"Halo, siapa ini?"

"Ini Naruto"

"Hah? Benar-benar telepon dari orang yang tidak kuduga"

"Sudahlah, aku butuh bantuanmu"

Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto

Storyline by Chiba kozue

Alice joshi Present

NaruHina fanfic

Warning : typo, A.U, gaje, abal, percakapan berlebih dan lainnya.

Hari Latihan

"Hah? Anggota pertunjukan hanya segini?"

Hinata dan Sakura sedang berkumpul bersama beberapa murid sekelasnya di cafe tempat ia bekerja. Tapi dari sekian banyak teman sekelasnya bahkan hampir semua yang ingin berpartisipasai dalam pertunjukan nanti, hanya tinggal 6 orang.

"Padahal semua mengatakan akan hadir latihan untuk hari ini, tapi tahu-tahu yang datang hanya segini" ucap Hinata kecewa.

"Mau bagaimana lagi kan? Persiapan kita kurang matang, ditambah pasti semua masih bimbang. Disaat seperti ini pasti mereka sedang sibuk untuk persiapan ujian masuk universitas, belum lagi banyak yang kurang mengerti musik, ditentang guru, dan satu lagi, bagaimana dengan masalah Naruto yang tidak bisa ikut tampil?"jelas Sakura.

'Bagaimana ini? Ternyata memang tidak mungkin kalau hanya seorang diri. Kalau tidak ada Naruto...'

Batin Hinata. Saat Hinata sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba sudah ada seseorang dibelakangnya.

"Tidak perlu cemas, ayo kita bekerjasama!" ucap orang tersebut. Hinata langsung berbalik dan kaget saat melihat siapa orang yang ada dibelakangnya.

"Kau.."

"Lama tak jumpa, nona malaikat. Masih ingat padaku?"

Ternyata yang datang adalah sang vokalis yang bertemu dengannya dan Naruto saat berada di Tokyo.

'Kenapa dia ada disini?' batin Hinata bingung.

"Aku yang memanggilnya untuk datang. Yang bisa membantu kita dalam masalah peralatannya hanya dia" ucap Naruto yang tiba-tiba sudah berada dalam cafe.

"Tapi aku tidak menyewakannya gratis lho, kau mengerti kan Naruto?"

"Ada syaratnya?" tanya Naruto.

"Aku akan membawa pencari bakat dari kantorku untuk datang ke pertunjukan sekolahmu nanti. Kalau penampilan kalian berdua disukai, kalian akan diberi kesempatan untuk debut. Tapi kalau penampilan kalian tidak disukai, malaikat ini akan jadi milikku" ucap sang vokalisa sambil merangkul Hinata.

"Aku tidak mau" tolak Hinata sambil melepas rangkulannya.

"Tidak apa-apa Hinata, tidak mungkin lagu-lagu kita tidak diterima. Lalu, meskipun tidak diterima pun, impian kita tetap akan tercapai" ucap Naruto.

"Benar. Kami juga akan maembantu sepenuh hati"

"Mari kita berusaha keras bersama-sama"

Anggota pertunjukan yang lain pun ikut menyemangati.

Keesokan paginya Naruto dan Hinata berangkat bersama. Saat di koridor sekolah, mereka bertemu dengan Sakura.

"Pagi Sakura, ngomong-ngomong untuk latihan nanti..."

"Tentang itu nanti dulu. Naruto, kau di panggil ke ruang kepala sekolah" ucap Sakura sedikit panik.

Setelah diberitahu Sakura, Naruto langsung menuju ke ruang kepala sekolah. Sedangkan Hinata dan Sakura beserta anggota yang lain menunggu dengan cemas di luar ruangan. Setelah sekitar 20 menit didalam ruangan, akhirnya Naruto keluar.

"Naruto,apa kata para guru?" tanya Hinata penasaran.

"Yah, aku ditanya macam-macam secara detail tentang pertunjukan itu. tapi pokoknya, izinnya keluar! Festival kebudayan" ucap Naruto sambil tersenyum kepada semuanya.

Semua anggota terlihat sangat senang mendengar berita itu. Tapi Hinata sadar ada yang disembunyikan Naruto.

Saat mereka berdua menuju kelas, Hinata bertanya pada Naruto.

"Naruto, sebenarnya apa yang dibicarakan di ruang kepala sekolah tadi? Kau menyembunyikan sesuatu kan?"

"Sepertinya aku tidak bisa membohongimu. Apa boleh buat, aku dapat izin untuk melakukan pertunjukan dengan syarat tidak ikut ambil bagian didalamnya"

"Tapi kalau tidak ada Naruto, bagaimana dengan debutnya?"

"Tapi bisa debut atau tidaknya kan lebih ditentukan oleh nyanyian Hinata, bukan petikan gitarku. Dan yang lebih penting lagi, semua orang sudah bersemangat untuk mengadakan pertunjukan ini. Aku tidak mau mengecewakan mereka"

Saat jam istirahat.

"Hah? Tanda tangan?"

"Iya. Supaya Naruto bisa tampil dalam pertunjukan, aku akan mengumpulkan sebanyak mungkin tanda tangan dan menyerahkannya pada guru" ucap Hinata pada beberapa murid angkatannya.

'Kami ingin menyampaikan isi hati kami yang terdalam, kalau kami bersungguh-sungguh pasti akan tersampaikan'

Tidak diduga, hampir semua murid kelas 3 mau menandatangani. Setelah terkumpul, Hinata langsung menuju ruang guru.

"Semuanya 160 tanda tangan, bukti dari hampir seluruh kelas 3. Mohon izinkan Naruto tampil dalam festival kebudayaan"

Hening sejenak, beberapa murid yang menunggu di luar menjadai tegang.

"Akan kupertimbangkan lagi"

Jawaban itu langsung memberi angin segar bagi murud-murid yang lain. Setelah itu mereka kembali ke kelas masing masing. Sedangkan anggota yang akan tampil di festival kebudayaan berkumpul di ruang musik untuk latihan. Saat sedang asik latihan, tiba-tiba ada pengumuman.

'Ting...

"Istirahat siang hari ini, semua murid kelas tiga harap berkumpul di aula"

Istirahat siang pun tiba. Semua murid kelas 3 sudah berkumpul di aula.

"Kalian semua dikumpulkan disini karena ada hal yang ingin disampaikan. Kami para guru secara resmi membatalkan pertunjukan festival budaya"

'Eh?'

'Waaa..Huuu...Huuu

"Kenapa? Kenapa dibatalkan? Bapak punya hak apa?" tanya Naruto dengan emosi.

"Tentu saja kami punya hak. Kami adalah pengajar. Naruto, kami ingin murid bermasalah sepertimu memahaminya. Anak kelas 3 hampir semuanya akan mengikuti ujian penempatan universitas. Tapi malah kau libatkan dalam pertunjukanlah, tanda tanganlah. Jika ada yang ingin kau lakukan, lakukanlah setelah kau berdikari" ucap guru tersebut.

'Hal yang kami lakukan...

"Kalian semua juga, milikilah kesadaran sebagai pelajar" lanjutnya

...tidak salah kan?'

"Lakukanlah hal yang harus kalian lakukan" lanjutnya lagi.

Semua murid tampak tidak terima dengan keputusan itu. Tiba-tiba seorang murid yang pernah menyebabkan tangan Naruto terluka angkat bicara.

"Hal yang ingin kami lakukan? Baru saja kalian menghancurkannya". Ucap murid tersebut lalu diikuti murid yang lain.

"Benar juga. Orang dewasa selalu saja bilang setelah berdikari, setelah berdikari. Kalau sekarang kami belum berdikari kan bukan mau kami"

"Juga, apa yang harus dilakukan seorang pelajar? Ujian masuk universitas, masa depan...tidak usah diberitahu juga hal itu pasti kami pikirkan"

"jangana angap kami bodoh"

Hinata yang mendengar itu semua pun ikut bicara

"Mencari hal yang ingin kami lakukan dan berusaha ingin menggapainya,jangan halangi kami"

Keadaan Hening, semua guru kaget terhadap reaksi para murid. Tidak ada yang bersuara lagi, hingga akhirnya semuanya dipersilahkan kembali ke kelas.

Keesokan harinya.

Final Story

'Zret,...

Seorang guru masuk kedalam kelas Naruto dan Hinata untuk memulai jam pelajaran. Tapi keadaan kelas ternyata kosong, tak satupun murid ada dalam kelas tersebut.

"Gawat! Didalam kelas tak ada seorang murid pun"

"Di dalam kelasku juga tidak ada"

"Tidak ada murid kelas 3 sama sekali"

"Lihat! Di lantai ada anak panah yang menuju arah taman belakang"

Para guru pun menuju taman belakang, setelah semua guru sampai disana mereka dikejutkan dengan banyaknya pesawat kertas yang terbang dari atap sekolah. Ternyata semua murid kelas 3 berada di atap sekolah, sambil masing-masing menerbangkan pesawat kertas.

"Hey kalian..apa ini?" tanya seorang guru yang memungut pesawat kertas tersebut.

"Itu lirik. Lirik lagu yang ditulis oleh Hinata selama 3 tahun. Lirik itu berisi semua harapannya, dan ada juga beberapa lirik yang kami tulis sendiri. karena kalian melarang kami untuk terbang, jadi kami coba terbangkan sendiri" ucap naruto dari atas.

"Naruto, kau. Apa kau mengerti apa yang kau lakukan?" tanya seorang guru.

"Tentu saja mengerti. Mau kalian menganggap kami kekanak-kanakan, pokoknya kami akan berseru. Kami akan melakukan apa yang ingin kami lakukan" ucap Naruto.

"Izinkan kami mengadakan perunjukan festival kebudayaan" ucap Sakura.

"Sekarang, di sekolah ini kami ingin melihat, jika kami mengeluarkan segenap tenaga sampai sejauh mana kami mampu melangkah" tambah Hinata.

Para murid terlihat sangat serius, mereka sangat berharap guru-guru mereka mengerti.

"Bagaimana ini?" ucap salah seorang guru.

Sedangkan seorang guru yang lainnya mengambil sebuah pesawat kertas yang jatuh didekatnya kemudian membaca lirik yang ada di kertas tersebut.

'Ingin terbang dengan bebas? Kalian masih anak-anak dan lemah. Tapi, sayap kalian sangat besar dan kuat' batin gurun tersebut sambil tersenyum.

27 Januari xxxx, hari pertunjukan.

"Naruto, bagaimana ini? Banyak sekali penontonnya. Bagaimana kalau kita gagal, pencari bakatnya juga datang. Ayah dan ibuku juga. Hei Naruto!" ucap Hinata gugup sambil melihat dari balik tirai panggung.

"Tenanglah Hinata, pertunjukannya pasti akan lancar. Lihat teman-teman kita yang sudah tampil, mereka baik-baik saja kan?" ucap Naruto dengan santainya.

Setelah kejadian tempo hari, akhirnya para guru sepakat untuk tetap mengadakan festival budaya.

"Mana bisa tenang. Padahal tanganmu belum sembuh total, tapi masih mau main gitar sendirian"

"Hinata"

"Baru pertama kalinya penonton sebanyak itu"

"Hinata" Naruto mulai kesal.

"Kalau suaraku tidak keluar bagaimana?"

"HINATA!" Naruto sudah tidak tahan lagi.

"Eh? Apa?"

"Hilangakn pikiran aneh itu dari otakmu"

"Tapi.."

"Kalau kau gugup, nyanyinya sambil lihat aku saja. 'Sayap kebebasan', lagu itu lagu yang diciptakan untukku kan?" ucap Naruto sambil menyatukan dahinya dengan dahi Hinata.

"Naruto, Hinata, ayo tampil" panggil Sakura.

"Baik"

'Lagu ini adalah lagunya Naruto. Aku akan terbang bersamamu. Selalu mendambakanmu. Selalu disampingmu, dan terus bernyanyi untukmu'

"Selamat siang semuanya" Hinata menyapa penonton. "Selamat datang di acara sekolah kami. Perkenalkan, nama band kami Perfect Wing. Kita selalu menangis jika tidak bisa terbang. Bagi kalian yang hanya punya sebelah sayap, semoga lagu ini bisa menjadi pengganti sayap yang sebelahnya"

Hinata pun mulai bernyanyi diiringi Naruto pada gitar dan Sakura dengan keyboard-nya. Semua penonton tampak takjub mendengar lagu tersebut, termasuk ayah dan ibu Hinata.

Pertunjukan tersebut ternyata di siarkan melalui radio dan internet. Banyak orang yang mendengar lagu mereka, lagu yang menginspirasi, penuh akan makna dan sarat akan luka.

FIN.

Sayap Kebebasan

Lirik : Hinata Hyuga Aransemen : Naruto Uzumaki

Dengan sayap kebebasan...

Ingin terbang dengan merdeka...

Tapi seorang diri rasanya sepi...

Aa..dengan sayap ini...

Bila bisa terbang bersama seseorang...

Hati ini akan di sejukkan selamnya.

Sayap kebebasan, walau sarat dengan luka...

Tapi mbertemu denganmu, semua akan terlahir kembali...

Dapat terbang lebih tinggi lagi...

Aku percaya dengan takdir ini.

Dengan sayap kebebasan...

Ingin terbeng bersama mereka...

Menuju langit malam...

Agar membuatmu mengerti...

Kata-kata saja tak cukup...

Biarkan aku menyanyi...

Menyenyikan dendang cinta...

Mengarungi hujan airmata...

Chapter terakhir selesai...

Mohon maaf, sorry, trist, pardon, vabandust!, bron, gomen, pokoknya saya minta maaf banget karena tidak update sesuai janji. Padahal janjinya sebelum ujian (SMA sederajat) tapi nyatanya, beginilah hasilnya (terlalu sibuk dengan dunia nyata) sampai-sampai telat update sampai 1 bulan (parah). Saya juga tidak maksa kalian buat maafin kok, ya maklumin aja ya :D

Gimana endingnya? Bagus? Kurang? Jelek? Aneh? Terlalu Maksa? Gk nyambung?

Nikmatin aja...

Note: 27 januari sebenernya ultahnya sekolah saya, jadi saya pake aja tanggal itu (gk ada yang nanya juga)

Next project? Belum ada. Oh ya, baca cerita saya yg lain juga ya, masih ada dua lagi noh, kasian mereka gk pernah di baca (sampe berdebu gitu saking lamanya :D)

Silahkan kritik (pasti ada) dan saran (kalo ada)