One Ok Rock_-_Sonzai Shomei

.

.

φ©++Atarashi_Seikatsu++©φ

DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.

Author : Hyosuke. Ryukisi. 27

Rating : T+

GENDRE : Adventure, Romance, Family, Drama, Fantasy, Humor.

Pair : Naruto x Seiren(OC) x Naomi(OC) x (Ra-ha-si-a)
ShikaxSona

Warning(s) : AU, Semi-Cannon,Mainstream, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan.

Summary : Karena sebuah kecelakaan di dunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan di dunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaan pun juga ikut mewarnai hari – hari mereka di sana.

"Normal"
"Thinking"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'


.

.

.

Chap 10
'Fight'

.

.

.

.

.

.

.

.

'Underworld'

'Tak'

'Tak'

'Tak'

Tangan mulus itu dengan lincah dan terampil kini menghantamkan sebuah boken yang dipegangnya pada sebuah boneka kayu yang menjadi target. Dia dengan lihainya menebaskan boken yang dipegangnya itu. Tebasan, tusukan terus dia lancarkan dengan cepat.

Rambut merah crimson yang di ikat poni tail itu, kini bergoyang – goyang mengikuti gerakan dari sang empunya. Seiren Gremory, nama dari perempuan itu. Kini dia langsung melompat mundur. Seiren kemudian mengalirkan sebuah energy hitam dengan outline merah pada boken yang dipegangnya. Dan tanpa ragu dia langsung mengayunkan bokennya secara vertical dari bawah ke atas.

'Destuction Slash'

Sebuah tebasan seperti sabit yang terbuat dari 'Power Destruction' dengan cepat langsung menghantam boneka yang tadi di jadikan papan target, dan menciptakan sebuah ledakan kecil. Asap dan debu langsung mengepul dari tempat ledakan tadi.

Mata merah delima Seiren kini terus melihat ke arah asap. Saat asap menghilang, dia langsung tersenyum puas, saat dia bisa melihat boneka latihannya sudah menghilang dari tempatnya, ditambah kini di tempat boneka itu, sebuah kawah dengan diameter 5 meter langsung terpampang dengan lebarnya.

"Hahhh …. Akhirnya latihanku membuahkan banyak hasil juga." Ujar Seiren sambil mengelap keringat di dahinya dengan punggung tangan kiri. Dia kemudian tersenyum halus penuh kepuasan. Namun, itu tidak bertahan lama. Seiren langsung menghilang dari tempatnya berdiri tadi dengan kecepatannya. saat dia mendengar sebuah suara mencurigakan di belakangnya.

Seiren kembali muncul di depan seseorang yang tadi membuat suara – suara aneh barusan. Awalnya dia menatap tajam pada seseorang yang ada di depannya, sambil menodongkan boken di tangan kirinya ke arah wajah orang itu. Namun, dia langsung membulatkan matanya, saat dia melihat wajah dari orang yang di todong olehnya.

Seiren langsung melangkahkan kakinya ke belakang karena terkejut, boken di tangannya kini sudah dia jatuhkan, karena tangannya dia gunakan untuk menutup mulutnya. Kini di hadapannya sudah berdiri sorang pria dewasa, dengan rambut merah crimson lurus sepertinya. Wajah yang tampan, dengan mata yang menatap datar ke arahnya. Tak lupa di samping sosok itu kini juga terdapat seorang perempuan dewasa, rambut berwarna perak, dan mempunyai paras yang cantik. Dan wajahnya kini menunjukkan sebuah ketegasan sambil menatap dirinya.

"O-Onii-ssama …. Onee-sama …."

Seiren benar – benar terkejut atas kedatangan dari sang kakak dan kakak iparnya itu, dan itu berarti dia sudah ketahuan. Seiren kini hanya diam dengan kepala yang menunduk. dia sungguh tak berani menatap kakaknya saat ini. sementara Shirzechs yang kini tengah berdiri di hadapan Seiren, hanya menatap tanpa ekspresi di wajahnya.

"Bisa kau jelaskan Seiren…?" Nada tanpa ekspresi Shirzechs, membuat Seiren kini semakin menundukan kepalanya.

"M-Maaf…." Hanya kata maaflah yang keluar dari mulut Seiren, namun itu sama sekali tidak merubah ekspresi pada wajah Shirzechs.

"Sejak kapan kau melakukan hal ini?" Tanya Shirzechs kembali.

"A-Aku s-sudah satu b-bulan menjalani l-latihan i-ini.." Jawab Seiren dengan nada takut – takut. Tak ada jawaban dari Shirzechs. Namun, Seiren bisa merasakan kalau kakaknya itu kini tengah berjalan mendekat ke arahnya. Seiren semakin menundukkan kepalanya, dan dia langsung menutup matanya rapat – rapat saat sang kakak sudah berada di hadapannya.

'Pluk'

Seiren langsung membuka matanya lebar – lebar, dia terkejut saat dia mendapat sebuah tepukan, dan elusan di kepalanya. Dia kemudian mendongakkan kepalanya, dan dia bisa melihat sang kakak, Shirzechs yang kini tengah tersenyum lembut ke arahnya.

"Aku bangga padamu Sei-chan…"

Seiren terkejut akan perkataan kakaknya barusan. Dia tidak percaya, bahwa kakaknya ini sama sekali tidak memarahinya.

"N-Nii-sama …. T-Tidak ma-rahkan?"

"Hahaha …. Untuk apa aku memarahi adik tersayangku ini. meskipun aku agak kecewa, karena kau merahasiakan latihanmu ini. namun, jika aku marah yang ada nanti aku malah akan di hajar Grayifia-chan." Ujar Shirzechs sambil mengusap kepala adiknya itu. Seiren yang awalnya terkejut, kini mulai menampakkan senyumnya. Dia tanpa babibu langsung memeluk kakaknya.

"Arigatou na Nii-sama …. Maaf karena aku sudah merahasiakan hal ini dari kalian"

"Tak apa Sei-chan …. Kau pasti punya alasan untuk itu, jadi tak apa - apa" Ujar Shirzechs dengan lembut, sambil membalas pelukan dari adiknya itu. Seiren hanya mengangguk dalam pelukan kakaknya itu. Setelah lama berpelukan, Shirzechs melepaskan pelukannya, dan kembali mengusap kepala adiknya itu.

"Baiklah …. Sebaiknya kita segera pulang, agar kau bisa segera mandi. Karena badanmu sungguh bau Sei-chan."

"ONII-SAMA…."

"Eh …. Badanmu memang beneran bau Sei-chan…"

"Tapi kau tidak perlu menyebutkannya secara langsung kan… baka Nii-sama." Ujar Seiren dengan kesal.

"Nii-sama, hanya bersikap jujur apa adanya Sei-chan."

"Baka Nii-sama…!"

"Hehh ? kenapa kau malah kesal begitu Sei-chan" Ujar Shirzechs watados. Namun, Seiren hanya memalingkan mukanya dari sang kakak.

Yahh . perdebatan itu terus berlanjut. Sementara Grayfia yang melihat itu hanya tersenyum lembut dan senang sambil menatap interaksi kakak beradik di hadapannya itu. Dia ikut bahagia merasakan kebahagian dari adik iparnya itu.

.

φ©++Atarashi_Seikatsu++©φ

.

Malam hari kini sudah kembali menjelang di dunia manusia. malam yang indah karena bulan kini telah memasuki pase sempurnanya. Kini kita beralih ke salah satu puncak gedung tinggi di kota Kuoh, kita bisa melihat seorang pemuda berambut pirang berantakan yang kini tengah duduk di pinggiran pembatas gedung. Mata birunya, terus memperhatikan setiap aktivitas orang – orang yang berada di bawahnya. Namun, aktivitasnya terhenti saat seseorang muncul di belakangnya disertai dengan kepulan asap. Dia langsung melirik ke belakang dan disana dia bisa melihat seorang pemuda yang tengah memasang tampang seperti orang yang mengantuk.

"Hoaammm …. Ada aktivitas iblis liar di sebuah gedung di dekat hutan. Sebaiknya kita membereskannya Naruto" Ujar seorang pemuda berambut cokelat yang diikat keatas sehingga terlihat seperti sebuah nanas. Sepertinya dia sama sekali tak pernah mempunyai semangat dalam hidupnya. Orang yang dipanggil Naruto itu kini langsung membalikkan tubuhnya menghadap pada pemuda itu.

"Hmmm …. Mungkin untuk yang satu ini, kau saja yang membereskannya Shikamaru. Aku harus pergi menemui si petinggi Da-Tenshi itu. Untuk meluruskan permasalahan tempo hari. Dan mungkin, ini juga waktu yang tepat untuk memberikan sebuah penawaran" Ujar Naruto dengan pandangan yang diarahkan pada pemuda bernama Shikamaru yang kini hanya mengerutkan dahinya. Namun, itu hanya sesaat karena Shikamaru langsung mengangguk mengerti.

"Baiklah. kalau begitu …. Aku pergi dulu."

Setelah mengucapkan itu, Shikamaru langsung menghilang dalam kepulan asap meninggalkan Naruto sendiri kembali. Sementara Naruto sendiri kini kembali membalikkan badannya, dan kembali memperhatikan aktivitas orang – orang yang berada di bawah.

"Yosshhh …. Waktunya untuk menjalankan tugas."

Setelah mengatakan itu, Naruto langsung di telan sebuah pusaran angin puyuh yang tercipta di bawah kakinya, dan langsung menghilang setelah seluruh tubuhnya termakan oleh pusaran angin itu.

.

'A Few Moments Latter'

.

Naruto kini kembali muncul di salah satu tiang jembatan jalan di dekat pelabuhan. Jam yang sudah menunjukkan hampir tengah malam sudah dapat dipastikan kalau tempat itu sekarang sudahlah sepi. Kembali ke Naruto, dia kini langsung memfokuskan matanya ke segala arah, tujuannya hanya satu, yaitu untuk menemukan si petinggi Da-Tenshi, Azazel. Naruto kemudian langsung tersenyum puas setelah dia menemukan orang yang dia cari kini terlihat sedang memancing di dermaga. Dia kemudian langsung melompat dari tempatnya berdiri tadi, dan dengan mulus langsung mendarat di permukaan.

Kemudian Naruto dengan santai berjalan mendekati sang petinggi Da-Tenshi, tak ada rasa takut sama sekali dalam dirinya, meski yang dia temui ini adalah sang petinggi dari Fraksi Da-Tenshi, seseorang yang paling kuat di antara setiap Da-Tenshi bukan sesuatu hal yang akan membuat Naruto Uzumaki gentar. Naruto langsung menghentikan langkahnya, setelah jarak antara dirinya dengan sang Da-Tenshi berkisar 3 meter di belakang sang Da-Tenshi bernama Azazel ini.

"Kau datang lagi kemari ternyata eh…. Naruto Uzumaki"

Azazel langsung menegakkan tubuhnya dan membalikkan badan menghadap ke arah Naruto yang tadi berada di belakangnya. Naruto, hanya mengangguk menanggapi ucapan Azazel barusan.

"Jadi, ada urusan apa kau kemari?" Tanya Azazel To The Poin. Naruto hanya menghela napas sebelum menjawab pertanyaan dari Azazel.

"Aku hanya ingin meminta maaf …."

Azazel mengerutkan dahinya heran atas perkataan dari Naruto barusan.

"Untuk apa kau meminta maaf ?" Tanya Azazel dengan heran.

"Aku minta maaf karena beberapa hari yang lalu, aku sudah membantai beberapa anak buahmu." Jelas Naruto dengan jujur kenapa dia meminta maaf. Sementara Azazel yang mengerti hanya mengangguk dengan acuhnya.

"Yahh …. Aku tidak terlalu peduli akan hal itu. Selama kau mempunyai alasan yang jelas atas aksi pembantaian-mu itu."

Naruto mengangkat alisnya bingung. Dia bingung, kenapa sang petinggi Da-Tenshi itu benar – benar acuh sekali, meski dia telah membantai puluhan anak buahnya. Dia hanya menunjukkan ketidak tertarikkan, bahkan raut kemarahan sama sekali tidak nampak secuilpun.

"Apakah dia itu pemimpin yang gila …. Dia masih bisa tenang setelah aku sudah membantai para anak buahnya.? ... Tapi mugnkin saja dia memang gila, dilihat dari wajah mupengnya itu, sudah dapat di pastikan" Itulah isi pikiran Naruto saat ini. Namun, dia langsung membuang pikiran itu.

"Sebenarnya …. Aku membantai mereka, karena tindakan mereka yang sudah melewati batas. Membunuh seorang manusia pengguna Sacred Gear. dan mengambil Sacred Gear dari tubuh manusia itu, untuk kepentingan mereka sendiri. Karena itu, aku terpaksa harus membasmi mereka, karena bagaimanapun para umat Manusia adalah tanggung jawabku." Jelas Naruto panjang lebar atas tindakannya tempo hari. Azazel hanya mengangkat bahu tidak peduli, dia malah kini kembali berkutat dengan acara memancingnya seolah – olah apa yang dijelaskan Naruto barusan, hanyalah sebuah angin yang menumpang lewat saja. Naruto hanya menghela napasnya melihat kelakuan dari sang pemimpin Da-Tenshi di hadapannya ini. dia sampai saat ini masih belum mengerti dengan jalan pikiran Da-Tenshi aneh di hadapannya itu.

"Azazel …."

Merasa namanya dipanggil, Azazel kembali menengok ke belakang pada Naruto yang kini tengah menatap serius kepadanya. Azazel membalas panggilan itu dengan gumaman.

"Jika aku menawarkan sebuah kedamaian Fraksi …. Apa yang akan kau pilih ... Ikut berdamai, atau …. menentang perdamaian itu?"

Mendengar kata perdamaian, Azazel kembali membalikkan tubuhnya. Dia kini menatap pada Naruto dengan tertarik. Dan tak lupa seringai mupeng yang hinggap di wajahnya.

"Hohoho …. Menarik. Jika aku memang di beri pilihan seperti itu, apakah kau bisa mewujudkannya?" Tanya Azazel kemudian. Naruto hanya mengangguk dengan yakin sambil menujukan tatapan serius yang tak pernah dia lepaskan dari matanya.

"Jika jalan yang memang kau pilih adalah berdamai …. Itu bisa saja aku wujudkan, karena …. Aku adalah salah satu wakil dari manusia, dan juga aku sudah membuat sebuah kontrak perdamaian dengan Fraksi iblis, sehingga itu membuat aku menjadi perwakilan Fraksi Iblis juga. Lalu Menurutku, jika setiap Fraksi memang ingin berdamai, itu bukanlah suatu hal yang terlalu rumit …. Selama, setiap Fraksi mempunyai keinginan untuk berdamai, dan ingin hidup rukun antar setiap Fraksi." Jelas Naruto kembali. Azazel yang mendengar penjelasan Naruto, semakin memperlebar seringaiannya.

"Menarik …. Jadi Fraksi Iblis memang menginginkan sebuah perdamaian. Dan jika begitu, berarti hanya tinggal Fraksi Da-Tenshi yang belum memberi keputusan berdamainya Fraksi …. Karena Fraksi Surga sudah dapat dipastikan akan menyetujui perdamaian ini tanpa pikir panjang."

Naruto mengangguk atas perkataan Azazel barusan. bagaimanapun Fraksi Surga memang sudah dapat dipastikan akan menyetujui perdamaian ini, yahh… sifat alami seorang Malaikat. Cinta damai, dan penuh kasih sayang, Yahhh ... mungkin saja.

"Jika memang perdamaian itu bisa terwujud …. Aku, sebagai pemimpin dari Fraksi Da-Tenshi akan mengikuti jalur perdamaian itu." Lanjut Azazel kembali dengan tatapan serius. Naruto yang mendengar persetujuan itu mengangguk dan tersenyum puas.

"Baguslah …. Dengan begini, kita hanya tinggal mengadakan sebuah pertemuan antar Fraksi, untuk membahas hal ini secara mendalam, dan mengambil keputusan berdamai secara mutlak." Ujar Naruto, sambil memberikan usul untuk diadakannya sebuah pertemuan antar Fraksi, untuk membahas perdamaian yang akan mereka bentuk nanti.

"Kau benar …. Ku harap kau bisa di andalkan dalam hal ini. Uzumaki Naruto." Kata Azazel dengan tatapan serius yang mengarah pada Naruto.

"Yah …. Serahkan saja hal ini padaku." Ujar Naruto dengan mantap. Azazel hanya mengangguk dan dia kembali melanjutkan acara memancingnya barusan. Naruto tadinya akan kembali berbicara, namun instingnya mengatakan akan adanya sebuah bahaya. Dia kemudian dengan sigap sedikit menggeserkan tubuhnya kesamping. Dan saat itulah seseorang dengan cepat melewatinya, tepat di tempatnya tadi berdiri. Dan Sosok itu kini sudah berdiri beberapa meter di depannya.

Naruto bisa melihat sosok itu kini seluruh tubuhnya sudah terbalut oleh sebuah Armor berwarna putih dengan hiasan berlian berwarna biru di beberapa tempat, dan tak lupa sepasang sayap naga berwarna biru yang terbentang di punggungnya. Naruto, mengangkat alisnya bingung namun tak menurunkan kesiagaan akan sosok di hadapannya itu.

"Akhirnya …. Aku menemukan juga seseorang yang menarik di sini." Ujar seseorang yang dibalut armor itu dengan nada yang terdengar seperti sedang senang atau gembira entahlah, namun yang jelas orang ini sangatlah terlihat gila di mata Naruto.

"Bisakah kau tidak mengganggu tamu ku …. Vali. Terkadang sifat maniak bertarung mu itu haruslah kau control." Ujar Azazel dengan bosannya.

"Maaf Azazel …. Untuk yang satu ini sepertinya aku tak akan menurut." Ujar seseorang yang dibalut armor itu yang bernama Vali.

Azazel yang mendengar itu hanya mendecih. Sementara Naruto, dia kini masih memasang posisi siaga. Namun, dari tatapannya dia sedikit menunjukkan keheranan karena melihat keakraban dari Azazel dengan orang di hadapannya ini.

"Maafkan kelancangan muridku ini Naruto …. Dia memang seseorang yang gila akan pertarungan. Dia pasti akan bersikap begitu, saat dia menemukan seseorang yang menarik perhatiannya."

"Jadi …. Dia adalah murid dari Azazel. Pantas saja." Fikir Naruto yang mengerti atas situasi. Dia baru saja akan menyantaikan kembali tubuhnya, namun, orang di hadapannya ini dengan cepat langsung menyerangnya. Naruto yang kaget, tidak sempat menghindar karena kecepatan dari lawannya itu. Namun, dia langsung menyilangkan kedua tangannya di depan wajah, saat orang di depannya melakukan sebuah pukulan yang menargetkan wajahnya.

'Duak'

Naruto langsung terseret beberapa meter ke belakang karena pukulan keras dari Vali barusan. Sebelum bisa mengambil napas, Naruto kembali dikejutkan dengan Vali yang kembali menyerang. Namun, dia langsung melompat tinggi melewati Vali, tak lupa juga Naruto langsung memberikan sebuah serangan dengan melakukan tendangan pada punggung Vali. Dengan telak Vali terkena tendangan yang lumayan kuat dari Naruto, sehingga membuatnya langsung tersungkur di tanah. Naruto sendiri kembali melompat, dan kini dia sudah berdiri di samping Azazel yang langsung menghela napas berat.

"Ahahaha …. Maaf atas perlakuan tidak sopan ini Naruto." Ujar Azazel dengan agak grogi. Naruto hanya menghela napas dan mengangguk mengerti.

"Hahaha …. Darahku serasa memanas sekarang ini …."

Vali kembali berdiri dengan tegak, dia kini langsung membalikkan badannya ke arah Naruto dan Azazel.

"…. Ayo kita lanjutkan pertarungan ini." lanjut Vali kembali dengan arogan-nya. Azazel kembali menghela napas melihat tingkah dari muridnya itu, dia kemudian mengalihkan tatapannya pada Naruto yang kini tengah tersenyum penuh ketertarikan.

"kau akan menerima tantangannya?" Tanya Azazel dengan heran. Naruto kemudian mengalihkan tatapannya pada Azazel sambil tersenyum mantap.

"Yahh …. Sepertinya ini menarik juga. Apalagi, melihat sifat dari muridmu itu. Membuatku teringat dengan sahabatku, mungkin dengan menerima tantangannya akan membuatku merasakan sebuah nostalgia."Ujar Naruto menjawab pertanyaan Azazel.

"Baiklah …. Aku terima tantangan bertarung ini." Ujar Naruto dengan senyum penuh keyakinan. Vali yang mendengar itu langsung tertawa dengan senangnya. Sementara Azazel sendiri kembali menghela napasanya.

"Baiklah …. Baiklah …. Terserah kalian saja. Namun, aku sarankan kalian jangan bertarung di tempat ini. aku tidak mau tempat favorit ku ini hancur lebur hanya karena pertarungan bodoh kalian berdua." Ujar Azazel mengalah.

"Lalu kami harus bertarung dimana, jika bukan di tempat ini?" Tanya Naruto dengan heran. Azazel yang mendengar pertanyaan Naruto langsung mengeluarkan sesuatu dari dari sebuah rune magic yang terbentuk di sampingnya. Naruto kini semakin menatap heran pada Azazel. Azazel sendiri kini sudah memegang sebuah bola kristal berwarna biru di tangannya. dan tanpa mengucapkan apa – apa, boala yang berada di tangan Azazel langsung bersinar terang. Saking terangnya, Naruto bahkan harus menutup matanya dengan tangannya sendiri.

Setelah beberapa saat, Naruto sudah tidak merasakan adanya cahaya kembali. Dia kemudian membuka matanya, dan dia langsung di buat terkejut, karena kini dia sudah tidak berada dermaga lagi. Dia, beserta Vali dan Azazel, kini sudah berada di dalam sebuah tempat yang sama sekali tidak ada apa – apa sejauh mata memandang. Karena yang bisa dilihat oleh mata hanyalah sebuah tempat luas dengan semua latar berwarna biru dan putih. Naruto langsung mengalihkan tatapannya pad Azazel.

"Ini dimana Azazel-san….?" Tanya Naruto dengan bingung. Azazel yang melihat pancaran kekaguman dari sorot mata Naruto, langsung memasang seringai penuh kebanggan.

"Ini adalah dimensi antah berantah, dan akulah yang menciptakan dimensi ini …. Lalu penghantar agar bisa masuk kemari adalah bola kristal yang aku pegang ini, Jadi disini kalian akan bebas untuk bertarung karena ini hanyalah sebuah dimensi kosong sejauh mata memandang …. Jadi, Bagaimana menurutmu Naruto …. hah…. Hahh… Ini mengagumkan bukan?" Jelas Azazel dengan agak menyombongkan dirinya. Naruto entah harus berekspresi sseperti apa sekarang ini. di satu sisi dia kagum karena Azazel bisa menciptakan tempat seperti ini. namun, dia juga agak sedikit drop karena mengetahui sifat dari Da-Tenshi di sampingnya ini sangatlah aneh.

" . …. Ini menganggumkan." Ujar Naruto dengan nada agak drop dan tak lupa tertawa garingnya.

"Bisakah kita mulai pertarungannya…"

Suara Vali barusan langsung mengalihkan perhatian keduanya. Naruto langsung menatap Vali di depannya dengan senyum penuh optimisnya.

"Baiklah kalau begitu …. Sepertinya kau sama sekali tidak sabaran untuk ukuran seorang petarung." Ujar Naruto dengan sarkatis untuk sedikit menyindir Vali.

"Ohh …. Untuk hal seperti ini, aku tidak akan pernah bisa menahan kesabaranku."

"Hehh …. Sebagai pertarungan yang adil, alangkah baiknya jika saling memperkenalkan diri terlebih dahulu bukan …. Aku Naruto Uzumaki." Ujar Naruto sambil memasang posisi bertarungnya.

"Baiklah, jika itu memang keinginanmu …. Aku Vali." Balas Vali dengan menyeringai di balik helm armornya. Naruto tersenyum puas setelah mendengar perkenalan itu. Dengan Azazel, dia entah sejak kapan sudah menjauh dari keduanya. Dan kini tengah duduk dengan tenangnya sambil memperhatikan kedua orang yang akan bertarung itu. Dia juga penasaran akan kekuatan dari Naruto, karena Azazel sampai sekarang belum mengetahui energy yang dipancarkan oleh Naruto.

"Baiklah. Ayo kita mulai …. Vali."

Mendengar itu, Vali dengan cepat langsung melesat maju ke arah Naruto yang kini tengah bersiap menerima serangan. Pukulan kuat langsung dilancarkan oleh Vali pada wajah Naruto, namun masih dapat Naruto hindari dengan menggeserkan kepalanya kesamping. Gagal dengan serangan pertama, Vali kembali melakukan pukulan dengan tangan kiri, namun masih dapat dihindari oleh Naruto. Vali kemudian dengan cepat melakukan sebuah tendangan samping, namun masih bisa di tahan Naruto dengan menggunakan tangannya.

"Kau kuat juga ternyata eh…" Ujar Vali dengan nada Arogan-nya. Naruto hanya tersenyum meremehkan.

"Jika hanya begini …. Itu sama sekali tidak masalah." Balas Naruto, sambil melakukan serangan balasan yaitu menendang perut Vali dari depan yang dengan telak mengenainya, sehingga membuat Vali terseret kebelakang.

"Sepertinya aku tak salah memilih lawan kali ini…"

Vali sepertinya sangat terlihat senang akan pertarungan ini. dia kini menatap Naruto yang kini tengah memasang kuda – kuda bertarungnya dan tak lupa cengiran optimis yang menempel di wajahnya.

Vali kembali maju menyerang, kini kecepatannya sedikit bertambah. Naruto sempat terperanjat, namun dia dengan sigap menahan tendangan Vali dengan menyilangkan kedua tangannya di depan, dan tendangan Vali membuatnya kini terseret ke belakang.

"Sepertinya ini baru dimulai yah …." Ujar Naruto, dia kemudian dengan cepat maju menyerang Vali. Dan dengan kecepatannya, kini Naruto dalam waktu singkat sudah berada di depan Vali sambil melakukan tendangan menyamping mengincar kepala Vali. Sementara, Vali dengan sigap langsung menahannya dengan kedua tangannya. tak ingin berhenti, Naruto kembali melakukan serangan, dia dengan cepat mendarat di tanah sambil membungkuk, dan dengan cepat langsung bersalto sambil melakukan tendangan pada dagu Vali. Namun Vali masih dapat menghindarinya dengan mundur ke belakang. Naruto yang baru mendarat, langsung melompat menyerang kembali dan melakukan pukulan.

Sudah beberapa menit mereka bertarung dengan tangan kosong. dan masih seimbang. Jual beli pukulan dan tendangan terus mereka lakukan. Sepertinya mereka berdua sangat menikmati pertarungan itu. Azazel yang melihat itu, hanya menguap bosan.

"Hoaamm …. Ini sebenarnya pertarungan bebas atau tinju sih?... entah kenapa aku jadi bosan melihatnya" Fikirnya dengan bosan, melihat pertarungan keduanya yang sama dari tadi hanya memperlihatkan jual beli pukulan. Namun, ekspresi bosannya langsung terganti dengan ekspresi heran, saat dari kejauhan dia melihat Naruto melompat mundur lumayan jauh dari Vali dan melakukan gerakan – gerakan aneh dari tangannya.

"Apa dia sedang melakukan komat kamit dengan tangan ya?" Fikir Azazel dengan absurdnya.

'Back To Fight'

Naruto kini sudah menjaga jarak beberapa meter dari Vali. Dia kemudian melakukan serangkaian Hnadseal yang sudah menjadi kebiasaannya.

'Katon : Gokakyuu'

Sebuah bola api berukuran besar langsung tercipta dari hembusan yang di keluarkan oleh Naruto, dan langsung melesat dengan cepat ke arah Vali yang sedikit terkesiap akan jurus yang dikeluarkan Naruto. Begitu pula Azazel yang sedang menatap penuh ketertarikan sekarang ini pada pertarungan Naruto dan Vali.

Vali dengan cepat terbang menggunakan sayap naga di punggungnya. Sehingga membuat bola api buatan Naruto hanya melaju tanpa mengenai target, dan meledak saat jaraknya sudah lumayan jauh.

"Hehh …. Bukankah curang jika kau terbang seperti itu."

"Hahaha …. Menarik. Benar - benar menarik…. Baiklah Uzumaki. Ayo kita naikkan tensinya."

Vali yang masih terbang di udara, langsung mengarahkan telapak tangannya pada Naruto. Kemudian, di telapak tangannya, terbentuk sebuah bola energy berwarna biru muda. Merasa cukup Vali langsung menembakkan-nya pada Naruto. Naruto yang merasakan bola itu memiliki konsentrasi energy yang tinggi, langsung merangkai handseal kembali, dan menghentakan tangannya ke permukaan.

'Doton : Doryuuheki'

Sebuah dinding tebal dari tanah langsung tercipta di depannya, dan mencoba melindungi tubuhnya dari bola energy yang di tembakan Vali barusan. Terjadi getaran yang lumayan kuat pada dinding tanah miliknya. Namun, Naruto langsung dibuat terkejut saat dinding tanah buatannya mulai menunjukkan keretakan, yang semakin lama semakin menyebar. Tak ingin mengambil risiko Naruto langsung melompat. Dan tak berapa lama kemudian dinding tanahnya hancur dan bola energy Vali langsung meledak setelah menyentuh permukaan.

'Dhuaarrr'

Naruto yang amasih berada di udara, sempat sedikit terdorong akibat daya kejut yang di hasilkan ledakan tadi. Namun, Naruto langsung dibuat terkejut saat dia bisa merasakan Vali yang tiba – tiba muncul dibelakang-nya. Sebelum dia bisa membalikkan tubuhnya, Naruto bisa merasakan sebuah pukulan yang keras di punggungnya, dan itu membuatnya dengan cepat meluncur terjun dan bersiap menerjang tanah. Tak ingin merasakan sakit, Naruto langsung memutar tubuhnya dan langsung mendarat dengan mulus di permukaan, meski agak terseret kebelakang.

Naruto menatap tajam pada Vali yang kini masih terbang di udara. Naruto menatap penuh waspada, saat Vali kembali mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangannya pada dirinya.

"Mari kita lihat …. Apakah kau masih kuat untuk menahan ini."

[DIVIDE]

"Ugghh …."

'Bruk'

Naruto langsung meringis dan langsung jatuh berlutut, saat dia merasakan Chakranya langsung terkuras banyak. Naruto langsung terengah – engah, Dia sama sekali tidak mengerti kenapa chakranya bisa terkuras banyak. Dia kembali menatap tajam pada Vali, spekulasi terus berputar di kepalanya. Dan saat menyadari sesuatu Naruto langsung terkejut.

"Sacred Gear 'Divide Diving' …."

"Hoho …. Sepertinya kau mengetahui Sacred Gear milikku ini yah."

Naruto tidak langsung menjawab. Dia kini kembali bangkit berdiri, dan menatap Vali dengan tajam.

"Divide Diving. Salah satu dari tiga belas Longinus. Sacred Gear yang dikatakan adalah perwujudan dari White Dragon Emperor, yang dikatakan adalah rival dari Red Dragon Emperor, Ddraig …. Dan kemampuan Divine Diving, membagi kekuatan setiap 10 detik, dan menjadikan menjadikannya kemampuan dari sang pengguna." Jelas Naruto mengenai Sacred Gear yang dimiliki oleh Vali.

"Menarik …. Sepertinya kau sudah mengetahui banyak mengenai Sacred Gear ku ini …. Dan juga, sepertinya kau masih mempunyai kekuatan yang sangat banyak. "

Naruto tidak menjawab, dia hanya menatap tajam pada Vali sambil kemudian langsung merangkai handseal dengan cepat.

'Fuuton : Daitopa'

Naruto langsung mengayunkan tangannya, dan sebuah tekanan angin dengan cepat mengarah pada Vali yang langsung menghindar dengan sedikit merendahkan terbangnya, sehingga tekanan udara itu hanya melewati kepalanya saja.

'Katon : Sanryuu Huashi'

Vali kembali memfokuskan penglihatannya pada Naruto yang kini kembali mengeluarkan jutsunya dengan menyemburkan api yang langsung membentuk 3 ekor Naga yang dengan cepat melesat ke arahnya. Vali yang melihat itu semakin memperlebar seringai di balik helm armornya.

[DIVIDE]

Jutsu Naruto dengan mudahnya langsung menghilang, setelah Vali menggunakan kemampuan dari Sacred Gearnya kembali.

'Katon : Honseka No Jutsu'

Namun, sepertinya Naruto tak ingin mengehentikan serangannya. Dia kini kembali menembakkan bola – bola api berukuran agak kecil pada Vali. Vali yang melihatnya langsung mencoba menghindarinya. Namun, ternyata bola api itu terus mengikuti pergerakannya kemanapun. Vali dengan sigap langsung terbang kembali untuk menghindari bola – bola api yang terus mengikuti pergerakannya. Vali hanya mendecih tidak suka, dia terus berusaha menghindari kejaran bola api itu. Merasa muak. Vali langsung membalikan badannya, sehingga dia kini terbang dalam posisi terbalik.

[DIVIDE]

Jutsu Naruto kembali dihilangkan oleh Vali menggunakan Sacred Gearnya. Namun, Vali langsung dikejutkan dengan munculnya kepulan asap di atasnya. Dan saat kepulan asap menghilang, kini di atas Vali sudah ada 3 kembaran dari Naruto yang dengan cepat langsung menyerangnya. Dua bunshin di samping kiri dan kanan, langsung melemparkan bunshin yang berada di tengah sehingga membuat Bunshin itu kini langsung meluncur dengan cepat pada Vali sambil membawa sebuah 'Rasenggan' di tangan kanannya.

"Rasakan ini …."

'Rasenggan'

Vali yang masih terkejut, dengan telak terkena serangan Rasenggan dari Naruto pada perutnya. Rasenggan itu langsung memberikan sebuah dorongan kuat pada tubuhnya, sehingga membuatnya kini dengan cepat meluncur ke permukaan sambil berputar – putar akibat dari putaran Rasenggan. Sementara itu Di bawahnya, Naruto kini tengah menanti. dia kini tengah merangkai Handseal yang lumayan rumit dan sedikit panjang.

"Jangan pernah memberikan Air tuba pada si pemberi susu …. Itu berarti, perlakuan yang sama haruslah di bayar dengan hal yang sama…."

Vali sendiri kini masih meluncur dengan cepatnya ke arah Naruto yang menanti tepat berada di bawahnya. Dengan Naruto, setelah dia selesai merangkai Handseal. Dia langsung menghantamkan telapak tangan yang sudah terdapat sebuah aksara Fuin, pada punggung Vali sambil langsung membanting dan menghantamkan tubuh Vali ke tanah dan langsung mengunci pergerakan dari Vali.

'Fuinjutsu : Kyushu-Sei Kyo'

Setelah mengucapkan tekniknya, di belakang tubuh Vali kini mulai tersebar sebuah aksara – aksara Fuin, yang langsung bercahaya. Sementara Naruto sendiri kini tengah berkonsentrasi pada Fuin yang dia berikan pada Vali. 'Fuin : Kyushu-Sei Kyo' adalah jutsu penyempurnaan dari 'Senpo : Kyushu-sei Enjiniariringu'. Dia sempat memperbaiki sistem kinerja dari jutsu ini, sehingga dia bisa mengontrol penyerapan energy yang berada dalam tubuh lawannya dengan efektif, dan langsung di optimalkan dalam tubuhnya secara menyeluruh.

Naruto kini bisa merasakan energy asing yang mulai mengalir dalam tubuhnya. Energy ini benar – benar kuat, dia sendiri hampir merasakan energinya sudah hampir terisi penuh seperti semula. Sementara dengan Vali, dia kini mulai memberontak dalam kuncian yang Naruto berikan pada tubuhnya, dan dia juga kini bisa merasakan energinya yang mulai terkuras secara perlahan - lahan.

"Vali …. Sebaiknya kau segera melepaskan diri darinya. Dia kini tengah menyerap energy dari dirimu dan juga energy ku."

Suara berat langsung terngiang dalam kepala Vali, dan itu adalah suara dari jiwa Sacred Gear yang mendiami tubuh dari Vali. Sang Heavenly Dragon, Albion.

"Aku juga tahu Albion …. Dan aku juga sedang berusaha untuk melepaskan diri darinya…. Ugh."

Vali yang merasakan energy-nya kian banyak terserap, langsung dengan kuat menumpukan kedua tangannya pada permukaan, dia dengan susah payah, mengangkat tubuhnya itu menggunakan tangannya. setelah merasa pas, dia melakukan gerakan salto ke depan, sehingga membuat Naruto langsung terdorong ke depan, dan membuatnya melepaskan Jutsunya dari tubuh Vali. sementara Vali sendiri, kini langsung menjaga jarak dari Naruto dengan terbang kembali ke udara.

"Hora! Hora! Hora! …. Apa yang sudah kau lakukan, Uzumaki!?"

Sepertinya Vali terlihat geram akan kejadian barusan. Yah, bagaimana pun energy-nya langsung terkuras lumayan banyak akibat jurus aneh dari orang di bawahnya itu. Naruto yang mendengar pertanyaan itu hanya memasang tawa tanpa dosa.

"Hahaha …. Ku pikir itu tindakan untuk menuntut keadilan di sini. Bagaimanapun sebelumnya kau sudah menyerap sebagian dari chakraku. Dan karena itulah, sebagai gantinya aku juga harus menyerap energy mu agar semuanya impas. Bagaimanapun 'Air susu tak boleh di balas dengan air tuba' itu adalah peribahasa cocoknya." Ujar Naruto sambil memasang wajah sok polosnya. Vali kini malah semakin menggeram kesal. Dan tanpa pikir panjang, Dia kemudian dengan cepat langsung menyerang Naruto yang sudah bersiaga di tempatnya berdiri sekarang.

[DIVIDE]

[DIVIDE]

Suara mekanik itu kembali keluar dari armor yang dipakai oleh Vali. Dan itu membuat Naruto langsung kembali kehilangan setengah dari chakranya saat Vali kembali membagi Chakranya. Sehingga itu membuatnya langsung kehilangan Fokus. Vali langsung memanfaatkan keadaan dengan mencekik leher Naruto, dan menyeretnya sambil menghantamkan punggung Naruto pada permukaan. Naruto sendiri hanya mengumpat dalam hati, karena malah membiarkannya kehilangan konsentrasi sehingga membuatnya kini dengan mudah menjadi bahan bulan - bulanan.

Naruto dengan susah payah memberontak dari cekikan Vali. Namun, Vali tidak memberinya kesempatan. Vali yang masih terbang menyeret Naruto, langsung menendang bagian perut Naruto dengan kedua kakinya, tak lupa memberikan tenaga penuh pada tendangannya itu.

'Braakkk'

"Akhhh…"

Naruto langsung meringis kesakitan saat punggungnya dengan keras menghantam tanah di belakangnya, dan tak lupa disana ia menciptakan sebuah retakan pada permukaan tanah. Naruto, bahkan sampai langsung terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya. Vali yang melihat itu dari udara, hanya memberikan tawa meremehkan pada Naruto yang kini tengah telentang di permukaan. Naruto sendiri hanya menatap tajam pada Vali yang berada tepat di udara. lalu kemudian bangun dari posisi telentang-nya dengan agak kesusahan.

"Cih …. Seandainya aku masih memiliki senjutsu katak, mungkin aku tidak akan kehabisan Chakra secepat ini …. Ugh, mugkin aku memang harus bersungguh – sungguh untuk melawan orang ini." pikir Naruto di sela – sela dia menegakkan tubuhnya. Setelah ia berdiri dengan tegak, Naruto kemudian menyentuh segel yang berada di pergelangan tangan kirinya dan menciptakan sebuah kepulan asap. Setelah asap menghilang, kini di tangan kanan Naruto sudah tergenggam sebuah katana 'Masamune'. Tak sampai disitu, tangan kiri Naruto kini juga tertutupi sebuah aura berwarna Orange, khas Chakra Asura. Dan dari tangan kirinya itu, Naruto mengeluarkan sebuah 'Gedoudama' Yang dia bentuk menjadi sebuah katana. Ditambah lagi Tekanan Chakra Naruto kini juga mulai membaik.

"Hohhh …. Ternyata kau mempunyai cadangan energy yang banyak. Mengagumkan."

"Berhentilah bicara …. Aku akan sedikit serius sekarang. Jadi ku harap kau bersiap …. Vali."

Dan setelah mengucapkan itu kaki Naruto kini juga ikut terselimuti oleh chakra Asura. Vali yang mendengar penuturan Naruto semakin bersemangat.

"Baiklah …. Beri aku kejutan."

Tanpa aba – aba Naruto langsung menghilang dari tempatnya berdiri tadi. Vali yang, melihat itu sedikit terkejut. Dia kemudian langsung menyiagakan dirinya. merasakan bahaya dari belakang, Vali dengan sigap langsung membalikkan badannya dan menyilangkan tangan yang dibalut armor di depan tubuhnya, saat dia bisa melihat Naruto melakukan tebasan Vertikal menggunakan Masamune.

Merasa serangannya gagal, Naruto langsung melakukan tebasan vertikal dari bawah menggunakan katana 'Gedoudama'. Vali yang melihat itu langsung memundurkan tubuhnya ke belakang sehingga membuat tebasan itu sama sekali tidak mengenai apa pun. Naruto lalu menciptakan dua 'Gedoudama' dan menjadikannya pijakannya, dan dengan hentakan lumayan kuat Naruto langsung melompat pada Vali dan melakukan Tebasan Vertikal menggunkan kedua senjatanya.

Vali dengan sigap kembali menyilangkan kedua tangannya, untuk melindungi bagian tubuhnya untuk tidak ikut tertebas.

'Trank'

"Ini benar – benar menjadi semakin menarik." Ujar Vali dengan suara yang terdengar semakin bergairah akan pertarungan ini. Naruto tak memberikan respon apapun, dia kemudian dengan sekuat tenaga langsung menghentakkan kedua katana yang di tahan oleh Vali dengan kuat. Sehingga membuat Vali kini langsung terpental sedikit kebelakang. Naruto kemudian menciptakan pijakan kembali, sambil mengumpulkan energi 'Power Of Destruction' pada katana 'Masamune'nya dan juga katana 'Gedoudama'nya.

'Cross Slash'

Naruto kemudian menebaskan kedua katananya, dan dari tebasan itu menciptakan sebuah sabit membentuk huruf 'X' yang dengan cepat melesat pada Vali yang berada lumayan jauh di depannya. Vali yang tak ingin terkena serangan langsung, mengangkat tangannya ke depan.

[DIVIDE]

[DIVIDE]

Perlu dua kali Vali untuk menghilangkan Aura tebasan tadi. Namun, Vali langsung dikejutkan dengan Naruto yang langsung melunjur dengan cepat ke arahnya. Naruto yang kemudian sudah berada di hadapan Vali, langsung menebaskan katana Masamune di tangan kanannya yang sudah di lapisi dengan chakra angin pada Vali. Sementara Vali hanya kembali menyilangkan tangannya. namun, karena kuatnya tebasan Vertikal yang Naruto lakukan, membuat pertahanannya langsung terbuka.

Melihat celah, Naruto dengan cekatan langsung menebaskan katana 'Gedoudama'nya secara Vertikal dari bawah. Tak bisa mengelak, Vali dengan telak langsung mendapat sebuah sayatan melintang pada bagian perut sampai dada dari Sacred Gearnya. Dan sedikit demi sedikit membuat semua armornya retak dan hancur.

Naruto, tak berhenti menyerang, dia kemudian langsung melakukan Axe kick pada tubuh Vali, dan membuatnya kini dengan cepat terjun dari ketinggian, dan menghantam permukaan dengan keras.

'Buummm'

Vali langsung telentang di atas permukaan, sementara Naruto, dia kini tengah melayang di udara dengan bantuan pijakan pada Gedoudama di kakinya. Naruto secara perlahan – lahan mulai turun, sambil menghilangkan katana Gedoudama-nya. Setelah mendarat di permukaan, kini Naruto menghilangkan chakra Asura yang tadi membungkus tangan dan kakinya. Dia kini hanya menatap datar ke tempat dimana Vali kini telentang.

"Hahaha …. Baru kali ini aku merasakan gairah yang memuncak dalam sebuah pertarungan." Ujar Vali tanpa menghilangkan nada arogan dan sifat gila bertarung-nya itu. Vali kemudian dengan susah payah langsung berdiri dari posisi telentang-nya. Dia menatap Naruto yang berada di depannya dengan tatapan penuh keyakinan untuk mengalahkannya. Naruto hanya menatap datar pada Vali yang saat ini sudah kembali berdiri. Vali kembali mengeluarkan Sacred Gearnya yang berupa sepasang sayap Naganya.

"Ayo kita lanjutkan kembali…."

[Devine Dividing Scale Mail]

Vali kembali terbalut oleh Armor 'Balance Breaker' Sacred Gear-nya, meskipun ada yang sedikit berbeda dari armornya. Karena kini, di bagian depan badannya, terdapat sebuah sayatan yang melintang di bagian perut sampai dadanya. Vali dibuat heran akan sayatan itu, karena biasanya kerusakan pada Armornya pasti akan kembali utuh seperti semula setelah energinya terkumpul secara optimal. Tapi ini, Armornya sama sekali tidak melakukan regenerasi seperti biasanya.

"Sebaiknya kau tidak usah terlalu heran …. Itu adalah salah satu dari kemampuan bola hitam yang aku buat menjadi katana tadi." Jelas Naruto yang merasa tahu atas kebingungan dari Vali.

"Begitukkah ... Mungkin ini akan menjadi kenang - kenangan dari kau" Ujar Vali dengan acuhnya. Dia kemudian kembali mengambil posisi siaga, begitu pula dengan Naruto, Dia kini sudah memasukan kembali Masamune pada segel penyimpanan. Sepertinya Naruto ingin menggunakan tangan kosong untuk menghadapi Vali.

"Baiklah ... Ayo kita lanjutkan lagi. Naruto"

Naruto yang meneengar itu langsung merangkai handsel kembali.

'Doton : Domu'

"Dengan senang hati." Balas Naruto setelah dia selesai menggunakan jutsunya. Yaitu, merubah tangannya menjadi keras, bagai baja. Vali kembali langsung maju menyerang. Adu pukulan kembali terjadi antara keduanya. Pukul, tendang, semua mereka lakukan. Vali dan Naruto langsung melakukan pukulan secara bersamaan, sehingga tinjunya langsung beradu, dan menciptakan sebuah energi kejut yang lumayan kuat.

Namun, Naruto lebih cepat bereaksi, saat masih dalam moment adu tinju itu, Naruto langsung menendang Vali dengan menambahkan Chakra pada Kakinya. Sehingga membuat Vali langung terpental ke belakang.

[DIVIDE]

Vali kembali membagi kekuatan dari Naruto. Sementara Naruto hanya mendecih, setelah merasakan Chakranya kembali berkurang karena telah di curi oleh Vali.

"Bisakah kau tidak mencuri energi seenaknya ..." Ujar Naruto dengan agak kesal. Vali yang baru saja berpijak di permukaan langsung menatap pada Naruto.

"Maaf saja ... itu memanglah kemampuan original ku. Jadi, kau jangan terlalu banyak protes." Ujar Vali sarkatis. Naruto hanya menatapnya dengan kesal sambil kembali merangkai handseal.

'Fuuton: Reppushou'

Naruto langsung mengarahkan telapak tangannya ke arah Vali, dan dari telapak tangannya kemudian langsung tercipta sebuah pusaran angin yang dengan cepat langsung mengarah pada Vali yang kini tengah berdiri beberapa meter di depannya. Sementara Vali, dia kini kembali menggunakan kemampuan Sacrednya.

[DIVIDE]

[DIVIDE]

Dan jutsu Narutopun dengan cepat langsung menghilang, sebelum sempat menabrak Vali. Naruto yang melihat itu, bukannya kesal malah dia sekarang langsung menyeringai, seperti sudah menemukan ide.

"Mungkin sebaiknya aku memakai chakra Kurama yang tertinggal dalam tubuhku saja dan sepertinya energi Vali yang ku serap tadi sudah mulai sesuai dengan chakraku…. Yosshhh. Waktunya menyelesaikan pertarungan." Fikir Naruto sambil memasang seringai yang kian melebar. Naruto kemudian masuk ke mode bijuu-nya, Tubuhnya kini sudah terselimuti oleh cakra kuning keemasan dengan garis – garis hitam di beberapa bagian di tubuhnya, dan juga di bagian lehernya sudah terdapat tato seperti megatama.

"Hoh …. Ternyata kau punya kemampuan yang aneh juga yah." Ujar Vali sarkastis, namun juga terselip nada senang. Naruto hanya menanggapi perkataan Vali dengan senyum sarkatisnya.

"Maaf Vali …. Tapi sepertinya, pertarungan ini harus segera di akhiri."

"Baiklah kalau begitu …. Ayo kita akhiri ini."

Vali kemudian mengangkat tangannya ke arah Naruto sambil membentuk bola energi kembali. Naruto juga tak ingin kalah, dia langsung merangkai handseal dengan cepat. Vali kemudian langsung menembakkan bola energinya secara beruntun.

'Fuuton : Renkudan'

Naruto langsung menembakkan peluru – peluru angin yang lumayan besar ke arah Vali. Dan kedua jurus itu langsung berbenturan di tengah – tengah antara mereka berdua, menciptakan sebuah ledakan beruntun yang keras.

'Bommm'

'Bommm'

'Boommm'

Asap tebal langsung menghalangi pandangan keduanya. Vali yang masih berdiri di tempatnya, kini menunggu asap menghilang. Namun, matanya yang tertutupi oleh helm armornya langsung menyipit, saat dia melihat sebuah cahaya yang kian mendekat ke arahnya. Dan setelah kian lama, Asap langsung menghilang saat sebuah Bola Api berukuran besar langsung melesat ke arahnya, dan membuat asap tebal yang menghalangi pandangannya menghilang.

Vali yang melihat itu, hanya berdiri dengan tenang di tempatnya semula, dia kemudian langsung mengangkat tangannya ke arah bola api yang kini kian mendekat ke arahnya itu.

[DIVIDE]

[DIVIDE]

Bola api yang melesat ke arahnya itu kini semakin menyusut ukurannya. Vali yang akan kembali membagi energi bola itu, Langsung di kejutkan dengan suara Naruto.

'Fuuton : Kaze No Yaiba'

Setelah suara Naruto barusan, sebuah energi berbentuk belati, langsung ikut melesat ke arahnya dari balik bola api di depannya. Dan karena kecepatan belati yang terbuat dari angin itu sangat cepat, bola api yang tadi berada di depannya, langsung melebur di gantikan dengan sebuah belati angin yang terselimuti api dan melesat dengan cepat ke arahnya.

Vali membulatkan matanya di balik helm Armornya, dan dengan cepat dia langsung melompat dan terbang ke atas. Namun, dia langsung dikejutkan dengan dia yang kini sudah di kelilingi oleh bola – bola berwarna hitam pekat. Dan dengan cepat bola – bola itu langsung menghantam Vali dengan telak.

Tak ada ledakan dari bola – bola itu. Namun, kini Vali pergerakannya sudah terkunci oleh bola – bola Gedoudama Naruto. Dia kini sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya.

[DIVIDE]

"CIhh ….. bola – bola aneh ini sama sekali tidak bisa di bagi energinya… sial." Pikir Vali dengan kesal, karena bola – bola yang mengunci pergerakannya ini sama sekali tidak bisa di bagi kekuatannya, dia bahkan tak bisa memberontak sedikitpun. Namun, sebuah suara bising langsung membuat Vali mengalihkan perhatiannya. Dialihkan direksi pandangnya ke atas, dan di sana Vali bisa melihat sosok Naruto yang kini tengah melayang di udara sambil membawa sebuah jurus aneh di tangannya. dengan bentuk seperti sebuah Shuriken dengan ukuran besar di tangan kanannya.

'Futon : RasenShuriken'

Naruto langsung melemparkan Jutsunya ke arah Vali yang kini tengah terkunci pergerakannya oleh Gedoudama. Rasenshuriken itu melesat dengan cepat ke arah Vali dengan suara bising yang dikeluarkan oleh Jutsu ber-Rank S itu.

Vali yang melihat Jurus yang dikeluarkan Naruto itu dengan tatapan mata yang kian membulat. Dia sama sekali tidak bisa menggunakan Jutsunya sekarang.

'BOOOMMM'

Dan Rasenshuriken itu dengan telak langsung mengenai Vali, sehingga membuat sebuah kubah seperti bola dengan Vali yang menjadi pusatnya. Naruto yang melihat itu tersenyum puas saat dia juga bisa mendengar raungan kesakitan dari Vali. Setelah beberapa saat, kubah efek dari jutsunya itu langsung menghilang, dan membuat Vali yang armornya sudah tak berbentuk itu langsung terjun dan menghantam permukaan dengan keras.

Naruto bisa melihat Vali yang kini tengah berbaring dengan posisi telentang, armor yang tadi terlihat tidak utuh, kini langsung melebur menjadi partikel cahaya meninggalkan tubuh Vali yang kini dipenuhi dengan luka – luka. Naruto lalu mulai melayang turun dibantu dengan Gedoudama yang menjadi pijakannya, dan langsung mendarat dengan sempurna di permukaan. Lalu dia mulai berjalan mendekat ke arah Vali yang masih ada di posisi telentang.

"Gahhh …. Ugh. P-per-tarungan y-yang sa-ngat menghibur… uhuk" Ujar Vali setelah dia bisa melihat Naruto yang kini berdiri di sampingnya.

"Yahh …. Tapi maaf, akulah yang menang di pertarungan ini."

"Heehhh …. A-ku m-memang ka-lah. N-Namun, la-in k-kali a-akulah yang a-akan me-nang. Hah …. Hah…."

"Yah …. Sebaiknya kau jangan terlalu banyak bicara terlebih dahulu." Ujar Naruto menasehati, sambil mulai membopong tubuh Vali. Dia kemudian mulai berjalan ke arah Azazel yang tengah menunggu.

"Vali …. Apakah kau seorang iblis?" Tanya Naruto lirih namun serius pada Vali yang dibopongnya saat, di sela – sela berjalannya. Vali yang mendengar itu cukup terkejut, karena identitasnya sebagai iblis bisa ketahuan begitu saja. Bahkan Azazel yang dikatakan seorang Da-Tenshi terkuat tidak bisa menyadarinya.

"Ugh …. Da-ri ma-na k-kau me-ngetahui-nya?"

"Jadi benar yah …. Aku bisa tahu, karena saat aku menyerap energimu itu ternyata sudah tercampur sedikit oleh aura iblis yang lumayan kuat. Apakah kau merahasiakan identitasmu dari semua orang?" Tanya Naruto lagi dengan serius. Vali hanya mengangguk lemah.

"Sepertinya kita harus membicarakan ini …. Tengah malam besok, temui aku di bukit utara Kuoh. Banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu." Lanjut Naruto kembali. Vali akan bertanya, namun sudah terlebih dahulu diinterupsi oleh Azazel yang ada di hadapannya dan juga Naruto.

"Pertarungan yang sangat menegangkan …. Apakah kau memang benar – benar seorang manausia, Naruto. Dilihat dari kekuatanmu tadi, itu sama sekali tidak menunjukkan kau adalah seorang manusia. Apakah kau seorang pemilik Sacred Gear yang belum aku ketahui?" Berondong Azazel setelah Naruto dan Vali sudah berada di hadapannya. Naruto hanya bisa Sweatdrop.

"Apakah dia bisa bertanya nanti saja …. Dan membantuku mambawa Vali. Dasar Da-Tenshi gila." Umpat Naruto dalam hati.

"Sebelum aku menjawab …. Bisakah kau membantu ku menolong Vali terlebih dahulu Azazel-san?"

Azazel yang mengerti langsung mengambil alih membopong tubuh Vali. Dan membuat Naruto langsung menghela napas lega.

"Baiklah …. Aku akan menjawab pertanyaanmu tadi. Pertama - tama aku adalah seorang manusia seutuhnya dan mengenai kemampuan ku tadi itu dinamakan dengan Cakra. Dan aku dapat dipastikan bukanlah seseorang pengguna Sacred Gear. apakah itu cukup?"

"Cakra ?" beo Azazel dengan heran dan bingung. Naruto hanya mengangguk menjawab pertanyaan Azazel.

"Cakra dapat dikatakan adalah energi spiritual yang hampir sama dengan Tengeki ataupun Youki. Dan dari yang kurasakan pengguna Chakra di dunia ini mungkin hanya dimiliki oleh diriku beserta temanku." Jelas Naruto asal – asalan, namun terlihat logis.

"Apakah Jurus elemen yang kau keluarkan tadi adalah perwujudan dari wnwegi yang kau sebut Cakra itu?" Tanya Azazel kembali. Dan Naruto hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Azazel barusan. Sebelum Azazel sempat bertanya kembali, Naruto sudah terlebih dahulu mengeluarkan suaranya.

"Ahhh …. Bisakah kita kembali, aku harus segera pulang. Lagi pula akubat pertarungan ini, tubuhku serasa ingin sekali diistirahatkan."

"Baiklah kalau begitu."

Azazel kemudian kembali mengeluarkan bola kristal yang menghubugkan dunia nyata dengan dimensi kosong ini. dan setelah beberapa saat kemudian kini ketiganya sudah berada di tempat mereka sebelumnya, yaitu di dermaga dimana semua berawal.

"Baiklah …. Karena hari sudah masuk dini hari …. Aku akan kembali dulu. Jaa Ne~"

Dan tanpa mendengar persetujuan dari Azazel ataupun Vali Naruto langsung menghilang dalam kepulan Asap. Azazel yang melihat itu hanya menghela napasnya saja, dia kemudian mengalihkan tatapannya pada Vali.

"Bagaimana menurutmu Vali, tentang Naruto?" Tanya Azazel pada Vali yang kini sudah bisa menyeimbangkan kembali tubuhnya.

"Dia benar – benar menarik …. Naruto Uzumaki. Akan aku pastikan kalau pertemuan kita berikutnya, akulah yang akan menang."

Azazel hanya Facepalm melihat muridnya itu, dia kemudian langsung membalikkan tubuhnya dan kembali melakukan hobi rutinnya, memancing.

.

.

.

.

.

.

φ©++Atarashi_Seikatsu++©φ

.

.

.

.

TBC
Knotlamp_-_The Limited World

.

.

.


Yahhh …. Dan itulah chap 10 dari fic ini. yeahhh. Maaf kalo agak kelamaan, awalnya rencana ane publis ini mau hari Rabu berbarengan dengan fic kenshi. Namun, karena keadaan yang sudah memungkinkan, yaudah update sekarang aja. Oh dan maaf jika cerita ini alurnya berantakan.

oh ... banyak yang nanyain penampilan dan wajah dari Naomi nih... kalo gitu kalian bisa lihat penampilannya dengan copas link berikut:

Link : https(:)/www(titik)facebook(titik)com/photo(titik)php?fbid=1587782201463383&set=a(titik)1379763335598605(titik)1073741825(titik)100006948547826&type=1&theater (A/N : ganti kata (titik) dengan tanda.)

Dan yah maaf gak bisa balas revew. Karena menurutku revew kali ini Cuma kata – kata buat pembakar semangat, jadi agak bingung juga mau revewnya. Ehehehe.

oke mungkin cukup itu saja yang dapet ane sampaikan. dan jangan lupa tinggalkan pesan, kritik, saran di kolom revew. karena revew dari kalian aadlah penggedor semangat buat ku.

oh ya fic kenshi akan update nanti hari Rabu atau kamis. oke

sampai jumpa di chap 11

Jaa Ne~

R

E

V

E

W