The CEO

.

.

.

Main Cast : Chanyeol, Baekhyun (GS)

Rate : T

Other Cast : Sehun, Luhan (GS), Kai, Kyungsoo (GS)

Genre : Romance, Hurt

Note : Dimohon baca author note dibawah

It's Genderswitch

Don't Like, Don't Read

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Kyungsoo hanya bisa menghela nafas mendengar penuturan dan juga perintah dari ayahnya tersebut. Entah berapa kali hal tersebut telah ia lakukan, ia tak bisa membantah ataupun protes apa yang ayahnya katakan. Semuanya akan berakhir percuma karena apa yang ayahnya katakan merupakan keputusan mutlak dan tak bisa dibantah. Bahkan ibunya pun tak bisa melakukan apa-apa jika sudah seperti itu. Contohnya saja adalah pertunangannya dengan Chanyeol, itu semua adalah kehendak ayahnya, bukan keinginannya. Alasannya klise bahwa ia menginginkan anaknya hidup bahagia kelak dan menikah dengan Chanyeol adalah pilihan yang tepat, walaupun kyungsoo tahu bahwa bukan itu alasan yang sebenarnya.

Jika sudah seperti itu Kyungsoo hanya bisa menurut. Kyungsoo bukan tipe gadis yang suka membantah apa perintah orang tua, bukan karena takut tapi ia hanya anak yang ingin berbakti kepada orang tua walaupun keputusan tersebut mengorbankan kebahagiannya sendiri. Perasaan menyesal terkadang menggelayuti perasaannya, andai saja ia bisa mengulang waktu, ingin rasanya ia menolak apa yang selalu menjadi kehendak ayahnya.

Perkataan ayahnya tadi masih jelas terngiang-ngiang di telinga. Jujur saja ia tak menyangka jika ayahnya akan mempercepat pernikahannya dengan Chanyeol. Walaupun kini Kyungsoo mencintai Chanyeol tunangannya, tapi rasa cintanya terhadap Jongin masih jauh lebih besar dibandingkan rasa cintanya terhadap Chanyeol. Kyungsoo tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, ia benar-benar bingung. Disatu sisi ia tak ingin menjadi anak durhaka yang tidak berbakti kepada orang tua, tapi disisi lain ia juga ingin hidup bahagia dengan lelaki pilihannya sendiri. Dan saat ini pikirannya tengah tertuju pada sang kekasih, Jongin. Kyungsoo butuh Jongin disisinya saat ini. Hanya pria itu yang selalu bisa membuat Kyungsoo merasa tenang. Kyungsoo yakin bahwa Jonginlah yang tepat untuk menjadi calon suaminya kelak, bukan Chanyeol.

"Kau tidak apa-apa?" tanya sang ibu yang kini sudah mengambil posisi duduk disamping Kyungsoo yang sedang termenung di teras belakang.

"Apa yang harus aku lakukan eomma?"

Nyonya Do tak berkata apa-apa, ia hanya membawa tubuh Kyungsoo ke dalam dekapannya, mengusap punggungnya lembut lalu mencium puncak kepala putrinya tersebut dengan sayang. Ia mengerti apa yang tengah dipikirkan Kyungsoo, tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa jika itu sudah menjadi keputusan suaminya.

.

.

.

"Kau akan pergi?" tanya nyonya Do yang melihat putrinya sudah tampak rapi pagi ini.

"Ne eomma, dimana appa?"

"Dia sudah berangkat ke kantor karena ada jadwal rapat pagi ini, wae?"

"Ah…eomma bisakah aku pergi hanya diantar supir saja hari ini? Aku berencana pergi dengan temanku untuk menikmati musim gugur. Aku hanya ingin bebas menikmati suasana tersebut dengan teman-temanku tanpa pengawalan pengawal appa, bolehkah eomma?" pinta Kyungsoo.

"Tapi soo, bagaimana jika ayahmu tahu?"

"Aku berjanji aku akan pulang sebelum appa tiba di rumah" Kyungsoo meyakinkan ibunya agar mendapatkan ijin.

Setelah menimang sejenak akhirnya Nyonya Do mengabulkan keinginan anaknya tersebut dengan syarat bahwa Kyungsoo harus pulang sebelum sang ayah datang. Tanpa membuang waktu Kyungsoo segera berangkat menuju salah satu restoran yang terletak di daerah Hongdae, bukan bertemu temannya seperti yang ia katakan kepada sang ibu, tapi bertemu Jongin kekasihnya. Kyungsoo memang meminta Jongin untuk bertemu, berharap dengan bertemu Jongin ia akan merasa lebih baik.

"Kyungie, kau baik-baik saja?" tanya Jongin, lelaki itu menatap intens kekasihnya yang hanya mengaduk-aduk soup yang dipesan tanpa ada niat untuk memakannya.

"Apa kau sakit?" Jongin menempelkan punggung tangannya pada dahi Kyungsoo,ia khawatir karena daritadi kekasihnya itu lebih banyak diam daripada bicara, tak seperti biasanya.

"Ada apa, hmm?"

"Jongin" satu kata akhirnya meluncur dari bibir Kyungsoo setelah lama terdiam.

"Wae? Apa ada yang sedang kau pikirkan, hmm? ceritakan padaku, bukankah kita berjanji akan saling terbuka. bukan?"

"Bawa aku pergi."

"Apa?" mata Jongin terbelalak lebar mendengar kata yang baru saja terucap dari bibir kekasihnya.

"Hey ada apa?" Jongin bertanya lembut kepada kekasihnya tersebut, karena mata Kyungsoo tampak berkaca-kaca seolah sedang menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Apa kau sedang ada masalah? Ada apa, hmm? ceritakan padaku." tangannya menggengam tangan Kyungsoo, seolah memberikan kekuatan dan dorongan agar kekasihnya itu mau bercerita kepadanya.

"Kau tahu Chanyeol oppa? Direktur dari perusahaan Park Coorporation? Dia adalah tunanganku."

"Apa?" lagi-lagi Jongin tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya mendengar satu nama yang begitu familiar disebut oleh kekasih mungilnya. Ya, Kyungsoo memang belum pernah menceritakan siapa tunangannya tersebut kepada Jongin. Ia memang merahasiakannya, bukan tanpa alasan ia merahasiakan itu semua.

"Maaf karena aku tak pernah menceritakan hal ini kepadamu, tapi Jongin kumohon dengarkan aku dulu."

Kali ini giliran Jongin yang diam, ia masih cukup terkejut atas kenyataan yang baru saja ia dapatkan, bahwa Park Chanyeol adalah tunangan dari kekasihnya sendiri. Tanpa mempedulikan Jongin yang masih tak berkutik, Kyungsoo melanjutkan kembali ucapannya "Sebenarnya bukan tanpa alasan aku merahasiakan semua ini padamu. Saat itu aku berencana untuk memberitahukan hal ini kepadamu, tapi saat kau bercerita tentang masalahmu dan Chanyeol oppa kepadaku, aku memutuskan untuk tidak memberitahumu. Aku takut jika aku memberitahumu tentang hal ini akan menambah rumit masalahmu dengan Chanyeol oppa, tapi sungguh aku tak ada maksud untuk merahasiakannya darimu Jongin-ah."

Air mata sudah meluncur bebas dari gadis bermata bulat tersebut, dengan suara parau ia kembali berbicara "Appa berencana untuk mempercepat pernikahanku dengannya, untuk itu aku mohon padamu Jongin-ah, bawa aku pergi dari sini."

"Apa?" entah berapa kali kata tersebut keluar dari bibir pria tan tersebut tapi penuturan Kyungsoo barusan sukses membuat Jongin terkena serangan jantung untuk sesaat.

"Aku mohon Jongin, bawa aku pergi." dan untuk kesekian kalinya Kyungsoo memohon.

Jongin tak tahu harus berkata apa untuk menenangkan kekasihnya, ia cukup terkejut dan juga tak bisa berpikir dengan jernih untuk saat ini. Semuanya tiba-tiba menjadi rumit bagi Jongin, untuk saat ini Jongin hanya bisa merengkuh tubuh Kyungsoo kedalam pelukannya untuk membuatnya sedikit tenang. Diciuminya puncak kepala Kyungsoo dengan sayang, Jongin tak ingin kehilangan Kyungsoo. Ia harus segera melakukan sesuatu sebelum ayah dari kekasihnya itu bertindak semakin jauh.

.

.

.

Cuaca pagi di musim gugur pagi ini memang tampak sedikit mendung, tapi hal ini justru berbanding terbalik dengan wajah tampan Chanyeol yang tengah menyantap sarapan buatan Baekhyun dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Ya, tadi malam Chanyeol memang tidak pulang ke rumahnya ia memutuskan untuk menginap di apartemen Baekhyun, setelah mereka menghabiskan waktu berdua. Dengan alasan bahwa hari sudah larut malam dan akan sangat berbahaya jika ia menyetir saat mengantuk akhirnya Baekhyun membolehkan pria tampan itu untuk menginap di apartemennya. Pemuda tampan itu seolah tak ingin berpisah dengan Baekhyun barang sedetik pun.

"Baekhyun." ucap Chanyeol.

Merasa namanya dipanggil Baekhyun menatap Chanyeol yang duduk di depannya. Lelaki itu tiba-tiba menarik tangannya menangkupkan di pipinya lalu menciumnya dengan sayang.

"Terima kasih, karena kau kembali ke dalam hidupku." Ucap Chanyeol menatap langsung manik mata Baekhyun dan tak henti-hentinya menciumi tangan kekasihnya, membuat pipi Baekhyun merona karena tingkah Chanyeol yang sedikit berlebihan itu.

Chanyeol tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya. Jujur saja ia sangat bahagia, ia bersyukur karena Baekhyun kini kembali ke dalam pelukannya. Namun keadaan tak lagi sama seperti dulu, ia kini telah bertunangan. Jujur saja Chanyeol bingung, apa yang harus ia perbuat sekarang, tapi ia tak ingin menunjukankannya di depan Baekhyun.

Membatalkan pertunangan bukanlah hal yang mudah seperti membalikan telapak tangan. Banyak orang yang terlibat dalam pertunangan ini mulai dari orang tuanya maupun orang tua kyungsoo juga keluarga Kyungsoo, serta bisnis yang dijalani oleh kedua belah pihak. Chanyeol yakin jika ia membatalkan pertunangan tersebut pastinya akan memberikan dampak kepada kerjasama yang dijalani keduanya. Sejujurnya Chanyeol tak ingin mengecewakan mereka, tapi ini adalah pilihannya. Chanyeol telah berjanji bahwa ia tak akan kembali meninggalkan Baekhyun dengan Baekhyun disisinya ia sudah merasa bahagia. Ya, Baekhyun adalah kebahagiannya.

Kring…kring…

Suara dering dari handphone Chanyeol membuat adegan lovey dovey itu terhenti seketika. Buru-buru Baekhyun menarik tangannya yang sedang digenggam oleh Chanyeol. Terdengar Chanyeol menghela nafas sebelum akhrinya mengangkat teleponnya entah itu karena adegan lovey dovey mereka terganggu atau karena nama Kim Jongdae alias Chen yang terpampang di layar ponselnya.

"Kau akan berangkat ke kantor sekarang?" tanya Baekhyun. Chanyeol sudah berdiri dari tempat duduknya sesaat setelah ia menerima panggilan dari Chen. Chanyeol mengangguk sebagai jawaban.

"Ada dokumen yang harus aku urus, lagipula aku sudah sedikit terlambat."

"Tidak kah sebaiknya kau habiskan dulu sarapanmu?"

Chanyeol tersenyum "Aku akan membawanya sebagai bekal." Dengan cekatan Chanyeol segera memindahkan sarapan buatan Baekhyun ke dalam wadah serbaguna yang praktis dibawa kemana saja.

"Aku berangkat. Aku mencintaimu." Chanyeol mencium kening Baekhyun, sebelum akhirnya pemuda tinggi itu berangkat ke kantornya setelah menghilang dibalik pintu.

Drrrt….Drrrt…

Chanyeol baru saja memasuki mobilnya saat ponselnya kembali menyala menandakan pesan masuk.

Dari : Eomma

Chanyeol-ah…Yoora baru saja menyelesaikan tugasnya dan pulang dari Amerika. Nanti malam datanglah ke rumah, kita adakan makan malam untuk pesta penyambutannya. Eomma telah menyiapkan makanan kesukaan kalian.

To : Eomma

Baiklah eomma. Aku datang.

Chanyeol merebahkan kepalanya pada jok mobil. Chanyeol akan mengajak Baekhyun nanti malam, menurutnya inilah saat yang tepat untuk memperkenalkan Baekhyun kepada keluarganya. Entah Baekhyun setuju atau tidak Chanyeol akan tetap membawanya dan memperkenalkannya kepada orang tuanya. Mungkin lebih baik jika Chanyeol membicarakan masalah pembatalan pertunangan ini kepada orang tuanya terlebih dulu daripada dengan Kyungsoo. Chanyeol tahu mungkin orang tuanya akan kecewa atas keputusannya ini, tapi ia yakin bahwa orang tuanya akan selalu mendukung keputusannya. Orang tuanya bukanlah orang yang berpikiran kuno yang selalu memaksakan kehendak pada anaknya. Orang tuanya merupakan orang yang selalu ada disisinya yang selalu menghargai dan juga mendukungnya.

.

.

.

To Be Continue

.

.

.


Hallo setahun lebih yah saya ga update cerita ini. Maaf baru bisa udpate jujur saja ide cerita ini udah nguap kemana-mana. Saya ga tau masih ada yang berminat baca sama cerita ini atau engga. Jika ada yang masih berminat bisakah kalian tinggalkan review? Satu review sudah sangat berarti bagi saya ^^ untuk tidak discontinue cerita ini…

Dan jika kalian berkenan adakah diantara kalian yang mau menyumbang ide buat kelanjutan ff ini? saya akan sangat berterima kasih, jika ada tolong PM yah…

Ada sedikit pemberitahuan mungkin dari saya, jika review kurang dari tiga saya tetap akan lanjut cerita ini, tapi mungkin saya tidak akan melanjutkannya di ffn mungkin akan saya pindah di tempat lain dan saya hanya akan memberitahukan kelanjutan ff saya kepada para reader yang bersedia meninggalkan reviewnya di chap terakhir. Mohon pengertiannya ^^

Terima Kasih

28 September 2015