DISCLAIMER: Dobel T, dobel O


Pada suatu hari yang cerah dimana dunia belum diterjang badai matahari seperti perkiraan para ahli meteorologi, geofisika dan zoologi serta tukulogi(?) di tahun 2012, Mello tokoh utama fic ini akhirnya menyadari ia telah melupakan sesuatu yang sangat penting. Bahkan author aja lupa… (ditakol)

Karena Matt, pikiran Mello benar-benar telah teralihkan dari tujuan utamanya ke Jepang. Memburu Kira. (AN: Serius, saya sbg author beneran lupa...) Yah, sebenarnya bukan cuma karena Matt sih, dia juga sibuk mikirin besok minta beras ama siapa, ngutang dimana, dan gimana caranya namatin game Harvest Moon. Oke, yang terakhir itu sih masalahnya Matt.

Intinya, Mello mulai serius melakukan penyelidikan semenjak itu. Dia jadi makin sering keluar meninggalkan Matt, sementara yang bersangkutan cuek dan sibuk memainkan game, atau menjelajahi dunia maya dengan modem internal yang diinstalkan Beyond padanya.

"Sayang 'kan, punya perangkatnya tapi nggak dipakai. Jadi buat Matt saja," kata Beyond waktu itu.

Tapi, akhirnya Mello sadar ia sudah terlalu lama meninggalkan Matt ketika…

"Matt, aku pulang," kata Mello yang akhirnya kembali setelah 3 hari berturut-turut tidak pulang, nyaingin Bang Toyib.

"Uhm… Okaeri…" jawab Matt tanpa menoleh, masih berkonsentrasi penuh pada konsol game di tangannya.

Mello mengernyitkan dahi. Sejak kapan persoconnya itu jadi cuek padanya begini?

Matt melirik Mello yang kini sedang membuka jaket kulitnya.

"Nee, Mihael, kalau berpakaian kulit serba ketat seperti itu malam-malam begini nanti dikira slut lho".

Mello terbelalak.

"Matt, darimana kau belajar hal-hal seperti itu?!" geram Mello.

"… Internet," jawab Matt singkat tanpa memandang Mello.


"Beyond!!" Mello memanggil.

"Hng?" respon Beyond yang kala itu sedang duduk di teras sambil minum bajigur. Ng? Ini di Jepang kan ya?

"Cepat kau uninstall internet pada Matt!! Kalau begini terus program persocon-ku bisa corrupt!!" protes Mello sambil menggiring Matt.

Beyond melengos. "Wah, wah, dasar tak tahu terima kasih… Sudah capek-capek kuinstallkan malah minta dibalikin lagi…".

"Tapi dia jadi mengetahui hal-hal yang seharusnya tak perlu diketahui!" kata Mello yang dalam hati meneriakkan, 'kembalikan Matt-ku yang dulu!! Yang polos, lugu dan imut-imut itu!!'. Sementara Matt hanya terdiam.

"Oh ya? Apa kau lebih suka Matt yang tidak tahu apa-apa, begitu?"

"Ehm, maksudku…"

Beyond tersenyum sadis, kemudian berkata, "Jadi kau ini punya shota complex, ya?".

Mello meledak. Dengan cepat ia menarik Matt menuju ke… rumah Near.


"Maaf, Mello. Kali ini aku kehabisan beras yang digiling," ujar Near begitu Mello tiba.

"Kedatanganku kali ini bukan untuk itu. Tolong uninstall internet yang ada pada Matt, kau pasti bisa kan?" kata Mello yang masih terengah-engah gara-gara datang ke rumah Near sambil menarik Matt dengan kecepatan cahaya Kobayakawa Sena.

Dan Near pun mulai mengutak-atik komputernya yang sudah dihubungkan dengan kabel pada Matt.

"Tapi, Mello, kurasa kau bisa menggunakan Matt untuk membantu dalam penyelidikan kasus Kira. Ada baiknya kalau internetnya tetap dibiarkan," tukas Near.

"…Mungkin juga. Tapi kalau Cuma internet, di markas mafiaku juga ada," balas Mello.

"Hmm, begitukah? Tapi kurasa di markasmu tidak ada yang mampu meng-hacking hingga menembus database Interpol".

Mello mendelik. "Apa maksudmu?".

"Coba lihat ini," Near menunjuk layar komputernya yang kini tengah memroses data apa saja yang sudah 'dikonsumsi' Matt. Dan dari situ bisa dilihat berbagai database yang penting, bahkan national data bank bisa ditembus Matt.

Near tersenyum. "Entah Matt persocon legendaris atau bukan, tapi ia memang istimewa. Kau yakin ingin menghapus fasilitas internet ini?"

Mello bimbang. Bagaimanapun juga, ia tak ingin Matt terlibat dalam penelidikan kasus Kira, tapi...

"Near sama, coba perhatikan ini," Lidner tiba-tiba menginterupsi. "Kecepatan internet anak ini…".

Near tertegun. "Rata-ratanya 10mbps?".

"Dan lagi kecepatannya bisa dibilang konstan. Kecepatan ini benar-benar langka digunakan untuk custom persocon pribadi," tambah Lidner. Tunggu, kenapa jadi kayak iklan layanan internet gini?

"… Mello, modem seperti apa yang kau installkan padanya?"

"Entahlah, bukan aku yang menginstallnya," jawab Mello.

"Kalau begitu, harus kudeteksi lewat komputer…" dan Near pun kembali mengutak-atik PC-nya, hingga…

"Modem jenis IXB195? Aku tak pernah mendengar jenis modem ini… Lidner?"

"… Sudah saya cek, modem ini memang tak pernah dijual di pasaran, Near sama…"

"Atau mungkin ini modem yang digunakan untuk persocon pada yang bekerja pada perusahaan tertentu?"

Lidner menggeleng. "Modem ini tidak masuk dalam daftar legalisir manapun".

Near mengerutkan keningnya. Apa maksudnya ini…?

Sementara Mello Cuma cengok. Maklum, gaptek stadium akhir.

"… Lidner, coba installkan modem milikmu pada Matt," perintah Near. Lidner pun mengeluarkan kabel USB dari telingnya untuk disambungkan pada Matt.

"Tunggu, kalau disambungkan nanti jadi seperti waktu itu…" cegah Mello yang teringat kejadian waktu itu dimana persocon manapun mengalami freeze ketika mencoba mendeteksi program Matt.

"Jangan khawatir, Mello. Matt hanya menolak sesuatu yang berniat mendeteksi programnya. Bisa dilihat dari saya berhasil mendeteksi modemnya, dan internet yang bisa diinstalkan padanya oleh kenalanmu itu," jelas Near.

"Instalasi ditolak," ucap Matt.

"Apa? Kenapa?".

"Memverifikasi kesalahan. Mohon tunggu…. Jenis perangkat keras tidak bisa diinstalkan karena tidak sesuai dengan program dasar," jelas Matt secara robotik.

Near berpikir sejenak. "Lidner, coba kau installkan modem milik Matt pada dirimu".

Lidner pun kembali memasang kabel USB pada telinga kucing Matt (so he IS shota after all…).

"… Instalasi gagal. Modem tidak sesuai dengan perangkat yang kugunakan," kata Lidner.

"Ini aneh… Matt tidak bisa menginstall modem lain dan Lidner tak bisa menginstall modem internal Matt… seakan-akan…"

"Modem milik Matt memang khusus digunakan oleh custom persocon Matt, dan Matt sendiri tak bisa menggunakan modem lain selain jenis yang ia gunakan sekarang" sambung Lidner.

"Mello, siapa yang telah menginstall modem itu pada Matt?"

"Beyond Birthday, pemilik tempat kost-ku…" Mello menjawab.

"Modem yang ia instal khusus untuk jenis custom persocon yang seperti Matt. Persocon apapun yang dimilikinya, kurasa tipenya sama dengan Matt. Kalau begini akan mudah untuk mengetahui program Matt darinya…"

"Dia tidak punya persocon".

Near terhenyak. "Eh…?".

"Dia tidak punya. Untuk saat ini sih, aku tidak tahu yang dulu-dulu…" tambah Mello.

"Kalau begitu, persocon jenis apapun yang pernah dimilikinya, kemungkinan besar punya tipe yang sama dengan Matt. Modem yang ia gunakan untuk Matt tidak cocok digunakan persocon jenis lain ataupun PC biasa, bukankah malah aneh jika tidak pernah punya persocon tapi punya modem khusus seperti ini?".

Mello menunduk. Bukankah kabarnya Beyond tidak suka persocon? Atau justru karena pernah memiliki, dan terjadi 'sesuatu' makanya malah tidak suka…?

"Jadi bagaimana?" Near membuyarkan pemikiran Mello. "Jadi di uninstall tidak?".

"… Aku…"

"Mihael," Matt menyela. "Jangan di uninstall…".

Near kembali mengerutkan kening. Persocon ini punya program untuk meminta apa yang akan dilakukan pemiliknya padanya? Walaupun pada akhirnya keputusan pasti ada pada sang pemilik, tapi…

"Jika dengan program ini aku bisa membantu dalam penyelidikan Kira, jangan di uninstall. Aku ingin bisa ikut ambil bagian dalam penyelidikan. Aku ingin berguna… untukmu".

Mello terhenyak. Walau sikap dan gaya bicaranya telah berubah, tapi 'dasar'nya tetap sama seperti dulu…

Mello tersenyum. "Kalau kau sendiri yang bilang begitu, apa boleh buat…".

"Ngomong-ngomong, Mello," sela Near. "Aku berhasil mendapatkan gambar baru mengenai Matt…"

Dan Mello pun melihat sebuah gambar dari layar PC Near. Sebuah foto dimana seorang persocon yang penampilannya sama persis dengan Matt dengan tulisan 'Mails' di lengannya dikelilingi dengan beberapa orang berjas putih panjang, seperti jubah dokter. Bisa disimpulkan kemungkinan mereka adalah para ahli yang membuat persocon tersebut.

"Persocon ini… persis dengan di gambar yang waktu itu kautunjukkan. Tapi sudah kuperiksa tak ada tanda apapun di lengan Matt," ujar Mello.

"Tapi itu tidak membuktikkan apakah Matt persocon legendaris yang disebut 'Mails' atau bukan kan? Dan lagi, pada tulisan 'Mails' di gambar ini…"

Dan Mello pun ikut menyadarinya. Berbeda dengan gambar sebelumnya yang bertuliskan 'Mail', gambar satu ini bertuliskan 'Mails' di lengan sang persocon.

"Kalau menurut dugaanku, kemungkinan persocon pada gambar kedua ini adalah hasil upgrade dari gambar pertama. Bukankah biasanya sesuatu yang diupgrade akan diubah sedikit namanya?" kata Near.

"Mungkin tapi… Tidakkah kau pikir makna dari 'Mails' ini? Mungkin ini menjadi semacam kode atau apa…"

"Sudah kucari informasi tentang itu, tapi hasilnya nihil. Kurasa itu sama saja seperti sekedar kode tipe…".

"Near, jika sangat sulit mendapatkan informasi mengenai persocon 'Mails' ini, kurasa kita bisa menyelidiki orang-orang ini," usul Mello sambil menunjuk orang-orang berjubah putih yang ada di sekitar sang persocon.

"Foto ini sedikit gelap, tapi kurasa bisa diatasi dengan infrared…"

"Ng?" Mello mengamati salah seorang pria berambut hitam acak-acakan dengan warna mata tidak lazim dalam foto tersebut, yang juga mengenakan jubah putih.

"Ini kan… Beyond Birthday…?".

To Be Continued


Oke, chapter yang serius, tapi kayaknya ga serius-serius amat, ah… (ditimpukin pembaca, bikin plot kok ga konsisten). Buat yang ga tau, slut itu artinya pelacur. Abis nggak enak aja kalau Matt langsung ngomong 'pelacur' gitu... Maap ya Memel... (ditembakin)

Review, oi!!