Author : Han Hye Neul

Genre : Romance , sad

Rating : T

Main cast :
Cho kyuhyun as namja
Lee sungmin as yeoja

Other cast : always find by ur eyes ^^

Warning : Typo dimana-mana , GenderSwitch , tak sesuai karakter aslinya.

Annyeong readers, setelah sekian lama hiatus dari dunia perFF-an kali ini aku Comeback membawa FF GS pertama aku dengan pairingnya itu Kyumin. "I give my first love to you" sendiri itu sebenarnya adalah sebuah film one episode (?) Lngsung habis. Karena aku sangat menyukai film ini, terbesitlah dibenakku buat jadiin Film ini jadi FF yang castnya aku ganti jadi kyumin. So Don't BASH ! Don't be Silent reader ! Unlike ?! Just don't READ !. Semoga bsa ksih aku masukan biar jdi author yg baik (?). Okayy ! Go to story !

The STORY BEGIN

-0o0-

*All author POV*

"Min?",tanya kyuhyun sambil mengeratkan tautan tangannya pada jemari tangan sungmin.

"Ehmm",sungmin berdehem menyauti panggilan kyuhyun sambil terus menatap senang kedua jemari tangan yang bertautan erat itu.

"Hari ini kita bolos ne ? Eotte ?",ucap kyuhyun yang membuat sungmin menghentikan langkah mereka.

"Waeyo ? Apa kyunnie kambuh lagi ? Gwaenchana ?",tanya sungmin khawatir.

"Aishh, sepertinya kau sangat mengkhawatirkanku eum ? Masih sebegini perhatiannya kenapa kamu melepaskanku kemarin eoh ?",ledek kyuhyun.

"Aishh! Tentu saja aku mengkhawatirkanmu kyunnie babo! Dan masalah melepaskanmu itu, eum.. Bahkan aku hampir gila rasanya saat sadar aku mengatakan kata-kata yang paling aku benci! Jadi jangan buat aku mengatakannya lagi kyu, jebal",ucap sungmin panjang lebar.

Kyuhyun melepaskan tautan jemari mereka dan menangkupkan kedua tangan besarnya dipipi mungil sungmin."Aku tidak akan pernah membuatmu mengatakan hal terkutuk itu dan kamu tau kenapa aku menceritakan tentang permintaan gila ryeowook noona itu kepadamu ? Itu karena aku gamau menutupi hal apapun dari calon anae-ku, aku ingin kamu jadi satu-satunya orang didunia ini yang mengetahui segalanya tentangku, sungmin-ah ~ Saranghae",ucap kyuhyun dengan tatapan lembut. Lalu ia dengan penuh kelembutan mencium kening sungmin.

"Naddo saranghae",balas sungmin saat kyuhyun sudah melepas ciumannya pada kening sungmin.

"Ehemmm..",dehem seseorang yang membuat kyumin menoleh kearah sumber suara."Eishh! Hoobaedeul jaman sekarang itu pacaran disana sini ternyata, lebih baik kalian kembali sana kekelas. Atau jangan-jangan kalian mau bolos ya ?",tanya orang itu.

"Aishh! Yak bocah tengik! Apa pedulimu eoh? Lagipula memang benar kami mau bolos!",ucap kyuhyun kesal lalu menggenggam tangan sungmin erat seakan takut kehilangannya.

"Kyunnie, hajiman!",sungmin menyuruh kyuhyun untuk diam agar tidak terjadi hal-hal yang diluar dugaan."Ahh henry sunbae, kenapa sunbae juga ada ditaman belakang ini ? Apa sunbae mau bolos juga ?",tanya sungmin yang membuat henry menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sama sekali itu.

"Ahh.. Itu..",jawab henry gugup."Cihh",decih kyuhyun mencibir henry.

"Yak! Sikap macam apa itu kepada sunbae ? Ne! Aku memang mau bolos ,aku mau bertemu dengan yeochinku!",ucap henry kesal.

"Mwo yeochin ? Apa kau benar-benar punya yeochin ?",tanya kyuhyun. Sungmin menyenggol pinggulnya kyuhyun hingga kyuhyun sedikit meringis,"kyu!",bisik sungmin kesal.

"Ne! Tentu saja aku punya yeochin, aku ini kan pria paling terkenal di Kyunghee University",ucap henry membanggakan dirinya.

"Sebelum Cho Kyuhyun ada di Kyunghee University",sambung kyuhyun membenarkan kalimat henry.

"Percaya diri sekali kau! Sudahlah aku mau pergi",ucap henry dan berniat mau pergi dari situ namun langkah kakinya terhenti ketika..

"Apa sunbae benar mendapatkan yeochin ?",tanya sungmin yang membuat henry membalikkan tubuhnya dan menatap sungmin.

"Ne, wae ? Apa kamu ingin aku rebut dari namja ini ?",ledek henry sambil menunjuk kyuhyun.

"Aigoo! Apa kau mau mati eoh ?!",ucap kyuhyun kesal.

"Aigoo, Tuan Cho itu benar-benar cepat sekali emosi ya ? Tenang saja, aku rasa sungmin memang hanya memikirkanmu! Ingat cho kyuhyun jangan kau bikin sungmin nangis seperti kemarin! Atau aku akan benar-benar menjadikan sungmin milikku",ucap henry lantang.

"Tak akan pernah terulang Henry-ssi",ucap kyuhyun mantap. Henry hanya tersenyum lalu melanjutkan langkahnya. Sungmin menatap kyuhyun dan kyuhyun kembali menatap sungmin dengan tatapan yang teduh."Gomawo kyu",ucap sungmin lalu tersenyum.

-0o0-

"Kyu kita mau pergi kemana ?",tanya sungmin.

"Ke makam ryeowook noona, aku sangat prihatin kepadanya, ia sudah tidak punya keluarga lagi",ucap kyuhyun.

"Hmm, arraseo",karena tidak ingin membuat pertengkaran baru diantara mereka, sungmin lebih memilih untuk mengikuti mau kyuhyun.

Setelah berjalan beberapa menit dari halte bus ,akhirnya sungmin dan kyuhyun sampai di sebuah pemakaman. Mereka mencari batu nisan yang bertuliskan nama Kim Ryeowook. Setelah ketemu, mereka berdua berdoa dihadapan makan ryeowook. Walaupun kyuhyun tidak mengeluarkan isakan sekecil apapun tapi sungmin mengetahui kyuhyun menangis. Dengan perlahan sungmin menarik kyuhyun kedalam pelukannya dan mengusap punggung kyuhyun lembut.

"Uljima~",ucap sungmin sedikit parau karena airmatanyapun keluar tanpa ijin. Ia begitu sakit melihat kyuhyun menangis begini.

"Aku takut min, aku benar-benar takut ada didalam makam itu dan melihatmu menangis tanpa bisa melakukan apa-apa.. Hikss hikss.. Aku takut min!",ucap kyuhyun ditengah isakannya.

"Sudahlah kyu, aku benar-benar sakit melihatmu begini. Uljima!",perintah sungmin sambil berlinang air mata.

"Min, mau kamu berjanji eoh ?",ucap kyuhyun sambil melepaskan pelukkannya dan menatap sungmin.

"Berjanji apa ?",tanya sungmin membalas tatapan sendu kyuhyun.

"Berjanji tidak akan menangis saat aku pergi,berjanji akan menjalani hidupmu dengan baik walau tanpa aku disampingmu, apa kamu bisa janji ?",tanya kyuhyun.

"Neo michyeoso ?! Jangan berbicara hal bodoh begini! Kita ga akan berpisah! Dan aku tidak akan membiarkanmu mati kyu! Hikss.. Hikss.. Jangan berbicara begini lagi.. Hikss hikss, jebal!",kini isakan sungmin berkali-kali lipat lebih daripada tangisan kyuhyun sebelumnya.

"Yak! Uljima!",perintah kyuhyun yang tak diindahkan sama sekali oleh sungmin. Kyuhyun ingin memeluk sungmin namun ada sesuatu yang melesak kedalam jantungnya dan itu sangat sakit.

"Aarrrgghhhh!",geram kyuhyun sambil meremas dada sebelah kirinya. Bahkan kemeja yang digunakannyapun sampai lecek.

Seketika sungmin membulatkan matanya."Kyu gwaenchana ?",tanya sungmin panik melihat kyuhyun begitu meringis kesakitan.

"Appo! Argghh!",kyuhyun terus meringis kesakitan sampai ia terlentang dihamparan tanah itu.

"Hikss.. Kyu! Bertahan ne ?",ucap sungmin panik. Ia merogoh sakunya kasar dan mengeluarkan ponselnya. Dengan gemetaran ia menekan nomor telepon appa-nya."Appa! Palli angkat!",ucap sungmin bermonolog sambil menunggu nada sambung yang berharap cepat diangkat appa-nya. Saat nada sambung tersebut berhenti,"appa! Palli datang ke pemakaman! Penyakit kyu kambuh! Ia membutuhkan pertolongan sekarang! Cepat appa!",bentak sungmin.

"Arraseo!",jawab appa-nya dari sebrang telepon.

"Kyu, bertahanlah, aku mohon",ucap sungmin dengan entah sudah berapa tetes air matanya yang terus menerobos keluar dari sarangnya itu.

-0o0-

"Kyu, aku mohon bertahanlah!",sungmin terus menyemangati kyuhyun saat kyuhyun tengah diatas kasur trolli untuk dibawa keruang UGD. Sedangkan kyuhyun sudah pingsan karena sakit yang kini ia rasakan sungguh benar-benar sakit.

Suster yang membawa kyuhyun menghentikan sungmin saat sudah didepan UGD."Jwisonghamnida sungmin-ssi, anda tidak boleh masuk kedalam",ucap suster itu.

"Kyu! Kau harus bertahan!",teriak sungmin sebelum pintu UGD benar-benar tertutup.

Tak lama kemudian kedua orang tua kyuhyun datang. "Sungmin-ah, kyu eoddiseo ?",tanya heechul ahjumma.

"Kyuhyun sedang ditangani appa",ucap sungmin.

"Hannie, eottokhae ? Kyuhyun pasti saat ini kesakitan, ini semua gara-gara kamu yang mengijinkannya masuk asrama! Hikss hikss",kini heechul ahjumma menangis dalam pelukan suaminya,yaitu hangeng.

"Sudahlah chullie, itu kan keinginan kyuhyun, apa aku salah jika menuruti keinginannya ? Lebih baik sekarang kita berdoa untuk kesembuhannya.

Sungmin memilih diam seribu kata dibandingkan mengikuti pembicaraan kedua orangtua kyuhyun. Air matanya terus menetes, ia mengingat semua ucapan kyuhyun ketika kyuhyun menangis kemarin dan juga tadi. Ia begitu takut bahwa kyuhyun akan benar-benar pergi. Sungmin benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukannya sekarang.

Tak lama kemudian appa sungmin keluar dari ruang UGD. Kedua orang tua kyuhyun dengan cekatan menghampiri appa sungmin."Bagaimana keadaan kyuhyun ?",pertanyaan itulah pertama kali terlontar dari bibir heechul.

"Tenang saja, kyuhyun sudah melewati masa kritisnya. Sebentar lagi kyuhyun akan sadar.",jelas donghae -appa sungmin-

"Apa kami bisa melihatnya ?",tanya hangeng.

"Tentu saja",jawab donghae.

Langsung heechul dan hangeng masuk kedalam ruang UGD. Sedangkan sungmin masih terpaku duduk dikursi yang ada dikoridor didepan ruang UGD. Donghae menghampiri sungmin duduk disebelahnya serta membelai lembut punggung sungmin.

"Appa, katakan sejujurnya padaku. Bagaimana keadaannya ?",tanya sungmin tanpa punya niat sedikitpun untuk menatap appanya.

"Dia harus melakukan transplantasi jantung secepatnya",jawab donghae.

"Apa tidak ada donor yang tersedia ?",tanya sungmin kali ini sambil menatap donghae dengan tatapan memohon.

"Mianhae min, donor itu ada tapi belum ada yang cocok dengan kyuhyun, bersabar ne ?",ucap donghae menenangkan anak semata wayangnya.

"Aku bisa bersabar appa, tapi apa tubuh kyuhyun bisa bersabar?!",kini sungmin sedikit meninggikan suaranya. Tanpa ia sadari airmatanya mengalir begitu saja.

Donghae memeluk anaknya itu,"appa akan berusaha sekuat tenaga appa! Jangan begini, kamu harusnya menyemangati kyuhyun.",ucap donghae lembut. Sungmin kini makin terisak dipelukan donghae untuk mengeluarkan semua rasa yang ada dibenaknya sekarang.

-0o0-

Malam tadi sungmin tidur diruangan donghae karena dia tidak mau pulang keasrama tanpa kyuhyun. Sedangkan kyuhyun masih harus menginap dirumah sakit. Matahari mulai menyelusup dari jendela yang ada diruangan donghae mengusik tidur sungmin. Tak lama kemudian donghae masuk keruangannya dan duduk disamping kasur yang ada diruangannya.

"Yak! Nae saranghaneun aegi, palli ireona(bayiku tersayang,cepat bangun) apa kamu mau terus jadi sleeping beauty eum ?", ucap donghae lembut.

"Eunghhh",lenguh sungmin.

"Min, appa ada berita yang baik untuk kyuhyun, ahh! Ani! Tapi untukmu juga!",ucap donghae. Mendengar ucapan donghae , sungmin langsung terkesiap bangun.

"Kyunnie ? Berita apa ?",tanya sungmin antusias.

"Ne! Hari ini appa menemukan donor yang cocok untuk kyuhyun",ucap donghae.

"Jeongmal appa ?",

"Ne, tapi ia masih koma namun ia sudah tidak ada harapan untuk hidup lagi. Namun kita tetap membutuhkan ijin dari keluarganya untuk melakukan transplantasi itu",ucap donghae.

"Jinjjayo ? Aku harus memberitahu kyunnie tentang ini, kyunnie sudah sadar kan appa?",

"Ne, tapi setidaknya kamu mandi dulu sana, ahh ruangan pasien itu 301",ucap donghae.

"Arraso, sesudah mandi aku ingin membeli makanan untuk sarapan kyunnie",ucap sungmin ceria.

Skiptime

Setelah membeli beberapa bungkus makanan sungmin kembali kerumah sakit. Saat akan naik lift sungmin melihat beberapa orang menggunakan seragam Kyunghee University."Apa mereka ingin menjenguk kyunnie ?",gumam sungmin.

Akhirnya sungmin memutuskan naik lift yang satu lagi, karena lift itu sudah penuh dan sepertinya anak kyunghee university tidak menyadari pula ada sungmin. Sesampainya didepan kamar kyuhyun, sungmin membuka perlahan pintu kamar kyuhyun. Dahinya berkerut bingung.

"Yak! Cho sungmin! Kenapa baru sekarang kau datangnya eoh ?",oceh kyuhyun saat melihat sungminlah yang membuka pintu kamarnya.

"Mianhae kyu, aku gak tega melihat keadaanmu kemarin, aku memilih menenangkan diriku. Apa kamu marah ?",tanya sungmin.

"Aniyo, kamu memang seharusnya tidak melihat itu.",

"Apa tidak ada mahasiswa Kyunghee yang kesini kyu ?",tanya sungmin.

"Mwo ? Eobseo, baru kau yang datang. Wae ?",tanya kyuhyun.

"Jadi apa ada anak lain yang masuk rumah sakit ?",pikir sungmin dalam hati."Yak! Minnie!",panggil kyuhyun yang membuat sungmin sadar kembali."Ah! Eobseoyo, ahh kyu aku tinggal sebentar ne ? Aku mau mengantar ini untuk appa",ucap sungmin sambil mengangkat sekantong plastik makanan.

"Ahh , baiklah, jangan lama-lama ne ? Bogoshipoyo",ucap kyuhyun manja.

"Eishh! Sebentar lagi heechul ahjumma dan han ahjussi juga akan datang",ucap sungmin.

"Yak! Aku maunya kamu cho sungmin! Cepat kembali arra ?",

"Ne ne ne , arraso! Na Khanda (ya ya ya, aku mengerti, aku pergi)"

Saat perjalanan sungmin melihat beberapa anak keluar dari kamar pasien. Dan ada beberapa mahasiswa yang menyapa sungmin. Ia penasaran siapa yang dirawat dirumah sakit. Sungmin berniat mengintip kamar itu, namun langkah kakinya sempat terhenti.

"301..",gumam sungmin pelan.

Ia mulai melangkahkan kakinya menuju kamar itu dengan gemetar,"omona!",ucap sungmin kaget sampai-sampai ahjumma yang tengah menunggui pasien itu melihat kearah pintu. Dengan segera sungmin pergi dari tempat itu.

Saat sudah berada dikoridor yang sepi, ia duduk dikursi tunggu. Perasaannya campur aduk dan begitu dengan mudah air matanya lolos. Bahkan tak jarang isakannyapun lolos begitu saja. Berkali-kali sungmin menepuk dadanya berharap rasa yang tidak enak dalam jantungnya segera hilang."Hikss.. Hikss.. Hen- hikss.. Kenapa harus henry sunbae! Hikss hikss! Wae?!",teriak sungmin frustasi.

-TBC-