelah Baekhyun sambil mengusap surai madu Baekhyun.

"Maafkan aku soal kejadian kemarin, aku akan menceritakannya padamu" Baekhyun menghela nafasnya dan mulai bercerita. Sedangkan Jesper masih terdiam disana menyimak apa yang kedua orangtuanya lakukan.

"Kris. Kau masih mengingat Kris? Dia menculikku dan hampir memperkosaku kemarin hiks" Airmata Baekhyun kembali menetes di pipi mulusnya.

Chanyeol membulatkan matanya terkejut mendengar penuturan Baekhyun. Chanyeol mengepal kan tangannya erat menahan emosi.

"Dia sangat jahat Chan, a-aku takut hiks maafkan aku Chanyeol hiks" Tangis Baekhyun semakin menjadi di pelukan Chanyeol.

"Aku yang harusnya minta maaf Baek. Aku tidak bisa menjagamu" lirih Chanyeol sambil menciumi puncak kepala Baekhyun.

"Tidak. Kau tidak salah Chan. Maafkan aku yang sudah membuatmu dan Jesper khawatir hiks"

"Dengan sekuat tenaga yang aku miliki, aku terus melawan Kris hingga aku bisa melarikan diri dari sana. Kris sungguh mengerikan Chan hiks" lanjut Baekhyun.

"Tapi Kris tidak bertindak diluar kendali dan menodaimu kan Baek?"

Kini Chanyeol menatap jauh kedalam bola mata Baekhyun. Baekhyun menggeleng.

"Aku tidak akan membiarkannya Chan. Hanya kaulah yang aku cintai dan aku hanya akan melakukannya denganmu Chan hiks"

Baekhyun menundukkan kepalanya dan sedetik kemudian Chanyeol menangkup wajah Baekhyun untuk menatapnya. Chanyeol tersenyum.

"Aku mencintaimu Baek"

Setelah mengatakan itu, Chanyeol menyatukan bibir tebalnya dengan bibir tipis Baekhyun. Baekhyun menyesap bibir Chanyeol dengan perasaan yang bergejolak dan dengan airmata yang terus mengalir. Chanyeol memindahkan Jesper yang entah sejak kapan sudah tertidur pulas dari pangkuan Baekhyun ke sofa di sebelahnya. (Jespernya disingkirin dulu ya biar gampang wkwkwk #plokk)

Setelah memastikan Jesper dalam posisi yang nyaman. Chanyeol kembali menyesap bibir manis Baekhyun dan mendorong Baekhyun untuk tertidur di sofa. Baekhyun menikmatinya. Baekhyun menikmati apa saja yang Chanyeol lakukan padanya. Baekhyun memejamkan matanya erat dan mengikuti apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Chanyeol terus melumat Baekhyun dengan penuh gairah. Sungguh candu yang terdapat di bibir Baekhyun membuat Chanyeol selalu ingin menikmatinya setiap saat.

'You're everything in my life~'

Tiba-tiba ponsel Baekhyun berbunyi. Baekhyun langsung membuka matanya dan mendorong Chanyeol. Dengan sangat terpaksa Chanyeol melepaskan ciumannya. Baekhyun langsung bangun mengangkat panggilan telepon yang ternyata dari umma nya.

"Ada apa Umma?" Mulai Baekhyun.

'Baekhyun anakku, Appa mu menyuruh Umma untuk menjemputmu dan membawamu ke tempat Appa. Appa sudah membangun rumah disana, dan kau harus tinggal bersama kami nak'

Bagaikan tersambar ribuan petir yang Baekhyun rasakan saat mendengar penuturan sang umma. Tubuh Baekhyun kaku seketika dan ia berkeringat dingin.

"Maafkan aku umma, aku tidak bisa.." gagap Baekhyun sambil meremas tangan Chanyeol yang masih berada digenggamannya itu.

'Kenapa nak? Ayahmu pasti akan mar- ahh! Tahan emosimu Chagi!'

Baekhyun tercekat mendengar suara ummanya disana.

'Baekhyun putra Appa.. kau harus kesini dan tinggal dengan kami. Apa sudah mempunyai calon untukmu nak, dia rekan bisnis Appa. Appa yakin kau akan menyukainya. Dia lelaki tampan dan mapan. Kau tidak akan mengecewakan Appa kan nak?'

Tuan Byun ternyata merebut sambungan telpon ummanya. Berbicara memohon pada Baekhyun agar menurutinya.

"Maafkan aku Appa, aku tidak bisa.. A-aku mencintai lelaki lain hiks" Jawab Baekhyun kembali menangis sambil menatap ke arah Chanyeol.

Chanyeol membawa Baekhyun pada pelukannya. Chanyeol tidak tau apa yang di bicarakan Baekhyun di telepon, tapi dengan melihat ekpresi Baekhyun membuat Chanyeol yakin akan ada masalah yang tidak beres.

'ANAK KURANG AJAR! SIAPA YANG TELAH MEMPENGARUHIMU MENJADI ANAK PEMBANGKANG SEPERTI INI EOH?! TERPAKSA APPA MENYURUH ORANG UNTUK MENJEMPUTMU BAEK'

Baekhyun tak kuasa lagi mendengar ucapan Appanya dan langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

"Bagaimana ini Chan? Hiks a-aku harus bagaimana?" Baekhyun menangis sekencang-kencangnya di dada Chanyeol.

"Tenanglah Baek. Aku akan melindungimu. Aku berjanji"

Chanyeol mencium bibir Baekhyun lagi. Baekhyun membalasnya dengan emosi. Baekhyun akan melakukannya lagi dengan Chanyeol kali ini. Dia tidak ingin mengecewakan kedua orangtua yang sudah membesarkannya. Baekhyun harus mengambil keputusan. Keputusan yang mungkin akan membuatnya menyesal seumur hidupnya. Baekhyun harus melepaskan lelaki yang dicintainya ini.

Ya, Baekhyun harus melepaskan Chanyeol.

Cpkh cpkh!

Suara kecipak ciuman mereka menggema diseluruh ruangan. Baekhyun menarik Chanyeol berdiri masih dengan menangkup rahang tegas Chanyeol dan terus melumat bibir pria tinggi itu dengan kasar. Baekhyun membawa Chanyeol menuju kamarnya dengan kaki Baekhyun yang menginjak punggung kaki Chanyeol. Chanyeol menurutinya berjalan ke kamarnya dan menahan pinggang lelaki mungil itu.

"Hah hah~"

Chanyeol menghempaskan tubuh Baekhyun disana. Chanyeol melepas kaos yang di pakainya dihadapan Baekhyun. Baekhyun masih saja merona melihat tubuh Chanyeol padahal mereka sudah sering melakukannya. Chanyeol menindih kembali tubuh Baekhyun dan menyesap leher Baekhyun membuat banyak tanda cinta di sana sini. Membuat Baekhyun menggelinjang merasakan nikmat dan mendongakkan kepalanya agar Chanyeol lebih leluasa melakukannya.

Chanyeol melepaskan semua pakaian Baekhyun dengan cepat hingga Baekhyun kini dalam keadaan naked dengan sempurna. Tanpa menunggu lama, Chanyeol segera melumat nipple merah kecoklatan milik Baekhyun dan mengeluarkan penisnya yang sudah tegang itu.

"Eungh~ Cepat masukkan Chan.. aku sudah tidakh tah- han eumh" racau Baekhyun karena Chanyeol dari tadi hanya menggesekkan miliknya pada lubang Baekhyun.

"As you wish babyh~ arghh"

Chanyeol menggeram saat merasakan nikmat ketika penisnya melesak masuk kedalam lubang sempit Baekhyun. Membuatnya melayang dan tanpa menunggu lama lagi, Chanyeol segera memaju mundurkan pinggulnya menggenjot lubang Baekhyun. Sedangkan Baekhyun mencengkram tangan Chanyeol menahan rasa nyeri karena lubangnya di bobol oleh Chanyeol tanpa penetrasi dan tanpa lube.

Tapi lama kelamaan Baekhyun terbuai oleh sentuhan Chanyeol dan kini Baekhyun mendesah-desah keras merasakan tusukan penis Chanyeol pada lubangnya. Sungguh nikmat dan Baekhyun tidak akan melupakannya.

Hanya dengan Chanyeol lah Baekhyun bisa merasakan ini. Hanya dengan Chanyeol lah Baekhyun merasa nyaman saat mereka bercinta. Chanyeol lah yang membuat semuanya menjadi baik-baik saja saat Baekhyun merasa ketakutan dan kesakitan. Chanyeol yang selalu berada disampingnya. Chanyeol yang selalu ingin Baekhyun miliki selamanya. Baekhyun tidak membutuhkan apapun. Baekhyun hanya butuh Chanyeol.

Baekhyun mencintai Chanyeol.

Selama aktivitas panas mereka berlangsung, Baekhyun terus saja berpikir. Berpikir apakah keputusannya untuk meninggalkan Chanyeol sudah tepat? Baekhyun sangat mencintai lelaki ini dan Baekhyun tau bahwa mereka saling mencintai.

"Anghh akh akh akh! Le-lebih cepath ah! Chanh Chanyeolh~!"

Chanyeol menyodok lubang Baekhyun tanpa ampun. Lubang Baekhyun terus melahap penisnya dengan rakus. Chanyeol merasa sangat nikmat sekarang.

"eungh~ lebih dalam Chanh"

Baekhyun terus saja mendesah meminta lebih dan langsung Chanyeol penuhi dengan senang hati.

'Aku mencintaimu Chanyeol. Sangat mencintaimu. Maaf aku harus melakukan ini. Maaf aku harus meninggalkan mu dan Jesper. Bila kita adalah cinta sejati, kita pasti akan kembali di persatukan Chan. Aku akan kembali padamu, jangan khawatir' batin Baekhyun.

"Aku mencintaimu Chanh~ anghh! eeumh!"

Baekhyun dan Chanyeol sampai pada orgasme mereka setelah Baekhyun mengatakan itu.

"Aku juga mencintaimu Baek"

Crot crot!

Chanyeol mengeluarkan cairan cintanya di dalam lubang Baekhyun. Dan setelahnya, Chanyeol ambruk menindih tubuh Baekhyun. Baekhyun memeluk erat lelaki yang menindihnya itu. Mengecupi pipi dan bibir Chanyeol dengan lembut dan kedua kini terlelap menuju alam bawah sadar mereka masing-masing.

.

.

Tanpa terasa hari sudah sore. Chanyeol dan Baekhyun sangat puas dengan kegiatan panas mereka tadi siang. Sungguh kegiatan bercinta mereka tadi sangat nikmat dan penuh dengan emosi. Dan Chanyeol berharap agar ia bisa melakukannya dengan Baekhyun selamanya.

Jujur saja, perasaan Chanyeol sedang tidak enak ketika Baekhyun yang mengajaknya untuk ke taman sekarang. Dan disinilah mereka, di sebuah taman dengan langit senja yang indah. Matahari hangat yang menghembuskan angin sejuk membelai wajah setiap orang yang dilewatinya. Taman ini sudah sepi karena saat ini waktu sudah hampir gelap. Para orang tua pasti menyuruh anak-anaknya untuk pulang kerumah lebih awal. Padahal di taman ini masih ada cahaya jingga dari matahari yang sangat damai bila di pandang itu.

Chanyeol berjalan disamping Baekhyun yang sedang menggendong Jesper dengan senyum yang terus berkembang di wajahnya.

Baekhyun berhenti. Chanyeol pun ikut menghentikan langkahnya.

Baekhyun menatap mata Chanyeol dan tersenyum. Baekhyun menjijitkan kakinya dan menarik tengkuk kekasihnya itu dan..

Cup

Baekhyun mencium singkat bibir Chanyeol. Sungguh Chanyeol merasa aneh sekarang. Baekhyun bersikap tidak seperti biasanya. Namun Chanyeol enggan bertanya dan tetap mengikuti lelaki manis itu.

Tiba-tiba segerombolan pria berjas hitam keluar dari semua mobil menghampiri mereka. Kira-kira jumlahnya sekitar 4 orang. Keempat pria itu berdiri tegap di belakang Baekhyun. Chanyeol panik bukan main. Chanyeol hendak menarik tangan Baekhyun namun Baekhyun menampiknya dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Tidak Chan. Aku tidak akan ikut bersamamu lagi"

Chanyeol tercengang. Apakah benar Baekhyun yang ada di hadapannya ini adalah Baekhyun-nya? Tidak mungkin Baekhyun-nya akan mengatakan hal yang menyakitkan itu pada Chanyeol. Padahal tadi siang mereka baru saja bercinta dan mengucapkan cinta mereka masing-masing. Tapi ini apa? Chanyeol sungguh kecewa dengan Baekhyun. Chanyeol merasa dikhianati.

"Hiks hiks Chanyeol, maafkan aku. Aku harus melakukannya" Baekhyun sudah tidak bisa menahan airmatanya lagi. Ia menunduk dalam dan terus menciumi Jesper yang sudah ia anggap anak sendiri itu.

"Maafkan umma Jesper, hiks" Baekhyun sesunggukkan ketika menyerahkan Jesper pada Chanyeol.

"Tidak ummaaaa~ Jesper tidak mau kehilangan umma! Jesper menyayangi umma hiks"

Tangis Jesper akhirnya pecah. Ketika bocah imut itu sedari tadi bingung dengan apa yang terjadi pada orangtuanya itu. Chanyeol yang sedari tadi terdiam kini berani menatap Baekhyun dan mengeluarkan suaranya.

"Baiklah jika itu keputusanmu Baek, aku menghargainya. Dan ingat, anggap saja yang pernah kita lakukan selama ini tidak pernah terjadi"

Setelah mengatakan itu Chanyeol membalikkan badannya untuk kembali ke apartemennya sambil menggendong Jesper berjalan menjauhi Baekhyun.

"C-Chanyeol..."

"Ummaaaa! Turunkan aku Appa! Aku mau Umma hiks hiks! Appa ku mohon hiks!"

Suara terluka Jesper di abaikan bergitu saja oleh Chanyeol dan terus membawa Jesper menjauh darisana. Sedangkan Baekhyun kini sudah di seret oleh para pengawal suruhan Ayahnya memasuki ke mobil hitam tersebut.

Dan Baekhyun serasa ingin mati saat itu juga saat melihat sosok yang keluar dari mobil itu juga.

"Wow, drama yang bagus sekali haha"

"Ayo masuklah Baek. Appa sudah menunggu kita"

Sosok itu menyunggingkan seringaiannya pada Baekhyun.

"Dasar keparat brengsek! Kau memang seorang bajingan, Kris!"

.

.
TBC

.

.
Nahlohhh kaga ada abisnya nih cerita ya wkwk
Yuta juga bingung nih cerita konfliknya kaga reda(?) XD
Mungkin beberapa Chap lagi FF ini akan tamat.

Ini special Yuta bikin panjang ceritanya, biar greget.

Makasih buat yang udah review ^^
Maaf ga bisa bales satu-satu, tapi review kalian menjadi semangat buat Yuta loh.. khamsaa

KAMPRETOS TUDE MAKSOS! WKWKWK XD

review dari kalian Yuta tunggu loh :*