DAYDREAM
cast:
CHO KYUHYUN
LEE SUNGMIN
OTHER CAST
Rate: T
Whether it's me looking at you, you looking up at me, the you that holds my hand and comforts me
Wants to be face to face until our noses press together
No matter where we go I want to take you with me
"Eomma, apa anakmu ini sudah tampan?"
Kyuhyun merapikan kemeja yang akan dia pakai saat menjamu keluarga Lee. Sekarang dia, Eommanya, dan Noonanya sedang berada di kamar Kyuhyun untuk membantu keluarga bungsu mereka memilih pakaian yang akan di pakai.
"Kau memakai apa saja tetaplah jelek, Kapten Kyu." Ejek Ahra sambil mengacak-acak rambut sang dongsaeng. Eomma mereka yang sedang merapikan make-up Kyuhyun hanya terkekeh kecil.
"Setidaknya sebentar lagi aku akan menikah. Tidak seperti mu. Tidak laku." Datar sih nada bicara dari seorang Cho Kyuhyun ini, namun tetap saja menyakitkan di telinga Ahra.
PLETAK
"Jaga bicaramu, Tuan Besar." Sang Eomma memukul sayang Kyuhyun dengan sisir yang sedang dipegangnya. Membuat Ahra tertawa sambil berlalu ke luar kamar.
"Sakit, Eomma." Kyuhyun mempoutkan bibirnya tanda dia kesal pada ibu yang telah melahirkannya, walau hanya pura-pura kesal.
Dengan lembut sang Eomma mengelus-elus kepala Kyuhyun yang tadi dia pukul. Dituntunnya tubuh Kyuhyun agar duduk dipinggir ranjang, dan dia pun menyusul duduk disamping anak terakhirnya.
"Kyu, apa kau bahagia sekarang, chagi?" tanya Nyonya Cho. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk mantap.
"Bila kau bertanya padaku apa aku bahagia sekarang, jelas aku jawab iya, Eomma. Aku dapat bernafas kembali, aku dapat hidup kembali setelah kematianku karna pisah dari Sungmin. Terimakasih, aku sangat berterimakasih pada Eomma dan Appa yang sedari dulu telah berdiri untuk mendukungku." Air mata kebahagiaan Kyuhyun jatuh menetes dari mata coklatnya. sang Eomma pun mengulurkan jejari lembutnya untuk menghapus cairan bening itu.
"Berbahagialah sekarang dan untuk selamanya, chagi. Lakukanlah apa yang bisa membuatmu bahagia."
Ibu dan anak itu saling berpelukan. Merasakan kehangatan dan cinta yang selalu membanjiri hidup mereka selama berpuluh-puluh tahun.
"Errr, Eomma." Panggil Kyuhyun dari balik punggung sang Eomma.
"Ya?"
"Kau ingin punya cucu berapa?"
"Pabbo, Sungmin lelaki, kau tahu?"
"Aku tahu. Tapi apa salahnya mencoba."
"Berarti teruslah mencoba setiap malam."
"Jangankan setiap malam, setiap detikpun rasanya aku ingin mencobanya."
"Terimakasih karna sudah menyempatkan waktu untuk makan siang bersama kami di Rumah kami yang sederhana ini."
Tuan Cho menyambut keluarga Lee yang baru saja tiba.
"Appa, kau bilang hanya keluarga Sungmin saja yang makan siang bersama kami. Kenapa harus ada delapan ekor ini?" Kyuhyun menunjuk-nunjuk ke arah delapan orang yang seenaknya menyantap makanan walau belum dipersilahkan. Ah, mungkin karna mereka sudah menganggap ini rumah mereka sendiri.
"Ya! Masa aku tidak boleh melihat akhir bahagia dari kalian sih?!" ujar Heechul dengan suara lantanganya, walau pandangannya masih saja ke arah kue-kue yang tersedia.
"Tapi ini kan acara lamaranku!" bentak Kyuhyun pada ke delapan orang yang tidak memperdulikan bentakannya.
"Kyu, Kyu. Lamaran darimana? Kalau lamaran kau yang datang ke rumah Sungmin, bukan Sungmin yang datang ke rumahmu, pabbo." Ejek Yesung yang sedang sibuk dengan makanan yang dia ambil.
Kyuhyun melirik ke arah Sungmin yang tidak jauh berada didepannya, didekatinya Sungmin dan diciumnya kening namja penyuka warna pink itu. "Tidak keberatankan kalau kau yang datang ke rumahku duluan?"
Sungmin menganggukan kepalanya. Membuat seluruh orang yang berada di ruang tengah Keluarga Cho yang sangat besar diam seketika.
"Kau keberatan, chagi?" tanya Nyonya Cho pada Sungmin. Sungminpun mengangguk.
"Aku keberatan." Sungmin mempoutkan bibirnya dan memalingkan wajahnya ke arah jendela di luar sana.
Kyuhyun kelabakan, "Aduh, Mianhae nae chagiya. Kalau begitu kita pindahkan saja makan-makan ini ke rumahmu, ne? Ayo ayo kita pindah!"
"Pindah?" Sungmin menatap heran pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk dengan ragu.
"Aku keberatan!"
"Chagiya, jangan buat aku pusing. Kau bilang kau keberatan datang ke rumahku duluan, sekarang kau keberatan juga buat memindahkan ini ke rumahmu. Mau mu apa, hm?" tanya Kyuhyun dengan suara lembut. Membuat anggota Super Junior serta Ahra dan Sungjin menjadi mual mendengar suara lembutnya, sedangkan para orangtua hanya tersenyum melihat Sungmin merajuk pada Kyuhyun.
"Aku keberatan, Kyuuu~" Sungmin mempoutkan bibirnya sambil memeluk lengan Kyuhyun dan menghentakkan kakinya. Oke, Sungmin's aegyo live show~
"Jelaskan apa yang membuatmu keberatan, chagi. Jangan buat Kyuhyunmu bingung." Bujuk Nyonya Lee kepada Sungmin.
"Tadi malam, Sungjin mengajakku untuk makan di restoran yang baru buka di dekat rumah untuk merayakan keluluhan hati Appa. Namun…" Sungmin menatap satu persatu orang yang berada di sekelilingnya sebelum melanjutkan omongannya.
"Aku kebanyakan makanan sampai beratku naik. HUAAAAAA! DIETKU GAGAL KARNA KAU LEE SUNGJIN! AKU KEBERATAAAAAAN!" teriak Sungmin sambil menimpuk Sungjin dengan bantal kursi yang berada didekatnya.
Semua orang kecuali Sungjin yang masih sibuk mengelak dari timpukan Sungmin, bersweatdrop ria. Mereka hanya mampu menganga tidak percaya dengan alasan keberatan yang dikeluarkan Sungmin.
Lee Sungmin, itu mah keberatan badan…
"Sudah, sudah. Bagaimana kalau kita party siang bolong di taman belakang?!" ajak Leeteuk pada seluruh orang di ruang tengah. Dan anggukan kepala serta teriakan setuju langsung keluar seketika.
Dalam sekejap, ruang tengah telah kosong karna ditinggal para penghuni yang sudah berpindah ke taman. Menyisakan dua orang sama gender yang masih bertautan tangan mesra.
"Ku kira kau keberatan kalau datang melamarku." Cibir Kyuhyun sambil mengelus pipi Sungmin yang sangat ia rindukan.
"Aku memang datang ke rumahmu, tapi bukan berarti aku yang melamarmu, Tuan muda Cho." Ujar Sungmin sambil mendongakkan kepalanya untuk mengecup sekilas bibir Kyuhyun.
Direngkuhnya pinggang Sungmin agar berhadapan dengannya, Kyuhyun melingkari pinggang Sungmin sedangkan Sungmin melingkari leher Kyuhyun dengan tangannya. Ditempelkannya kedua kening mereka sampai hidung mereka bergesekan.
"Aku rindu menyentuhmu dengan mesra seperti ini, Nyonya muda Cho." Kyuhyun tersenyum kecil sambil mencium hidung mancung Sungmin.
"Dan beruntunglah kau karna aku juga merindukanmu untuk menyentuhku."
Bibir tebal itu kembali menyentuh bibir tipis berwarna pink yang ia rindukan kemarin. Menyentuh, menghisap, melumat seakan tidak hari esok. Jemari kecil Sungmin mulai mengacak-acak rambut ikal Kyuhyun yang kini sudah lurus berwarna hazel. Kyuhyunpun mengeratkan pelukannya pada pinggang Sungmin yang errr, lumayan ramping.
"Sudah ku bilang mereka pasti akan mencobanya disini, benar kan Ahjumma?" bisik seseorang yang bersembunyi di balik tembok yang memisahkan ruang tengah dengan pintu yang menghubungkan dengan taman.
"Kau gila, Kim Heechul!" kini pekikan tidak percaya dari suara wanita paruh baya.
Sungmin dan Kyuhyun yang mendengar bisikan serta teriakan itu langsung melepas pagutan mereka. Kyuhyun menyeringai saat melihat sepatu yang terlihat dari balik tembok, digandengnya tangan Sungmin.
"Mau kemana, Kyu?" tanya Sungmin saat melihat Kyuhyun menghampiri tembok.
"Mau menangkap penguntit."
"Satu, Dua, Ti….Ga!"
Kyuhyun menghentakkan kakinya dengan keras saat tiba di balik tembok tersebut. Dan well, kedua orangtuanya serta kedua calon mertuanya kaget seketika. Dan jangan lupakan ke delapan lelaki yang tersenyum mesum, Ahra dan Sungjin yang hanya menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal.
"Kalian ini, mengganggu saja. Kajja kita ke taman!" Kyuhyun mendahului orang-orang yang masih shock karna ketahuan mengintip Kyuhyun dan Sungmin yang sedang berciuman mesra. Sungmin yang masih digandeng tangannya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berlalu meninggalkan orang-orang itu.
"Jadi, kapan kalian akan menikah?" tanya sang Leader saat mereka semua sudah duduk di meja makan bulat yang sangat lebar. Kedua orangtua Kyuhyun dan kedua orang tua Sungmin spontan menoleh ke arah Kyuhyun dan Sungmin yang duduk bersebelahan.
"Aku tidak tahu kapan aku dan Sungmin akan siap menikah. Kami masih disibukkan dengan Super Show 4 yang baru saja mulai. Lagipula, tahun depan pasti kami juga akan disibukkan dengan album ke-enam." Jelas Kyuhyun dengan tegas. Tangannya masih menggenggam tangan Sungmin dari bawah meja. Menandakan bahwa dia tidak ingin kehilangan namja kelinci itu barang sedetik saja.
"Kyuhyun benar. Kami memang tidak ingin berpisah lagi, tapi bukan berarti harus dilangsungkan pernikahan secepat ini. Aku juga ragu kalau pernikahan kami nanti bisa luput dari pembicaraan media." Kini Sungmin yang menyuarakan pendapatnya.
"Kau takut akan media, Sungmin Hyung?" tanya Eunhyuk yang berada di depan Sungmin. Sungmin terdiam mendengar pertanyaan Eunhyuk. Bukan hanya media yang dia takutkan, tapi tanggapan Elf yang negative pun akan takut untuk dia terima.
Sungmin mengangguk dengan ragu, "pemberitaan yang miring tentang pernikahan kami akan membuat karir Super Junior maupun karir individual aku dan Kyuhyun sama-sama terganggu."
Kyuhyun menoleh dengan cepat ke Sungmin, "ya ya ya! Aku tidak peduli dengan karirku, Min!"
"Chagi, tenang." Nyonya Cho yang berada disebelah Kyuhyun pun mengelus-elus pundak sang anak.
"Hyung, ada Elf yang menjaga kalian dan menerima kalian bagaimanapun kondisinya. Dan bukankah ada Kyumin Shipper yang selalu setia menunggu pengakuan real kalian selama ini?" Siwon yang duduk di sebelah Sungmin, walau ada Sungjin diantara mereka, memberikan tatapan hangatnya pada Sungmin.
"Choi Siwon, hentikan tatapan mematikanmu itu kalau kau masih ingin menyantap makananmu." Kyuhyun melempar tissue bekas yang ada di depannya pada Siwon. Siwon hanya terkekeh karna melihat wajah cemburu Kyuhyun yang menurutnya sangat lucu.
"Lalu, kalian ingin bagaimana kedepannya, Kyu, Min?" tanya Tuan Lee mengembalikan fokus Kyuhyun dan orang-orang yang ada di meja itu pada kelanjutan hubungan Kyuhyun dan Sungmin.
"Aku tetap tidak ingin menikah saat ini. Entahlah, akan terasa sulit untuk menyembunyikannya nanti." Sungmin menatap penuh harap pada Kyuhyun, "kau mau menungguku, Kyu?"
Kyuhyun tersenyum sangat lembut pada Sungmin, dikecupnya kening Sungmin. "Kita akan menunggu, Min."
"Waaaaaah, kau yang merapikan kamar kita, Kyu?" tanya Sungmin saat dia memasuki kamar Kyumin di dorm mereka. Sungmin memutuskan untuk kembali ke dormnya karna mulai sekarang dia tidak usah menjauhi Kyuhyun lagi, bukan?
"Tidak ada yang bisa aku kerjakan selain merapikan kamar, Hyung. Hanya kamar ini yang bisa membuatku terus merasakan kehadiranmu saat kau menjauhiku." Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin dari belakang. Diletakkannya dagunya pada bahu Sungmin. Hembusan nafas Kyuhyun membuat Sungmin meringis geli sesekali.
"Teruslah membersihkan kamar, ada atau tidak ada aku, Kyu." Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun dan berjalan mendekati jendela. Dibukanya jendela itu agar angin malam Seoul memasuki kamar berwarna pink itu. Sungmin berdiri menghadap jendela yang menampilkan suasana kota Seoul di malam hari dari lantai 11.
Kyuhyun mendekati Sungmin dan kembali memeluk pinggang namja bermarga Lee itu dari belakang. "Sudah lama aku tidak melihat Seoul bersamamu. Ternyata Seoul lebih mengagumkan bila melihatnya sambil memelukmu, Min."
Sungmin tersenyum sambil memejamkan matanya. Dirasakannya hembusan Kyuhyun yang terasa hangat di lehernya. Lengan Kyuhyun yang memeluknya juga terasa tenang.
"Aku tidak percaya bila suatu hari itu sudah datang, Kyu."
Kyuhyun meletakkan kembali dagunya pada bahu Sungmin. Dianggungkannya sekali kepalanya, dan Sungmin bisa merasakan itu.
"Terserah bila kau tidak percaya atau masih belum percaya, Min. Tapi lihatlah, bahkan kau bisa merasakan kembali detakan jantung berdebar dariku."
Kyuhyun membalikkan badan Sungmin agar bisa menghadapnya. Ditangkupkannya kedua pipi Sungmin di kedua telapak tangannya. Wajah magnae itu terlihat senyum tulus saat menatap lekat pada mata foxy yang sedang menatapnya bingung.
"Terimakasih sudah kembali padaku, Lee Sungmin."
Sungmin tersenyum sangat, sangat lembut pada Kyuhyun. Jemarinya pun terangkat untuk menggenggam tangan Kyuhyun yang masih memegang kedua pipinya.
"Terimakasih sudah menungguku, Cho Kyuhyun."
Perlahan, kedua bibir itu kembali menyatu. Tidak ada nafsu dari keduanya, hanya ingin merayakan kembali atas semua kebahagiaan yang mereka terima hari ini.
"Chakkaman." Kyuhyun melepaskan pagutannya membuat Sungmin mempoutkan bibirnya. Kyuhyun terkekeh kecil dan mencubit hidung Sungmin, "ada yang ingin aku katakan."
Sungmin memiringkan kepalanya, tanda dia bingung apa maksud Kyuhyun, sedangkan namja Starcraft itu segera menggenggam kedua tangan mungil Sungmin dengan kedua tangan besarnya.
"Lee Sungmin.." bibir tebal itu bergerak untuk menyebutkan nama orang yang berada dihadapannya.
"Terlalu banyak kebahagiaan yang telah kau berikan padaku. Sampai-sampai aku tidak tahu harus membalasmu dengan apa. Aku tidak punya apa-apa untuk membahagiakanmu, Min. Tapi kau punya seribu satu cara untuk membuatku merasa menjadi satu-satunya orang yang merasakan kebahagian didunia ini."
Kyuhyun menatap lekat-lekat pada manik hitam milik Sungmin yang mulai berair.
"Kata terimakasih sudah ratusan ribu kali keluar dari bibirku saat kau yang pertama kali ku lihat di pagi hari, Min. Terimakasih karna kau tidak pernah bosan tersenyum saat melihatku. Terimakasih karna hati ini selalu mencintaiku melebihi kau mencintai dirimu sendiri. Terimakasih sudah membahagiakan aku, Lee Sungmin."
Kyuhyun mencium kening Sungmin, membuat air mata perlahan turun dari mata foxy itu.
"Jangan pernah bosan untuk terus mencintaiku dan menerimaku, Min. Tubuh ini akan terasa lemah saat kau mengambil langkah darinya. Kau adalah kesempurnaan diatas kesempurnaan. Ku kira aku telah hidup di kesempurnaan, namun kau datang untuk menyempurnakannya. Menjadi lebih sempurna dan bersinar. Teruslah, teruslah membuatku berterimakasih setiap hari pada Tuhan karna telah menghadirkanmu untukku."
Sungmin mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum manis padanya.
"Jangan bersikap seolah-olah hanya aku yang memberikanmu kebahagian, Kyu. Berkacalah, dirimu, diri seorang Cho Kyuhyun, sudah membanjiri hidup seorang Lee Sungmin dengan rasa bahagia yang tidak terkira. Membuat aku dan hidupku penuh rasa syukur karna telah memilihmu."
Tangan berkulit putih itu merengkuh tubuh Kyuhyun agar masuk ke dalam pelukannya. Sungmin mendaratkan kecupan kecil di bahu Kyuhyun.
"Sungmin.."
Kyuhyun kembali bersuara dari balik punggung Sungmin.
"Hm?"
"Maukah kau menjadi kekasihku?"
Seketika Sungmin melepaskan pelukannya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Matanya terbuka lebar saat mendengar pertanyaan Kyuhyun.
"Kenapa tampangmu seperti itu?" tanya Kyuhyun sambil menaikkan satu alisnya. Sungguh, ini bukan ekspresi yang ingin Kyuhyun lihat dari Sungmin.
"Kau…memintaku menjadi kekasihmu, Kyu?" Sungmin mengerjap-ngerjap imut. Dia tidak percaya, selama lima tahun ini, pertanyaan inilah yang ingin sekali dia dengar.
Kyuhyun tersenyum lembar sampai deretan gigi putihnya terlihat. Direngkuhnya tubuh Sungmin agar kembali ke pelukannya.
"Jadi, apa jawabanmu, Sungmin-ah?"
"Pabbo. Tentu saja aku mau."
Your two warm hands gets cold when I'm cold
Your heart that used to be strong becomes sensitive when I'm hurt
Take my hands silently, hold me silently, I'm only wishing for such little comforts
You don't know my heart that wanted to do more just for you
Setahun Kemudian..
"Cho Sungmin, aku berani bersumpah pada jutaan Elf di luar sana kalau kau sangat….menyilaukan."
Kyuhyun berjalan mondar mandir di hadapan Sungmin. Sungmin yang sedang duduk di bangku yang biasa di duduki Kyuhyun saat dia sedang bermain game di laptopnya. Sungmin sehabis pulang dari salon langganannya. Dan karna ingin suasana baru pada dirinya menjelang launching album ke-enam mereka, Sungmin mewarnai rambutnya dengan…warna yang sama dipakai Eunhyuk saat album ke-lima.
Kyuhyun yang sedari tadi mengomentari gaya rambut Sungmin hanya sesekali mengangguk dan menggumam sendirian. Membuat Sungmin jengah dan merasa bosan.
"Ya! Sebaiknya kau ke salon juga, Kyu!" pekik Sungmin sambil berdiri berkacak pinggang. Kyuhyun tersentak mendapati kekasihnya memandang dirinya penuh amarah.
"Lihat rambutmu, berantakan! Rambutmu sudah panjang! Bila kau tidak merubah gaya rambutmu, mungkin aku yang akan menduduki pihak seme dihubungan kita!"
Kyuhyun membuka mata dan mulutnya lebar-lebar saat Sungmin membentaknya. Sebenarnya dia tidak takut, karna Sungmin tidak akan pernah marah padanya.
"Min… Jangan merajuk.."
Ya, Sungmin tidak akan pernah marah pada Kyuhyun. Tapi namja pinky itu bisa merajuk dan tidak mempedulikan Kyuhyun selama berhari-hari.
"Baiklah, aku akan ke salon…"
"Leeteuk Hyung, Kangin Hyung~ Lihatlah kekasihku ini, tampan sekali bukan?~"
Sungmin memeluk manja lengan Kyuhyun dari salon sampai ke dorm mereka. Berkali-kali tangannya terulur untuk merapikan Kyuhyun yang sudah di vermak habis.
Leeteuk dan Kangin yang sedang bersantai di ruang tv pun hanya mampu menahan tawanya karna gaya rambut Kyuhyun terlihat seperti…..uke?
Bingung kenapa ada Kangin? Well, Heechul masuk ke dalam wamil dan Kangin keluar. Super Junior memang ditakdirkan untuk tidak pernah sepi, bukan?
"Ya! Jangan menahan tawa seperti itu para Ahjusshi tua!" Kyuhyun memajukan bibirnya dan melepas pelukan Sungmin di lengannya. Di dudukinya bangku di sebelah Kangin.
"Aigooo, jangan marah, Kyu. Kau terlihat semakin mirip uk-"
"BUAHAHAHAHAHAHAHA KAU CHO KYUHYUN? BUAHAHAHA"
Belum sempat Leeteuk menghabiskan kalimatnya, suara tawa Shindong dan Donghae sudah membahana ke seluruh Apartment. Sungmin hanya mengerjap-ngerjap imut sambil tersenyum tipis. Sedangkan kekasihnya? Menekuk wajahnya sampai berlapis-lapis.
"Sudah, sudah. Kyunie, ayo masuk kamar."
Sungmin segera menggandeng tangan Kyuhyun agar mengikutinya memasuki kamar. Kalau dibiarkan lebih lama Kyuhyun mendengar ejekan yang keluar dari ke-empat namja tak berhati itu, mungkin Kyuhyun bisa menghabiskan seluruh rambutnya-_-
"Kyu, kau kesal?" tanya Sungmin saat dia sudah menutup pintu kamarnya. Mata foxy nya memandang ke arah Kyuhyun yang sudah tiduran membelakanginya di kasur.
Sungmin menghampiri Kyuhyun dan ikut berbaring di samping Kyuhyun. Tangannya terulur untuk mengelus-elus rambut Kyuhyun yang baru saja dipotong.
"Aku hanya takut kalau kau tidak menyukaiku lagi, Min." lirih Kyuhyun walau dia masih memunggungi Sungmin.
"Kau tidak pernah buruk dimataku, Kyu." Sungmin membalikkan tubuh Kyuhyun agar menghadapnya. Dengan sentuhan lembut, jemari Sungmin menyentuh kening, hidung, bibir, dan dagu Kyuhyun.
"Ini begitu sempurna." Gumam Sungmin yang membuat Kyuhyun tersenyum lebar.
"Gomawo." Kyuhyun mengecup kening Sungmin dan meraih kepala Sungmin agar disandarkannya di dadanya. Sungmin hanya menurut.
"Kalau sudah begini, aku jadi ingin cepat menikah, Min."
Sungmin terkekeh kecil. Dia hanya mengangguk di dada Kyuhyun. Dada Kyuhyun terasa hangat dan membuatnya merasa aman.
"Kau sudah siap untuk menikah, Min? Kalau kau bertanya padaku, aku akan jawab iya. Tapi, aku juga takut itu akan membebankanmu nanti." Ujar Kyuhyun sambil membelai rambut blonde milik Sungmin.
Sungmin segera mendongakkan kepalanya dan mencium sekilas bibir Kyuhyun, "menikah dan hidup denganmu tidak akan pernah membebankanku, Kyu."
"Jadi?"
Sungmin menuntun Kyuhyun untuk duduk. Kini mereka berdua saling berhadapan. Kehangatan menerpa wajah Kyuhyun saat jari-jari lembut Sungmin menangkupkan wajahnya.
"Aku bersedia, Tuan Muda Cho."
Tuan dan Nyonya Cho serta Tuan dan Nyonya Lee sudah berkumpul di ruang tengah dorm lantai 12 milik Super Junior. Mereka semua datang karna undangan dari Kyuhyun dan Sungmin. Malam minggu ini juga manager Super Junior membebaskan tugas karna seminggu lagi launching Album ke-enam mereka.
"Apa yang ingin kau bicarakan, Kyu, Min?" tanya Tuan Cho yang sedang duduk di sofa beserta Nyonya Cho dan Tuan-Nyonya Lee. Sedangkan Kyuhyun dan Sungmin duduk di hadapan mereka. Bertanya duduk dimana kedelapan anggota Super Junior yang lain? Mereka duduk dibawah melingkari ke-enam orang yang menjadi peran utama pembicaraan ini.
"Setahun yang lalu, kalian menginginkan aku dan Sungmin menikah." Ujar Kyuhyun. Matanya menatap ragu pada ke-empat orang tua di hadapannya. Digenggamnya tangan Sungmin agar mampu menguatkannya.
"Tapi aku dan Sungmin menolaknya. Namun sekarang aku berfikir, inilah waktu yang tepat."
Hening.
Semua orang yang berada di ruang tv itu melotot tidak percaya ke arah Kyuhyun dan Sungmin.
"K-kau bermaksud menikahi Sungmin di saat sibuk seperti ini, Kyu?" tanya Leeteuk sambil mencengkram erat tangan Kangin yang berada di sebelahnya.
"Tidak sekarang juga, Hyung." Jawab Sungmin sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang tidak di genggam Kyuhyun.
"Lalu kapan?" kini Nyonya Lee yang bersuara.
"Kapan ya?"
Semua orang di ruang tengah itu langsung bersweat drop ria mendengar pertanyaan yang dilontarkan sepasang kekasih itu berbarengan.
"Kalian ini bagaimana. Meminta restu untuk menikah namun tidak tahu kapan akan dilangsungkan pernikahan." Tuan Lee menggeleng-gelengkan kepalanya melihat senyum polos terukir di wajah Sungmin dan Kyuhyun.
"Jujur, aku masih takut dengan pemberitaan media yang akan menyusahkan hidup kalian dan Super Junior." Ujar Kyuhyun dengan suara lemahnya.
"Kyu, kau dan Sungmin sudah hidup bersama-sama kami lebih dari enam tahun. Bahkan kami sudah mengenal Sungmin Hyung lebih dari 10 tahun. Jangan pernah berfikir bahwa kebahagiaan kalian akan menyusahkan kami." Eunhyuk berdiri dari duduknya dan menghampiri Sungmin yang sedang tertunduk lemas. Diangkatnya dagu namja kelinci itu, "menikahlah. Tidak usah mendengarkan media yang hanya memojokkan kalian."
Sungmin tersenyum lembut dan tangannya segera memeluk sahabat terdekatnya itu, "gomawo, Hyukkie. Kau mengembalikkan kepercayaan diriku."
"Ehem. Sudah lebih dari 20 detik, bisakah kau lepas pelukanmu itu, Hyung?"
Eunhyuk segera melepaskan pelukannya dari Sungmin dan memberikan deathglare pada Kyuhyun yang juga sedang mengeluarkan aura hitamnya pada Eunhyuk.
"Belum menikah saja kau tidak membiarkan Hyukkie memeluk Sungmin, bagaimana nanti kalau sudah menikah? Omonaaa.." Shindong memberikan tatapan jijiknya pada Kyuhyun yang sedang mengelus-elus lengan Sungmin yang tadi dipakainya untuk memeluk Eunhyuk.
"Hey, jangan diperbesar. Lalu kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" kata Nyonya Cho membuyarkan pandangan heran pada Kyuhyun yang terlalu overprotective pada Sungmin.
"Dalam waktu dekat ini tidak mungkin." Ujar Kyuhyun. Leeteuk sang leader dan Kangin pun menyetujui pernyataan Kyuhyun dengan mengangguk-anggukan kepala mereka.
"Dalam beberapa bulan kedepan juga tidak mungkin karna aku akan ada Jack The Ripper." Tutur Sungmin. Shindong, Ryeowook, dan Donghae berbarengan menganggukkan kepalanya.
"Apalagi akan banyak fansigning dan promo album, tidak memungkinkan untuk bulan madu." Kyuhyun memegang dagunya sambil menganggukan kepalanya. Eunhyuk yang mendengar kata bulan madu segera ikut menganggukan kepalanya.
"Aku dengar juga bulan ini dan dua bulan kedepan tidak bagus untuk melangsungkan pernikahan. Bukan begitu, Siwonnie?" Siwon yang ditanya Sungmin segera berfikir sejenak sebelum menganggukan kepalanya.
Diam. Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, Shindong, Kangin, Leeteuk, dan Siwon sibuk berfikir waktu yang tepat. Menyisakan Tuan-Nyonya Cho, Tuan-Nyonya Lee, dan Yesung yang menahan kesal karna pembicaraan yang bertele-tele.
"Sepertinya aku tahu kapan."
Sontak semua orang yang berada di ruang tengah itu mengalihkan pandangan mereka ke arah Kyuhyun yang sedang tersenyum lebar.
"Kapan, Kyu?" tanya Sungmin.
"Se-ka-rang."
"MWOOOOO?!"
I'm really happy in this moment
Really thank you for coming to me
Thanks for the one who loves me
Only you, you, and you.
TBC
Halooooo~
disini sama sekali gak ada scene sedih kan?
aku sudah menuruti permintaan kalian yang sepertinya sudah gregetan sama author karna ngasih scene sedih mulu muehehehe author juga dengan berat hati kok nulis nyaT_T
bagaimana sama chapter ini? Jujur, author sama sekali gak berbakat bikin ff seneng/bahagia/dsb. jadi keliatannya aneh ya? mianhamnida bangeeeeett:(
dan terimakasih juga untuk reviewers yang makin banyak! huAAAAA aku sangat bahagia dan makin sayang sama kalian:*
jangan bosan-bosan yaaa untuk baca dan mendukung ff ini:*
