Part 10

(SANG UZUMAKI)

Disclaimer : Mashasi Kishimoto

By : Near

DI RUMAH UZUMAKI NARUTO

" Sakura-chan ayo Makan…Kaa-san sudah masak" Panggil Naruto dengan suara super merdu nya.

"…."

"SAKURA CHAN" sekali lagi Naruto Tereak tak ada jawaban.

"….."

"Sakura -Chan sekali lagi kau tidak turun untuk makan aku akan telepon Teme" Suara Naruto kini Sudah semakin terdengar seperti ancaman.

"Hmmmmm, Sakura-chan kenapa tak biasanya seperti ini" gumam Naruto kini mulai beradu argumen dengan batinnya." Hmm… lebih baik ku susul saja dia"

Kemudian Naruto pergi menuju kamar adiknya itu yang berada di lantai 3, memang kalo pake logika jarak memanggil dari lantai 1 sampai 3 masih bisa di dengar walau samar2, apa lagi yang manggil Naruto, nggak runtuh aja rumah dari Namikaze Minato aja dah syukur.

Tok Tok Tok

"Sakura chan ayo makan"

Cklek

kemudian Naruto membuka pintu kamar adiknya yang tidak terkunci.

"Hah, Sakura-chan, kau kenapa ?" dilihatnya sang adik tengah termenung melihat Monitor laptop nya menatap foto Ia bersama Sasuke dan Gaara.

"Nii-chan,sejak kapan di sini" sahut Sakura.

GUBRAK

Kemudian NAruto Gubrak tidak elitnya, pantesan adiknya tidak mendengar suara panggilan khas uzumaki nya ternyata sedang menggunakan Headset merah muda yang di sumbaat di telinganya.

"Hei hei , aku dari tadi memanggil mu dibawah, tapi tidak ada jawaban, makanya ku susul,.. oya,ngomong2 kenapa kau dari tadi melihat foto mereka ? Apa kau punya Masalah dengan Sasuke ?" Tanya NAruto.

"Ng… Nggak ada kok, ayo kita makan" sambil beranjak dari kursi belajarnya.

"Bohong, kau pasti ada masalah, aku kakak mu aku pasti tau raut wajah adik ku senag atau tidaknya" Tutur Naruto

BRUK

Kemudian Sakura Ambruk ke dalam pelukan Naruto, dengan mengeluarkan bening mata yang menghiasi Emerld nya. Sehingga Si Mata Safhire itu hanya merasakan kegelisahan yang di alami adiknya.

" Ceritakan padaku Sakura Chan" bujuk Naruto

"Ng… Naruto " sapa Sakura dan kemudian ia bangkit dari pelukan kakak nya dan menghapus air matanya.

"Hm"

"Naruto-Nii, bagaimana dengan keadaan Gaara-Kun"

DEG

NAruto terkejut dengan pertanyaan adik satu-satu nya itu. Tidak biasanya dia menanyakan laki2 lain selain Sasuke.

"Hn, Sakura chan apa yang kau bicarakan, kalau sasuke mendengar dia pasti marah heheheheh" sambil memasang senyum khas 5 jari milik Naruto ia tergelak.

"Aku, hanya ingin tau kabarnya saja" Jawab Sakura.

"Hmmmm, Sakura chan, bukannya kau sudah tau mengenai dia, kalian kan jumpa setiap hari di kelas" jawab NAruto dengan mulut maju ke depan.

"Apa dia mempunyai Wanita yang ia sukai Naruto-Nii" tanya Sakura

"Etto…hmmm kalau itu…" Naruto menjawab dengan ragu2.

"Hmm tidak biasa nya Gaara dingin kepada ku"

"Sakura chan, apa kau lupa kejadian 2 tahun lalu yang mengancurkan hatinya" Tanya NAruto dengan mata terpejam sambil ambruk ke kasur adiknya yang lumayan besar.

"Maksud mu ?"

"Kau menolaknya Sakura chan, lagi pula kau memilih Teme, menurut ku semenjak itu dia mulai bersikap dingin pada mu dan menjauhi mu, karena tak ingin menyakiti Teme, lagi pula kau bahagia dengan Teme "

"I- Itu" Sakura mulai menyadarinya.

"Sakura-chan, kenapa kau mulai menyadarinya sekarang, setau ku sudah dari dulu dia begitu gara2 kau dengan Teme, lagi Pula dia mulai membuka hati nya untuk si bungsu Uchiha" Jawab NAruto.

"Hah, maksdnya Sora-chan"

"(Naruto ngangguk-ngangguk), LAgi pula Teme mengizinkannya menyukai adiknya. Karena Teme sudah merasa bersalah selama ini tentang hubungan kalian. Kalau menurut ku itu wajar dalam persaingan ada yang kalah dan menang, Lagi Pula" Kata2 Naruto terputus.

"Lagi pula Kenapa?" Tanya sakura merasa Penasaran.

"Lagi pula Cinta Gaara kali ini kelihatannya lebih besar dengan Sora dari pada dengan mu dulu"

"Lalu"

"Waktu siang tadi kami di atap gedung, aku, Teme, gaara dan Shikamaru berkumpul, dan menyaksikan perdebatan Sasuke dan Gaara, diantaranya tidak ada yang mau mengalah, terlebih Sasuke menyuruh Gaara menjauhi Sora, Alhasil Gaara bertekad tidak mau menjauhinya"

"begitukah" Raut wajah Sakura tampak mulai sedih.

"KAu kenapa katakan jujur padaku" Ucap Naruto yang merasa heran dengan adiknya sekarang.

"Hmmm.. Tidak ada Nii-chan hanya saja aku merasa kehilangan sosok Gaara-kun"

"Tapi kau sudah ada Sasuke kan, sudah lah Sakura chan biarkan Gaara bahagia, Toh kau memilih Teme kan"

"(Sakura mengangguk)"

"Sudah lah ayo kita makan, Tou-san dan Kaa-san sudah menunggu." ajak Naruto sambil menarik tangan adiknya

"AKU MENYUKAI GAARA-KUN JUGA KAKAK" tiba2 saja Air mata Sakura berlinang setelah apa yang ia katakan pada NAruto barusan.

"hem, Sakura chan, kau tidak boleh seperti itu, Kau harus memilih, sekrang kau memilih sasuke, kau tidak boleh memilih ke2 nya" Nasihat Naruto pada adiknya.

"Tapii….."

"Hem, lebih baik setelah makan kau fokus belajar mu Sakura chan, beberapa bulan lagi kita UAN, Ayo mkan aku sudah lapar" Kemudian NAruto pergi duluan dan meninggalkan adiknya. Di dalam hati Naruto dia merasa iba dengan perasaan adiknya sekarang yang tengah dilema.

.

.

.

DI RUANG MAKAN

uhuk uhuk uhuk

" ya Ampun anaj ini kau seharusnya hati2 kalau makan Naruto" ujar Kushina pada anak laki-laki satu2 ya itu.

"Aku lapar Kaa-san, seharian banyak tugas yang memenuhi kepala ku" Jawab Naruto asal asalan.

" Bagaimana dengan sekolah mu Naruto Sakura" tanya minato pada ke 2 anaknya.

"Baik Tousan" Ucap sakura dengan sendu.

" Kau kenapa sakura apa kau sakit ?" Tanya Minato

" Tidak Tousan hanya sedikit lelah saja" JAwab sakura.

"Oiya Naruto katanya Sora anak dari Fugaku Uchiha sudah kembali ke Konoha?" Tanya Minato

"Iya Tou-san , sekarang ia 1 sekolah dengan kami , bahkan 1 kelas" Jawab Naruto sambil melahap hidangan penutup kue Kukus rasa Jeruk khas buatan Khusina.

"hemmm, begitu ya, Kalau begitu Tou -san harus bertemu dengan nya" Ujar Minato

uhuk uhuk ( nAruto tersedak)

"Untuk apa Tousan" Tanya sakura.

"Dia anak yang baik Sakura sayang" Ucap Khusina

" lalu apa hubungannya" Kini Otak Naruto mulai sedikit nyambung dengan pembicaraan keluarganya.

"Hem, Kalian waktu itu tidak tau, 2 Tahun yang lalu akibat melindungi Klan Uzumaki di Sunagakure dan Kirigakue, dia Hampir Tewas, Ayah sebagai Pimpinan Klan Uzumaki waktu itu hampir putus asa, tapi semenjak ada Sora berjuang dan bertempur dengan Mafia ayah sadar, dia sang Uchiha yang Klannya tidak akur dengan Klan Uzumaki saja mau menolong klan Uzumaki. walau dulu ayah pernah mendengar kabarnya dia kabur dari rumah karena membunuh pamannya yang ingin membunuh Uchiha Fugaku ayahnya" Jawab Minato panjang lebar.

"Heh, Kalau itu kami sudah tau ayah mengenai Mafia, kalau Klan Uzumaki aku tidak tahu," Jawab Naruto.

"hei, dari mana kau tau" sergah Kushina sambil mendelik mata Tajam Naruto.

"Cerita nya panjang Tousan" jawab sakura.

"Begini ceritanya ( ceritanya udah Author ceritain di chap 7)"

.

.

.

.

"APAAA" Minato kaget dengan ekspresi Khas tampannya yang baru saja mendengar cerita NAruto dan Sakura mengenai Sora membantai 2 mata2 mafia.

"Ia Tousan, Sekarang dia menjadi Pemimpin Organisasi terbesar itu" ucap Naruto pada ayahnya.

"Memang, sora dari klan uchiha begitu pesat perkembangnnya." Ucap Khusina tersenyum pada anaknya.

"Ke-kenapa begitu" Tanya Sakura dengan terbata2.

"Ya..iyalah masih umur 18 Tahun, masih kelas 3 Sma sudah menjadi Pemimpin Organisasi Terbesar seperti itu" Ucap Kushina sambil mendelik anaknya.

"Jadi kaasan ingin aku dan Sakura menjadi seperti itu" Ancam NAruto sambil memberi deathglear pada Kaa-san nya.

"Eiiittt JJAANNGAAANNNN !" Teriak Minato.

"heh, kenapa Tousan" Tanya Sakura

"Kalian salah, sebenarnya dia tidak bahagia dengan posisi seperti itu, sebenarnya yang ia inginkan hanya hidup Normal seperti kalian tapi, karena Mengenai Keluarga dan Klan ia harus seperti itu" Tutur Minato menyudahi makan malam bersama keluarganya.

"Heh, dari mana Tou-san tau" Tanya naruto.

"Heheheheh iya ia lah diakan cerita ma kaa-san mu waktu perdamaian dan membentuk aliansi antara Uzumaki dan Uchiha" gelak Kushina dengan Bangga nya.

"Hemmm, begitu ya, aku jadi kasihan dengan Sora" Ucap Sakura lirih.

"iya, aku pun begitu, menjadi seperti dia tidak akan bisa hidup tenang, selalu banyak fikiran, di tambah lagi musuh banyak mengincar nyawanya" desih Naruto mulai merunduk sambil menggenggam sendok makan yang iya pegang sebagai pelampiasan perasaannya.

"Baiklah Makan malam kali ini kita sudahi, sakura bantu kaa-san mencuci piring, sementara Naruto bersihkan meja, dan Suami ku tersayang kamu Istrahat ya" Ucap Kushina dengan senyum termanisnya.

"Kaa-san tidak adil" rengek Naruto

"Kalau begitu aku tidak akan memasakan ramen buat kau Lagi Naruto" gertak Kushina.

"Haik..Haikkk" ucap Naruto dengan wajah cemberut nya.

Kemudian sambil membersihkan Meja Naruto masih terbayang wajah Sora saat di tampar di Pantai malam itu, dia merasakan beban begitu berat di pundak Sora, Tapi mengenai itu hanya ayah sora dan Ayah Naruto dan petinggi Organisasi yang tau, 'hemmm ini sungguh tidak adil' bati Naruto berkecamuk, Usai membersihkan meja di bukanya kembali laptop nya dan dilihat foto saat liburan waktu itu. Dilihatnya Foto Sora dan Gaara yang memakai baju couple dadaka itu menjadi sorotan teman2nya, dan dilihat semburat merah di pipi onyx uchiha itu.

" Kau, begitu Tegar Sora-chan" gumam naruto, kemudian mematikan laptopnya dan merebahkan tubuhnya ke kasurnya.

"Hem, kira2 apa yang akan terjadi besok, ' Gumam Naruto sambil memejamkan mata Safhire nya , perlahan-lahan hingga ia tertidur.

to be continued