Baby B (Chanyeol x Baekhyun) #10
Happy Reading
Kehamilan Baekhyun sudah memasuki bulan ke sembilan . Perutnya sudah besar dan Chanyeol masih sering mengejeknya dengan sebutan lumba – lumba busung lapar . Baekhyun hanya bisa sabar karna nanti setelah melahirkan ia akan melakukan diet agar membuat mulut suaminya itu bungkam .
Punggung Baekhyun terasa begitu nyeri karna harus membawa perut besarnya kemana – mana . Tidurpun menjadi begitu sulit karna berbagai posisi yang dicoba oleh Baekhyun tetap saja terasa menyakitkan . Namun , apa yang terjadi pada Baekhyun tidak ada apa – apanya jika dibandingnya dengan Chanyeol .Lelaki itu harus rela jam tidurnya berkurang karena Baekhyun bilang dia tidak bisa tidur kalau Chanyeol tidak mengusap perut buncitnya . Wanita itu bilang itu adalah permintaan bayi mereka .
" Chanyeol ~ kenapa berhenti "
Chanyeol melirik sangsi pada kedua mata Baekhyun yang terpejam , namun wanita itu masih bisa merasakan bahwa Chanyeol sudah menjauhkan tangannya dari perut buncit tersebut .
" Sayang , aku lelah "
Baekhyun membuka kedua matanya begitu mendengar nada lelah dari suaminya . Ditatapanya lelaki yang sedang menahan kantuknya tersebut . Jelas sekali terlihat dari kedua matanya yang memerah .
Diliriknya jam yang sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan kalau Baekhyun tidak salah ingat suaminya itu memiliki rapat investor pada pukul tujuh pagi nanti .
" Tidurlah Chan "
Chanyeol segera merenggangkan otot – ototnya dengan perasaan senang bukan main karna akhirnya dia bisa merasakan empuknya kasur king size mereka . Direbahkannya tubuh tinggi itu dan menarik selimut sebatas dada . Bersiap menjemput mimpi sebelum akhirnya akan kembali memulai aktifitasnya dikantor seperti biasa .
" Daddymu lelah sayang . Jadi ayo tidur tanpa usapannya " Baekhyun berbisik lirih sementara tangannya mengusap perutnya . Wanita itu merasakan tendangan beberapa kali seolah – olah di dalam sana bayi mereka protes karna tidak bisa merasakan usapan lembut dari calon Ayah nya
Wanita itu kembali memejamkan kedua matanya dan bersiap untuk melanjutkan mimpi yang sempat tertunda . Sayangnya , apa yang ia harapkan harus kandas ketika di dalam sana bayinya terus menendang dan enggan diajak untuk tidur . Baekhyun mengalah dan dengan hati – hati memilih turun dari atas ranjang untuk kemudian menuju dapur dan mencari makanan yang setidaknya bisa membuat ia terjaga sampai pagi menjelang .
" Baek "
Chanyeol meraba sisi ranjangnya yang kosong . Hawa dingin yang terasa ditelapak tangannya membuat lelaki itu yakin bahwa Baekhyun sudah meninggalkan tempat tidurnya cukup lama .
Kedua mata itu otomatis terbuka . Secepat kilat Chanyeol segera turun menuju lantai satu dan mulai mencari keberadaan istrinya tersebut .
" Baek "
" BAEKHYUN !! "
Beberapa tempat seperti kamar mandi dan juga kamar bagi calon anak mereka sudah Chanyeol datangi , namun hasilnya nihil .
" Tuan , ada apa ? kenapa berteriak ? " Bibi Jung yang barusaja datang untuk membersihkan mansion juga menyiapkan sarapan bertanya dengan nada khawatir
" Baekhyun tidak ada " ujarnya kalap
Dahi bibi Jung berkerut " Anda yakin ? Tuan sudah mencarinya di dapur ? "
Astaga ! Chanyeol menepuk keningnya dramatis . Seharusnya dia tidak lupa bahwa Baekhyun memiliki nafsu makan yang tinggi dan bisa lapar kapanpun sejak kehamilannya beberapa bulan lalu .
Dan benar . Apa yang dilihat Chanyeol begitu ia sampai di dapur adalah sosok Baekhyun yang duduk dengan wajah terkantuk –kantuk , sementara dihadapannya ada beberapa bungkus snack juga satu cup ramen .
" Sayang , kau membuatku khawatir "
Kedua mata Baekhyun terbuka begitu mendengar suara lelaki yang begitu familiar ditelinganya .
" Kau sudah lapar pagi – pagi begini ? " tanyanya begitu sampai dihadapan Baekhyun
Baekhyun meringis , menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal " Sebenarnya aku tidak bisa tidur "
Dahi Chanyeol mengernyit .
" Bayi kita terus saja menendang sejak kau tidak mengusapnya . Jadi aku mengalah dan memilih untuk makan agar kedua mataku terjaga " cicitnya pelan
Dan saat itu juga rasa bersalah merayapi hati Chanyeol . Astaga , bagaimana bisa dia tidur nyenyak –meskipun hanya beberapa jam- sementara istrinya bahkan harus terjaga karna bayi mereka yang terus saja menendang akibat usapan Chanyeol yang berhenti . Ia fikir tentang usapan itu Baekhyun hanya melakukan balas dendam akibat dirinya yang terus mengolok Baekhyun dengan sebutan lumba – lumba busung lapar .
" Kenapa tidak bilang padaku ? "
" Kau kelelahan Chan "
Chanyeol mengehal nafas . Merasa begitu bersalah pada istrinya tersebut .
" Lelahku tidak berarti apapun jika itu untuk istri dan anakku "
Baekhyun hanya terdiam mendengarnya . Sedikit tersentuh dengan ucapan lelaki itu.
" Baiklah , sekarang kita ke kamar dan aku akan mengusap perutmu agar kau dan bayi kita bisa tidur "
" Ta –tapi kau ada rapat investor hari ini "
" Kehilangan beberapa persen saham bukanlah masalah besar untukku " ujar Chanyeol " Lagipula , jika aku tidak bisa mengandungnya seperti yang kau lakukan , maka biarkan aku melakukan hal – hal kecil yang bisa membuat kalian bahagia "
Yaampun . Baekhyun rasa dia akan meleleh sekarang .
BaekB Present
Siang tadi Chanyeol mengantar Baekhyun untuk memeriksa kandungannya pada salah satu rumah sakit ternama di Seoul . Keduanya menjadi sorotan beberapa orang karna bagaimanapun Chanyeol adalah sosok yang cukup dikenal sebagai pebisnis muda . Dan mereka memutuskan untuk tidak lagi menutupi apa yang terjadi pada kehidupan mereka .
Kandungan Baekhyun dinyatakan sehat . Sayangnya untuk jenis kelamin Baekhyun dan Chanyeol lebih memilih untuk tidak mengetahuinya karna bagaimanapun itu akam menjadi kejutan nantinya . Yang jelas kebahagian lain yang melingkupi keluarga kecil Baekhyun dan Chanyeol adalah karna calon bayi mereka ternyata adalah kembar . Entah perempuan , laki – laki atau justru sepasang .
Dan sayangnya Chanyeol harus dibuat malu setengah mati ketika Baekhyun menanyakan perihal hubungan intim yang dilakukan saat keadaan Baekhyun yang sedang hamil besar . Dokter bilang tidak masalah jika mereka bercinta , asalkan Chanyeol melakukannya dengan pelan .
" Berarti lebih baik jika woman on top kan dokter ? " tanya wanita itu dengan polos
Wajah dokter tersebut sontak memerah begitu mendengar pertanyaan frontal Baekhyun .
Dan Chanyeol meringis mendengar ucapan istrinya tersebut .
" Baek , apa yang – "
" Yeah , kurasa woman on top memang lebih baik Nyonya Park " jawab dokter tersebut dengan pelan, mengabaikan Chanyeol yang hendak protes pada istri cantiknya
" Assa !! " wanita itu memekik senang , lalu menatap Chanyeol yang duduk disampingnya " Berarti nanti malam aku yang memimpin . Lihat , aku akan membuat daddy meminta lagi dan lagi "
Astaga Baekhyun!
BaekB Present
Chanyeol hanya bersandar pada kepala ranjang memperhatikan istrinya yang sedang memimpin percintaan mereka dengan susah payah . Tubuh Baekhyun yang berisi duduk diantara kedua paha Chanyeol , tepat pada kejantanan lelaki itu yang sudah menegang dan siap untuk membobol hole indah istri cantiknya . Sayangnya , Baekhyun justru bersusah payah untuk memasukkan kejantanan tersebut dalam hole miliknya . Entah karna dia belum terbiasa memimpin percintaan mereka , atau karna kejantananan suaminya yang memang memiliki ukuran tidak biasa.
" Sudah lelah ? " Chanyeol bertanya pada istrinya tersebut . Peluh sebesar biji jagung nampak membasahi kening Baekhyun .
" Chanyeol ini susah sekali ~ " rengeknya
Chanyeol terkekeh sebelum kemudian dengan dengan mudah mengangkat pinggul Baekhyun . Tidak butuh waktu lama untuk menemukan tempat ternyaman bagi kejantanan miliknya .
" A –ahhh channhhh –shhhh "
Baekhyun meremat pundak Chanyeol dengan kedua tangannya sementara kewanitaannya terasa penuh oleh kejantanan milik suaminya . Beberapa kali kepalanya mendongak saat tanpa sengaja Chanyeol menggerakkan miliknya di dalam sana .
" Ahhh –chan , aku yang memimpin "
Chanyeol menghela nafas . Memilih mengalah dan membiarkan Baekhyun untuk memimpin percintaan mereka . Tubuh berisinya beberapa kali naik turun diatas tubuh Chanyeol demi mencapai sebuah orgasme . Peluh itu semakin membasahi tubuh Baekhyun hingga membuatnya mengkilat . Sayangnya , Chanyeol tidak merasakan kenikmatan seperti yang Baekhyun dapatkan . Alih – alih mendesah frustasi karna tusukan Baekhyun , ia justru hanya merasakan perasaan seperti digigit semut .
Serius , gerakan Baekhyun tidak ada apa – apanya dibanding gerakan yang ia lakukan .
" Baek , lebih cepat "
Mengikuti perintah Chanyeol , Baekhyun menambah sedikit tempo gerakannya hingga beberapa kali dia merasakan kejantaan Chanyeol menyentuh titik terdalamanya .
Dan jika tadi Chanyeol merasakan seperti digigit semut kecil , maka sekarang rasanya seperti digigit oleh semut besar .
Tetap tidak terasa apapun .
" Chan – anghhhtt –CHANYEOL !!! "
Baekhyun menjemput kenikmatannya dengan menyebut nama Chanyeol . Tubuhnya terkulai diatas pundak lelaki itu .
" Baek , aku yang memim – "
" Chanyeol , aku mengantuk "
Sekarang Chanyeol harus rela menyelesaikannya sendiri di kamar mandi . Karna baginya pantang untuk bercinta dengan seseorang yang tidak memiliki kesadaran .
BaekB Present
Baek , aku ke Bangkok untuk urusan kantor . Ini mendadak
PS : maafkan aku TT
Tangis Baekhyun pecah saat itu juga . Suara tangisnya yang meraung – raung sanggup membuat Bibi Jung berlari tergopoh kearah kamar majikannya tersebut .
" Nyonya , ada apa ? "
Namun , apa yang didapat oleh wanita itu adalah sebuah umpatan .
" PARK CHANYEOL SIALAN !! "
Baekhyun segera mengambil ponselnya dan menekan speed dial nomor satu dimana nomor ponsel Chanyeol lah yang menjadi tujuannya .
" Hallo "
" HALLO PANTATMU HAH !! KEMBALI KAU SEKARANG . AKU INI SEDANG HAMIL BESAR DAN KAU PERGI KE LUAR NEGERI ? DIMANA OTAKMU YANG MENDAPAT GELAR SARJANAN DI AMERIKA ITU HAH !! "
Selain cerewet , Baekhyun juga mampu melakukan beberapa hal ; marah – marah , mengumpat dan memaki orang – orang . Itu terbukti dengan apa yang dia lakukan sekarang .
" Sayang , Ibu dirumah , tidak pergi ke luar negeri "
Kemarahan Baekhyun menguap saat itu juga . Dahinya mengernyit sementara kemudian ia menjauhkan ponselnya dari telinga demi melihat sederet nomor dengan tulisan 'Mama Park' tertulis di layar ponselnya .
Hei , sejak kapan speed dial nomor satu menjadi nomor Mama Park ?
Tolong beri nilai seratus pada Chanyeol yang sudah mengubah nomornya menjadi berada di speed dial nomor dua sebelum lelaki itu pergi ke Bandara tadi pagi .
" Baekhyun , kau masih disana ? "
" Maaf bu , aku salah sambung "
Lalu telfon dimatikan begitu saja , tanpa peduli pada kesopan santunan . Baekhyun segera mencari kontak milik suaminya tersebut dan menekan tombol panggil .
Ada nada sambung beberapa detik sebelum kemudian suara seseorang terdengar ditelinga Baekhyun .
" Hallo "
" PULANG ATAU TETAP DISANA DAN AKAN KUPOTONG PENISMU ITU HAH !!! ISTRIMU INI SEDANG HAMIL BESAR DAN KAU MALAH PERGI KE BANGKOK . APA YANG – "
" Baek , aku – "
" APA HAH ! AKU YAKIN INI NOMOR PONSELMU ! BUKAN MAMA PARK ATAU YOORA EON – "
" Ini memang nomor ponsel Chanyeol . Tapi , aku Jongdae . C –chanyeol sedang rapat "
Ada kepulan asap imajiner di kepala Baekhyun saat ini .
" Chanyeol berpesan padaku bahwa menurut perkiraan dokter kau akan melahirkan dua minggu lagi Baek " suara dari sebrang sana kembali terdengar
Baekhyun menghela nafas kesal demi menahan emosinya . Ditutupnya panggilan tersebut sebelum kemudian melemparkan ponselnya ke sembarang arah . Ditatapnya Bibi Jung yang masih berdiri tak jauh darinya .
" Jangan terima telfon jika itu dari Chanyeol "
" Ba – baik Nyonya "
BaekB Present
Malamnya Baekhyun tidak bisa tidur lagi . Bukan karna tidak adanya usapan Chanyeol pada perutnya , melainkan karna perutnya yang mendadak sakit sejak tadi . Benar apa yang dikatakan oleh Jongdae bahwa perkiraan ia melahirkan masih dua minggu lagi –dan mungkin itulah alasan kenapa Chanyeol masih bisa pergi meninggalkannya ke Bangkok- . Namun , apa yang Baekhyun rasakan saat ini membuat ia yakin bahwa sebentar lagi dia akan melahirkan . Dan bukan dua minggu lagi .
" Apa ini ? "
Ditengah rasa sakit siperutnya , Baekhyun melihat sesuatu yang basah diantara selangkangannya . Dan saat itu juga ia tau bahwa ketubannya pecah .
" HUWAAAAAA ~ BIBI JUNG , AKU MAU MELAHIRKAN !!! "
Ini menjadi kali kedua Chanyeol berlari di sepanjang koridor rumah sakit . Dan menjadi kali kedua pula bahwa Baekhyun lah yang menjadi alasannya .
Begitu Ibunya menelfon dan mengatakan dengan panik bahwa saat ini Baekhyun sedang berada di rumah sakit untuk melahirkan , maka saat itu lah Chanyeol terjaga dan meminta Jongdae untuk mencari tiket pesawat ke Korea malam itu juga .
Wajah khawatir kedua orang tua serta kakak nya adalah apa yang menyambut Chanyeol begitu ia sampai diruangan Baekhyun .
" Masuklah , Baekhyun di dalam " Yoora segera mendorong Chanyeol untuk masuk demi menemani Baekhyun yang sedang mempertaruhkan nyawanya di dalam sana
Ruangan rumah sakit tiba – tiba menjadi hal yang menakutkan begitu Chanyeol masuk kedalam dan mendapati beberapa orang sedang mengerubungi tubuh istrinya . Baekhyun sendiri sudah berbalut pakaian rumah sakit dengan wajah pucat yang menunjukkan kesakitan .
Chanyeol mendadak gugup dan segera mendekat kearah Baekhyun . Otomatis memegang tangan wanita itu hingga Baekhyun menoleh .
" Chanyeol "
" Ini aku Baek . Berjuanglah untuk anak kita , aku akan menemanimu "
Baekhyun tersenyum , mengangguk kecil " Chanyeol "
" Hmm .. "
" Dokter yang menanganiku tampan ya "
Chanyeol sweatdrop , sontak menatap pada seseorang lelaki tampan –meskipun sebagian wajahnya tertutup oleh masker- yang berdiri dihadapan Baekhyun yang tengah mengangkang . TOLONG CATAT ITU BAIK – BAIK .
" Anda sudah siap Nyonya ? "
Baekhyun mengangguk . Mulai menarik nafasnya dan bersiap untuk mempertaruhkan nyawanya demi calon anaknya dengan Chanyeol . Sementara lelaki itu sendiri dengan gugup menememani Baekhyun , mengganggam tangan kecil itu dan sesekali membisikkan kata – kata penyemangat jika Baekhyun sudah mulai lelah dengan usahanya .
Melihat perjuangan Baekhyun yang bertaruh diantara hidup dan mati membuat hati Chanyeol tersentuh . Dia mendadak teringat dengan Ibunya dan memikirkan betapa wanita itu rela menukar nyawanya hanya demi sebuah kehidupan di dalam rahimnya .
" Arrrghhhh –hahhhh hahhhh "
" Ayo Nyonya sedikit lagi . Lebih keras "
Baekhyun menjerit , berteriak dan bahkan menggigit lengan Chanyeol sebagai bentuk usahanya membuat si kembar melihat dunia .
" Ayo Baek . Aku tau kau wanita yang kuat , kau pasti bisa . Demi anak – anak kita "
Setiap kata – kata penyeemangat dari Chanyeol memberi kekuatan tersendiri bagi Baekhyun . Membuat wanita itu mengejan lagi dan lagi demi anak – anak mereka .
" Oeeekkk ... oooekkk ... "
Suara tangis bayi yang meraung keras di dalam ruangan membuat Chanyeol terharu . Setetes air mata lolos dari sudut matanya , pun begitu dengan Baekhyun yang merasa sangat bahagia .
" Ayo Nyonya mengejan lagi , sepertinya masih ada dua kehidupan di dalam rahim anda "
Baekhyun terkejut . Dan Chanyeol mematung .
Jadi , anak mereka kembar tiga ?
End
End nih end .
Selamat malam kamis dari cewek manis wkwk
Untuk flashback jadi bonus chapter ya . Bye !
