Title : Naruto : MAKE DESTINY PART I

Genre: Adventure( dengan sisipan Romance, Humor dan Family)

Disclaimer: Naruto bukan Punya saya tetapi milik Mr. Masashi Kishimoto

Rating : R

Pair : Naruto x ?

Warning : gaje, OC, OOC, Typo(mungkin), dan masih banyak lagi.

Balasan review

Humph... Banyak pertanyaan tentang kejelasan dari update fictku.. Tapi sebelumnya aku minta maaf atas kesimpang siuran fictku ini. Aku baru saja menyelesaikan fictku yang lain versi naruto sebagai pelindung konoha dengan kekuatan mokuton dan sharingan. Hampir sama dengan fict ini, perbedaannya, kushina dan minato sudah tiada.. Fugaku dan uchiha clan tetap ada.. Menma ada sebagai pengganti tokoh utama naruto, dan status naruto.. Baru akan jelas pada chapter 20an.

Aku masih ragu ingin mengeluarkannya atau tidak.. Fict itu ada 57 chapter dan rata rata 3,5k untuk word tiap chapternya. Aku sementara masuk 58 untuk chapter shippuden.. Tapi sepertinya aku akan meneruskan penulisan chapter Make destiny yang telah memasuki 40.

Aku menerima saran dari seorang teman yang mengatakan kalau sebaiknya update seminggu sekali, jadi akan di update seminggu sekali. Namun jika review meningkat aku akan mengupdate dua kali seminggu

Tentang waktunya kapan... Kisaran hari jumat sampe minggu..

Untuk sasuke.. Aku sudah memutuskan kalau ia akan menjadi lawan naruto, dan ia tidak akan ke kumo. Jadi maaf atas sarannya.. Aku memikirkan tentang naruto akan ke... (Masih rahasia...)

Pedang legenda ada di tangan naruto memang, tapi dia hanya menggunakan nuibari saja.. Sissanya akan ia berikan sebagai hadiah, jadi ikuti saja...

Okay... Langsung saja ke monitor...

Make destiny

SHARINGAN no KARASSU

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Entah kenapa suasana saat itu tiba tiba menjadi panas oleh tatapan dari sharingan milik chi bunshin naruto. Dua iwa nin perlahan merogoh kantong shinobi mereka yang berada di bagian belakang tubuh mereka. Tatapan mereka tidak dialihkan sedikitpun, tetap fokus pada bunshin itu.

"Momo... Sebaiknya jangan menatap ke arah sharingannya. Ia belum di ketahui apakah memiliki genjutsu atau tidak, namun sangat berbahaya bertarung dengan menatap mata seorang uchiha" ucap kuro memperingati momo. Ia tau jelas bahwa sharingan adalah doujutsu yang memang sangat spesialis untuk genjutsu.

"Ayolah.. Kalian berdua tenang saja.. Aku tidak akan menggunakan genjutsu untuk mengalahkan dua cicunguk seperti kalian" ucap arogant si clone menurunkan tangan kiri pemegang nuibari dan menggesekannya dengan permukaan tanah.

"Kau cukup arogant rupanya, sama seperti uchiha lainnya. Aku akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara dengan orang yang lebih dewasa darimu bocah.. Sebaiknya kau bersiap" ucap momo langsung berlari menuju jaruto menggunakan kecepatan jounin. Ia mengarahkan kunai di tangan kanannya menebas ke arah leher naruto vertikal.

"Kau mungkin jounin, tapi kecepatanmu payah" ucap naruto menatap tayangan lambat serangan surime di arahnya. Clone itu bergerak sedikit kebelakang sehingga serangan momo tidak berhasil menyentuhnya. Momo berputar lalu menjongkok menendangke arah kaki clone naruto. Dengan sharingan full mature, itu sangat mudah di baca. Si clone melompat sedikut menghindari serangan momo dan terlihat wajah momo memberikan seringai menatap clone.

Dari atas momo, terlihat beberapa shuriken dan kunai meluncur cepat ke arah clone itu. Mata sharingan dengan cepat memproses untuk mengantisipasi serangan shuriken mendadak dari kuro. Ia menggunakan nuibarinya menangkis satu per satu shuriken sampai akhirnya semuanya berhasil ia tangkis di udara. Gerakan naruto memainkan nuibari sangat cepat. Hanya membutuhkan dua detik saja, semua shiriken berjatuhan ke atas tanah begitu pula naruto mendarat mulus.

Shuriken terakhir naruto tangkis dengan memasukan ujung nuibari ke lubang di tengah shuriken itu. Ia kemudian melemparkannya ke arah momo dan menggunakan insting jouninnya, momo langsung melompat kembali ke samping kuro menghindari serangan shuriken. Shuriken itu hanya bisa menancap di atas tanah saja.

"Fufufufu... Strategi kotor dari dua jounin iwagakure memang mengesankan, namun itu belum bisa melukaiku. Kalian harus bekerja lebih ekstra lagi untuk bisa menggores kulitku" ejek si clone mencoba memancing emosi dari dua iwa nin.

"Kau pikir emosi kami akan terpancing dengan perkataanmu? Kau baru seorang bocah yang belajar menjadi ular sedang kami sudah jadi naga. Kami bisa mengendalikan emosi kami, terutama melawan seorang bocah sepertimu, kau akan menggunakan taktik itu untuk memancing emosi kami dan saat itulah kesempatanmu untuk menyerang kami" jelas momo mencoba menebak isi kepala clone naruto. Seorang shinobi memang di ajarkan untuk menjaga emosi mereka, karena emosi akan sangat berpengaruh pada pertarungan.

"Siapa bilang aku mengatakan itu untuk memancing emosi kalian?" Tanya si clone serius sedikit nada mengejek. Dua iwa nin hanya bisa menyipitkan mata mereka menatap kearah clone bertopeng gagak itu.

"Aku mengatakan yang sesungguhnya pada kalian. Jika kalian ingin mengalahkanku, maka sebaiknya kalian berusaha lebih keras lagi, karena dengan kemampuan kalian yang hanya se tai kuku ini tidak akan bisa mengalahkanku" ucap arogan so clone menatap dengan tatapan mengejek menggunakan sharingan 3 tomoenya.

"Kau sungguh berpikir kalau kau bisa mengalahkan kami hah?" Tanya momo sedikit tertawa tipis meremehkan si clone.

"Aku tidak pernah berpikir untuk mengalahkan kalian" ekspresi seriua terdengar jelas di suara si clone saat itu. Angin pun memainkan perannya berhembus disaat clone menghentikan sejenak perkataannya.

"Tapi aku akan mengalahkan kalian" lanjut si clone.

Mata dua iwa nin melebar saat melihat clone itu meluncur menggunakan kecepatan high jounin menyerang mereka. Nuibari langsung di tebaskan vertikal dari kiri kekanan ke arah dua iwa nin. Momo yang berada di bagin kiri saat itu menahan serangan nuibari menggunakan kunai, menghentiakan gerakan nuibari clone naruto. Kuro melihat kesempatan langsung menyerang clone, menusukkan kearah dada clone itu.

Chi bunshin naruto melihat itu berputar searah jarum jam dan dalam slow motion terlihat serangan kuro tidak menyentuhnya karena putaran itu. Dalam putarannya bunshin itu melayangkan tumit kaki kanannya ke kepala momo. Momo mengangkat kedua lengannya untuk menangkis tendangan itu dan berhasil di hentikan.

Kuro yang sudah ada di belakang naruto menendang cepat perut naruto namun naruto dengan cepat melompat kebelakang bersalto di udara menghindari tendangan cepat kuro. Dalam lompatannya, ia meleparkan beberapa shuriken dari tangan kanannya kearah dua jounin iwa. Mereka menangkis semua shuriken naruto menggunakan kunai di tangan mereka.

KATON : GOKAKKYOU NO JUTSU

Rupanya setelah melemparkan shuriken naruto melakukan handseal tiger menggunakan tangan kanannya dan mengeluarkan jutsu katon C rank berbentuk bola api kisaran 3 meter untuk dia meter bola api itu menyerang dua jouinin iwa. Rasa shok melanda iwa nin saat menatap bola api mendekati mereka. Kuro dengan cepat melakukan handseal.

SUITON : SUIJUNHEKI

Kuro langsung menyemburkan air dari mulutnya membentuk dinding air lebar dan meninggi yang melindungi mereka dari serangan bola api naruto. Dua jutsu bertemu menghasilkan kabut uap panas di sekitar mereka. Suara air yang mendesih saat terkena api terdengar jelas saat itu. Keduanya sudah mengakhiri jutsu mereka untuk menghindari terciptanya uap lebih banyak lagi.

'Dia bisa melakukan jutsu dengan handseal sebelah tangan rupanya.. Ini benar-benar akan merepotkan' pikir momo mengambil posisi di belakang kuro salimg melindungi di tengah kabut uap.

"Tetap waspada... Dia bisa menyerang kapan saja" ucap momo memeperingati kuro. Kuro hanya mengangguk pelan mengerti peringatan dari rekannya itu.

"Saling melindungi seperti itu adalah hal yang terbaik untuk kalian saat ini aku tau itu" ucap suara naruto dari sekitar mereka. Dua iwa nin memperketat kewaspadaan mereka setelah mendengarkan suara clone naruto itu.

" Tapi itu saja belum cukup kuat untuk mengalahkanku" ucap lanjut si clone melemparkan kunai ke arah momo. Dengan cepat momo menangkisnya namun tanpa ia sadaru sebuah suriken berhasil menancap di lengan kirinya.

"Aaakkkhhh" rintih kesakitan momo

'Bagaimana dia bisa menyerang di saat bersamaan pada dua arah' pikir momo penasaran menyadari kalau serangan naruto berasal dari dua arah.

"Dia menggunakan kage bunshin momo..." Ucap kuro mengetahui sedimit rahasia kecil naruto. Menyerang dalam dua arah secara bersamaan sangat mustahil, kecuali dua orang. Dalam hal ini naruto memang menggunakan kage bunshin.

"Kau rupanya mengetahui rahasiaku yah.. Cukup pintar untuk mengetahui pergerakanku tanpa melihatku" ucap suara naruto dari hadapan kuro.

"Pengalaman kami lebih banyak darimu... Kau jangan berpikir kalau kami tidak tau tentang permainan burukmu seperti ini" ucap kuro menjawab pernyataan naruto.

"Sungguh... Bagaimana dengan ini" ucap si clone dari hadapan momo.

KATON : KARYUEDAN NO JUTSU

Secara bersamaan dari empat arah, tercipta api dalam bentuk semburan seperti naga menyerang momo dan kuro bersamaan. Kedua iwa nin melebarkan mata mereka tidak percaya melihat ke empat jutsu A rank katon menyerang mereka. Katon seluas 8 meter membentuk kepala naga besar siap melahan mereka berdua.

"JUTSU PERTAHANAN DOME" teriak momo melakukan handseal dengan cepat dan kuro mengerti maksud dari teriakan momo itu. Mereka memang tidak bisa menghindari serangan katon besar itu. Tidak ada waktu bagi mereka untuk melompat menghindari serangan itu, akhirnya mereka melakukan handseal yang sama saat itu.

DOTON KEKKAI NO DOMU

Dari depan kuro dan momo masing maaing muncul tembok stengah bulatan dari tanah. Kemudian kedunya menyatu membentuk stengah lingkaran seperti sebuah bola stengah lingkaran melindungi mereka berdua dari jutsu gabungan naruto.

Boooommmm

Ledakan dahsyat terjadi saat ke empat api bertemu dengan jutsu doton pertahanan dua jounin iwa. Api membakar terus di sekitar bola tanah stengah lingkaran pelindung dua iwa nin tanpa henti dan semakin besar.

Di dalam bola tanah, dua jounin merasakan panas luar biasa. Mereka seperti di panggang hidup-hidup oleh katon naruto yang terus menerus menerjang mereka tanpa ampun. Keringat bercucuran di tubuh mereka seperti hujan yang jatuh dari langit. Mereka tetap bertahan dengan menempelkan telapak tangan mereka di atas tanah.

"Momo.. Aku.. Sudah.. Tidak kuat.." Ucap kuro yang sudah sangat kualahan merasakan panas luar biasa.

"Sebentar ...lagi... Sebentar lagi.. Bertahanlah" ucap momo menyemangati kuro. Kuro hanya mengangguk saja dan melanjutkan kembali perjuangan keras menahan jutsu katon bunshin naruto. Sangat luar biasa memang, seorang chi bunshin membuat bunshin... Menarik..

Sekitar 10 detik kemudian naruto mengehentikan jutsunya dan tiga clonenya telah menjadi asap menghilng dari pandangan saat itu juga. Di sekitaran pertarungan, sudah tidak terlihat lagi kabut uap, melainkan tergantikan dengan bara api pada tanah pelindung dua iwa nin. Keduanya lalu menyudahi jutsu mereka dan berdiri sempoyongan

"Kupikir.. Ini akan menyenngkan" ucap kuro melakukn handseal ram memnciptakan air dari tubuhnya membasahinya. Dia juga menyemburkan air dari mulutnya menyiram temannya yang mengalami nasib sama seperti dirinya.

"Terima kasih kuro... Itu membuatku sedikit nyaman" ucap momo dalam keadaan basah kuyup. Suara mendecih saat air menyentuh tanah yang berubah menjadi bongkahan bara karena katon naruto terdengar jelas saat itu.

"Sepertinya kalin berdua suka mandi yah?" Ucap si clone naruto menatap dengan sedikit candaan pada kedua iwa nin yang basah kuyup di hadapannya. Decihan tidak suka terdengar jelas dari kedua iwa nin melototi clone naruto.

"Siapa kau sebenarnya.. Kenapa kau begitu malu untuk menunjukan wajahmu?" Tanya momo penuh rasa pensaran mencoba memancing clone itu untuk mengungkap identitasnya. Dia bertanya setelah melap wajahnya sendiri.

"Aku.. Aku takut kalau aku tidak bisa mengatakan kebenarannya pada kalian" ucap si clone dengan suara seperti menyesal.

"Cih.. Kau.. Kau memang paling bisa memancing emosi orang lain. Aku harus mengakui hal itu" koment kuro penuh rasa jengkel di wajahnya menatap chi bunshin naruto.

"Ayolah... Kenapa kalian tidak mencoba mencari tau sendiri tentang identitasku?" Tanya dengannada mengejek clone penuh rasa percaya diri.

"Kenapa aku harus mengatakan siapa diriku sedang kalian hanya diam santai disitu menunggu jawaban dariku.. Itu sungguh tidak adil bukan. Jadi bagaimana kalau kalian berusaha untuk mengungkap jari diriku" lanjut si bunshin menyelesaikan perkataannya.

'Sepertinya memang begitu.. Tidak ada pilihan lain selain melawannya sekuat tenaga' pikir momo melirik ke arah kuro. Kuro pun sama melirik balik momo seperti memberikan kode.

"Baiklah.. Ayo kita lanjutkan ronde ini" ucap bunshin naruto langsung menghilang menyerang momo menggunakan nuibari di tangan kirinya. Momo saat itu melihat ayunan nuibari dari atas si bunshin menghindar kesamping langsung menendang ke arah perut bunshin naruto. Tentu saja sharingan dapat membaca serangan itu dengan mudah. Tangan kanan naruto ia gerakan menahan tendangan momo, namun di saat bersamaan, dari belakang momo, kuro muncul langsung menghantam keras kewajah si clone.

Bunshin itu bereaksi cepat melihat serangan mendadak dengan menggerakan kepalanya kebelakang menghindari serangan kuro sehingga tinjunya tidak menyentuh wajahnya. Dia kemudian dengan cepat melakukan tendangan memlingkar menyerang kedua jouinin iwa menggunakan tumit kaki kananya. Dua jounin itu melompat bersama ke belakang menghidari serangan clone naruto.

RYUUJIN

Si clone meyabetkan nuibarinya dari bawah ke atas secepat kilat. Sabetan itu memunculkan kepala naga petir berukuran hanya sebesar bola kaki menyerang kuro yang memang baru mendaratkan kakinya di atas tanah.

"UHUUK" rintih kuro memuntahkan darah segar saat kepala naga itu berhasil mengenai dadanya. Kuro memegang dadanya langsung jatuh berlutut kemudian tewas di atas tanah.

"KURO... " Teriak momo menatap sosok tak bernyawa rekannya di atas tanah akibat tekhnik kenjutsu si clone naruto. Mata momo seolah keluar melototi clone yang hanya berdiri santai menatap ke arahnya

"Kau.. Berani sekali kau... KAU AKAN MATI" teriak momo melakukan handaeal dengan cepat bersiap menyerang naruto. Naruto tidak hanya diam melihat ekspresi kuro yang sudah masuk pada perangkapnya. Emosinya terpancing setelah melihat kematian kuro.

DOTON : Do-

Namun sebelum ia menyelasikan jutsunya, ia sudah melihat clone naruto berada di hadapannya dan menusukkan nuibari tepat di jantungnya. Momo mengerang kesakitan saat itu namun ia masih meneruskan jutsunya.

DOTON : DORYUSO

Momo berteriak keras bersamaan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Puluhan tombak meruncing muncul ke permukaan tanah di sekeliling si clone bahkan menyerang tubuh momo sang pemilik jutsu.

"AAAAKKKKHHHH" teriak momo memaksa chakranya untuk dikeluarkan sampai titikterakhir. Pertumbuhan tombak tanah berlangsung sangat cepat dan menyebar menyerang bunshin naruto. Menggunakan nuibari yang ia aliri chakra petir, ia memoton satu persatu tombak tanah itu tiada henti.

'Ini tiada habisnya' pikir si clone menggerak gerakan bola mata tiga tomoenya mengantisipasi seluruh serangan tombak tanah. Ia membabat habis seluruh tombak yang bermunculan di sekitarnya menyerangnya. Sekitar 20 detik kemudian dua jounin iwa ituakhirnya telah tewas. Si clone menatap serius kearah dua iwa nin...

'Saatnya menghilngkan barang bukti' pikir clone itu.

KATON : GOKAKKYU

Naruto yang asli muncul dengan kilatan merah diatas patung kepala shodai hokage. Dia langsung duduk melihat kearah desa konihagakure. Desa yang entah bagaimana artinya untuk dirinya. Desa tempatnya ia lahir, dan desa yang telah menjadi neraka sepanjang kehidupannya.

Sekitar 20 menit muncul kilatan petir disampingnya dengan membawa scroll besar dibelakangnya berwarna merah tua. Scroll sekitar 1 meter dibelakangnya.

"Boss..." Sapa si crow menatap naruto dan duduk disampingnya

"Apa itu?" Tanya naruto melirik ke arah gulungan besar yang ia bawa saat itu.

"Oh.. Ini adalah uang bounty dan juga scroll jutsu hasil jarahan, juga beberapa senjata milik legenda pedang kiri" ucap si crow melepaskan topengnya dan tersenyum tipis pada sosok yang sangat mirip dengannya itu.

"Ok.. Tugasmu selesai crow" ucap naruto menatap kembali ke arah konoah. crow mengangguk kemudian menjadi darah membuat nubarinya jatuh ketanah. Naruto langsung bersiap menahan ingatan crow yang merupakan blood clonenya itu.

'Jadi dia selama 3 bulan tidak pernah menon aktifkan sharingan.. Bagus' pikir naruto lalu mengingat semua pertarungannya melawan legenda pedang kiri. Dia mendapatkan 4, tinggal fang milik raiga, milik zabuza dan samaheda.

'Tsk.. Lumayan, selama 3 tahun, 5 kali tewas dan mendapatkan pengalaman menarik..' Pikir naruto sedikit senyum. Sekitar 30 meenit naruto membuka matanya dan tersenyum evil

'Bagus.. Kini aku sudah bisa naik kelas menjadi S rank.. Itachi.. Bersiaplah. Aku datang' pikir naruto memunculkan 1 bunshinnya dan membawa scroll itu menghilang. Dia lalu menatap kembali ke desa konoha.

'Ni san.. Aku sangat merindukanmu' naruto menatap kearah langit. Dia lalu berbaring di tempat favoritnya itu mentap kearah langit dengan bintang bintang bersinar diatas awan. Bintang yang indah pada malam itu dan ada 1 bintang yang paling terang mencuri pandangannya.

'Shisui ni... Apa itu kau yang mengawasiku?' Pikir naruto menatap kearah bintang itu. Ia masih mengingat kala shisyi selalu bilang ia akan menjadi bintang terang yang mengawasi naruto

Naruto kembali memikirkan masa masa indah bersama shisui saat mereka sedang melakukan latihan. Lalu berpindah lagi pada saat mereka sedang makan bersama dengan tawa mereka dihadapan meja makan. Tak terasa naruto meneteskan air mata dari kedua mata hitamnya itu.

'Aku benar benar merindukanmu' pikir naruto perlahan menghapus air matanya.

"Kau sungguh berpikir kau akan melewatkan kembali malam ulang tahunmu hah?" Suara menghapuskan lamunan dan air mata naruto. Seseorang yang sedang duduk disampingnya.

"Ba chan.. Ky merindukannya" ucap naruto dengan duduk dan menatap kearah konoha. Terlihat jelas air matanya mengalir deras ditengah tatapannya itu.

"Sini" ucap tsunade senju yang duduk disampingnya mengambil kepala naruto dan menahannya dengan dadanya yang empuk itu.

"Tenang naru chan.. Aku akan selalu ada disini untukmu" ucap tsumade dengan mengusap usap rambut naruto

Tsunade tau jika naruto ingin menyendiri maka dia akan ke bagian mata kepala shodai hogake. Itu adalah tempat kesukaan naruto. Dia sangat menyukai tempat itu dimana dia bisa melihat konohagakure dengan jelas dari situ.

"Hiks... Hiks... " Suara tangis naruto memeluk tsunade.

"Aku tidak pernah mengharapkan mata shisui ni san dengan kematiannya" ucap naruto meneteskan air mata yang menjadi tangis kepedihan hidupnya dalam kesendiriannya.

"Aku... Kenapa selalu sendiri ba chan..hiks.. Hiks.. Apa yang... Hiks.. Salah denganku" ucap naruto menangis dipelukan tsunade

"Kenapa .. Kenapa.." Ucap naruto kemabali dan semakin keras suara tangisnya. Tsunade tidak dapat membendung air matanya dan ikut menangis bersama naruto.

"Naru chan.. Sudah.. Aku tau kepedihanmu. Aku tau rasanya kehilangan" ucap tsunade pelan mengingat kembali sosok nawaki senju dan Dan kato si pujaan hati.

"Dia bilang.. Dia bilng terakhir kalau aku menyelesaikan chakra conrtrol level terakhir maka dia akan memberikan hadiah ulang tahun terindah.. Dan.. Hiks.. Dan.. Dia " ucap naruto tidak sanggup lagi berkata selain menangis.

"Sst.. Shisui memberikan matanya agar kalian selalu bersama. Agar kau mengingat siapa dirimu naru chan. Shisui juga tidak pernah menginginkan untuk pergi meninggalkanmu" ucap tsunade mencoba menenangkan naruto.

Naruto melepaskap pelukan tsunade dengan air mata yang menetes deras. Dia berdiri membelakangi tsunade dan menghadap kearah konihagakure.

"SHISUI UCHIHA... Aku MEMBENCIMU... AKU MEMBENCIMU.. KENAPA KAU MENINGGALKANKU. KENAPA KAU ADA JIKA KAU HARUS PERGI AKU MEMBENCIMU, AKU MEMBENCIMU... AAAAAKKKKKKKKKKH"

Teriak naruto sekeras kerasnya dengan melepaskan KI yang sangat pekat, sampai menbuat tanah retak. Terlihat cahaya disekitar dada tsunade, cahaya berwarna biru langit.

'Ba-bagaimana bi-bisa chakra naru chan berekasi dengan kalung jiji' pikir tsunade shok melihat kalung permata shodaime hokage bersinar

"AAAAAAAAAKKKKKKKHHHHHH"

Teriakan naruto lebih keras lagi mengeluarkan KI lebih pekat kembali. Tsunade bahkan tidak bisa berbuat apa apa. Bernapas saja susah untuknya merasakan KI milik naruto. Yang mungkin setara dengan ekor 4 biju itu.

"Na-ru-to" ucap tsunade pelan. Naruto dalam keadaan diam menunduk dan berdiri perlahan menghilangkan KInya. Dia berbalik menatap kearah tsunade membuat tsunade melebarkan matanya saat melihat sesuatu pada naruto

"Sh-sharingan" ucap tsunade dengan shok luar biasa melihat 3 tomoe dan mata merah pada bola matanya menghiasi matanya. Naruto duduk kembali disamping tsunade senju itu.

"Bagaimana kau memiliki sharingan, kau bukan uchiha" ucap tsunade tak percaya menatap naruto. Naruto hanya menatap datar lurus dengan tsunade yang memperhatikannya baik baik

"Sudah lama aku menyimpan rahasia tentang sharinganku ini" ucap naruto membuat tsunade shok tak percaya

"Kenapa kau menyembunyikannya?" Tanya tsunade penasaran menatap naruto yang berada dekat menempal pada tsunade.

"Aku hanya tidak ingin orang menghina shisui ni. Aku mendapatkan sharingan ini karena blood ritial dengan shisui ni.." Ucap naruto pelan menatap lembut kearah tsunade

"Kau adalah orang pertama yang mengetahui ini karena aku percaya padamu. Kumohon jangan hianati kepercayaanku" ucap lanjut naruto sedikit merengek

"Itu tidak akan pernah terjadi padaku" ucap tsunade menatap naruto dengan penuh kasih. Naruto hanya bisa menatap tsunade dengan tatapan sedih

"Thanks.. Ba chan.. I love you" ucap naruto lembut dan menyandarkan kepalanya manja di bahu tsunade senju itu. Tsunade mengecup pelan krpala naruto

"I love u to.. " Jawab tsunade lembut.

Sedetik kemudian ledakan petasan menghiasi konohagakure. Suara petasan sepanjang desa konohagakure saling bersahutan seperti saling membalas. Suasana terang terlihat dilangit konoha malam itu meriah dengan cahaya kembang api bertaburan bagai bintang berwarna warni.

Naruto menatap fantastic pada keindahan buatan warga konoha merayakan festifal kyubi itu, petasan yang tidak terhenti selama 10 menit dan selama itu juga naruto dan tsunade menatap kearah langit

Tsunade menghentikan tatapan kekembang api dan menoleh ke naruto. Masih terlihat bekas air mata di kedua pipinya seperti butiran butiran embun yang memantulkan cahaya seperti pecahan kaca.

'Naru chan.. Aku janji... Aku akan menjaga wajah bahagiamu itu' pikir tsunade. Dia menggerakan tangannya ke belakang tengkuknya. Sekitar 5 detik tsunade langsung memeluk naruto membuat naruto sedikit shok.

"Happy bestday naru chan, semoga hidupmu selalu bahagia dan umur panjang" ucap tsunade pelan di hadapan telinga naruto. Naruto memeluk tsunade dan memejamkn mata bahagia.

"Arigatou.. Ba chan.. I love you" ucap naruto pelan dengan penuh penghayatan. Sekitar 10 menit mereka berpelukan akhkirnya tsunade menyudahi pelukannya. Naruto menyadari sesuatu dilehernya, matanya melebar ketika dia melihat sebuah kalung melintang dilehernya.

"Ba chan.. Ini ka"-

"Ini kalung yang sangat berharga bagiku, dan hanya untuk orang sangat berharga bagiku" potong tsunade dengan senyum sambil menghapus air mata yang perlahan keluar dari mata naruto.

"Aku ... " Ucap naruto tersentuh dengan menatap tsunade.

"Arigatou... Oba san" bisik pelan naruto menatap sayu tsunade. Tsunade hanya menegang pipi kanan naruto dengan tangan kirinya setelah menghapus air matanya tadi.

"Apapun akan kulakukan untukmu... " Ucap tsunade terakhir menggerakan wajahnya mendekati naruto lalu mengecup kening naruto dengan pelan dan sangat lembut.

"Thanks.. Itu sangat berarti untukku" ucap naruto setelah kecupan tsunade dilepaskan. mereka kembali menikmati hidangan mata mereka di atas tanah konoha. Sungguh suasana yang tidak pernah serasa seramai ini.

Ini semua karena bertepatan dengan tanggal 10 adalah hari graduation genin tahun ini. Ada yang spesial pada genin tahun ini dimana semua clan heir konohagakure akan ikut serta dalam graduation kali ini.

Sistem akademi konohagakure berkembang pesat dengan standar yang baru untuk genin. Mereka harus minimal menguasai sedikit ttg jutsu milik clan mereka. Misalkan uchiha, harus bisa melakukan katon gokakkyu.

"So naru chan.. Apa kau akan mengeluarkan sedikit kemampuanmu besok?" Tanya tsunade menatap naruto.

"Aku tidak tau.. " Jawab pelan naruto menatap tsunade

"Kenapa tidak tau?" Tanya kembali tsunade.

"Aku pikir... Aku harus terlambat satu tahun lagi. Mungkin tahun depan baru akan menjadi genin" ucap pelan naruto menatap tsunade.

"Karena menma?" Tanya tsunade dan naruto mengangguk.

"Kenapa kau selalu mau mengalah pada menma? Kenapa kau selalu memposisikan dirimu sebagai sisi korban? Kenapa tidak sesekali kau kepuncak melewati semuanya?" Tanya tsunade dengan sedikit nada kesal pada naruto

"Jika aku menunjukan kemampuanku, aku yakin dalam waktu 1 bulan aku akan menjadi capt anbu. Terus siapa yang akan mengurus peralatan rumah sakit? Siapa yang akan meramu sake untuk ba chan?" Jawab naruto dengan senyum menatap tsunade.

"Sampai kapan kau akan begini? Apa kau tidak punya ambisi dalam hidupmu?" Tanya pelan tsunade membukam naruto.

Memang benar naruto selama ini hanya berlatih dan berlatih keras. Tujuannya adalah untuk melewati uchiha madara dengan sharingannya. Tapi jika dia terus menutup diri, kapan dia akan bisa melihat capabilitasnya melebihi madara uchiha. Dia hanya dia dan diam dibelakng layar dengan hanya menatap kearah tokoh yang ia biarkan melambung dengan mengorbankan dirinya sendiri.

'Hum.. Shisui ni san.. Apa yang harus saya lakukan sekarang' pikir naruto menarik napas menatap kearah langit konihagakure.

"Jadi.. Menurut ba chan apa yang harus aku lakukan?" Tanya naruto sedikit lemas bingung dengan apa yang ingin dia lakukan

"Apa cita citamu?" Tanya tsunade pelan menatap naruto.

"Sedikit mengerikan dan mungkin sedikit tak dipercaya" ucap naruto perlahan membuat tsunade merasa ihawatir akan cita cita naruto

"Jangan bikang kau ingin membalas dendam" tegas tsunade mencoba menebak piikiran naruto.

"Tidak.. Tapi saya ingin membunuh uchiha itachi" Ucap naruto sambil menatap tsunade serius yang menarik napas berat

'Apa.. Dia kenapa Ingin membunuh itachi' pikir tsunade memegang dadanya.

"Dulu.. Aku dan ni san memiliki cita cita bersama yang akan kami raih" ucap naruto perlahan menjelaskan apa cita citanya pada tsunade sambil menatap kearah konoha.

"Shisui ni san sangat menyukai dan mengidolakan madara uchiha. Aku diam diam menyukai tentang sharingan diluar sepengetahuan shisui ni san. Semua scroll atau materi tentang sharingan aku baca termasuk kemampuannya. Suatu waktu shisui menemukanku membaca scroll tentang mangekyou sharingan dan memperlihatkan padaku mangekyou sharingannya. Sejak saat itu kami memiliki cita cita bersama yang ingin kami gapai" ucap naruto menutup mata dan menoleh kearah tsunade sambil membuka matanya.

"Melebihi... Uchiha.. Madara... Itulah keinginan kami" ucap naruto serius dengan sharingan 3 tomoe berkibar di kedua matanya. Tsunade tersentak shok tak percaya merasakan aura horor di matanya

'Aura ini.. Ini seperti... ' Pikir shok tsunade dengan bercampur khawatir.

"Uchiha... Madara" ucap tsunade dengan melebarkn matanya.

"Yup.. Itulah kenapa shisui memberikan darahnya padaku, meneruskan cita cita yang ia inginkan sejak dulu" ucap serius naruto

"Tapi.. Ma"-

"Tenang ba chan, shisui ni san tidak mengininkanku untuk melakukan hal yang sama dengan madara. Kami hanya ingin melebihi kekuatannya yang melegenda.. Heheheh" lanjut naruto dengan sedikit candaan

"Tsk.. Kukira kau akan berlalu seperti madara" ucap tsunade dengan napas lega menatap naruto. Dia kemudian memberikan naruto sedikit senyum

"Aku akan menjadi madara jika ba chan dan jiji tidak memberikanku kasih sayang" ucap naruto berbaring manja di pangkuan tsunade. Tsunade hanya tersenyum melihat tingkah manja naruto itu. Tangannya secara otomatis membelai belai rambut naruto. Jiwa keibuannya muncul secara otomatis.

'Aku akan memberikan apa yang tidak diberikan kushina padamu naru chan' pikir tsunade sambil melihat kearah naruto yang memejamkan matnya tertidur sejenak di pangkuan tsunade.

'Konoha.. Kalian akan lihat siapa naruto.. Uzumaki dan.. Tunggu itachi, kematianmu akan datang' pikir naruto dalam tidurnya.

End

Sekian dulu yah... Sorry bangat atas ke tidak nyamanan para reader saat membaca fictku. Aku sudah melakuakan perbaikan demi perbaikan, namun kesempurnaan bukan milik manusia. saran dan kritikan selalu aku harapkan pada reviewnya agar menjadi pelajaran demi ke nyamanan pembaca.. Thanks...

Maaf sebelumnya, episode 11 naruto akan mendapatkan Mangekyou shringan.. Aku melakukan perbaikan sedikit pada alur cerita yang masih sedikit cepat..