"Nee Harua, melihat kemampuanmu sebenarnya kau bukan seorang pelayan?, Aku benarkan?,"UcapHeang Dae menatap Polos. "Dengan kekuatan seperti ini kurasa kau bisa mendapatkan apa yang lebih baik,"Ucap Pemuda bersurai pirang itu.

"Mungkin saja!-,"Ucap Sakura dengan pandangan lembut. "Tapi rasanya aku,"

"GAWAT HEANG DAE!,"Teriakan Prajuit terdengar membuat Sakura menghentikan Chakra medisnya saat seseorang terdengar masuk kedalam ruangan. "TUAN MUDA TAE YEAON JATUH SAKIT,"Ucapnya.

"Tae Yeon,"Mata Sakura membulat dan memandang tak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Kita sampai wilayah Huuga kampung halamanku,"Ucap Hak datar.


Shinzo Ketsuin

(心臓欠員)

By

(Lightning Shun ¤ Vicky Chou)

PART : (10)


Dari! Dark!

langkah kaki terdengar cepat, dikala mata Sakura memancarkan kecemasan diikuti oleh Heang Dea menuju kamar Tae Yeon, suara Gebrakan langsung terdengar memunculkan Sakura yang membuat semua orang disana nampak menatapnya kaget.

BRAAAAAKKKK!

"Sa~Sakura,"Suara ringisan kecil terdengar menyambutnya, Wajah penuh kesedihan dari wajah Yona terlihat menunduk di dekat kasur Anak itu yang terbaring tiada berdaya. "Ta-Tae Jatuh dan-,"

Sakura memasuki ruangan lalu mendekati Yona tampa bicara, dan langsung mencoba menenangkan Yona dengan mengusap punggungnya dengan lembut.

"Ini bukan kesalahan Rika, Tae Yeon punya paru-paru yang lemah sejak dia lahir, terkadang penyakitnya sering kambuh sewaktu-waktu, dan sulit bernafas setelah meminum obat dia akan segera pulih,"Ucap Mun Deok menenangkan.

Semua kembali terdiam dengan Sebelum Sakura mau mengutarakan sesuatu langkah tergesa berikutnya terdengar, Dua sosok warga lelaki suku angin datang dengan tampang cemas.

"GAWAT KETUA! PEDAGANG YANG BIASA MELEWATI JALUR PERDAGANGAN KITA, DISERANG HINGGA SEMUA PEDAGANGAN TERLUKA PARAH, BARANG MEREKA DI BUAT HANCUR LEBUR,"Ucap Salah satu mereka.

"Saat ini mereka sedang ditangani oleh suku kita di bawah,"Ucap temanya.

"Mereka sengaja?!,"Ucap seorang Pembantu wanita kediaman Mundok.

"Ini ulah suku api!,"

"Mereka tak main-main dengan Keinginan mereka,"Ucap Salah satu pria dari para warga. "Bagaimana Ketua apa kita akan ikut perang,"Tanya pria tadi dan Sang Ketua Mun Dok hanya terdiam.

"Kesempatan kita mendapatkan Air juga suplai telah dilumpuhkan,"Ucap Mun Dok dengan suara agak lemah "Dan jika mengibarkan bendera perang juga tidak mudah karna, Suku api sangat kuat,"Ucapnya.

Mendengar penjelasan itu Sakura hanya diam tampa berkata apa-pun gadis itu masih mencoba menenangkan kondisi Yona yang semakin terpuruk akan kejadian ini, dan menyalahkan semua ini padanya.

"Tak ada perang,"Ucap Hak Spontan Sembari memandang datar. "Batasi pemakaian Suplai bahan untuk beberapa hari, Sebagian pria dari kalian ikut aku dan sebagian dari para pria menjaga keamanan tempat ini,"

"Siap!,"Ucap beberapa pria disana dengan serentak dan nampak tak bisa menyaingi karismatik Dari Son Hak dalam memerintah, melihat itu Sakura hanya menghela nafas lemah dan merasakan beban semua orang sedikit terangkat. "Biar aku lakukan sesuatu,

"La~Lalu bagaimana Obat untuk, Tae,"Ucap Yona makin sedih.

PLOK!

Seketika usapan tangan Heang Dae, diarahkan kekepala Yona dengan usapan yang lembut, dan menenangkan.

"Kita harus mendapatkan obat itu segera, kurasa kawasan obat didaerah tetangga dibawa kita belum diganggu pasukan Api, aku akan membelinya disana?,"Ucap Hwang Dae.

"Tapi kan Kau masih terluka,"Ucap Dae Jun pada Hwang Dae.

"Tapi tuan muda perlu obat itu sekarang, Jadi kurasa kita harus melakukan sesuatu,"Ucapnya dengan nada membujuk.

"Aku akan ketempat Docter untuk mencari obat dihutan timur,"Ucap Heang Dae dengan nada semangat, sembari memutar lenganya yang diperban.

"Tapi bagaimana dengan lukamu, bodoh ?,"Tanya Rekanya dengan tatapan Khawatir, mendengar ucapan itu Heang Dae langsung memandang Sakura, dan yang ditatap hanya menatap bingung.

"Tidak perlu khawatir, Aku adalah pengendara terbaik juga tercepat di suku Angin!,"Ucap Heang Dae dengan rasa percaya diri yang tinggi. "Jadi tidak apa apakan? Tu-An-Mu-Da?,"Ucap Lelaki itu mengedipkan matanya pada Hak. "Serahkan padaku!,"Ucapnya heboh.

Hak yang terdiam hanya mendengkus, entah kenapa ia merasakan penasaran pada Sakura dan Heang Dae yang sempat dia temukan saling memandang, tapi pada akhirnya dia memutuskan diam lalu merubah rautnya serta mencoba memberi senyuman pada sang penjaga suku itu.

"Jangan Lupa, Tawar Harga obatnya,Ya?,"Ucap Hak lalu mengeluarkan beberapa keping uang ke Heang Dea dan secepat kilat, yang disuruh langsung lari keluar ruangan.

"AKU PERGI!,"

Setelah Heang Dae meninggalkan ruangan, Hak juga pergi diikuti warga dan kepala Suku Mundok, sementara perawat suku juga tabib rumah merawat Tae dengan sangat hati-hati, agar penyakit lelaki itu tidak bertambah banyak kambuh saat ini.

"Nona? sebaiknya anda isterahat!,"Sebuah usapan lembut pada bahu wanita bersurai merah terasa membuat Yona yang terpanggil mema dang siapa yang memanggil dan itu adalah Sakura.

"Sakura aku akan menjaga Tae! aku tidak apa-apa?,"Ucap Yona kembali menatap Wajah Tae yang meringis lemah.

"Aku akan mengantikanmu selama kau isterahat, tubuhmu masih dalam proses pemulihan Nona,"Ucap Sakura gadis itu tersenyum lemah, lalu menyentuh kening Yona dengan lembut, sebuah percikan cahaya hijau bersinar disana membuat Yona kehilangan kendali pada tubuhnya lalu jatuh tertidur.

SAAP!

"Maaf?!,"Ucap Sakura dengan nada lemah. "Setidaknya aku bisa membuatmu beristirahat meski hanya sebentar,"Ucap Sakura yang secepat kilat menangkap tubuh Yona yang sudah tertidur,"

Gadis Ninja itu hanya menghelah nafas, ia meninggalkan tubuh Yona disamping tubuh Tae lalu dalam beberapa menit ia membawa sebuah Futo lalu mengelarnya disebelah Futo Tae, ia menggendong tubuh Yona lalu dengan cepat meletakan tubuh gadis itu disana.

SREEEK!

Suara pintu geser terdengar membuat Sakura terkaget, ia menemukan Hak yang memasuki ruangan, dan mata mereka saling memandang sekian detik, bersamaan keheningan disekitar mereka.

"Para bibi Tabib?, Kemana mereka?,"Tanya Hak melirik Hanya Yona, dan Sakura yang menjaga Tae.

"Mereka sedang pergi mengambil sesuatu, dan Nona sedang isterahat, maaf lancang memasang Futo disini,"Ucap Sakura menghelah nafas.

"Tidak apa-apa! Jika dia bisa lebih tenang, Kau membuat dia tertidur,"Ucap Hak yang membungkuk dan Sakura hanya mengangguk mengiyakan perbuatanya.

"Aku rasa ini penting! Tubuhnya butuh isterahat, kau juga tahu itu bukan General-Hak?,"Ucap Sakura menatap pria itu semakin datar.

"Kau juga memerlukanya bukan!?,"Ucap Hak memandang iris amber jernih Sakura.

"Aku tidak selemah itu,"Ucap Sakura datar.

"Bagaimana tidak, aku melihat wajahmu begitu pucat,"Ucap Hak langsung menatap Sakura dengan intens.

"Aku baik baik saja jangan Khawatir,"Ucap Sakura, entah kenapa pasca kejadian dihutan hubungan mereka sangat minim pembicaraan dan mengurusi urusannya masing-masing(?).

"Kau butuh istirahat aku akan khawatir,"Ucap Hak lalu membungkuk disamping Sakura yang duduk di dekat Futo Yona. "Aku tak bisa membiarkan seorang gadis tidak isterahat selama berjam-jam apa lagi ini wilayahku,"

"Kau tak perlu merisaukan hal ini! Aku tidak akan mempersulitmu aku janji,"Ucap Sakura menatap datar tampa fokus wajah Hak sudah didepan wajahnya.

"Yona sangat keras kepala, tapi kau lebih keras kepala tiga-kali lipat ketimbang dia,"Ucap Hak memasang wajah mulai jengkel dan auranya sudah sangat berubah dingin.

"...Soal itu aku-"Uhk!,"Ucap Sakura yang baru membalas sebuah kecupan dingin langsung mengarah kemata kanan-nya, saat dimana Hak mengecupnya dengan lembut tapi memberi tatapan mata yang dingin.

"Aku ingin kau istirahat, Yona yang terlalu lelah membuat aku khawatir, bagaimana denganmu aku sangat khawatir dan hatiku tidak tenang saat ini,"Setelah mengatakan itu, Hak lalu beranjak keluar dari posisinya dan pergi keluar ruangan dengan cepat yang meninggalkan Sakura begitu saja dengan posisi membeku.

"Apa yang-,"Sakura yang baru tersadar hanya memandang terkejut, dan hanya menenggelamkan wajahnya diantara rok panjangnya, menyembunyikan wajahnya yang bersemu, kemarin pria itu melihat tubuhnya telanjang sekarang dia malah dicium dimata, besok apa?, Gadis bersurai pink itu bingung harus bicara apa saat ini.

'Ancaman macam apa itu!'

Sementara ditempat lain:
Hak sang komandan, dan di sebut sang badai justru meringkuk jauh-jauh dari ruangan adiknya itu dan menjauhi keramian demi mengendalikan pacu jantungnya yang tak stabil, ia meringkuk gemetar, wajahnya merah dan dicengkramnya sangat kuat.

'Ada apa denganku sih, kenapa aku semakin tidak tenang!,'

Dan dalam kondisi ini, tak ada yang bisa menangkan sang Komandan selain dia sendiri. dan akibat ini apakah hubungan mereka akan kembali baik atau justru makin parah :v.

[Bersambung]
[Rabu-2-January-2019]


Hai aku Lighting Shun: Setelah lama gak abdate : aku punya dua berita untuk kalian berita buruk dan baik. Sebelum membahas hal itu! saya mengucapkan selamat Natal buat kalian dan juga tahun baru😏
moga-moga ditahun baru kedepan kita mendapat hal positif yang baik dan diberikan jutaan kebaikan 🖒

Mari ke Beritanya :
berita baiknya aku akan fokus kecerita ini dan mau rencana lebih cepat saya up karna jatwal saya mulai stabil mulai hari ini.
berita buruknya datang dari cerita [Strong Your Life] Karna ada masalah yang entah kenapa bisa terjadi (!) File cerita : Chapters Yang berjudul- [Siasat].

Author Remek, karna cerita yang harusnya sudah dipublis langsung hilang dan tidak bisa dikembalikan lagi 😭(Uhh kalau tahu gini aku simpan aja cerita nya dilaptop).

😭 jadi status cerita itu akan saya Hiatuskan dulu, sampai dua chapters, satu yang saya buat ulang untuk chapters yang hilang dan chapters lanjutanya ini rilis.

JADI MOHON DUKUNGANYA DAN DOANYA MOGA MOGA GAK HIATUS LAMA! SAMPAI JUMPA LAGI ALL 🖒