Jar Of Hearts

I know I can't take one more step towards you

'Cause all that's waiting is regret

"Aku tadi lihat Jaehyun sedang bersama Taeyong hyung."

Doyoung hanya menghela napas setelah mendengar ucapan Ten, sahabatnya, dan hanya mampu berkata, "Iya, aku tahu."

Benar. Doyoung sudah sering melihat Jaehyun dan Taeyong (kakak tingkatnya) jalan bersama, mereka terlihat akrab sekali. Tapi setiap Doyoung bertanya pada Jaehyun apa hubungan mereka, kekasihnya itu hanya menjawab partner di organisasinya. Selalu seperti itu.

Tapi suatu ketika Doyoung pernah melihat mereka berdua menonton di bioskop bersama. Doyoung mengajak Ten karena Jaehyun izin akan ada penutupan acara dengan anak-anak organisasinya. Itu hanya satu dari sekian banyak kebohongan Jaehyun yang Doyoung ketahui.

Dari itu semua Doyoung masih menunggu.

Menunggu Jaehyun berbicara jujur padanya, atau setidaknya membicarakan hubungan mereka atau mengatakan kesalahan apa yang Doyoung lakukan hingga membuatnya seperti ini.

Tapi sepertinya semua itu hanya sia-sia, Doyoung mulai menyerah.

.

Don't you know I'm not your ghost anymore

You lost the love I loved the most

Doyoung melihatnya lagi.

Jaehyun dan Taeyong berjalan bersama, kali ini di pinggiran sungai Han. Kebetulan Doyoung pulang lewat daerah sini karena akan membeli sesuatu untuk perkuliahannya.

Dia pun berinisiatif untuk menelepon Jaehyun. Sambil melihat kekasihnya itu mengangkat teleponnya, dia memperlambat langkah. Berjalan di belakang Jaehyun sambil melihat dari atas jembatan.

"Kau dimana?" Ucap Doyoung cepat, setelah Jaehyun menjawab panggilannya.

Dilihatnya Jaehyun menatap Taeyong sebentar. "Aku sedang rapat."

Doyoung tersenyum lemah. "Baiklah. Aku tidak akan mengganggumu." Kemudian menutup panggilan.

Setelah itu Doyoung melihat Jaehyun memasukkan ponselnya di saku. Kemudian tangan Jaehyun meraih tangan Taeyong, menggenggamnya erat. Mereka menatap mata satu sama lain. Tersenyum bersama.

Lalu Jaehyun mendekatkan wajahnya pada Taeyong. Tidak mampu lagi melihatnya, Doyoung memalingkan muka, memilih menatap trotoar kosong di depannya.

Kini dia benar-benar menyerah.

.

"Ayo kita putus."

Doyoung dan Jaehyun kini berada di taman kota, Doyoung memaksa kekasihnya itu untuk bertemu dengannya.

Untuk mengakhiri hubungan mereka.

Jaehyun (yang sekarang adalah mantan kekasihnya) melebarkan kedua mata. "Apa maksudmu?"

"Sudahlah, Jae. Aku sudah lelah.. Aku sudah mengetahuinya. Berbahagialah dengan Taeyong hyung." Doyoung lalu beralih, hendak pergi dari sana.

Tapi sebuah tangan meraih lengan bawahnya. Doyoung menghempaskan paksa tangan Jaehyun, lalu segera pergi memasuki taksi yang sedari tadi memang menunggunya.

.

I learned to live, half alive

And now you want me one more time

"Jaehyun meminta nomor barumu." Ten menghempaskan dirinya di bangku tepat di sebelah Doyoung.

Doyoung memang tahu akan hal itu, tidak hanya pada Ten, Jaehyun menghubungi beberapa teman kelasnya, meminta kontaknya yang baru.

Bukannya tidak mau memberi, tapi Doyoung memang menghindari Jaehyun sementara ini. Ingin melupakan sejenak tentang pria itu, dia masih sakit hati.

Apabila dia melihat Jaehyun di kampus, Doyoung segera pergi. Menyembunyikan dirinya agar tak diketahui pria itu.

Hingga Jaehyun kini menunggunya di depan kelas.

Doyoung dapat melihatnya dari kaca jendela. Sementara Mr. Hwang sudah selesai menjelaskan mata kuliah dan menutupnya.

Doyoung mendesah, mau tidak mau menemui mantan kekasihnya tersebut.

.

Who do you think you are?

Runnin' 'round leaving scars

Collecting your jar of hearts

And tearing love apart

Akhirnya Doyoung menuruti Jaehyun yang membawanya ke taman di dekat fakultas kesenian. Taman itu terlihat sepi, membuat mereka lebih leluasa untuk berbicara.

"Aku tidak terima." Ucap Jaehyun. "Aku tidak mau kita putus."

Sementara Doyoung tersenyum. "Kenapa? Aku sudah sering melihatmu bersama dengan Taeyong hyung."

"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya." Jaehyun membantah.

"Aku melihatmu di Sungai Han." Kata Doyoung, telak. Jaehyun terdiam.

"Lihat. Kau tidak bisa berkata apa-apa kan sekarang." Doyoung masih berkata tanpa emosi di nadanya.

Jaehyun menundukkan wajah, terlihat menyesal. "Maafkan aku." Ucap pria itu akhirnya.

Doyoung mendengus, ingin pergi saja dari tempat itu secepatnya. Tapi kata-kata Jaehyun mencegahnya. "Aku memilihmu, aku akan meninggalkannya."

Dalam hati Doyoung terasa sakit. Bagaimana bisa Jaehyun menjadi pria yang tidak bertanggung jawab seperti ini?

Doyoung pun kini membalikkan badan, memunggungi Jaehyun.

"Tidak bisa Jaehyun. Tolong jangan seperti ini." Kemudian Doyoung berniat melangkahkan kakinya jika saja sepasang lengan tidak melingkar di kedua sisi tubuhnya, mencegahnya pergi.

Jaehyun memeluknya dari belakang.

"Aku mencintaimu." Bisik Jaehyun.

Aku juga mencintaimu Jaehyun. Ucapnya dalam hati. Tapi tidak seperti ini caranya.

Kemudian Doyoung menggeleng, sudah tak sanggup lagi. Dengan perlahan tapi pasti, dia melepaskan tautan tangan Jaehyun di depan tubuhnya.

Meninggalkan Jaehyun tanpa melihat ke belakang lagi.

So don't come back for me

Who do you think you are?

-end

Song by Christina Perri - Jar Of Hearts