WRONG OR RIGHT COUPLE ?

Author : HanDik

Main Cast :

a. Byun Baek Hyun (Exo) as Byun Baek Hyun,

b. Jung Dae Hyun (B.A.P) as Jung Dae Hyun

c. Kim Tae Hyung (BTS) as Kim Tae Hyung

d. Joen Joeng Guk (BTS) as Byun Jeong Guk

-.

-.

-88888888-

-,

SONGHA SENIOR HIGH SCHOOL

Senin pagi yang begitu cerah ini memulai suasana hari di mana sebagai awal mulai semua orang melakukan aktivitasnya seperti biasa setelah berlibur seharian. Namun, bagi para siswa-siswi sekolah merupakan hari yang sangat membosankan karena di daerah Songha, memiliki aturan bahwa setiap pagi seluruh sekolah di wajibkan melakukan sebuah ceremony sebagai penanda menjadi warga yang mencintai Negaranya.

Begitu pula dengan suasana sekolah Songha Senior High School yang begitu terlihat sedikit lesu yang tergambar dengan jelas dari raut wajah para siswa-siswinya. Terkecuali salah satu namja yang terlihat begitu bahagia dengan senyum yang tergambar dengan jelas diwajahya. Daehyun, terlihat begitu senang dengan tergambar sangat jelas dari senyum bibirnya yang sangat jelas itu. Ia sangat senang karena sabtu kemarin dirinya dapat jalan berdua dengan Baekhyun dan yang lebih bahagianya ia sangat senang karena dapat menginap di rumah ke diaman Baekhyun dan tidur satu kamar bahkan satu tempat tidur serta memeluknya saat tidur, itulah yang membuat Daehyun begitu senang.

Daehyun terus tersenyum begitu bahagianya hingga ia memasuki kelasnya dan duduk di mejanya sampai matanya menangkap sebuah potong kue cheese cake yang begitu menggoda selera makannya di pagi hari ini. Kue yang terlihat hanya untuk satu orang itu pun tertulis 'Untuk Jung Dae Hyun' pada sebuah lapisan coklat berbentuk persegi panjang yang berada diatas kuenya.

"Pasti ini dari Baekhyun-ku" Ucap Daehyun yang kemudian memakan cheese cake sampai habis dan matanya menatap sebuah surat yang ternyata berada di bawah piring kertas kue tersebut.

"Baek, kau sampai membuat surat segala, apa kau saking malunya mengucapkannya kepadaku ? Baiklah akan kubaca surat ini.

Daehyun membaca surat tersebut begitu seksama, diawal kalimat yang tertulis dalam surat itu, yang dimana membuat Daehyun tersenyum bahagia hingga ia menatap surat tersebut dengan tatapan tajam dan meremas surat tersebut dengan begitu kuat hingga ia menggebrak meja tersebut dengan keras dan sehingga membuat seisi kelas menatapnya heran.

To : Tuan Muda Jung Yang Tehormat

Hai, Tuan Muda Jung pagi ini aku membawakanmu sebuah cheese cake untuk kau sarapan. Karena aku tahu kau sangat menyukai cheese cake. Ah kau tahu aku sangat-sangat merindukanmu, seandainya kau tahu seberapa besar aku sangat merindukanmu Tuan Muda Jung.

Senyuman yang membuatmu begitu sangat tampan, tapi sayang senyumanmu itu membuatku muak! Ternyata senyummu itu hanya untuk meremehkan orang-orang yang tidak sederajat olehmu atau bahkan sangat miskin sama sepertiku.

Apa kau tahu siapa aku ? Aku adalah Byun Baek Hyun. Yup! Byun Miskin yang selalu kau bully bersama teman-temanmu bahkan satu sekolah hanya karena siswa miskin dan beasiswanya. Apa kau tahu ? Setelah kau melakukan kekerasan kepadaku dimana Hari terakhir aku menunjukkan batang hidung di sekolah itu membuatku untuk berfikir dan kau tahu apa ? Aku akan kembali kesekolah dan membuat perhitungan dengan kalian semua! Ingat itu TUAN MUDA JUNG YANG TERHORMAT!

Dan bagaimana dengan Cheese Cake yang kuberikan kepadamu, apakah enak ?

From : Byun Baek Hyun si MISKIN BERBEASISWA

"Awas kau Byun miskin! Berani kau menunjukkan batang hidungmu di depanku akan ku habisi lagi kau!" Ucap Daehyun kesal hingga ia mengepalkan tangan kirinya dan meninggu mejanya sendiri dan membuat seisi kelas melihat kepadanya.

-.

-.

-88888888-

-,

"Dae, kau mau ikut ke kantin tidak untuk membeli minum sebelum mengganti baju ?"

"Aku tidak ikut Jong, Baekhyun baru mengirimkan ku sebuah message kalau tadi saat jam istirahat ia meletakan minum di mejaku"

"Aigooo so sweet sekali kalian ini, Jadi ini Tuan Muda Jung, tidak mendapatkan anak bungsu keluarga Byun langsung mengincar si sulung ?"

"Apa-apaan sih kau ini Jong, mungkin dulu aku seperti itu tapi saat menghabiskan waktu lebih lama dengannya aku merasa kalau aku sepertinya menyukainya melebihi Jungkook. Jadi aku pasti akan mendapatkannya dengan menggunakan hati ini"

"Jadi Jung Dae Hyun sudah berubah ? Bukan sebuah ambisi lagi yang ingin didapatkan olehmu Dae ?"

"Kau benar Jong. Ya sudah aku ke kelas dulu Jong, mau minum dari minuman calon istri nanti"

"Ya sudah sana kau Dae"

Daehyun meninggalkan Jongup yang merupakan teman sebangkunya dan temannya sejak kecil. Sehabis jam olahraga, Daehyun dengan bergegas ingin menuju ke kekasnya karena ia mendapatkan sebuah message bahwa Baekhyun membelikannya sebuah minuman saat istirahat berlangsung. Kelas Daehyun memang memiliki jam pelajaran olahraga yang terpotong oleh jam istirahat, namun kelas Daehyun lebih memilih langsung di lanjutkan untuk pelajaran tersebut sehingga memiliki waktu istirahat yang cukup banyak.

Sesampainya di kelas Daehyun langsung melihat mejanya sudah tersedia dua botol minuman yaitu minuman isotonic dan air mineral dan tidak lupa diantara dua botol tersebut ada sebuah kotal bekal dan tanpa pikir panjang Daehyun langsung membuka kotak bekal tersebut dan berisi nasi beserta sosis goreng dan telur gulung yang disusun begitu rapih. Dengan mata berbinar ia langsung mencicipi sosis dan telur gulung tersebut.

"Enaknya, aku tidak tahu kalau Baekhyun ternyata pandai memasak seperti ini. Walaupun hanya telur gulung dan sosis goreng tapi ini sangatlah enak, terima kasih my princess baek" Ucap Daehyun yang masih mengucah telur gulung yang ia makan.

Daehyun makan bagaikan orang yang tidak makan untuk tiga hari lamanya, dirinya makan begitu cepat hingga ia berkali-kali tersedak oleh makanannya. Ia makan seperti itu karena ia senang mendapatkan makanan dari Baekhyun, dan dirinya sudah dapat membuktikan kalau Baekhyun begitu peduli padanya dan mungkin saja Baekhyun memiliki perasaan yang sama dengannya.

"Kurasa Baekhyun juga menyukaiku, melihat ia selalu peduli dan terlebih lagi ia selalu memintaku bersamanya dan ia sampai susah-susah memasak ini padahal ia memiliki juru masak sendiri. Sepertinya aku tidak akan salah, kalau begini aku hanya perlu mencari waktu yang pas" Batin Daehyun yang menerawang bagaimana ia menghabiskan waktu bersama Baekhyun untuk meyakinkan dirinya dan juga perasaan Baekhyun.

-.

-.

-88888888-

-,

Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi sekitar lima belas menit lamanya, namun Baekhyun belum kunjung pulang karena ia harus melaksanakan kewajibannya untuk menjadi petugas piket pada hari Senin karena namanya sudah jelas terpampang pada hari Senin. Sebenarnya saat Baekhyun pertama kali masuk dengan penampilan yang sebenarnya, seisi kelas hendak menghapus nama dirinya pada jadwal piket karena tidak merasa enak kalau anak dari salah satu Keluarga terpandang disekolah ikut serta dalam kegiatan piket kelas, namun Baekhyun melarang dengan keras untuk tidak menghapusnya karena ia juga merupakan bagian dalam tugasnya dan tidak ingin dianak emaskan.

Bagaimana dengan Daehyun ? Saat Daehyun tahu kalau Baekhyun masuk dalam jadwal piket dan menggantikan posisi orang yang sangat ia benci, dirinya langsung menghampiri Jin sang ketua kelas dan memintanya untuk menghapus nama Baekhyun tapi ditolak oleh Jin. Daehyun yang kesal karena ucapannya tidak segera dilakukan ia hendak meninju wajah Jin namun tertahan karena mendengar suara Baekhyun yang memanggilnya. Dan sekarang lah Daehyun, berada depan kelas dengan menyenderkan tubuhnya pada tiang sekolah dan sibuk dengan permainan yang ada di smartphone miliknya.

"Daehyun"

"Kau sudah selesai Baek ?"

"Sudah Dae, mari kita pulang Dae"

"iya Baek, oh iya Baek terima kasih ya atas bekalmu tadi siang dan dua botol minum yang kau berikan kepadaku"

"Bekal ? Dua botol minum ? Aku hanya membelikanmu minuman isotonic Dae"

"Tidak usah malu gitu Baek"

"Siapa yang malu Dae, aku memang tidak memberikanmu itu sama sekali. Kau kan tahu Dae, kalau aku membawa bekal pasti selalu ada tas kecil yang aku bawa tapi hari ini aku tidak membawa tas kecil karena tidak membawa bekal"

'Ja-jadi ? Yang memberiku bekal siapa ?"

"Mungkin itu fans-mu kali Dae"

"Tapi Baek, walau aku memiliki fans tidak mungkin ada yang berani mereka memberikanku ini karena mereka itu tidak pan…."

"Tidak pantas untukku karena mereka tidak se- level denganku. Kau tahukan Dae aku paling malas kalau kau sudah membahas itu, sebaiknya aku naik taksi saja"

"Baek-baek tunggu, aku minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi"

"Kau terus saja berjanji seperti itu tapi tidak ada itu hanyalah sebuah janji yang kau ucapkan melalui mulutmu itu tapi tidak pernah kau lakukan"

"Kali ini aku berjanji Baek, bila aku melanggarnya sekali lagi kau boleh melakukan apa saja kepadaku"

"Benar apapun ?"

"Iya benar Baek, biar aku jerah dan tidak mengulanginya"

"Okay! Aku pegang kata-katamu Dae dan sudah aku rekam. Weaaaaaaak!"

"Yak kau Byun Baek Hyun!"

"Apa ? Sudah berani membentakku ?"

"Ti-tidak Baek, aku hanya mau mengajakmu pulang"

"Baiklah ayo kita pulang Dae"

Setibanya Daehyun dan Baekhyun di parkiran sekolah, mereka berdua langsung menuju mobil Daehyun yang masih terparkir sendirian. Namun mereka berdua berhenti sekitar satu meter dari mobil Daehyun karena melihat ban mobil Daehyun yang kemps dan bukan hanya satu ban saja tapi semua ban milik Daehyun. Daehyun yang melihat itu pun hanya bisa menggeram kesal dan mengepalkan tangan kirinya namun Daehyun dapat merasakan lengan jaket kanannya di remas dengan kuat oleh Baekhyun yang terlihat panik.

"DAMN! SIapa yang melakukan ini!"

"DAEHYUN! Jaga bicaramu!"

"Tapi Baek ini sudah keterlaluan"

"Ini hanya ban yang dikempesin Dae, masih untung mobilmu tidak dibaret"

"Tapi Baek….."

"Tidak ada tapi-tapian Dae, sekarang kau telpon saja bengkel untuk menderek mobilmu itu"

"Terus kita pulang naik apa Baek ?"

/Plak/ "Pakai otakmu Dae, kan masih ada taksi"

"Oh iya aku lupa, ya sudah aku akan menelpon bengkel dan kau Baek coba untuk menelpon taksi saja"

"Serahkan padaku"

"Lihat saja, akan aku cari tahu siapa pelakunya ini dan akan aku buat perhitungan dengannya nanti tanpa sepengetahuan Baekhyun" Batin Daehyun yang setelah melihat Baekhyun sudah berjalan kearah gerbang sekolah.

'Aku akan kembali kesekolah dan membuat perhitungan dengan kalian semua! Ingat itu TUAN MUDA JUNG YANG TERHORMAT!'

Seketika kalimat yang tertulis pada surat dari Byun Baek Hyun si namja miskin yang dulu di bully oleh Daehyun dan seisi sekolah terngiang di pikiran Daehyun.

"Jangan-jangan yang melakukan ini adalah si Byun Miskin itu, tapi bagaimana dia bisa masuk ke area sekolah ? Sedangkan satpam sekolah sangatlah ketat" Pikir Daehyun.

"Atau jangan-jangan dia meminta bantuan si Kim itu, seingatku mereka sangatlah dekat, mungkin saja itu terjadi. Kalau memang benar, berarti si Kim itu tahu dimana keberadaan Byun Miskin itu, misal seperti itu akan ku caro tahu sebisa mungkin" Pikir Daehyun lebih lanjut yang kemudian meninggalkan area parkir sekolah untuk menuju ke gerbang sekolah dimana Baekhyun yang sudah menunggunya.

-.

-.

-88888888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA JUNG 'DAEHYUN"

"Selamat datang Tuan Muda" Ucap Seorang pelayang yang dihiraukan oleh Daehyun dan lebih memilih untuk menuju kamarnya.

"Ah, Tuan Muda tadi ada sebuah kiriman dan sudah saya letakan di meja belajar Tuan Muda"

"Baiklah nanti akan aku buka"

Setibanya di kamar Daehyun dengan kasar membanting pintu kamarnya dan melempar asal tas dan dan jas sekolah milikinya. Ia merebahkan dirinya tempat tidur miliknya, saat ia menghadap kan dirinya ke arah meja belajar miliknya, ia melihat sebuah kotak yang dibungkus dengan rapih.

"Apa ini ?" Ucap Daehyun yang mengangkat sebuah bingkisan tersebut.

Dengan perasaan penasarannya Daehyun membuka bingkisan tersebut dengan perlahan, ia sangat terkejut setelah melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut. Di dalam bingkisan tersebut ternyata banyak foto-foto dirinya yang sedang membully si nerd Baekhyun, Daehyun benar-benar tidak habis pikir bagaimana si Miskin itu bisa mendapatkan foto-foto tersebut.

"Kertas apa lagi ini ?" Ucap Daehyun yang melihat sebuah kertas terlipat dengan rapih dan membukanya dengan penasaran lalu membacanya perlahan namun lama kelamaan terlihat wajah Daehyun yang semakin memanas menahan amarah setelah membaca surat-surat tersebut.

"BRENGSEK! KAU BYUN MISKIN!SAMPAI KAU MENYEBARKAN FOTO ITU KEPADA ORANG TUA KU TERLEBIH LAGI PADA BAEKHYUN AKAN KUCARI DAN KUHABISI KAU!" Geram Daehyun yang merobek kertas tersebut dengan kasar dan membuang foto-foto tersebut.

To : TUAN MUDA JUNG YANG SANGAT TERHORMAT

Selamat sore Tuan Muda Jung, apa kau sudah pulang ? Pasti sudah pulang dong karena kau sudah membuka dan membaca suratku ini. Apa kau senang mendapatkan hadiah dariku ? Pastinya kau sangat senang dong, dapat mengingat-ngingat masa-masa dimana kau membully-ku dengan sangat sadis dan kejamnya.

Oh iya, aku sampai lupa. Bagaimana bekal yang ku berikan padamu ? Apa kau memakannya ? Apa kau senang ? Enak tidak ? Pasti enak dong, buktinya kau sampai menghabiskannya kan ? Iya kan ? Kau tahu, kalau kau tidak menghabiskannya aku akan merasa sedih karena aku membuat itu dengan membeli bahan-bahan makanannya dengan semua uang simpanan dan jajanku hanya untuk membeli itu semua dan memasaknya untukmu. Hehehe…

Balik ketopik ya, bagaimana kalau foto-foto itu aku sebarkan ke Jung Coorporation ? Pasti akan menjadi berita yang sangat menarik bila 'Anak dari Jung Coorporation suka membully seorang siswa miskin' bukankah itu menarik ? Dan pasti orang tuamu akan sangat terkejut atau bahkan lebih bisa lebih sangat terkejut.

Ada satu lagi, kudengar kau dekat dengan seorang siswa baru ya ? Yang namanya mirip denganku ? Kenapa kau tidak membully-nya ? Padahal namanya sama denganku, atau karena dia berada di level yang sama denganmu ? Pastinya iya, tapi kudengar dia tidak suka dengan orang yang suka berbuat jahat atau seenaknya. Bagaimana kalau aku berikan saja foto ini padanya juga, sepertinya akan menark.

Sudah dulu ya Tuan Muda Jung, sampai bertemu lagi

From : Byun Baek Hyun si MISKIN BERBEASISWA

-.

-.

-88888888-

-,

SONGHA SENIOR HIGH SCHOOL

Seperti biasanya, Daehyun dan Baekhyun selalu berangkat bersama semenjak Daehyun memutuskan untuk menjemput sang Bidadarinya dan tidak merelakan Baekhyun untuk menyetir mobilnya sendiri. Namun untuk hari ini, Daehyun menuju rumah Baekhyun menggunakan taksi karena mobil miliknya belum ia ambil di bengkel karena masih belum buka jadinya Daehyun mengendarai mobil milik Baekhyun.

Saat berada di rumah Baekhyun untuk menunggu pujaan hatinya, ia mendapatkan tatapan membunuh dari Jungkook dan sempat tercengang akan perkataan Jungkook yang membuatnya sedikit takut. Namun, Daehyun tahu kalau Jungkook mengucapkan 'JIka sampai kau melukai atau ada satu luka pun walau hanya segaris kecil atau setitik kecil tidak akan kumaafkan dan ingat aku belum mengizinkan kakakku bersamamu ingat itu' karena sangat menyayangi Baekhyun dan tidak ingin Baekhyun terluka.

"Dae, kau duluan saja aku ingin meletakan beberapa buku untuk besok di lokerku, karena kau tahu aku tidak pernah memakai lokerku kan. Jadi, sayang kalau lokerku tidakku pakai"

"Kalau begitu aku akan menemanimu ke loker Baek"

"Tidak usah Dae"

"Tidak ada penolakan Baek"

"Baiklah terserah kau saja"

Daehyun memilih untuk menemani Baekhyun karena ia merasakan sebuah firasat buruk yang akan menimpa Baekhyun, hingga ia menemani Baekhyun sampai di depan loker milik Baekhyun.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

"Ada apa Baek ? Kenapa kau berteriak ?"

"A-ada bang-kai ti-kus"

"Hah ? Yang benar saja, bagaimana bisa ada di lokermu"

"Aku tidak tahu Dae. Apa ada yang tidak menyukaiku ya Dae ? Hiks.. hiks.. sampai mereka melakuakn ini.. hiks.. padaku" Ucap Baekhyun di selingi isakan tangis,

"Sudah tenang Baek, tidak ada yang tidak menyukaimu. Tenang saja akan kucari tahu siapa yang melakukan ini dan membuatnnya meminta maaf padamu" Ucap Daehyun yang langsung memeluk Baekhyun yang masih terisak.

"Ckck.. Ternyata ini perbuatan si Byun Miskin itu, lihat saja kau akan ku buat perhitungan denganmu karena terlah membuat Baekhyun-ku menangis" Batin Daehyun yang tidak sengaja melihat sebuah kertas kecil di dekat bangkai tikus dan membukanya.

'Ada yang lupa kusampaikan kepadamu, bahwa aku akan mengganggunya karena sepertinya itu akan membuatmu lebih marah kepadaku dan sedikit tersiksa Dae – Byun Miskin Berbeasiswa'

-.

-.

-88888888-

-,

SONGHA JUNIO HIGH SCHOOL

Drrrrt Drrrrt

"Jungkook, rencana selanjutnya berhasil"

"Benarkah berhasil ? Baiklah hyung kalau begitu terus lanjutkan aksimu dan jangan lupa terus hubungi Baekhie hyung"

"Tenang saja, aku selalu kontak dengan Baekhie hyung. Tapi tidak habis pikir kau memiliki rencana seperti ini"

"Siapa dulu Jungkook, Putra Bungsu Keluarga Byun. Aku pasti akan berniat membalas siapa saja yang berani menyakiti kakakku"

"Aku tahu Kookie"

"Sudah kubilang jangan memanggillku itu Tae hyung"

"Baiklah, baiklah.. Apa hari ini kau ada acara ? Kalau tidak ada maukah kau pergi denganku hari ini"

"Tidak ada acara kok untuk hari ini hyung, kebetulan sekali aku ingin pergi"

"Jadi kau mau menerima ajakanku ?"

"Tentu saja hyung, tapi jangan lupa hari ini kau harus selesaikan"

"Tenang saja, ya sudah kalau gitu aku matikan karena sebentar lagi aku harus masuk ke kelas. Belajar yang rajin ya Jungkook"

"Ne hyung, kau juga"

Setelah mengakhiri pembicaraannya dengan Taehyung, Jungkook terlihat tersenyum-senyum sendiri. Jungkook tersenyum bahagia karena rencananya yang ia buat dengan Baekhyun berjalan dengan lancar dan tentunya hari ini ia akan pergi bersama Taehyung.

"Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang menyenangkan sepertinya. Baiklah pasti hari ini sangat menyenangkan Jungkook, dan selamat menikmati kesenanganmu Jung Dae Hyun "

Bersambung…

Hai saya membawa lanjutan dari WRC dan sepertinya sudah semakin memanas nih, moment Taekook disimpan dulu ya untuk chapter depan dan ini sepertinya lebih berfokus Daehyun hehe..

Seperti biasa saya mau mengucapkan terima kasih untuk sider, dan untuk yang sudah memfollow dan favorite hingga chapter ini dan yang suda review terima kasih dan semoga ada review baru dari sider dan yang sudah review bisa mereview kembali.

Balasan review :

Kaihunyeollie : kenapa bisa kehilangan ? apa karena mereka semakin jarang terlihat huaaaaaa.. BAP kapan comeback biar bisa semakin terlihat kekekek…

Dhantieee : senangnya kalau makin suka hehehe,..

Nadhira788 : sudah di next, dan apakah ini sebagus chapter sebelumnya ? hehe..

BintangAlphard :Ntah mengapa suka membuat moment untuk mereka lucu hehe, tapi untuk chapter ini maaf DaeBaek moment tidak ad dulu hu uh.

Croissant is LUV : Iya Daehyun kasian tapi gantain hehe.. itu Baekhyun nanti… tunggu saja ya hehe.. masih di sembunyikan dulu heheh.. wah kalau itu belum pernah denger hehe jadi nggak terlalu tahu saya

Daebaektaeluv : Pasti kamu nunggu di fanspage jumma ya.. hehhe… pas kemarin ngasihnya telat untuk yang ini ke Jumma, dikira sudah kasih tahunya belum hehe.. mangkanya agak telat sama yang di FP hehe..

Kalau begitu saya pamit undur diri, tapi sebelum itu saya kalau bisa meminta kepada reader yang review jangan pakai kata author ya panggil saja saya Han, dan saya masih line 94 hehe… jujur saya sedikit aneh kalau dipanggil author atau thor hehe.. kalau ada yang merasa di bawah saya bisa panggil saya Kakak atau kak, jangan oppa atau hyung saya tidak terlalu menyukainya hehhe..

Sekian terima kasih, semoga terhibur J