Siwon mengusap wajahnya kasar ketika untuk kesekian kalinya dia tidak bisa fokus dengan ucapan karyawannya yang sedang mempresentasikan laporannya. Setiap kali Siwon berusaha fokus untuk waktu yang lama, dirinya selalu menemukan bayangan wajah Kyuhyun yang kecewa dengan sikap pengecutnya pagi ini. Siwon mengutuk dirinya sendiri setiap kali rasa bersalah menghampirinya seribu kali lebih kuat dari sebelumnya. Ia seharusnya lebih memikirkan perasaan Kyuhyun daripada perasaan bodohnya yang tidak beralasan. Jelas itu bukan kesalahan Kyuhyun, tapi Siwon justru menjadikan Kyuhyun korban dari perasaannya. Siwon kecewa dengan dirinya sendiri. Dia benar-benar harus memperbaiki keadaan mereka.
Siwon bernafas lega ketika setelah satu jam berlalu dan dia bisa mengakhiri rapatnya. Menuju ruangannya dan membuka jasnya. Melonggarkan dasinya kemudian menghela nafas panjang.
Siwon berjalan menuju dinding kaca ruangannya yang terletak di belakang mejanya. Mengamati pemandangan kota Seoul di siang hari yang tampak begitu melelahkan. Ia melirik jam ditangan kirinya dan tersenyum simpul. Menemukan bahwa itu adalah waktu yang tepat untuk menghubungi Kyuhyun dijam makan siang seperti ini.
Beberapa saat hingga sambungan telepon Siwon terhubung.
"Hyung…"
Siwon tersenyum miris menemukan nada khawatir kekasihnya, "Hei…"
"Kau baik-baik saja?"
"Hmm…"
Keheningan terjadi diantara keduanya. Siwon baru menyadari latar belakang suara Kyuhyun tidak terdengar apapun.
"Kau tidak makan siang?"
"Aku tidak lapar. Bagaimana denganmu?"
Siwon tahu alasan dibalik jawaban Kyuhyun mengenai nafsu makannya, "Aku juga tidak lapar. Aku… tidak bisa berhenti memikirkanmu."
Keheningan diantara mereka terjadi lagi.
"Apakah… apakah aku membuatmu marah?" Kali ini Kyuhyun yang memecah keheningan mereka.
Siwon membenci nada Kyuhyun yang seperti itu.
"Tidak. Aku yang seharusnya bertanya seperti itu. Aku tidak berniat menghindarimu. Hanya saja aku sedang tidak dalam mood yang baik tadi pagi."
"Apakah terjadi sesuatu?"
Siwon lebih memilih untuk memandang lantai yang tampaknya lebih menarik.
"Entahlah. Aku rasa ini hanya perasaanku yang tidak beralasan. Jangan dipedulikan… Dan maafkan aku mengenai kejadian pagi tadi."
Kyuhyun terdengar sedikit ragu, "Jika itu membuatmu menghindariku… bukankah… bukankah seharusnya kita membicarakannya?"
Siwon menghela nafasnya kemudian mengusap wajahnya kasar, "Minhyun… Tadi malam aku membaca pesannya untukmu di ponselmu. Aku sedikit terganggu dengan pesan itu dan ketika pagi tadi kau menyebut namanya, aku begitu tidak menyukainya."
Siwon tahu Kyuhyun sedang berusaha menemukan maksudnya hingga beberapa saat kemudian Kyuhyun mengeluarkan suaranya.
"Ada apa dengan pesannya, Hyung?"
Siwon kembali menghela nafasnya, "Aku tahu aku akan terdengar sangat bodoh. Tapi percayalah, isi pesan itu benar-benar membuatku muak. Bukankah itu terlalu intim? Maksudku, aku tidak tahu bagaimana hubungan kalian sebenarnya tapi seharusnya dia tahu bahwa kau sudah memiliki kekasih. Juga dia telah mengenalku. Atau hanya aku saja yang terganggu dengan isi pesan itu?"
"Kau men-menakutiku, Hyung…"
Siwon tersadar bahwa dia meninggikan suaranya diakhir kalimatnya. Menghela nafasnya kasar kemudian mengumpat kecil.
"Maafkan aku, Sayang…"
"Tid-tidak apa… Aku… aku akan berbicara padanya untuk tidak mengirim pesan seperti itu lagi."
Kali ini Siwon sedikit lebih tenang. Dia tahu dia bisa memercayai Kyuhyunnya.
"Aku akan menjemputmu sore ini lalu kita makan malam di luar. Bagaimana? Aku tidak suka ketika aku tidak bisa melihatmu dan menenangkanmu disaat seperti ini."
Siwon tersenyum tulus ketika mendengar Kyuhyun terkekeh kecil.
"Aku hanya takut aku membuat kesalahan dan membuatmu marah, Hyung…"
Siwon tidak mengubah senyumnya, "Aku seharusnya yang berkata seperti itu. Aku sangat mencintaimu. Dan pagi ini aku benar-benar merasa seperti pengecut. Aku benar-benar membenci diriku. Maafkan aku, Sayang…"
Siwon bisa merasakan bahwa Kyuhyun sedang tersenyum disisi lain.
"Aku juga sangat mencintaimu, Hyung. Aku berjanji akan membicarakan ini dengan Minhyun."
Siwon menghela nafasnya singkat, "Terima kasih, Kyu. Baiklah… sampai jumpa nanti sore. Jangan lupa makan siangmu, Sayang…"
"Aku akan makan siang jika kau melakukan hal yang sama."
Siwon tertawa kecil.
"Aku benar-benar mencintaimu, Cho Kyuhyun."
.
.
.
.
.
Kyuhyun berjalan menuju kelasnya. Hatinya berdebar ketika menemukan Minhyun berada di kursi paling depan. Pemuda itu tampak melemparkan senyumnya yang tentu saja Kyuhyun balas. Memutuskan untuk berbicara dengan pemuda itu setalah kelasnya selesai ketika beberapa muridnya telah memenuhi kelas musiknya. Kyuhyun menghela nafasnya cukup panjang dan memulai kelasnya dengan sedikit beban dipunggungnya.
Satu jam berikutnya Kyuhyun lewati dengan cukup sempurna. Berusaha untuk tidak menjatuhkan pandangannya dengan Minhyun sebisa mungkin agar permainannya tidak terganggu. Kyuhyun bernafas lega ketika seluruh muridnya telah keluar ruangan.
"Minhyun-ah, bisa kita berbicara sebentar?"
Kyuhyun menelan ludahnya. Sekarang atau tidak selamanya.
Pemuda yang dipanggil Kyuhyun itu menatap gurunya dengan pandangan bertanya.
"Mengenai dirimu yang mengabaikanku sepanjang kelas berlangsung?"
Kyuhyun melebarkan matanya menatap Minhyun.
"Ak-aku tidak mengabaikanmu, Minhyun-ah."
Minhyun tertawa kecil, "Terserah saja, Hyung. Ada apa?"
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, "Ini… ini mengenai pesanmu semalam."
Minhyun menaikkan satu alisnya, "Ada apa dengan pesanku? Apakah aku mengganggumu, Hyung?"
Nada bicara Minhyun membuat Kyuhyun sedikit merasa bersalah. Belum tentu Minhyun bermaksud lebih ketika mengirim pesan itu, bukan? Kyuhyun harus membuat pemuda ini mengerti tanpa melukai perasaannya. Bagaimanapun Minhyun adalah muridnya. Terbaik diantaranya.
"Bukan begitu, Minhyun-ah. Lain kali hubungi aku secara langsung saja. Aku tidak bisa membaca nadamu ketika kau hanya berkirim pesan. Bisa saja aku salah mengartikannya."
Minhyun semakin tidak mengerti, "Bukankah maksud pesanku sudah jelas?"
Berikutnya Minhyun terkekeh kecil kemudian melempar sebuah seringai tipis dibibirnya sebelum Kyuhyun sempat menjawab.
"Baiklah. Apapun maksud perkataanmu itu, Hyung. Lain kali akan ku telepon saja dirimu. Kau tidak akan terganggu dengan hal itu?"
Kyuhyun menghela nafas lega kemudian menjawab, "Aku rasa tidak."
Minhyun mempertahankan seringainya, "Walaupun itu tengah malam atau ketika kau sedang sibuk dengan hal lain?"
Kyuhyun menggelengkan kepalanya tanpa berpikir panjang.
Minhyun tertawa setelahnya, "Baiklah. Kau sendiri yang memintanya, Hyung. Kalau begitu sampai jumpa, Hyung."
Kyuhyun ikut berdiri setelah Minhyun beranjak, "Sampai jumpa, Minhyun-ah."
Minhyun berjalan kemudian tepat ketika ia sejajar dengan Kyuhyun, ia berbisik pelan.
"Aku benar-benar tidak sabar meneleponmu, Hyung."
Kemudian menepuk pundak Kyuhyun sebelum ia meninggalkan Kyuhyun yang tiba-tiba membeku.
Tunggu dulu.
'Apa maksudnya? Lalu untuk apa dia meneleponku tengah malam?'
Untuk pertama kalinya Kyuhyun menyadarinya.
Mungkin saja, ada maksud lain dari sikap Minhyun selama ini.
Dan Kyuhyun benar-benar jatuh tepat dalam rencananya.
.
.
.
.
.
Kyuhyun memejamkan matanya ketika permainan biolanya memasuki bagian refrain. Berusaha menghayati permainannya dan memperbaiki bagian-bagian yang menurutnya kurang memuaskan. Kyuhyun tersenyum ketika ia bisa menyelesaikan bagian yang menurutnya paling sulit. Membuka matanya ketika permainan musiknya berakhir dan menuliskan beberapa catatan pada kertas yang bertuliskan not balok dihadapannya.
"Chopin, Nocturne opus sembilan nomor dua. Permainan yang indah, Kyu."
Kyuhyun terkejut mendengar suara tepuk tangan seseorang dibelakang tubuhnya. Tampak Siwon sedang menyandarkan tubuhnya pada pinggiran pintu dengan tangan terlipat didepan dadanya. Senyum Siwon membuatnya merona dengan hebat.
"Hyung… Aku tidak mendengar pintu terbuka. Apakah aku menganggumu?"
Siwon tidak menghapus senyumannya dan berjalan mendekati Kyuhyun. Menggapai wajah Kyuhyun dan menciumnya cukup lama. Siwon bisa melihat rona Kyuhyun ketika ia mengakhiri ciumannya.
"Sama sekali tidak. Kau terlalu menikmati permainanmu. Dan kau membuatku benar-benar bingung, Sayang…"
Kyuhyun menatap Siwon yang masih tersenyum menampilkan lesung pipinya.
"Kenapa?"
"Aku ingin sekali mengajakmu berdansa dengan musik yang kau mainkan, namun disisi lain aku juga ingin hanya duduk dan mendengarkan permainanmu sepanjang hari. Bukankah ini sangat merepotkan?"
Kyuhyun tertawa kecil dan mengusap tengkuk lehernya untuk menghilangkan kecanggungannya. Ia tidak pernah terbisaa dengan pujian. Dan Siwon membuat keadaan semakin buruk karena setiap kali Kyuhyun memainkan biolanya, Siwon akan memujinya dengan kata-kata yang begitu indah.
"Aku tidak sehebat itu, Hyung. Apalagi untuk orang sepertimu."
Kini giliran Siwon yang tertawa kecil, "Kau pasti bercanda. Kau adalah pemain biola terbaik yang pernah aku dengar. Lalu apa maksudmu dengan orang sepertiku, hmm?"
Kyuhyun tersenyum simpul. Mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Siwon dengan punggung tangannya. Kemudian menjatuhkan tangannya di atas dada kiri Siwon.
"Kau begitu sempurna. Kau memiliki segalanya yang akan membuat orang lain rela melakukan apapun untuk menyenangkanmu dan membuatmu bangga. Aku dengan keahlian bermusikku bukanlah hal yang sulit kau dapatkan."
Siwon mengernyit. Menggapai tangan Kyuhyun di atas dadanya dan mencium tangan itu lembut. "Apakah kau barusaja menyindirku?"
Kyuhyun segera menatap Siwon, "Ten-tentu saja tidak, Hyung."
Siwon tertawa kecil menemukan kegelisahan Kyuhyun kemudian memeluk kekasihnya itu. "Aku bercanda. Berhentilah memujiku. Kau harus lebih sering melakukan itu untuk dirimu sendiri."
Kyuhyun membalas pelukan Siwon dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Siwon. "Aku tidak pernah lebih bahagia ketika mendengar pujianmu untukku."
"Kalau begitu biarkan aku memujimu setiap waktu."
Kyuhyun tersenyum tulus.
"Jangan tinggalkan aku, Hyung…"
Siwon mendorong tubuh Kyuhyun sedikit untuk membuat celah diantara mereka. Agar ia bisa melihat Kyuhyun tepat di matanya.
"Berhentilah mengatakannya seakan aku akan meninggalkanmu, okay? Aku tidak akan meninggalkanmu, Sayang."
Kyuhyun menghela nafasnya, "Maafkan aku. Aku hanya teringat tentang masalah kita pagi ini. Aku tidak berniat membuatmu marah."
Hati Siwon bergetar halus mendengar ucapan Kyuhyun. Bagaimana Kyuhyunnya bisa begitu memikirkan Siwon diatas dirinya sendiri?
"Aku tahu, Sayang. Seharusnya aku yang meminta maaf, okay? Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Masalah kita sudah selesai dan hal buruk apapun yang sedang kau pikirkan akan terjadi pada hubungan kita, kau salah. Bahkan seharusnya aku yang berpikir kau akan memilih orang lain daripada diriku, Kyu."
Kyuhyun menatap Siwon tidak mengerti, "Itu tidak mungkin, Hyung. Kau tidak boleh berpikir seperti itu. Siapapun orang lain yang kau maksud, aku akan selalu memilihmu. Lagi dan lagi. Bahkan jika ada kehidupan berikutnya untukku, aku akan selalu memilihmu."
Siwon memejamkan matanya ketika emosi menguasainya. Ia sungguh ingin menangis. Belum pernah ada yang mencintainya seperti itu.
Siwon sudah akan membuka matanya ketika Kyuhyun menciumnya. Ia tersenyum dalam ciuman itu. Menarik tubuh Kyuhyun mendekat ketika Kyuhyun melingkarkan lengannya di leher Siwon. Siwon menggigit bibir bawah Kyuhyun untuk meminta akses lebih dalam.
Kyuhyun menjambak rambut Siwon lembut ketika Siwon menghisap lidahnya kuat. Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun dan otomatis Kyuhyun melingkarkan kedua kakinya dipinggang Siwon.
Siwon menarik diri dari ciuman mereka dan menatap Kyuhyun yang merona begitu hebat dengan nafas yang masih terengah.
"Kau tahu aku sangat mencintaimu, bukan, Cho Kyuhyun?"
Kyuhyun menarik satu lengannya dari leher Siwon kemudian mengusap bibir Siwon dengan ibu jarinya.
"Bagaimana jika malam ini kau membuktikannya, Won?"
Kyuhyun bisa melihat pupil Siwon melebar tanda kekasihnya itu menangkap maksudnya.
"Kau yakin?"
Kyuhyun kembali memeluk Siwon. Membenamkan kepalanya di ceruk leher Siwon dan menggigit kulit leher Siwon membuat Siwon bergetar. Siwon dengan otomatis memeluk tubuh Kyuhyun semakin erat ketika Kyuhyun mengeluarkan suaranya.
"Apakah hanya aku yang ingin membuktikan cintanya?"
Siwon menarik diri dan menatap wajah Kyuhyun dalam, "Kau pasti bercanda, Cho Kyuhyun."
Dan selanjutnya, Siwon membawa tubuh keduanya menuju kamar mereka tanpa melepas ciuman keduanya.
.
.
.
.
.
Kyuhyun membuka matanya ketika punggungnya menyentuh ranjang mereka. Tersenyum malu ketika Siwon menatapnya begitu dalam. Menggapai sisi wajah Siwon dan mengusapnya lembut. Siwon tersenyum tulus mengurangi kegugupan keduanya.
"Kau yakin dengan ini?"
Kyuhyun mengangguk, "Aku yakin, Hyung. Bagaimana denganmu?"
Siwon mengubah senyumnya menjadi sebuah seringai tipis, "Bukankah kau bisa merasakannya?"
Kyuhyun merona hebat dan segera sadar akan posisinya. Lututnya sedikit terangkat diantara kedua kaki Siwon tepat dibawah kejantanan Siwon yang sudah menegang. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya.
"Aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Ba-bagaimana jika aku mengecewakanmu, Hyung?" Suara Kyuhyun terdengar begitu lirih ditelinga Siwon.
"Kau tidak akan pernah mengecewakanku, Sayang. Seks hanya bonus untukku. Selama kita melakukan ini dengan cinta, apapun akan menjadi sempurna untukku, Kyu."
Kyuhyun tersenyum gugup kemudian menghela nafasnya panjang. Mencoba mengurangi dentuman jantungnya yang memenuhi rongga dadanya.
"Baiklah… Mari kita lakukan ini dengan benar, Hyung."
Siwon tertawa kecil kemudian mengusap kepala Kyuhyun gemas. "Tentu saja."
Keduanya melepas atasan mereka dalam diam. Kyuhyun melempar pandangannya ke arah Siwon yang hendak melepas celana tidurnya
"Hyung…"
Siwon menghentikan tangannya dan menatap Kyuhyun, "Ya, Sayang?"
Kyuhyun tersenyum malu, "Biarkan aku yang membukanya…"
Siwon terkekeh kecil, "Hanya jika aku bisa melakukan hal yang sama untukmu."
Kyuhyun mengangguk kemudian menyilahkan Siwon menurunkan celana santainya. Menatap tepat dimata Kyuhyun ketika Siwon melakukannya. Kyuhyun tersipu malu. Siwon memajukan tubuhnya dan mencium bibir Kyuhyun lembut. Kyuhyun mengangkat pinggulnya ketika Siwon menarik celanaya. Jantung Kyuhyun berdentum begitu keras ketika Siwon menatap tubuhnya.
Siwon menggapai wajah Kyuhyun yang menunduk malu dan mengangkat dagunya. Tersenyum lembut ketika menemukan kegelisahan disana.
"Aku bisa mendengar debaran jantungmu saat ini. Kau yakin kau baik-baik saja, Sayang?"
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, "Apa-apa Hyung menyukainya?"
Siwon sedikit tidak mengerti, "Nya?"
Kyuhyun sudah akan menunduk ketika tangan Siwon diwajahnya menghentikan aksinya. Kyuhyun kembali menggigit bibir bawahnya sebelum mengeluarkan suaranya, "Tu-tubuhku. Apa-apakah Hyung menyukainya?"
Siwon harus menahan hasratnya sekuat tenaga ketika Kyuhyun mengatakannya. Siwon menghembuskan nafasnya singkat dan memejamkan matanya mengontrol hasratnya. Kemudian membuka matanya dan memindahkan tangannya dari wajah Kyuhyun menuju tangan Kyuhyun. Menuntun tangan Kyuhyun untuk merasakan kejantanannya yang sudah menegang sempurna dibalik celana tidurnya, membuat pupil Kyuhyun membesar.
"Apakah ini menjawab pertanyaanmu? You really have no idea what you do to me, don't you?"
Kyuhyun memberanikan diri memijat kejantanan Siwon lembut membuat Siwon menyatukan dahi keduanya dan melenguh. Mata Siwon yang terpejam seakan menikmati sentuhannya dan nafas Siwon yang memendek membuat Kyuhyun semakin gila. Kyuhyun membuka celana tidur Siwon dan membuangnya.
"Kiss me, Won.."
Siwon membuka matanya sejenak kemudian memosisikan tubuhnya diantara kedua kaki Kyuhyun yang terbuka. Merendahkan tubuhnya dan membawa Kyuhyun dalam sebuah ciuman panjang yang basah dan penuh cinta. Siwon mendesah tertahan ketika Kyuhyun sekali lagi memijat kejantanannya.
Tangan Siwon yang semula berada disamping wajah Kyuhyun untuk menahan berat tubuhnya beralih menuju kejantanan Kyuhyun yang telah menegang dan mengeluarkan cairannya. Tangan yang lain meremas rambut Kyuhyun kemudian menjambaknya pelan membuat Kyuhyun menengadah.
Siwon menggunakan kesempatan itu untuk menyerang leher Kyuhyun. Menjilat daerah itu dan menelusurinya dengan lidahnya. Melumat pelan kulit leher Kyuhyun disepanjang aksinya.
"Bisakah aku meninggalkan kissmark disini?" Siwon bertanya diantara kulumannya.
Kyuhyun mendesah kuat ketika Siwon menghisap satu bagian dilehernya dengan kuat.
"Ha-hanya jika aku bisa melakukan hal yang sama padamu, Won…"
Siwon menyeringai, "Then we have a deal now."
Kyuhyun memindahkan tangannya yang semula bermain dengan kejantanan Siwon ke belakang leher Siwon. Memeluk leher kekasihnya sekaligus mendorong kepala Siwon untuk melakukan aksinya lagi dan lagi.
Siwon menjilat daerah leher Kyuhyun kemudian menggigitnya kuat untuk meninggalkan bekas yang tidak akan hilang beberapa hari kedepan. Mengulum daerah itu dan mengulang aksinya di beberapa daerah leher Kyuhyun.
Siwon meneruskan aksinya, menurunkan ciumannya hingga ke dada Kyuhyun yang membusung. Menyeringai tipis ktika tubuh Kyuhyun bergetar hebat saat nafas hangatnya menyapu puting kiri Kyuhyun yang merekah. Mencium bagian tubuh itu membuat Kyuhyun menjambak rambutnya dan mengeluarkan desahan yang membuat Siwon semakin menggila. Siwon mengulum puting Kyuhyun dan menghisapnya kuat.
"Si-Siwonhhh… Ngghh… Anhh…"
Kedua tangan Siwon tak tinggal diam. Membuka kedua kaki Kyuhyun lebih lebar dan mengusap paha dalam Kyuhyun. Membuat Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya kuat.
"Aku ingin mendengar suaramu ketika aku melakukan ini padamu, Kyu…"
Kyuhyun menelan ludahnya dan kembali mendesah ketika mulut Siwon kembali memanjakan tubuh bagian atasnya. Mengulangi perbuatannya pada puting kanan Kyuhyun. Kyuhyun bergetar hebat ketika Siwon menggigitnya kemudian menjilatnya sensual.
"Ngghh… aahhh… Siwonnh… pleasehhh…"
Siwon menyeringai.
Siwon kemudian mencium bibir Kyuhyun yang telah bengkak dengan cukup ganas. Kyuhyun meremas tengkuk belakang Siwon untuk memperdalam ciuman keduanya. Saliva keduanya menetes dari sudut bibir Kyuhyun menuju dagunya. Kyuhyun benar-benar terbuai dengan aksi Siwon.
Siwon melanjutkan aksinya dengan menggerakkan tangannya dibawah sana. Mengarahkan kedua kaki Kyuhyun untuk melingkar dipinggangnya. Kemudian mengarahkan salah satu tangannya menyentuh lubang Kyuhyun membuat Kyuhyun mendesah hebat dalam ciuman mereka.
Siwon mengakhiri ciuman keduanya dan menatap Kyuhyun yang terengah dibawahnya. Tangannya tidak berhenti bermain dilubang Kyuhyun.
"Kau menginginkanku disini?"
Kyuhyun berusaha menemukan kata-katanya namun gagal. Mengangguk sebagai gantinya.
"Kalau begitu berikan aku pelumasnya. Atau kau ingin aku memberimu blowjob sebelum kita memulai semuanya?"
Kyuhyun kembali membuka matanya dan menatap Siwon yang tengah tersenyum padanya. Hatinya meleleh ketika menemukan ketulusan dan cinta yang terpantul pada iris gelap Siwon yang mencerminkan bayangannya. Kyuhyun menarik leher Siwon dan mempertemukan dahi keduanya. Dia menemukan kekuatannya.
"Aku ingin merasakanmu, Siwon. Aku menginginkanmu seutuhnya. Aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin memilikimu dan menjadi milikmu seutuhnya. Bukankah aku sangat egois saat ini?"
Siwon tertawa kecil kemudian mencium dahi Kyuhyun lembut, "Kalau begitu aku juga egois karena menginginkan hal yang sama padamu, Sayang."
Kyuhyun menatap Siwon kemudian tersenyum tulus, kali ini setetes air mata akhirnya jatuh dari mata kirinya. Dia benar-benar bahagia.
Menyentuh wajah Siwon lembut dan berkata, "Miliki aku dan biarkan aku memilikimu, Won. Aku siap."
Siwon menbalasnya dengan sebuah senyuman tulus dan ciuman penuh cinta. Menerima botol pelumas dari tangan Kyuhyun kemudian mengakhiri ciuman mereka. Siwon melumuri jari-jarinya dengan pelumas kemudian menatap Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk ketika jari-jari Siwon sudah berada disekitar lubangnya. Membasahi lubngnya dengan sedikit pelumas. Siwon membawa Kyuhyun dalam ciuman ketika ia memasukkan satu jarinya dalam lubang Kyuhyun.
Kyuhyun melenguh lembut dalam ciuman mereka. Tidak begitu menyakitkan. Hanya sedikit ganjil rasanya. Jadi Kyuhyun kembali mengangguk ketika jari kedua Siwon berusaha menerobos lubangnya. Kyuhyun bisa merasakan lubangnya merenggang dengan tidak nyaman. Siwon mengakhiri ciuman mereka ketika nafas Kyuhyun memendek.
"Kau baik-baik saja?"
Kyuhyun membuka matanya yang semula terpejam dan menatap Siwon. Menghela nafasnya dan berusaha merilekskan tubuhnya. Siwon memijat kejantanan Kyuhyun lembut untuk mengalihkan rasa sakitnya. Beberapa saat hingga Kyuhyun menggerakkan pinggulnya ditangan Siwon.
"Aku baik-baik saja, Won. Lanjutkan."
Siwon mengusap dahi Kyuhyun yang berkeringat. Mencoba memasukkan jari ketiganya ketika dua jari sebelumnya membuat gerakan melebar untuk memberinya ruang. Kali ini Siwon tidak menciumnya. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya ketika ketiga jari Siwon memenuhi lubangnya. Meremas pundak Siwon untuk menyalurkan perasaannya. Siwon mencium puncak kepala Kyuhyun sayang.
"Kau harus rileks, Sayang. Biarkan aku bergerak agar aku bisa menemukan titik terdalammu."
Kyuhyun mengangguk dan membuang nafasnya pelan. Mencoba kembali merilekskan tubuhnya diantara rasa sakit pada tubuh bagian bawahnya. Ia ingin segera merasakan kenikmatan dari aktivitas mereka. Siwon membisikkan kata-kata lembut dan indah yang membantu Kyuhyun untuk sedikit lebih tenang.
Beberapa saat hingga Siwon bisa merasakan lubang Kyuhyun terbisaa dengan jari-jarinya, ia mulai menggerakkan ketiga jarinya. Berusaha menemukan prostat Kyuhyun dan membuat gerakan yang mampu membuat desahan kembali terlantun pada bibir indah Kyuhyun.
Siwon mencium Kyuhyun sekali lagi dan tangan yang menganggur memanjakan tubuh Kyuhyun dengan begitu lihai. Seakan sudah menghafal titik-titik kenikmatan Kyuhyun. Jari Siwon dalam lubang Kyuhyun melakukan kerjanya dengan baik. Terbukti dari teriakan tertahan Kyuhyun ketika jari tengah Siwon menyentuh prostat Kyuhyun dengan sempurna.
"NGGHHH…"
Siwon menyeringai diantara ciumannya dan kembali menyerang titik itu.
"Kau menyukainya, Sayang?"
Kyuhyun terengah paska ciuman basah mereka dengan mata setengah terpejam. Mendongakkan kepalanya ketika Siwon menumbuk titik itu lagi. Tubuhnya bergetar hebat.
"Si-Siwonhh… aku menginginkanmu sekarang… Ngghh… Aku mohon…"
Siwon membuang nafasnya singkat kemudian mengusap dahi Kyuhyun yang kembali berkeringat, "Kau yakin?"
Kyuhyun hanya mengangguk.
Siwon kembali membuang nafasnya. Kali ini kebih panjang. Meredam debaran jantungnya yang juga menggila saat ia mengeluarkan ketiga jarinya. Mengabaikan desahan lemah Kyuhyun dibawahnya.
"Kau ingin aku memakai kondom atau… atau…"
Kyuhyun tersenyum lemah ketika Siwon tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Menatap Siwon diatasnya dan mengusap wajah Siwon lembut.
"Bagaimana kau ingin melakukannya, Siwon? Apa kau ingin mengeluarkannya didalam lubangku?"
Kini giliran Siwon yang memerah, "Apa… apa kau tidak keberatan jika aku melakukannya?"
Kyuhyun tersenyum tulus kemudian menggeleng, "Tentu saja tidak. Sekarang lakukan dan buat aku meneriakkan namamu ketika kau mengeluarkan cairanmu dalam lubangku, Love."
"FUCK!"
Kyuhyun menyeringai lemah ketika merasakan tubuh kekasihnya bergetar. Kyuhyun bisa merasakan Siwon mengambil bantal dan meletakkannya dibawah pinggul Kyuhyun. Memosisikan tubuhnya diantara kedua kaki Kyuhyun yang melebar sambal melumuri kejantanannya dengan pelumas.
Siwon menatap Kyuhyun sekali lagi dan tersenyum tulus, "Kau siap?"
Kyuhyun mengangguk mantap, "Aku selalu siap."
Siwon mencium dahi Kyuhyun singkat, "Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun."
Kyuhyun tersenyum, "Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu."
Siwon kemudian membawa Kyuhyun dalam sebuah ciuman panjang ketika Siwon memosisikan kejantanannya didepan lubang Kyuhyun dan mulai mendorongnya. Kyuhyun bisa merasakan debaran jantung keduanya dari jarak sedekat ini. Kyuhyun meremas pundak Siwon sedikit lebih kuat ketika kejantanan Siwon mulai merenggangkan lubangnya. Mencoba mengalihkan rasa sakitnya dengan memperdalam ciuman keduanya.
Siwon menggunakan tangannya yang menganggur untuk memainkan puting Kyuhyun dan kejantanannya. Ia bisa merasakan tubuh Kyuhyun bergetar dan erangan tertahan keluar dari mulut Kyuhyun dalam ciuman mereka ketika Siwon mulai memenuhi lubang Kyuhyun.
Keduanya melepaskan ciuman mereka ketika kejantanan Siwon sudah berada dilubang Kyuhyun sepenuhnya. Siwon memejamkan matanya ketika merasakan lubang Kyuhyun menjepitnya dengan begitu ketat. Menahan gairahnya untuk klimaks saat itu juga.
Kyuhyun tersenyum tulus ketika pandangannya menemukan Siwon diatasnya dengan wajah memerah menahan kenikmatan yang Kyuhyun berikan. Mengusap dahi Siwon yang berkeringat sambal mencoba merilekskan lubangnya. Menyesuaikan ukuran Siwon yang untuk pertama kalinya berada dilubangnya dan menikmati setiap bagian dari Siwon yang Siwon berikan untuknya. Siwon membuka matanya ketika merasakan tangan Kyuhyun diwajahnya.
"Kau baik-baik saja?"
Kyuhyun mengangguk lembut, "Aku akan terbisaa. Bagaimana rasanya, Hyung? Apakah menyenangkan?"
Siwon tertawa kecil. Kyuhyun bersumpah dia bisa mendengar malaikat bernyanyi melalui tawa Siwon. "Menyenangkan? You feel amazing to me, Babe…"
Kyuhyun tersenyum tulus, "Kau bisa bergerak sekarang. Aku baik-baik saja."
Siwon mengangguk kemudian mengangkat tubuhnya. Menopang tubuhnya dengan satu tangan disebelah wajah Kyuhyun. Tangan lain berusaha melingkarkan kaki Kyuhyun dipinggangnya yang Kyuhyun turuti dengan senang hati.
Siwon menggerakkan pinggulnya untuk pertama kali. Mengeluarkan kejantanannya hingga tersisa kepala kejantanannya kemudian memajukan pinggulnya untuk menanamkan kejantanannya kembali. Keduanya mendesah menikmati gerakan itu. Kyuhyun memejamkan matanya ketika Siwon mengulangi gerakannya. Membawa leher Siwon mendekat kemudian menjilat lelehan keringat pada leher kekasihnya.
Siwon mencengkeram pinggul Kyuhyun hingga memerah ketika Kyuhyun memberikan kissmark pada lehernya. Memfokuskan dirinya untuk menemukan prostat Kyuhyun pada—
"FUCK! SIWON! THERE!"
Bingo.
Siwon menyeringai ketika Kyuhyun meneriakkan namanya, "Aku tidak tahu kau bisa mengumpat hanya karena aku memanjakanmu disini, Sayang?"
Kyuhyun memejamkan matanya dan meneriakkan desahannya yang semakin kuat ketika Siwon menumbuk titik yang sama dengan tempo lebih cepat.
"Kau membuatku gila, Hyung! C'mon, Love! I know you can be faster than that! I know you want!"
Siwon melebarkan seringainya, "Damn right!
Siwon mempercepat tempo sodokannya pada lubang Kyuhyun membuat Kyuhyun melelehkan saliva diujung bibirnya. Melihat hal itu Siwon semakin merasakan gairah menggulungnya. Merendahkan tubuhnya dan menjilat lelehan saliva itu untuk kemudian membaginya dengan Kyuhyun dalam sebuah ciuman yang penuh gairah.
Kyuhyun menjambak rambut Siwon sedikit lebih kuat ketika tangan Siwon kembali bermain dengan kejantanan dan putingnya. Menarik diri dari ciuman mereka ketika menemukan dirinya akan segera tiba.
"Faster, Love… Pleaseeehhh… Ngghh… Ahhh…"
"Wanna cum?" Siwon bertanya disela-sela kulumannya yang berpindah pada puting Kyuhyun.
Kyuhyun hanya bisa mengangguk dan mendesah.
Siwon semakin mempercepat sodokannya pada prostat Kyuhyun sekaligus pada kejantanan Kyuhyun. Menjilat puting Kyuhyun secara sensual untuk memanjakan tubuh kekasihnya itu.
"Cum for me, Babe!"
"Nggh… Annhhh…"
Siwon memindahkan bibirnya pada telinga Kyuhyun dan mengulumnya. Menggigit daerah belakang telinga Kyuhyun yang merupakan titik sensitive Kyuhyun yang lain kemudian berbisik rendah.
"You look so damn hot right now, Babe! I wanna you cum in my hand and I wanna taste you. Cum for me so I can feel how much you enjoy this! Cum for me and scream my name, Kyu!"
Kyuhyun bergetar hebat mendengar suara Siwon dan selanjutnya ia hanya bisa meneriakkan nama Siwon saat klimaks menderanya.
"SIWON!"
Siwon mengumpat tertahan ketika lubang Kyuhyun menjepitnya dengan begitu kuat. Memijat testis Kyuhyun untuk memberikan kenikmatan paska klimaksnya sambal mempercepat tempo sodokannya. Dengan Kyuhyun dibawahnya yang tampak begitu menggoda, dengan sperma Kyuhyun ditangannya, dan lubang Kyuhyun yang menjepitnya kuat, Siwon yakin ia tidak bisa bertahan lama.
Kyuhyun membuka matanya dan menemukan pandangannya mengabur dengan air mata yang kembali membasahi matanya. Siwon tampak begitu indah diatasnya dengan keringat membasahi tubuhnya. Kyuhyun mengerang ketika Siwon membawa tangannya untuk menjilat sperma Kyuhyun ditangannya. Siwon menyeringai tipis.
Kyuhyun membawa keduanya untuk cebuah ciuman lain malam itu dan merasakan dirinya pada mulut Siwon. Kyuhyun menjambak rambut Siwon dan mengetatkan lubangnya membuat Siwon menggeram rendah. Kyuhyun melepaskan ciuman mereka dan membisikkan kata-katanya sambal mendorong tubuh Siwon semakin mendekat dengan kakinya dipinggul Siwon.
"Now it is your turn, Love… Cum deep inside me! Fill me with your love! Let me feel you! All of you! Set your fire deep inside me. C'mon! I know you want to fill my hole with your big cock and seed! Cum for me, Love!"
"FUCK! KYU!"
Kyuhyun menyeringai lemah ketika beberapa sodokan Siwon menjadi semakin brutal dan kemudian namanya terdengar begitu seksi dibibir Siwon saat klimaks menghampirinya.
"KYUHYUN!"
Keduanya mendesah hebat ketika merasakan sperma Siwon memenuhi lubang Kyuhyun. Keduanya mengatur nafas mereka yang masih terengah sementara Siwon menenangkan tubuhnya yang masih bergetar hebat dengan sperma yang masih keluar dari kejantanannya.
"You cum a lot, Hyung…"
Siwon terkekeh kecil kemudian memberi Kyuhyun sebuah ciuman malas dan membagi saliva mereka. Kyuhyun menurunkan kakinya dari pinggang Siwon yang dibantu Siwon. Siwon mendiamkan kejantanannya sejenak setelah spermanya benar-benar berhenti keluar. Keduanya bisa merasakan sperma Siwon mulai keluar dari lubang Kyuhyun yang tidak mampu menampung seluruhnya. Siwon mempertemukan dahi keduanya dan perlahan mengeluarkan kejantanannya. Keduanya mendesah lemah.
"That was amazing, Kyu…"
Kyuhyun merona dan menemukan Siwon tengah menatapnya. Kyuhyun tersenyum tulus dan mengusap wajah Siwon. "Benarkah?"
Siwon mencium dahi Kyuhyun singkat kemudian berguling untuk merebahkan tubuhnya disamping Kyuhyun.
Siwon mengangguk dan mengusap bibir Kyuhyun yang bengkak, "Bagaimana denganmu? Apa kau menikmatinya? Apakah aku cukup baik untukmu?"
Kyuhyun menggeser tubuhnya dan Siwon melingkarkan tangannya dipinggang Kyuhyun untuk memeluknya. Merasakan Kyuhyun mencium lehernya dan mengangguk singkat.
"Tentu saja. Kau benar-benar sempurna, Hyung…"
Siwon terkekeh kecil dan kembali mencium dahi Kyuhyun. Kali ini lebih lama. "Sekarang kau tahu bahwa aku benar-benar mencintaimu, bukan? Dan memilikimu di ranjang, bukanlah suatu hal yang perlu kau ragukan. Aku menginginkan dirimu dan segala yang ada padamu, Kyu."
Kini giliran Kyuhyun yang terkekeh, "Kau terdengar seperti sedang melamarku, Hyung."
"Kau ingin aku melamarmu?"
Pertanyaan Siwon benar-benar mengejutkannya. Pertanyaan itu keluar dengan nada yang mampu membuat jantungnya kembali berdebar dengan gila. Perlahan dia menatap Siwon tepat dimatanya.
"Kau ingin menikah denganku?"
Siwon tersenyum tulus menemukan kegelisahan Kyuhyun. Mengusap kepala Kyuhyun sayang. "Tentu saja, dan ya, aku akan melamarmu untuk itu suatu hari nanti. Tapi tidak jika itu bukan hal yang kau inginkan untuk kita."
Kyuhyun menemukan dirinya kembali menangis malam itu. Memeluk tubuh Siwon erat dan menenggelamkan kepalanya diceruk leher Siwon. Siwon mengusap punggung Kyuhyun lembut sambal menutupi tubuh keduanya dengan selimut.
"Tentu saja aku ingin menikah denganmu, Hyung."
Jantung Siwon seakan ingin meledak mendengar persetujuan Kyuhyun tentang pernikahan.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan melamarmu suatu hari nanti. Dengan persiapan yang lebih baik dan sebuah kejutan untukmu. Cincin yang indah dan sebuah makan malam ditempat yang romantis. Terdengar indah untukmu?"
Kyuhyun terkekeh kecil diantara isakannya dan memukul dada Siwon lembut, "Bahkan jika kau melamarku saat ini hanya dengan cincin karet ditanganmu aku pasti akan menerimanya. Kau lebih dari indah untukku, Hyung."
Siwon tertawa setelahnya kemudian mencium puncak kepala Kyuhyun, "Kau berhak mendapatkan yang terbaik, Kyuhyun. Aku akan membicarakan ini dengan keluargaku dan bersiaplah mengatakan 'ya' ketika aku melamarmu, okay?"
"Kita. Kita yang akan membicarakan ini dengan keluargamu. Aku ingin meminta restu mereka secara langsung."
"Baiklah. Tapi jangan salahkan aku jika Jiwon akan mengganggumu sepanjang hari. Gadis itu benar-benar tidak tahu kapan dia harus diam."
Kyuhyun tertawa kecil dan sudah akan membalas ucapan Siwon ketika tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi. Kyuhyun menghela nafas.
"Hyung… Aku tidak bisa begerak…"
Siwon tertawa kecil mendapati keluhan Kyuhyun yang menggemaskan. Pada akhirnya dirinya yang bangkit dan mengambil ponsel Kyuhyun setelah sebelumnya menatap jam dinding yang menunjukkan angka satu. Tanpa melihat nama peneleponnya, Siwon menyerahkan ponsel itu pada kekasihnya.
Kyuhyun menerima ponselnya dari tangan Siwon yang masih tersenyum nakal padanya. Memutar bola matanya malas dan mendengar Siwon tertawa.
Kyuhyun membaca nama penelepon dilayar ponselnya dan seketika membeku.
Minhyun.
Siwon mengernyit menatap Kyuhyun. "Siapa yang meneleponmu tengah malam seperti ini, Kyu? Ah aku tahu… Pasti adikku yang nakal itu. Aku ingat ketika dia meneleponmu ketika kita sedang ber—"
"Minhyun."
Siwon menatap Kyuhyun seketika. "Siapa?"
Kyuhyun memperlihatkan ponselnya pada Siwon dan detik itu juga Siwon membuang nafasnya. Menatap ke arah lain kemudian mengambil pakaiannya.
"Angkat teleponnya."
Kyuhyun menatap Siwon tidak mengerti. Ponsel ditangannya masih berdering. Kyuhyun semakin bingung ketika Siwon memakai pakaiannya.
"Mau keman—"
"Angkat teleponnya. Aku akan mencuci wajahku sebentar."
Kyuhyun tidak membiarkan Siwon melangkah lebih jauh. Beranjak dari posisinya tanpa memikirkan rasa sakit dibagian bawah tubuhnya. Ia tidak ingin kejadian pagi ini terulang lagi.
"Hyung, aku tid—AKH!"
Siwon segera membalik tubuhnya mendengar suara Kyuhyun yang terluka. Segera menghampiri Kyuhyun yang duduk dipinggir ranjang sambal memegang punggung bawahnya. Siwon berlutut dihadapan Kyuhyun dan menagkup wajah Kyuhyun ditangannya.
"Kau baik-baik saja?"
Mata Kyuhyun berair saat menemukan Siwon menatapnya penuh rasa cemas.
"Aku tidak akan mengangkatnya. Jangan tinggalkan aku lagi, Hyung."
Siwon menghela nafasnya panjang kemudian mencium dahi Kyuhyun lembut. Mengutuk dirinya sekali lagi atas keegoisannya.
"Baillah, biarkan aku yang mengangkatnya. Aku akan memberitahunya jika kau telah tertidur. Aku akan mengambil handuk dan salep untukmu, okay?"
Kyuhyun mengangguk ragu kemudian menyerahkan ponselnya kepada Siwon.
Siwon tersenyum singkat kemudian menyuruh Kyuhyun kembali berbaring sementara dirinya pergi untuk mengambil handuk dan salep. Siwon menggenggam erat ponsel Kyuhyun ditangannya sebelum menggeser layarnya untuk mengangkat panggilan itu.
Siwon mengambil nafas panjangnya. Ini tidak akan berakhir menyenangkan.
"Halo…"
.
.
.
.
.
To be continued.
Happy Birthday, Cho Kyuhyun (:
May God bless you and bring the joy and happiness to your life, My Love…
