My Baby Monster
Author: Indiah Rahmawati
Cast:
Kim Joonmyeon (Suho)
Zhang Yixing (Lay)
All of member EXO and other
Rating: T
Genre: Mystery, Advanture, Crime, Tragedy
Disclaimer: cerita ini musni otak yang lagi gak jelas. Member EXO milik tuhan, orang tua mereka, dan SM saya cuma meminjam nama mereka. Terispirasi dari sebuah anime yang terus diomongin sama temen, yang tau? Sembunyiin aja didalam hati, jujur ini hasil otak gw yang miring
Summary: "aku hanya monster... mereka semua katakan itu... kenapa kau mau membantuku?" / "dia hanya hewan yang tak punya otak! Perlakukan hewan YA SEPERTI HEWAN!" / "kau manusia, didalam dirimu juga manusia..." / "SUHO HYUNG!"
Warning: YAOI fanfiction bagi yang tak suka harap menjauh. Saya akan terima semua keritikan dan saran, asal yang tak yang keterlaluan. Banyak TYPO bertebaran~ SULAY and offcial couple exo IS HERE!
.
.
.
.
.
Happy Reading~
.
.
.
.
.
Previous Chapter
"mati dengan tenang atau hidup dalam kesensaraan"
Itulah tulisan dengan darah yang terpampang didinding tanah. Lay dipasung membentuk salip ditembok tanah dengan kedua tangannya yang diikat ketembok tanah itu, kakinya sama sekali tak menyentuh tanah. Chen tergeletak ditanah dengan kepalanya yang sedikit mengenai genangan darah, yang sepertinya itu darahnya sendiri. Xiumin terlentang diatas bongkahan es yang mulai meleleh bercampur dengan darah. dan Suho menghilang... hanya ada bekas darah ditanah, seperti sebuah bekas tubuh penuh luka yang diseret menuju suatu tempat.
"kita terlambat..." kata Luhan. Mereka masih mematung melihat pemandangan didepan mereka...
.
.
.
.
Mereka ada dirumah Chen sekarang. Chen, Xiumin, Dan Lay dibaringkan dilantai tubuh mereka penuh perban. Luhan masih membalut tangan kiri Lay dengan perban, ia memandang Lay yang masih terlelap dalam mimpi.
"aku malas membunuhmu... lebih baik kau selamatkan saja adikmu itu... jika kau tak mau melihatnya mati untuk kedua kalinya..."
Luhan terdiam, ia mengingat kata-kata XiaoLu saat ia dikurung di ruang isolasi. Ia selesai, dan langsung menunduk menggenggam tangan Lay. Tetesan-tetesan air mulai membasahi lantai, tubuh Luhan bergetar, dan air mata menetes dari matanya. Sehun terdiam melihat Luhan, ia tau sekarang Luhan tengah menyalahkan dirinya sendiri saat ini.
"ng!..." Chen perlahan membuka matanya
"Chen-ah..." Chanyeol dan Baekhyun melihat Chen membuka matanya.
"a-apa yang terjadi?" Chen mencoba memfokuskan pandangannya, ia menengok kesamping melihat Xiumin dan Lay yang terbaring penuh perban.
DEG!
Chen membuka matanya lebar saat jantungnya berdegub kencang. Ia ingat... orang yang menyerang mereka...
Mereka berlari menyusuri lorong mencari yang lain. Lalu mereka berhenti melihat sebuah bayangan tinggi didepan mereka. "siapa kau!" kata Chen. bayangan itu bergerak cepat. Lay dan Xiumin berlindung dengan kedua tangan mereka, melewati Xiumin dan Lay begitu saja.
CRRAAASSS!
Xiumin dan Lay langsung terduduk dengan luka didada, serta bagian tubuh yang lain, mereka langsung ambruk begitu saja. Chen terkejut, ia menyiapkan benangnya. Orang itu melewatinya, "ARGH!" goresan panjang terlihat jelas didada Chen. Chen terjatuh, ia langsung tak sadarkan diri. Sepertinya dipedang orang itu terdapat racun. Pandangan Chen mulai gelap, ia melihat sekilas bayangan itu mendekati Suho dan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, dan semua menjadi gelap bagi Chen...
Semua terkejut mendengar cerita Chen. "jadi Suho hyung..." Baekhyun menunduk, Luhan dan Sehun tampak menunduk
"kita masih belum tau..." kata Chanyeol "kalian lihat bekas ditanah itu kan? Kemungkinan Suho hyung masih hidup..." tambah Chanyeol
"kemungkinannya hanya 50% sisanya bisa saja..." Kai mengentikan kata-katanya, ia melihat D.o yang masih tak sadar.
Chen terdiam, ia berfikir sejenak. "ada satu cara... menyelamatkan Suho hyung..." semua melihat kearah Chen. Chen melihat Luhan "hanya mereka yang bisa membantu..." kata Chen
"mwo?... kau yakin?" kata Luhan, semua tampak bingung dengan omongan Chen dan Luhan
"ne... aku yakin"
SKIP
[disuatu tempat]
Suho perlahan membuka matanya, membiasakan cahaya yang masuk kedalam matanya. "ini diamana..." kata Suho lemah
"kau sudah sadar?... hyung"
Jantung Suho berdetak kencang. Ia mencoba menarik tangannya, dan ia sadar kaki dan tangannya terikkan rantai besi. "a-apa?!"
Suara langkah kaki mendekatinya, Suho melihat kedepan. Perlahan sebuah bayangan mendekati cahaya didekat Suho. Bayangan itu menunjukan sebuah wajah yang sangat Suho kenal, Suho membulatkan matanya... "k-kau..."
Suho melihat Chen ambruk. Suho terjatuh saat mencoba mundur "kenapa kau sangat takut? Hyung?" Suho terkejut, ia seperti familiar dengan suara ini. Ia mengangkat wajahnya melihat wajah bayangan itu... "k-kau... Joonsik?"
"hallo... hyung... lama tak jumpa" kata orang bernama Joonsik itu dengan wajah datar
"k-kenapa kau disini... kenapa kau masih hidup... kau_"
"sudah mati? Menurut hyung begitu?" kata Joonsik masih datar, ia melihat Lay dan Xiumin yang mencoba bangkit "dari dulu aku memang membenci hyung" Suho membulatkan matanya terkejut, Joonsik? Adiknya sendiri? Yang meninggal 20 tahun yang lalu? Membencinya...? "aku benci hyung... bahakan ulang tahunku yang ke tiga..."
"kenapa?! Kenapa kau seperti ini! Kenapa lakukan ini! Kau bilang kau bahagia! Aku bilang kau bahagia memiliki hyung sepertiku!" Suho mulai menangis
"itu hanya akting..." Suho kembali terkejut setengah mati "aku benci hyung..." Joonsik melihat Suho "kau bahkan tak pernah bilang 'aku menyayangimu' padaku? Dan apa hyung yang baik sengaja mendorong adiknya jatuh ke sungai?" Suho kembali terkejut, kejadian masa lalu mulai membayangi pikirannya. Air mata tak berhenti mengalir dari mata Suho "cukup sudah" Joonsik mengangkat pedangnya. Suho menutup matanya, Joonsik menyerang belakangnya. Lay dan Xiumin langsung terjatuh. Es Xiumin pecah ditanah, darah mulai bercampur dengan air es yang mencair dan juga tanah. "pengganggu..." Joonsik hendak mengahari nyawa Lay
"Hentikan!"
Joonsik melihat Suho memegang kakinya, "kumohon hentikan! Tak masalah membunuhku! Aku bukan hyung yang baik! Lebih baik aku yang mati! Tapi kumohon jangan bunuh mereka!" Suho melihat Joonsik, air mata terus mengalir dari matanya.
Joonsik terkejut, tangannya sedikit gemetar lalu ia menggengap pedangnya. "payah..." Joonsik mengayunkan pedangnya mengenai pundak Suho. Seketika Suho pingsan, Joonsik terdiam "kenapa kau jadi selemah ini... suho hyung"
Suho kembali kepada dirinya, ia melihat Joonsik didepan matanya saat ini. Joonsik masih diam, "sudah sadar apa yang terjadi?"
Suho terkejut "ta-tapi... kenapa kau masih hidup?!" kata Suho
"hyung tanya kenapa?" Joonsik berjalan mendekati sebuah rak meja diruangan itu. ia menarik rak itu, lalu mengeluarkan sesuatu "karena ini" sebuah botol berisi sebuah cairan
"jangan-jangan... itu..."
"benar... penawar" Suho terkejut "dengan ini kau bisa menyembuhkan yang ada... bahkan penawar orang-orang itu..."
"dari mana kau dapatkan itu!" kata Suho
"hyung tak perlu tau aku dapat dari mana... yang jelas tugasku hanya mengakap hyung dan menghentikan orang-orang itu..." Joonsik berjalan menuju pintu
"tugas? Ada yang memerintahnya..." kata Suho menyipitkan matanya. Joonsik hendak keluar "Joonsik –ah..." Joonsik terhenti "meski begitu... hyung akan bawa kau pulang..." kata Suho. Joonsik terkejut, ia tak berani menatap Suho. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, lalu ia berjalan keluar menutup pintu. Suho terdiam, dan menunduk, ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini, ia hanya bisa berdoa semoga Lay dan yang lain selamat...
.
.
.
.
.
Chen, Chanyeol, Kai, dan Sehun menaiki mobil Chen menuju suatu tempat. Luhan dan Baekhyun ditinggal untuk menjaga Xiumin, Lay dan D.o. "Chen... kita mau kemana?" tanya Chanyeol
"diam saja..." Chen masih fokus menyetir. Mereka berkendara menuju sebuah rumah tua yang ada disekitar rumah-rumah mewah. Mereka keluar, Sehun, Kai dan Chanyeol tak yakin mereka berada ditempat yang benar, tapi Chen tetap masuk. Rumah itu sangat tua bahkan lantainya berdecit setiap diinjak "orang yang kita cari... letak mereka hanya ada satu orang yang tau... yaitu Kyuhyun, ia tau persis diamana dua orang itu tinggal..." kata Chen mencari sesuatu dilantai.
"kau yakin orang yang bernama kyuhyun itu tinggal disini?" kata Sehun melihat rumah penuh jaring laba-laba itu
"hiiii! Ayo keluar! Tempat ini membuatku muak!" kata Kai kesal dengan jaring yang terus mengenai tubuhnya
Chen terkejut melihat sebuah karpet, ia menyingkirkan karpet itu "aku menemukannya!" semua mendekati Chen. Mereka berempat melihat sebuah pintu besi. Chen perlahan membukanya, dan mereka menemukan tangga bawah tanah
"wah! Habat..." kata Chanyeol
Mereka hendak masuk, tiba-tiba Chen berhenti "kali ini pastikan tidak jatuh!" kata Chen menatap Chanyeol tajam. Chanyeol hanya tertawa. Mereka turun perlahan, melewati tangga itu. "Kyuhyun sama seperti ku dan Luhan hyung... ia mantan ilmuan dipenangkaran... kemampuan Kyuhyun membuat ilusi nyata dari rasa takut lawannya... karena itu tak pernah ada yang berhasil masuk keruang labnya... kalian harus hati-hati" kata Chen. Mereka sampai dibawah, itu sebuah lorong bawah tanah.
Mereka berempat berjalan dan hanya dengan penerangan obor. "disini dekat dengan sebuah isi perut gunung berapi..." kata Chen lagi. Mereka terus berjalan, lalu sebuah angin kencang menerjang mereka. Semua terkejut dan berusaha tetap menapak tanah, angin semakin kencang dan semua obor mati. Mereka terlempar?! "AAAAAAA!"
SKIP
Chanyeol perlahan bangun, ia mencoba membuka matanya. "ugh!" kepalanya terasa sangat pusing, ia memegang kepalanya dan berdiri
"Yeolie..."
Chanyeol terkejut, dan menengok. Ia melihat Baekhyun?! "kau kenapa?" tanya Baekhyun bingung
"diamana ini?" tanya Chanyeol
"dirumah tentu saja..." kata Baekhyun tersenyum. Chanyeol melihat sekiatnya, ia benar-benar dirumahnya. Seingatnya ia bersama Chen, Sehun, dan Kai mencari orang bernama Kyuhyun, lalu mereka terhempas oleh angin? Apa... itu mimpi? "Yeolie..." Chanyeol melihat Baekhyun "ambilkan ku air..." kata Baekhyun sambil tersenyum.
Chanyeol mengangguk, ia melihat segelas air diatas meja, lalu berbalik hendak menyerahkannya ke Baekhyun "ini_"
PRANG!
Chanyeol menjatuhkan gelas itu sehingga pecah "waeyo? Yeolie?" tanya Baekhyun. Chanyeol melihat Baekhyun samar-samar lalu perlahan tubuh Baekhyun menghilang dari penglihatannya, "Baek? Kau diamana? Jangan menghilang... tunjukan dirimu" perlahan ruangan sekitar Chanyeol menjadi gelap dipenglihatan Chanyeol.
"BAEKHYUN! KAU DIAMANA! JANGAN MENGHILANG! TUNJUKAN DIRIMU!" Chanyeol menutup mata kirinya dengan tangannya
"Chanyeol?"
Chanyeol mendengar suara Baekhyun, tapi didalam penglihatannya saat ini semuanya gelap, dan tak ada cahaya sedikit pun. "diamana?! Kau diamana! Kenapa aku tak melihatmu! Tunjukan dirimu! Kenapa semua gelap?! Jangan tinggalkan aku sendiri disini!" Chanyeol mulai berteriak-teriak menutup kedua matanya dengan tangannya.
Sementara itu...
Sehun perlahan membuka matanya. Ia berada sebuah desa kecil sekarang. Ia bangun dan mengambalikan ingatannya. "ini dimana..."
"Sehun-ah..."
Sehun terkejut, ia melihat Luhan tersenyum kearahnya. Luhan berlari menghindari Sehun sambil tertawa. "hyung! Kau mau kemana..."
"kejar aku Sehun... jika kau berhasil menangkapku... kita bisa hidup selamanya bersama" Luhan tersenyum. Sehun terkejut, selamanya? Yang ia takutkan hanya satu... kehilangan Luhan.
Sehun berlari mengikuti Luhan, ia berlari memasuki hutan. Ia melihat Luhan bersembunyi dibelakang pohon, ia ingat... ia pernah melakukan ini dengan seorang anak kecil, cinta pertamannya. Dan cinta pertama itu menghilang begitu saja... Sehun melihat kebalik pohon tapi tak ada siapa-siapa. "hyung? Hyung?!"
"aku disini!" Sehun melihat Luhan berlari kearah dibelakangnya. Ia mengikutinya kembali, Sehun menjulurkan tangannya menggapai Luhan yang terus tersenyum. Terlintas bayangan anak kecil cinta pertamannya. Sehun terus berjalan- entah kemana...
Sementara itu...
Kai berjalan disekitar rumah bergaya khas jepang itu. ia bingung ini dimana, lalu seseorang tampak terduduk ketakutan, lalu seorang datang melompat dan mencakar wajah orang yang terjatuh tadi. Kai terkejut, orang yang menyerang tadi menengok kearah Kai, itu dia?!
Kai ingat... ini kejadiam 12 tahun yang lalu. ia membunuh seluruh anggota keluarganya. Kai itu berlari mengejar yang lain, sedang Kai asli mengejarnya mencoba mencegahnya. Kai kecil itu berlari dan menyerang siapa saja. Kai terkejut melihat mayat yang tergeletak diseluruh lantai rumah. Tubuh Kai bergetar setegah mati...
"KKYYYAAAA!"
Kai terkejut, ia berlari menuju sebuah ruangan yang letaknya dekat dengan taman. Ia melihat punti ruangan itu terbuka. Ia masuk, dan petir menyambar menunjukan mayat kedua orang tuanya yang tergeletak dilantai tak bernyawa. Jantung Kai berdegub kuat tanpa henti. Ia melihat Kai kecil berdiri mematung melihat sesuatu di pintu lain di ruangan itu. Kai ikut melihatnya...
Petir menyambar menampakan cahaya sekilas. Diarah Kai melihat ada seorang anak kecil yang berdiri mematung melihat apa yang terjadi didepannya. Kai asli terkejut, itu... D.o?! ia ingat! Ia dan D.o tinggal bersama... dan D.o melihat ia membunuh kedua orang tuannya. "hyung..."
"Kai-ah... kau..."
Kai asli membulatkan matanya. Ia berteriak keras yang ia bisa, ia terduduk dan menyesali semua perbuatannya. Ia mencakar lantai dibawahnya...
Sementara itu...
Chen tersadar, ia berada ditengah kota saat ini. Ia tau ini ilusi tapi ia sendiri bingung bagaimana caranya ia bisa keluar dari ilusi ini. "ahaha..." Chen terkejut. Ia melihat Xiumin berlari. ia mengikuti Xiumin entah kenapa. Xiumin tertawa sambil terus berlari, Chen terlihat bingung
TTTIIINNNN!
Chen terkejut, ia melihat sebuah mobil tepat disamping Xiumin. Ia hendak berlari dan menolong Xiumin tapi...
CCHHHIIITTT! BBBRRRAAAKKK!
Tubuh Xiumin terlempar, darah terciprat kemana-mana. Darah mengenai pipi Chen, Chen terkejut setengah mati, terulang lagi? Ia melihat tubuh Xiumin yang tergeletak penuh darah. Chen terdiam mematung, ia terduduk dan menunduk "ani... ini ilusi... ini tak nyata!" kata Chen meyakinkan dirinya sendiri
"C... chhenn..."
Chen terkejut. Ia dengan gemetar melihat kearah Xiumin. Xiumin menengok kearahnya, darah mengalir kematanya, terlihat seperti Xiumin menangis darah. Xiumin menjulurkan tangannya yang berlumuran darah kearah Chen "Cchheen..."
Chen membulatkan matanya, tubuhnya bergetar hebat melihat Xiumin. Ia melihat serpihan kaca disampingnya, ia mengambilnya dengan tangan kirinya. Ia mempersiapkan tangan kanannya, lalu mengangkat pecahan kaca itu tinggi-tinggi "AAARRGGGHHH!"
JLEB!
Chen menancapkan pecahan kaca itu ketangan kanannya. Darah mulai mengalir, Xiumin melihatnya "Chen..."
"mianne... aku... tak mau kau mati" kata Chen. Xiumin tersenyum, lalu perlahan menutup matanya. Kota, mobil, darah, dan Xiumin mulai menghilang. Chen mengatur nafasnya, ia membuka matanya dan serpihan kaca itu berubah menjadi serpihan kayu bekas obor yang telah mati. Chen mencabut kayu itu dari tangannya, dan darah mulai mengalir. "hhaaah..." Chen mencoba mengatur nafasnya.
"AAARRRGGHHH!"
Chen terkejut, ia melihat Chanyeol yang berguling ditanah sambil menutup kedua matanya dengan tangannya. Chen mendekati Chanyeol "Chanyeol! Sadarlah! Chanyeol!" Chanyeol tak mendengar ia terus berteriak
Chen melihat Kai yang menggaruk tanah. "ini salahku... semua salahku..." Kai terus berguman didalam hatinya, ia menggaruk tanah dengan tangan kanannya.
"cih! Tunggu... Sehun?! Diamana dia?!" Chen menengok kesana kemari mencari Sehun. Sampai ia mendengar suara batu yang tertendang. Chen langsung mendekati suara itu.
Sehun terus berjalan menggapai Luhan yang berada dipadang rumput, ia tak menyadari ia berjalan menuju isi perut gunung. Chen berlari melihat Sehun. Sehun menggapai Luhan, lalu ia terjatuh kebawah dan Luhan menghilang. Sehun tertahan, Chen berhasil menggapai kaki Sehun. Ia menarik Sehun sekuat tenaga naik keatas. Ia mengikat Sehun dengan benang-benangnya dan menariknya kembali ketempat Chanyeol dan Kai
Mereka masih belum sadar. "apa yang harus aku lakukan..." kata Chen. Mungkin ia harus coba, cara itu. Chen membentangkan benang-benangnya melilit tubuh Chanyeol, Kai, dan Sehun. Ia menarik nafas panjang, lalu membuka matanya. Listrik mengalir ditangannya dan merambat kebenang-benangnya. Listrik itu menyengat Chanyeol, Kai, dan Sehun. Mereka bertiga langsung tersengat dan pingsan. Chen menghela nafasnya, ia kehabisan tenaga. Mengalirkan listrik didalam tubuh dan mengalirkannya keluar, itu tak mudah.
Chanyeol bangun, ia melihat Chen, Kai dan Sehun. "i-ini diamana?" tanya Chanyeol
"kalian sudah sadar?" kata Chen mengatur nafasnya
Kai dan Sehun juga sadar mereka tampak pusing. "Chen kenapa kau terluka?" tanya Kai melihat tangan Chen
"tak apa aku tak apa..." kata Chen "baguslah kalian sadar... Kyuhyun ada disekitar sini, aku yakin itu... yang kalian lihat tadi adalah salah satu ilusi yang diciptakan Kyuhyun..." kata Chen.
Mereka mengingat kembali apa yang mereka lihat tadi, sekarang mereka mengerti kenapa Chen terluka. "lebih baik cepat cari Kyuhyun..."
.
.
.
.
.
TBC/END?
BaekYeol MC
Yeol: annyeong kembali lagi dengan Chanyeol
Baek: Baekhyun imnida... Chanyeol ssi, kira-kira apa yang kita lakukan disini?
Yeol: kita? Mungkin akan lakukan investigasi kepada para tokoh yang ada disini
Baek: jjinja?! Berarti kita tanya Suho hyung, Lay hyung, Luhan hyung, Sehun, Kai, D.o, dan pasangan es itu kan?
Yeol: tepat sekali! Kita akan tanya keseharian mereka diluar FF ini. Penasaran? Check This Out!
SKIP
Baek: Bagaimana hubungan kalian setelah pertama kali bertemu? Maskutku Lay hyung hampir membunuh Suho hyung beberapa kali
Lay: memang aku pernah melakukannya tapi aku tak sadar, kalau masalah hubungan... sepertinya kami baik-baik saja
Yeol: apa kalian sudah kencan? Suho hyung mengajak Lay hyung kemana?
Lay: Ka-kalau soal itu...
Suho: yak! Apa yang kalian lakukan dirumahku! Dan kenapa harus wawancara dikamarku?! Kalian pikir Rumah ini tanpa pintu?! Sehingga kalian bebas keluar masuk seperti maling, hah?! Cepat keluar!
SKIP
Yeol: Kalian dekat sejak kecil bukan? Lalu bagaimana Kai dimatamu?
D.o: ngg... Kai orang yang baik, tapi ia memang tak bisa mengontrol emosinya... tapi tak apa yang jelas ia sangat baik
Baek: bagaimana dengan mu Kai-ah...
Kai: ng? YYAAKK! Aku sedang mandi bodoh! Bisa-bisanya masuk begitu saja! Pintunyakan kukunci!
Baek: D.o punya kunci cadangan... dari pada menunggu lebih baik langsung masuk. Mungkin yang sedang membaca saat ini sangat ingin tau tubuhmu tanpa busana
Kai: kalian sudah tak waras ya?
Suho: Sudah aku bilang pergi! Kenapa kalian masih disini?!
SKIP
Baek: kenapa Luhan hyung selalu memukul Sehun setiap ia datang keapartemenmu?
Luhan: ehehhe... listrik diapartemenku mati... jadi aku tak tau siapa yang datang
Yeol: jangan-jangan bukan hanya itu...
Luhan: eh?!
Yeol: hyung sengaja melakukannya supaya Sehun pingsan... /mendekat ke Luhan/ lalu saat Sehun pingsan hyung mulai membawa Sehun kekamar hyungkan? /makin mendekat/ dan niat hyung bukan hanya menolong saja tapi juga yang lain kan?/tepat didepan wajah Luhan (0_o)/
Luhan: eee... (^_^"") itu...
Yeol: atau jangan-jangan_
PLETAK!
Sehun: kalian sudah selesai?! Aku muak mendengarnya...
Yeol: kenapa memukulku?! Apa salahku!
Sehun: tentu saja... Luhan hyung memukulku karena ia kira aku maling... aku tak masalah dipukul asal ia tak pergi dariku...
Luhan: Sehun -ahh... /hug/
Baek: kita lewatkan adegan drama ini ya?
SKIP
Baek: kenapa gigi Chen bisa halus seperti bayi?
Xiumin: Chen mengalami sedikit masalah saat percobaannya... seperti sebuah efek samping
Baek: ohh... lalu bagaimana dengan hubungan kalian berdua? Kalian adalah pasangan misterius di FF ini loh
Xiumin: jeongmalyo? Aku tak tau... mungkin Chen akan memarahiku jika aku beritau... (,^^,)
Baek: eum... tapi kenapa hyung mau dengan namja dingin seperti itu? /nunjuk Chen/
Chen: apa kau bilang?! Dasar bungson...
Baek: (XP)
Xiumin: dia tak dingin... ia sangat hangat, ia dingin diluarnya saja. Kau tau? Aku ingat saat ia menolongku pertama kali... aku yang terduduk meratapi nasib yang buruk, lalu Chen datang bak seorang pangeran es yang muncul begitu saja... /berbinar-binar/ kalau diingat lagi... akujadi malu... ia sangat keren sih... meski ia jatuh dan tiga gigi atasnya lepas...
Chen: Xiumin hyung! Kenapa kau ceritakan itu?! /wajah memerah/
Yeol: ahahahaha! Pangeran es ompong! AHAHAHA!
Chen: diam kau! Kurobek kedua bibirmu itu nanti! Awas saja kau!
SKIP
Baek: itu tadi beberapa perbincangan kita dengan para tokoh yang ada. Chanyeol ssi... kenapa kau babak belur
Yeol: Chen menghajarku tadi... ahh! Akan aku laporkan ke Lay hyung! /pergi/
Baek: ehehhee... begitulah... jika kau tanya aku bagaimana Chanyeo? Ia orang baik dan yang jelas aku menyayanginya apa adanya...
Ok! Sampai disini saja perjumpaan kita! Baca terus ff ini karena masih banyak kejutan tak terduga yang akan muncul! Jangan Lupa Review! Annyeong~!
