Chapter 9

Title : That XX

Author : Ruby Kim

Cast : Wu Yi Fan (Kris) X Huang Zi Tao (Tao)

Genre : Romance and Hurt/Comfort

Disclaimer : Cast bukan milik saya, cerita asli milik saya. This story is pure fiction, nothing related to real life.

Length : Chaptered

Rated : T

Summary : Kris terbelenggu masa lalu yang menyakitkan membuatnya harus kehilangan namja yang sangat mencintainya. Saat dia sadar akan perasaannya namja itu sudah menghilang dari hidupnya. "Hubungan kita seperti lagu That XX milik G-Dragon. Aku, kamu dan dia."

KrisTao is here! YAOI!

Warning : This story contains relationship between man and man (Boys X Boys). Full yadong yaoi NC21+. Do not read it if you do not like it. Please click back.

Author's Note : Terimakasih yang sudah membaca dan memberi review ^ ^. Sebentar lagi FF ini akan The End, sedih banget rasanya. Tapi tenang aja, FF yang lain akan menyusul. Jadi, yang ingin request cast bisa lewat review, okk? Aku akan bikin semacam voting, jadi beritahu kalian ingin cast-nya siapa untuk FF baru. So, hope you like it!

.

.

.

.

.

Mobil yang berkecepatan tinggi itu melaju begitu dekat dengan pintu masuk gedung Rumah Sakit. Suara rem yang diinjak dengan begitu kuat membuat orang-orang yang berada disana menjerit ketakutan.

Suara decitan ban mobil yang bergesekan dengan aspal jalan itu begitu menyakitkan telinga ditengah suasana malam yang sunyi. Mobil yang sempat 'menggila' itu berhenti tepat didepan tangga masuk gedung Rumah Sakit.

"Yak! Wu Yi Fan! Tak bisakah kau lebih berhati-hati?! Bagaimana kalau ada orang yang terluka karena ulahmu?!" seruan marah dengan nada tinggi itu menyambutnya, siapa lagi kalau bukan Changmin? Dia memberi perintah pada perawat yang sudah bersiap disana dan langsung menghampiri Kris.

"Aku sangat berhati-hati. Aku tidak mungkin mempertaruhkan nyawa Tao" balas Kris membuka pintu mobilnya dan menggendong Tao ala bridal style "Cepat baringkan Tao diatas kasur" perintah Changmin.

Changmin langsung berdiri disamping Tao dan melihat ke jam tangannya. Dia memperhatikan keadaan Tao dan saat melihat kontraksi itu datang lagi, Changmin langsung menatap Tao tak percaya.

"Dua puluh detik?! Ayo cepat! Hubungi ruang operasi dikamar 5 agar langsung bersiap!" perintah Changmin dengan cepat.

Changmin sudah menyiapkan segala sesuatu untuk operasi caesar Tao, setelah sebelumnya mendapat telepon dari Kris yang panik. Hanya saja dia tak menyangka kalau interval kontraksinya sudah secepat ini dan jika terlambat maka akan berakibat fatal.

"Dia akan baik-baik saja kan?" tanya Kris menggenggam erat tangan Tao "Aku akan berusaha semampuku Kris. Kita berdoa saja" jawab Changmin.

"Masukkan pasien ke dalam dan bersiaplah untuk operasi" perintah Changmin pada para perawat, dia menoleh pada Kris yang wajahnya sangat pucat "Jangan khawatir. Tao akan baik-baik saja, kau tunggu diluar dan mendoakan yang terbaik untuk Tao dan anakmu"

Dengan terpaksa Kris melepaskan genggaman tangannya pada Tao dan membiarkannya dibawa ke ruang operasi.

"Kris..."

"Kau pasti bisa Tao! Aku disini untukmu!" seru Kris sebelum pintu tertutup.

Lampu merah penanda kegiatan operasi itu kini menyala.

*1 Hours Later*

"Kris!"

Kris menoleh dan melihat sahabat-sahabatnya bergegas menghampirinya. Suara langkah kaki mereka bergema disepanjang koridor. Suho dan Baekhyun yang paling depan. Bahkan masih terlihat air mata dipipi Baekhyun.

"Bagaimana Tao?" tanya Suho "Dia didalam, dia baik-baik saja" jawab Kris.

"Syukurlah"

"Terimakasih sudah mau datang" kata Kris "Bukan masalah Kris, kitakan sudah dekat seperti keluarga" balas Chanyeol. Yang lain mengangguk setuju.

Mereka memberi Kris pelukan dan kata-kata menenangkan agar Kris tidak terlalu down.

Mereka duduk dikursi tunggu yang ada di depan ruang operasi dan memanjatkan doa demi keselamatan Tao dan bayinya.

*2 Hours Later*

Kris duduk dengan gelisah di tempat duduknya.

Dia memutuskan untuk duduk setelah lelah mondar mandir dan mendapat amukan Baekhyun. Rambutnya sangat berantakan sama halnya dengan pakaiannya dan wajahnya terlihat lelah.

Kris menyelipkan jemari tangannya, berusaha meredam jemarinya yang gemetar dan berkeringat dingin, bukti bahwa dia sedang takut. Bahkan kakinya tidak bisa berhenti bergerak gelisah.

"Ini terlalu lama. Apa yang terjadi didalam?"

Dia menatap pintu ruang operasi dengan tatapan marah.

"Persalinan wanita dan male pregnant berbeda. Changmin harus berhati-hati dalam melakukan pembedahan agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Tao dan bayi kalian. Hal ini sangat sulit gege" jelas Kyungsoo. Dia perlu menjelaskan hal itu dengan tenang pada Kris yang saat ini sedang dalam kondisi yang sangat buruk, membuatnya bisa mengamuk kapan saja. Jika Kris sudah mengamuk itu adalah mimpi buruk.

"Berhentilah mengoceh dan duduk dengan tenang" sambung Sehun tajam.

Kris menghela napas dengan keras lalu bersandar pada kursi. Hati dan pikirannya sam sekali tidak bisa tenang. Kepalanya pusing, perutnya mual dan dia terus berkeringat dingin.

"Apa masih lama?"

Kris melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya dan lampu merah di depan pintu ruang operasi berulang kali. Chanyeol memutar bola matanya bosan "Kau sudah menanyakan hal yang sama dua belas kali, Kris. Dua belas!" kata Baekhyun memotong Chanyeol yang baru membuka mulutnya.

"A-Aku hanya bertanya" balas Kris ketus. Wajahnya semakin lama semakin pucat.

"Tapi pertanyaan itu sudah kau tanyakan dua belas kali Kris, kami tahu kau kesal tapi jangan jadi menyebalkan" Chanyeol membalas dengan nada kesal "Tutup mulutmu! Jangan mengomeliku terus!"

Tangan kanan Kris meremas kemeja kerjanya sampai kusut dan dia terus menerus menghela napas berat.

"Jangan bertengkar" lerai Baekhyun memberikan tatapan tajam pada Kris dan Chanyeol. Kepalanya sudah cukup sakit karena khawatir akan keadaan Tao saat ini dan dia tidak mau menambah sakit kepalanya karena pertengkaran Chanyeol dan Kris. Mendengar ocehan Kris saja sudah membuatnya ingin menendang namja itu.

Suho tertawa kecil karenanya tapi tawa itu langsung hilang saat dia memperhatikan Kris yang menurutnya terlihat sangat aneh. Tubuhnya gemetar dan berkeringat dingin.

"Kris, kau baik-baik saja?" tanya Suho khawatir, Kris mengangguk kecil "Ya" Tapi wajahnya menggambar kesakitan yang luar biasa.

"Tapi kau tidak terlihat baik-baik saja" Luhan ikut khawatir.

"A-Aku baik-baik saja. Hanya saja entah mengapa perutku sangat sakit dan dadaku terasa sesak" Kris mendesis kesakitan. Kris bersandar pada kursi dan menutup matanya. Bernapas dengan lebih cepat.

"Bawakan dia minum" kata Kyungsoo khawatir "Kris, kau harus tenang. Tarik napas dan keluarkan perlahan. Tak perlu cemas"

"Aku takut Tao akan meninggalkanku"

*3 Hours Later*

"Tao akan baik-baik saja" ucap Suho tenang, matanya menatap lurus ke depan, menatap pintu ruang operasi dimana Tao sedang berusaha melahirkan bayi pertama keluarga Wu.

Keheningan yang tercipta diantara mereka menguap begitu saja. Yang lain mengangguk menyetujui ucapan Suho, mereka tersenyum. Suho berusaha mencairkan suasana tegang, ketakutan dan khawatir disekitar mereka.

Kris hanya diam.

Sepertinya rasa sakit di perutnya sudah sedikit berkurang. Dia tidak meringis maupun mengerang kesakitan seperti sebelumnya, walaupun wajahnya masih pucat dan tangannya masih gemetar.

Pikirannya masih melayang pada Tao dan anak mereka.

Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk pada mereka?

*4 Hours Later*

Sudah empat jam Tao berada didalam ruang persalinan dan belum ada tanda-tanda proses persalinannya akan berakhir.

"Walaupun cengeng dan manja, Tao adalah namja kuat" Kris tersenyum simpul menanggapi perkataan Suho.

"Kau ingat, sewaktu dia ikut turnamen wushu?" tanya Luhan.

Kris mengangguk, senyumnya semakin lebar, dia tidak mungkin melupakan peristiwa itu.

Mereka tertawa mengingat kejadian itu.

"Dia berusaha keras untuk menang hanya karena Kris menontonnya walaupun kondisinya sudah sangat parah" kata Chanyeol.

"Saat sedang sakit pun dia masih sempat datang ke kampus hanya karena ingin bertemu dengan Kris ge" sambung Sehun mengingat masa-masa mereka kuliah.

"Dia lebih kuat dari yang kubayangkan" kata Kris lalu terkekeh, melupakan semua rasa khawatir dan rasa sakitnya sejenak.

Lampu merah ruang operasi padam. Semua orang yang ada disana langsung bangkit berdiri dan memandang pintu lekat-lekat. Tak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka dan Changmin keluar dari dalam.

"Bagaimana?" tanya Kris panik.

Tubuhnya bagaikan tak bernyawa. Ia tak sanggup mendengar apa yang akan Changmin katakan. Bahkan dia bisa pingsan kapan saja.

"Selamat Kris. Tao dan bayimu selamat, seperti dugaan anak kalian laki-laki. Tao menunggu didalam tapi jangan terlalu lama, kami harus memindahkannya ke ruang perawatan,"

Air mata bahagia mengalir dipipi Kris, dia mengangguk menyetujui perkataan Changmin kemudian berlari memasuki ruang operasi.

Berakhir sudah penderitaan Kris menunggu Tao.

"Tao?"

Kris mendekati Tao yang masih terbaring lemah. Air matanya mengalir karena melihat keadaan Tao. Dia sudah berjuang sendirian tanpanya tapi Tao adalah namja yang kuat, dia berhasil mengalahkan maut yang bisa menjemputnya tadi.

"Kris ge~" panggil Tao lirih.

Kris mendekat kemudian mengecup kening dan bibir Tao berkali-kali.

"Tao, terimakasih sayang. Berkat dirimu akhirnya aku menjadi ayah"

Tao tersenyum saat merasakan bahunya basah, Kris tidak pernah menangis seperti ini. Dia namja dingin dan tidak ekspresif tapi sekarang dia tengah menangis begitu kencang seperti anak kecil.

"Ge, jangan menangis"

Kris melepas pelukannya dan mencium Tao, Tao membalas ciumannya dan menghapus air matanya "Terimakasih, kau setia menungguku dan merawatku selama ini. Maaf jika aku selalu merepotkanmu"

"Tidak apa-apa sayang, apapun akan kulakukan untukmu meski harus mengorbankan nyawaku"

Kris bangkit berdiri dan mencium kening Tao lama.

"Ini bayi anda tuan" kata seorang perawat menyerahkan gulungan selimut yang ada digendongannya. Kris dapat melihat didalam gulungan itu ada bayi mungil yang masih merah.

Dengan sangat hati-hati Kris menggendong bayi mungilnya mengecup lembut wajah bayinya itu dengan penuh kasih sayang.

"Selamat datang baby, Daddy sangat senang melihatmu" Kris menggenggam lembut jari-jari mungil bayinya dan mengecupnya pelan.

"Kris ge~"

Kris beralih memandangi Tao. Dia mendekatkan bayi mungilnya pada Tao.

"Baby, Mommy ingin menggendongmu"

Kris menyerahkan bayi mungilnya ke dalam dekapan Tao.

Tao menangis haru saat kulitnya bersentuhan dengan kulit keriput bayinya. Bayinya masih sangat merah. Rambutnya hitam legam seperti Tao begitupun bibir kucingnya. Sisanya dia seperti Kris. Mata teduhnya. Hidung mancungnya. Rahang tegasnya. Benar-benar seperti Kris.

"Terimakasih sudah lahir Baby"

Tao mengecupi wajah bayinya dengan perasaan haru bercampur bahagia. Air matanya kembali menetes.

Dia tak menyangka sekarang dirinya telah menjadi seorang ibu. Ibu dari anaknya dan Kris.

Kris menghapus air mata Tao. Dia mendekatkan wajahnya kemudian mengecup bibir Tao.

"Lihat ge, anak kita sangat mirip denganmu. Begitu tampan dan mempesona" kata Tao tidak henti-hentinya menatap bayi mereka. Kris mengusap rambut Tao lembut dan mencium keningnya.

"Terimakasih Tao, sudah memberi anugrah terindah dalam hidupku. Aku sangat beruntung bisa memilikimu. Namja yang sangat baik dan mencintaiku apa adanya. Tanpa berharap balasan dan selalu ada disisiku. Tetap bertahan meskipun aku menyakitimu berulang kali. Tapi aku berjanji Tao, mulai sekarang dan selamanya. Aku akan selalu mencintaimu dan tak akan pernah menyakitimu. Mencintaimu dengan seluruh jiwa ragaku. Melindungimu dan anak kita. Terimakasih Tao. Tuhan sangat baik memberikan malaikatnya padaku"

Tao terisak semakin keras. Dia menarik Kris dan memeluknya. Rasanya sangat bahagia mendengar ucapan Kris. Tao tahu Kris mengatakannya dari hati yang paling dalam.

Hanya untuk dirinya.

Bibir Kris kembali menyentuh bibir Tao. Dan memberinya ciuman tulus penuh cinta. Membagi rasa bahagia yang tidak bisa dibendung dan meledak-ledak dalam dadanya.

"Gege sudah menyiapkan nama untuknya?" tanya Tao, kening Kris menyentuh kening Tao dan tersenyum.

"Bagaimana kalau Wu Zi Fan? Perpaduan nama kita. Kau suka?"

"Aku menyukainya"

"Selamat datang dikeluarga kami, Wu Zi Fan" kata Kris memberikan kecupan pada pipi bayi mereka.

"Wo ai ni, Wu Zi Tao"

"Wo ye ai ni, Wu Yi Fan"

.

.

.

TBC

.

.

.

Mind to Review and Comment?

Have Request Couple For New Story?