Disclaimer: ATLUS
Warning: OC berpotensi (besar) mary-sue, typo(s) bertebaran, (berusaha) mengikuti timeline P3F, (sangat) butuh review #dor. Author sotoy di chapter ini, banyak adegan asli di skip.
.
.
~CHAPTER 10: "Crazy Adventure"~
.
.
Sesampainya di ruang tengah lantai satu, ia melihat seorang gadis berpakaian serba hitam dan mengenakan benda aneh di kepalanya sedang menyekik leher Ken. Sementara Mitsuru, Junpei, Koromaru, dan Fuuka sudah terjungkal. Ruangan itu kacau, meja patah, sofa rusak, semua tidak karuan.
Masih dengan kebingungan akan apa yang sedang terjadi, Ruuki melihat Aigis yang sudah ada disana kembali mencoba untuk mengeluarkan personanya. Cahaya putih berbentuk spiral ditambah deru angin terbentuk dari atas kepala Aigis. Dan yang Ruuki lihat selanjutnya bukan Pallas Athena yang merupakan persona Aigis, melainkan persona Minato yakni Orpheus.
.
.
"Ap –apa?! Orpheus?!" seru Mitsuru tercengang.
Orpheus yang keluar dari diri Aigis kemudian langsung menyerang sosok yang masih mencengkram leher Ken. Sosok yang berpakaian serba hitam itu pun terpental karena serangan Aigis. Saat gadis itu terpental, pas sekali Akihiko dan Yukari pulang sampai asrama. Akihiko dan Junpei langsung mengikat tubuh si gadis yang terjatuh, sedangkan Aigis langsung tak sadarkan diri.
"Ng, dia bukan manusia..." kata Fuuka setelah gadis itu memeriksa gadis yang diserang oleh Aigis.
"Eh? Jadi?" tanya Junpei.
"Yah, dia semacam robot, jadi seperti Aigis," jawab Fuuka.
"Wah, dia bawa banyak equipment. Coba kau lihat, Fuuka-san, siapa tahu kau bisa memasangkannya pada Aigis," kata Ruuki.
"Baiklah," ujar Fuuka sambil mengangguk.
Fuuka langsung mangambil equipment yang ada, lalu memasangkannya ke tubuh Aigis. Sekitar satu jam kemudian, Aigis terbangun, begitu pula dengan 'makhluk' yang satunya lagi. Makhluk itu, yang bernama Metis, juga terbangun bahkan sampai dapat merusak rantai yang dipasangkan oleh Akihiko.
Metis menjelaskan bahwa SEES sudah terjebak dalam Abyss of Time, lalu membawa mereka ke sebuah pintu yang membawa mereka ke sebuah tempat yang lain –seakan mereka sudah tidak di asrama lagi. Tempat itu seperti di padang pasir. Sejauh mata memandang, hanya ada dataran pasir. Kini mata SEES menangkap sebuah pintu yang berdiri tidak jauh dari mereka, serta ada sebuah bayangan orang masuk ke dalam pintu tersebut.
Bayangan itu sama sekali tidak asing. Bukan bayangan, sih, sebenarnya, lebih tepat seperti sosok manusia yang terlihat hitam semuanya. Melihat sosok itu, Aigis langsung menggumamkan nama 'Minato'. Lalu SEES pun mengejar sosok 'Minato' masuk ke dalam pintu.
Pintu yang mereka buka itu membawa mereka sebuah tempat yang lain. Jika tadi mereka ada di padang pasir, kini mereka dapat merasakan kembali sensasi dingin yang biasa mereka rasakan di Tartarus. Dan seperti halnya di Tartarus, mereka menemukan shadows –bahkan shadows yang mereka temui di tempat yang baru ini lebih banyak dan jauh lebih kuat dari shadows yang pernah mereka kalahkan saat di Tartarus.
Masih mengejar bayangan si Arisato Minato, kini SEES sudah sampai di ujung ruangan. Disana ada sebuah pintu lain yang menanti. Ruuki dan Junpei yang paling penasaran akan apa isi pintu tersebut maju terlebih dulu dan membuka pintu, lalu masuk ke dalamnya.
Betapa terkejutnya Junpei dan Ruuki yang sudah melewati pintu itu. Bagaimana tidak terkejut? Pintu itu ternyata pintu menuju ke Paulownia Mall! Anggota SEES yang lain pun langsung melewati pintu menyusul kedua anggota mereka yang sudah terlebih dulu masuk. Tanpa sengaja Yukari melihat kalender di depan kantor polisi dan melihat bahwa tanggal yang ada di kalender itu berbeda dengan tanggal di 'masa' mereka seharusnya. Ternyata mall yang mereka jejaki saat itu adalah mall saat beberapa bulan yang lalu.
SEES kembali ke asrama. Mereka masuk ke kamar masing-masing dengan pikiran-pikiran dan hati yang tak menentu. Semuanya di kamar, kecuali Aigis, Metis, dan Ruuki. Metis megikuti kemanapun 'kakak'nya alias Aigis pergi. Sedangkan Ruuki yang penasaran dengan pintu yang mereka masuki di bawah asrama itu kini turun lagi melihat tempat yang beralaskan pasir tersebut.
Di tempat itu, Ruuki tidak melihat satu pintu. Kini ada pintu lain di sebelah pintu yang sebelumnya pernah ia masuki bersama teman-temannya. Dan sama seperti beberapa saat yang lalu, ia melihat sosok Minato yang memasuki pintu, kali ini pintu kedua. Gadis berambut biru itu langsung kembali ke asrama dan memanggil teman-temannya untuk memberitahukan apa yang baru saja ia lihat. Alu SEES pun masuk ke dalam pintu kedua.
Sama seperti di ujung ruangan pintu pertama, mereka menemukan pintu yang serupa. Ketika Akihiko membuka pintu itu, ternyata pintu itu tidaklah membawa mereka ke Paulownia Mall, melainkan sebuah altar lingkaran yang besar, dan sekali lagi mereka merasa seperti ada di puncak Tartarus. Bedanya, tempat itu bukanlah Tartarus.
Seakan sebuah proyektor sedang dijalankan, SEES melihat sebuah kejadian yang seperti difilmkan –mereka seperti sedang menonton film. 'Film' yang ditunjukkan itu adalah film mengenai pertemuan pertama Junpei dan Koromaru. Ya, ternyata keduanya pernah bertemu sebelum Junpei masuk asrama Iwatodai. Itulah sebabnya mungkin Junpei merasa pernah melihat Koromaru sebelumnya.
Setelah tayangan usai, muncul sebuah pintu lain dihadapan mereka. SEES membuka pintu tersebut dan menemukan altar lainnya. Dan sama seperti sebelumnya, ada tayangan yang lain. Kali ini bukan tentang Junpei dan Koromaru, melainkan 'video' tentang Ken. Dalam tayangan tersebut, Ken sedang ada di kantor polisi dan diwawancarai oleh polisi mengenai kematian ibunya. Ya, karena Ken adalah satu-satunya saksi mata, maka para polisi menanyakan hal seperti apa yang terjadi pada saat sebelum ibunya meninggal, dan sebagainya. Namun polisi tersebut tidak mempercayai apa yang anak itu katakan. Ini menyebabkan Ken berpikir untuk tidak mau lagi memercayai orang dewasa.
Tayangan kedua usai. Muncullah pintu berikutnya. Dibukanya pintu itu, dan mereka masuk ke altar yang lainnya. Kali ini tayangan tentang sang juara tinju sekolah, alias Akihiko. Dalam tayangan itu, Akihiko dan Mitsuru bertemu saat mereka masih SMP. Mitsuru mengajak Akihiko untuk bergabung dalam rangka membasmi shadows. Dan terlihat jelas saat itu Akihiko benar-benar menganggap bertarung dengan shadows hanyalah sebagai permainan belaka.
Lalu, pintu selanjutnya muncul. Entah kali ini tayangan apa yang akan ditampilkan di dalam altar berikutnya. Ternyata kini tayangan milik Yukari. Dalam video itu, Yukari masih sedih akan keluarganya. Tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggilnya lalu menyerahkan sepucuk surat yang ternyata dari ayahnya. Yukari yang sempat putus asa, kini semangat lagi setelah ia membaca surat ayahnya itu.
Usai tayangan tentang Yukari, pintu selanjutnya muncul dan membawa mereka ke altar yang lain. Kali ini tentang Ruuki. Dalam video tersebut, saat itu bulan penuh. Waktu itu Ruuki, Jin, dan kedua orangtua mereka dalam perjalanan pulang ke rumah. Karena Dark Hour, mobil yang mereka naiki tidak berfungsi, sehingga mereka menunggu Dark Hour selesai di dalam mobil. Ruuki dan Jin yang masih kecil sudah mengenal fenomena ini dari orangtua mereka, sehingga mereka sudah tidak asing dengan keadaan dimana banyak peti mati berdiri serta darah menggenang dimana-mana. Tiba-tiba ada seekor shadows yang sangat besar muncul di depan mobil. Ayah dan ibu Ruuki langsung keluar mobil dan memanggil persona mereka masing-masing. Shadow itu langsung menyerang ayah Ruuki sampai pria itu tewas. Ibu Ruuki yang shock melihat peristiwa itu langsung kehilangan kontrol akan persona-nya. Shadow itu menyerang mobil sampai mobil itu terbalik –terpaksa Jin dan Ruuki keluar. Melihat Mazed Eyes –persona ibunya- tidak terkendali dan malah seperti akan menyerang tuannya, Ruuki malah mengambil alih untuk mengontrol persona itu dan menyerang sang shadow. Lalu putaran video pun berhenti.
"Ayahmu meninggal waktu itu?" tanya Akihiko.
"Ya, dan tiga tahun berikutnya okaa-san menikah dengan pria lain, namun ia tidak mengganti marga, ia tetap memakai nama Shirato," jelas Ruuki.
"Err...pintu selanjutnya sudah muncul, ayo masuk kesana!" kata Junpei yang tidak ingin suasana menjadi tegang.
Di altar berikutnya, muncullah video mengenai Mitsuru. Saat itu Mitsuru yang masih kecil ikut ayahnya ke Tartarus bersama dengan peneliti-peneliti bawahan ayahnya. Tiba-tiba seekor monster datang dari luar Tartarus dan menyerang Takeharu, untungnya Mtsuru segera maju dan mengeluarkan persona.
Setelah tanyangan usai, pintu keluar terpampang di ujung. Dan SEES bertanya-tanya. Apakah sudah selesai semuanya?
"Tayangan-tayangan itu..." gumam Junpei sembari mereka berjalan menuju pintu keluar.
"Yah...intinya semua tayangan itu menjelaskan hal yang sama," kata Akihiko.
"Dan punya Mitsuru senpai adalah yang paling jelas," ujar Mitsuru.
"Hm, semuanya adalah potongan memori tentang alasan mengapa kita bisa memanggil persona masing-masing," ucap Mitsuru.
"Lalu, bagaimana dengan Fuuka-san? Aigis-san? Minato-san?" tanya Ken.
"Mungkin kalau Fuuka-san dan Minato-kun, keduanya mengeluarkan persona untuk pertama kalinya di hadapan kita?" tebak Ruuki.
"Bisa jadi. Lalu, bagaimana dengan Aigis?" tanya Fuuka.
"Kurasa aku tidak perlu punya alasan, karena aku memang diciptakan untuk demikian," jawab Aigis.
Saat Akihiko memegang kenop pintu keluar, Aigis melihat ke suatu arah yang berlainan. Robot berjenis perempuan itu mengangkat kedua tangannya ke mulut, dan membelalakkan matanya, lalu...
"MINATO-SAN!" pekik Aigis.
Aigis langsung berlari meninggalkan teman-temannya lalu mengejar bayangan Minato yang memasuki pintu lain. Pintu yang sebelumnya tidak ada disana. Pintu yang baru aja muncul. SEES langsung menyusul Aigis, dan masuk ke ruangan yang sama dengan sosok Minato.
Di ruangan yang baru itu, 'Minato' telah menunggu mereka. Sosok itu mulai mengancungkan pistol ke pelipisnya. Tanpa mengeluarkan suara apa pun, ia mengeluarkan Orpheus.
"Ap-apa maksudnya ini?!" tanya Junpei.
"Ng, kita harus bertarung dengannya?" tanya Ruuki.
"Sepertinya begitu. Yamagishi, tolong analisis lawan!" pinta Mitsuru.
SEES langsung dalam posisi masing-masing, dan bertarung melawan 'Arisato Minato'. SEES tahu bahwa Minato memegang wild card, tetapi lawan mereka itu melakukan hal yang menurut mereka terbilang mustahil: ia dapat memanggil persona SEES lainnya dan menggunakan kekuatan persona tersebut! Karena Ruuki dan Aigis juga pemegang wild card, keduanya berdiri di posisi depan, agar bisa melindungi anggota SEES yang lain.
Jika lamanya waktu pertarungan dihitung, mungkin sudah berjam-jam lamanya mereka bertarung. Tetapi untunglah, pada akhirnya mereka menang juga. Dan pada saat mereka berhasil mengalahkan Minato, mereka seakan terseret ke sebuah ruangan yang lain. Tempat yang mereka masuki kini sangat gelap, dan seakan mereka ada di langit-langit –sebab bintang bertebaran di sekitar mereka. Aigis langsung tahu, mereka ada di tempat yang sama seperti saat Minato melawan Nyx seorang diri.
Tidak dalam hitungan menit, sesosok monster yang tidak sedap dipandang muncul dan menyerang mereka. Dengan kata lain, mereka harus bertarung lagi. Untungnya monster ini tidak merepotkan seperti saat melawan Minato yang dapat mengganti personanya, sehingga pertarungan mereka selesai dalam waktu yang tidak lama.
.
.
Sulit SEES percaya bahwa yang mereka alami daritadi mereka alami dalam satu hari. Ya, 'perjalanan' yang super melelahkan itu, pertarungan yang sempat tiada henti, masuk ke satu pintu ke pintu lainnya terus menerus, semua itu mereka lalui dalam sehari ini. Entah kapan akan selesai.
Sebelum naik kembali ke asrama, mereka melihat ada satu pintu lagi yang muncul. Metis mengatakan bahwa itu seharusnya adalah pintu terakhir. Tetapi karena terlalu lelah, SEES memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum masuk ke pintu yang baru. Lalu mereka ke asrma.
Betapa terkejutnya SEES saat mereka sampai di asrama. Lantai asrama retak, seakan baru saja terjadi gempa. Retakan-retakan itu menimbulkan efek cahaya, seakan dibawahnya ada magma layaknya gunung berapi.
"Apa ini?!" pekik Junpei terkejut dna panik.
Tidak hanya Junpei yang panik, tetapi semua yang ada di tempat itu juga panik. Semuanya, kecuali Metis yang tanpa ekspresi.
.
.
~TBC~
.
.
Cieee Fei lagi ultah masih sempet-sempetnya nulis chapter ini :') #plak
Yep, banyak banget adegan yang Fei skip, soalnya Fei bingung soal rangkai kata-katanya. Dan ada juga bagian yang Fei sotoy banget, soalnya Fei gak begitu ngerti jalan cerita The Answer #plaklagi
Dan akhirnya, sebentar lagi fict ini akan TAMAT! Tapi masih ada chapter epilog kok. Ehehe~
Dan (lagi) makasih buat mariashine87 yang udah nge-review! xD
REVIEW!
