Aishiteru Yo!

A BoBoiBoy Fanfiction

Created by: Leanna and Lucario

Disclaimer: BoBoiBoy dimiliki oleh Animonsta

Warning: OOC,humor gagal,typo banyak soalnya Author sering keselip(?)

Lucario: Lucario disini...

Kali ini saya tidak bersama Leanna,soalnya tuh anak lagi sibuk ngurusin file Basara yang dari minggu kemarin belum di UnRAR...
Um,ini ceritanya dari Leanna,dia yang minta saya yang jadi tukang ketik...

Enjoy the fic and please leave a Comment/Review!

Chapter 10: Aishiteru Yo

Di SMA Pulau Rintis,ada 2 orang makhluk yang lagi bertengkar gaada hentinya dari kemarin.

Yep,sang kakak beradik,Halilintar dan Taufan.

"Udah,kak Hali nyerah aja gombalin dia! Aku pasti menang!" Ketus Taufan nunjuk-nunjuk Halilintar.

"Hah,dimimpimu aku menyerah! Kau saja yang menyerah,dasar hama!" Balas Halilintar.

"Seenaknya! Udah tau dia ga suka sama kak Hali,masih digombalin,ntar tambah ga suka dia!" Ujar Taufan.

"Lu juga! Seenaknya gangguin dia,mending pergi jauh-jauh!" Halilintar berkata dengan banyaknya urat kemarahan dikepalanya.

"Gak! Aku tetap bertahan sampai siapa dari kita berdua yang menang!" Taufan membalas,ikutan dengan banyaknya muncul urat kemarahan itu.

Alhasil,mereka jadi adu pandang,membuat listrik terjadi karena aksi-reaksi(?) dari pandangan mereka tersendiri.

"Gempa,mereka kenapa sih?" Tanya Raini yang lagi sweatdrop ngeliat Halilintar dan Taufan lagi berantem dari jauh.

"Au ah gelap..." Balas Gempa.

"Gelap? Ini masih terang toh," ujar Api.

"Tau tuh.."

"AKH! AKU PERGI DARI SINI!" Lalu Halilintar beranjak pergi,menjauh dari Taufan dengan kesal.

"YA! PERGI SANA JAUH-JAUH DASAR MENYEBALKAN!" Teriak Taufan ke kakak sulungnya dengan amarah yang tinggi.

"H-huaa! G-Gempa,aku pergi ngejar Halilintar dulu! Nanti dia pada ngamuk dikelas lagi!" Ujar Raini,langsung capcus pergi ngejar Halilintar.

Di kelasnya 10-2...

"Tch- apa-apaan Taufan itu? Menganggu urusanku saja." Gumam pemuda tersebut dengan kesal sambil menopang dagunya.

Seketika pintu kelas terbuka,menunjukkan sesosok astral(?) (Raini: WOI!)

Ekhem,maksud saya seseorang wanita yang memakai baju sekolah ala cowok itu.

"Eh? Kupikir kau mengamuk dikelas tadi..." Ujarnya sambil sweatdrop.

"Aku sedang tidak mood." Balas Halilintar.

"Umm... Kau kenapa dengan Taufan tadi?" Tanya gadis itu,berjalan kearahnya. Sang pemuda menghela nafasnya.

"Tidak ada apa-apa. Jangan ganggu aku." Balas pemuda itu dengan nada dingin.

"Hali..." Raini hanya melihat pria yang berada dihadapannya dengan mata hazel miliknya itu. Dia lalu mendekat ke Halilintar,dan berdiri disampingnya.

"...Hali,lihat aku." Panggil gadis itu. Sementara yang dipanggil tidak berkutik.

"Hali," panggilnya lagi,dan mendapat cuekan dari Halilintar.

"..."

CHU.

Mata Halilintar terbuka lebar,berusaha menyadari apa yang terjadi.

10% progressing...

30% progressing...

60% progressing...

100%...

TING!

"...?!"

Ternyata,gadis tersebut mencium Halilintar tepat dibibir.

Sementara pemuda tersebut hanya terdiam,dan seketika dia merasa bahwa ciumannya tambah dalam.

"Ra-" tepat saat dia baru saja menyebut satu kata itu,Raini langsung menyelipkan lidahnya.

Oalah,French Kiss...*Author langsung pingsan barengan Narator*

Abaikan. Back to the story.

Gadis itu langsung melepasnya,juga melepaskan kerah baju pemuda itu dengan wajah yang merah.

"A-apa..." Halilintar langsung nge-blush berat,bahkan wajahnya lebih merah dari Raini.

"L-lebih baik sekarang?" Tanya gadis itu membuang mukanya sambil menyilangkan tangannya.

Dasar Tsundere.

"..." Pemuda itu hanya terdiam melihat kelakuan perempuan itu.

"Pfft- Hahaha!" Halilintar langsung tertawa,dan membuat Raini melihat kearahnya.

"A-apa yang lucu?" Tanyanya.

"Aku tidak tahu kau bisa sebegitu naif." Ujar Halilintar sambil tertawa kecil.

"N-naif? A-aku tidak naif! Kau sendiri memaksaku-" perkataan gadis itu terpotong karena lagi-lagi Halilintar menciumnya.
Sebentar saja kok pemirsah. Gak baik lama-lama,nanti OC-nya pingsan lagi. /maksud

"U-uh..." Wajah gadis itu langsung merah padam. Halilintar lalu memeluknya dengan erat.

"...Kau ingin tahu bukan kenapa aku bertengkar dengan Taufan..?" Tanyanya,membuat gadis itu mengangguk.

"Dia... Menyukaimu.. Lebih dari sahabat atau pun teman..." Ujarnya dengan nada pelan.

"...Menyukaiku..?"

-Le time skip ntah kemana soalnya ide udah bolong- /?

KRIIIIIIINGGGGGG!

"Ah,bel istirahat! Akhirnyaa~" gadis itu merenggangkan badannya.

"Nah murid-murid,kalian bisa istirahat sekarang." Ujar sang guru itu,keluar kelas.

"Baik pak!" Balas semua murid disana,lalu mereka keluar kelas.

"Hali! Ke kantin yuk!" Ajak Raini ke teman sebangkunya,Halilintar.

"Males..." Balasnya.

"Kenapah?" Tanya gadis itu ala iklan B*sk*at.

"Males aja..." Jawab Halilintar.

"Um... Kalau begitu,temankan aku ke kantin... Aku mau beli roti isi sama yogurt disana. Pleasee?" Raini langsung menciptakan puppy eyes no jutsu plus sad kitten eyes imut imut kawaii(?)

Demi Tuhan Yang Maha Esa,dia udah ga kuat ama justu itu soalnya matanya bundar banget kek mau nangis.

"Iya,iya..." Ujarnya sambil menghela nafas lalu berdiri.

"Keren! Ayo!" Raini menarik tangannya Halilintar,pergi keluar kelas.

Sesampainya dikantin,lagi-lagi para murid menyerbunya ala Perang Dunia ke-4..(?)

"Oke,tunggu disini ya. HUOOOOOO! DIS IS SPARTAAAAA!" Teriak gadis itu dengan OOC-nya sambil ikutan nyerbu.

"THIS IS MELAYUNESE(?) LUNCH TIME RUSHH!" Teriak Taufan dengan logat ala Kagami(Readers: apa-?) ikutan nyerbu.

Halilintar nepuk jidat.

"Kenapa sekolah ini gaada yang normal selain aku dan Gempa..." Gumamnya sambil memijit jidatnya.

Di tempat bersama Raini dan Taufan yang sudah di garis depan(?) para spartan...

"Ah,Raini!" Panggil Taufan,melihat 'sahabat'nya lagi dihimpit oleh para murid.

"Urghh... Woi! Sempit tau,minggir kagak?!" Ketus Raini sambil mendorong murid-murid yang ngimpit dia.

Saking adanya tolak menolak,Raini dan Taufan pun berhimpitan.

"Adaaww! Taufan! Jangan injak kakiku!" Rengek gadis itu gegara pemuda itu menginjak sepatu barunya(?)

"M-maaf!"

Himpit menghimpit,tolak menolak,spartan spartan(?),injak menginjak,alhasil...

CHU.

.

.

.

.

.

"?!" Mata hazel dan aquamarine itu terbuka lebar,selebar lebarnya dunia(Readers: *lempar panci ke Author* | Author: sakit bang ;A;)

Ternyata,Taufan mencium Raini pemirsah!

Mau dilepasin gabisa,soalnya dihimpit mulu.

Alhasil,mereka berdua langsung nge-blush berat.

Dengan kesalnya Raini mendorong seorang murid yang besarnya nauzubillah yang ngimpit dia.

"MINGGIR KAU!" Ketusnya dengan wajah super merah itu. Gadis itu mengambil yogurt dan roti selai lalu meninggalkan uangnya di tempat uang(?) lalu pergi meninggalkan serbuan tersebut.

Taufan lalu menggelengkan kepalanya,dan mengambil sebuah kotak susu dan meninggalkan uang beserta para murid tersebut.

"Lama amat. Ngapain di-"

"Haliiii! T-tadi,tadi aku!" Rengek gadis itu langsung kearah pemuda serba hitam merah itu.

"Hah? Tadi kau kenapa?" Tanyanya.

"A-aku... Aku mencium Taufan..." Jawabnya dengan air mata(buaya) berlinang dimatanya.

"..." Pemuda tersebut langsung terdiam. Dia lalu menarik tangan gadis tersebut,meninggalkan kantin.

Sementara itu Taufan...

"H-hah? Kak Taufan apa-?" Tanya Gempa.

"Udah kubilang aku tidak sengaja mencium Raini! Tapi kalo dipikir-pikir,bibirnya lembut banget..." Gumamnya pada kalimat terakhir.

"Siap-siap aja Kakak dimarahin ama Kak Hali." Ujar Api,dan Air mengangguk seperti menyetujuinya.

"K-kalian kok kejam sih..." Taufan langsung pundung dengan aura gelapnya.

Kembali ke kelasnya 10-2...

"H-Hali! Tanganku sakit!" Rintih gadis tersebut,karena Halilintar menggenggam erat tangannya.

"..." Sementara pemuda itu hanya diam. Dia lalu melepaskan tangannya.

"Ouch..." Raini meihat tangannya yang memerah,bahkan hampir terluka karena genggaman Halilintar.

Lagi-lagi Halilintar menarik tangan yang memerah gadis itu,dan mencium memar yang ada di pergelangan tangannya.

BLUSH

"Mungkin agak terlambat kalau aku mengatakan ini tapi... Kau tahu bukan apa arti dari Aishiteru yo?" Tanya pemuda itu.

"Uh... Iya.." Balas gadis itu.

"Itulah perasaanku terhadapmu. Aishiteru yo,Aizawa Anggraini." Ujarnya,lalu kembali mengecup bibir gadis itu. Setelah agak lama,dia pun melepasnya.

"Maukah kau jadi pacarku?" Tanyanya.

"Urm... A-apa yang menarik dariku? Aku tomboy dan..." Kata-katanya terputus.

"Menarik dan menyenangkan." Halilintar melanjutkan sambil tersenyum.

Strike. Sang gadis nge-blush lagi.

"K-kupikir... Aku mau..." Gumamnya sambil menghadap arah lain.

Ternyata,gadis yang preman dan tomboy inijuga punya sisi feminim juga ya.

"Let's take a date next week,girl."

Bersambung...

Lucario: akhirnya selesai...

Terima kasih bagi yang sudah membaca,dan akhir kata dari saya,

Review Please?