Cast: Milik Tuhan, milik keluarga dan Family Entertainment masing- masing. Author cuma pinjam namanya. Maaf jika ada kesamaan di dalam alur cerita. Idenya asli dari author.
Rated : M ( For bahasa)
Content : BL, MPreg, Family and Friendship
NCT
JaeDo
TaeHanYu
JohnTen
IlYoung
KunWin
LuWoo
NCT DREAM as Chibi
SM FAMILY
.
.
.
Chapter 8 dan 9 adalah chapter dimana author menceritakan bagaimana Taeyong saat bersama keluarga dan keluarganya di sini.. Dua chap tersebut lebih kepada chapter flashback dan untuk chapter ini, setting masanya kembali ke masa sekarang.. Harap tiada yang salah faham ya.. :).
.
.
.
.
.
.
.
Yuta mengerjapkan matanya berulang kali saat mendengar suara tangisan anak kecil yang menerpa di gegendang telinganya. Firasat seorang ibu mengatakan ada yang tidak beres di sini.
Jemarinya meraba sudut kamar, coba untuk mencari suis lampu dan ketemu. Sinar lampu yang menerangi kamar tersebut membuatkannya pusing.
Yuta bangkit dan keluar, coba untuk mencari Kun atau Jungwoo. Yang ditemui malah tubuh anak kecil yang bersimbah darah.
" Hentikan Dongho sialan!! "
Dongho yang ketika itu asyik melukai Kenta terus berpaling dan dia menatap sengit ke arah Yuta. Jeno masih menangis, tidak menggemari pemandangan yang disaksikan sekarang.
" Mau apa kau Yuta? "
" Lepaskan mereka!! Emang apa yang diperbuat mereka sehingga kau melukai mereka?! "
Jeno mulai lemas, tubuhnya tidak berdaya. Tiada asupan gizi yang didapatkan sejak hari pertama dia di dekap di sini.
Hanya hari ini dia dibawa bermain di ruangan berhampiran kamar tidur Yuta.
" Eomma.. Appa.. Selamatkan Jeno.. "
Dongho berpaling dan dia mendekati tubuh kecil Jeno. Benci melihat tangisan Jeno, dia bertindak mencekik leher Jeno.
" Hentikan bodoh!!! "
Yuta bertindak menerjang Dongho dan itu berhasil menyebabkan tubuh kekar tersebut tumbang.
" Ayo sayang.. Kau masih bisa berlari?? "
Kenta mengangguk saat Yuta mendapatkannya dan Jeno.
Sadar akan Dongho yang kapan pun bisa bangun, Yuta berlari ke ruangan kamar Jaemin di bawah tanah.
Yuta meletakkan Jeno di atas katil dan dia memeriksa seluruh tubuh ringkih tersebut, ada luka tembakan di sana.
" Oh God.. Apa yang mereka lakukan kepadamu nak? "
Kenta hanya mendiamkan diri, dia sadar pria di hadapannya adalah Yuta.
Pria malaikat yang selalu di ceritakan oleh Hansol kepadanya. " Mama cantik Appa.. Sama seperti apa yang Appa bilang.. "
Jemari Yuta telatan membersihkan luka di tubuh Jeno dan dia menukar pakaian Jeno dengan pakaian Jaemin yang masih utuh di ruangan tersebut.
Sadar dia mengabaikan seorang anak kecil, Yuta berpaling. " Kau baik baik saja sayang? "
Kenta tersenyum haru, suara yang selama ini yang dia inginkan akhirnya muncul. Bertanya khabar dengan selembutnya.
Enggan membuang waktu, Kenta berlari mendapatkan Yuta. " Aku baik baik saja Mama.. Aku dan Appa merindukanmu Mama.. "
Tubuh Yuta menegang, tapi dia hanya membiarkan Kenta memeluk tubuhnya.
Saat dirasakan Kenta mulai tenang, Yuta bertanya. " Siapa namamu dear? "
" Ji Kenta.. Namaku Ji Kenta.. "
Kenta mengeluarkan sebentuk cincin yang dihadiahkan oleh Hansol saat usianya menginjak satu tahun.
" Appa bilang, cincin ini milik Mama.. Kata Appa, hanya ada ini satu satunya tanda bahawa aku anak Mama.. "
Yuta menahan tangis, dia mengenali cincin itu. Cincin yang ditempah khas oleh Hansol untuknya sebagai cincin perkahwinan.
" Sayang.. Kau sudah besar.. Kau tumbuh dengan baik bukan? "
Kenta mengangguk dan dia mengelap air mata Yuta, " Shh.. Mama jangan menangis.. ada aku di sini.. "
" Tidak sayang.. Cuba ulangin apa yang kau bicarakan.. M. A. M. A? "
" Mama.. "
" Mama.. "
" Mama.. "
Cukup dengan hanya tiga panggilan tersebut, Yuta menangis keras. Tubuh kecil Kenta didekap erat dan dia tersenyum puas.
" Kau terluka dear? "
" Hanya sedikit Mama.. Jeno yang lebih teruk.. Kita harus keluar dari sini Mama.. Jaehyun Samchon pasti khuatir akan Jeno.. "
" Jaehyun? Jung Jaehyun? "
Kenta mengangguk dan Yuta menangis lagi.
" Kau gila Taeyong!! Jeno hanya anak kecil untuk kau sakiti!! "
" Kita akan keluar sayang, cuma untuk sekarang Mama harus menunggu Jeno sadar eoh.. Kau harus istirehat.. Mama ada di sini.. "
Yuta menepuk kecil tubuh Kenta dan dia mulai terlena, ada rasa sakit di dada Yuta saat semuanya mulai terletak.
Dia harus kabur atau mereka bertiga akan mati dibunuh.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kun menatap sebal akan Jungwoo yang masih mendiamkan diri. Bubur dan susu hangat yang dihidangkan tidak dihiraukan.
" Sampai kapan kau akan berkeras huh? "
" Sampai kapan pun!! Aku tidak menyukai ini Gege!! "
" Setidaknya minum susu untuk ibu hamil itu Jungwoo.. Bayi itu butuh asupan gizi Jungwoo.. "
" Tidak!!! Aku tidak menyukainya! Dia anak dari raja iblis Gege!! "
Kun menghela nafas dan mengusap dadanya, " Anak itu juga keponakanku Jungwoo.. Jika kau membencinya, setidaknya jadilah ibu yang utuh.. Aku akan menjaganya setelah kau melahirkannya.. "
Jungwoo menggigit bibirnya, " Aku tidak menyukainya Gege.. Bagaimana Yukhei Hyung akan menerimaku nanti? "
" Yukhei sudah tahu akan hal ini.. Aku sudah berbicara dengannya, jadi aku mohon jaga dirimu Jungwoo.. "
Jungwoo menangis dan dia memeluk tubuh Kun, " Bantu aku melahirkan anak ini Gege.. Dan jaga dia untukku.. "
" Aku berjanji, jadi berhenti berulah dan minum susunya.. "
Kun hanya melihat pria manis di depannya saksama, ada rasa bersalah terbit di hatinya. Perut buncit Jungwoo diperhatikan lama, " Aku akan menjagamu Angel.. "
Setelah selesai menguruskan Jungwoo, Kun beredar dan dia melangkah ke ruangan Yuta. Tiada kelibat Yuta di sana, Kun bergegas mencari pria tersebut.
CCTV di ruangan rahsia di perhatikan saksama, dan Kun menghela nafas lega. Yuta ada di ruangan Jaemin.
Tanpa melengahkan waktu, Kun berlari ke ruangan tersebut. " Yuta Hyung? "
" Kun? "
" Siapa mereka Hyung?!! "
Yuta tersenyum, " Dia putra sulungku Kun.. Kau ingat Hansol Hyung? Ini putraku dengannya.. Dan anak kacak di sana adalah putra Jaehyun.. "
" Jaehyun?? "
" Hmm.. Bantu mereka Kun.. Jangan izinkan Taeyong melukai mereka.. Taeyong membenci orang tua mereka.. "
" Bisa aku menyentuh mereka? "
Yuta mengangguk mengizinkan, ini yang terbaik untuk keduanya.
" Kenta cantik Hyung.. Sepertimu, dan Jeno persis seperti Jaehyun.. Aku jadi merindukan mereka.. "
" Kau sudah memilih yang terbaik untuk semua.. Tidak semuanya akan menjadi seperti yang kau harapkan.. Seperti calon malaikatmu.. "
" Malaikat kecilku pasti bahagia di sana Hyung.. Aku yakin, ada peri yang menjaganya.. "
" Sudahlah Kun.. Bagaimana dengan Jungwoo? "
Kun menghela nafas dan menggeleng.
" Dia tetap membenci malaikat di rahimnya.. Hanya tinggal beberapa hari sahaja lagi dia akan melahirkan.. "
" Kau tidak berada di posisinya, jadi kau tidak mengerti.. Dia terluka dan trauma Kun.. "
Kun hanya tersenyum hiba, " Istirehatlah Hyung.. Aku akan mengamankan malaikat kecil ini dari Taeyong Ge.. "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jujur Jaehyun ingin tertawa namun dia tidak bisa, ada rasa gundah di hatinya. Akhirnya doe eyes kelinci kesayangannya terbuka.
" Hyung.. Kau sudah sadar dear? "
Doyoung kelu, dia tidak mengenali pria di hadapannya. Mindanya keliru dengan apa yang sedang terjadi.
" A.. ai.. aii.. aiiirr.. "
Tanpa lengah Jaehyun membantu Doyoung minum, rasanya lega saat mengetahui tadi pagi istrimu sadar.
" Kau mengenaliku Hyung? "
Doyoung hanya mengerjapkan matanya, dia masih keliru.
" Jaehyun? ", suara Yesung menerpa dari belakang. Ada gurat khuatir di wajah Jaehyun saat Yesung memanggilnya.
" Iya Hyung.. ", perkataannya tidak keluar dengan jelas. Jaehyun seakan bungkam.
Yesung datang dan mengajaknya keluar, " Aku sudah memeriksa Doyoung, tiada yang salah dengan kesihatannya.. "
" Syukurlah.. Tapi kenapa dia seperti tidak mengenaliku Hyung? "
" Semuanya butuh proses Jae.. Mindanya menyimpan memori saat kau muda dua tahun lalu.. Mindanya juga tiada memori melahirkan Jisung.. Kau harus banyak bersabar.."
" Tapi bagaimana dengan kecederaan saraf yang kau katakan dulu Hyung? "
" Tiada yang perlu kau khuatirkan.. Sarafnya tidak cedera parah, hanya dia masih perlu belajar untuk berjalan karna ototnya mulai kejang.. "
Sekali lagi namja putih susu ini tersenyum lebar, ada berita gembira mulai menemaninya. Hanya sekarang dia perlu lebih berwaspada dan giat mencari Jeno dan Kenta.
Johnny mampir bersama Ten, namja Thailand tersebut menangis haru saat menyadari pria kelinci tersebut masih mengenalinya.
Jaehyun mendiamkan diri di pintu kamar sambil mendekap Jisung yang terlena. " Apa Youngie Hyung akan mengenali Jisung?? "
Jaehyun terus memerhatikan Jisung dan Doyoung silih berganti, dia harus berani memberitahu hal yang sebenar kepada Doyoung.
Jaehyun membuka knob pintu dan semua mata terarah kepadanya. Ludah ditelan tanda gugup, " Doyoung Hyung? "
Doyoung melebarkan senyumnya, " Kemarikan Jisung untukku Jaehyun.. "
Jaehyun terhenyak, ada bulir kristal di matanya.
" Kau mengenalinya Hyung?? " ,pertanyaan yang sekadar mencari kepastian.
" Dia membesar bersamaku dari bulan ke tiga aku di rawat di sini. Aku mengenal suaranya, mengenali suaramu.. Hanya tadi aku keliru.. "
Oh Tuhan.. Sungguh, ada bahagia yang menghentam dada Jaehyun. Bahagia yang tidak dapat digambarkan. Sungguh, dewi fortuna menyebelahinya hari ini.
Jisung terjaga dan orang pertama yang berada di depannya adalah Doyoung.
" Mmaa.. maa.. ma.. ma.. Mama.. "
" Oh! Perkataan pertama yang sempurna!! ", pekik Ten gemas.
Jisung menggapai ibunya dan mulai mencari nipple Doyoung. Asi kegemarannya masih ada dengan bukti kaos Doyoung mulai basah.
" Pelan pelan baby Sungie.. Kau bisa tersedak nanti.. "
Jisung hanya tertawa sambil menunjukkan senyum lebarnya. Dia bahagia melihat ibunya sembuh.
Jaehyun memeluk erat tubuh namja kelinci tersebut, seakan melindunginya daripada semua yang akan mendatang.
Jaehyun enggan kehilangan Doyoung untuk kedua kalinya, cukup dia terlepas pegangan Doyoung dan menyebabkan dia terluka.
Image Doyoung tercampak ke pembahagi jalan dan bermandikan darah masih segar di ingatannya, bahkan bagaimana malaikat kecilnya berjuang untuk hidup.
Jisung menerima impak dari hentaman kereta orang asing yang menabrak Doyoung, dia lahir sebagai seorang anak yang lambat berbicara.
Perkataan pertamanya adalah " Mama " dan ianya terucap saat dia sudah menginjak umur dua tahun.
" Izinkan kebahagiaan ini kekal.. "
Jaehyun hanya mampu berkata di dalam hatinya, surai cantik Doyoung dicium berulang kali. Bahkan Johnny turut menangis, dia bahagia adiknya mulai tersenyum dan tertawa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hansol memecahkan cermin kaca di hadapannya. Dia benci kerna gagal mencari anak kesayangannya.
Kran air yang terbuka di biarkan, ada rasa kecewa tersimpan di dadanya saat semua hacker yang dipanggil tidak menemui Kenta.
" Lord.. Hanya Kenta satu satunya penopang hidupku saat Yuta dibawa pergi.. "
Hansol menatap jam di dinding, waktunya tersisa 24 jam untuk mendapatkan Kenta tanpa melukai Jaemin mau pun Doyoung.
Hansol bukan seorang pria bejat yang rela menikam belakang seorang sahabat demi orang lain. Mereka semua tersakiti.
" Cari mereka sehingga ke temu Choi Minho!! "
Minho mengangguk!
Siap untuk menjalankan perintah dari Hansol, Heechul dan Siwon bahkan tidak tidur kerna mencari Kenta.
Hansol.. Aku harap kau bisa bersabar dan tanganinya dengan kepala dingin.. "
Ucapan Heechul mendapat delikan dari Hansol, " Bicara apa kau Hyung? "
" Aku tahu kau terfikir untuk mendapatkan Doyoung ataupun Jaemin demi Kenta.. "
Mata Hansol membulat, dia menelan ludah.
" For fucking God sake, you ain't do it bastard!! You will be same with them if you choose to bring Doyoung or Jaemin along! "
Itu suara Siwon, Siwon akan menegurnya di dalam bahasa asing saat dia mulai berantakan.
" Aku memang tidak mempercayai Tuhan itu ada, tapi Jesus.. Kau berfikir sehingga ke tahap itu? Tiada yang untung, malah Taeyong tertawa saat mendapatkan mereka tanpa perlu menyakiti.. "
Hansol terduduk, teguran Heechul dan Siwon menyadarkannya dari fikiran bejatnya!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Mama!! "
Jisoo tertawa sebaik sahaja mataharinya memanggilnya manja.
" Iya Jaemin sayang.. Kau mau apa huh? "
Jaemin menggeleng dan memilih untuk menghirup bau harum vanilla yang menguar dari tubuh Jisoo.
" Kau ini seperti koala Jaemin, Mama harus bersiap sayang.. "
" Tidak.. Di sini.. "
Jisoo aneh, " Ada apa dengan matahariku hari ini? "
Jaemin mau Mama di sini? Menemanin Jaemin? "
" Ehem!! Mama, Jaemin, Han Imo.. "
" Jaemin mau bermain bersama Mama dan Jeonghan Imo di sini?? Jaemin nggak mau Mama pergi?? "
Jaemin mengangguk. Bicaranya mulai tidak jelas saat dia mendengar kata bahawa Himchan akan menghukumnya. Chanyeol sudah berusaha sehabis baik untuk memulihkannya, namun tetap Jaemin bungkam.
" Jisoo yaa.. Ayo, kita harus pergi.. "
Jaemin mencebik dan Jisoo tersenyum, " Ayo, Mama bilangin kepada Imo supaya tidak pergi eoh.. Kau harus tetap tersenyum matahari Mama.. "
Jisoo mendukung tubuh Jaemin dan dia mendekati Jeonghan, " Hannie.. Ada sesuatu yang matahari kita ingin bicarakan.. "
Jeonghan menatap mata Jaemin, dirinya tenang saat melihat mata cantik tersebut. " Apa dia Jaem?? "
Jaemin menunjuk Jeonghan, dirinya sendiri dan Jisoo kemudian lantai.
" Ahh.. Mataharinya Jisoo Mama ingin tinggal di sini? Bermain bersama Mama dan Imo? "
Melihat anggukan antusias Jaemin, Jeonghan tergelak. " Baik Angel, tapi Imo harus berbicara dulu dengan doktornya.. Kau mengerti? "
Jaemin mengangguk dan dia mulai meronta, meminta di lepaskan. Jisoo melepaskannya, dan Jaemin mulai berlari kecil.
" Jeonghan, bagaimana aku akan melepaskannya kelak?? Aku semakin menyayangi dia.. "
Jeonghan memegang erat tangan Jisoo, " Berusahalah menjadi Mama yang terbaik untuknya.. Mungkin saat dia sudah besar, dia akan kembali mencarimu.. "
Jeonghan mengerti pria cantik di hadapannya merindukan kehangatan sebuah keluarga, dan itulah yang Jaemin lakukan saat dia muncul di panti asuhan milik Leeteuk.
Jisoo mulai tertawa tulus dan seringkali dia memergoki Jisoo menemani Jaemin sehingga berakhir mereka berdua tidur di katil yang sama.
Punat telefon ditekan dan seperti biasa jika Jaemin berulah manja, maka doktornya akan mampir ke rumah.
" Baik Han.. Aku akan ke sana, pastikan Jaemin dalam keadaan yang baik saat aku sampai.. Kalian juga.. "
" Iya akan aku pastikan Hae Hyung.. Jaemin manjanya akut sekali hari ini.. "
" Baik.. Aku tutup dulu.. Dalam waktu 30 minit aku akan sampai.. "
Bunyi klakson kedengaran dan Jisoo membuka pintu, " Ohh Hae Hyung.. Silahkan masuk Hyung.. "
" Dokter!! "
Donghae mendepakan tangannya saat dia menyadari Jaemin berlari mendapatkannya.
" Kau merindukan aku Jaem? "
" Hngg! Loli! "
Donghae mengeluarkan sebatang lolipop untuk Jaemin, makanan favorite Jaemin setiap kali dia datang bertandang.
" Kau harus memberus gigimu setelah ini Hong Jaemin.. "
Jaemin mengangguk lucu, dia mendiamkan diri di atas riba Donghae.
Donghae tersenyum saat tiada yang salah dengan pasiennya, hanya Jaemin masih takut untuk berbicara.
" Jaemin kalian baik baik saja, usahakan untuk membawa dirinya keluar. Bawa dia ke taman bermain dan lepaskan dia bermain bersama anak anak sebayanya.. "
Jeonghan mengangguk, dia yakin Jaemin akan sembuh. Jaemin aslinya pintar berbicara hanya sekarang perkataan yang di keluarkan adalah kata demi kata.
Tawa Jaemin terus menemani hari mereka bertiga tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang asyik memerhatikan gerak geri mereka sedari tadi.
" Aku menemukan Nakamoto Jaemin boss.. Dia ada di sini bersama pria bernama Jisoo dan Jeonghan.. "
Taeyong tertawa puas di sebalik telefon. Anak kecil yang diincar ditemui akhirnya.
" Kerja yang bagus.. "
.
.
.
.
.
.
.
Yutamochie : Lucifer? Siapa Lucifer akan didedahkan seiring dengan jalan cerita ini.. Makasih udah read and review.. :) Silahkan enjoy chapter barunya..
Johntenny : Yep! Mereka sudah bertemu di chap ini.. Kenta dan Yuta, hanya tinggal Jaemin yang masih belum bertemu Yuta.. Makasih udah read and review.. Silahkan enjoy chapter barunya.. :)
.
.
.
.
.
TBC
LASTLY
LOVE Y'ALL
