King of Shinobi

By…Ksatria

Rate : M

Genre : Adventure, Family, Romance, Mysteri

Disclaimaer : Bukan punya saya

Pair :Naruto x ?

Warning : Masih pemula dan cerita abal, gaje dan banyak lagi….

Chapter 10:

Summary : Naruto adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya dan di anggap aib bagi seluruh desa Konoha sejak dia berumur kurang dari 4 tahun, setelah insiden terjadinya penyerangan pria bertopeng dengan mensumonkan kyubi ekor Sembilan pada Konoha dan disegel oleh Namikaze Minato kedalam tubuh Menma kakak dari Naruto dan mereka yang dipuji oleh warga desa dianggap sebagai keluarga pahlawan desa. Naruto yang berusaha mendapat perhatian mereka, kini merekalah yang menyesal atas perbuatan mereka dan ingin memulai kembali bersama Naruto untuk membuat keluarga yang bahagia.

Disuatu tempat ruangan bawah tanah yang cukup besar nan gelap dengan diterangi beberapa lampu saja yang didalamnya terdapat beberapa jembatan persimpangan yang besar dan lebar, tampak dua buah pilar penyangga dan anak tangga yang terbuat dari besi yang tersusun secara terpisah dari bawah sampai keatas yang menempel di dinding-dinding seolah-olah terdapat jalan lain dari anak tangga tersebut menuju dunia luar. Serta pipa-pipa besar yang juga menempel di dinding-dinding di dalam bangunan tersebut.

Seoarang pria tua berambut hitam pendek dengan perban membalut kepalanya yang dari dahi hingga menutup mata kanannya serta tanda silang di dagunya membawa tongkat kayunya dengan tangan kanan yang berada didalam bajunya berwarna hitam hingga ke kaki sedangkan sebelah kirinya berwarna putih yang hanya sebatas pinggangnya, tengah berdiri berhadapan di sebuah lorong yang berada di ruangan bawah tanah tersebut.

Terlihat tiga kepulan asap berwarna putih yang muncul dihadapan pria tua itu. "Danzo-sama….kami telah menemukan Sai…..dan….seorang bocah wanita dengan rambut merah memakai kacamata…." Ucap seorang Anbu Ne atau disebut Rot yang membungkukan badannya bersujud dihadapan pria tua itu yang bernama Danzo Shimura.

"Clan Uzumaki ya….ini sangat langka…." Gumam Danzo.

"bawa dia juga….dia pasti berguna…." Ucap Danzo memerintahkan ketiga Anbu itu.

"ha'i…." ucap ketiga Anbu serentak lalu pergi dan meninggalkan kepulan asap.

"uhhukk…hhuukk…hhuukk…lain kali aku akan pakai masker….terlalu banyak asap bisa bahaya bagi kesehatanku…." Ucap Danzo terbatuk-batuk lalu pergi menuju lorong yang dibelakangnya.

^ Didalam Hutan ^

Jauh didalam hutan yang lebat penuh dengan rimbunan pepohonan. Seorang bocah laki-laki berumur 11 tahun berambut jabrik berwarna kuning tengah asik menikmati segarnya angin yang bersepoi-sepoi mengibarkan rambut kuning jabriknya yang sedang berbaring menikmati tidur siangnya. Kelelahan akibat latihan yang ia lakukan hingga terdengar suara dengkuran tidurnya. Angin yang menggerakkan ranting dan dedaunan pohon serta kicauan burung-burung yang tengah bernyanyi, semua itu yang membuat kebisingan cukup mengganggu bagi para ninja baik itu tengah latihan konsentrasi atau pun misi. Namun, tidak bagi Naruto. Ia sangat menikmatinya baik itu sedang latihan maupun sedang tidur, sama sekali tidak mengganggu baginya.

Jauh dari tempat bocah itu, seorang bocah laki-laki berambut hitam berkulit pucat yang diperkirakan umurnya 12 tahun sedang berlari-lari bersama dengan seorang bocah perempuan berambut merah berkacamata yang diperkirakan umurnya 12 tahun, juga sedang berlari-lari ketakutan tanpa henti dengan air matanya berlinang, meskipun ekspresi wajahnya telah menunjukkan keputusasaan.

"ahhaa…haaha….haaha…aku…ahhaa..haaha…tidak boleh mati….aku..akan…hidup untuk Nii-san…" gumam seorang bocah laki-laki itu terus berlari dengan tekad dan semangat yang kuat tanpa menyerah sekalipun, walaupun rasa ketakutanya tidak hilang sama sekali dengan air matanya terus bercucuran.

"aku…ahhaa…akan hidup….aku…ingin…hidup…." gumam bocah itu lagi.

Sedangkan dengan bocah perempuan itu, sangat berbeda sekali dengan yang dia lakukan bocah laki-laki itu. Terus berlari namun, ekspresi wajahnya telah menunjukan rasa keputusasaan.

"kenapa…aku berlari…biarkan saja mereka menangkapku….aku….pada akhirnya akan dimanfaatkan….." gumam bocah perempuan itu yang terus berlari dengan air matanya terus berlinang.

"bagaimana kalau kita menyerah saja…..?" Tanya bocah perempuan itu kepada bocah laki-laki itu sambil terus berlari.

"tidak…aku tidak mau menyerah…aku akan hidup….aku akan terus hidup…" jawab bocah laki-laki itu menolak ajakan bocah perempuan itu dengan keyakinannya sambil berlari terus.

"percuma kita akan pasti mati ditangan mereka…..jika beruntung kita akan dibawa mereka hidup-hidup untuk dimanfaatkan…." Ucap bocah perempuan itu dengan ekspresi putus asanya, lalu berhenti dari larinya.

"mustahil kita bisa lari dari mereka….tidak akan ada yang bisa menolong kita…." Ucapnya lagi yang terduduk lemas kehilangan staminanya.

Bocah laki-laki itu pun tak bisa melanjutkan larinya lagi, staminya telah habis ia pakai untuk terus berlari dan bersembunyi. Jatuh tertelungkup dengan kelelahannya bocah itu pun hanya dapat memandang disekitarnya dengan mata berkunang-kunang tinggal menunggu apa yang akan terjadi padanya.

"sial sekali….Nii-san…maafkan aku…kali ini aku akan menyusulmu lebih cepat…." Ucap bocah itu sambil menangis.

"sial…aku telah merepotkanmu….aku telah menyia-nyiakan pengorbananmu….maafkan aku Nii-san…." Ucap bocah laki-laki itu.

"kalian sudah menyerah…..baguslah…..ini tidak akan merepotkan lagi…." Ucap Anbu yang memakai topeng tersebut mengangkat tangannya membuat tanda pada semua pasukan Anbu yang tengah bersembunyi didalam rimbunan pepohonan.

"inilah akhir ku…" ucap bocah laki-laki itu dan bocah perempuan itu yang menghadapi takdir dihadapan mereka.

Mereka berdua hanya menunggu serangan para Anbu itu dengan pasrah sambil menutup mata mereka yang kini takdir kematian mereka di ujung tanduk.

Kage Bunsin no jutsu

Munculah seribu bayangan berganda dari seorang bocah berambut jabrik berwarna kuning dengan mata biru langitnya.

Henge! Oiroke no jutsu

Lalu berubah lagi menjadi wujud perempuan sexy berambut kuning dengan mata birunya. "oh….Anbu-sama…." Goda para perempuan sexy itu kepada para Anbu hingga ada beberapa yang terkapar dengan mengelurakan darah dihidungnya.

"aku menyebutnya Harem no jutsu…." Ucap Bocah itu dengan datarnya.

"kalian berani sekali mengganggu tidur siangku….aku tidak terlalu perduli dengan apa yang kalian lakukan….tapi cobalah untuk mencari tempat lain…." Ucapnya lagi.

"kau…dasar bocah….sialan matilah pembawa aib Konoha….." ucap Anbu tersebut menyerang bocah tersebut dan diikuti oleh para Anbu yang lainnya.

Dengan tenangnya melihat para Anbu menyerang mereka, bocah brambut jabrik kuning itu langsung membuat handseal.

Katon : Ryuuka no jutsu

Teriaknya lalu menyemburkan api dari mulutnya dengan bentuk kepala naga yang mengaum dari udara lalu menyerang para Anbu tersebut. tidak bisa dipungkiri mereka tidak dapat membalas serangan kejutan dari jutsu itu yang mendadak menyerang mereka ditambah satu persatu dari mereka jatuh tak sadarkan diri diakibatkan ilusi yang dibuat bocah itu.

Bocah laki-laki dengan rambut hitam yang berkulit pucat yang kini terdiam walaupun dengan beberapa tenaganya yang telah terkumpul hanya mampu untuk berduduk saja sambil menonton kejadian tersebut.

Begitu juga dengan bocah perempuan yang berambut merah berkacamata yang terpukau dengan apa yang dia lihat itu.

"siapa kau…sebenarnya….?" Tanya bocah perempuan itu.

"sebelum mengenal orang lain lebih baik kau mengenalkan dulu dirimu…" ucap bocah laki-laki berambut kuning itu berjalan kearah mereka.

"namaku…." Ucap bocah laki-laki berambut hitam berkulit pucat itu terpotong dengan perkenalan bocah laki-laki berambut kuning tersebut.

"namaku Naruto….Uzumaki Naruto….orang yang akan menjadi Raja Ninja…." Ucap bocah itu yang bernama Naruto.

"hah…" ucap bocah berambut hitam berkulit pucat dan berambut merah berkacamata lalu sweetdrop.

"si…sialan…." Ucap bocah rambut hitam berkulit pucat yang bangun dari sweetdropnya.

Sedangkan bocah berambut merah berkacamata hanya mendecih saja.

"Sai…." Ucap bocah berambut hitam berkulit pucat yang perkataanya tadi terpotong oleh perkataan Naruto.

Naruto berbalik menghadap ke arah bocah perempuan berambut merah berkacamata itu menatapnya seolah bertanya.

"Karin….Uzumaki Karin…." Jawab bocah itu yang bernama Karin.

"ulurkan tanganmu…." Ucap Naruto memerintahkan Karin. Tentu saja Karin menuruti perkataan Naruto, secara tiba-tiba Karin merasakan aliran chakra dan tubuhnya kembali memulih.

Begitu juga dengan Sai merasakan aliran chakra dan tubuhnya memulih kembali seperti semula.

"apa ini….?" Tanya Karin dan pada Naruto.

"jutsu penyembuhan dengan mode penyaluran chakra…." ucap Naruto menjelaskan lalu beranjak pergi.

"ini…hampir sama denganku…meskipun agak berbeda…." Pikir Karin yang memang dengan kemampuannya dapat mengirimkan chakra serta memulihkan luka-luka dengan cara menggigit tubuhnya.

"arigato…" ucap Sai dan Karin pada Naruto.

"tidak perlu berterima kasih….aku hanya menjalankan tugasku, itu saja…" Ucap Naruto yang melirik mereka dengan wajah datarnya.

"kau mau kemana….?" Tanya Karin.

"ahhaa…." Naruto menghela nafasnya lalu menatap mereka yang dalam keadaan yang tidak memungkinkan bagi mereka yang berada dalam dunia ninja, dimana setiap orang yang lemah sudah pasti akan menjadi incaran.

"ikutlah denganku….jika kalian ingin hidup…." Ucap Naruto yang menatap mereka dengan wajah datarnya.

"tapi…." Ucap Karin ragu.

"terserah kalian, mau ikut atau tidak itu pilihan kalian….." ucap Naruto datar sambil mengorek telinganya yang gatal lalu hendak beranjak dari tempat itu.

"aku akan ikut…." Ucap Sai dengan tatapan serius.

Lalu Naruto pergi menuju desa dan diikuti oleh Sai. "tunggu aku…." Ucap Karin yang juga terpaksa ikut karena tidak ingin berada dalam bahaya lagi.

^ Rumah Sakit Konoha ^

"mereka baik-baik saja…" ucap seorang wanita dengan payudara besar tak lain adalah Tsunade.

"dengan pemulihan yang di lakukan Naruto…..tentu mereka sudah baikan" ucap wanita berambut hitam yang menggendong seekor babi yang bernama tonton yang tak lain adalah Shizune.

"syukurlah kalau gitu…aku ingin mereka menjadi warga Konoha…..kurasa Tsunade Baa-san dan Shizune Nii-san bisa melakukannya…." Ucap Naruto pada Tsunade lalu melihat ke arah Shizune.

"kalau itu sih bisa di nego…tapi siapa mereka ini….?" Tanya Tsunade.

"mereka dikejar-kejar oleh beberapa Anbu yang masih belum diketahui, akan tetapi para Anbu itu merupakan bagian dari Konoha, tidak tahu siapa yang menyuruh para Anbu itu…." Ucap Naruto menjelaskan.

"laki-laki zombie ini Sai namanya…..dan yang memakai kacamata ini namanya Karin…." Jelas Naruto.

"oi siapa yang kau sebut Zombi….dasar rambut duren…." Bentak Sai yang kesal karena disebut zombie.

"hei…kau pikir ini rambut duren apa….walaupun begitu aku tetap keren…." Ucap Naruto membantah dengan wajah datarnya sambil mangatai dirinya keren.

"sudahlah….kau beristirahat saja dulu Naruto….." ucap Tsunade pada Naruto.

"ini aku baru membeli jam weker yang baru…..jangan sampai rusak lagi ya…." ucap Shizune tersenyum menyerahkan jam weker tersebut.

"kenapa Shizune Nee-san memberikan ini setiap hari…padahal pada akhirnya akan rusak lagi…." Ucap Naruto datar pada Shizune yang hanya dibalas senyuman.

"karena itu…jangan sampai rusak lagi….ya…" Ucap Shizune tersenyum membelai rambut kuning Naruto, begitu juga Tsunade ikut tersenyum.

"baiklah….baiklah….." ucap Naruto datar.

Lalu Tsunade dan Shizune menginggalkan ruangan tersebut bersama kedua orang yang diselamatkan dan dibawa oleh Naruto.

^ Hokage Room ^

"sialan….tambah banyak saja ini kertas…" ucap Minato mengerutuk sendiri sambil mencap setiap kertas.

Sedangkan Sandaime hanya menghembuskan asap dari cerutunya menghadap ke jendela sambil menikmati angin segar.

TOK…TOK…TOK…

"masuk…"

CKLEK….

Masuklah 2 orang dengan membawa 2 bocah yang berusia kira-kira sama seusia Naruto atau Menma.

"ada apa….?" Tanya Minato kepada kedua orang tersebut yang tak lain adalah Tsunade dan Shizune yang membawa kedua bocah itu.

"Naruto menemukan mereka yang sedang dikejar oleh para Anbu Konoha…..yang masih belum jelas identitasnya…." Ucap Tsunade yang langsung to the pint.

"Anbu Ne…." ucap Sandaime yang menanggapi perkataan Tsunade.

"kurasa begitu…" ucap Minato.

"tampaknya Danzo berulah lagi…." Ucap Sandaime. Sedangkan Tsunade, Shizune, dan kedua bocah itu hanya diam saja.

"jadi bisa kau jelaskan tentang kedua bocah itu….Tsunade hime…." Ucap Minato.

"yang berambut hitam berkulit pucat seperti zombie ini namanya Sai…..sedangkan yang berambut merah berkacamata ini bernama Uzumaki Karin….." ucap Tsunade menjelaskan.

"oi…aku ini bukan zombie…." Teriak Sai membantah Tsunade karena tidak ingin disebut zombie.

"sudahlah kau terima saja dulu…." Ucap Shizune tersenyum pada Sai.

Minato dan Sandaime agak terkejut mendengar nama Karin yang memiliki nama akhiran Uzumaki. Karena kelangkaan Clan Uzumaki akibat hancurnya desa

Uzushiogakure maka sangat sulit untuk menemukan seseorang Clan Uzumaki.

"aku berharap kau mau menjadikan mereka penduduk serta sekaligus ninja di Konohagakure…." Ucap Tsunade menjelaskan tujuan mereka datang menghadap Minato yang sebagai Yondaime Hokage serta Sandaime yang termasuk orang penting dalam Konoha.

"baiklah….mereka akan masuk ke akademi besok….soal tempat tinggal kau bisa mengaturnya kan…" ucap Minato pada Tsunade lalu dibalas dengan anggukan serta di ikuti oleh Shizune.

"aku juga akan membantu…." Ucap Sandaime pula.

Sedangkan Tsunade dan Shizune merasa senang karena bantuan bertambah. Dan Sai serta Karin hanya diam menyetujui itu semua, karena mereka juga merasa aman akan keselamatan dan terjamin akan kehidupan mereka dimasa yang akan datang.

Tsunade dan Shizune pergi dari ruangan itu di ikuti oleh Sai dan Karin, untuk mencari tempat tinggal dan keperluan mereka termasuk masuknya ke akademi.

^ Suatu Tempat Misterius ^

Jauh dari pemandangan cahaya yang menyinari tempat itu yang ada hanyalah lampu yang bersinar menerangi tempat yang gelap dengan tempelan pipa-pipa besar di dinding dan tangga besi yang terpisah-pisah juga menempel di dinding-dinding. Terlihat seorang pria tua dengan perbannya sampai menutup mata kanannya, membawa tongkat dengan lengan kanannya dibalut dalam baju hitamnya berdiri dihadapan para Anbu bawahannya.

"maafkan kami….Danzo-sama…." Ucap Anbu bertopeng meminta maaf.

"kita telah kehilangan salah satu rekan kita dan si bocah Uzumaki itu…..tidak jadi masalah….karena mereka tidak akan dapat membocorkan rahasia kita….dan untuk si aib itu hanya perlu menunggu waktu sampai dia benar-benar menghilang dari permukaan bumi ini…" ucap pria tua itu yang tak lain adalah Danzo Shimura yang membalikan tubuhnya lalu berjalan ke arah pintu lorong tersebut dengan tatapan tajamnya.

To Be Continue…..

LOG OUT