Warning : OOC, typo, alur maksa, berantakan, dll

Genre : supernatural, romance, comedy, friendship.

Enjoy!

20.05 pm

Naruto kembali berlari kencang menuju sekolahannya dan menembus malam, kecepatan larinya seolah-olah mampu menyamai kecepatan kendaraan yang dilewatinya. Raut wajahnya sama sekali tidak menampakkan kelelahan. Namun naruto tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya, yah.. naruto saat ini berlari sambil mengeluarkan air mata. Semua karena Hinata gadis hantu yang sangat ia cintai, Naruto akan melakukan semuanya, untuk menyelamatka hantu itu yang telah menemaninya menghabiskan waktu bersama-sama.

"bagaimana bisa kau melihatku?"

" Oi..oi.. apa-apaan kau? Kenapa melemparku keluar senmbarangan heh?"

"Namaku Hyuuga Hinata, dan aku adalah hantu penunggu kamar ini, kau telah memasuki wilayahku!"

Naruto terus berlari sambil mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Hinata dan ingatannya itu terus membuat Naruto menangis, ia sangat ketakutan jika memang benar apa yang dikatakan ibunya dalam percakapannya melalui telepon beberapa menit lalu. Hinata akan segera menghilang esok pagi.

FLASH BACK

Naruto segera menekan tombol hijau diponselnya ketika menemukan nomer yang ia cari.

Tuutt..tuutt..

Naruto sedikit mengerang kesal karena tidak ada yang menjawab panggilan teleponnya diseberang sana, naruto terus berjalan mondar-mandir diluar kamar sambil menunggu panggilannya di jawab oleh ayah atau ibunya disana.

"Moshi-moshi!" Suara wanita paruh baya akhirnya terdengar dikuping Naruto.

"Ibu, aku ingin bertanya sesuatu, apa ibu tahu sesuatu tentang jimat yang ibu berikan padaku, bagaimana caranya menghilangkan kekuatan jimat itu dan ap-..!"

"ANAK BODOH.. TAK BISAKAH KAU BERTANYA SATU-PERSATU?" potong ibu Naruto aka Kushina dengan suara garang "APA MAKSUDMU DENGAN PERTANYAAN ANEHMU ITU HEH!" Lanjut Kushina yang membuat Naruto menelan ludah dan sedikit gemetaran.

"Etto.. ap-apa ibu tahu sesuatu tentang jimat itu?" Tanya Naruto dengan suara pelan (jangan lupa gemetarannya)

"Memangnya kenapa dengan jimatmu?" bukannya menjawab Kushina lamah balik bertanya membuat Naruto menjambak rambutnya sendiri dan tentu saja aksi Naruto tak diketahui ibuny diseberang sana.

"Bu, jimat itu sudah melukai temanku, dan itu semua karena kecerobohanku!" Sahut Naruto, ia merasa tak punya waktu lagi berdebat dengan ibunya, mengingat keadaan Hinata kini terlihat menghawatirkan.

"Melukai temanmu? Apa maksudmu heh? Jimat itu hanya bisa bereaksi terhadap hantu atau mahluk halus dasar anak bodoh!"

"KARENA TEMANKU MEMANG HANTU...DAN AKU MENCINTAINYA!" teriak Naruto dengan sedikit terisak membuat kushina disana terkejut, "Kumohon ibu, kumohon katakan bagaimana cara untuk menghilangkan kekuatan jimat itu, aku harus menolongnya!" Lanjut Naruto memohon dan kali ini air matanya benar-benar telah mengalir dipipi tannya.

Kushina menghela nafas panjang dan menjawab "Kalau begitu kau tak punya banyak waktu nak!". Naruto tampak terkejut mendengar jawaban ibunya, "Ap-apa maksudnya dengan tak punya banyak waktu ibu?"

"Batu itu pemberian mendiang kakekmu, ia pernah bilang pada ibu bahwa batu itu mampu melenyapkan wujud sosok arwah atau jiwa dengan cara menghisap energi dari arwah itu sendiri jika tersentuh batu jimat itu!" jawab kushina panjang lebar.

"Melenyapkan? Jadi maksud Ibu, temanku ini akan menghilang?" Sahut Naruto kini terduduk lemah dilantai, Naruto kemudian tertunduk menyesali kebodohannya dan untuk kesekian kalinya Naruto meremas rambut pirangnya, namun ia tetap kembali bertanya "kalau begitu, kapan tepatnya sosoknya akan menghilang sepenuhnya?"

"Sampai matahari terbit esok hari!" jawab kushina, ia tak pernah menyangka anak semata wayangnya akan berteman dengan sosok hantu bahkan mencintainya, senyuman tipis terlihat dibibir Kushina "Dasar anak bodoh, apa kau tak ingin bertanya bagaimana cara menghilangkan kekuatan batu itu hm?"

"Eh, memangnya ada caranya?" Tanya Naruto dan langsung kembali berdiri mendengar pernyataan ibunya. Sedangkan ibunya hanya bisa geleng-geleng kepala 'sepertinya anakku mewarisi kebodohan kakeknya'.

"Kekuatan batu jimat itu akan menghilang jika dikembalikan ketempat asalnya sebelum matahari terbit!" Jawab Kuhina enteng. Sementara Naruto kini terlihat sedikit lega mendengar ada sedikit harapan menyelamatkan Hinata.

"Tapi, jimat itu dari mana kakek ambil?" Tanya Naruto tidak sabaran.

"Hmm.. kakekmu mengambilnya disebuah kuil china tua yang terletak di desa Kiri!" Jawab Kushina

"Are, itukan desa yang ada di ujung kota Konoha, kenapa kakek bisa sampai sejauh itu?" Tanya Naruto bingung. Perempatan urat muncul dikening Kushina "MANA IBU TAHU ANAK BODOH, MAU MENYELAMATKA KEKASIHMU ATAU MAU BERTANYA SEJARAH KAKEKMU?" teriak Kushina garang dan Naruto hanya bisa menjauhkan kupingnya dari ponselnya dengan ekspresi takut.

"Ba-baik ibu akan kubawa mat itu segera kembali ketempatnya, sudah ya!" Sahut Naruto hendak mengakhiri panggilan teleponnya.

"Tunggu dulu, Ibu baru ingat sesuatu!" Naruto tidak jadi mematikan sambungan teleponnya, ketika mendengar Ibunya mencegah. "Bukan hanya jimat itu yang dibawa kesana, tapi dia juga harus dibawa kesana, Ibu kurang mendengarkan kakekmu waktu itu, tapi yang jelasnya keduanya harus berada dikuil sebelum matahari terbit!" Lanjut Kushina, sekarang ia yang merasa ikut bodoh karena kurang mendengarkan perkataan kakek Naruto aka Jiraiya waktu itu.

"Jadi, aku harus membawa batu itu dan Hinata kekuil itu?" Tanya Naruto memastikan, sedangkan Kushina hanya meng-iya-kan pertanyaan anaknya.

"Ehh.. Jadi namanya Hinata yah? Wah.. nama yang bagus, ibu jadi ingin bertemu dengannya!" Kata Kushina kegirangan, mendengar anaknya menyebut nama seorang wanita.

"Ah, sudahlah ibu nanti aku jelaskan, aku sudah tak punya banyak waktu lagi, aku harus segera menolongnya aku tak ingin kehilangannya, karena aku mencintainya!" Jawab Naruto dan mengakui perasaannya.

"Kalau begitu berjuanglah anakku, selamatkan dia, selamatkan calon menantuku dan jangan lupa mengenalkannya pada ibu!" Sahut Kushina setengah menggoda, dan itu sukses membuat Naruto tersipu.

"Baiklah, percayakan padaku, sudah ya!"

Klik!

Naruto pun mengakhiri sambungan teleponnya, dengan perasaan sedikit lega Naruto tersenyum, namun tiba-tiba senyumannya hilang begitu saja, ia menyadari sesuatu.

"Sial, aku membuang batu itu dikolam sekolah, aku harus mencarinya segera!"

FLAH BACK OFF

Naruto kini memanjat pagar sekolahan karena keadaan sekolah kini kosong jadi gerbang sekolah terkunci rapat, dan saat Naruto melompat turun dari pagar yang dipanjatnya, Naruto jatuh tersungkur ditanah karena kakinya terkilir, ia mengerang kesakitan, namun tetap bangkit berdiri menuju kolam bunga teratai sekolah yang terletak diujung utara area sekolahan.

Naruto kembali berlari dengan menahan rasa sakit dikakinya namun larinya kini tampak pincang, ia kemudian merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya mencari sebuah nama disana dan langsung meneleponnya.

"Moshi-moshi!" terdengar suara pria seumurannya diseberang sana menjawab teleponnya.

"Aku butuh bantuanmu, datang ke apartement corona dengan membawa mobil segera, ini darurat!" kata naruto dengan suara berat.

"Ta-tapi apa yang-..!"

"Turuti saja pemintaanku, Nanti kujelaskan"! Potong Naruto dan mengakhiri panggilan teleponnya. Dan langsung melompat tanpa ragu masuk kedalam air dikolam bunga teratai tersebut

-SIAPA YANG DITELEPON NARUTO UNTUK MEMINTA BANTUANNYA? BERHASILKAH NARUTO MENYELAMATKAN HINATA? BAGAIMANA PERJALANAN NARUTO MENUJU KIRIGAKURE?-

Tunggu di chapter selanjutnya dalam

"SHION DRIFT"

Cakakakakak judul chapter depannya ngawur tuh #plak. Chapter depan akan lebih panjang.

Bocoran di chap depan akan kubumbui lagi dengan unsur comedy selama mereka dalam perjalanan menuju desa Kiri biar merata genrenya kuhehehe, tapi tetap ga keluar kok dari intinya kuhehehe dan mungkin tersisa 2 chapter lagi kuehehehe, sebenarnya aku punya 2 versi endingnya nanti, mau HURT ENDING atau mau HAPPY ENDING nih? Suara terbanyak akan saya publish untuk endingnya nanti. Kuhehehe

Saatnya respon balik ripiu kalian.

-Namikaze anwar : bukan mati, tapi menghilang

- virgo24 : oke, ntar kubikinin kuhehehe

- tetsuya : another? Udah pernah kuhehehe kalau ente sudah pernah nonton KISS x SIS ga? Klo belom silahkan dicoba kuhehehe

- Daigo : yap mau end nih

- guest-kun : ah gomen kalo ,masih pendek

- anna fitri : soalnya ga panjang kuhehehehe

- blackschool : simpan penasaran anda kuhehehe

- gynna yuhi : yosh.. daijobu desu

- reyvanrifqi : kuhehehe maap salah ketik nama

- calpa : Biar greget kuhehehe

- rahmawati, zombieNHL, Uciha ryu'tto : maap klo masih pendek yah

- micko, the kidsno Oppai : SIAAAPPPP!

Yosh... tanks buat kalian semua yang masih stia mengikuti perkembangan fic jelek ini, maap update kali ini lama amat kuhehehe..kuhehehe...kuhehehe

Udah ah, dari tadi saya "kuhehehe" melulu udah kayak tawanya AKIKO di anime ' Onii-chan dakedo ai sae areba kankeinai yo ne!'. (anime ini mengandung pemaksaan adiknya yang ngotot pacaran sama kakak kandungnya sendiri) kuhehehe

See u next time

Arigatou!