AKHIRNYAA! Akhirnya bisa update!

sumpah, kazu benar2 minta maaf atas ketelatan updatenya! benar-benar sibuk n kehilangan inspirasi sejenak.

thanx to alwayztora a.k.a leon yang selalu nagih ini fic, sampe akhirnya kazu update juga gara2 capek baca semua review dia yg minta royal fiance, wkwk *diinjek leon*

eniwey, thanx bwat smua yg uda review, sorry ga smpt balas satu2 ya, next chapter aja baru balasnya :D

kali ini lumayan panjang, tapi ga panjang2 amat. ya uda, baca aja yaah~

disklemer : Naruto punya Masashi Kishimoto

Royal Fiance ini punya kazu.

Warning: OOC, YAOI, hubungan sesama pria. GA SUKA JANGAN BACA. sorry kalo ada typo, ga sempat baca lagi.


Chapter 6

.

Normal POV

"Pamanmu, Yashamaru-san—"

"Neji-sama!" tiba-tiba seorang pelayan berlari ke dalam ruang tamu dengan wajah panik. Semua mata memandang kearah si pelayan.

"Ne-Neji-sama, di-di luar ada-" si pelayan dengan terbata-bata berusaha mengatur nafasnya untuk melapor. "Di luar ada-" namun kalimatnya terputus ketika pintu ruang tamu didorong dengan keras.

"Halo Neji." Dengan suara dingin seorang pria masuk diikuti beberapa pria berbadan besar dengan setelan hitam disertai kacamata hitam, nampak seperti penampilan bodyguard.

"Ka-kau." Ucap Neji dengan wajah terkejut. "Bagaimana kau bisa masuk kemari?"

"Hmm, lewat pintu kan Neji-kun, masa kau tidak tahu." Jawab pria itu santai sembari masuk dan duduk dengan santainya di salah satu sofa. Dengan senyum liciknya ia menambahkan,

"Wah, wah, sepertinya kalian sedang mendiskusikan sesuatu yang penting ya," ia terdiam sebentar dan mengalihkan pandangannya kearah Gaara, "atau, sesuatu yang tidak menyenangkan?"

Gaara hanya terdiam lalu mengalihkan pandangannya, seolah tidak berani memandang balik ke kedua bola mata yang sejak tadi menatapnya tajam seolah ingin memangsanya. Neji yang menyadari hal tersebut segera memposisikan dirinya di depan Gaara, menjadikan dirinya tameng Gaara.

"Apa maumu? Jika tidak ada urusan, segera keluar dari sini. Kehadiranmu tidak diharapakan." Jawab Neji kasar.

"Hmm, aku hanya berusaha membantu, Neji-kun. Aku cukup hebat menyelesaikan masalah, apalagi mengenai urusan orang hilang, iya kan Gaara?" ucapnya sambil menyeringai licik, masih memandang kearah Gaara.

Seketika itu Neji marah. Ia berdiri dan memerintahkan pelayannya untuk menyeret pria itu keluar, namun dengan segera Kakashi menghentikannya.

"Tunggu Neji, tenanglah." Neji memandang tidak suka ke arah Kakashi. Kakashi hanya menggelengkan kepalanya. "It's ok, siapa tahu kita bisa mengorek informasi darinya."

"Tapi-" Neji masih protes, sebuah tangan menggenggamnya erat. Neji menoleh, nampak Gaara menggenggam tangannya erat sambil berusaha tetap tenang, padahal terlihat jelas dari raut wajahnya kalau berbagai emosi sedang berkecamuk dalam dirinya.

Neji hanya menghela nafas, "Terserah kau saja." Kakashi terlihat lega. Ia lalu maju dan menatap tajam ke arah pria berkulit pucat tadi.

"Jadi, Orochimaru, apa urusanmu kemari?"

Orochimaru tersenyum dengan santai, "Tidak ada yang special, aku hanya ingin membantu Gaara-chan menemukan orang yang hilang. Aku tidak ingin dia bersedih-"

"Tidak perlu bersandiwara." Potong Kakashi tegas. "Hentikan saja semua omong kosongmu Orochimaru, hilangnya paman Gaara, semua ulahmu kan?" tanyanya tajam.

"Ckckck, jangan memfitnah orang tanpa bukti, Kakashi-kun, kau lulusan hukum kan, harusnya kau tahu kau tidak bisa menuduh orang lain tanpa bukti." Jawab Orochimaru dengan tampang innocent yang dibuat-buat.

"Kau-" Neji yang terlihat tidak senang kembali bangkit namun sekali lagi dihalangi oleh Kakashi.

"Melihat caramu berbicara saja sudah membuktikan bahwa ini semua perbuatanmu." Kakashi lalu maju dan menatap Orochimaru tajam, "dan tidak ada orang yang tahu mengenai hal ini kecuali kami dan dokter rumah sakit, kalau kau sampai tahu, sudah jelas hanya satu jawabannya, karena kaulah penculiknya."

"Hahaha, menarik. Menarik sekali Kakashi-kun. Kau memang benar, aku memang mengetahui masalah hilangnya Yashamaru, tapi kau salah besar kalau mengatakan aku yang menculiknya."

Orochimaru lalu bangkit dan menepukan kedua tangannya sambil menoleh kearah bodyguardnya, salah satu bodyguardnya mengangguk dan keluar. Tidak lama kemudian bodyguard itu kembali sambil mendorong kursi roda yang diduduki oleh orang yang sejak tadi mereka bicarakan.

"Pa-paman?"

"Yashamaru-san?"

Gaara, Neji, Kakashi, dan lainnya tidak bisa menutupi perasaan terkejut mereka. Yashamaru dalam keadaan sadar dan terlihat tidak begitu sehat didorong masuk ke ruangan itu. Ekspresinya tidak bisa ditebak. Dia memandang semua orang dalam ruangan itu dengan ekspresi dingin, sampai pada akhirnya matanya tertuju pada seseorang yang membuatnya tersenyum, Gaara.

"Gaara." Ucapnya pelan.

"Pa-paman?" ujar Gaara masih tidak percaya. Yashamaru hanya mengangguk dan sekali lagi tersenyum, kini sambil membuka kedua lengannya, seolah mengijinkan Gaara untuk maju dan memeluknya. Melihat itu Gaara bangkit lalu menghambur ke pelukan pamannya.

"Paman!" serunya sambil memeluk Yashamaru erat. Yashamaru masih tersenyum sambil mengusap rambut keponakan tersayangnya itu.

"Yashamaru-san, anda baik-baik saja?" Neji maju dan berjalan ke arah paman dan keponakan itu, namun seketika Yashamaru memandangnya tajam dan berkata dengan tegas, "Berhenti sampai disitu dan jangan mendekat!"

"Eh?" Neji dan Gaara sama-sama terkejut. Neji hanya terdiam di tempatnya dengan ekspresi bingung, Gaara melepaskan pelukannya dan memandangnya pamannya dengan ekspresi yang sama, sementara Orochimaru tersenyum dengan liciknya.

"Pa-paman? Kenapa?" tanya Gaara bingung. Yashamaru masih menatap tidak senang pada Neji dan yang lainnya.

"Tidak kusangka selama ini aku menitipkan keponakanku pada orang seperti kalian."

"Apa maksud anda?" tanya Kakashi.

"Tidak perlu berpura-pura. Selama ini kupikir kalian bagitu baik pada Gaara, mempekerjakannya karena kalian menghargainya, tapi ternyata apa? Kalian hanya menganggap dia seperti benda yang bisa dibeli dengan uang!" ucap Yashamaru marah.

"A-apa maksudnya paman?" Gaara masih memandang pamannya dengan wajah khawatir. Yashamaru memandangnya, ekspresi sedih nampak disana.

"Maafkan paman, Gaara. Seharusnya sejak awal paman sadar kalau hanya dimanfaatkan oleh mereka."

"Di-dimanfaatkan?" tanya Gaara, Yashamaru mengangguk.

"Paman sudah tahu semuanya, Orochimaru-san sudah menceritakannya semuanya."

"Bercerita tentang apa? Yashamaru-san, anda tidak boleh percaya pada ular licik ini, dia pasti sudah membohongi anda!" ujar Neji dengan gusar.

"Diam!" Yashamaru menoleh kearah Neji, "Orochimaru-san berbohong katamu? Bukankah selama ini kalian yang berbohong padaku? Kalian bilang Gaara dibayar untuk bekerja pada kalian, tapi pada nyatanya apa? Dia dibayar untuk menjadi tunanganmu! Padahal belum tentu dia mau kan? bertunangan dengan seseorang yang belum dikenalnya sama sekali, seorang pria pula! Siapa yang berbohong sekarang? Kau membayarnya untuk menjadi tunanganmu, kau anggap apa dia? Benda yang bisa dibeli dengan uang? Tidak kusangka kalian begitu rendah!"

Semuanya terdiam. Neji hanya menunduk tanpa bisa berkata apa-apa, sama halnya dengan Kakashi. Gaara juga tidak lebih baik, berbagai emosi nampak di wajahnya, bingung, sedih, terkejut, dan marah. Marah kenapa Neji dan yang lainnya tidak berusaha membalas kata-kata pamannya, marah kenapa Neji tidak berusaha membela diri.

.

Gaara's POV

Kenapa kau diam Neji? Kenapa?

Katakan pada paman kalau kau tidak bermaksud membeliku. Katakan pada paman bahwa kau benar-benar menyayangiku, bukan hanya sekedar melihatku sebagai 'benda'.

"Maaf." Aku mendengarnya berbicara, pelan namun terdengar jelas di telingaku.

Maaf? Kenapa kau minta maaf Neji? Kau tidak salah!

"Maafkan aku." Kini dia mengatakan dengan lebih lantang sambil memandang paman, dia sama sekali tidak memandang ke arahku. Bisa kulihat dari ekspresinya, nampak sebuah penyesalan.

Kenapa? Apa dia menyesal sudah 'membeliku'? menyesal karena telah membohongi paman? atau dia menyesal karena telah memilihku?

Ada apa Neji? Kenapa tidak kau katakan, kenapa kau tidak membela dirimu?

"Aku tidak butuh permintaan maafmu!" jawab paman dengan marah, dia lalu menoleh ke arah Orochimaru. Ya, Orochimaru, sejak awal bertemu dengan pria ini, aku sudah tidak suka padanya, kenapa dia harus muncul saat ini? Kenapa dia harus mengacaukan semuanya?

"Oke." Jawab Orochimaru terlihat senang, seolah ini adalah sebuah permainan yang menyenangkan baginya. Ia memandang ke arah pria berkacamata berambut putih disampingnya,

"Kabuto." Ucapnya dengan nada datar. Yang dipanggil Kabuto tadi hanya mengangguk. Kabuto lalu mengangkat koper yang sedari tadi dipegangnya dan meletakan koper itu di atas meja.

Paman lalu maju sambil mendorong roda kursinya. Aku hanya bisa mengikutinya dari belakang, melewati Neji yang sedari tadi diam dan tertunduk. Bahkan dia tidak menoleh sedikitpun ketika aku lewat. Ada apa denganmu Neji?

Paman lalu membuka koper itu.

Uang.

Banyak sekali uang.

"Uang ini sejumlah uang yang kalian keluarkan untuk membiayai pengobatanku, yang berarti jumlahnya sama dengan uang yang kalian pakai untuk membeli Gaara." Paman menoleh sejenak padaku, ia menarik nafas, lalu memandang Kakashi tegas.

"Uang ini kukembalikan pada kalian. Dan dengan ini berarti aku mengambil kembali keponakanku."

A-apa?

A-apa yang harus kulakukan sekarang?

Aku menoleh kesekitar. Kakashi-san dan Iruka-san nampak terkejut, namun mereka hanya diam.

Neji!

Aku lalu memandangnya. Dia memandangku. Pandangan kami bertemu. Apa itu? ekspresi macam apa itu, Neji?

Dia terlihat terkejut, sedih, marah, namun pasrah? Seolah semuanya sudah berakhir baginya.

Kenapa? Apa aku tidak berarti lagi bagimu, Neji? Kenapa kau tidak membantah sama sekali?

Apa ini akhir bagi kita?

.

Neji's POV

"Uang ini kukembalikan pada kalian. Dan dengan ini berarti aku mengambil kembali keponakanku."

A-apa? Apa aku tidak salah dengar?

Gaara! Gaara-ku! Mereka mau merebutnya dariku. Apa yang harus kulakukan?

Aku menoleh kearahnya, ke arah pria yang sudah merebut hatiku. Ekspresi sedih terlihat jelas di wajahnya. Apa yang harus kulakukan?

Aku tidak bisa memaksanya memilih antara aku atau pamannya. Aku tahu seberapa berartinya Yashamaru-san bagi Gaara.

Tapi, tapi aku juga tidak mau kehilangan Gaara. Aku memang egois.

Ini semua karena Orochimaru! Ingin sekali aku mencabik-cabik wajah liciknya itu.

Gaara, Gaara, apa yang harus kulakukan? Apa yang akan kau lakukan?

Dia memandangku. Pandangan kami bertemu. Kini terlihat jelas ekspresi sedih dan khawatir pada wajahnya, seolah dia meminta kepastian dariku.

Kepastian apa, Gaara? Apa yang kau inginkan? Kau ingin aku melakukan apa?

.

Aku ingin kau tinggal bersamaku, tapi aku juga tidak ingin memaksamu meninggalkan paman yang kau sayangi.

Aku tidak akan memaksamu Gaara. Kuserahkan semuanya padamu. Aku tidak akan memaksamu tinggal, namun aku juga tidak akan memaksamu pergi. Aku pasrah.

Kuserahkan semuanya padamu Gaara. Tentukanlah, tentukan dengan siapa kau ingin tinggal.

Maafkan aku Gaara, maafkan aku kalau aku egois, aku hanya tidak ingin kau bersedih dengan memaksamu untuk tinggal.

.

Normal POV

"Uang ini kukembalikan pada kalian. Dan dengan ini berarti aku mengambil kembali keponakanku."

Semua yang berada di ruang tersebut nampak terdiam. Kakashi dan lainnya nampak terkejut dan tidak senang, sementara Orochimaru tersenyum dengan liciknya.

"Gaara, kau ikut dengan paman kan?" tanya Yashamaru memecah keheningan. Gaara memandang cepat ke arah pamannya, sementara semua mata dalam ruangan itu memandang ke arahnya, seolah menanti jawaban apa yang akan dikeluarkan Gaara.

"A-aku-" ucapnya terbata-bata, sekilas Gaara memandang kea rah Neji, namun yang dipandanginya hanya terdiam dan menunduk. Dengan wajah kecewa dan sedih, Gaara kembali memandang pamannya.

"Paman, kurasa ada yang perlu kujelaskan." Ucapnya pelan. Neji langsung memandang ke arah kekasihnya.

"Sejak awal aku memang tidak tahu menahu mengenai pertunangan ini. Pada awalnya pun aku merasa terpaksa. Namun seiring berjalannya waktu, aku tahu, mereka, Neji, Kakashi-san, dan Iruka-san, bukan seperti yang paman kira. Terutama Neji." Gaara lalu memandang Neji dan tersenyum, lalu kembali memandang Yashamaru.

"Paman, aku menyayangi Neji, aku juga menyayangi paman. Aku tidak bisa memilih diantara kalian berdua. Jadi kumohon, jangan suruh aku memilih diantara kalian berdua." Pintanya

Yashamaru terdiam sebentar. Dia lalu menghela nafas.

"Tapi kau harus tetap memilih Gaara. Kau baru mengenalnya sebulan ini. Kau tidak bisa langsung mengatakan kau menyukainya. Bisa saja itu karena rasa hutang budi, karena mereka telah membiayai pegobatan paman."

"Ta-tapi paman-"

Yashamaru lalu meraih kedua bahu Gaara dan menariknya sehingga kini mereka berdua saling memandang langsung.

"Dengarkan paman, Gaara. Dia pangeran Konoha! Seorang pria pula! Kalau kau bertunangan dengannya, suatu hari nanti kau harus meninggalkan Suna dan tinggal disana! Yang berarti kau akan meninggalkan Paman. Paman tidak ingin kau terbutakan hanya karena perasaan sesaat."

"Perasaanku pada Neji bukan hanya sesaat Paman!" balas Gaara dengan nada tidak senang. Melihat hal itu, Yashamaru terlihat gusar.

"Paman tidak peduli! kau boleh memilih mereka, tapi hubungan keluarga kita putus." Jawabnya seolah tidak peduli dengan Gaara yang terlihat hampir menangis.

"Tapi-"

"Paman atau mereka? Siapa yang lebih penting bagimu, Gaara?" tanya Yashamaru dengan tegas.

Gaara hanya terdiam.

'Siapa? Apa yang harus kulakukan?'

.

TBC aka bersambung


ups

sorry kalau menggantung, hihi :P

gimana2? apa komentarnya?

Neji egois? pengecut? bego? tolol? *dikaiten* kasih tahu aja, haha

aduhh, poor Gaara, Orochimaru brengsek!

Oro : oi author jelek, kan lu yang bkin karakter gw jadi begitu, kok lu yang protes si?

kazu : ihh, suka2 gw donk, dari dulu kan lu emang jahat, licik, jelek, pucet, bla bla

Oro : grrr *level pmbunuh 99* sial lu author! *lempar ular*

kazu : huwaa *kaburr*

...

ya uda, skian, next chapter, kazu usahakan update secepatnya. btw, kyaknya ni fic uda mulai mendekati endingnya, haha. paling 2-3 chapter lagi.

oke deh, makasih uda mluangka waktu buat baca fic ini, smoga bisa mluangkan waktu buat ngereview juga yahh. arigatou *bow* ^^