"Ron? "

Hermione menatap kedua insan itu yang hampir telanjang dengan pandangan jijik.

Entah sejak kapan airmata Hermione sudah meleleh. Sedangkan Draco hanya diam menahan agar tidak mengeluarkan tongkatnya untuk mengutuk si Bego Weasley.

'Upil Merlin!! Si Weasley ini bodoh atau bego sebenarnya sih? Kurang apa Granger sampai mencari selingkuhan seorang gadis yang sama begonya dengan dia? ' batin Draco penuh amarah.

Hermione berlari dengan hati yang sudah hancur lebur.

Draco pun juga ikut lari mengejar Hermione setelah menghajar Ron sampai babak belur.

Hermione Po'V

Bodoh kau, Ron!! Selama ini aku selalu mencintaimu, selalu membelamu. Tapi apa balasanmu Ron? Pengkhianatan?? Wowwww!! Kau sungguh tak tau diri!

Dasar bajingan brengsek.

Aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan. Aku seperti orang yang benar-benar putus asa. Tidak tahukan kau Ron, jika aku berharap bisa hidup selamanya denganmu, menikah dengan mu, memiliki anak mu??

Merlin! Kenapa kau bisa menciptakan orang sebejat, se tak tahu diri macam Ron Weasley?

Author Po'V

Hermione berlari tak tentu arah. Yang ia tahu, sekarang ia tengah berdiri di menara astronomi.

Untuk apa aku hidup jika hanya untuk dikhianati?

Untuk apa aku berharap pada cinta yang menyakiti ku saja?

Untuk apa??

Lebih baik aku akhiri semua ini!

Batin Hermione putus asa.

Hermione memanjat pagar penghalang di menara astronomi. Ia sudah menangis dari tadi.

Saat ia mulai melepaskan tangannya. Tiba-tiba saja ada suara yang menghentikan aksi patah hatinya itu.

"Apa yang kau lakukan, Granger? Bunuh diri? Demi si bego itu yang bahkan tidak peduli dengan mu? Wow, hari ini kau sama bodohnya dengan Weasley!! "

"Tapi mengapa selalu aku, Malfoy? Aku sangat mencintainya! Tapi apa yang dia lakukan pada ku?? Lebih baik aku akhiri semua ini!! " ujar Hermione lebay.

Draco memutar matanya. Kenapa jadi drama begini sih?.

"Lalu dengan bunuh diri semua selesai? Kau berpikir Weasley peduli jika kau mati? Yang ada setelah kau mati dia malah melanjugkan hubungannya dengan si Brown!! " ujar Malfoy yang untuk pertama kalinya dia berkata seperti orang normal.

Baru saja Hermione memikirkan perkataan Malfoy, tubuhnya jadi tidak seimbang dan hampir saja jatuh ke bawah jika saja tangan gadis itu tidak sigap mencengkram kerah pewaris Malfoy itu dengan kencang. Karena saat itu posisi Draco sedang bersandar di pagar.

Malfoy kehabisan napas karena kerahnya ditarik oleh Hermione dengan kekuatan turbo maksimal.

"Kutil Voldemort! Apa yang kau lakukan, Granger??" ucap Draco di selah napasnya.

"TOLONG AKU, TOLOL!! " Teriak Hermione panik. Jika pegangan tangannya pada kerah baju Malfoy dan pagar pembatas, maka besok fotonya akan dipajang di Aula besar dengan bunga sebagai bingkainya dengan lilin-lilin menyala di sisi bingkai itu dan jangan lupakan tulisan. R.I.P.

"Apa yang kau lakukan bodoh? Bukannya kau ingin bunuh diri jatuh dari sini? Lepaskanlah tanganmu dan lompatlah!!" Draco membentak Hermione karena gadis itu seperti ingin membunuhnya dengan cekikan di kerah sang Malfoy.

"Aku masih mau hidup, bodoh!! Aku tidak akan mati dengan tenang jika aku mati nanti, juara nilai tertinggi di raih oleh musang seperti mu!! " Racau Hermione.

"Lalu kenapa kau bunuh diri, bodoh? " Draco mulai geregetan dengan sikap gadis yang satu ini.

"Tadinya ya. Tapi aku berubah pikiran. Cepat tolong aku Malfoy. Aku tidak ingin mati muda. Aku masih belum kawin!! "

Draco memutar bola matanya mendengar penuturan Hermione. Namun Pria itu meraih tangan Hermione yang menarik kerahnya dan berusaha menggapai tubuh gadis itu.

Dapat!!!

Draco berhasil menagkap tubuh Hermione, berikutnya ia menggendong gadis itu dari luar pagar pembatas.

Draco menurunkan Hermione dari gendongan, namun gadis itu masih saja memeluknya.

"hikss.. Hiksss... Hiks" Ternyata Hermione mengangis.

Draco gelagepan. Dia tidak bisa menenangkan gadis yang menagis akibat patah hati.

"Hey Granger! Sudalah jangan menangis" Draco berusaha menenangkan gadis itu dengan cara menepuk punggung Hermione.

Bukannya malah berhenti menangis. Hermione malah menangis kencang.

"huaaaaa!!!!! "

Draco tidak tahu harus melakukan apa. Pria itu akhirnya memeluk Hermione dan syukurnya gadis itu tidak jejeritan lagi walau masih menangis.

"BLOODY HELL, MALFOY!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA HERMIONE SAMPAI MENANGIS? INGIN KU PENGGAL KEPALA UBAN MU, HUH?" entah dari mana, tiba tiba Harry Potter sudah berdiri dengan Maruders Map di tangannya.

Baru saja Harry ingin meninju Draco, Hermione sudah berlari meninggalkan dua pria itu.

"Hei, Granger!! Tunggu!!! " Draco mengejar wanita itu. Bukan karena dia peduli, bagaimanapun 5 memit lalu Hermione ingin loncat dari menara astronomi, bagaimana jika gadis itu menggelundungkan tubuhnya di tangga?

Hermione memasuki asrama ketua murid dan langsung masuk ke kamarnya dan menangis lagi. Ia benar-benar patah hati.

Sedang ke dua pria itu berdiri di depan pintu Hermione karena Hermione mengunci pintu tersebut.

"Hey Ferret? Apa yang kau lakukan pada Mione hingga ia menangis. Jika benar kau yang membuatnya menangis aku akan menguburmu hidup-hidup" ujar Harry berapi-api.

Harry paling tidak suka melihat gadis menangis, apalagi gadis yang ia anggap seperti adik sendiri. 'Siapa orang bar-bar yang berani membuat gadis yang aku sayangi menangis? ' batin Harry marah.

Harry sudah akan mengutuk Draco jika saja Draco mengatakan kejadian yang sebenarnya.

"Kau ingin mengutuk ku, Potty? Aku baru saja menyelamatkan nyawa Granger dari aksi bunuh dirinya karena patah hati!! " Draco berujar dengan penuh penekanan apalagi di bagian 'patah hati'.

Harry mengernyitkan dahi "Maksud mu? "

"Hell, Potter!! Seharusnya kau tahu jika sahabat rambut jahemu itu berselingkuh dengan si Brown. Kedua manusia idiot itu sedang bercumbu di ruang ganti Quidditch tadi dan Granger memergokinya "

Harry menganga tidak percaya. 'Ron? ' batin Harry marah.

Harry baru saja mau mendobrak pintu Hermione yang terkunci. Namun perkataan Malfoy seakan membuatnya kesetrum.

"Ingin apa kau Potter? Mendobrak pintu? BODOH!! Kau itu kan penyihir, tinggal lambaikan tongkat mu dan pintu ini terbuka, idiot! "

Harry menepok jidatnya "aku lupa! Alohomora!! "

Kedua pria itupun masuk dan menemukan Hermione menangis di tumpukan selimut tebalnya.

"Ayolah Granger Hanya karena Weasley kau seperti ini? " ujar Draco sok perhatian.

Harry memincingkan matanya ke Draco "Nah, aku baru sadar. Ngapain kau di sini? "

"Memangnya kenapa? Inikan asrama khusus ketua murid" Ujar Draco membela.

"Dan ini kamar Hermione!! " lanjut Harry.

"Dan aku bebas kamanapun aku mau" Ujar Draco tak mau kalah.

Harry mendengus dan berjalan ke arah Hermione guna memeluk gadis itu dan mengabaikan masalahnya dengan Si pirang. walau tadi itu masalah sepele, namun jika itu berurusan dengan Malfoy, sampai di bawa ke pengadilan Wizengamot pun tidak kelar juga.

Draco menatapnya dengan bosan

Sepertinya aku menganggu adegan drama kacangan di sini.

Pria pirang itu pun melenggang pergi.

Tbc.