Title: SS501 Story HyunMin Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 9 / ?
Rated: T.
Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min
Genre: Romance, Drama.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.
^_^ Try to Love U ^_^
Author Pov…
Dengan perlahan namun pasti seorang namja berwajah manis terbangun dari mimpi panjangnya sejak beberapa jam yang lalu. Ia mengeliat pelan di atas tempat tidur lalu dengan perlahan ia mulai membuka matanya yang tadinya masih tertutup. Ia mengedipkan matanya beberapa kali sampai dia bisa dengan jelas melihat sekelilingnya.
'Aku ada dimana sekarang, sepertinya ini bukan rumah sakit deh' Kata namja tadi yang tak lain adalah Park Jung Min. Ia merubah posisi berbaringnya menjadi terduduk sambil memandangi sekeliling ruangan. 'Sepertinya aku pernah melihat tempat ini' guman Jung Min dalam hati masih dengan memandangi sekelilingnya.
'Ini kamar Hyun Joong hyung bukan?' terka Jung Min saat melihat sebuah foto yang terpajang difigura yang terletak di atas meja nakas di samping tempat tidur. Di foto itu terpampang gambar seorang pria yang tak lain adalah Kim Hyun Joong. 'Tapi kenapa aku bisa ada disini, bukannya aku tadi ada di rumah sakit yah?' pikir Jung Min sedikit heran.
'Bayiku…' panik Jung Min saat teringat akan hal yang tadi siang akan ia lakukan di rumah sakit. Dengan cepat Jung Min memeriksa bagian perutnya sendiri yang masih tetap sama tanpa ada sedikit pun bekas luka dari alat-alat operasi yang tadi ia takuti. 'Masih seperti semula, apa ini tandanya operasi itu tak jadi dilaksanakan? Kalau ia berarti Hyun Joong hyung sudah….'
Cekrek… pintu kamar terbuka. Jung Min yang masih sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri pun segera menatap kearah bunyi pintu terbuka tadi. Di dekat pintu itu Jung Min bisa melihat keberadaan namja yang sangat ia cintai yang tak lain adalah Kim Hyun Joong. Hyun Joong berjalan mendekati Jung Min ditempat tidur, ditangannya terdapat sebuah nampan berisi makanan dan minuman yang pastinya ia bawa drai dapur.
"Akhirnya kamu sadar juga, aku pikir kamu nggak akan sadar-sadar tadi. Habis masak pengaruh obat biusnya lama banget sih. Hampir saja aku memanggilkan dokter untuk memeriksa kamu, kalau-kalau dalam sejam lagi kamu nggak bangun-bangun" kata Hyun Joong dengan nada sedikit bercanda. Hyun Joong meletakkan nampan berisi makanan di meja yang berada disamping tempat tidur. Setelah itu, ia langsung duduk di tepi ranjang di sebelah Jung Min yang hanya diam menatap Hyun Joong tajam.
"Kenapa menatapku seperti itu? Ada yang salah? Atau kamu merasa kurang enak badan?" Tanya Hyun Joong sambil menempelkan punggung tangan kanannya di dahi Jung Min merasakan suhu tubuh namja manis di depannya saat itu.
"Aku nggak apa-apa hyung" kata Jung Min sambil meraih tangan Hyun Joong yang ada di dahinya. Hyun Joong tersenyum manis pada Jung Min membuat namja berwajah manis itu semakin menatapnya heran.
"Baguslah kalau kamu baik-baik saja" kata Hyun Joong sambil membelai wajah Jung Min dengan tangan kanannya. Jung Min membatu menerima perlakukan Hyun Joong yang bisa dikatakan sangat tiba-tiba itu. "Tapi kenapa wajahmu menunjukan kamu sedang sangat bingung, eoh? Memangnya apa yang sedang kamu bingungkan?" Tanya Hyun Joong masih terus membelai wajah Jung Min.
"Hyung, kenapa aku bisa ada disini? Bukankah seharusnya aku ada di rumah sakit dan lagi kenapa tak ada satu pun bekas luka di tubuhku?" Tanya Jung Min dengan wajah polosnya. Hyun Joong tersenyum mendengar pertanyaan dari Jung Min itu.
"Kamu ada di apartementku karena aku sudah menculikmu dari rumah sakit tadi siang" kata Hyun Joong dengan nada seolah-olah kalau ia sangat bangga karena sudah berhasil membawa pergi Jung Min dari ruang operasi yang sangat mengerikan.
"Menculikku? Maksudnya apa?" Tanya Jung Min yang masih belum mengerti sepenuhnya dengan penjelasan singkat Hyun Joong tadi.
"Ia Jung Min, aku membawa kamu pergi dari rumah sakit saat kamu sudah dibius di dalam ruang operasi tadi. Jadinya karena aku sudah menculi kamu, anak kita masih tetap ada" kata Hyun Joong santai sambil membelai perut Jung Min yang masih rata. Akhirnya Jung Min pun mengerti dengat perkataan Hyun Joong.
"Hyung, kenapa hyung lakukan semua itu?" Tanya Jung Min.
"Kenapa kamu malah bertanya seperti itu? Kamu nggak suka kalau operasinya aku gagalkan? Kamu masih tetap mau membunuh anak kita, eoh?" Tanya Hyun Joong dengan nada yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya. Hyun Joong menghentikan kegiatan mengusap-usap perut rata Jung Min lalu menatap namja manis itu dengan tatapan tajam membunuh. Jung Min menundukan wajahnya takut melihat tatapan Hyun Joong padanya.
"Bukan begitu hyung, aku hanya…" Jung Min menundukan wajahnya
"Sudah tak apa, aku mengerti apa yang kamu maksudkan kok" kata Hyun Joong yang langsung menarik tubuh Jung Min ke dalam dekapannya. Jung Min sedikit tersentak kaget saat merasakan pelukan Hyun Joong yang bisa dikatakan sangat tiba-tiba itu. "Jangan terlalu dipikirkan tentang semua yang sudah terjadi tadi dan beberapa hari ini. pikirkan saja apa yang akan terjadi kedepannya oke" kata Hyun Joong sambil melepaskan dekapanya pada tubuh Jung Min. ia membelai lembut wajah Jung Min lagi. Jung Min hanya menganggukan kepalanya pelan untuk merespon perkataan Hyun Joong tadi.
"Kamu pasti lapar bukan, sekarang makan dulu ya. Aku sudah membuatkan makanan untuk kamu tadi, aku yang buat sendiri lho" kata Hyun Joong sambil bergerak meraih makanan yang tadi ia bawa. Namun gerakannya terhenti saat Jung Min menahan tangannya. "Waeyo?" Tanya Hyun Joong bingung.
"Hyung kenapa berbuat seperti sekarang ini?" Tanya Jung Min pelan. Hyun Joong masih diam menatap Jung Min dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. "Jangan diam saja hyung, katakan apa alasan hyung melakukan semua ini" kata Jung Min dengan nada sedikit memaksa. Hyun Joong menari nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.
"Aku akan bertanggung jawab atas semua yang ku lakukan padamu, Jung Min" kata Hyun Joong sambil mengengam kedua tangan Jung Min dengan begitu erat.
"Maksudnya?" Tanya Jung Min sedikit memastikan semua yang ia terka-terka.
"Aku akan bertanggung jawab. Aku mau menerima bayi yang kamu kandung kerana dia memang anakku dan aku juga akan menjaga kalian berdua, kamu serta janin yang ada di rahimmu itu. Selain itu, aku juga akan mencoba untuk mulai mencitaimu tapi kamu harus bersabar membuatku luluh dan benar-benar mencintaimu, Jung Min" kata Hyun Joong menjelaskan. Jung Min terdiam namun dengan perlahan ia tersenyum dengan begitu manisnya.
"Benarkah itu semua hyung?" Tanya Jung Min bahagia. Hyun joong menganggukan kepalanya pelan. "Gomawo hyung" kata Jung Min yang langsung memeluk Hyun Joong erat.
"Ne, sudah lebih baik sekarang kamu makan. Kamu lapar bukan, kan kamu belum makan sejak siang atau malah sejak pagi tadi" kata Hyun Joong sambil melepaskan dekapannya pada Jung Min. Jung Min menganggukan kepalanya pelan.
"Ne, hyung. Tapi masih ada yang ingin aku tanyakan pada hyung" kata Jung Min.
"Kamu mau bertanya apa lagi, eoh?" Tanya Hyun Joong sambil memicingkan matanya menatap Jung Min.
"Hyung, apa aku boleh bermanja-manja pada hyung?" Tanya Jung Min takut-takut, Hyun Joong hanya diam menatap Jung Min. "Hyung, aku kan sedang hamil. Pasti nanti ada saatnya aku merasakan yang namanya ingin diperhatikan dan juga…."
"Ne, Jung Min. Tentu saja boleh" kata Hyun Jong memotong kata-kata Jung Min. Namja tampan itu membelai wajah dan rambut namja manis di depannya.
"Benarkah boleh?" Tanya Jung Min memastikan. Sebenarnya ia sudah merasa cukup senang karena Hyun Joong membolehkannya.
"Ne, Jung Min boleh" kata Hyun Joong yakin.
"Gomawo hyung, kalau aku meminta ini dan itu sama hyung boleh tidak?" Tanya Jung min lagi.
"Kamu ini banyak maunya ya?" kata Hyun Joong sambil tertawa pelan.
"Nggak boleh ya?" ucap Jung Min kecewa, ia menundukan wajahnya dalam-dalam.
"Jangan sedih dong" kata Hyun Joong sambil mengangkat wajah Jung Min agar menatap dirinya. "Apa pun yang mau kamu lakukan dan inginkan, maka lakukan dan utarakan lah. Aku tak akan melarangnya dan sebisa mungkin aku menuruti semua keinginanmu itu" kata Hyun Joong menjelaskan. Jung Min tersenyum bahagia mendengar kata-kata Hyun Joong barusan.
"Gomawo hyung" senang Jung Min sambil kembali memeluk Hyun Joong.
"Ia, sudah-sudah. Lebih baik sekarang kamu makan. Aku nggak mau kamu dan anak kita sakit" kata Hyun Joong yang segera meraih mangkok berisi makanan yang ada di atas meja di samping tempat tidur. Tapi baru saja ia berhasil menyentuh apa yang hendak ia ambil, Jung Min lagi-lagi mencegahnya.
"Waeyo?" Tanya Hyun Joong heran.
"Hyung, aku ngidam" kata Jung Min sambil tersenyum manis pada Hyun Joong.
"Ngidam?" Hyun Joong memicingkan matanya menatap Jung Min. Ia mengurungkan niatnya untuk mengambil makanan diatas meja tadi.
"Ne, hyung aku ngidam" kata Jung Min manja. Hyun Joong masih diam memperhatikan Jung Min yang duduk bersila di depannya.
"Kamu ngidam apa? Jangan yang aneh-aneh ya, ini sudah malam" kata Hyun Joong yang baru pertama kali merasakan mengurusi calon istri yang sedang ngidam.
"Aku ngidam ingin disentuh sama hyung" kata Jung Min dengan nada sedikit mengoda. Jung Min memainkan jari telunjuk kanannya di dada hyun Joong.
"Ngidam ingin disentuh aku? Maksudnya apa?" Tanya Hyun Joong heran sambil meraih tangan Jung Min yang bermain di dadanya.
"Hyung kita malam kedua yuk" ajak Jung Min dengan nada mengoda.
"Maksudmu melakukan 'itu'?" Tanya Hyun Joong memastikan, Jung Min mengangguk mantap. "Ngidamnya diganti saja ya" kata Hyun Joong membuat Jung Min mendesah kecewa.
"Kok diganti sih?" Tanya Jung Min dengan nada kesalnya, ia melipat kedua tangannya di depan dada sambil memasang wajah marah yang sangat imut.
"Pertama, kamu lagi hamil Jung Min. Aku takut kamu dan bayi kita kenapa-kenapa" kata Hyun Joong member pengertian pada Jung Min yang masih ngambek.
"Hyung kan bisa main dengan lembut pasti nanti nggak akan terjadi sesuatu yang buruk denganku dan bayi kita" kata Jung Min yang ternyata tak mau kalah. Jung Min mengelus-elus perutnya yang masih rata dengan penuh kasih sayang. Bagaimana pun dia sangat mencintai makhluk hidup yang tumbuh di dalam perutnya saat ini. karena makhluk itu adalah buah hatinya bersama dengan orang yang sangat ia cintai.
"Ia aku tahu, lalu yang kedua…"
"Kenapa banyak sekali sih, Cuma mau berhubungan intim saja kan apa susuahnya" kata Jung Min kesal. Ia segera beranjak dari atas tempat tidur hendak pergi meninggalkan Hyun Joong yang sudah membuatnya begitu kesal.
"Hey, mau kemana eoh?" Tanya Hyun Joong sambil menarik tangan kanan Jung Min hingga membuat namja manis itu masuk ke dalam dekapan hangatnya.
"Bukan urusan hyung aku mau kemana, lepasin" kata Jung Min sambil meronta-ronta minta dilepaskan tapi Hyun Joong malah semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Jung Min.
"Jangan marah dong, ibu hamil itu nggak baik kalau marah-marah" kata Hyun Joong mengoda dongsaeng yang segera menjadi umma dari anaknya kelak. Hyun Joong mendudukkan Jung Min disebelahnya.
"Biarkan, memangnya aku peduli apa" ucap Jung Min kesal. Lalu memungungi Hyun Joong sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Sudah dong jangan marah" rayu Hyun Joong sambil membalikan tubuh Jung Min agar menghadap kearahnya. "Dengar Jung Min, aku pasti akan menyentuhmu seperti yang kamu ingin kan itu. tapi tak akan sekarang-sekarang ini" kata Hyun Joong sambil memegang kedua pipi Jung Min dengan kedua tangannya.
"Kalau nggak sekarang lalu kapan hyung?" Tanya Jung Min kesal.
"Nanti setelah kamu berhasil membuat aku benar-benar mencintaimu. Aku akan menyentuh kamu lagi kalau aku sudah yakin kalau aku juga mencintai kamu" jelas Hyun Joong pada Jung Min.
"Kalau hyung nggak cinta-cinta sama aku gimana?" Tanya Jung Min kesal.
"Makanya buat aku jatuh cinta padamu. Kamu kan bukan namja yang pantang menyerah untuk meluluhkan hatiku bukan?" Tanya Hyun Joong, Jung Min hanya diam tak emjawab. Hyun Joong menghela nafasnya dengan perlahan, ia tahu Jung Min tengah marah padanya.
"Ya sudah sekarang makan ya" rayu Hyun Joong lagi.
"Nggak mau" jawab Jung Min singkat.
"Ayolah, bayi kita pasti lapar dan aku tahu kamu juga pasti lapar" kata Hyun Joong.
"Kalau aku bilang nggak mau ya nggak mau" kesal Jung Joong menghela nafasnya lagi. namja tampan tadi segera menyendok bubur yang ada di dalam mangkok dan memasukannya ke dalam mulutnya sendiri. Jung Min hanya diam memandang apa yang dilakukan Hyun Joong. Mata Jung Min membulat sempurna saat Hyun Joong menempelkan bibirnya di bibir Jung Min lalu dengan perlahan mentransfer bubur dari mulut Hyun Joong ke mulut Jung Min.
"Kalau cara makannya seperti ini kamu masih mau menolak?" Tanya Hyun Joong mengoda, wajah Jung Min merona merah membuat Hyun Joong ingin tertawa namun ia cegah. Bisa-bisa Jung Min akan tambah marah dari sebelumnya lagi, ibu hamil itu kan sangat sensitive. Jung Min pun akhirnya menganggukan kepalanya pelan. Akhirnya namja manis itu mau juga makan sambil di suapi dari mulut ke mulut oleh Hyun Joong.
^_^ TBC Again… ^_^
