Buat para pembaca, maaf ya aku baru up date saat ini, kebetulan saat ini waktu UTS dan sebelumnya kuliahku sangat padat. Aku tidak menyangka ternyata kuliahku kali ini benar-benar menyita waktuku, hampir tidak sempat menuliskan chapter selanjutnya..
Well here I'm...or should shout I come back...
Minggu depan merupakan waktu tersibukku, hampir 24 jam penuh aku tidak bisa mengotak-atik fic ini karena jadwal kuliah yang dari pagi sampe pagi lagi tanpa istirahat (oooh...dosenku berikan aku waktu libur)
Makasih buat semua yang mereview...
Buat Ixionillus775
I always love your review...
Untuk regina aruri
Your review tottaly my drugs...
Buat del arco iris...
Yeah...it's tottaly lol..:-D
Makasih buat cici yang mengingatkanku untuk up date. Your review is love for me. Thank you so much.
Last chap
"Edward..."
Aku hanya bisa menatap matanya, Ya Tuhan aku baru saja mencium Isaac, Isaac Swan asistenku, Asistenku seorang laki-laki.
Chapter 11
-BPOV-
"Edward..." aku tidak percaya aku hanya bisa mendesah namanya, aku tidak bisa berpikir jernih. Edward baru saj meciumku, tidak...dia tidak menciumku dia mencium Isaac...
"mm...makasih sandwichnya, aku pikir aku bawa saja ke kantor..ya..sebaiknya aku bawa ke kator saja..mmm sebentar lagi rapat aku harus segera bergegas sebelum orang tau sadwichmu kan..ya umm.. ok...mmm...bye." Edward lagsung beranjak pergi..
"mmm. Edw..., sadwichmu" aku beranjak mendekatinya dan dia langsung mengambil tempat makan itu tanpa memandangku dn langsung beranjak pergi. Aku langsung jatuh terduduk di depan pintu, aku masih bisa merasakan bagaimana bibir Edward di terasa begitu lembut, panas dan manis. Tidak pernah aku pikir ciuman pertamaku bersamanya.
Bzz...bzzz...
Hi beautiful, I just thingking of you-E
Oh my God...Edward baru saja sms,dan dia sms Bella...apa yang harus kulakukan? Oh apa yang harus ku lakukan (ok sekarang aku sudah memutuskan Edward dapet nomer HP Bella)
Hi, bukankah seharusnya kamu kerja sekrang?-B
Yup, a lot of meeting. Tapi setiap meeting Cuma kamu yang ada di benak ku, kamu sedang apa cantik?-E
Aku baru saja selesai makan siang, dan sekarang aku harus kembali bekrja-B
knpa kau tidak mengajakku?-E
:-p –B
Tsk..tsk...ok lain x kamu hrs mkn dg ku-E
mm...-B
harus kmbli krja, bye-B
oh..okey aku jg perlu kmbli k ruang rpt, ka2kq sdh siap untk memknku klw aku tdk sgr kmbli-E
sbgtu buruk kah kk-mu?-B
nope, just scary-E
lol, sdh sna prgi rpat-B
setelah berjam-jam oke mungkin nggak nyampe berjam-jam mungkin hanya beberpa menit sms-n dengan Edward aku mulai merasa bersemangat mengerjakan tugas yang lain. Siang itu senyumku tidk pernah luntur, sesampainya di apartemen pun senyumku masih merekah walau ada sedikit kekecewaan sat aku pulang Edward masih di ruang rapat.
Sambil berbaring menatap langit-langit kamarku aku terus mengingat ciuman itu. Aku sedikit galau mengingat aku menyamar sebagai laki-laki, aku sudah berniat akan serius kalau aku ketauan menyamar, tamatlah riwayatku. Apa yang akan terjadi besok pagi, besok jadwalku menemani Edward bertemu dengan kliennya, apakah kedaan akan sama? Aku merasa HP ku bergetar, aku merasa malas membukanya.
Hi cantik-E
Oh my God, Edward sms aku lagi.
Maaf mengganggu malam2, Ak g -E
Hi-B
Blm tdur?-E
Blm-B
G bs tdur?-E
Yup, kok blm tdur-B (AN:Indonesia bgt..hahahaha)
Banyk pikiran-E
-EPOV-
Setelah ciuman itu aku benar-benar tidak bisa konsentrasi mengikuti rapat, Emmet dan Jasper marah-marah karena aku tidak fokus. Ku terus memikirkan Isaac dan bibirnya, dilain pihak aku merasa aku selingkuh dari Bella. Ya Tuhan Bella, dia wanita cantik yang tidak bisa hilang dari pikiranku, setelah bersms ria dengannya aku tetap saja tidak bisa berkonsentrasi, aku terus membadingkan antara Isaac dan Bella. Mereka dua orang berbeda tapi kenapa mereka melekat di dlam pikiranku.
Aku di sini klo kmu mw crita-B
Aku hanya tersenyum melihat sms dari Bella, dia begitu perhatian padahal dia tidak mengenalku dan aku hanya mengutarakan banyak hal yang ada di benakku dan responnya seolah-olah dia mau mendengar keluh kesahku.
g pp, knp g bs tdur?-E
bnyk pikiran-B
cirtakan pdku.-E
nope-B
-E
Zzzzz...-B
-E
Hahhahahaha, uda malam bukannya besok kamu ada acara pagi-pagi sekali-B
Yup -E
Malam-B
Malam, mimpi indah-E
Bella..Bella..Bella...dan saat itu mataku mulai menutup menuju lembah mimpi.
"Edward..." aku mendengar seseorang memanggilku
"aku terus berjalan mengikuti arah suara
"Edward...aku di sini." Suara itu terasa begitu dekat tapi saat aku melihat berkeliling aku tidak melihat siapun di sana. Seseorang tertawa riang, aku bisa mendengar dia tertawa rian, suranya indah sekali seperti alunan musik yang sering diputar di telingaku, aku mengenali suara itu.
"Isaac? Kau kah itu?" aku terus mencari tapi aku tidak bisa menemukan dimana Isaac berda.
"Edward..aku disini, cepat nanti kamu ketinggalan" panggil Isaac
"Isac...aku tidak bisa menemukanmu" aku terus berlri mengikuti suara Isaac sampai aku melihat cahaya matahari di ujung jalan, tempat suara Isaac terdengar. Aku terus berlai mengejar Isaac sampai akhirnya kau menemukan meadowku aku melihat Isaac tersenyum kepadaku, dia tampak mempesona mengenakan jeans ketat dan blouse biru muda, dia tampak gembia berlarian di tengah-tengah meadow, dia mulai menari mengikuti alam aku hanya bisa tersenyum menatapnya, Isaac yang tersenyum selalu membangkitkan rasa tenang di hatinya.
"Edward ayo sini, disana ada air terjun aku ingin kesana, ayo Edward" dia mulai berjalan menjauh, tapi saat Isac sadar aku hanya memndang kagum padanya, dia mulai berjalan mendekatiku.
"ayo Edward, aku ingin melihat air terjun"
"Bella kau tau, air terjunnya dingin sekai"
"tapi aku ingin berenang di sana sayang, please.."
"Ok...apa pun yang kau mau"
Bella berlari menuju air terjun sambil menggandeng tanganku, rambutnya yang indah berkibar-kibar diterpa angin, dia tampak cantik sekali.
Bzzz...bzzz...bzzz...
"aaarrghhhhh..." aku terjatuh dari tempat tidur saat menggapai alarm.
"ya ampun sudah jam 7, jam 7.30 aku harus bertemu klien, sial..sial.." aku langsung beranjak mandi dan berbusana seadanya, Alice akan membunuhku saat dia tahu aku berbusana tanpa melihat fashion.
Sesampainya di kantor aku tidak terkejut melihat Isaac sudah di kantor, dia assisten yang sangat cakap dalam bekerja. Dia tersenyum kepadaku sambil merapikan file yang akan dibawa.
"ini kopi seperti biasanya, aku bawakan scrambel egg untuk sarapan, masih ada beberapa file yang perlu aku masukkan jadi Anda bisa menyatap sarapan terlebih dahulu" Isac memang assistenku yang paling hebat. Saat melihat mukanya yang memerah karena tersipu aku langsung ingat apa yang telah terjadi kemarin. Aku tidak sadar telah menatap Isaac terlalu lama.
"Mr. Cullen, ada lagi yang perlu saya persiapkan?" tanya Isaac
"uh..oh...no...maksudku tidak ada sudah cukup. Terimakasih kopi dan sarapannya, kita berangkat 15 menit lagi." Aku berbicara tanpa memandangnya dan langsung duduk di meja sekilas aku melihat mukanya muram ah mungkin hanya bayanganku saja.
"baiklah, saya akan mengambil barang-barang di kantor saya sebelum berangkat dan memastikan Tanya tahu kapan kita akan kembali." Aku mendengar nada kecewa dari suara Isaac. Dan saat aku aku mengalihkan pandanganku dari kopi aku hanya melihat punngung Isaac yang sekarang menghilang dari daun pintu.
Suasana di lift dan mobil sunyi, tidak satu pun dari kami bernicara. Aku terus memandang lurus ke depan, Isaac sibuk melihat file dan mempelajarinya. Saat berhenti dilampu merah aku memandang Isaac, wajahnya begitu muram, hatiku terasa seperti tertusuk pisau, apa aku yang menyebabkan senyumnya hilang? Senyumnya saat menyambuku di kantor.
Aku masih memikirkan mimpiku saat rapat dengan klienku berjalan. Aku bingung mengapa dalam mimpi itu aku memimpikan Bella dan Isaac dalam satu waktu. Aku hanya tidakbisa berpikir ada apa denganku. Sepertinya lamunanku benar-benar merusak konsentrasi, untung saja ada Isaac yang menghandle klien.
Hingga hari ini usai, aku masih bisa melihat Isaac muram, aku merindukan senyumnya.
"Isac, aku..."
"Terimakasih Mr. Cullen sudah mengntarku sampai apartement, sya permisi" dia langsung branjak tanpa memedulikan ku. Aku melihat punggungnya yang tegang, dia tampak begitu...
"Isaac tunggu.." Isaac tidak berbalik mengarah padaku hanya berhenti ditempat
"ya Mr. Ullen, ada yang bisa saya bantu sebelum saya masuk apartemen?" tanyanya
"Isaac dengar, aku hanya tidak mau hubungan kita seperti ini, yang aku maksud saat di mobil atau di lift, dengar...kau assistenku dan aku bossnya, kita perlu komunikasi, kalau au salah kau boleh menegurku"
"maafkan saya , saya akan berusaha lebih baik lagi" aku mendengar suarany menjadi serak seperti dia sedang menhan tangisnya.
"tahu kah kau tidak sopan berbicara dengan bossmu tanpa memandangnya" dia hanya berbalik tapi tidak melihatku.
"ok..ciuman itu yang terjadi kemaren itu sebuah kesalahan ok, aku tidak bermaksud melakukan hal itu. Jadi..ya..mnmm.."aku bingung harus mengucapkan apa
Isaac mulai menatapku dan benar-benar membuatku terkejut, matanya tampak sedih dan kecewa.
"Mr. Cullen, kalau hanya itu yang ingin Anda sampaikan saya permisi dulu" aku masih bisa mendengar getaran dalam suaranya. ..aku berlari mengejar Isaac kemudian merih tanganya dan memaksa Isaac untuk menatapku dengan meletakkan tanganku di bawah dagunya.
"dengar, bukan itu maksudku aku hanya.."
"Saya tahu maksud Anda Mr. Cullen saya..."entah apa yang ada di benakku saat ini saat melihat matanya mulai berair, mendengar nada sedihnya, melihat bibirnya yang merekah aku hanya ingin membuatnya nyaman dan melupakan segalanya. Aku ingin menghilangkan semua kesedihan di matanya. Aku hanya bisa menciumnya, sampai akhirnya kami kehabisan nafas. Dahiku menempel di dahinya masih memejamkan mata.
"maaf, aku melakukannya lagi" dan saat aku membuka mataku, aku melihatnya, air mata jatuh dari kelopak matanya yang indah, bibirnya gemetar, hidungnya memerah menahan luapan hatinya, matanya...matanya..dia seperti seseorang yang patah hati
"saya mengerti, permisi" Isaac lari meuju lift tanpa memandangku. Aku hanya terpana memandangnya, kenapa aku melakukannya lagi. Kenapa aku menciumnya lagi...
AN:
Edward nggemesin...ya...ya...ya...aku tau. Chapter ini bikin gregetan sama Edward. Tapi nggak nyangka ya ternyata Edward juga sms-an sama Bella. Bagaimana dengan Isaac?
Semoga kalian suka dengan chap ini. Jangan lupa beri cintamu untuk fic ini dengan mereview, sekecil-kecilnya reviewmu untuk fic ini membangkitkan semangatku untuk memeberikan ide dan fantasi. ^^
Sepert yang dibilang regina uri
"Your review is my drugs.."
