Love Warning

Disclaimer Masashi Kishimoto.

Pair : Sasusaku.

Genre : Romence, Friendhsip.

Rated : T.

Chapter 10

.

.

.

.

.

.

.

.

Sakura POV

Aku menatap sasuke dengan tatapan tidak percaya. Entah kenapa aku sedikit merasa... kecewa.

Haissss... apa yang kau pikirkan sakura ! Dia itu orang yang menyebalkan.

Sasuke kemudian menjauhkan tubuhnya dan menatapku tajam.

"Hn" dia mengucapkan kata ambigu lagi. kami-sama... kenapa ada manusia seperti dia. Dia kemudian masuk kedalam mashion.

"Sakura-chan..." Aku mendengar seseorang berbisik ditelingaku. aku menoleh dan melihat Hinata.

"sasuke-nii memang seperti itu, harap di maklumi. sifatnya memang sulit ditebak" Aku mengangguk dan menarik tangan Hinata untuk masuk kembali kedalam rumah bersama kaa-san dan tou-san.

Seketika aku memberhentikan jalanku disaat mengingat sesuatu tentang hinata.

hinata.

AKU BELUM MENCARI HADIAH UNTUK HINATA !

Merasa aku berhenti, Hinata pun berbalik dan menatapku.

"Kenapa ?" Tanyanya dengan sebelah alis yang melengkung keatas.

"Tidak apa-apa hinata-chan, ayo" Aku kembali menarik tangannya.

kira-kira hinata menyukai apa

ya ?

Sepatu ? dres ? aksessoris ? make up ? hels ? apa ?

Aku tidak tahu, apa perlu kutanya ? Ah ! itu bukan pilihan yang baik. dia akan mengetahui niatku.

Lalu, aku harus bertanya pada siapa ?

Kaa-san ? tidak-tidak, dia perlu beristirahat sekarang.

tou-san ? aku malu bertanya padanya.

itachi-kun ? hmmm... baiklah, aku akan bertanya kepadanya.

"Hinata-chan, aku rasa, aku tidak bisa menemanimu untuk menonton acara itu lagi. aku baru ingat masih ada tugas yang belum aku kerjakan"

Bohong, aku berbohong kepadanya. tidak ada tugas hari ini. Kulihat dia mengangguk dan berjalan keruang keluarga sendiri.

Aku pun langsung berlari kekamar dan mencari smartphone ku.

tapi... dia sedang bekerja. aku hanya akan mengganggunya.

mungkin... tidak.

kuberanikan diri untuk memencet kontak nama itachi. tapi kembali tertahan disaat aku mengingat seseorang.

ya, kurasa dia bisa membantu. tapi apa dia mahu ? akan kucoba.

tapi kan aku tidak mengetahui nomor telponnya. haissss... kamarnya kan ada disebelah kamarmu Sakura.

Aku menepuk dahiku sendiri dan langsung berjalan kekamar sebelah.

Sakura POV End

tok tok tok

Tanpa berpikir panjang, sakura langsung mengetuk pintu.

Krieettt.

wajah malas langsung sakura lihat disaat orang yang dimaksud membuka pintu kamarnya.

"Apa maumu ?"

'ketus sekali' batin sakura.

"Ummm... sasuke-san, boleh aku bertanya ?" Sasuke terdiam dan membuka pintu lebih besar. sakura sangat tidak siap disaat sasuke menarik tangannya untuk masuk kedalam kamar.

blammm..

pintu tertutup, bahkan...

ceklek..

dikunci. kuncinya dimasukan kedalam saku celana.

"Apa yang ingin kau tanyakan ?" sakura melirik kunci yang berada disaku kanan celana sasuke.

"K-kenapa kau menguci

pintunya ?" Sasuke diam dengan tatapan malasnya.

"Apa yang ingin kau tanyakan ?" tanya sasuke sekali lagi. sakura akhirnya menghela nafas.

"A-" Sakura menghentikan ucapannya disaat dia lupa dengan pertanyaannya.

"Hn ?"

'haduhhhh... apa ya ?'

"Kenapa wajahmu seperti itu ?" Tanya sasuke disaat melihat wajah sakura. sakura sama sekali tidak mengindahkan perkataan sasuke.

"Apa yang ingin ku tanya kan ya" Saketika itu pula sasuke langsung menghela nafas dan berjalan mendekat kearah sakura.

tuk

"Awww..."

ceklek

"Kembali setelah kau tahu dengan pertanyaanmu"

Blammm

Sasuke mengetukan jarinya kedahi sakura dan langsung membawa sakura keluar dari kamarnya. dan langsung menutupnya.

Seketika itu juga sakura ingat dengan pertanyaannya.

'haisss... bodohnya aku'

.

.

.

.

.

"Ha ? hanya itu ?" Sakura menganggukan kepalanya.

sasuke mendengus dan menatap sakura dengan kepala yang dimiringkan.

"Asal kau tahu ya, Hinata itu penggemarmu, dia menyukai semua tentangmu. jadi kenapa harus membuang waktu ku lima belas menit untuk pertanyaan

ini ?"

Sakura hanya mengecutkan bibirnya sambil menatap sasuke sebal.

"Jika aku mengetahuinya, aku tidak akan bertanya padamu. dasar manusia hn"

blamm

"Hey"

sasuke menghentikan ucapannya disaat sakura membanting pintu kamarnya.

Sepanjang perjalanan menuju kamarnya, sakura terus mengumpat.

"Kenapa dia bicara seperti itu ? apa susahnya hanya tinggal menjawab saja. dia memang menyebalkan"

.

.

.

.

.

.

Dan pada akhirnya sakura terperangkap didalam mobil hitam mahal bersama orang yang sangat dibenci...

mungkin.

Sakura melirik kesebelah kanan dengan tatapan tajam.

"Kenapa aku harus ikut bersamamu ?" akhirnya sakura memberanikan diri untuk bertanya setelah lima menit mobil dijalankan.

Sakura masih ingat disaat sasuke menggedor pintu kamarnya dan langsung menarik sakura keluar. bahkan untuk menjawab pertanyaan hinata tentang kepergian mereka saja tidak bisa sakura lakukan. karna dia pun tidak tahu mereka akan kemana.

"Karna kau harus" jawab sasuke singkat.

"Kita akan pergi kemana ?"

"Hn"

"Jawab aku sasuke, kita mahu kemana ?"

"Kau sudah berani padaku ya ?"

"Kalau iya kenapa ?"

"Mahu ku hukum ?"

"Memangnya berani ?"

Sasuke menghentikan mobil dipinggir jalan. dan saat itu juga nyali sakura langsung ciut disaat melihat wajah sasuke.

Sakura memalingkan wajahnya disaat sasuke menatap nya tajam.

srettt

"HEY !" pekik sakura disaat sasuke menarik kaca matanya dan dengan santai membuangnya dari mobil.

Sasuke menutup kaca mobilnya dengan smirk andalannya.

"Kanapa dibuang ?!"

"itu hukumanmu"

"Itu kaca mataku, kau tidak punya hak untuk melakukan itu"

"Aku punya" Ucap sasuke sambil kembali menjalankan mobil.

"Tidak, kau tidak punya. memangnya kau siapa ?"

"Calon adik iparmu" mulut sakura terbuka dan tertutup untuk membalas perkataan sasuke.

"Kau menyebalkan"

"memang"

"Aku banci padamu"

"Aku juga"

"Aku tidak ingin memiliki adik ipar seperti mu"

"Kalau begitu jangan menikah dengan baka aniki"

"Kau pikir, aku mahu menikah dengan orang yang tidak aku kenal ?"

"Manaku tahu"

"Hissss..."

Sakura akhirnya memilih diam. berdebat dengan sasuke memang harus memutar pikiran untuk mengalahkannya.

Setelah 15 menit, sasuke kembali memberhentikan mobil.

"Sudah sampai" sakura menurunkan kaca mobil dan menatap bangunan yang ada.

"Mall ? apa yang kita lak-" Sakura memberhentikan ucapannya disaat melihat punggung sasuke sudah berada didalam mall.

"Menyebalkan !" Sakura langsung turun dan mengejar sasuke yang sudah masuk terlebih dahulu.

Menarik ujung jaket sasuke sampai pemuda itu berhenti dan berdiri didepannya.

"ba-ka"

tap

"awwww ! Apa yang kau lakukan !"

sasuke sedikit melompat-lompat sambil memegang sepatu kirinya yang ditinjak sakura.

Tanpa peduli dengan keadaan sasuke, sakura langsung menaiki tangga yang naik keatas.

"Beruntungnya karna aku menyukaimu haruno"

Sakura mengedarkan pandangannya kedalam toko yang dimasukinya. sakura memasuki toko pakaian wanita. dia berencana untuk membelikan hinata rok mini bewarna hitam dan kemeja wanita bewarna putih.

menurutnya hinata akan terlihat manis jika memakai itu. sekarang dia mengetahui penyebab sasuke membawanya kemari. dan targetnya sekarang sudah berada didepan mata.

"tenggelam dengan duniamu,

eh !" Sakura terperanjat disaat seseorang berbisik ditelinganya.

"Akhh... ! kau membuatku terkejut !" Sasuke mengangkat bahunya dan menarik sebuah mini dres bewarna cream yang memiliki hiasan bunga merambat dibagian dada.

Dia kembali menarik sebuah mini dres yang bewarna pink dan mendekatkannya dengan tubuh sakura.

"A-apa ?"

Sasuke mengangguk dan berjalan meninggalkan sakura.

"Hey !" sasuke sama sekali tidak mengindahkan teriakan sakura, dia berjalan kearah kasir.

sakura membuka mulutnya disaat mengetahui niat sasuke.

'dia ingin meninggalkanku di mall ini ?' setelah itu sakura langsung menarik pakaian yang ingin dia beli dan berjalan kekasir dengan langkah cepat.

"Aku membayar pakaian yang dibawa gadis ini" kasir itu mengangguk dan langsung memasukan pakaian yang sakura bawa kedalam paper bag bewarna hitam.

"Hey ! Aku ingin membelinya dengan uang ku sendiri sasuke. aku tidak ingin berhutang padamu" Sasuke menatap sakura datar dan langsung menyerahkan tiga paper bag kedalam pelukan sakura.

"Bawa"

"Hey ! aku bukan

pembantumu !"

"you are my cat"

"what the... hey ! tunggu aku !"

.

.

.

.

.

.

tbc...

hallo... belum romantis ya ?

Ruki : gak ada yang romantis kizu.

kizu : udah jomblo diam aja, emangnya ruki tahu apa romantis ?

ruki : bukan jombo tapi single, masih mending ruki ya, udah pernah pacaran. dari pada kizu, gebetan aja gak punya.

kizu : iya iya. trus romantis itu apa ?

ruki : mana ruki tahu

kizu : lohh... katanya sudah pernah pacaran

ruki : males

kizu : jelesin itu aja males.

ruki : terserah...

kizu : eh ada reader, makasih ya udah baca ni fic.

ruki : baru nyadar rupanya

kizu : sssstttt... diam ! eh terus baca ya semuanya, walau pun ini fic update nya udah gak sesuai jadwal. semangat !