"Panggilanmu kecilmu Minnie, sih. Aku pikir, namamu itu Minnie Mouse, Minnie Market, atau Minnie Bus!" Donghae mengulang lagi godaannya yang dulu sempat membuat Sungmin marah.
"Iya, kau ini! Dasar!" Sungmin melotot bulat-bulat. "Membuatku malu saja!"
Donghae tertawa keras. Dan siang itu mereka lewati bersama. Duduk di satu sudut restoran, dan larut dalam tawa, canda, juga bicara. Berawal dari lukisan, dan berlanjut tentang apa saja.
.
.
Pair : KyuMin
Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast
Rate : T
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).
Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.
Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.
DLDR
enJOY
.
.
Meskipun sedikit celah itu telah terbuka, ternyata Donghae masih belum puas. Dia harus benar-benar yakin bahwa dia sudah berhasil merentang jarak. Memisahkan Sungmin dan Kyuhyun. Dan namja itu tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
Di satu siang, Sungmin terheran-heran saat seorang kurir menyerahkan satu gulungan terbungkus kertas berwarna cokelat.
"Dari siapa?"
"Dari...," kurir itu melihat kertas di saku bajunya, "Lee Donghae."
"Lee Donghae?" kening Sungmin langsung berkerut.
Dengan heran juga bingung, dia membawa gulungan itu ke dalam. Pelan dan hati-hati, karena di secarik kertas yang ditempelkan di luar gulungan, Donghae menulis pesan untuk super hati-hati saat membukanya.
Dan Sungmin benar-benar terpukau saat benda yang ternyata segulung kanvas itu telah terbuka, dan memperlihatkan...
Pemandangan indah Lembah Kashmir!
Seluruh dunia tahu betapa indahnya lembah yang terus menjadi rebutan India-Pakistan sampai sekarang itu. Dan sekarang lembah eksotis itu dihadirkan di hadapannya. Dalam sapuan berbagai macam warna. Lembut menyentuh, dan begitu hidup.
Bentangan pegunungan tinggi yang tertutup salju putih melatarbelakangi bukit-bukit yang saling bersambung dalam dominasi warna hijau. Dan yang paling depan, hamparan padang bunga kuning.
Benar-benar memukau. Indah!
Kembali Sungmin terbengong-bengong begitu ponselnya berbunyi. Dari sang pengirim.
"Sudah sampai, Minnie?"
"Sudah! Sudah!" jawab Sungmin spontan dan riang.
"Suka?" Donghae tersenyum tipis.
"Neomu Joa! Gomawo ne! Eh, tapi memangnya dalam rangka apa kau mengirimiku lukisan? Aku 'kan tidak sedang ulang tahun?"
"Oh, aku orangnya memang penuh perhatian kok," jawab Donghae mempromosikan diri. Sungmin tertawa. "Terus, itu mau ditaruh di mana?"
"Di kamarku dong!"
Donghae menyeringai. Yes!
"Aku ke sana boleh tidak?"
"Boleeeh! Onje?"
"Ya sekarang!"
"Oke! Kebetulan aku ingin membuat sup labu dan pie labu," jawab Sugmin riang.
"Oke! Tunggu ya? Annyeong!"
"Annyeong!"
Donghae tersenyum tipis. Si mungil itu sekarang telah ada dalam genggaman!.
.
.
Prahara itu telah datang. Menggulung bentang cakrawala, memudarkan bianglala, menarik fajar, dan dari kejauhan, bergerak bayang-bayang malam.
Untuk pertama kalinya, Sungmin menyimpan satu cerita, Donghae menyembunyikan tawa kemenangannya, dan Kyuhyun tertegun tak percaya.
Hanya satu kali pertemuan tak sengaja di luar sekolah. Hanya satu kali! Dan Sungmin langsung terlepas dari tangan Kyuhyun.
Dan walaupun telah di cermatinya, Kyuhyun tetap tidak bisa menemukan celah yang telah dibentangkan Donghae di antara mereka berdua.
Kemarin kali ketiga Kyuhyun meminta Sungmin mengulang cerita. Tentang hari saat namja mungil itu bertemu Donghae. Tentang Van Gogh, McCubbin, Streeton, dan sebangsanya. Dan masih juga tetap jadi tanda tanya!
Jujur, dia kurang tertarik pada lukisan. Satu-satunya pelukis yang dia tahu hanya Kim Hong Do. Itu juga karena ada di pelajaran Sejarah Nasional Korea.
Ketidaktahuan inilah yang telah membuatnya jadi namja paling babo sejagat raya. Kekasihnya direbut di depan mata, dengan jala yang kasat mata... yaitu goresan warna!
Dan di sinilah dia hari ini, sekali lagi, di sebuah galeri. Diam berdiri, dan mencoba mengerti. Mirip musafir tersesat, Kyuhyun berdiri lumayan lama di depan setiap lukisan. Mencoba memahami lebih dalam. Dan hasilnya –mudah-mudahan ini bukan otaknya yang terlalu tolol- dia tetap tidak menemukan apa-apa, dan tidak bisa bilang apa-apa selain "bagus", "lumayan", dan "jelek"!
Itu masih mending. Lebih dari tiga kali, dari pintu masuk sampai pintu keluar, dari lukisan pertama sampai lukisan penghabisan, Kyuhyun sama sekali tidak bisa memberikan komentar. Soalnya, dia tidak megerti, dan bingung sendiri, gambar apa yang sedang di lihatnya?
Deretan lukisan yang bergantungan itu benar-benar membosankan!
Kyuhyun tidak tahu, lukisan hanyalah sebuah awal. Jembatan bagi Donghae untuk melompat ke seberang. Setelah itu semuanya sama saja, karena banyak hal lain dalam diri Donghae yang kemudian lebih dominan.
Donghae adalah pribadi yang hangat dan terbuka.
Matanya adalah hatinya. Sungmin tidak perlu bersusah payah apalagi sampai merasa cemas telah salah mengira. Sementara Kyuhyun, meraba hati namja itu mirip bermain poker. Lebih banyak tidak tepatnya.
Bersama Donghae juga Sungmin bisa bebas tertawa, merajuk, juga bicara apa adanya. Sementara Kyuhyun, namja itu bagaikan segara tanpa riak. Tenang, tapi selalu memberikan keyakinan bahwa segala sesuatu bisa jatuh tertelan ke dalamnya.
Namun satu yang pasti mengapa Sungmin bisa begitu mudahnya menerima ajakan Donghae... karena dia mulai lelah menjadi perisai Kyuhyun!
.
.
Sekarang sedang berkembang isu, bahwa Sungmin selingkuh! Memiliki PIL, alias Pelajar Intim Lain!
Apalagi setelah selembar foto beredar di sekolah. Foto Sungmin dan Donghae sedang jalan bersama di Pasar Seni Insadong. Dan foto itu sudah sampai di tangan Kyuhyun!
Sebenarnya foto itu tidak heboh. Tidak ada sesuatu yang ganjil. Di sana hanya terpampang jelas bagaimana serius dan bersemangatnya mereka berdua. Berdiri saling merapat dan menatap lekat-lekat sebuah lukisan.
Lukisannya juga tidak terlihat karena membelakangi kamera. Tapi SeoHyun (yang membuat Sungmin heran, kenapa dia baru tahu sekarang kalau yeoja itu mulutnya sangat sadis), menyebarkan rumor bahwa itu lukisan "semi" atau "nyaris".
Tadinya Sungmin yang polos tidak tahu apa maksud kedua kata itu. "Nyaris selesai, "nyaris terjual", atau "nyaris terjatuh", gara-gara saat itu tiang kanvasnya sempat tersenggol tangan Donghae. Dan yang tidak dia sangka, Kyuhyun termakan isu itu!
Dan sekarang Sungmin sedang diinterogasi Kyuhyun.
"Lukisan apa, Ming?" Kyuhyun menatapnya lurus-lurus. Setelah melihat wajah Sungmin di dalam foto yang sudah mirip tampang pakar-pakar lukisan, Kyuhyun jadi ingin tahu apa gambar di balik kanvas itu.
Sungmin menarik nafas panjang.
"Pemandangan repro karya Nicolae Grigorescu, yang judulnya Fete Torcind La Poarta. Dan repro karya Ion Andreescu, judulnya Masteceni La Marginea Baltii," jawabnya jujur.
Sungmin memang suka lukisan pemandangan. Dan dia benar-benar kaget saat mengetahui ternyata repro lukisan pelukis-pelukis Rumania itu ada. Soalnya, belum lama ini Donghae mengirim kartu ucapan "Selamat Bobo Siang" –namja itu memang norak- yang bergambar dua lukisan itu. Dan tiba-tiba saja Sungmin mendapatkan repronya. Bagaimana dia tidak histeris?.
Karena itu, supaya Kyuhyun tidak terus berprasangka, hari Minggu ini Sungmin mengajaknya ke Pasar Seni untuk membuktikan bahwa dia bukan sedang berbohong.
Tapi ternyata begitu sampai di sana, kedua lukisan itu sudah tidak ada! Dan sebagai gantinya, yang ada hanya lukisan yeoja yang memang... "nyaris bugil"!
Dua-duanya kontan tersentak kaget. Sungmin kaget, kenapa nasibnya jadi sial seperti ini?!. Sementara Kyuhyun kaget karena selentingan itu... ternyata benar!
Untuk yang mengerti lukisan, lukisan itu sebenarnya tidak begitu vulgar. Bagus, indah dan arsitik. Apalagi nuansanya benar-benar hanya hanya empat warna. Hitam, cokelat muda, cokelat tua, dan oranye gelap. Selain itu, objek lukisannya –si yeoja yang nyaris telanjang itu- di lukisnya dari belakang.
Tapi untuk yang tidak mengerti seni, apalagi yang otaknya memang sudah yadong, lukisan itu jelas... waooowww sekali!
"LEE SUNGMIN!" Kyuhyun menoleh dan menatap garang. "Kau melihat lukisan seperti ini dengan Donghae!?"
Sungmin langsung pucat.
"Tapi... tapi... saat itu gambarnya bukan ini, Kyu. Sumpah! Demi Tuhan! Lukisan pemandangan. Gambar pohon dan jalan setapak! Tanya saja sama pelukisnya kalau tidak percaya!"
Sialnya lagi, si pelukisnya sekarang orangnya berbeda! Yang saat itu rambutnya panjang, bajunya sangat kasual, dan memiliki tampilan khas seorang pelukis. Sementara yang sekarang, klimis dan rapi. Tampang businessman. Dan seperti yang di takutkan Sungmin, si pelukis itu tidak tahu sama sekali tentang kedua lukisan pemandangan itu. Padahal Sungmin sudah setengah mati menyebutkan judulnya yang susah sekali dibacanya itu, eh si pelukis itu dengan malas langsung memotong, padahal Sungmin belum selesai bicara.
"Tidak ada lukisan yang judulnya seperti itu!"
"Tapi saat itu kan bukan itu ya, seogsa? Lukisan yang di dekat kaca itu bukan itu, 'kan?" kejar Sungmin. Dia benar-benar ngeri karena di sebelahnya, sepasang obsidian Kyuhyun menatapnya dengan pandangan berapi. Tapi pelukis itu dengan entengnya malah ikut menceburkan Sungmin ke kolam buaya.
"Tidak. Lukisan itu sudah lama ada di situ!"
Mati aku! Sungmin langsung panas-dingin.
"Seogsa jangan seperti itu. Ingat-ingat lagi... jebal..."
Tapi belum sempat pelukis itu menjawab, Kyuhyun terburu memotong, "Tidak perlu, seogsa. Gamsahabnida!" lalu dia menarik tangan Sungmin dan menarik namja mungil itu ke sebelahnya.
"Kita pulang sekarang, Lee Sungmin!" desisnya tepat di telinga Sungmin.
"Tapi... tapi..."
Sungmin sudah tidak sempat protes lagi. Kyuhyun melepaskan genggamannya dan sebagai gantinya, dia merangkul si mungil itu agar tidak terlalu kelihatan seperti adegan penculikan saat dia memaksa namja itu kembali ke mobil. Dan di mobil, Kyuhyun meledak marah.
"Kau melihat lukisan seperti itu dengan Donghae!?" bentaknya keras. "Keterlaluan! Kau tidak punya malu ya?"
Sungmin menarik nafas. Wajahnya sangat nelangsa.
"Bukan itu lukisan yang ku lihat saat itu, Kyuuu. Sumpah! Sumpah! Sumpaaah! Kenapa kau tidak percaya sih?"
"Keterangan si pelukis tadi beda denganmu, Ming!"
"Ya mungkin saja dia orang baru. Atau orang lama tapi sedang cuti panjang. Terus baru masuk sekarang. Jadi..."
Kyuhyun menoleh, obsidian tajamnya menghujam geram, membungkam protes Sungmin seketika.
Kemudian Sungmin menyambung lemah, "Ya terserah kau saja, kalau tidak percaya."
"Aku... tidak... percaya!" tandas Kyuhyun dengan rahang terkatup kaku.
Kemudian dia memutar kunci kontak. Dengan suara berdecit, Jeep itu meninggalkan kerindangan pohon. Saat melewati stand lukisan, dan pelukis yang jaga sedang di luar, Sungmin buru-buru minta berhenti.
"Sebentar! Sebentar, Kyu!"
Kyuhyun menghentikan mobil dengan pandangan tidak mengerti. Sungmin yang kesal gara-gara kena marah Kyuhyun, ganti menumpahkan kekesalannya ke namja itu.
"Seogsa! Lukisan itu dibakar saja. Merusak moral generasi penerus bangsa, tahu tidak!?" serunya galak.
Namja yang menjaga stand itu menoleh ke arah lukisan, lalu menggelengkan kepala.
"Tidak ah!" jawabnya polos.
"Memang apanya yang jorok? Hanya kelihatan belakangnya saja, di dalam malah ada yang lebih heboh!"
Sungmin tarnganga. Kyuhyun mendesis marah. Di injaknya pedal gas kuat-kuat. Jeep melompat lalu melesat kuat. Di sepanjang jalan, namja itu tidak berbicara lagi –sama sekali!- sampai akhirnya Jeep berhenti di depan rumah Sungmin. Namja mungil itu turun masih dengan perasaan kesal, tapi belum sempat dia mengucapkan terima kasih basa-basi seperti biasanya. Jeep itu telah melesat pergi. Sungmin menarik nafas panjang-panjang. Benar-benar repot dekat dengan Kyuhyun. Tiba-tiba dia tersentak dan buru-buru mengambil ponsel di saku celananya sambil masuk ke dalam rumah. Dia harus memberitahu Donghae!
"Donghae-ah!" jeritnya langsung begitu sambungan di seberang di angkat. "Yoboseyo? Donghaeee?!"
"Iya, iya! Omo!" Donghae sampai menjauhkan ponselnya dari telinga. "Wae? Kenapa berteriak-teriak seperti itu?"
"Hae-ah, ini gawat sekali!"
"Waeeee?"
"Itu benar lukisan nyaris!"
"Jeongmal? Yang benar, Min?" Donghae terperangah. "Kata siapa?"
"Aku sudah ke sana. Dengan Kyuhyun. Habisnya dia minta bukti. Ya sudah, aku ajak saja dia ke sana. Eh, tidak tahunya..."
Tawa Donghae pecah membahana.
"Masa sih? Ah, gila! Kaget dong Kyuhyun?"
"Bukan kaget lagi. Dia ngamuk! Aku dimarahi!" Donghae semakin tertawa. Sungmin jadi semakin kesal. "Kenapa tertawa? Kau suka ya, aku dimarahi?"
"Mian! Mian!" Donghae buru-buru diam. "Geurae?"
"Ya kau harus membantuku, Hae. Tolong jelaskan ke Kyuhyun, kalau waktu itu yang kita lihat memang benar-benar lukisan pemandangan!"
"Shireo!" jawab Donghae ringan. Sungmin terperangah.
"Kok begitu sih?"
"Minnie, dengar ya? Kalau namja cemburuan seperti itu, apalagi sudah di jelaskan sampai mendetail tapi masih tidak percaya juga, untuk apa? Tinggalkan saja!"
Sungmin tersentak.
"Eng... begitu menurutmu?"
"Ne!" tegas Donghae. Sungmin jadi terdiam. Ini benar-benar di luar dugaannya, Donghae memberikan advis yang mengejutkan seperti ini. "Halo? Minnie-ah? Kau tidak pingsan, 'kan?"
"Eh? Ani. Hanya kaget saja. Ya sudah. Annyeooong."
"Eh, sebentar, sebentar!"
Sungmin batal menekan tombol merah di layar ponselnya.
"Mwoya?"
"Memang lukisan apa sih?"
"Kau lihat saja sendiri!"
Donghae tertawa.
"Oke deh. Mau ikut?"
"Shireo!" jawab Sungmin seketika. Tawa Donghae semakin keras.
Sungmin buru-buru mengakhiri panggilan.
.
.
Tapi setelah itu Sungmin jadi berfikir saran Donghae tadi. Iya juga ya? Gumamnya sambil mengangguk-ngangguk sendiri. Kenapa juga dia harus pusing-pusing memikirkan perasaan Kyuhyun. Mereka 'kan tidak ada hubungan apa-apa. Dia hanya menjadi tameng. Dan karena dia justru sudah menolong, jadi Kyuhyun harusnya tidak berhak marah-marah.
Wajar saja kalau dia selingkuh. Tapi itu sebenarnya juga tidak bisa disebut selingkuh. Dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Donghae. Hanya sering jalan dan ngobrol bersama, makan dan bercanda bersama, dan sering berhubungan lewat telepon.
"Itu belum termasuk selingkuh, 'kan?" seru Sungmin di depan kaca, lalu nyengir sendiri.
Tapi biar bagaimana-pun juga, gerutunya sambil terjun ke atas ranjang, Kyuhyun tetap tidak berhak marah. Karena selain itu urusan pribadi Sungmin, juga karena sebenarnya dia tidak ada apa-apa dengan Donghae. Hanya akrab, tidak lebih!.
Tapi saran Donghae sepertinya bisa dicoba. Sudah lebih dari cukup dia menolong Kyuhyun. Sekarang saatnya memikirkan diri sendiri.
Jadi bunyi headline-nya bagaimana enaknya ya?
"SUNGMIN MEMUTUSKAN KYUHYUN!"
Jangan! Jangan! Jangan memutuskan! Kurang keren. Kata-katanya harus yang sadis!
"SUNGMIN MENCAMPAKKAN KYUHYUN DEMI DONGHAE!"
Nah, ini baru sensasi! "Mencampakkan"! Song Hye Gyo yeoja tercantik di SMA Sapphire Blue saja belum pernah memiliki record seperti ini. Tapi demi Donghae? Enak saja! Keren sekali dia! Ganti, aaaah...
Sungmin mencoret dua kalimat yang dia tulis besar-besar memakai spidol merah itu. Lalu di bawahnya dia menulis kalimat baru.
"SUNGMIN MENCAMPAKKAN KYUHYUN KARENA SUDAH BOSAN!"
Nah, ini baru keren! Kalau begini 'kan kesannya dia playboy atau Don Juan.
Sedang asik-asiknya Sungmin membayangkan, tiba-tiba pintu diketuk. Kepala Sungjin menyembul.
"Hyung, ada yang mencari tuh!"
"Nugu?"
"Biasaaa."
"Oh!" mungkin Eunhyuk, pikir Sungmin. "Suruh masuk saja."
"Masuk ke mana?"
"Ya ke sini."
"Ke sini? Ke kamar?" Sungjin terbelalak.
"Wae?"
"Nanti dimarahi Eomma, bagaimana?"
"Eomma sudah sering melihat kok."
"MWO!" Sungjin terpekik lalu buru-buru menutup mulut. "Yang benar, hyung?" sambungnya pelan.
"Ne! Kenapa sih?" Sungmin menatap adiknya heran. "Ribut sekali. Sudah, suruh masuk saja!"
"Eomma curang! Diskriminasi! Meskipun kau hyung-ku, meskipun kalian sama-sama namja, tapi tetap saja kalian tidak boleh berada di kamar yang sama, kita sama-sama belum tujuh belas tahun!" protesnya sambil pergi. "Nanti malam kalau Eomma pulang, aku akan demo!"
Sungmin menatap namdongsaengnya yang pergi sambil menggerutu itu. Aneh! Setiap kali ke sini Eunhyuk memang selalu langsung ke kamarnya.
"Hai!"
Sungmin mengangkat muka dan kontan terperangah. Kyuhyun berdiri di ambang pintu kamarnya.
"Kenapa kau ke sini?" serunya seketika. "Lee Sungjiiiiin!"
Sungjin datang terburu-buru.
"Mwoya?"
"Kau itu!" Sungmin melotot.
"'Kan Hyung yang menyuruh tadi?"
Sementara itu Kyuhyun mematung di ambang pintu. Bukan karena pertengkaran dua bersaudara itu, tapi karena deretan kalimat di atas selembar kertas di depan Sungmin. Kalimat-kalimat yang ditulis dengan spidol merah dan berukuran besar, jadi tetap bisa terbaca jelas meskipun terbalik.
"Aku tunggu di ruang tamu!" katanya dingin. Namja itu berbalik dan pergi.
"Neo!" desis Sungmin ke arah Sungjin setelah Kyuhyun berlalu dari situ. "Maksudku itu Eunhyuk! Kalau Kyuhyun sih bilang saja aku tidak ada!"
"Naaaah, ya! Aha!" Sungjin tertawa girang. "Sedang bertengkar ya? Yang keras dong, aku ingin dengar!"
"Kepalamu! Nih!" Sungmin menjitak kepala adiknya, lalu keluar dengan langkah ogah-ogahan. Sungjin mengekor di belakangnya sambil cengar-cengir.
Heran juga kalau bisa ada masalah antara Sungmin dan Kyuhyun, pikir Sungjin. Bukannya memuji, tapi Hyung-nya itu orangnya benar-benar fleksibel. Enjoy, mudah tertawa, juga pengertian. So, kalau mereka ribut seperti ini, pasti si Kyuhyun-nya itu yang tidak benar!
Tapi niat Sungjin ingin nguping langsung surut begitu dia melihat kelamnya wajah Kyuhyun. Sungmin sendiri langsung memasang wajah cemberut. Dia masih kesal sekali, gara-gara tadi siang dituduh membabi buta seperti itu. Kyuhyun dulu bagaimana ya dengan yeoja chingunya? Dengan Sungmin yang tidak ada hubungan apa-apa saja galak sekali.
"Aku tidak gila, Kyu! Melihat lukisan seperti itu dengan Donghae! Melihat sendirian saja tidak pernah!" protesnya langsung.
"Ne." Kyuhyun menghela nafas. "Seharusnya aku tahu. Tadi siang aku hanya... shock saja karena selentingan itu ternyata benar."
"Sama! Aku juga shock. Kalau benar, aku tidak akan menantangmu untuk ke sana."
"Ne. Aku tahu..."
"Kau tidak tahu!" potong Sungmin ketus. Kemudian ditatapnya Kyuhyun lurus-lurus. "Boleh aku minta satu hal?"
"Mwoya?"
"Kira-kira... bisa tidak perjanjian kita dulu ditinjau ulang?"
Kyuhyun tersentak.
"Maksudmu?" tanyanya cemas.
"Ne. Harus diubah. Ada yang harus dikurangi, ada yang harus ditambah. Saat itu 'kan hanya darimu. Aku tidak memberikan syarat apa-apa."
"Kita bicarakan sambil makan, ne?" bujuk Kyuhyun, diam-diam menjadi panik mendengar permintaan Sungmin.
"Aku sudah makan!" tolak Sungmin serta-merta. Dia menggerutu dalam hati. Enak saja. Setelah marah-marah lalu ngajak makan. Memangnya kalau perut kenyang terus kesalnya juga hilang, begitu? Mudah sekali!
Tapi Kyuhyun tidak mau menyerah begitu saja. Dia tidak tahu apa yang dilempar Donghae di ujung mata kailnya, sampai Sungmin jadi benar-benar jauh seperti ini.
"Kalau... kue labu dan es krim, bagaimana?" bujuknya lagi, dalam hati menjadi heran sendiri. Ini bukan penolakan Sungmin yang pertama kali, tapi kenapa dia sampai kebingungan seperti ini ya!
"Mau! Mau!" seru suara dari dalam, Sungjin nongol di pintu. Nyengir lebar begitu sang Hyung memelototinya tajam-tajam. Kyuhyun tersenyum tipis. Lega atas kedatangan sang penolong itu.
"'Kan baru kemarin di belikan Eomma?"
"'Kan Hyung habiskan!"
"Dasar!" Sungmin jadi keki. "Awas saja, nanti ku belikan satu gentong!"
"Kue labu dan es krim itu tidak pakai gentong!" jawab Sungjin cepat, lalu menoleh ke Kyuhyun. "Hyung, Sungmin Hyung bohong tuh! Dia belum makan apa-apa sejak tadi siang!"
Sungmin kontan ternganga. Lee Sungjin penghianat!
"Lee Sungjin! Awas kau! Dasar musuh dalam selimut!"
Sungjin tertawa terbahak. Kyuhyun jadi geli melihat dua namja mungil bersaudara itu. Lee Sungmin dan Lee Sungjin. Sama-sama mungil, sama-sama manis, dan sama-sama judes kalau mood mereka sedang tidak bagus (Lee Sungjin OOC (?)).
"Hyung! Sungjin 'kan sudah kasih tahu. Nanti kue labunya dibungkusin sendiri, ne? Jangan dititipkan ke Sungmin Hyung. Dia maruk kalau sama kue labu!"
"Lee Sungjiiin!" Sungmin menjerit kencang. "Awas kau ya! Besok pagi susu-mu akan ku beri racun!"
"Aku tukar dengan milik Hyung, kalau Hyung sedang mandi! Atau aku tuang ke mangkoknya Sen!" jawab Sungjin sigap.
Kyuhyun jadi tertawa. Dan tawanya semakin keras begitu Sungjin naik ke kursi untuk membisikkan sesuatu di telinganya, lalu kabur ke dalam sambil cekikikan.
"Apa katanya?" Sungmin menatap Kyuhyun curiga.
"Ani." Kyuhyun menggelengkan kepala, masih tertawa.
"Soooo..." ditariknya nafas panjang-panjang. Sial! Runtuknya dalam hati. Kenapa aku jadi gugup seperti ini!? "Kita makan, ne? Kau belum makan dari kita pulang tadi, 'kan?"
"Aku tidak lapar!"
"Begitu ya?" Kyuhyun melihat jam tangannya. "Kau terakhir makan berarti tadi pagi, karena selama berangkat sampai tadi siang kita bertebgkar, jadi tidak memikirkan tentang makan. Sekarang sudah hampir jam enam. Berarti selang waktunya sudah dua belas jam. Kita tunggu saja kalau begitu. Sebentar lagi kau pasti pingsan!"
Sungmin ternganga.
"Maksudmu apa? Kau mendoakanku sakit?"
"Bukan," jawab Kyuhyun santai. "Sungjin tadi bilang, kalau kau sedang kesal suka mogok makan. Ujung-ujungnya pingsan. So, jangan salahkan aku nanti ya?"
Sungmin mendesis marah. Memang kurang ajar si Sungjin! Dasar penghianat! Awas saja!
"Terus, kita mau makan di mana?" akhirnya Sungmin menyerah. Pingsan kalau ada Eomma-nya, masih mendingan. Paling Eomma tersayangnya itu akan menjerit-jerit histeris. Tapi kalau pingsan pas hanya berdua dengan Kyuhyun begini, apalagi ada penghianat satu itu, itu sama saja memasukkan bunny ke kandang serigala.
"Begitu dong!" Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. "Aku harus menunggu berapa jam? Kau sudah mandi, 'kan?"
.
.
Sungmin mengeluh dalam hati saat mereka sampai di tempat tujuan. Restoran ini lagi! Tempat dulu mereka merancang "skenario" sambil makan Ayam pedas manis dan bulgogi.
Kalau sudah malam seperti ini suasananya malah semakin parah. Resto ini tidak ada lampu listriknya ternyata. Semua serba lilin, yang menyala di setiap meja dan dinding. Di halamannya yang luas dan pohon-pohonnya yang rindang mirip hutan, di pasangi lampion-lampion dan lilin yang di gantung-gantungkan.
Diam-diam Sungmin menarik nafas panjang. Bohong saja kalau bilangnya supaya suasananya menjadi romantis. Pasti supaya irit!
Nafas Sungmin semakin panjang lagi begitu mereka menapaki jembatan bambu. Saat memasuki ruangan luas yang hanya dibatasi separuh dinding itu, suara lembut Diana Ross menyambut mereka.
Endless Love lagiii! gerutunya. Ini hanya kebetulan, atau memang semua kaset yang dimiliki restoran ini hanya lagu itu saja?
"Suka dakjuk?" tanya Kyuhyun, memecahkan kesunyian yang begitu dominan sejak mereka meninggalkan halaman rumah. "Saat itu kuperhatikan, kau tidak begitu suka ayam, ne?"
Sungmin hanya tersenyum tipis. Kalau suasananya seperti ini mana ada makanan yang bisa tertelan. Mungkin memang dakjuk yang paling tepat. Tidak perlu dikunyah. Dan kalau tiba-tiba dia kaget, tidak akan tersedak sampai fatal.
Sungmin memang mulai mencium ada sesuatu yang tidak beres. Untuk apa Kyuhyun mengajaknya ke sini? Dan sebelumnya Kyuhyun juga tidak pernah memaksa, apalagi kalau Sungmin jelas-jelas tidak mau.
"Ingat tidak, aku pernah berkata akan memberikan foto sunset di pulau Jeju?"
"Ne," Sungmin mengangguk. "Tapi sekarang sudah tidak perlu lagi, Kyu. Mereka sudah tidak bertanya-tanya lagi."
"Siapa bilang ini untuk mereka?"
Sungmin tertegun. Terlebih saat dia mendongakkan kepala. Sepasang obsidian itu menatapnya lurus, menembus nyala lilin. Tiba-tiba namja itu bangkit berdiri. Menarik kursi dan pindah ke sebelahnya, benar-benar dekat di sebelahnya, lalu mulai memperlihatkan sederet foto sunset yang diambilnya di berbagai tempat. Kyuhyun menerangkan foto itu satu persatu.
"Ini ku ambil di Jeongdongjin. Ini di Busan, ini di Kota Yangyang, ini di kamar, ini di atap gedung kantor Appa, ini..."
Sungmin hanya bisa ber-"ah-oh" sambil mengangguk-angguk tanpa bisa konsen. Kejadian waktu itu terulang lagi. Dia jadi nervous dan perutnya mendadak kenyang.
Samar, Kyuhyun mulai "mengatakan" apa yang dia inginkan. Samar juga, dia mengisyaratkan warna hubungan mereka yang dia inginkan sekarang. Dan ini memang kali pertama Kyuhyun membuka diri. Dimulai dari satu hal yang paling dia suka. Hobi yang telah ditekuninya sejak lama.
Mengejar "Mata Dewa" alias sunset! Tinggal Sungmin yang jadi bingung lagi. Tidak mengerti dan tidak mau mencoba-coba menebak dugaan sendiri. Karena dia ingat hari itu, hari di saat Kyuhyun menangis di depannya dulu. Namja itu memohon satu permintaan: "Aku hanya membutuhkan pertolonganmu, Sungmin-ssi! Hanya itu!". Jadi resto romantis ini dan deretan foto sunset ini, sebaiknya jangan diartikan terlalu jauh!
.
.
Besoknya, Donghae yang jeli berhasil tahu bahwa sesuatu telah terjadi. Sungmin sedikit pendiam hari ini. Berbicara hanya satu-dua kata, tidak bersemangat menyambut ajakannya seperti biasa. Padahal dia sudah yakin masalah itu membuat hubungan Sungmin dan Kyuhyun menjadi renggang. Malah mungkin bisa bubaran, kalau mendengar bagaimana cemasnya suara Sungmin di telepon kemarin siang. Tapi yang dia lihat hari ini, mereka malah terus berdua sejak pagi sampai bel pulang.
Apalagi yang dilakukan Kyuhyun? runtuknya kesal. Dari kejauhan dia melihat namja itu menggandeng namja mungilnya masuk kantin. Itu membuat Donghae memutuskan untuk lebih agresif lagi. Lebih nekat, lebih terbuka, dan lebih tidak peduli apa kata orang.
Yang jelas... sejoli itu harus bubar!
.
.
Donghae terpaksa mengeluarkan senjata pamungkasnya. Hari Minggu sore, dia mengajak Sungmin ke pantai... berburu sunset!
Sungmin tercengang.
"Kau suka sunset?" tanyanya hati-hati.
Donghae tertawa pelan.
"Tidak juga. Aku suka semua fenomena alam. Sunset, sunrise, bulan purnama, badai, kabut yang menelan hutan, gelombang pasang yang memeluk bakau, puncak gunung di atas awan. Banyak!"
Sungmin terpana. Benar-benar tidak menyangka, namja sableng ini ternyata memiliki banyak cerita.
"Aku juga suka sunset," kata Sungmin.
Lebih karena tidak ingin terlihat sebagai orang yang tidak memiliki pengalaman apa-apa.
"Bukan sunset itu yang ingin ku perlihatkan padamu, sayang!"
"Lalu?" Sungmin mengerutkan alisnya.
Donghae meraih tangannya.
"Duduk di sini." Dibantunya Sungmin naik ke kap mesin Land Rover-nya. "Diam ya. Pokoknya ini surprise dan kau orang pertama yang aku beri tahu...," Sungmin menatapnya lurus, "siapa aku sebenarnya!"
Sungmin semakin tidak mengerti. Donghae membuka bagasi mobil dan muncul kembali dengan selembar kertas putih yang lumayan lebar.
"Aku lupa membawa kanvas. Tapi ini sudah cukup. Sekarang kau lihat ke sana," tunjuknya ke batas cakrawala. "Kau boleh membandingkan, berbeda atau tidak."
Sungmin benar-benar tersekima. Begitu cepat Donghae memindahkan matahari jingga itu ke atas kertas. Sapuan kuasnya memindahkan semua warna itu, begitu sempurna.
"Eotteo?" tanya Donghae. Sungmin tidak bisa menjawab. Dia masih tercengang, mematung di posisi duduknya.
"Hae-ah, kau... lukisan-lukisan itu..."
"Yap, sweetie! Bukan dari galeri, bukan dari trotoar tempat kita bertemu saat itu, juga bukan dari Pasar Seni. Semua lukisan yang ku berikan padamu... itu dari galeri pribadiku di rumah! Dan dari tanganku sendiri!"
Seketika sepasang mata rubah indah di depannya menyorotkan kekaguman yang sarat dan tak tersembunyi.
"Benar, Hae!?" pekik Sungmin dan melompat turun dari kap mesin mobil.
"Benar dong! Kau kira dari mana aku bisa tahu banyak tentang lukisan kalau aku tidak suka?"
"Ah, michin!" pekik Sungmi lagi. "Michinde! Aku tidak menyangka. Benar! Sumpah! Ish... gila!"
Donghae tertawa geli mendengar luapan kekaguman itu. Ditatapnya Sungmin dalam-dalam.
"Jadi, kalau nanti aku jalan –aku suka jalan lho, Min- aku ingin melukis lagi. Kebanyakan lukisan-lukisan itu ku kerjakan di luar rumah. Kau mau ikut?"
"Oooh, jelas mau sekali!" jawab Sungmin tapa berfikir lagi. Lukisan Tuhan memang bagus. Tapi menurut Sungmin akan lebih indah kalau dihadirkan dalam sapuan kuas, bukan diabadikan mentah-mentah lewat kamera.
Senja itu Donghae memenangkan pertarungannya. Total. Karena Sungmin begitu terpesona. Melewati malam sampai benar-benar larut dengan memandang semua lukisan yang pernah di berikan Donghae untuknya.
Lukisan Lembah Kashmir dengan pegunungan tingginya. Mount McKinley, Alaska. Grand Crayon, Arizona. Sungai Mississippi, Iowa. Danau , Montana. Nicolae Grigorescu dengan Fete Torchind La Poarta-nya. Henry Cleenewerck dengan La Ceiba-nya. Semuanya!
Mungkin ini sugesti. Setelah tahu lukisan-lukisan itu adalah hasil goresan tangan Donghae, semuanya mendadak jadi terlihat lebih indah di mata Sungmin.
Dan semua jerih payah Kyuhyun, "Mata Dewa" yang diburunya di banyak tempat dan dengan kesabaran luar biasa, kontan masuk amplop dan tergeletak di laci meja belajar Sungmin. Sayonara!
.
.
Ini untuk kedua kalinya Kyuhyun tertegun tidak percaya. Sungmin terlepas dari tangannya begitu tiba-tiba. Kali ini benar-benar fatal ternyata. Dia tidak tahu apa lagi yang sudah dilakukan Donghae. Yang jelas, Sungmin tidak bisa lagi ditahannya!
Kedatangan Kyuhyun yang mulai rutin ke rumah Sungmin setiap malam Minggu, terabaikan tanpa disadari namja mungil itu. Telepon-teleponnya yang mulai rutin, hampir setiap hari, juga seperti tidak pernah disadari Sungmin.
Kemudian beredar banyak cerita. Terlalu banyak. Laporan yang masuk juga banyak. Sungmin dan Donghae di galeri A, Sungmin dan Donghae di galeri B, di mall, di Pasar Seni, di pantai, dan di banyak tempat lagi. Sebagian karena lukisan, sebagian lagi tanpa alsan jelas!
Tapi Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa karena Sungmin selalu melaporkan semuanya, agar Kyuhyun bisa menjawab kalau ada yang bertanya. Kalau tentang lukisan, Sungmin akan bilang tentang lukisan. Tapi kalau alasannya jalan-jalan, diam-diam Kyuhyun harus menahan diri!
Namun sebenarnya bukan itu yang membuatnya tidak bisa berkutik. Dia terpaksa diam karena satu kalimat yang pernah dia tegaskan dulu di awal perjanjian.
"Kalau nanti kau menyukai seseorang, kau boleh pergi!"
Sekarang tidak ada lagi yang bisa dia lakukan kecuali berharap Sungmin lupa dengan satu kalimat itu.
.
.
TBC
Kekekeke saya update cepat lho... ndak mau banyak bicara deh, selamat membacaaa... dan KyuMin-nya juga lumayan tuh... jangan protes lagi yaaaa #kabuuuur.
sissy : Kyaaaa _. Oke saeng, ini lanjutannya ^^.
tiara. pumpkins137 : He'em... Kyu emang sok jaim banget. Hidup HaeMIn! #kabuuur.
riesty137 : Kekeke HaeMin sweet banget ya #digorok. Kyu sebenarnya nelangsa sih, tapi dia slalu terbayang-bayang perjanjian awalnya dulu. Ini lanjutannya saeng ^^.
kyumin pu : Aseeek banyak yang dukung HaeMin... #diracun. Bukan cuek chingu, tapi sok cuek, kekeke. Ini lanjutannya ^^.
laelileleistiani : HaeHyuk? Sebentar saya akan rundingkan dengan mereka dulu, hehe ^^.
fenigista99 : Oke ^^.
LiveLoveKyumin : Hu'um ^^. Kasian... kasian... kekeke.
Chella-KMS : Kekeke bang Hae banyak penggemarnya nih. Hu'um, semoga deh, KyuMin JJANG!, haha. Ini next-nya ^^.
vila13kyuvil : Kekeke gomawo... ini lanjutannya ^^.
park hyegy : Makasih dek ^^. KyuMin jadiannya... masih lama deh kayaknya, hehe, dinikmatin dulu saja ya prosesnya ^^. Hu'um, makanya saya ingin ikut melestarikan (?) ff KyuMin di sini dengan bakat pas-pasan saya ini biar ndak benar-benar punah. Okeee hwaiting!.
Maximumelf : Kekeke chap ini HaeMin-nya juga sweet banget lhooo #kaburlagiii. Semoga deh ^^.
cho. love. 94 : Kekekeke bagusss #pukpuk ^^.
sary nayolla : Tapi HaeMin-nya juga keren kok, keke, ini next-nya ^^.
choi im lezitia : Gwaenchana. Gomawo reviewnya. Dan ini lanjutannya ^^.
Okalee : Gomawo ^^. Hehehe hidup HaeMin... eh maksudnya, Hidup KyuMin! ^^. Terkirim semua kok chingu reviewnya, memang kalau akun tidak log in masuk di review cerita biasanya baru 3 hari kemudian. Tapi tenang saja, saya biasanya ngecek-nya lewat email kok, untuk meminimalisir agar tidak ada yang terlewat ^^. Ini lanjutannya ^^.
Cho MeiHwa : Ini lanjutannya ^^.
Manize83 : Semoga deh ^^. Mwehehehe Kyu kan emang ambigu chingu, jadinya yang tahu arti itu hanya Kyu sendiri #ditendang. Ini next chap-nya ^^.
Yefah : Kekeke Kyu slalu jagain kok, tapi jagainnya lewat mata dan hatinya kok #nggakngefek -_-.
sitara1083 : Kyu mengawasi dalam diamnya chingu, jadi ndak dimunculin ^^. Moment KyuMin-nya sedikit-sedikit aja ne, mengikuti alur yang ada. Dan maksudnya Kyu... nanti juga akan tahu sendiri. Gomawo reviewnya ^^.
5351 : Mwehehehe HaeMin... banyak yang dukung dah. Ini next-nya ^^.
ammyikmubmik : Kekeke moment-nya di simpen dulu, ne? ^^. Saat itu mereka sama-sama sedang pegang ponsel dan sama-sama sedang serius liyatin ponsel, jadinya yang terlihat kaya' mereka sedang sms-an gitu atau emang bener2 lagi sms-an ^^.
danactebh : Okeee ^^.
Guest : Kekeke hu'um ^^.
Ria : Kekeke Hae semakin berhasil deketin Ming tuh ^^. Bang Jungmo di bagi jadi dua deh, saya juga mau, hehe. Oke, ini lanjutannya ^^.
pumpkinsparkyumin : Mwehehehe hidup bang ikan!^^. Ini lanjutannya ^^.
7D : Hahaha di antara kandidat seme slight-nya KyuMin yang paling mendekati karakter itu hanya bang Hae chingu, OOC dikit ndak papa ya ^^. Gomawo... saya akan lebih senang lagi kalau di tunjukkan yang mana saja typo-nya, agar saya bisa lebih bebenah lagi dan tulisannya bisa lebih baik lagi ^^. Saya orang Indonesia asli kok, orang Jawa malah, hahaha masa' sih seperti logat malaysia? :-D.
ShinJiWoo920202 : Mwehehehe demi kelangsungan cerita chingu, saya juga ndak bisa ngebayangin sih sebenarnya #kabuuur. Oke ini lanjutannya ^^.
winecouple : Kekeke ndak banyak sih, tapi chap ini lumayan kan KyuMin-nya #bbuing2 ^^.
LauraRose14 : Mwehehe cheonma eon. Kyu sebenarnya cemburu kok eon, tapi dalam diamnya ^^. Chap ini ada KyuMin-nya... tapi ndak tau itu disebut moment atau bukan, keke. Ini lanjutannya eon, Fighting... nado gomawo ^^.
mayasiwonest. everlastingfriends : Kyu mulai bertindak tuh, tapi tetep aja kalah sih, hehe. Okee ^^.
Guest : Okeee ^^.
AnjarHana137 : Kata-kata Kyu? Itu kata-kata Hae kok saeng, saat dia ngegombalin Ming, coba di cek di chap sebelumnya deh ^^. Oke ini next-nya ^^.
Lele Bantet : Mwehehe chap ini Kyu mulai bergerak tuh. KyuMin moment-nya... ngikutin novelnya aja, ne #kedip2. Gomawo ^^.
ratu kyuhae : Gwaenchana ^^. Kekekeke siiiip #smirk. Ini lanjutannya, fighting!^^.
endah. kyumin137 : Kekekeke gomawoooo ^^. Salam kenal juga, tua banget ya saya, hehe. Oke...semoga saya bisa menyelesaikannya sampai akhir ^^.
Yoo Ra Ae : Oke, ini lanjutannya ^^.
shyuuu : Ini lumayan kilat kan? ^^.
Ranny : Kekekeke ^^.
HKY : Em... ndak bisa di chap ini saeng, chap depan atau chap depannya lagi mungkin, di tunggu saja, ne ^^.
Big Thank's to:
sissy, tiara. pumpkins137, riesty137, kyumin pu, laelileleistiani, fenigista99, LiveLoveKyumin, Chella-KMS, vila13kyuvil, park hyegy, Maximumelf, cho. love. 94, sary nayolla, choi im lezitia, Okalee, Cho MeiHwa, Manize83, Yefah, sitara1083, 5351, ammyikmubmik, danactebh, Guest, Ria, 7D, pumpkinsparkyumin, ShinJiWoo920202, winecouple, LauraRose14, mayasiwonest. everlastingfriends, Guest, AnjarHana137, Lele Bantet, ratu kyuhae, endah. kyumin137, Yoo Ra Ae, Shyuuu, Ranny, HKY
Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^
#bow
Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.
