Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto & High School DxD © Ichie Ishibumi.
Rate : T (semi M)
Terinspirasi dari WN Kuma Kuma Kuma Bear dan LN Infinite Dendrogram.
"Aku mau sarapan-kuma~!"
Terhadap permintaanku, Vivin yang berdiri dibalik meja penerima mengangguk dan masuk ke dapur. Aku sudah memikirkannya semalaman mengenai hubungan senjata unik dan [Embryo]. Hasil yang kuterima adalah ... TIDAK ADA.
Terserahlah, entah itu senjata unik atau [Embryo], informasi yang kupunya terlalu sedikit jadi mengabaikannya sampai menemukan petunjuk lebih lanjut harusnya tidak apa-apa.
Lagi pula tidak ada kabar mengenai pengguna senjata unik selain keluarga kerajaan. Tapi jika senjata unik sama dengan [Embryo], apakah mungkin keluarga kerajaan adalah master (sebutan pemain di dalam game) sama sepertiku? Itu mustahil. Mungkin.
Kemungkinan ada orang lain yang di bawa kesini selain aku sangat kecil. Tapi tidak peduli sekecil apa peluangnya, itu masih mungkin terjadi mengingat aku sudah mengalami keadaan 'mustahil' dimana aku dipindahkan ke dunia lain.
"Ini sarapannya, Kuma-san."
"Terima kasih Vivin-chan, tapi namaku Naruto."
"Aku menerti kok Kuma-san."
Bagian mananya yang kau mengerti!?
Tanpa menghiraukan Vivin, aku memakan sarapan yang terdiri dari roti, sup, susu, dan apel. Ini sederhana dan sebenarnya aku kurang puas karena terbiasa memakan nasi. Tapi menjadi manja tidak akan mengubah apapun.
Setelah berburu Wyver kemarin, levelku naik dan aku mendapatkan skill baru. Kupikir ini adalah saat dimana skill profesiku muncul, tapi ternyata tidak.
*Ding
Appraisal
Kemampuan mengindentifikasi benda-benda di sekitar dan menjelaskannya dengan informasi yang jelas bagi caster. Ruang lingkup yang dapat diidentifikasi sangat luas. Tapi item dengan peringkat sangat tinggi tidak mungkin di periksa tanpa adanya kondisi tertentu.
*Ding
Set Sarapan Dragon Breath Inn
Satu set makanan yang memenuhi kebutuhan tubuh secara umum. Meskipun ini standar sarapan di semua penginapan, karena bahan-bahan yang digunakan dalam kondisi sangat bagus, manfaat lebih banyak bisa di dapatkan.
Efek :
Meningkatkan stamina sebesar 5% selama 6 jam.
INI ... INI SANGAT BERGUNA!
Bukankah ini skill curang? Mengidentifikasi berbagai item dan kegunaannya!? Sh*t, ini bahkan lebih berguna dari pada skill kombat!
Aku sudah membaca buku sihir dan bertanya pada beberapa orang, tapi kemampuan untuk mengindentifikasi sesuatu tidak umum di sini. Untuk mempelajari suatu yang baru, mereka harus melakukan percobaan yang sangat banyak sampai beberapa generasi. Waktu yang dibutuhkan teramat lama karena mereka memikirkan banyak resiko seperti kematian, wabah, penyakit, dan kutukan. Itu membuat mereka takut sehingga penelitian sering memakan waktu lama dan kadang kala tanpa membuahkan hasil.
Adapun setelah penelitian itu selesai, pengetahuannya hanya akan dibagian kepada para eselon atas. Rakyat memang akan diajarkan, tapi tak lebih dari 10% dari total keseluruhan. Bagaimanapun, mengatur rakyat bodoh dan rakyat pintar, bangsawan lebih memilih punya rakyat bodoh karena mudah di manfaatkan.
"Vivin-chan, apa disini ada nasi?"
Jika set sarapan sederhana bisa menaikkan stamina, bagaimana dengan nasi dan lainnya? Aku ingin tahu, ini tidak ada hubungannya dengan aku ingin makan nasi, jelas-jelas tidak. Tapi di dalam menu tidak ada sesuatu yang berhubungan dengan nasi, dan selama 4 hari aku menginap disini, aku belum melihat satu pengunjung pun yang memesannya.
"Nasi?"
"Biji-bijian berwarna putih yang jika di masak menjadi lembut."
"Oh aku tahu!"
Sungguh? Ada nasi?
"Disini tidak ada nasi, Kuma-san."
Tidaaaaaaaaaakkk~!
"Tapi jika aku tidak salah ingat, negri di seberang laut terkadang membawa nasi bersama mereka."
"Negri di seberang laut?"
"Nah, aku hanya dengar dari pedagang yang menginap, seperti 'biji-bijian yang ada di seberang laut akan menjadi sangat lembut ketika memasaknya dengan air' atau sesuatu semacam itu."
Itu terdengar seperti nasi.
Ini sangat bagus, aku harus mencatatnya selagi ingat.
Note 1 : Ada biji-bijian lezat di seberang laut, kemungkinan besar adalah nasi. Jika ada kesempatan harus mendapatkannya.
Oh iya, aku lupa menulis petunjuk yang kupunya sekarang.
Note 2 : Kemungkinan besar [Embryo] adalah senjata unik dan keluarga kerajaan adalah pengguna senjata unik.
Ini baru sempurna!
"Tentang pedagang-pedagang ini ... apakah Vivin-chan tahu bagaimana cara menemui mereka-kuma?"
Vivin menggeleng, "Mereka datang ke sini untuk menginap, tapi waktu mereka datang sangat acak. Terkadang seminggu, kadang juga satu bulan."
"Terdengar sulit menemuinya, apa Vivin-chan tahu siapa namanya-kuma?"
"Ya. Namanya adalah Hermes! Dia laki-laki yang tampan dan berkarisma hahhh~~"
Oi oi, kau baru 10 tahun.
"Ah-haha ... aku akan mengingatnya. Jika Vivin-chan melihat Hermes lagi, beritahu aku oke?"
"Baik. Tapi apa Kuma-san akan membeli nasi itu?"
"Ya."
"Woo~"
"Eh, kenapa-kuma?"
"Tidak, hanya saja nasi harganya cukup mahal. Hermes-san hanya membawa beberapa di dalam gerobaknya, dan itu dijual pada para bangsawan. Bagi Kuma-san untuk membelinya ..."
"Ha-Harganya mahal-kuma?"
Jika terlalu mahal, ini akan menuras kantongku!? Bagaimana mungkin beras jadi sangat mahal? Ahhhh!
"Iya. Mereka hanya di dapatkan dari negara lain. Dan setiap barang dagangan yang memasuki suatu kota atau pelabuhan, mereka akan dikenakan tarif pajak sesuai ketentuan kota yang dilewati. Tentu saja, jika Naruto-san mendapatkan dari tempat asalnya, aku pikir itu akan lebih murah."
"Terimakasih Vivin-chan~!"
"Um ya, sama-sama."
Aku sedikit menyadari, sepertinya Vivin juga punya sesuatu yang ingin dikatakan.
"Apa ada sesuatu-kuma?"
"Itu ... apa boleh aku memeluk Kuma-san?"
Bingung, aku memiringkan kepalaku, "Memelukku?"
"Iya, karena Kuma-san kelihatan sangat lembut."
Ah, kostum beruang ini!
"Ya, boleh-kuma."
Vivin dengan semangat melompat untuk memeluk kostum beruangku. Walau aku tidak memiliki kontak secara langsung, perasaan seseorang yang memelukku sangat nyaman. Yah, tapi dia anak kecil, jadi anggap saja ini seperti hiburan untuknya.
Ting~!
Gulp!
Ha-hawa membunuh apa ini!? Asalnya dari dapur!
Aku melihat ke dapur. Di sana,
Apa dia pemilik penginapan? Tunggu, hawa membunuhnya berasal dari dia!
Sesudahnya, aku pergi menuju toko senjata.
Setelah pertarungan kemarin, aku sadar bahwa variasi seranganku sangat terbatas. Dan meskipun memiliki kostum OP yang meningkatkan stamina, serangan, dan pertahanan, aku tidak bisa memanfaatkannya secara penuh jika terus melakukan serangan jarak jauh.
Jadi aku memutuskan untuk mendapatkan senjata cadangan selain Baldr.
Ketika aku sampai di toko yang direkomendasikan oleh Vivin. Seorang lelaki pendek dengan bangunan tubuh yang penuh otot duduk di depan bengkel blacksmith. Ini tempat dimana mereka menjual senjata-senjata bagus kan?
Aku dengar dia adalah Dwarf ... Wow! Jika ada dwarf, itu artinya ada Elf! Jika aku bisa melihat Elf walau sekali, aku tidak keberatan tidak dapat melakukan sihir bola api!
"Permisi ..."
Dwarf itu menoleh padaku dan berkata, "Bukankah ini Kuma-san?"
Bahkan orang asing memanggilku Kuma!?
"Namaku Naruto, bukan Kuma-san."
"Hahahaha~ Bahkan jika namamu adalah Naruto, Kuma-san lebih mudah untuk diingat. Namaku Berlin, jangan sungkan padaku. Apa yang kau perlukan hari ini? Aku bisa memperbaiki senjatamu tapi maaf, aku tidak menerima pesanan pembuatan senjata sekarang."
"Libur-kuma?"
"Begitulah. Karena monster muncul di tambang yang menjadi sumber biji logam kota, aku dan rekan-rekan sesama penempa tidak bisa melakukan pekerjaan kami."
Seharusnya ini menjadi Quest, entah itu untuk Guild Petualang atau tuan kota sendiri.
"Apakah tidak ada yang mengirimkan permintaan pada Guild petualang dan tuan kota? Jika Blacksmith tidak bisa melakukan pekerjaannya, para petualang adalah pihak yang paling dirugikan karena tidak bisa mendapatkan senjata baru-kuma."
"Yah, aku sudah mengirim permintaan ke Guild petualang sejak dua hari lalu, tapi belum ada yang menyelesaikannya karena itu adalah peringkat B. Sedangkan tuan kota, dia hanya akan menggerakkan prajurit jika petualang tidak dapat menyelesaikan Quest setidaknya 4 minggu setelah Quest diterbitkan."
"4 minggu sangat lama-kuma."
"Hahaha memang~ tapi karena Alessa tidak memiliki petualang dengan peringkat di atas C, kemunkinan besar akan ada petualang dari kota lain yang datang untuk menyelesaikan Quest. Itu lah kenapa waktu penerbitan Quest cukup lama."
"Kota ini tidak memiliki petualang di atas Rank C?"
Berlin mengelus jenggot di dagunya, "Kau pasti baru di sini."
Aku mengangguk.
"Alessa hanya memiliki petualang dengan peringkat C ke bawah. Dulunya ada banyak yang berperingkat B, tapi setelah sekian lama mereka mulai pergi dan mencari pengalaman dengan berkeliling dunia. Yeah, orang kuat punya pemikirannya sendiri jadi tidak ada yang menahannya."
Kupikir apa yang mereka lakukan benar. Memangnya jenis petualang apa yang tidak melakukan petualangan meskipun mereka disebut petualang?
"Hei Kuma-san."
"Uh-huh, kenapa-kuma?"
"Kau yang kenapa, badanmu gemetar."
"Ah maaf. Itu bukan apa-apa."
Aku terlalu bersemangat.
"Yah, jadi begitulah. Aku sekarang sedang libur."
Ugh, karena Berlin tidak bisa melakukan pekerjaannya, aku juga tidak dapat memesan senjata. Akhirnya, yang aku lakukan adalah memberikan tusuk sate daging kelinci padanya.
"Mau-kuma?"
"Terima kasih. Kau bisa duduk disini jika mau."
Belin mempersilahkanku duduk di sampingnya dan aku menurut.
Tidak ada yang bisa ku lakukan, jadi nongkrong disini juga tidak buruk. Sebagai tambahan, aku juga mengeluarkan dua gelas jus yang aku beli di kios kemarin. Dwarf terkenal karena mereka suka minuman beralkohol tapi tidak mungkin aku membiarkannya mabuk di siang bolong.
"Kenapa bukan bir?"
"Aku tidak bisa mabuk di siang hari-kuma."
"Tck, pemula!"
Walaupun mendecakkan lidah jengkel, Berlin tetap menerima jus tanpa keraguan.
"Sebelumnya aku penasaran, tapi kau ingin memesan apa?"
"Banyak-kuma."
Aku menjelaskan senjata-senjata yang ingin ku pesan pada Berlin. Dia mengangguk dengan hikmat sambil meminum jusnya.
"Itu banyak. Tapi semua pesananmu adalah jenis senjata yang normalnya ada di toko senjata biasa, kau bisa kesana dan membelinya."
"Awalnya aku juga berpikir begitu! Tapi Vivin-chan bilang senjata yang dibuat oleh Berlin-san adalah yang terbaik-kuma."
"Oh, anak perempuan John. Mereka terlalu melebih-lebihkan."
"John?"
"Pemilik penginapan. Dia agak pemalu jadi jarang muncul di pelanggan, tapi jangan membuatnya marah ... percayalah, aku sendiri tidak berani menghadapinya jika dia marah."
Dia yang memancarkan hawa membunuh tadi kan!?
"Apa dia kuat?"
"Tidak ada yang lebih kuat dari seorang suami yang sangat mencintai keluarganya. Jika kau menganggu keluarganya, niscaya John akan membalasmu hingga puluhan kali lipat."
Wo-Wow ... aku harus mengingatnya.
"Jika masalah dengan tambang sudah selesai, datanglah kemari dan akan kubuatkan semua pesananmu."
"Baik."
Aku mengangguk dan memakan tusuk sate selanjutnya.
"Oh tunggu sebentar Naruto," Berlin tiba-tiba berdiri dan masuk ke bengkel, tak lama dia keluar dengan membawa sesuatu bersamanya. "Ini adalah satu-satunya Great Sword di bengkelku. Awalnya aku akan melebur dan menjadikannya pedang lebih kecil sebagai gantinya, tapi aku akan menjualnya jika kau sangat memerlukan peralatan."
Apa yang dibawa Belin keluar adalah pedang dua sisi sepanjang 2 meter dengan lebar tidak lebih dari 30 cm, dan itu cukup tebal. Tidak ada ukiran atau ornamen yang mengindikasikannya sebagai senjata pajangan.
Itu polos, sederhana, dan dimaksudkan untuk menghancurkan lawan. Aku memperhatikan dengan seksama dan mencoba untuk mengangkatnya. Ini tidak terlalu berat.
Berlin Great Sword
Daya tahan : 200/200
Senjata ciptaaan langsung dari seorang Blacksmith berkualitas, Belin. Pedang ini dibuat dari perpaduan beberapa bijih logam dalam pelatihan Berlin untuk membuat senjata dengan daya serang dan daya tahan tinggi. Ini adalah senjata yang bagus meskipun teramat berat. Dan karena beratnya senjata ini, untuk menggunakannya diperlukan kekuatan [Stat STR] besar.
Efek : +200 STR, +20% serangan.
Persyaratan : Memiliki Stat STR tinggi
Penalti : Karena sangat beratnya senjata ini, ketika digunakan akan menurunkan 20% kecepatan.
Aku tidak merasakan beratnya karena stat STRku yang tinggi.
"Kau punya lengan yang kuat kuma-san."
"Apa seberat itu?"
"Setidaknya hampir 40 kilogram. Tidak ada orang normal yang bisa mengangkatnya dengan mudah hahahaha~"
Wtf! Bukankah itu artinya kau juga tidak normal karena bisa mengangkatnya?
"Berapa harganya-kuma?"
"Aku akan melepaskannya dengan harga 10 koin emas."
10,000 Gil?
Itu di luar perkiraanku. Harganya sama seperti 3 Bow kualitas baik atau 20 hari menginap di Dragon Breath.
"Tidak bisa lebih murah-kuma?"
"Logam sedang sulit dipasok, jadi harga senjata melonjak."
"Ugh, apa tidak ada yang bisa kulakukan untuk menurunkan harganya?"
"Mungkin ..." Berlin sejenak terdiam, lalu menggelengkan kepala. "Tidak, tidak ada yang bisa kau lakukan. Peringkatmu tidak cukup untuk melakukannya."
"Kuma?"
"Jangan pikirkan, aku hanya melamun. Jadi bagaimana? Apa kau akan membelinya?"
"Huuft, oke."
Aku melambai pada Berlin setelah memasukkan Great Sword ke dimensional storage. Membawa senjata yang panjangnya lebih tinggi dari tubuhku pasti akan menarik perhatian.
Tapi apa yang sedang dipikirkan oleh Berlin? Yah, terserahlah.
Tujuan selanjutnya adalah Guild Petualang. Aku memiliki belasan wolfie dan barang lainnya di gudang penyimpanan. Menyerahkan mereka tanpa melihat Quest akan sangat sia-sia. Siapa yang tahu, ada permintaan tinggi pada monster-monster ini kan?
.
.
.
Guild petualang di siang hari cukup lenggang, orang-orang sedang menjalankan Quest, dan akan kembali di sore hari. Aku menuju papan permintaan dan melihat Quest-quest yang tersedia.
Tujuanku adalah Quest penaklukkan Wolfe. Quest Rank F hanya memerlukan 3 ekor? Tunggu, Quest rank E juga memiliki permintaan untuk Wolfe! Dan itu memiliki jumlah dan hadiah yang lebih banyak! Tidak perlu memikirkannya lagi.
"Apakah ada Quest yang ingin kau ambil, Naruto-san?" Raynare bertanya dengan sopan dan aku meletakkan Quest yang telah ku ambil.
"Quest Rank E penaklukkan 10 Wolfe-kuma."
"Quest ini memiliki waktu seminggu untuk diselesaikan. Jika Naruto-san tidak bisa menyelesaikannya dalam jangka waktu tersebut, misi akan dianggap gagal dan akan dikenakan sanksi sebagai hukuman. Apakah itu oke?"
"Iya-kuma."
"Kalau begitu, ingatlah untuk tidak mati."
"Baik-kuma. Aku memiliki 10 wolfe bersamaku sekarang-kuma."
"Apa?"
"Kenapa?"
"Tidak, dimana wolfe-wolfe itu?"
"Di gudang penyimpananku."
"Tunggu Naruto-san, kau menyimpan 10 wolfe di gudang penyimpananmu? Kau sedang tidak bercanda denganku kan?"
Aku memutar mata bosan, siapa juga yang bercanda.
"Aku bisa mengeluarkannya disini jika kau mau."
Agak cukup lama Raynare melihatku dengan iris hitamnya. Matanya bukan seperti wanita kebanyakan, dan aku menemukan itu cukup intens. Jika aku tidak salah mengira, bukankah itu seperti dia sedang menyelidiki aku?
"Tidak perlu, tolong ikut aku."
Raynare keluar dari meja resepsionis dan berjalan ke pintu yang berada di samping, aku mengikutinya memasuki bangunan yang digunakan sebagai tempat pembongkaran. Ah, tempat ini dinamakan bagian dissmantle.
Bagian depannya tidak terlalu luas karena digunakan sebagai tempat pendaftaran dan pembayaran, tapi setelah tiba di ruangan belakang aku sadar betapa lapangnya tempat ini.
"Oh Raynare-chan! Apa yang kau perlukan hari ini?"
"Jangan mamanggilku -chan, Baraqiel-san."
Oh, ada paman genit!
"Naruto-san ingin memberikan buruannya dan karena ini adalah pertama kali dia kesini, jadi aku menemaninya."
Merespon jawaban Raynare, paman genit melihat ke arahku dengan mata sipitnya. Hei hei ... aku normal bro!
"Aku mengerti, jadi ini panduan untuk pemula," Baraqiel-san melirik pada Raynare dengan senyum jenaka, "Sangat jarang Raynare yang sombong ini mau membawa pemula bersamanya."
Duak! Ohok!
"Ap-apa yang kau-"
Ohok! Ohok!
"I-Ini kekerasan di te-tempat kerja ..."
Duak! Duak! Ohok Ohok!
"Aku minta maaf. Jadi tolong-"
Duak! Duak! Duak! Ohok! Ohok! Teng!
"Baik Naruto-san, tolong keluarkan wolfe yang telah kau buru."
Tungu tunggu tunggu Raynare-san! kenapa kau bisa tersenyum setelah menghajarnya? Dan paman, kenapa kau tidak bergerak? Kau tidak mati kan?
"Tentang paman itu ..."
Raynare tersenyum lebar padaku, tapi matanya tidak.
"Tolong keluarkan buruanmu."
"BAIK!"
Aku mengeluarkan sepuluh Wolfie sesuai dengan isi permintaan. Untuk Ular melompat (Nama sementara) dan wyver, aku masih memikirkan untuk mengeluarkannya atau tidak. Dari buku monster yang ku beli kemarin, tidak ada yang menyebutkan tentang ular lompat dan wyver, jadi aku tidak tahu peringkat apa mereka.
"Kau punya gudang penyimpanan yang besar Kuma-san, apakah itu tidak membebanimu?"
Paman mesum kapan kau hidup kembali? Dan namaku Naruto! Bukan Kuma-san!
Aku memiringkan kepalaku, "Membebani?"
Baraqiel menatap lurus padaku, lalu beralih pada Raynare di sampingnya. Wajahnya seperti memiliki puzzle yang sulit disana, menampakkan kebingungan yang tidak aku mengerti.
"Oi oi Raynare ... siapa orang ini? Kenapa kau tidak menyebutkan padaku sebelumnya?"
"Namanya Naruto, aku sudah mengatakannya sejak tadi."
"Naruto Naruto ... aku seperti pernah mendengarnya."
"Dia orang yang menghajar Dobarine tempo hari."
"AH! Benar, Naruto yang itu! Tapi kenapa memakai kostum beruang?"
"Bukankah kau sudah mendengarnya? Dobarine menganggu Naruto-san karena dia memakai kostum beruang."
"Iya benar, aku ingat sekarang."
Asal kalian tahu saja, aku masih disini.
"Kembali ke pertanyaanku sebelumnya. Apak kau tidak terbebani karena menggunakan gudang penyimpanan?"
Aku menoleh pada Raynare, dia sepertinya paham akan maksudku dan menjelaskan.
"Gudang penyimpanan adalah sihir ruang yang tidak populer. Selain manfaat karena bisa membawa barang dengan mudah, memiliki barang terlalu banyak akan membuat mental pengguna terbebani dan akan berakibat fatal di dalam pertempuran. Dari pada menggunakan sihir penyimpanan, orang-orang lebih suka menggunakan item penyimpanan karena memiliki kapasitas lebih besar tanpa membebani pengguna."
Jadi begitu.
"Tidak membebani, apakah itu masalah-kuma?"
Baraqiel menggaruk kepala belakangnya, "Bukannya masalah sih, tapi sangat jarang yang menggunakan gudang penyimpanan karena beban mentalnya. Naruto-san kelihatan tidak memiliki masalah mengenai beban mental ini, jika tidak keberatan ... apakah bisa aku mengetahui ukuran maksimal sihir penyimpananmu?"
...
...
...
BAGAIMANA AKU MENJAWABNYA!?
Apakah satuan pengukurannya sama? Bagaimana jika itu tidak sama? Tunggu, aku punya skill bahasa dunia lain! Mungkin saja mereka memiliki satuan yang sama dengan 'meter' disini!
Tapi apa tidak apa-apa memberitahu kapasitas penyimpananku? Mereka mungkin saja mengesploitasiku. Aku juga tidak tahu bagaimana kepribadian Baraqiel dan Raynare ... tunggu, Raynare adalah S. Tidak ada kesalahan.
Jika aku memberitahu mereka, mungkin saja masalah yang merepotkan akan mengikuti. Dan meskipun aku memberitahu mereka, aku sendiri juga tidak tahu kapasitas maksimum penyimpananku!
"Maaf paman, aku tidak bisa memberitahumu-kuma."
Lebih baik aman daripada celaka. Bagaimana mereka menerima jawaban tersebut tidak ada hubungannya denganku.
"Pa-paman?"
"Pffft~"
"Apakah aku salah lagi-kuma?"
"Jelas! Bagian mana yang membuatku terlihat seperti paman-paman!?"
"Semuanya-kuma."
"Pfff ufu ufu~"
Kenapa kau tertawa Raynare?
Paman mesum jatuh tertunduk membentuk pose orz, "Aku baru 29 tahun ... 29 tahun ... 29 tahun ... 29 tahun ..."
"Itu sudah cukup umur untuk disebut paman-kuma."
"Tapi aku belum menikah Kuma-san ... hiks!"
"Tolong ingat umur! Bagaimana mungkin kau menangis dengan ingus di hidungmu saat umurmu hampir kepala tiga-kuma!?"
"Huwaaaa~ Hidup memang tidak adil huaaa~"
"Pwahahaha~"
Apa yang terjadi? Kenapa jadi begini? Dan Raynare, jangan tertawa di atas kesedihan orang lain!
Beberapa saat kemudian ...
"Jadi semuanya ..."
"Oh benar-kuma."
"Ada apa Naruto-san?"
"Aku ingin menyerahkan monster lain, apa tidak apa-apa?"
"Kau masih punya sesuatu di gudang penyimpananmu?"
Aku mengangguk pada pertanyaan Baraqiel.
"Jika itu monster seperti wolfe maka tidak masalah. Aku tidak akan heran jika ada satu atau dua wolfe lagi di penyimpananmu."
Secepat itu kau beradaptasi? Paman mesum, kau mengerikan.
Aku mengeluarkan seekor wyver yang kubunuh kemarin.
Bruukk!
Eh?
"APA-APAAN INI!?"
Seblum aku menyadarinya, Baraqiel sudah jatuh di lantai dan Raynare menunjukkan ekspresi yang sangat terkejut. Tak berbeda dengan keduanya, pekerja serikat yang bertugas di sekitar juga menunjukkan kondisi yang tidak berbeda.
Tunggu dulu, ada apa lagi ini?
"Demi para dewa, Naruto-san ... kau ..."
Jangan bilang padaku bahwa wyver adalah ... hewan suci di sini!? Astaga, apakah aku mengibarkan Death Flag.
"Raynare! Jangan diam saja, cepat panggil Azazel!" Baraqiel berteriak keras pada Raynare yang membuatnya bangun dari keterkejutannya. Mengikuti perintah Baraqiel, dia melesat pergi dengan kecepatan tinggi.
"SEMUA ORANG DILARANG MENINGGALKAN AREA DISSMANTLE! JIKA KETAHUAN AKAN DIJADIKAN BURNONAN GUILD ADVENTURE!"
Eh? EEEh? Eeeeeeeeeeeh!?
Apa yang terjadi!?
Wyver sungguh hewan suci disini!? Mati aku!
Baraqiel berbicara pada salah seorang pekerjanya lalu menuju ke padaku, "Naruto-san, bisa kau ikut denganku?"
"Ap-apa aku akan ditahan-kuma?"
"Tolong, untuk saat ini ikut saja. Aku akan menjelaskannya."
Aku mengikuti Baraqiel dan kami masuk ke ruangan yang sepertinya berfungsi sebagai ruang tamu. Suasananya cukup tegang, tapi tak lama setelahnya Raynare datang bersama dengan Azazel. Ekspresinya benar-benar buruk.
Jika keadaan terus berlanjut, kupikir Azazel akan punya pobia beruang pada akhirnya.
"Katakan padaku, ini bukan candaan kan?"
"Kau bisa melihatnya sendiri di ruang dissmantle jika tidak percaya."
"Sigh~ Sungguh, ini belum satu minggu tapi Kuma-san sudah membuat kegemparan sebanyak ini."
"Yah, ini adalah ini dan itu adalah itu. Mari prioritaskan penjelasan karena sepertinya Naruto-san tidak mengerti."
Benar, aku butuh penjelasan.
"Baik, jadi begini ..."
Azazel mulai memberitahuku apa yang terjadi.
Wyver ternyata bukan hewan suci di negara ini, jadi aku aman. Azazel paham bahwa wyver tidak terlalu kuat dan sangat mungkin untuk mengalahkannya dalam sebuah party berjumlah 5 orang. Jadi ini bukan seperti wyver adalah monster yang benar-benar kuat.
Tapi satu hal yang menjadikan ini perkara besar ... karena wyver adalah jenis naga. Tidak peduli selemah atau rendahnya peringkat monster jenis naga, selama mereka adalah naga, maka materialnya akan memiliki harga yang sangat tinggi. Entah itu daging, gigi, mata, kulit, cakar, telinga, otak, dan bahkan penis. Semua bahan-bahan ini bernilai tinggi di pasaran. Orang bisa saling membunuh hanya untuk mendapatkan material wyver, jadi penjualannya benar-benar dijaga dengan ketat.
Apalagi mengingat naga sangat langka di dunia ini, wyver benar-benar jackpot.
"Tapi itu masalahnya, Naruto-san. Karena material naga tidak ada di pasaran, kita tidak tahu harga pasar."
"Aku tidak keberatan menjualnya di Guild Commerce-kuma."
"Tidak bisa! Mereka pasti akan mengelabuimu dan membelinya dengan harga rendah. Kau harus melelangnya!"
Ugh, ini pasti rumit. Aku tidak kekurangan uang, jadi jika harganya dibawah harga pasar ... itu tidak masalah. Lagipula ... ini hanya seekor wyver.
"Sungguh, aku tidak masalah-kuma."
"Benar-benar ... bagaimana menurutmu Azazel?"
"Aku menyerahkannya pada Kuma-san. Ini tidak seperti Guild Commerce akan mengelabuimu jika tahu Aku dan Baraqiel mendukungmu."
"Kau pengkhianat Azazel."
"Jangan katakan itu padaku, kau hanya tidak mau Master Guild Commerce mendapatkan untung kan?"
"Apa yang kau bicarakan? Kenapa juga aku tidak ingin nenek-nenek itu mendapat untung? Dia tidak ada hubungannya denganku. Ini murni karena aku ingin Naruto-san tidak rugi."
"Jangan mengelak! Aku tahu kemarin kau di hajar habis-habisan oleh dia karena mengintip pekerja serikat mereka mandi kan!?"
Oh my god, paman mesum ...
"Ap-ap-apa ..."
Duak! Ohok! Dong!
"Jadi bagaimana Kuma-san?"
"Aku tidak keberatan menjualnya pada Guild Komersil. Tapi aku menginginkan 20% materialnya untuk ku simpan sendiri."
Mari abaikan daging mati disana.
"Baik, itu tidak masalah dan karena kau menyerahkan pembongkarannya pada kami, guild petualang akan mengambil keuntungan 20% dari harga total semua materi yang dijual."
Aku mengangguk.
"Kalau begitu aku menyerahkan sisanya padamu, Azazel-san."
"Okay, dan ini ..."
Azazel memberikan selembaran yang terbuat dari kertas halus padaku. Jika ini di duniaku yang asli, kertas ini akan disebut kertas biasa yang ketinggalan zaman. Tapi karena sudah melihat buku di dunia ini, aku sadar bahwa ini memiliki kualitas yang sangat baik.
Apa ini?
"Ini selebaran yang diberikan oleh asosiasi lelang. Ada banyak barang bagus disana, kau bisa membelanjakan uangmu jika kau mau."
Aku menerima selembaran tersebut dan membacanya.
Ini ...
Budak dengan senjata unik.
.
.
.
To be Continue.
Name : Naruto
Race : Human
Level : 21
Job : **** ** ***********
Embryo : Baldr
Magic Power : 21/21
Skill : Another World Languages, Another World Writing, Dimensional Storage, Map Exploration, Appraisal.
Peralatan :
- Right Glove of War Bear (Untradeable)
- Left Glove of War Bear (Untradeable)
- Right Shoe of War Bear (Untradeable)
- Left Shoe of War Bear (Untradeable)
- War Bear Clother (Untradeable)
Money : 108,999,960,650.00 Gil.
A/N : Terima kasih untuk yang masih mengikuti cerita ini. Sebenarnya chapter ini sudah lama selesai, tapi mendadak sinyal indosat jadi jelek sejak lebaran, jadi gak bisa di update. 2 Chapter kemarin cukup banyak yang protes sama POVnya Issei ya, hahaha~ wajar aja sih. Mungkin harusnya Author pake OC aja ketimbang Issei, tapi entar feel jengkelnya gak kerasa :D
Dan inilah chapter dimana POV Naruto balik lagi, ke depannya, Author juga bakalan pake POV orang ketiga. Tapi itu tergantung mood pas nulis, Author ganti-ganti POV supaya gak bosen :)
Lebih kurangnya itu aja, lanjut jawab pertanyaan review!
Pertanyaan : Ngomong-ngomong soal Wrath, jadi Naruto masuk ke sifat apa?
Jawaban : Bisa jadi dia gak masuk salah satu 7 dosa besar :)
Pertanyaan : Perpindahan dimensinya terjadi secara acak atau ada suatu kondisi?
Jawaban : Suatu kondisi.
Pertanyaan : Siapa aja sih member party Naruto?
Jawaban : Rahasia, tapi Author udah ada kepikiran siapa-siapa aja. Btw, meskipun dibilang member party, mungkin lebih cocok disebut rekan? Soalnya mereka temenan, tapi bukan berarti selalu sama-sama setiap waktu.
Itu saja, sampai ketemu di chapter depan ^_^
