chapter : 10
Title : Stand by me
Pair : Narusaku
Genre : Hurt/comfort
Rated : T
#Sebelumnya...
"Kenapa kau berbohong padaku Sakura-chan?."Ucap Naruto sedih. Naruto menundukkan kepalanya berusaha menyembunyikan wajahnya yang sedang dalam keadaan kacau karena menahan rasa kecewanya terhadap gadis yang ia sayangi dan berhasil membuat ia merasa hidup selama satu minggu itu, tapi ternyata gadis itu telah membohonginya dengan menyembunyikan sesuatu hal yang penting darinya.
Here we go!
Chap 10
Diruangan serba putih tampak seorang pemuda jabrik yang sedang duduk terpaku menatap keluar jendela .Setelah beberapa jam ia tertidur karena menahan sakit dikepalanya yang terus berdenyut-denyut, kini setelah sadar pun pemuda tersebut masih merasa sakit dikepalanya.
"Lee,,, bisa kau tinggalkan aku dulu, aku lelah ingin tidur."
"Ah,, begitu ya, ba..baiklah kalau kau ingin istirahat dulu, oh ya.. tentang ucapanku tadi aku mohon jangan terlalu difikirkan ya. " Ucap Lee dengan senyuman yang terlihat sangat dipaksakan.
Naruto tidak mengindahkan perkataan Lee ia bahkan tak berniat menjawab ucapan Lee, tanpa bicara sedikit apapun,Naruto langsung berbaring membelakangi Lee.
"Ha-ha kau pasti sangat lelah, iya kan.. Hehehe kalau begitu aku akan segera pergi,, jyaaaa-ne... "Lee pun berlalu sambil menutup pintu.
1 jam Kemudian...
"Cekreek... ' Bunyi pintu terbuka.
Secara perlahan Sakura memasuki ruangan rawat Naruto, ia berusaha tampil se-natural mungkin agar Naruto tidak curiga, bahwa gadis itu sesungguhnya sehabis menangis begitu lama dikamar rawat seorang pemuda raven yang bahkan tidak begitu jauh dari ruang rawat Naruto saat ini.
"Konichiwa, Naruto! "Sapa Sakura.
Narutopun mengernyitkan kedua matanya dan ia sama sekali tidak berniat untuk menjawab sapaan Sakura apalagi berbalik menghadap Sakura, dan ia tetap bersikeras mempertahankan posisinya saat ini yang sedang membelakangi Sakura.
"Naruto? "Sakura mengulangi panggilannya
Kali ini Naruto mencoba memikirkan jawaban yang pas untuk si gadis pink itu 'Huh, datang juga dia rupanya 'batin Naruto
'Apa yang akan ku lakukan padanya sekarang? , apa aku harus marah? apa aku harus mengusirnya? '
"Naruto? Kau tidur?"Tanya Sakura dan perlahan gadis itu membalikkan tubuh Naruto agar menghadap kearahnya.
"Kenapa baru datang? Oh, mungkin lebih tepatnya kemana saja selama ini? "Tanya Naruto ketus dan sinis.
"Tentu saja pergi menjalankan misi.,hahaha jadi ninja yang selevel aku ini memang diberi tugas yang sulit-sulit ya.. Haha tulangku rasanya ingin rontok semua. "Jawab Sakura sambil tertawa palsu.
"Ya pasti sangat melelahkan. "Sambung Naruto,kemudian ia menunduk sambil mengepalkan tangannya. Menahan Sesak yang begitu besar di dadanya.
"kau ini bicara apa! Ini kan tugasku haha. "Jawab Sakura canggung.
"Bebanmu sudah banyak, jadi aku akan menolongmu untuk mengurangi beban-beban itu. Kau tidak perlu susah payah merawat atau menjengukku lagi mulai hari ini. "Jawab Naruto penuh penekanan.
"APA MAKSUDMU! "teriak Sakura terpancing emosi.
"Maksudku urus saja urusanmu !, "
"Apa?! "
Naruto menarik nafas dan perlahan mengeluarkannya "Urus saja Sasuke! dan jangan perdulikan aku lagi!. "Teriak Naruto dengan lantang.
"Na-naruto?. kau tau ?"ucap Sakura lirih.' Bagaimana dia bisa tau?apa yang harus aku lakukan?'
Selama beberapa menit mereka hanya terbalut dalam lautan keheningan dan seorang pun sama sekali tak berniat untuk mencoba membuka Percakapan. Mereka saling bungkam dan larut dalam fikirannya masing-masing. Naruto yang fikirannya kini tengah berkecamuk merasa begitu sakit, bukan hanya sakit secara fisik ,bahkan sakit nonfisik yang ia rasakan di dalam hatinya saat ini lebih membuatnya sakit kepala dan sakit itu kini kian menyiksa dirinya. Ia Merasa bagaikan sedang di tikam seribu pedang tepat di kepalanya. Serangan mendadak dari ingatan yang terus berdatangan membuat kepalanya seakan mau pecah. Ia berusaha menyembunyikan rasa sakitnya itu dengan terus menunduk. Untuk mengurangi rasa sakitnya ia malah secara reflek meremas seprai tempat tidurnya . Kenangan demi kenangan kembali ditayangkan dalam otaknya bak pecahan-pecahan dari film yang kian ditampilkan kembali secara acak di dalam otaknya. Ingatan tentang ia dan Sasuke sewaktu di akademi, ingatan tentang pertarungannya dengan Sasuke di lembah kematian,ingatan tentang ia yang melukai Sakura saat pertarungannya dengan Orochimaru. Namun yang ia herankan adalah kenapa hanya memori sesudah perang dunia Ninjalah satu-satunya memori yang tidak kunjung bisa ia dapatkan, ia berusaha mengingat -ingat kembali namun nihil. Yang ada ia malah merasa sangat kesakitan.
Sakura yang telah bosan dengan keheningan yang begitu mencengkam itu pun mencoba untuk membuka suaranya.
"Ba.. Bagaima kau bisa tahu masalah itu Naruto? "Ucap Sakura.
Dengan penuh amarah Naruto berusaha menjawab dengan tegas, ia juga tidak tahu mendapat kekuatan entah dari mana untuk berteriak jika dilihat sedetik sebelumnya pemuda ini bahkan ingin menjerit kesakitan. Namun karena penuturan Sakura yang memancing kembali amarahnya membuat alam bawah sadar Naruto yang kini bertindak.
"Ba.. Bagaima bisa katamu? Harusnya aku yang bertanya bagaimana bisa kau membohongiku?! Tidakkah kau mengerti betapa merasa bersalahnya aku sebagai sahabat yang tengah asyik-asyikan tertawa bersamamu sedangkan disisi lain Sasuke tengah membutuhkanmu? Selain kau, Sasuke adalah orang yang juga sangat berharga bagiku, bahkan aku rela mati untuknya. "Marah Naruto
"Kau tidak bisa menyalahkanku sepenuhnya Naruto! Memangnya apa yang harus aku lakukan? Apa aku salah mengharapkan kalian berdua selamat? Tidak mungkin aku membebanimu dengan menceritakan keadaan Sasuke disaat kau juga sedang dalam keadaan yang sama dengannya. "
"Tapi tetap saja aku merasa sakit pada akhirnya. "
"Aku tidak punya pilihan lain Naruto! Aku mencintai Sasuke dan menyayangimu!aku ingin kalian berdua selamat!. "
'Nyut'
'Sakit'
'Mencintai Sasuke katamu?! lalu apa yang akan kau lakukan padaku?' Batin Naruto emosi.
Tiba-tiba saja Naruto merasa begitu miris mendengar pernyataan Sakura. 'Mencintainya dan hanya menyayangiku, begitu kan maksudmu? Haaah,, aku memang pria yang menyedihkan ya.. 'Naruto membatin sedih
'Mungkin aku yang terlalu berharap 'Batinnya lagi.
"Begitu ya, "Ucap Naruto
"Kumohon, mengertilah jangan membuatku bingung, "
"Kalau begitu, tolong keluarlah "Usir Naruto sambil menunduk.
Kali ini Naruto menunduk bukan karena ia sakit hati, tetapi karena menahan sakit yang lain,kini kepalanya benar-benar terasa begitu sakit. Ia benar-benar tidak bisa menahan jeritannya lagi. Naruto meremas seprai kasurnya kuat-kuat sebagai pelampiasan rasa sakit yang teramat sangat.
"Arghhhh"Naruto menjerit kesakitan.
"Naruto! Kau tidak ap-"
"Tidak apa-apa!Jangan mendekat! "Sela Naruto.
Sakurapun tersentak, sebagai gerakan reflek Sakura membeku ditempat . Ia ragu apakah ia harus tetap melangkah atau tetap dalam posisi ini.
"Arghhhh,, I-ITAII! arghhh! Sa.. Sakit"Teriak Naruto berkali-kali sambil terus mencengkam kepalanya.
Tanpa ragu-ragu lagi Sakura segera mendekat dan langsung mengaktifkan cakra hijau penyembuhnya.
Naruto tampak ingin protes, tapi tubuhnya sama sekali tak bisa ia gerakkan sesuai keinginannya, bahkan bibirnya terasa berat sekali untuk mengucapkan walau hanya satu kata . Akhirnya ia menyerah karena sebenarnya ia memang butuh seseorang untuk mengurangi rasa sakitnya .
Tiba-tiba Tsunade datang bersama dengan Shizune untuk menge-cek keadaan Naruto.
'Cekrek'
Dari balik pintu muncullah Tsunade dan Shizune ia tampak terkejut menyadari Naruto yang sedang dalam keadaan kritis.
"Apa yang terjadi pada Naruto,,Sakura? " Tanya Tsunade khawatir.
"Entahlah,,, tiba-tiba saja ia merasa kesakitan. "Jawab Sakura juga khawatir
'Cekrek'
Sekali lagi pintu itu terbuka, dan kali ini menampakkan seorang gadis berponi dan berambut indigo panjang.
"Go-gomen mengganggu, A-apa yang terjadi dengan Naruto-kun?. "Tanya gadis itu dengan ekspresi sedih.
"Gomen, Hinata jika ingin menjenguk Naruto kumohon, nanti saja. " Jawab Sakura tanpa menoleh, ia terlalu khawatir pada Naruto.
"I-ie, Sakura-san aku datang kemari tidak bermaksud untuk menjenguk Naruto, melainkan ingin membawa kabar, yang ber-. "
"Jika tidak terlalu penting, tolong jangan sekarang! Kumohon mengertilah! "Sela Sakura.
"Ini penting,, Sasuke dia, D-dia sekarat!. "Ucap Hinata dengan wajah serius.
"Apa?! "
'Bagaimana ini? Aku tidak mungkin membiarkan Sasuke Mati 'batin Sakura
Sekali lagi ia mengabaikan pemuda pirang yang saat ini juga memiliki kondisi yang sama dengan orang yang sedang difikirkan gadis Itu. Apakah dia akan kembali melakukan kesalahan yang sama?Akankah ia kembali melupakan Naruto?.
'Apa yang harus aku lakukan? Naruto juga membutuhkanku disini'
Tiba-tiba Tsunade menyadarkan Sakura dari lamunannya.
"Sakura?! Tunggu apa lagi pergilah selamatkan dia, serahkan Naruto padaku dan uruslah Sasuke! "Titah Tsunade
"Ta-tapi Naruto? "
"Percayalah padaku, cepatlah! Sasuke tidak akan menunggu lama! "
"Hai'"jawab Sakura singkat. Lalu perlahan ia mulai mendekati pintu keluar.
Naruto yang tak mengerti tentang apapun yang sedang dibicarakan mereka,ia hanya menoleh sendu ke arah punggung Sakura. Kini semua inderanya sedang lemah fungsi, bahkan ia sama sekali tidak bisa mendengar percakapan - percakapan antara Sakura dan yang lainnya. Namun satu yang ia pahami yaitu ' Sakura meninggalkannya... 'Lagi'.
'Punggungnya tersa begitu jauh ya,,Sakura-chan ternyata kau menganggap perkataanku itu serius , Apa kau benar-benar tidak akan mengurusku lagi, atau bahkan hanya untuk sekedar melihatku?.Sakit. Kau tahu? Aku begitu sakit melihatmu melangkah menjauhiku, punggungmu itu membuatku takut, takut akan rasa yang paling aku benci di atas dunia ini, ya rasa takut kehilanganmu, rasa takut akan kesepian , rasa seperti itu akan menyelimuti hidupku 'lagi'dan 'lagi'.
Perlahan pandangan Naruto mengabur dan alam Kegelapan kembali merenggut kesadaran itu tengah sekarat.
"Denyut nadinya melemah! "Teriak Shizune.
"Periksa detak jantungnya!"
"Detaknya juga melambat! "
"Dia Sekarat... "Kata Tsunade lemah.
'Sakura-chan...jangan pergi...ku mohon'Batin Naruto seraya masuk ke alam bawah sadarnya.
#bersambung
Chy
