FF HanChul - Eternal Love [Part 10]

~oOo~

Cast :

Kim Heechul

Hankyung

Choi Siwon

Zhang Li Yin

Zhou Mi

~oOo~

Other Cast :

Lee Hae In ( nama ue buat sendiri )

Mei Lin ( nama ue buat sendiri )

~oOo~

Author :: - Miss Twinsball - ( ok nama gue emang frontal -_- )

~oOo~

- Disclaimer -

SUPER JUNIOR belong to ELF . dan KIM HEECHUL adalah SUAMI SAH saya.

ok ralat, saya hanya PINJAM NAMA saja :(

- Happy Reading –

~oOo~

aku lama update ? tidak ada yang merindukanku T^T

RnR please ~^^

##########################################################################

Hankyung POV

Sungguh, aku tak bisa berkosentrasi hari ini, aku masih memikirkan kejadian kemarin. Aku memang tak menyalahkan ayah atas semua ini, dimana pun tak kan ada seorang ayah yang mau anak laki-lakinya berubah menjadi gay. Aku dibanggakan oleh ayah, penerus keluarga Han, pemilik Rumah Sakit Internasional China. Dan kenyataannya aku adalah seorang gay, aku mencintai Heechul, mencintai seseorang yang sama sekali tak pernah ku bayangkan dalam hidupku sebelumnya. Perasaan ini muncul begitu saja, tak bisa dihalang maupun di tentang. Sosok Heechul mampu merusak bahkan merobohkan pertahanan cintaku pada li Yin dulu. Saat aku berpisah dengan Li Yin aku memang bisa merelakannya tapi aku tak bisa melupakannya. Karena itu aku pindah ke Korea untuk melupakan masa laluku. Pertama aku memang tak bisa, tapi saat aku mengetahui bahwa salah satu pasienku menyatakan cintanya padaku. Dan dia Heechul. Pengakuan dan ketulusannya mampu membuatku melupakan Li Yin.

Ketukan pintu membuatku tersadar dari lamunanku. Aku membenarkan posisi dudukku.

"Masuk," seruku

Aku terkejut saat aku tahu siapa yang mengetuk pintu tadi.

"Ayah?"

"Ayah takkan lama, ayah hanya ingin memberitahumu suatu hal, ayah sudah menemukan asisten untukmu, dia akan membantumu menyelesaikan separuh pekerjaanmu, ayah kenal dia dan ayah yakin dia bisa membantumu, "ucap ayah

"Apa? Asisten? Ayah ! aku tak memerlukan asisten !" seruku menolak tawaran ayah

"Kau tak bisa menolak Han, ayah sudah membawakan orangnya, Hae In masuklah, "

Apa ? Hae In ? apa aku salah dengar…..

Tidak ! aku tak salah, wanita yang dipanggil ayahku lalu masuk keruanganku. Aku tahu siapa wanita ini, aku mengenalnya, tentu saja, wanita yang telah berusah merusak hubunganku dengan Heechul, menyebar foto foto ku dengan Heechul ke seluruh Rumah Sakit dan dia juga yang membuat ayah tahu tentang hubunganku dengan Heechul. Ya…dia adalah Lee Hae In.

"Han, mulai sekarang Hae In adalah asistenmu, jadi dia berhak tahu apa yang kau kerjakan dan kau lakukan, dia juga akan mengatur kemana kau pergi dan dengan siap kau bertemu, " jelas ayah yang membuatku benar benar gila. Apa maksud dibalik semua ini?

"Aku tak mau ! lagipula kenapa mesti orang ini yang jadi asistenku, kenapa tidak yang lain saja," ucapku ketus

"Ayah percaya padanya, dan ayah tak mau dengar kata tidak dari mulutmu, mengerti !" tegas ayah dengan penekanan disetiap katanya

Aku tak bisa menolak. Percuma, ayah juga tak kan mau dengar, tapi kenapa harus Hae In. dia tahu hubunganku dengan Heechul. Dan yang aku tahu dia itu menyukaiku. Apa yang direncanakan olehnya. Aku memang tak membenci Hae In hanya saja aku tak suka saat dia membeberkan rahasiaku ke semua orang. Aku benci itu !

"Tapi ayah….." aku mencoba menolak sekali lagi

"Tidak ada kata tapi !," potong ayah

"Terserah," ucapku sambil pergi keluar dari ruanganku. Aku sudah tak tahan berlama-lama disana.

.

.

.

.

.

.

.

Author POV

"Hae In, ingat awasi Han, jangan biarkan di bertemu atau menemui anak tidak tahu diri itu, mengerti ?" ucap ayah Han

"Aku mengerti Pak, aku pastikan Han tidak akan bisa menemuinya lagi, " ucap Hae In

"Bagus, sekarang kerjakan tugasmu, jangan sampai Han curiga kalau kau mengawasinya,"

"Baik,"

Han…aku kembali bukan untuk merebut cintamu dari Heechul, tapi aku ingin membalasmu atas penolakanmu waktu itu. Dan aku akan membuat Heechul mu itu merasakannya, kalian takkan pernah bisa bersama Han, takkan pernah bisa…..selamanya….. ucap Hae In dalam hati

.

.

.

Heechul POV

"Han…..apa kau sedang sibuk?" tanyaku di telepon.

"Tidak, ada apa?"

"Ani, hanya saja aku ingin pergi membeli sesuatu, kau mau temani aku?"

"Hmmm….maaf Heechul, aku tak bisa…"

"Ne? oh yah sudah, aku pergi dengan Siwon saja, maaf mengganggumu,"

"Hya ! kenapa langsung dimatikan?"

"Bukannya kau bilang tak bisa, yah terus aku mau apa lagi,"

"Bicaralah, kau tidak merindukanku?'

"Tidak,"

"Kau marah Heechul?"

"Ani,"

"Dasar manja, "

"Mwo? Hya !"

"Kalau lagi marah pasti terlihat jelek," sindir Han

"Kau menyebalkan, " ketusku

"Tuch kan, dasar cantik,"

"Aku laki laki Han, bilang aku tampan bukan cantik, pabo,"

"Ne? kau bilang apa tadi? Aku ? pabo ? hahaha….bukannya kau Cinderella? "

"Mwo ? tak tahu lah, kau membuat mood ku memburuk, "

Aku langsung menutup teleponku dengan Han.

Dia benar benar menyebalkan. Niatnya aku tadi mau mengajaknya jalan jalan siang ini. Tapi mendengarnya begitu aku jadi sebal. Yah sudah aku bisa kok pergi sendiri. Aku takkan menghubunginya lagi….SEBAL !

Tiba tiba handphone ku berbunyi. Aku melihat ke layar hp ku…..

My Prince of China

Han? Mau apa lagi sich…belum puas apa dia sudah merusakkan mood ku…

Dengan malas aku pun mengangkat teleponnya, "APA !" bentakku

"Hya ! tak usah teriak begitu, aku dengar, kau pikir aku tuli apa?" serunya

Aku terkikih pelan. Dia lucu kalau sedang marah, walau hanya mendengar suaranya di telepon aku sudah tahu, ekspresi wajahnya kalau sedang marah itu lucu..

"Apa ! kau belum puas membuat mood ku jelek hari ini, ?"

"Cinderella, jangan marah donk…aku hanya bercanda…memangnya kau ingin kemana? Baiklah aku akan menemanimu, mau ku jemput sekarang?"

Aku terdiam, masa aku harus menerimanya dengan cepat, diawal tadi dia menolaknya. Aku pun harus begitu…biar tahu rasa dia…

"Tidak jadi, "

"Benar?"

"Iya, habisnya kau sudah membuat moodku benar benar jelek," ucapku

"Baiklah, kalau tak jadi, aku juga sebenarnya malas pergi, "

Mwo ? kenapa dia malah mengiyakan sich, membujukku atau apa , tidak peka sama sekali.

"Oh ya, untuk hari ini jangan menelponku dulu yah, aku sibuk hari ini, bye…"

Apa ? dia ingin mematikan teleponnya. Sibuk ? Han…benar benar, kenapa dia tak peka kepadaku sama sekali sich…menyebalkan….

"Hya ! Han..tunggu….!" seruku cepat

"Ada apa lagi, bukankah tak jadi pergi?"

"Aku tunggu di depan apartemenku, kalau sampai tak datang kau akan tahu akibatnya, " seruku dan dengan cepat aku mematikan teleponku sebelum dia menjawab atau mungkin mengomeliku.

.

.

.

.

.

.

.

Hankyung POV

Aku tersenyum kecil, kau itu lucu Heechul…gumamku sambil masih memandangi handphoneku.

Heechul menelponku, dia meminta aku untuk menemaninya jalan jalan. Dia menelponku disaat yang tepat, disaat aku sedang pusing memikirkan kelakuan ayah yang memberiku seorang asisten. Dan itu adalah Hae In. Apa aku harus memberitahu kepada Heechul tentang ini?

Untuk sementara lupakan tentang ini Han….

Aku menggelengkan kepalaku dengan keras. Aku lalu pergi menuju dimana Heechul menungguku.

.

.

.

Heechul POV

Huh. ! kenapa Han lama sekali sich ? kakiku kan pegal menunggunya berdiri seperti ini.

Tak berapa lama setelah aku mengeluh sebuah mobil berhenti tepat di depanku. Kaca mobil itu terbuka dan aku sedikit menundukkan badanku agar bisa melihat ke dalamnya.

"Heechul, ayo masuk," ajak orang yang berada di dalam mobil itu.

"Shireo ! kau tahu berapa lama aku menunggumu disini, ? " seruku menolak ajakannya.

Aku sebal padanya !

"Cinderella, jangan marah pada Pangeran China mu yah, aku minta maaf, kau kan tahu pasien di rumah sakit kan juga membutuhkanku," jelas nya yang tak lain adalah Han, kekasihku sekaligus pangeran chinaku, orang yang paling aku sayangi di hidupku.

"Ayolah, kau mau sampai kapan berdiri terus seperti itu?"

Aku lalu masuk kedalam mobilnya, walau sebenarnya aku masih agak sedikit kesal karena keterlambatannya. Aku memandangi wajahnya, dia memang tampan, dalam kondisi dan situasi apapun Han tetap tampan. Aku terus memandangi wajahnya yang sedang memandang lurus kedepan. Dalam keadaan menyetirpun dia tetap terlihat tampan. Dia memang seperti pangeran. Rasanya aku seperti bermimpi bisa mempunyai suatu hubungan khusus dengannya. Aku seperti seorang pelayan yang menyukai rajanya. Seperti cerita di dongeng, dan aku tak mau keluar dari cerita itu. Jika hubungan kami bisa di tulis, aku tak mau penulisnya berhenti menceritakan cerita cinta kami, karena aku tak mau cerita cinta ini berakhir.

"Hya , Heechul apa ada yang salah dengan wajahku? Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanyanya dan aku pun langsung memalingkan wajahku karena malu.

Sial ! kenapa dia harus bertanya seperti itu sich?

"Aku tahu, aku memang tampan Heechul, dan kau mengakuinya kan?" ucapnya percaya diri

"Ne? hah? Asal kau tahu yah, aku itu jauh lebih tampan darimu,"

Han lalu mengambil sesuatu dari dashboard mobilnya. Lalu dia memberikannya padaku.

"Kenapa kau memberiku cermin?"

"Aku ingin kau berkaca, Heechul kau itu cantik, bukan tampan,"ucapnya dengan senyum innocentnya

"Mwo ?aish ! ah tahu lah…" kesalku sambil melempar cermin itu kepadanya.

"Kau marah Heechul? Jangan marah aku hanya bercanda,"

"Sudah sering kali ku bilang kan aku itu bukan cantik tapi tam…." Ucapku terpotong karena dia sudah menempelkan bibirnya di bibirku. Sekilas tapi terasa menyejukkan.

Mukaku mungkin sudah merah sekarang. Jantungku terasa berhenti berdetak tadi.

"Hya ! kau itu sedang menyetir, dan jangan berbuat macam macam denganku, " omelku untuk mengurangi ketegangan di tubuhku. Dia hanya tersenyum.

Dasar ! menyebalkan !

"Nah sekarang kau mau kemana?" tanyanya

"Hmm….aku lapar, kita makan saja, kau tahu tempat yang enak Han?" tanyaku

"Aku tahu, kau mau kita kesana?"

"Iya, "

"Baiklah,"

Han lalu melajukan mobilnya ke tempat yang dia bilang tadi.

.

.

.

Kami lalu berhenti di sebuah café yang tak begitu besar. Aku dan Han lalu masuk ke dalamnya dan tempat ini sanagt nyaman. Suasananya benar benar bisa menghilangkan semua kepenatan.

"Kau sering kesini Han? Tanyaku saat kami duduk dan Han sudah memesan makanan untuk kami.

"Iya, kalau aku ada masalah aku pasti kesini," jelasnya

Aku hanya mengangguk.

.

.

.

Hankyung POV

Aku tentu sering kesini, tempat ini lah saksi bisuku dengan Li Yin. Dan aku mengajak Heechul kesini. Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya mengajak seseorang yang ku cintai kembali kesini, walau bukan Li Yin yang kuajak ternyata rasanya tak berbeda, malah jauh lebih nyaman ketika aku berada bersama Heechul. Aku ingin tempat ini juga jadi saksiku bersama Heechul.

"Oh ya, apa Siwon ada diapartemen?" tanyaku

"Ani, tadi pagi aku melihatnya keluar, dia bilang dia mau pergi minum coffee, tapi sampai siang tadi dia belum pulang," jelas Heechul

"Hm, begitu, "

.

.

.

Siwon POV

Sudah sore, pasti Heechul hyung mengkhawatirkanku. Aku kan tadi bilang kepadanya hanya pergi minum coffee, tapi malah pergi dengan seseorang yang tak sengaja bertemu denganku dan malah mengajakku jalan jalan dengannya.

"Li Yin, kau sudah kenyang?" tanyaku

"Iya, aku belum pernah makan di jalan seperti ini, ini pertama kalinya aku melakukan ini," ucapnya

Ya, aku pergi dengan Li Yin. Saat aku ingin pulang ke apartemen setelah minum coffee aku bertemu dengannya di jalan. Ternyata dia masih mengenaliku. Kami berbincang sebentar lalu tiba tiba dia mengajakku menemaninya jalan dan makan. Ku pikir tak ada salahnya. Lalu aku pun mengajaknya makan di jalan, di tempat makan yang pernah ku kunjungi bersama Heechul hyung.

"Benarkan? Kau belum pernah makan di jalan seperti ini?" tanyaku tak percaya

"Iya, kenapa? Kau pasti tak percaya,"

"Oh ya, kau mau ice cream? Aku akan belikan kau 1, kau suka rasa apa?" tanyaku

"Cokelat,"

"Baiklah, kau tunggu sini, aku akan segera kembali,"

.

.

.

.

.

.

.

Heechul POV

"Han, boleh aku bertanya sesuatu?" tanyaku saat kami sedang berjalan jalan di sebuah taman.

"Memangnya kau mau bertanya apa?"

"Apa ibumu tahu tentang hubungan kita Han?" tanyaku hati hati. Ku lihat raut wajah Han berubah. Dia terlihat sedih.

"Maaf Han, harusnya aku tak bertanya seperti itu padamu," ucapku

"Ibuku belum tahu, ayah dan kedua adikku sepakat untuk tidak memberitahukannya, mereka khawatir penyakit ibu akan kambuh jika mendengar semua ini," jelasnya

"Aku minta maaf Han, "

"Kau tak salah Heechul, itu bukan salahmu,"

"Tapi aku sudah membuatmu menjadi anak yang melawan ayahnya,"

"Aku melakukan apa yang menurutku itu benar, dan hatiku mengatakan, mencintaimu bukanlah suatu kesalahan, melainkan suatu keajaiban,"

Aku menatap matanya, setiap ucapan yang keluar dari mulutnya merupakan sebuah kekuatan untukku, kekuatan untuk terus mempertahankan hubungan tak layak ini.

"Han, kau serius dengan ucapanmu?"

"Aku serius Heechul, aku serius…mencintaimu,"

Aku sudah tak perduli dengan pandangan orang, aku menikmati yang Han lakukan padaku sekarang. Tak perduli berapa pasang mata yang mungkin kini telah memandang kami dengan tatapan jijik atau hina. Aku bahkan tak mau tahu itu. Aku terus memperdalam dan memberi ijin untuk Han menguasai dan melakukan lebih dari sekedar ciuman hangat ini. Ciuman lembut ini semakin membuatku yakin bahwa Han hanya mencintaiku, dia hanya milikku. Egois memang, tapi ini yang kurasakan di hatiku sekarang. Aku mencintainya, sampai kapanpun hanya Han yang kucintai. Selamanya…

Entah berapa lama aku berciuman dengan Han. Dadaku terasa sesak, karena aku tak bisa bernafas. Aku lalu menyudahi ciuman ini. Aku menatap Han dan mataku berhenti tepat memandang sosok di belakang Han. Aku menatap sosok yang berdiri disana. Sosok yang mungkin shock atau kaget melihat kejadian tadi.

Aku tak tahu sejak kapan dia berdiri dan melihat kami. Yang ku tahu aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari orang itu.

"Heechul, kau kenapa? Kau melihat apa?" Tanya Han. Aku tak bisa menjawabnya. Bibirku terasa tak mau di gerakkan. Dan aku tetap tak berpaling dari orang itu yang masih terpaku berdiri disana.

Han lalu menoleh kebelakang. Dia ingin melihat apa yang kulihat, sampai aku tak bergeming dibuatnya. Han tampak terkejut dengan apa yang dilihatnya, dia mungkin berfikiran sama denganku. Dan tiba tiba perasaan bersalah muncul dihatiku, dan mungkin Han merasakan itu juga.

Li Yin…..? ucap Han pelan

.

.

.

.

.

.

.

Heechul POV

"Aku minta maaf, Li Yin…" ucapku memecahkan keheningan yang berjalan lama sejak kami masuk kedalam sebuah café.

Aku bisa merasakan yang dirasakan Li Yin sekarang, karena aku juga pernah merasakannya. Melihat seseorang yang kita cintai berciuman dengan orang lain itu pasti menyakitkan. Han dan Siwon juga diam dari tadi, Siwon pasti terkejut dengan kejadian ini. Terus terang aku merasa bersalah sekali.

"Li Yin, aku minta maaf, seharusnya aku memberitahumu, " jelas Han

Li Yin hanya diam, dia tak menjawab permintaan maafkau dan juga Han. Aku lalu berdiri dan membungkukkan badanku, "Aku minta maaf, aku salah, aku telah merebut Han darimu, aku minta maaf, "

"Hyung…" Siwon hanya bisa memandang pilu kepadaku yang berusaha mendapatkan respon dari Li Yin.

"Kenapa sampai seperti itu, aku tak memintamu untuk berkata maaf padaku, " ucap Li Yin tiba tiba

Aku mendongakkan kepalaku, menatapnya.

"Duduk, aku tak butuh maafmu," suruh Li Yin. Aku pun kembali duduk.

"Yang aku butuhkan sekarang penjelasan, kenapa? Kenapa kalian semua membohongiku, dan kau Siwon, sebenarnya kau tahu hal ini kan? Kenapa tidak memberitahuku?"

Siwon hanya diam, dia pasti bingung harus jawab apa.

"Bisa tinggalkan aku dan Li Yin berdua saja," ucap Han tiba tiba. Aku menoleh padanya. Han menggenggam tanganku erat. Berusaha meyakinkan ku bahwa semuanya akan baik baik saja. Aku mengangguk kecil, lalu aku dan Siwon menjauh dari meja Han dan duduk di lain meja agak jauh dari mereka.

.

.

.

.

.

.

.

Hankyung POV

"Li Yin, aku minta maaf, aku tak seharusnya membohongimu," ucapku

"Kenapa Han? Apa kau sudah tidak mempercayaiku lagi?"

"Bukan itu, hanya saja aku belum siap untuk memberitahukanmu,"

"Jadi, Heechul adalah orang yang kau bilang pacarmu,?" tanyanya

Aku mengangguk, "Iya, "

"Han, kau tahu kan Heechul itu adalah….."

"Laki laki, aku tahu itu Li Yin, tapi aku mencintainya, lebih dari apapun, ku mohon kau mengerti itu,"

"Jadi, Heechul yang membuatmu mempunyai masa yang baru, dia kah yang membuatmu menolakku,?"

"Maafkan aku, aku tahu ini kedengarannya gila, tapi hatiku tak bisa berbohong Li Yin, aku mencintai Heechul, aku tak perduli dengan apapun, aku tak perduli dengan perkataan orang tentang hubungan ku dengannya, aku nyaman berada di dekatnya, aku seperti mempunyai dunia baru yang lebih bisa memahami seperti apa hubungan kami. Li Yin, aku tak perduli jika kau membenciku, tapi ku mohon jangan membenci Heechul, dia tak tahu apapun, " jelasku

"Iya, aku mengerti Han, aku juga tak mungkin bisa memaksamu, perasaan seseorang tak bisa dipaksakan, aku takkan memberitahukan kepada paman, "

"Kau serius ? " ucapku senang

"Apapun Han, asal kau bahagia, dan ternyata kebahagiaan itu ada pada Heechul,"

Aku tersenyum mendengar pengakuannya. Aku bangga mempunyai teman seperti Li Yin, walau dia adalah mantan kekasihku, tapi dia mampu mengerti perasaanku saat ini. Aku tahu dia pasti sangat sakit mengetahui kebenaran tentang ku. Tapi dia mampu menutupinya. Kau sangat tegar Li Yin.

.

.

.

.

.

.

.

"Oh ya Siwon, Li Yin, kenapa tidak ikut bersama kami, ?" ajak ku saat kami berada di luar café. Aku menawari Siwon dan Li Yin untuk mengantarkan mereka pulang. Karena Siwon tinggal 1 apartemen dengan Heechul jadi ku pikir kenapa tidak sekalian saja.

"Tidak, aku dan Siwon masih ingin jalan-jalan," jawab Li Yin

"Oh, yah sudah, aku dan Heechul pulang dulu, selamat tinggal," ucapku lalu aku masuk ke dalam mobil

"Hati-hati yah," ucap Heechul, lalu Heechul masuk ke dalam mobil. Dia terlihat masih canggung dengan Li Yin.

"Han…..apa Li Yin baik baik saja?" Tanya Heechul

"Ya, dia baik-baik saja, kau tak usah khawatir," jawabku

.

.

.

Li Yin POV

"Kau baik-baik saja Li Yin?" Tanya Siwon

"Kenapa? Apa aku terlihat sakit?" candaku

Siwon tertawa kecil.

"Aku hanya tak bisa mengerti tentang semua ini, kalau boleh jujur aku merasa dikalahkan oleh Heechul, dia mampu membuat hati Han terpaut padanya," ucapku

"Saat melihat mereka saling bertatapan, dan saling tersenyum, aku merasa mereka benar-benar saling mencintai, itu pertama kalinya aku melihat Han tersenyum setulus itu, tertawa sebahagia itu, sangat terlihat bahwa cinta mereka itu seperti tak bisa di pisahkan, jujur, aku sangat iri dengan mereka, "

"Iri?" Siwon mengerutkan alisnya.

"Iya, iri. Karena saat Han bersamaku dulu, Han tidak pernah sebahagia itu, aku memang sering melihatnya tersenyum, tapi senyuman yang sangat tulus hanya dia berikan kepada Heechul, aku kalah Siwon, cintaku dikalahkan oleh seorang laki-laki. Walau aku belum bisa menerima hal itu, tapi melihat Han begitu bahagia, aku merasa ikut bahagia bersamanya,"

"Begitu juga denganku, jika Heechul hyung bahagia, aku akan bahagia juga, walau hati adalah taruhannya," ucap Siwon

"Maksudmu?...ah…jangan jangan kau….."

"Iya, aku menyukai Heechul hyung, jauh sebelum Heechul hyung mengenal Han hyung, "

"Oohh, kita sama,"

"Walau Han hyung sering membuat Heechul hyung sedih tapi Heechul hyung selalu tersenyum senang saat menyebut namanya, dan melihat senyumannya hatiku merasa tenang,"

"Hah….kenapa kita jadi saling cerita sich, bagaimana kalau kita lanjutkan makan di jalan, aku kembali lapar Siwon," ucapku

"Baik, ayo kita makan sampai kenyang !, " seru Siwon

"Hey, jangan berteriak seperti itu, " ucapku sambil menepuk lengannya

.

.

.

Heechul POV

"Kau tidak pulang Han?" tanyaku kepada Han saat kami berada di luar apartemenku.

"Aku masih ingin bersamamu,"

Mendengar jawabannya, mukaku memerah, aku berpaling dan tak menatapnya.

"Heechul…" panggilnya

"Apa?" aku menoleh kepadanya dan sepertinya dia sudah merencanakan ini, wajahku dan wajahnya sangat dekat hingga ujung hidung kami bersentuhan. Dadaku berdebar sangat kencang, dia pasti bisa melihat wajahku yang benar-benar merah. Dan tiba-tiba tangan Han menyentuh dadaku.

"Debarannya sangat kencang," ucap Han. Dan ucapannya mampu membuat muka ku semakin memerah. Dan kini tangannya menyentuh wajahku.

"Dan yang ini semakin merah," ucapnya tanpa menjauhkan wajahnya dari wajahku.

"Han, sepertinya aku mengantuk, aku harus tidur, kau seharusnya pulang Han, aku akan masuk kedalam," ucapku sambil segera masuk kedalam apartemen. Tiba-tiba Han menarik tanganku dan menjatuhkanku kedalam pelukannya. Hangat.

"Kenapa buru-buru? Aku ingin merasakan debaran itu, aku juga ingin merasakan hangatnya muka memerah itu, jadi kenapa harus buru-buru, huh?" ucap Han

"Han….." ucapku pelan. Aku juga ingin merasakan hangatnya pelukanmu. Tanganku meraih punggung Han, memeluknya dengan erat.

.

.

.

Author POV

"Huh…tertangkap kau Hankyung, " gumam seseorang

Orang itu lalu menelpon seseorang, "Halo Pak, dugaan anda benar, Han sedang bersama anak itu, dia sekarang berada di depan apartemen anak tidak tahu diri itu," ucap orang itu

"Beri aku alamatnya,"

"Dengan senang hati, Pak "

.

.

.

Heechul POV

Aku membuka mataku perlahan. Aku menoleh kesamping, ku lihat Han masih tertidur lelap. Aku tersenyum kecil, ku telusuri setiap lekuk wajahnya dengan jari-jariku.

"Han….bangun, bukankah kau harus ke rumah sakit, kau tidak pulang semalam, " ucapku sambil membangunkannya

"Heechul…sebentar lagi, aku masih ngantuk,"

"Han, ayahmu nanti mengkhawatirkanmu, kau lupa…kau kan tidak pulang semalam,"

"Iya, aku bangun, "

Han lalu bangun dan langsung menuju kamar mandi. Saat Han sedang berjalan menuju kamar mandi tiba-tiba Han menarik selimut yang menutupi tubuhku.

"Hya ! Han !" seruku karena tubuhku yang tak memakai sehelai pakaian pun jadi terlihat olehnya dan itu membuat muka ku memerah.

Han hanya tersenyum kecil dan masuk ke kamar mandi. Aku pun lalu beranjak dari tempat tidur dan memakai pakaian.

.

.

.

"Heechul, Siwon belum pulang?" Tanya Han saat dia selesai mandi dan duduk di sampingku yang sedang menonton tv.

"Uhm…belum, oh iya kau tidak ke rumah sakit Han? Atau, lebih baik kau memberitahu ayahmu, " ucapku

"Sudahlah, kenapa kau begitu khawatir? Ngomong-ngomong kau bisa berjalan Heechul? Ku pikir semalam aku tidak bisa membuatmu berjalan dengan baik," candanya

"Hya ! dasar ! sejak kapan kau mesum seperti ini Han?" tanyaku sambil memberinya death glare

"Sejak mengenalmu,"

Saat aku ingin memarahinya lagi, tiba-tiba aku mendengar ketukan pintu. Jangan-jangan itu Siwon…pulang sepagi ini, kemana dia semalam?

"Biar aku saja, " ucap Han

"Ani, aku saja, kenapa kau tidak membuatkan ku sarapan Han, aku mau nasi goreng…" ucapku

"Baiklah, apapun untukmu,"

Aku lalu berjalan menuju pintu dan membukanya, "Iya sebentar,"

"Aish…Siwon apa itu kau? Kenapa kau pulang….."

Aku tak meneruskan kata-kataku karena bukan Siwon yang ada di hadapanku sekarang. Aku hanya diam, aku tak bisa mengucapkan apapun.

"Mana Han?" Tanya orang itu tegas

Aku tak bisa mengucapkan satu patah katapun

"Ku bilang mana Han?" tanyanya sekali lagi

"MANA HAN ? " orang itu membentakku.

"Aku…Han…."

PLAK !

"Dasar anak tidak tahu diri, kau berani membuat Han menginap di sini, kau memang menjijikkan, membuat anakku menjadi gay, dan sekarang berani membuatnya tak pulang ke rumahnya, dasar kau perusak, " umpat orang itu sambil menamparku

"Ayah ! apa yang kau lakukan kepada Heechul?" seru Han

"Ternyata benar kau ada disini, apa yang kau lakukan disini Han? Tak pulang kerumah dan bermalam di sini, berdua dengan anak perusak ini," seru ayah Han sambil ingin memukulku

"Ayah hentikan ! jangan sakiti Heechul lagi," ucap Han sambil memelukku

"Kau berani melawan ayahmu demi anak rusak ini,"

"Aku mencintainya, sangat mencintainya, dan ku mohon ayah mengerti itu,"

"Pulang, " ayah Han lalu menarik tangan Han yang sedang memelukku. Tapi Han berontak dia malah semakin erat memelukku.

Aku tak mau lepas darimu Han…tak mau…..

"Bawa dia," ucap ayah Han kepada 4 orang yang dari tadi berdiri diam di belakang ayah Han. Mereka mencoba melepaskan pelukan Han. Karena mereka terlalu kuat pelukan Han di tubuhku terlepas. Mereka menjauhkan ku dari Han.

BUGH !

Salah satu dari mereka memukul perutku. 2 orang lainnya memegangi tanganku. Dan orang itu menghajar wajahku. Mereka terus memukuliku. Perut dan wajahku tak luput dari pukulan mereka.

"BAIK ! BAIK ! AKU PULANG ! " seru Han tiba-tiba. Dia mungkin tak tega melihatku terus terusan di hajar oleh orang-orang suruhan ayahnya.

"Ku mohon jangan sakiti Heechul lagi, aku akan pulang," ucap Han menangis

Aku terjatuh lemah di lantai. Salah satu sisi mulutku mengeluarkan darah. Han mencoba mendekatiku, dia ingin mengetahui keadaanku. Tapi ayahnya langsung menariknya dan membawanya pergi. Dan aku masih bisa melihat punggung Han yang meninggalkanku dan masuk ke dalam lift.

Aku berusaha berdiri, dan mengejar Han. Aku menekan tombol lift dan tak berapa lama pintu lift terbuka. Aku masuk kedalamnya dan berdoa semoga Han masih berada di bawah.

Aku sampai di lantai dasar dan berlari keluar. Aku melihat Han baru saja masuk ke dalam mobil.

"HANKYUNG !" seruku

Mobil itu melaju pergi. Aku yang melihat mobil itu segera menjauh dariku langsung berlari mengejarnya. Aku berlari sambil terus memanggil nama Han. Berharap mobil itu berhenti dan Han menghampiriku.

Aku tak kuat lagi untuk berlari. Dan kakiku tak bisa diajak untuk berlari lebih jauh mengejar mobil itu. Aku terjatuh dan hanya bisa menangis.

Ku mohon Han, kembali…..

Han….saranghae…..jeongmal saranghaeyo…

lalu semuanya menjadi gelap.

.

.

.

.

.

.

.

Hankyung POV

Aku menoleh kebelakang dan ku lihat Heechul berlari mengejarku.

"Hentikan mobilnya !" seruku

"Bukankah kau bilang ingin pulang," ucap ayah

"Ku mohon hentikan mobilnya,"

"Jalan terus jangan berhenti,"

"Ayah !"

Aku kembali menoleh kebelakang dan aku melihat Heechul terjatuh.

Heechul…maafkan aku

aku mencintaimu Heechul, aku sangat mencintaimu.

.

.

.

.

.

.

.

TBC-


Yunienie :: iyaaaa ini udahhhh panjannnngggggggggg #plak

yolyol :: no happy di FF ku #bunuhauthor . iyaa nanti ku buat Happy Ending buat semuanya :)

YunieNie :: iyaaa happy ending kokkkk T^T

Stevanie7227 :: kan Appa han ngikutin kamu...kamu kan gitu #AuthorMintaDibacok

gomawo buat semua yang udah REVIEW *deep bow*