Disclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto

Percy Jackson and The Olympian & The Heroes Of Olympus belong to Rick Riordan

Story by me

Tittle : Konoha Academy

Genre : Fantasy, Adventure, Romance, Tragedy.

Rate : T

Pairing : NaruSaku, Percabeth, etc.

Warning : AU, OOC, gaje, abal, minim deskriptif, typo(s), etc.

.

Summarry: Uzumaki Naruto yang harus pindah ke sekolah khusus untuk anak-anak 'jenius' di sebuah desa bernama Konoha terpaksa meninggalkan ibunya sendirian. Konoha Academy adalah sekolah tempat anak-anak yang memiliki kemampuan 'special', dan petualangan baru pun di mulai. Di sana banyak hal menarik yang terjadi (fic ini terinspirasi dari Anime/Manga 'Alice Academy')

.

.

Chapter 9 :Meet The Demigods

.

oooOOKonohaAcademyOOooo

.

.

Kurenai Yuhi memasuki kelas. Siswa/Siswi Dangerous Class serentak berdiri dan memberi hormat padanya. Kurenai hanya tersenyum dan mengangguk.

"Selamat pagi juga anak-anak!" sapanya.

"Sensei, hari ini kita akan belajar apa?" tanya Ino penasaran. Ia sudah kangen dengan pelajaran yang dibawakan oleh gurunya itu, sebab setiap kali Kurenai mengajar, ia seperti belajar sambil menonton televisi.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan, Ino-chan."

'Eh? Astaga, aku lupa kalau dia itu mind reader,' pikir Ino. Kurenai hanya tersenyum.

"Anak-anak, kami baru mendapatkan laporan dari mata-mata kami di Dark Territory…"

"Eh? Kalian punya mata-mata disana?" kaget Matsuri.

"Benar, dia itu pamannya Uzumaki Karin, Nagato."

"Ada kabar baru apa, sensei?" kini Kiba yang bertanya.

"Yah, Boss Besar mereka kembali. Ia seorang Uchiha."

Mendengar kata 'Uchiha', Midori langsung tersentak. Mungkinkah Uchiha yang gurunya maksud adalah Uchiha Madara? Ayahnya, Uchiha Obito, memang pernah bercerita kalau Kakek buyutnya itu adalah seorang pengkhianat.

"Ia sudah menyiapkan pasukan yang terdiri dari 50.000."

"APA? 50.000?" kaget Chouji.

"Benar, pasukan mereka terdiri atas; 3000 penyihir kegelapan, 100 Assasin, Para Raksasa, Titans, Para Angels dan Mid-Angels pengkhianat, 20.000 Pasukan Tanaman, 10.000 Monsters, dan sisanya adalah Demi-Human Orcs, Ogres, dan Goblins."

Mendengar penjelasan Kurenai semua murid Dangerous Class memperlihatkan ekspresi yang berbeda-beda; Ada yang terkejut hingga serempak berdiri bahkan terjengkang dari atas kursi mereka, ada yang ketakutan hingga mengeluarkan keringat dingin, bahkan banyak pula diantara mereka yang langsung berwajah pucat.

"Berapa jumlah kita semua, sensei?" tanya Uchiha Midori.

"Sayangnya, hanya sekitar 5000 orang Angels yang bisa kami kumpulkan. Ditambah dengan kalian semua sebagai murid-murid kami, berarti akan terkumpul pasukan sekitar 6000 orang," Kurenai menjelaskan dengan ekspresi sedih di wajahnya.

"GILA! LALU BAGAIMANA KITA SEMUA BISA MENANG! KITA SEMUA KALAH JUMLAH!" teriak Shion.

"Para anak blasteran akan membantu kita!"

"Anak blasteran?" tanya Sakura.

"Benar! Mereka semua dikenal dengan sebutan Demigods. Sepuluh orang akan segera datang dan sisanya, yang berjumlah sekitar ratusan akan menyusul saat perang tiba. Perang ini diperkirakan akan menjadi perang terbesar dalam sejarah Konoha Academy."

"Apa itu Demigods? Aku tidak pernah dengar!" ujar Naruto.

"Mereka adalah manusia setengah dewa."

"Maksud sensei… Bissamonten, Ebisu-sama, Tenjin-sama dan yang lainnya punya anak?" tanya Sasame.

"Tidak, Sasame. Mereka bukan dewa yang kita kenal. Mereka adalah keturunan Dewa/Dewi Yunani Kuno."

"Zeus, Poseidon, Hades, dan lain sebagainya?" sahut Amaru.

"Yeah!"

"…tapi kan Peradaban Yunani Kuno sudah lama hancur dan para Dewa-Dewi itu… Mereka semua hanyalah mitos yang menjelaskan tentang musim," sambung Sakura.

"Sebenarnya itu bukanlah sebuah mitos. Dewa Dewi Olympia, mereka semua benar-benar ada. Begitupula dengan bangsa Titan, Raksasa, dan Para Monster."

"Se-sebentar…maksud sensei Gunung Olympus benar-benar ada? Maksudmu di sana benar-benar ada Istana?" tanya Naruto.

"Ya, memang ada Gunung Olympus yang di Yunani, tapi ada juga tempat tinggal para Dewa, titik pertemuan kekuatan mereka, yang dulu memang terletak di Gunung Olympus. Tempat itu sekarang masih disebut Gunung Olympus untuk menghormati adat lama, tetapi istana itu selalu berpindah-pindah, Naruto, sama seperti para Dewa."

"Jadi maksud sensei Dewa-Dewi Yunani sekarang bukan lagi di Yunani?" tanya Sara.

"Tentu saja. Para Dewa berpindah-pindah mengikuti jantung Barat. Sekarang mereka ada di Amerika."

"Mengikuti apa?"

"Masa tidak tahu? Itu yang kau sebut 'Peradaban Barat'. Kau pikir itu cuma konsep abstrak? Bukan, itu kekuatan yang hidup. Kesadaran kolektif yang berkobar terang selama ribuan tahun. Dewa-Dewi temasuk di dalamnya, bahkan boleh dibilang merekalah sumbernya, atau setidaknya mereka terikat erat dengannya sehingga mereka tak mungkin memudar, kecuali jika seluruh peradaban Barat dihancurkan. Api itu dimulai di Yunani. Lalu, jantung api itu pindah ke Roma, demikian pula Dewa-dewinya. Jupiter adalah nama Romawi untuk Zeus, Neptunus untuk Poseidon, dan seterusnya, tetapi kekuatan yang sama, Dewa-Dewi yang sama."

"Jadi mereka tidak mati, ya?" tanya Ino.

"Mati? Tidak! Jika mereka mati Demigods tidak mungkin bisa terlahir ke dunia ini! Apakah dunia Barat mati, Ino? Para Dewa cuma pindah; ke Jerman, ke Perancis, ke Spanyol, beberapa lama. Di mana pun api itu paling terang, di situlah para Dewa berada. Mereka melewatkan beberapa abad di Inggris. Kita tinggal melihat arsitekturnya. Orang-orang tak pernah melupakan para Dewa. Di setiap tempat mereka berkuasa selama tiga ribu tahun terakhir, mereka tampil dalam lukisan, dalam patung, pada gedung-gedung terpenting. Mereka sekarang berada di Amerika Serikat. Kau pasti pernah meihat lambang Negara mereka, bukan? Lambang Negara mereka adalah Elang Zeus. Pernah lihat patung Prometheus di Rockefeller Center? Ukiran Yunani gedung-gedung Pemerintahan di Washington? Jika kau ke Amerika, coba kau temukan kota Amerika mana yang tidak menampilkan Dewa-Dewi Olympia secara menonjol di berbagai tempat?! Suka tidak suka dan yakinlah, dulu juga banyak orang yang tak menyukai Roma. Amerika adalah jantung api itu sekarang. Di sanalah kekuatan Barat yang besar, maka Olympus juga berada di sana, begitu juga dengan Demigods."

"Jadi Gunung Olympus itu memang benar-benar ada?"

"Bukankah sudah kubilang Mitologi Yunani itu benar adanya. Bukan sebuah mitos! Sekarang Olympus berada di Empire State Building lantai 600. Setahun yang lalu Kronos dan pasukannya mengacau di sana. Mereka hampir berhasil menghancurkan Olympus. Kerusakannya cukup parah, tapi Olympus akan dibangun kembali, sampai sekarang pun Istana Olympus masih dalam perbaikan."

Sakura semakin bingung dengan cerita gurunya ini. "Aku memang tidak pernah pergi ke New York, tapi setahuku Empire State Building hanya ada 102 lantai."

"Tipuan kabut sihir. Manusia-manusia fana macam orang tua manusia kalian, mempercayai hal itu, bahwa Empire State Building hanya ada 102 lantai, sebab mereka tak bisa melihat menembus kabut, tapi sebenarnya ada lift istimewa yang bisa mengantar para Demigods ke lantai 600."

"Jadi maksud sensei, hanya manusia-manusia istimewa saja yang bisa melihat menembus kabut sihir?" tanya Sakura pula.

"Ya, tidak banyak manusia fana yang bisa melihat menembus kabut."

"Para manusia yang jatuh cinta pada para Dewa-Dewi… Apakah mereka tahu kalau yang mereka cintai itu sebenarnya adalah seorang Dewa atau seorang Dewi?" Sasame kembali bertanya.

"Ada beberapa yang tahu, tapi kebanyakan dari mereka tidak tahu karena para Dewa biasanya menyamarkan identitas aslinya."

"Berapa usia para Demigods yang akan segera menemui kita itu, sensei?" tanya Amaru.

"Umur mereka 13-20 tahun."

"Ada yang masih 13 tahun?"

"Ya, fisik mereka masih 13-14 tahun, tapi sebenarnya mereka berdua lahir sebelum Perang Dunia II. Kalian tahu kenapa? Akan kujelaskan nanti, pokoknya mereka berdua adalah putera-puteri Hades/Pluto!"

"Berarti mereka sudah berumur 70 tahun lebih dong?" kata Shion.

"Aku masih tidak bisa mengerti kenapa mereka semua bisa terlahir ke dunia ini…" sambung Sara.

"Baiklah, kalau begitu akan kuperjelas ceritanya…" kata Kurenai yang kemudian mengaktifkan Illusion Abillity-nya.

.

.

Seketika kelas mereka berubah menjadi Gunung Olympus seperti dalam mitologi-mitologi Yunani. Istana Olympus sangat megah. Di dalam ruang tahta, para Dewa-Dewi duduk di singgasana masing-masing. Singgasana para Dewa/Dewi tersebut membentuk huruf U. Mereka semua berbusana seperti Dewa-Dewi zaman kuno dengan singgasana marmer pualam, kecuali 'Big Three (Zeus, Poseidon, Hades)'

Di pusat singgasana tersebut berdirilah Zeus. Di samping singgasananya, ada singgasana lain yang merupakan singgasana milik istri sekaligus saudari Zeus, Hera.

Singgasana milik Zeus terbuat dari platinum padat. Janggut Zeus tercukur rapi, berwarna abu-abu bercampur hitam seperti awan badai. Wajahnya angkuh dan tampan dan suram, matanya abu-abu hujan, dan udara disekitarnya berderak dan berbau ozon. Ia memegang Petir Asali yang merupakan symbol kekuatannya dengan gagah.

Di sayap kanan, duduklah saudara-saudara mereka yang lain; Poseidon, Demeter, Hestia, dan Hades. Pada sayap kiri, duduklah Dewa-Dewi Olympia lainnya; Ares, Athena, Si kembar Artemis dan Apollo, Hephaestus, Aphrodite, Hermes, dan Dionysus.

Singgasana milik Poseidon adalah kursi Nelayan laut sederhana yang bisa berputar, dengan dudukkan kulit hitam dan lubang untuk menyimpan joran yang dipakai untuk menyimpan symbol kekuatannya, yaitu Trisula Perunggu yang ujungnya berkilauan dengan cahaya hijau. Poseidon, kulitnya terbakar cokelat, tangannya penuh bekas luka seperti Nelayan kawakan. Rambutnya hitam. Wajahnya yang tampan memiliki tampang merajuk yang terlihat pembangkang, tetapi matanya yang berwarna hijau laut dikelilingi keriput matahari yang menyiratkan bahwa dia juga sering tersenyum.

Hades berpakaian jubah sutra hitam dan mahkota emas berjalin. Kulitnya putih albino, rambutnya sebahu dan hitam legam. Dia tidak berotot seperti Ares, tetapi memancarkan aura kekuasaan. Dia memiliki mata hitam tajam dan karisma jahat yang memukau. Singgasananya terbuat dari paduan tulang manusia, tampak lentur, anggun, dan berbahaya seperti macan kumbang. Ia memegang Helm Kegelapan yang merupakan symbol kekuatannya.

Tentu saja Para Dewa-Dewi ini masih terlihat sangat muda, sebab mereka semua berhenti tumbuh di usia 21 tahun.

Aphrodite adalah Dewi tercantik diantara mereka. Ia memiliki mata kaleidoscope yang sangat indah. Rambutnya berwarna pirang keemasan, kulitnya putih, dan body-nya seperti body gadis idaman para lelaki. Ia memegang sebuah cermin ditangannya.

Apollo berambut pirang dan bermata biru. Kulitnya cokelat terbakar matahari. Ia juga berwajah tampan nan mempesona dan body-nya, hey, sangat keren dan sexy. Ia menyandang tas hitam berisi gitar.

.

"Itukah Para Dewa/Dewi Olympia? Mereka sangat mengangumkan!" ujar Amaru seakan terpesona dengan karisma para Dewa.

"Apollo agak mirip dengan Otou-san," kata Naruto. Teman-temannya langsung menertawakannya secara serempak.

"Apanya yang mirip, Naruto?" tanya Kiba.

"Warna rambut dan warna matanya," jawab Naruto singkat.

"Aku memang belum pernah bertemu dengan Ayahmu, tapi kalau menurutku, body-nya Apollo pasti jauh lebih bagus daripada Ayahmu. Dia sangat Hot!" kata Ino blushing.

"Ino, jangan jatuh cinta pada seorang Dewa! Jika Dewa menikah denganmu yang seorang Mid-Angel, aku tidak bisa membayangkan anak kalian akan seperti apa nantinya," kata Sakura.

"Tenanglah, kalian semua! Mari kita lanjutkan pelajaran kita," tegur Kurenai. Illusion Ability itu pun berlanjut.

.

.

Anak Blasteran dari Dewa tertua akan mencapai enam belas setelah lewati bahaya

Dan saksikan dunia dalam tidur abadi

Jiwa sang pahlawan, bilah terkutuk yang akan menghabisi

Satu pilihan akan akhiri usianya,

Olympus tetap lestari atau binasa

.

Itu adalah ramalan besar Oracle Apollo. Garis besar dalam ramalan tersebut adalah, bahwa salah satu anak blasteran putera dari Ketiga Dewa terkuat akan menghancurkan atau menyelamatkan Olympus dan Dunia pada saat ia menginjak usia 16 tahun.

Pada saat itu adalah abad 20. Para Dewa-Dewi Olympia tengah menyaksikan pecahnya Perang Dunia II. Perang Dunia ke-2 adalah sebuah Perang Global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali Negara di Dunia—termasuk semua kekuatan besar— yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros.

Hal yang tidak pernah diketahui oleh manusia fana adalah, salah satu dari semua kekuatan besar tersebut adalah tokoh-tokoh terkenal pemicu pecahnya perang. Mereka adalah Demigods putera Zeus dan juga putera Poseidon yang berselisih dengan putera Hades. Yup! Winston Churchill, Franklin D. Roosevelt, Joseph Stalin, dan Chiang Kai-shek, yang merupakan pemimpin blok Sekutu adalah Demigods putera Zeus dan Demigods putera Poseidon. Sedangkan pemimpin blok Poros; Adolf Hitler, Hirohito, dan Benito Mussolini, mereka semua adalah Demigods putera Hades.

Perang Dunia II ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan "perang total", Negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industry, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata Nuklir dalam peperangan. Perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II, konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia.

Kala itu Dunia dipenuhi dengan; Darah dan kekacauan. Api dan kehancuran. Kematian dan teriakan.

.

"Hah? Jadi salah satu pemicu Perang Dunia II adalah Demigods yang merupakan anak-anak dari Ketiga Dewa terkuat?" sahut hampir semua murid Dangerous Class.

"Sudah kuduga kalau Hades itu jahat!" kata Sakura.

.

Kengerian Perang Dunia II membuat Bangsa Olympia paranoid. Di sana Para Dewi-Dewi mendesak agar ketiga Dewa terkuat—Zeus, Poseidon, dan Hades— bersumpar untuk tidak pernah turun ke Bumi dan menikah dengan manusia fana lagi. Mereka semua takut dengan ramalan besar Oracle Apollo. Mengingat betapa banyaknya korban dalam Perang Dunia II, pada akhirnya sumpah tersebut disyahkan dan disepakati oleh ketiga Dewa yang bersangkutan.

Selama beberapa abad mereka dapat bertahan, hingga akhirnya Zeus mematahkan perjanjian tersebut. Ia jatuh cinta pada seorang manusia fana. Manusia fana tersebut adalah seorang Aktris terkenal pada tahun 1980-an. Aktris berambut pirang dan bermata biru yang sangat cantik dan mempesona. Mereka berdua menjalin kasih, melakukan hubungan seks, hingga akhirnya seorang bayi perempuan terlahir. Ia memiliki rambut hitam dan mata biru elektrik.

"Zeus melanggar perjanjian itu? Keterlaluan, Raja macam apa dia itu?!" kata Uchiha Midori.

Lima tahun kemudian, Poseidon jatuh cinta pada seorang gadis Amerika. Mereka berdua bertemu di Pantai Montauk, hingga akhirnya mereka menjalin kasih dan melakukan hubungan sex di sebuah penginapan yang berada disekitar pantai Montauk. Poseidon jatuh cinta pada Sally Jackson karena gadis itu tak hanya cantik secara fisik, tetapi juga memiliki inner beauty. Mereka berdua dianugerahi seorang anak laki-laki yang ciri fisiknya sangat mirip dengan Poseidon sendiri.

"…bahkan Poseidon," komentar Matsuri.

"Aku kasihan pada anak-anak itu. Setiap saat hidup mereka berdua pasti terancam bahaya," komentar Ino.

.

Poseidon dipanggil ke Olympus. Hades tidak hadir dalam pertemuan tersebut karena Hades hanya keluar dari daerah kekuasaannya—Underworld— pada titik balik matahari musim dingin. Zeus dan para Dewa-Dewi lainnya sangat marah karena Poseidon mematahkan sumpahnya.

"Bagaimana bisa kau melanggar sumpah itu, Poseidon?" tanya Zeus.

"Kau ini kenapa? Kau yang melanggar sumpah itu terlebih dahulu, adikku! Kenapa hanya aku yang disalahkan?"

"Kau membahayakan kami semua, Poseidon!" hardik Athena.

"Ayahmu sendiri juga melakukannya! Kenapa kau selalu saja mengajakku berkelahi?"

"Anak-anak itu harus kita bunuh!" sahut Hera.

"Aku tidak keberatan untuk membunuh mereka, Ibu!" sambung Ares dengan seringai kejam di wajah tampannya.

"Hera, kau ingin membunuh anak Zeus karena kau cemburu pada wanita itu, kan?" ujar Demeter.

"Dan kau Ares, apa kau tega membunuh Adik kita sendiri?" tanya Apollo.

"Kenapa tidak? Darah, Peperangan, dan Api kehancuran… hanya itu yang aku suka, saudaraku."

"Bagaimana ini Ayah? Haruskah kita bunuh para anak manja itu?" tanya Dionysus.

"Tidak, Ayah! Jangan bunuh mereka. Biarkan saja mereka hidup, bila sudah tiba waktunya nanti, mereka juga pasti akan mati, kok. Mereka kan bukan Dewa yang bisa hidup Abadi," sambung Artemis.

"Bagaimana kalau kita tentukkan dengan pemilihan suara?" saran Hestia dengan bijaksana.

"Ide yang bagus," sahut Hephaestus.

Voting pun dilakukan, Poseidon dan Zeus memilih abstain. Jawaban 'Yes' diberikan oleh; Athena, Ares, Hera, Demeter, dan Dionysus.

Jawaban 'No' diberikan oleh; Hestia, Apollo, Artemis, Hermes, Aphrodite dan Hephaestus."

"Baik, berdasarkan pemilihan suara kita biarkan mereka hidup, setidaknya hingga usia mereka mendekati 16 tahun!" tegas Zeus.

"Kalau kau berani membunuh puteraku, bahkan jika kau menyentuhnya seujung jari pun, aku tak akan segan untuk memusnahkanmu, Zeus!" ancam Poseidon, suasana disekitar mereka pun memanas dan menegang.

"Tenang semuanya!" tegas Athena sang Dewi Kebijaksanaan dan Strategi Pertempuran Yunani.

"Kau sendiri ingin membunuh puteraku, kan, Athena?"

"Tidak boleh ada perselisihan diantara kalian, mengerti! Apa kalian ingin membuat dunia ini hancur?" teriak Athena.

"Kalau kalian berdua akan berkelahi, tentu saja aku akan berpihak pada Ayah!" tegas Ares.

"Aku akan berpihak pada Uncle 'P'!" tegas Apollo yang langsung bersitegang dengan Ares.

"DIAM KALIAN BERDUA! Bersikaplah seperti layaknya seorang Dewa!" tegas Athena pula.

"Untuk sekarang, kalian semua kuperintahkan untuk tidak pernah ikut terlibat langsung dalam urusan putera/puteri kalian. Itu keputusan final kita kali ini!" tegas Zeus.

"Maksudmu aku tidak boleh menemui Sally dan putera kami yang baru lahir? Kau tidak punya perasaan!" Poseidon terlihat sangat marah.

"Lord Zeus, kau jangan begini! Bagaimana mungkin aku tidak ikut campur dalam urusan putera/puteriku. Kalau mereka dalam bahaya bagaimana? Haruskah aku membiarkan mereka mati? Aku sangat mencintai mereka!" protes Aphrodite

"Itulah sebabnya kubilang jangan jatuh cinta apalagi menikah," kata Artemis santai.

"Cih, aku tidak mau menjadi Dewa Virgin sepertimu, Artemis! Kau bodoh sekali! Apa kau tidak tahu kalau cinta itu begitu indah? Kau ingin kesepian seumur hidupmu?" sindir Aphrodite yang tidak pernah suka pada Artemis yang tidak pernah menghargai cinta.

"Cinta… cinta… cinta. Heh! Apa bakatmu cuma itu saja? Kau bahkan selalu saja selingkuh dengan Ares. Kau sama sekali tidak pernah menghargai suamimu!" sindir balik Artemis.

"Salah siapa dia jelek dan cacat?" kata Artemis sambil menatap tajam suaminya, Hephaestus.

"Hahaha…" Ares hanya tertawa penuh kemenangan.

"Itu kan salah Hera…" sindir Demeter. Dan konflik keluarga yang kerap kali selalu berulang selama ribuan tahun pun terjadi.

.

"Mereka semua sangat konyol!" ujar Midori.

"…tapi Dewi Aphrodite cantik sekali, ya? Kecantikannya tak tertandingi bahkan oleh Angels keturunan murni sekalipun," sambung Matsuri kagum.

"Kau mau mati, huh!" hardik Shion. "Berani sekali kau mengatakan kalau kami ini jelek!" lanjutnya.

"Jika dibandingkan dengan Dewi Aphrodite, kalian semua memang kalah cantik, kok," sambung salah satu Mid-Angel laki-laki yang ada di sana.

"Kau…!"

"DIAM KALIAN SEMUA!" teriak Kurenai sambil membuat ilusi seolah ia membesar, seukuran para Dewa-Dewi Yunani dalam sosok sejati mereka.

Semua muridnya pun langsung mengkerut takut. Kurenai-sensei dalam ukuran raksasa benar-benar menakutkan. Suasana kelas kembali hening, tak ada adu mulut lagi diantara mereka semua, hingga akhirnya Naruto memecah keheningan tersebut dan berkata.

"Jadi setiap para Dewa/Dewi turun ke Bumi, mereka menyamar sebagai seorang manusia, ya?" tanyanya.

"Ya, dan Dewi Artemis paling suka dengan wujud manusianya sebagai gadis berusia 11-13 tahun. Yah, tapi diantara mereka semua, hanya dia dan Dewi Hestia-lah yang tidak pernah jatuh cinta. Jadi mereka berdua tak mempunyai keturunan Demigods."

"…karena mereka Dewi Virgin?" kini Sakura yang bertanya.

"Ya,"

"Athena juga Dewi Virgin, kan? Jadi apa dia juga tak punya anak?" tanya Sasame.

"Athena punya putera/puteri juga, kok. Saat dia jatuh cinta pada seorang manusia, anaknya akan terlahir dari hasil pemikiran secara harfiah."

"Maksud sensei anak-anaknya lahir dari kepala Athena bukan dari had sex? seperti Athena sendiri yang terlahir dari kepala Zeus?" tanya Chouji.

"Ya kira-kira begitulah, susah menjelaskannya. Kalau kalian semua segitu penasarannya, nanti tanyakan saja pada puteri Athena sendiri!"

"Mereka semua sebaya dengan kami, kan? Lord Poseidon sangat tampan, jadi puteranya juga pasti setampan dirinya. Aduh, aku jadi tak sabar ingin sekali cepat-cepat bertemu dengannya…" sahut Ino pula.

"Ino, kau ini benar-benar genit, semua cowok bule emang ganteng-ganteng, baka!" kata Sakura.

"Iya, dan mereka semua tinggi, juga punya body yang sangat bagus. Mereka pasti keren," sambung Sara.

"…tapi kalau menurutku putera Zeus pasti lebih tampan dari putera Poseidon. Zeus sendiri lebih tampan dari Poseidon. Anaknya Zeus banyak, kan? Misalnya saja, Heracles, Perseus, dsb. Jadi dia itu pasti cassanova pertama di Dunia ini," komentar Matsuri.

"Lihat saja Zeus, dia begitu angkuh. Aku bisa bayangkan anak-anaknya seperti apa. Mereka semua pasti anak-anak arrogant yang so perfect. Kau lihat sendiri kan tadi, seperti apa putera Poseidon dan Sally Jackson waktu masih bayi? Dia itu cute bangiitzz!" kata Ino tak mau kalah.

"Yah, tapi sayangnya kulit mereka jelek, bagusan juga kulit orang Asia Timur macam kita!" kata Shion seakan bangga pada dirinya sendiri.

"…tapi kulit Poseidon agak kecokelatan, kok, jadi puteranya juga pasti tidak berkulit putih yang mendekati pink macam babi itu," sambung Ino.

"Shion, kau ini benar-benar suka sekali menghina orang, ya?" sahut Sakura yang merasa tersindir mengingat rambutnya berwarna pink.

"Yang aku katakan itu bukan penghinaan tapi kenyataan, rata-rata orang western itu memang punya kulit yang jelek!"

"Sudah diam, kalian semua!" tegas Kurenai pula.

Para murid Dangerous Class menurut. Kurenai pun menghentikan pelajarannya tentang Bangsa Olympia dan Demigods, kemudian lekas memulai pelajaran lain. Ia kini membahas para musuh yang akan menyerang mereka dalam waktu dekat.

oooOOKonohaAcademyOOooo

.

.

(A/n: Anggap saja mereka semua berbicara dalam bahasa Inggris)

"Sudah! Cepat turunkan aku, bodoh!" teriak seorang remaja lelaki dalam gendongan lelaki yang lebih tua..

Ia berambut hitam pekat, mata hitam sekelam malam, dan berkulit putih pucat. Ia berpakaian serba hitam dan mengenakan cincin tengkorak. Sebuah pedang Stygian tersandang di punggungnya. Sementara itu, lelaki yang menggendongnya memiliki rambut pirang dan bermata biru.

"Nico, kau kan baru saja memanggil para Zombie itu untuk menyelamatkan kami, jadi sekarang ini lebih baik kau istirahat. Ini perintah dokter!" tegas cowok itu.

"Kau itu bukan dokterku, bodoh!"

"Duh, jangan malu-malu! Lagipula aku ini dokter kalian semua…" katanya sambil tersenyum lebar.

"Sudah kubilang, turunkan aku dari punggungmu sekarang juga, William bodoh!" teriak Nico sambil terus berontak, tapi tentu saja cowok bernama Will itu tak akan membiarkan Nico turun dari gendongannya, apalagi Nico sudah benar-benar kehabisan tenaga.

"Aww, kau bahkan memanggil nama lengkapnya, so sweet!" sahut seorang cewek.

Ia berambut hitam runcing dengan panjang tak rata, matanya biru elektrik. Memakai riasan gothic. Tiara perak yang merupakan tanda bahwa ia adalah seorang pemburu kepercayaan Dewi Artemis terpasang di kepalanya. Ia memakai gelang perak yang dapat berubah menjadi perisai bernama 'Aegis'. Ia mengenakan sepatu bot kulit warna hitam, jin hitam, dan jaket kulit berkancing yang robek-robek ala Punk Rock. Agak kurang pas dengan tiara perak di kepalannya memang, tapi jangan pernah kau katakan itu padanya jika tak ingin dihajar, disetrum, atau ditatap dengan mata birunya yang tajam.

"Ya ampun Thalia, apa kau seorang Fujoshi?" tanya cewek berambut pirang bergelombang dan bermata abu-abu di sampingnya. Ia memiliki tubuh atletis dan kulit kecokelatan seperti gadis California.

"Apa itu Fujoshi, Annie?" tanyanya sambil memiringkan kepala.

"Itu sebutan untuk cewek-cewek otaku yang menyukai dan mendukung pasangan BL," jelas gadis itu.

"Wow, Annabeth! Kau sampai mempelajari tentang itu? Kau benar-benar puteri Athena," puji seorang cowok.

Ia mempunyai rambut hitam keriting, mata hitam gelap tapi terkesan liar, kulit cokelat gelap, telinga runcing, muka yang ceria, dan senyum nakal. Tingginya biasa, seperti orang Asia. Ia cenderung lebih pendek dan lebih kurus dari teman-temannya yang lain.

"Leo, orang Amerika latin sepertimu, memangnya bisa berbahasa Jepang? Jadi tentu saja, selain Bahasanya aku harus mempelajari banyak hal tentang Jepang juga, kan, termasuk kebudayaannya," ujar Annabeth pula.

"Yah, walaupun itu menyimpang, tapi aku juga setuju kalau Adikku bersama Will. Berkat Will, sekarang badan Nico tidak sekurus dulu. Dia juga jadi jauh lebih menyayangi dirinya sendiri," sambung seorang anak perempuan berkulit cokelat gelap. Rambut cinnamon keriting, dan mata seperti emas 15 karat.

"Hazel, kau juga?" tanya gadis tercantik diantara mereka semua.

"Memangnya kenapa, Piper? Harusnya kau juga setuju! Bukankah Ibumu, Aphrodite, sangat menghargai semua jenis cinta?" tanya gadis bernama Hazel itu pula.

"Yah, tapi kalau aku, terus terang agak risih tentang cinta sesame jenis," jawab gadis itu.

Piper sangatlah cantik, memiliki rambut cokelat tidak rata, bermata kaleidoscope, warna kulitnya seperti tokoh Pocahontas karena ia juga memiliki darah Cherokee (orang Amerika Indian) yang diwariskan oleh Ayahnya, yang juga merupakan seorang Aktor Holywood. Ia bertubuh ramping, dan tinggi normal.

"Aku juga setuju dengan Piper," sahut Annabeth yang langsung teringat bahwa Nico pernah jatuh cinta pada Percy, untung Percy tidak menyukai Nico juga. Bagaimana pun juga, Percy itu hanya miliknya seorang.

"Sebenarnya Konoha Academy itu di mana sih? Apa masih jauh?" tanya Will.

"Jika kita sampai tersesat, ini semua salahmu!" kata Nico.

"Kenapa aku?"

"Kau kan yang bilang kalau jalan yang benar itu ke arah sini! Kau itu bukan putera Hermes, jangan sok tahu!"

"Aku jadi ingat Luke. Andai Luke bisa bergabung dengan kita sekarang, semuanya pasti akan jauh lebih mudah," kata Thalia dengan pandangan sendu.

"Ya, aku juga sangat merindukan Luke. Kuharap Luke bahagia di Elysium," sambung Annabeth.

Leo jadi teringat cerita salah satu teman satu cabinnya yang mengatakan bahwa Thalia dan Annabeth pernah jatuh cinta pada putera Hermes tersebut. Menurut sebagian besar puteri Aphrodite di Camp Half-Blood, Luke Castellan adalah pemuda yang sangat tampan dan tangguh. Ia tinggi, tubuhnya berotot, berambut pirang pasir, bermata biru, dan mempunyai bekas luka besar di wajahnya. Luke juga sudah Thalia dan Annabeth anggap sebagai pahlawan mereka. Sepuluh tahun yang lalu, mereka bertiga pernah berpetualang bersama sambil mempertaruhkan hidup dan mati mereka. Kedua gadis ini pasti sangat sedih saat menyaksikan kematian Luke satu tahun yang lalu. Dia sendiri saja sedih saat harus meninggalkan kekasihnya, Calypso, untuk menyelesaikan misi ini, apalagi kalau dia ditinggal mati seperti Thalia dan Annabeth, dia pasti bisa gila. Leo benar-benar tidak ingin kehilangan gadis yang dicintainya itu, sekarang saja, ia sudah sangat merindukan puteri Atlas sang Titan itu.

"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membunuhnya…" kata seorang cowok yang sedang mengendarai seekor Black Pegasus. Pegasus tersebut sedang terbang rendah di dekat mereka.

Cowok itu mempunyai wajah yang sangat tampan dengan rambut hitam, serta mata hijau laut yang indah. Ia tinggi, tubuhnya atletis dan berotot, berkat hasil latihannya selama di Camp Half-Blood. Annabeth bisa melihat penyesalan yang mendalam dalam sorot mata kekasihnya itu.

"Bukan salahmu, Perce! Itu pilihan Luke, pada akhirnya dia lebih memilih untuk menjadi seorang pahlawan daripada penjahat, bukankah itu hal yang bagus? Sebenarnya ini semua salahku, kalau aku tidak pernah sekarat di depan matanya, kebencian Luke pada Para Dewi-Dewi pasti tak akan tumbuh semakin besar," kata Thalia.

"Kau jangan banyak bicara dulu, Perseus Jackson! Bukankah kau sedang terluka parah? Ini perintah dokter!" tegas Will.

"Kau benar-benar dokter yang cerewet, dan lagi jangan panggil aku Perseus! Tahu darimana kau nama asliku?"

"Musuh-musuh yang mengincar kita sering memanggilmu begitu, kan? Tentu saja aku tahu!"

"Panggil aku Percy!" kata Percy. Tiba-tiba dia terbatuk-batuk dan memuntahkan darah dari dalam mulutnya. "Polybotes sialan, racunnya semakin menyakitiku…" katanya sambil meringis kesakitan.

'Kau tidak apa-apa, boss?' tanya Pegasus itu dalam pikirannya.

"Aku baik-baik saja, Black Zack! Aku jauh lebih mengkhawatirkan Jason, sejak tadi dia belum siuman juga, sampai Frank harus terus berubah menjadi Naga terbang untuk membawanya," katanya sambil melirik sosok adik Thalia yang masih belum sadarkan diri itu.

Adik Thalia—Jason Grace— memiliki wajah yang sangat tampan, dengan rambut pirang keemasan yang dipotong pendek, matanya berwarna biru langit, dan tubuhnya atletis. Jason adalah yang paling tinggi jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain.

Leo memperhatikan Jason. Ia tidak bisa membawa Festus karena ia ingin Naga terbang itu tetap didekat Calypso untuk menggantikannya melindungi gadis itu. Leo sendiri tidak sempat membuat Argo II versi terbaru, karena itu membutuhkan waktu yang sangat banyak. Jadi mereka semua terpaksa membeli tiket pesawat terbang dari Amerika ke Jepang yang tentu saja membuat Thalia yang fobia ketinggian, walaupun dia puteri Zeus sang Dewa langit, pingsan selama perjalanan. Dan tentu saja Percy yang merupakan putera Poseidon mabuk udara. Masih untung juga sih dia tidak dibunuh Zeus karena berani-beraninya menggunakan jalur udara yang merupakan daerah kekuasaannya. Setibanya di Bandara tentu saja Percy langsung protes dengan komentar sarkastiknya, benar-benar typical Percy.

Mereka pun kemudian terpaksa naik taxi dari Bandara. Mereka benar-benar menghabiskan banyak sekali uang untuk perjalanan ini. Dan sialnya ditengah perjalanan, mereka diserang sekelompok monster yang dipimpin oleh Polybotes. Ini semua pasti karena bau putera-puteri Big Three yang begitu kuat. Mereka menghancurkan taxi. Untung saja para supir taxi yang mengantar mereka selamat walaupun mengalami luka-luka. Pertempuran tersebut benar-benar membuat mereka semua kewalahan, sebab mereka kalah jumlah. Akhirnya Nico memanggil banyak zombie untuk menyelamatkan teman-temannya yang sedang terdesak, hingga akhirnya ia berakhir collapse karena kelelahan. Jason dan Percy terluka parah. Annabeth kemudian menyarankan agar Percy memanggil Black Zack. Ia juga meminta Frank untuk berubah menjadi Naga terbang untuk membawa Jason. Leo mengikat badan Jason dan Frank dengan tali, agar Frank tidak sampai menjatuhkannya. Ia tahu dengan pasti bagaimana rasanya dijatuhkan oleh Frank. Sakit.

"Mukamu semakin pucat, Seaweed brain. Kau yakin, kau baik-baik saja?" tanya Annabeth terdengar begitu cemas.

Percy hanya tersenyum padanya. "Jangan khawatir, Wise Girl."

"Kau itu hobi sekali diracunin ya, Perce!" sahut Nico dengan nada sinis.

"Ya, entah sudah berapa kali dia terkena racun? Tapi aku khawatir, racun kali ini berbahaya, bahkan Nectar dan Ambrosia saja tak bisa menyembuhkannya," sambung Will.

"Di Negeri Timur, kekuatan kita agak melemah, bahkan kalian yang merupakan putera dari tiga Dewa terkuat sampai collapse begitu. Apa ini semua karena kita jauh dari peradaban barat, makanya restu orang tua kita tak bisa membantu kita kali ini?"

"Setidaknya aku dan Hazel sama sekali tidak terluka, Piper!"

"Ya, kalian yang paling hebat diantara mereka Thalia," puji Piper.

"Kau dengar itu, Kelp Head?" kata Thalia pada Percy.

"Diamlah, aku sedang tak mood berdebat denganmu! Berapa lama lagi kita akan sampai di-Umm... apa tadi namanya, Daun Academy?"

"Iish, dasar bego!" semprot Thalia.

"Konaha itu artinya memang Daun, Thal," bela Annabeth.

"Yang benar?"

'BOOM!' tiba-tiba mereka semua mendengar suara ledakan dari arah ke jauhan.

"Astaga, apa kita ditemukan lagi oleh para monster itu? Apa bau kita seperti roti panggang mentega bagi mereka?" tanya Hazel sedikit frustasi, bagaimana pun juga ia sudah sangat lelah dan ingin istirahat barang sejenak.

"Tepat sekali, Hazel! Itu yang dikatakan Bob…" kenang Annabeth dengan ekpresi sedih dan penyesalan dalam sorot matanya. Ia tak akan pernah melupakan Iepestus atau Bob dan juga Damasen yang telah menyelamatkannya dan Percy dari kedalaman Tartarus.

Percy sendiri terlihat sangat sedih saat Annabeth menyebut nama 'Bob'. Ia ingat betul, betapa lemahnya ia saat itu hingga akhirnya Bob dan Damasen mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkannya dan Annabeth.

"Mungkin kalau keempat Demigods terkuat macam kalian, bau kalian itu seperti bau makanan terlezat di dunia!" sambung Leo.

"Kalian tunggu di sini saja, biar aku yang menghadapi mereka!"

"Tidak boleh, Thalia! Bagaimana kalau itu jebakan? Bagaimana kalau kali ini kaulah korbannya?" cegah Annabeth.

"Jangan khawatir, Annie, aku pasti bisa mengalahkan mereka!"

"Aku ikut denganmu kalau begitu, kalian semua tunggulah di sini!" perintah Piper.

"Nah, si keren Leo akan melindungi para gadis cantik ini! Kuharap Calypso tak cemburu!" seru Leo.

Mereka bertiga pun pergi ke arah sumber suara. Sementara itu Annabeth dan yang lainnya memutuskan untuk istirahat sebentar sambil menunggu mereka kembali.

Black Zack turun ke tanah untuk beristirahat. Hazel memberinya gula balok dan sebutir apel. Frank yang masih dalam wujud Naga masih melayang di angkasa.

Percy kembali terbatuk-batuk dan memuntahkan darah segar. Annabeth memeluknya untuk memberikan kekuatan, "Bertahanlah, Seaweed brain!" bisiknya sambil menghapus noda darah di wajah kekasihnya itu.

"My chest hurt. Dadaku rasanya seperti terbakar, dan kepalaku sakit sekali. Sebenarnya racun macam apa yang diberikan Polybotes padaku?"

"Will, kau benar-benar tidak punya penawar racunnya?" tanya Nico.

"Sayangnya, tidak. Bertahanlah sebentar lagi, Perce! Saat kita di Konoha Academy, seorang Angels pasti bisa menyembuhkanmu dan juga sepupumu, Jason."

"I hope so…." kata Percy sambil memejamkan kedua matanya, menahan rasa sakit di dada dan pening di kepalanya.

Annabeth menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangis karena kali ini Percy juga mimisan alih-alih meringis kesakitan, keringat dingin membanjiri wajah pucatnya. Annabeth tidak mau kehilangan Percy lagi. Beberapa bulan tanpa Percy di sisinya benar-benar terasa sulit baginya, apalagi saat ia dan Percy jatuh ke dalam Tartarus, saat itu Percy sekarat dan ia sendiri merasa tidak berdaya.

"Jangan putus asa begitu! Kau itu putera Poseidon!" tegas Nico.

Selanjutnya hanya keheningan yang tercipta. Mereka semua menyandarkan punggung masing-masing pada pohon dan meminum sedikit nectar. Annabeth menggenggam tangan Percy, dan tak pernah melepaskan pandangannya dari cowok itu. Percy sendiri hanya tersenyum kecil.

Waktu terasa berjalanan begitu lambat. Will memperhatikan arlojinya. Setengah jam sudah berlalu dan teman-temannya belum kembali, sebagai satu-satunya putera Apollo diantara mereka, tentu saja ia merasa khawatir. Bagaimana jika ketiga temannya itu terluka. Will berdiri dan menyiapkan busur dan panahnya, ia memutuskan untuk menyusul mereka. Baru saja ia meminta izin teman-temannya dan berjalan beberapa langkah, Thalia dan lainnya sudah kembali bersama seseorang yang tidak ia kenal.

"Siapa cowok itu, Thal, dia agak mirip Nico?" tanya Will.

"Aku Uchiha Sasuke. Teman-temanmu sudah menyelamatkanku dari para demi-human tanaman itu. Aku juga sudah dengar semua ceritanya dari Miss Grace. Kalian semua tersesat, bukan?"

"Benar…" jawab Annabeth.

"Aku bisa mengantar kalian ke Konoha Academy," kata Sasuke pula.

"An Angel?" tanya Hazel.

"No. I'm Mid-Angel."

"Oh…"

Annabeth menarik nafas lega, akhirnya mereka bisa segera sampai di tempat tujuan.

Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan menuju Konoha Academy. Satu jam kemudian mereka semua pun sampai di depan pintu gerbang Konoha Academy. Sasuke membimbing mereka semua masuk. Ia juga mengantarkan mereka ke gedung Kepala Sekolah. Tsunade langsung mengobati Percy, sementara Shizune lekas mengobati Jason.

"Ngghh…" cowok berambut pirang itu pun mulai siuman dan memperlihatkan mata biru langitnya.

Piper langsung menghambur ke dalam pelukkan kekasihnya itu dan mencium bibirnya. Jason hanya tersenyum dan menghapus air mata di pipi cewek yang dicintainya itu. Ia yakin Piper pasti sudah sangat cemas sejak tadi, tetapi ia menahannya karena Piper tak suka terlihat lemah. Sambil memejamkan kedua matanya ia mencium puncak kepala Piper, kening, mata, hidung, hingga bibirnya.

Hazel menggandeng kekasihnya yang kini sudah berubah kembali menjadi Frank Zhang. Frank adalah keturunan China-Canada, jadi ia memiliki wajah tampan sekaligus baby face, berkulit putih susu, berambut hitam yang digaya militer, dan memiliki mata gelap. Sebelumnya Frank bertubuh gemuk, tapi berkat pemberkatan Mars, ia kehilangan sebagian besar lemak di tubuhnya serta lebih tinggi dan berotot. Kini ia sangat kekar dan tegap seperti Banteng. Hal itu membuat Percy agak kesal karena Frank jadi lebih tinggi darinya.

"Diantara kalian semua, siapa yang bisa berbahasa Jepang?" tanya Tsunade.

Annabeth Chase dan Frank Zhang langsung mengangkat tangan.

"Bagaimana cara kalian mempelajari Bahasa kami, bukankah kalian semua sama-sama mengidap Dyslexia dan ADHD?"

"Aku meminta Ibuku, Athena, untuk mengubah huruf-huruf romaji, katakana, hiragana, dan kanji menjadi huruf latin. Setelah itu mudah saja aku membacanya…" jawab Annabeth.

"Mempelajari kanji mudah saja bagiku, soalnya nenekku orang China, untuk huruf hiragana dan katakana itu agak sulit, jadi aku dan Annabeth belajar secara otodidak bersama-sama," sambung Frank yang dibalas Annabeth dengan senyuman.

"Puteri Athena? Yeah, nak, kau memang pintar, cerdas, bertanggungjawab, dan kau juga cantik seperti puteri raja. Pacarmu pasti bahagia memilikimu dan dia sangat beruntung," puji Tsunade yang tentu saja membuat Annabeth blushing. Percy hanya melongo dengan tampang polosnya melihat ekspresi kekasihnya itu.

"Dia bilang apa, Wise Girl?" tanya Percy kepo.

"Dia bilang aku tidak tangguh tapi cerdas dan bijaksana. Sebaliknya kau itu tangguh tetapi tetap seaweed brain!" jawab Annabeth, dan dia terkejut karena Percy malah tersenyum lebar, ia ledek begitu.

"Itu artinya kita berdua cocok, Wise Girl!" kata Percy yang kemudian mencium bibir Annabeth, wajah Annabeth pun semakin merona merah.

"Typical orang western, tidak sopan, ciuman di depan umum. Kalian sama saja dengan mereka," sindir Kurenai sambil menunjuk Piper dan Jason.

"Mohon maafkan mereka, sensei…" kata Frank ramah.

.

.

Sepuluh Demigods dibimbing oleh Inuzuka Hana ke Dangerous Class. Hana meminta mereka untuk memperkenalkan diri dan tentu saja semua siswa/siswi Dangerous Class blushing saat melihat mereka. Ino terus memperhatikan Percy tanpa berkedip. Shion juga tak berkedip memandang Jason, sedangkan Sara terus memandang Frank. Amaru terus memperhatikan Leo. Sakura tak berkedip memandang Will. Sasame menahan napas karena terpesona pada Nico.

Hampir semua siswa Dangerous Class jelalatan memandang Piper, sedangkan sisanya tak berkedip memandang Annabeth, Thalia, dan Hazel.

"Namaku Jason Grace, putera Jupiter/Zeus, umurku 16 tahun"

"Thalia, puteri Zeus. Seharusnya aku sudah 22 tahun, tapi aku pernah sekarat hingga ayahku merubahku menjadi pohon pinus. Selama menjadi pohon, pertumbuhanku menjadi lebih lambat, hingga akhirnya saat aku kembali menjadi Demigod berkat keberhasilan teman-temanku untuk mengobatiku dengan bulu domba emas ajaib, aku jadi seumuran dengan adikku sekarang, karena sejak aku menjadi Pemburu Artemis, aku tidak pernah tumbuh lagi," cerita Thalia panjang lebar.

"Wow, jadi kau bisa hidup Abadi dan tak akan pernah menua?" tanya Kiba.

"Ya, tapi kami akan tetap mati dalam pertempuran. Dan jika kami melanggar sumpah kepada sang Dewi untuk tidak pernah jatuh cinta pada lawan jenis, beliau akan mencabut keabadian kami."

"Jadi jika kau melanggar sumpah itu suatu saat nanti kau akan tetap menua dan mati, ya?" tanya Chouji

"Ya."

"Jadi kau tidak boleh jatuh cinta pada lawan jenis?" tanya Kiba terlihat kecewa.

"Aku pernah jatuh cinta, tapi itu dulu, sebelum Luke tewas dan aku belum menjadi pemburu Artemis…" cerita Thalia pula.

"Selanjutnya! Ayo dong perkenalkan dirimu!" seru Ino antusias.

"Perseus Jackson, putera Poseidon, tapi panggil saja aku Percy. Aku 17 tahun."

"Kenapa kami harus memanggilmu Percy? Nama Perseus bagus kok, sama seperti Demigods terdahulu. Perseus, putera Zeus, pahlawan yang memenggal kepala Gorgon Medusa dan menyelamatkan Princess Andromeda. Lalu akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia. So sweet."

"Well, aku tidak menyukai Pamanku sebenarnya, jadi aku tak suka nama itu."

"Kenapa?" tanya Ino pula.

"Dia itu playboys. Selain itu dia juga pernah menuduhku mencuri petir asali miliknya dan sudah berkali-kali hampir membunuhku."

"Kau tahu dari mana kalau dia playboys? Zeus kan Dewa yang sudah hidup selama 3000 tahun lebih, sedangkan kau baru seumuran dengan kami…"

"Yeah, aku pernah membaca sebuah buku yang menceritakan tentang para Dewa/Dewi Yunani, katanya sih dia pernah menggoda Demeter, kakaknya sendiri. Selain itu dia juga pernah menipu Hera agar Hera mau menikah dengannya."

"Bagaimana caranya?" tanya Ino pula. Dia benar-benar cerewet saking penasarannya pada Percy.

"Yah, Hera itu sangat angkuh. Dia bilang dia akan menikahi Zeus hanya jika Zeus bisa membuatnya mengatakan I Love You. Lalu Zeus berubah menjadi burung kecil dan Hera yang tak tahu kalau itu adalah Zeus, mengatakan I Love You. Mereka pun menikah, tapi Zeus itu juga tukang selingkuh, makanya Hera selalu cemburu pada wanita lain yang dicintai Zeus," cerita Percy.

"Sampai kapan kau akan menjelek-jelekkan Ayahku, Kelp Head? Kau ingin disambar petir, ya? Ayahmu sendiri juga playboys dan punya banyak anak!" teriak Thalia sambil melayangkan deathglare pada Percy.

"Sudah cukup, kalian berdua!" kata Annabeth yang kemudian memperkenalkan diri, "Namaku Annabeth Chase, puteri Athena, 17 tahun." Annabeth memandang Ino dengan tajam. "Dan kau cewek pirang, berhentilah menggoda pacarku!"

"Oww, jadi dia itu pacarmu, ya? Maaf ya, kupikir putera Poseidon belum punya pacar…" kata Ino sambil tersenyum meski sebenarnya hatinya sakit.

"Namaku Leo Valdez, putera Hephaestus. Cowok paling keren dan umurku 15 tahun. Salam kenal semuanya!" seru Leo ceria.

"Namaku Piper McLean, puteri Aphrodite, umurku 16."

"Wow, jadi kau puteri Dewi Cinta dan Kecantikan, pantas kau sangat cantik," goda seorang siswa, yang langsung tersambar petir yang ternyata didatangkan oleh Jason.

"Jangan menggda, gadisku!" tegasnya.

"Typical putera Zeus, sombong sekali kau! Aku yakin Zeus juga pasti suka sekali menyambar seseorang dengan petirnya sampai mati," kata Siswa itu yang langsung berdiri dari kursinya.

"Haha, kau dengar itu, Jase? Yang dikatakannya itu benar lho, Ayahmu memang begitu orangnya…" sambung Percy. Jason langsung melayangkan deathglare pada saudara sepupunya itu.

"Kau ingin kita berdua berkelahi habis-habisan lagi, Superman pirang?" tanyanya sarkastik. "Aku bisa saja membunuhmu lho…"

"Atau aku yang akan membunuhmu lebih dulu, apalagi setelah insiden Tartarus kau jadi mudah lelah, jadi aku pasti bisa mengalahkanmu dengan mudah, benar kan, brother?"

Mendengar kata Tartarus, Percy tiba-tiba saja gemetar dengan nafas tersengal-sengal. Annabeth lekas mengenggam tangan kekasihnya itu dan tersenyum lembut. Percy membalas senyum Annabeth dan kembali tenang.

"Oh, come on, Sparky… jangan berkelahi karena aku, lagipula cowok-cowok itu bukan type-ku, cuma kau satu-satunya yang aku cintai," bisik Piper dengan penuh penekanan.

"I love you too, honey."

Tidak tahan dengan sikap lebay Jasper, Nico pun bersuara, "Namaku Nico di Angelo, putera Hades, 14 tahun."

Sasame mengangkat sebelah tangannya. "Benarkah kau itu lahir sebelum Perang Dunia II?"

"Ya, cuma Ayahku satu-satunya yang tak pernah melanggar sumpah untuk tidak memiliki anak dengan seorang manusia fana lagi!"

"…tapi kenapa umurmu masih 14, kau juga tak terlihat seperti kakek-kakek tua?"

"Yah, ceritanya panjang. Pokoknya aku punya kakak kandung yang bernama Bianca, Ayah menyembunyikan kami di Cassino Lotos, Las vegas. Tempat itu memiliki kekuatan magic. Selama kau tetap tinggal di sana, kau tak akan pernah menua meskipun usiamu sudah 100 tahun sekalipun."

"Wow!" kagum murid-murid Dangerous Class, "Apa tempatnya assik?"

"Yah, banyak sekali games yang seru di sana. Kau mungkin merasa bahwa kau baru beberapa jam di sana, tapi tanpa kau sadari satu minggu sudah berlalu…"

"Kenapa Ayahmu menyembunyikanmu di sana?" tanya Sasame pula.

"Ayahku tidak ingin Percy menjadi satu-satunya anak dalam ramalan besar itu. Yeah, long strory."

"Lalu kakakmu mana? Apa dia tidak ikut?"

"Dia sudah meninggal…" kata Nico sambil menundukkan wajahnya. Will menepuk bahunya dan tersenyum. Ia memberi isyarat bahwa masih ada Hazel, maka Nico pun membalas senyuman matahari cowok itu.

"Aku Hazel Lavesque, puteri Pluto/Hades. Yeah, bisa dibilang aku ini kakak tirinya Nico, umurku 13 tahun. Sebenarnya aku sudah mati lama sekali, tapi saat Nico sedang mencari roh Bianca dia menemukanku dan membawaku kembali ke Dunia ini. Nico bilang, aku layak mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup."

"Uuh, anak-anak Hades benar-benar mengerikan dan aneh…" kata Shion dalam bahasa Jepang. Nico dan Hazel tak mengerti apa yang Shion katakan, sedangkan Frank terlihat menahan amarah. Hazel pun langsung paham bahwa Shion pasti sedang menjelek-jelekkan Nico dan dirinya.

"Tidak usah kau ambil hati, Frank, lagipula kami sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu," bisik Hazel sambil tersenyum pada kekasihnya itu.

"Annabeth, apa yang dikatakan gadis itu?" tanya Nico pada Annabeth.

"Mmm…"

"Apa sesuatu yang buruk? Apa dia sama seperti para Demigods lain yang takut pada kami?"

"Aku juga tak paham apa yang dikatakan gadis itu. Tapi, Nico, sudahlah tak usah diambil hati," kata Will.

"Cuma kau yang tidak pernah menganggapku aneh dan menakutkan…" balas Nico sambil menatap mata biru Will.

Will menempelkan jari telunjuknya di bibir Nico. "Sshh, kau salah, bukan cuma aku, kok."

"Oke, next!" kata Hana.

"Namaku Frank Zhang, putera Mars/Ares, umurku 16 tahun."

"Aku Will Solace, putera Apollo, 20 tahun," ujar Will. Sakura terus memperhatikannya.

"Hey, Sakura-chan, kuperhatikan sejak tadi, nampaknya kau tertarik pada cowok bernama Will itu? Aku kan sudah bilang, kau itu hanya boleh terpikat olehku!" tegas Naruto.

"Bukan begitu, Naruto! Will itu mirip sekali denganmu, itu saja."

"Apanya yang mirip denganku, rambutnya yang pirang dan matanya yang biru?"

"Bukan cuma itu. Dia juga kelihatannya orang yang baik dan hangat, sama sepertimu."

"Dia kan putera Dewa Matahari, yailah hangat!"

"Baka, bukan 'hangat' itu maksudku. Pokoknya aku memperhatikan dia sejak tadi karena awalnya kupikir, di dunia ini tak ada cowok yang sehangat dirimu, Naruto."

"Please deh, Sakura-chan, jangan samakan aku dengannya!"

"Kenapa memangnya? Dia juga tampan dan keren sama sepertimu…"

"Aku ini bukan putera Apollo. Aku putera tunggal Namikaze Minato. Selain itu, dari gelagatnya kelihatannya dia itu gay. Aku ini normal, Sakura-chan!" tegas Naruto.

"Maaf ya, Naruto, aku tidak bermaksud menyamakanmu dengannya."

"Tak masalah!"

.

Usai perkenalan, Hana menegaskan bahwa para murid Dangerous Class akan segera melakukan latihan tanding bersama para Demigods di Delta ZY, dengan di pimpin oleh Gai-sensei.

Naruto tampak begitu bersemangat, ia penasaran sekuat apa Demigods itu, dan apa saja kekuatan mereka. Seorang Demigod menghampirinya dan tersenyum.

"Mau bertanding denganku, bocah durian?" tanyanya.

"Dengan senang hati, Percy Jackson! Tapi apa masksudmu memanggilku bocah durian, huh?"

"…soalnya rambut pirangmu itu kayak durian."

"Hahaha…" Naruto tertawa lepas, begitu juga dengan Percy.

"Cepat sekali mereka akrabnya," gumam Sakura.

.

.

TBC

.

.

A/n: Author minta maaf karena agak telat updatenya, waktu sebelum lebaran itu Muki sibuk bantuin bikin kue, dsb. Terus banyak sanak keluarga yang Mudik ke rumah juga. Yup, meskipun telat, Muki ucapin Minal Aidzin walfaidzin ya, minna. Mohon maaf lahir dan bathin. Kalo banyak typo, gomen, nggak diedit dulu soalnya.

.

Lama nggak update-update dan 'Wow!' Author seneng banget karena fict ini bisa tembus 700 Review, jadi tambah semangat nih! Terimakasih banyak buat kalian semua yang udah read, review, PM, nge-fav, dan nge-follow cerita ini. Yosh, waktunya balas Review yang login dan nggak login:

.

MichaelRaphael11: Umm, Zeus ikutan fight juga nggak, ya? Haha, liat ntar aja.

Fannyc: Yosh, pasti dilanjut, kok! Ya, kan Mid-Angel yang gen Angel mereka lebih banyak itu langka, jadi Sakura-chan 50-50 aja… biar Naruto aja yang ngajak Sakura terbang, hehe.

Blossom-Hime: Oke, ini dia lanjutannya. ^^

Guest1: Gomen ne, fanfict ini emang lebih fokus ke genre Fantasy-Adventure, jadi bumbu Romancenya dicukupkan saja/ ^^

Dsakura2: Maaf ya, kayaknya emang lama, panjang juga sih ceritanya, haha.

Guest2: Ya crossover, ribet sih, bikin story yang charanya dikit aja udah ribet… tapi justru yang kayak gini yang banyak tantangannya. ^^

Yuki'NF Miharu: Iya nih, Yuki-chan. Novelnya jauh lebih seru daripada filmnya. Kalo dalam filmnya itu banyak sekali kekosongannya, tapi cukup menghibur juga sih, apalagi yang jadi Percy Jacksonnya itu Logan Lerman #Kyaa!fansgirlmodeon, pemain lainnya juga cakep-cakep.

Konflik tingginya tunggu aja ya, masih perkenalan chara baru dulu nih. Sakura emang harus lebih menyukai Naruto, hoho. Oke, Ganbatte juga buat Yuki-chan, ya! ^^

Yukihana Nokawa: Haha, iya, ceritanya kayaknya bakalan panjang nih. Ini fic fantasy pertamaku jadi aku pengen coba masukin banyak konsep gitu, sekalian belajar bikin fic canon. Iya bikin fic genre fantasy-adventure itu emang susah banget. Yup, nih udah dilanjut! :D

Red devils: Yup, chapter depan sayapnya bakalan muncul lho… #spoiler

: Oke, Sankyuu ya! ^^

Adib Syahdan: Sankyuu. Chapter depan sayapnya bakalan muncul, kok, nantikan saja latihan tanding antara Naruto Vs Percy! Duh, pedang suci legendaris Excalibur-nya udah diambil Kirito tuh, hahaha.

Uni-chan552: Thanks. Maaf ya updatenya agak telat gini ^^

Guest3: Ini juga aku usahain nggak terlalu lama, hehe.

El, Guest4, Saf, rohimbae88, , lutfi, adityapratama081131, miiko mimi chan: Oke, sip! Sankyuu.. ^^

NaYu Namikaze Uzumaki: Ya, salam kenal juga. Nggak pa", kok, udah mau nyempenin review aja, aku udah seneng. ^^

Runa BluGreeYama: Sama, Author juga fansnya Percy lho, dia itu bikin aku senyam-senyum terus sampai nggak sabar, buat beli buku terbarunya Om Rick yang judulnya Percy Jackson and The Greek Gods, hahaha. Ya ada kok, mungkin SasuHina, Percabeth, dll. Kalau bikin SasuIno akunya bingung nih, gomen ne.

KenSherlocken: Fict ini kayaknya udah 2th-an nggak update, hahaha, maaf ya?! 'Serendipity' mungkin nanti setelah 'Paint My Love' tamat, tunggu aja ya…

Draknamikaze ss: Ya, dia punya, tapi cuma pas lagi terdesak aja… soalnya Naruto itu, kan, bukan keturunan murni/ ^^

Mikaze9930: Waduh! Gomennasai karena updatenya kelamaan. Iya mereka semua chara yang berbeda, dari Western. ^^

Ae Hatake: Iya nih, mereka bakalan perang besar. Oke, sip! ^^

Mao-chan: Iya, soalnya aku udah lama banget nganggurin fict ini. Will ikut juga dong, dia kan dokternya Nico dkk, masa ga ikutan, hahaha. pair Will n Nico ada juga. Madaranya asli, kok, kan dalam strory ini, Uchiha Obito itu, Papanya Uchiha Midori trs Mamanya Nohara Rin, hehe. Aku bakalan usahain buat nggak terlalu lama update. Mudah-mudahan aja bisa, ya! ^^

Rei: Iya nih, udah 2 tahun... maklum waktu itu lagi masa-masa puncak SMA-ku, sibuk UN, dll! Mudah-mudahan makin ke sini bisa lebih bagus lagi, amiin. Oke siip, diusahaiin!