Disclaimer : MASASHI KISHIMOTO
Pair : NaruHina & SasuSaku
And All Canon
Another Pair : ItaKyuu, SasoHana
RATE : M ( for save)
Warning : AU,OCC,TYPO, DAN KETIDAKJELASAN LAINNYA
"..psstt jangan harap Fic ini bebas typo yaa... *_^ ..."
No Flame
.
.
.
Sudah seminggu sejak kepindahan mereka ke apartment, rumah tangga mereka masih adem ayem, walaupun kadang ada perdebatan-perdebatan kecil yang selalu di menagkan oleh pihak isri, sejauh ini tak ada yang yang berarti mengusik mereka. Dan tepat hari ini Sasuke dan Naruto Mulai berkerja di perusahaan Cabang. Mereka berdua hanya sebagai Karyawan biasa. Sasuke di Departemen Keuangan dan Naruto Di Department Pemasaran.
.
.
Apartment SasuSaku
"Sasuke-kun sarapannya sudah siap" Ucap Sakura
"Hn" Guman Sasuke
.
.
Aperment NaruHina
"Naruto-kun sini ku rapihkan dasi mu" kata Hinata dan merapikan dasi Naruto
"yap, Suamiku sudah tampan, ayo sarapan"
"hehehehe aku memang selalu tampan Istriku" Naruto dan Hinata Sarapan dengan penuh Kehangatan Cinta (alay)
Selesai sarapan Hinata mengantar Naruto di depan pintu apartment
"Naruto-kun ini bento mu" Hinata memberikan bento pada Naruto.
"Ia, Sayang Kalau Kau mau pergi ajak Sakura bersama mu, jangan keluar sendiri , tapi jangan pulang terlalu sore, jangan terlalu dekat dengan tetangga apalagi laki-laki, bilang kau sudah menikah, ingat pesan ku" Naruto berpidato pada Hinata
'Ini bukan pesan tapi perintah' batin Hinata
"...Hinata?"
"Eh ia Naruto-kun, hati-hati yah, Semangat " Hinata tersenyum Hangat pada Naruto
"Baiklah, Aku pergi.." pamit Naruto tapi belum beranjak dari depan pintu. Hinata sudah berbalik dan akan menutup pintu, tapi saat dia akan menutup pintu mendapati Naruto masih di depan pintu dengan wajah cemberut...
"Apa ada Naruto-kun, ada yang tertinggal?" tanya Hinata binggung
"Huhh masa itu saja kau lupa K-I-S-U nya mana?" Kata Nartuto mengeja dan menujuk bibirnya
"N-nnaru hmmpp" Hinata di bungkam ciuman singkat tapi padat oleh Naruto
"bye Hime-manisku" Naruto pergi meninggalkan Istrinya yang merona di depan pintu
.
.
Apartment SasuSaku
"Saku kau jangan kemana-mana sendiri ajaklah Hinata bersama mu dan jangan sembarangan berkenalan dengan orang lain, apalagi itu laki-laki, tunjukan saja cincin pernikahan kita, " pinta Sasuke
"ia ia Suamiku" Sakura tersenyum dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Sasuke, sementara Sasuke memeluk erat pinggang Sakura.
'chup' dan ciuman panjang pun terjadi
'ting tong ting tong ting tong '
bunyi bell apartment tak menghentikan kedua insan yang berciuman mesrah
'ting tong ting tong ting tong ' bunyi bel semakin brutal
"chee menganggu saja " umpat Sasuke dan menghentikan ciumannya
"Ehmm Kau akan terlambat, kalau tidak berangkat sekarang Sasuke -kun" ucap Sakura
'kriieett'
" Nanti saja kalian lanjutkan Teme, Sekarang sudah jam Berapa ?" Kata Naruto Santai saat Sasuke keluar
"Aku pergi, Ingat pesan ku" ucap Sasuke pada Sakura mengacuhkan Naruto
"Ia, ini bekal mu dan hati-hati yah" sakura memberikan bento pada sasuke
"Hn." guman Sasuke dan mencium kening Sakura. Sasuke dan Naruto beranjak keluar dari gedung apartment..
.
.
Hari demi hari mereka lewati dengan manisnya menyambut pulang suami, menyediakan makan, mengurus semua keperluan rumah tangga mereka masing-masing. dan jangan lupakan ehhm "Jatah" Naruto dan Sasuke tak pernah melewatkan ituu dan hampir, hampir setiap malam mereka mengarap ladang tapi mereka belum bercocok taman karena Hinata dan Sakura belum di bolehkan oleh orang tua masing-masing untuk menghasilkan buah (hehehe?) jadi mereka masih menggunakan " penggaman ".
Seminggu lagi mereka akan masuk ke Universitas. Hinata dan Sakura sudah bosan di apartment dan mereka tidak di perbolehkan oleh suami-suami protektif mereka untuk keluar apartment.
Selama berkerja di perusahaan Senju, Naruto dan Sasuke tak lepas dari mata para hawa yang ada di kantor. Mereka sih cuek aja tapi di dalam hati mereka ' Tak ada yang menolak pesona Namikaze/Uchiha' mereka berdua ini tak akan pernah tergoda dengan gadis-gadis manis di kantor karena di rumah mereka sudah punya yang lebih maniss.
Hari ini tepat hari pertama mereka masuk kuliah Di Konoha Hidden Intl University. Satu minggu untuk ospek, teman-teman merka yang di KHIS pun banyak yang Kuliah disana. Begitu juga, dengan genk mereka, teman kelompok maksudnya.
Sakura di fakultas kedokteran, Hinata di psikolog Anak , Hinata masuk fakultas psikolog tapi dia juga mengambil kuliah ekstra di jurusan desain di hari Sabtu , karena fakultas Psikolog dari senin-jumat.
Naruto dan Sasuke di fakultas bisnis dan management. Waktu kuliah mereka dari senin-jumat dari pagi sampai siang, dan hari sabtu mereka full dikantor. melelahkan memang tapi apalah daya mau di kasih makan apa istri di rumah.
Sai di fakultas seni, Ino di kedokteran bersama sakura, Shikamaru dan Neji di Bisnis & management, Temari dan Tenten di fakultas teknik.
Walaupun mereka Satu kampus tapi karena fakultas mereka beda dan jarak antar gedung fakultas pun cukup jauh, di setiap Fakultas sudah tersedia kantin yang besar.
Sekarang mereka berkumpul di taman kampus setelah selesai ospek.
" Haahh akhirnya opsek selesai juga.." Temari mendesah lega..
" iya leganya lepas dari para senpai-senpai itu " sambung tenten, membayangkan ulah para senpai-senpai yang mengerjai mereka
" Bagaimana kalau kita makan , aku sudah lapar " ajak Sakura
"Aku dan Sasuke tidak ikut yah, ada urusan penting, mohon jaga Hinata dan Sakura yah " Sela Naruto
"kalian mau kemana?" Tanya Sai penasaran , tumben sekali mereka berdua tidak ikut.
"Mencari sesuap nasi, ayo teme.." Naruto berdiri dari duduknya dan mengusap kepala Hinata. Sasuke mengikuti Naruto dan tak lupa mengetuk lembut dahi sakura dengan jarinya.
"Neji antar mereka pulang" Pinta Naruto dan berjalan menuju parkiran untuk berangkat ke kantor
"Hm. aku tahu " jawap Neji sambil menatap ponselnya dan menyeringai kecil, entah dia menjawab Naruto atau ponselnya
"Hey Sakura mereka mau kemana ? mencari sesuap nasi, apa maksudnya?" tanya ino penasaran
" Bukan apa-apa, ayo makan aku lapar" kata Sakura dan berjalan menuju kantin, dan yang lain mengikuti.
"Hahh Mendokusei" siapa lagi kalu bukan Shikamaru.
.
.
6 BULAN KEMUDIAN
Aparment NaruHina
Hinata di ruang makan sedang berkutat dengan buku agendanya
"Aku harus berhemat, tabungan ku dan Naruto-kun masih lumayan" Hinata sedang menghitung jumlah pengeluaran dan pendapatan mereka, gaji Naruto tak seberapa karena dia hanya pekerja paruh waktu saja.
" Kasihan Naruto-kun dia pasti sangat lelah pagi kuliah, Sore sampai malam kerja, malamnya belajar, hahhh, apa yang harus aku lakukan?" desah Hinata
" yang kau lakukan tetap di sampingku" Suara Naruto mengagetkan Hinata
"EH.. Naruto-kun Okaeri" Hinata terlonjak kaget langsung berdiri dari duduknya dan menyambut Naruto
"Tadaima" Naruto berjalan mendekat ke Hinata dan memeluk istrinya itu
"Lelahku akan hilang saat kau menyambutku dengan senyumanmu, sayang" bisik Naruto
"yaa, Naruto-kun Mandi dulu, lalu kita makan, aku sudah menyiapkan air hangat untuk Naruto-kun Mandi" ucap Hinata yang sudah melepaskan pelukan suaminya.
"Ha'i Hime-sama" Naruto berbalik menuju kamar eh tapi ada yang dia lupa Chupp " Ciuman selamat datang" Ucap Naruto dan kabur ke kamar mereka, Hinata bersemu merah dan tersenyum " Dasar", Hinata menyimpan buku agendanya dan menyiapkan makan malam.
.
.
Apartment SasuSaku
Tak ada bedanya dengan Hinata, Sakura juga sedang bergelut dengan pengerluaran dan pemasukan bulanan.
"Kurasa ini cukup untuk beberapa bulan kedepan" Sakura tersenyum melihat hasil penghitungannya.
"Sudah selesai menghitung uang Nyonya, Suamimu ini sudah lapar" kata Sasuke datar dan menatap Sakura sambil mengerutkan dahinnya
"sasuke-kun sudah selesai mandi, ayo makan" Sakura kaget..
"Hn"
Mereka makan dengan tenang, selesai makan Sakura dengan cekatan membersihkan alat masak memasak dan segala jenisnya
"Sasuke-kun ini teh nya" Kata Sakura pada Sasuke yang sedang menonton film, dan ikut duduk di samping Sasuke
"Hn"
"Sasuke-kun a-ada yang ingin aku tanyakan padam muu" Sakura bebicara denga sedikit terbata-bata
"ada apa?" Sasuke menatap binggung pada Sakura
"Hmm begini ehm kan keuangan kita mu-mulai me-nnipiss" Sakura berkata dengan susah payah
"hmm?" Sasuke semakin binggung dan penasaran
"Ba-ba-gaimana ka-kalau a-aku ber-berkerja pa-ruh wak-waktu?" kata Sakura terbata-bata dan takut tak berani menatap Sasuke yang sedang menatap dengan datar tapi menakutkan
30 detik berlalu dengan keheningan
"Ada sesuatu yang ingin kau beli" tanya Sasuke lembut
"b-bu-bukan itu aku tak ingin membeli apapun" Sakura mengeleng
"Lalu?" Tanya Sasuke lagi
"Aku han-hanya ingin membantu mu mencari uang, kau selalu kelelahan, nanti kalau kau sakit bagaimana?" kata Sakura pelan tapi cukup di dengar oleh telinga tajam Sasuke
"Aku hanya ingin membantu mu, Pagi kau kuliah, sore kau kerja dan waktu istirahatmu tersita karena belajar, aku hanya Hikss hikss ingin berguna untuk mu" lanjut Sakura sambil terisak pelan
Sasuke menatap lembut istri pinknya ini, Ada kehangatan di hatinya saat mendengar kekhawatiran dan kepedulian istrinya ini.
"Selama kau ada di sisiku, aku masih mampu melakukannya, aku tak akan sakit hanya karena harus kuliah dan kerja secara bersamaan, aku adalah uchiha" Sasuke membawa istrinya kedalam pelukannya.
"dengarkan baik-baik"Sasuke menangkup pipi istrinya dan menghapus air mata di pipi sakura
"Kau adalah Uchiha Sakura istriku, kau adalah bagian Dari hidupku ,Kau adalah tanggung jawabku, apapun yang aku lakukan sekarang untuk masa depanmu, untuk masa depan keluarga kecil Kita. Dengan kau ada di sampingku, mensupportku, menyambutku pulang, itu semua sudah lebih dari cukup untukku, jangan pernah katakan kau tidak berguna" ucap Sasuke tegas dan menatap sakura lembut
Sakura mengangukan kepalanya dan tersenyum pada Sasuke, Sakura tak menyangka Sasuke akan sedewasa ini
"Dan jangan berpikir untuk berkerja, seperti yang kau ucapkan tadi, aku tak akan memaafkan mu jika kau melakukan hal itu" ucap Sasuke datar
"hehehehe... iya.. iya.."Sakura menjawab sambil terkekeh karena Sasuke telah kembali ke mode datarnya.
"Hn. Hey istri ku.. " panggil Sasuke menyeringai dan mematikan tv
"Eh..i-ia S-sakuke-kun" Sakura menjawap gugup, Sakura mundur ke belakang hendak kabur melihat seringai nakal Sasuke.
"Kyaaaaa , Sasuke-kun aku bukan karung berass" Sakura berteriak protes pada suaminya yang memikulnya seperti karung beras.
"Makanan penutup aku datang" ucap Sasuke bersemangat dan menuju kamar mereka.
"ahhh-ahhh mhmmm Sasuu Pe-pe-pelann ahh uhh"
haahhh dan untuk seterusnya hanya mereka yang tahu...
.
.
Apartment NaruHina
Setelah selesai makan malam Naruto dan Hinata menonton tv. Naruto terus memperhatikan tingkah istrinya yang sejak dari makan malam terus melamun, saat di tanya dia hanya mengeleng dan tersenyum pada Naruto.
"Hime..hime..hime...hime.." Panggil Naruto, mencoba menyadarkan Hinata dari lamunanya
"Eh ia Naruto-kun" Hinata kaget saat Naruto menyentuh pipinya
"Kau sedang apa?" tanya Naruto
"Aku sedang menon.. eh kok Tvnya mati" Hinata menatap tv yang sudah di matikan naruto 3 menit yang lalu
"Aku sudah mematikan Tv dari tadi Hime, dan Kau tidak menonton tapi melamun" Naruto menatap Hinata binggung dan cemas
"Ada apa denganmu, kau punya masalah?" lanjut Naruto khawatir
" Tidak, aku hanya lelah dan mengantuk" Kata Hinata tersenyum pada naruto
"Benarkah? kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu kan?" tanya Naruto kurang puas dengan jawaban Hinata
"Ia Naruto-kun, Naruto-kun Tidak usah khawatir, aku baik-baik saja" Hinata mengelus pipi Naruto dan tersenyum menyakinkan suaminya.
"Kalau kau ada masalah, kau harus berbagi denganku yaa, jangan kau simpan sendiri"Kata Naruto sambil memeluk istrinya
"ia aku baik-baik saja,.." ajak Hinata
"Hmm... Jangan terlalu memaksakan diri sayang kalau kau lelah beristirahatlah, makan dan tidurlah duluan jika aku pulang terlambat, aku tak ingin kau sakit, kalau kau sakit siapa yang akan mengurusku...?"Kata Naruto sambil memeluk Hinata erat..
"ia..ia.. aku mengerti... Sekarang ayo tidur.." Ajak Hinata dan melepaskan pelukan Naruto
Dua sejoli ini tidur dengan Naruto memeluk Hinata dari belakang
"Dia sangat kelelahan..." Kata naruto pelan sambil mengusap surai panjang istrinya
"Oyasumi Sayangku.."Naruto mencium puncak kepala Hinata, meneratkan dekapan dan menutup matanya
Sebenarnya Hinata belum tidur dia sedang bergelut dengan pemikirannya
' Aku harus melakukannya, Gomen Naruto-kun..' batin Hinata...
.
.
.
TBC
Terima kasih untuk kritik dan sarannya..
Semoga ke depan tulisan saya lebih baik lagi.
.
.
Thanks for support/reading/favorite/follow/review
.
.
Have A Good Day
Ay*_^..
