Black CH-10

Genre : Romance/Drama

Characters : Sasuke U. & Sakura H.

Rate : M

Disclaimer : Masashi Kishimoto

SUMMARY :

Bumi selalu berputar pada porosnya. Ahli Fisika dan Geografi mengakui itu. Segala Hal yang terjadi pasti akan ada balasannya. Ada kesaksian diantara 'hal yang tertutup' walau ada pepatah "Bangkai yang disembunyikan, lama-lama baunya tercium juga". Dan apakah hal yang disembunyikan pada akhirnya akan terbuka juga? Bagaimana jika terbuka di tengah jalan?. Apakah keegoisan manusia yang merasa 'suci' mampu mengalahkan egonya sebagai pihak yang mencintai?.


Sakura melepas peluknya dan menatap wajah Sasuke. Emeraldnya bertemu dengan Onyx yang tak lagi menampakkan cahaya, sekakan mata itu telah mati bersamaan dengan angan-angan yang pernah ia ciptakan untuk hidup bersama Sakura. Lagi-lagi wanita itu menunduk, menyembunyikan ekspresi rindunya dan menyembunyikan wajahnya yang haus akan belaian dari Sasuke Uchiha.

"Kita perlu bicara, Sakura"

Sakura mundur beberapa langkah. Hal ini tentu membuat Sasuke mengerutkan dahinya dan menatapnya bingung.

"Kau kenapa, Sakura?"

"Aku.. aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan, Sasuke"

"Memangnya ken-"

"Sakura"

Sasuke menolehkan kepalanya saat ada seseorang yang memanggil Sakura. Orang itu laki-laki. Berkulit putih, wajahnya tampan, dan yang Sasuke tahu dia adalah orang Korea asli.

"Lee- Lee Yoon Sung"

Ya, Lee Yoon Sung. Kini pria itu tersenyum dan menghampiri Sakura yang masih mengobrol dengan Sasuke, ia menepuk pundak Sakura tanpa menyadari tatapan mendelik dari Sasuke.

"Aku akan kembali ke Korea sekarang, kau yakin tidak mau pulang bersamaku?"

Sasuke menatap ke arah Sakura, dan saat itu juga mata mereka bertemu. Merasa ada yang aneh, Lee Yoon Sung menatap pria yang sedang berhadapan dengan Sakura, lalu menatap Sakura lagi.

"Sakura, aku sedang bertanya padamu"

"M-maaf, Oppa"

Sakura memegang kepalanya yang terasa pusing, kemudian ia menarik nafas dan menatap Lee Yoon Sung dengan senyum.

"A-aku tidak pulang, maaf aku tidak bisa mengantarmu ke bandara. Salam untuk Ino dan Bibi"

Lee Yoon Sung akhirnya mengangguk senyum, kemudian segera memeluk Sakura. Hey, sadarlah! Uchiha Sasuke tengah menatap kalian dengan tangan yang mengepal. Lee Yoon Sung melepas peluknya dan segera berlalu dari tempat mereka.

"Lee Yoon Sung? Kau sudah menemukan penggantiku, Sakura?"

Sakura membalikkan tubuhnya dan menghela nafas, kemudian duduk di kursi yang tersedia di dekat mereka berdiri. Sasuke menyusulnya dan duduk di samping Sakura.

"Tidak, ia bukan kekasihku. Ia adalah Kakakku"

"Tapi kalian tidak mirip"

"Sejak kapan kau suka mengurusi hal-hal yang tidak penting?"

"Hn"

Hening. Suasana menjadi hening seketika, hanya helaan nafas dari Sakura yang terdengar. Salah satu dari mereka tak ada yang berniat membuka mulut. Sampai akhirnya, dering handphone Sasuke yang memecahkan keheningan.

"Aa- Hyung, ada apa? || Sekarang? || Baiklah, aku segera kesana || Hn"

Sasuke memasukkan I-phone hitamnya ke dalam saku celana dan menarik tangan Sakura.

"Ku antar pulang"

"Aku ganti baju dulu"

'Tidak menolak, eh?' . Tanya Sasuke dalam hati sambil menatap punggung wanita itu. Entah perasaannya saja atau apa, ia terlihat cantik hari ini.

.

.

.

Sebuah mobil Pajero berwarna hitam pekat baru saja berhenti di depan sebuah apartemen sederhana di daerah Amagen. Sasuke Uchiha, keluar dari mobilnya dan membuka pintu penumpang yang ada disamping kemudi mobilnya, diikuti dengan keluarnya seorang wanita cantik dengan rambut merah mudanya. Ya, itu adalah Sakura Haruno. Kekasihnya. Benar kan? Karena belum ada kata putus dalam hubungan mereka, setidaknya tak ada satupun dari mereka yang berani mengatakannya.

"Kau tinggal disini?"

Mata onyx itu menatap sekeliling apartemen, matanya menjelejahi tiap inci dari gedung bertingkat itu. Untuk apa? Hanya memastikan tempat ini aman atau tidak untuk kekasihnya, untuk memastikan lebih dalam lagi, ia tersenyum dan menatap Sakura.

"Ku antar kau sampai pintu"

Sakura menatap wajah Sasuke dan mengerutkan dahi lebarnya.

"Untuk apa? Tak perlu repot-repot, aku bukan anak kecil"

"Aku perlu memastikan ini tempat seperti apa"

"Kau bercanda? Ini tempat yang diwariskan oleh orang tuaku, sudah jelas tempat ini adalah tempat yang aman"

Tanpa pikir panjang, Sakura segera meninggalkan Sasuke dari tempatnya. Sasuke menghela nafas, kemudian mengikuti langkah Sakura dari belakang. Merasa diikuti, Sakura menoleh ke belakang dan menaikkan sebelah alisnya menatap Sasuke yang masih berwajah datar. Ia mendecak.

"Ck! Stalker"

"Hn"

Sakura melipat tangannya di dada, menatap intens wajah kekasihnya yang berdiri dengan sebelah tangannya yang berada di dalam saku celana. Tiba-tiba rintik hujan mulai mengguyur kota Amagen, Sakura mendongakkan kepalanya ke arah kiri dan menatap langit yang mulai mendung. Wajahnya murung seketika, dan saat itu juga Sasuke menghela nafas yang ke-sekian kalinya. Ia berjalan tenang dan merangkul pundak Sakura, kemudian membawanya masuk ke dalam apartemen yang berada di ujung koridor.

"Bukankah kau harus menemui Itachi?"

Sasuke menatap wajah Sakura yang masih menunduk, ia meletakkan I-phone hitamnya di atas meja. Sakura belum juga menegakkan kepalanya, bahkan untuk sekedar menatap Sasuke. Posisi mereka saat ini adalah duduk bersampingan di sofa, dan Sasuke masih menatap wajah Sakura.

"Hn"

"Jangan hanya berkata Hn, aku tidak tahu apa maksud dari Hn-mu itu"

"Aku sudah beri tahu Itachi kalau aku bersamamu"

"Apa itu akan baik-baik saja?"

"Hn"

Suasana kembali hening. Sasuke menatap ke sekitar ruangan dan melihat beberapa piagam penghargaan dan piala-piala yang diletakkan dengan rapih di dalam lemari kaca, matanya kembali tertuju pada sosok Sakura yang masih menundukkan kepalanya. Hanya suara hujan yang terbilang deras itu yang terdengar, Sasuke menarik pelan tangan Sakura dan mendekapnya dalam sebuah pelukan hangat dan penuh kasih sayang. Ia usap lembut rambut merah muda kekasihnya dan mengusap punggung Sakura. Selanjutnya, hanya suara isak tangis yang terdengar oleh telinga Sasuke.

"Katakanlah"

Suara Sasuke memecahkan keheningan antara mereka. Sakura malah mengeratkan pelukannya, tangisannya semakin pecah seperti mengisyaratkan kepedihan. Bukankah pedih harus tinggal sendiri di tempat yang begitu banyak menggambarkan kenangan bersama kedua orang tua yang pergi mendahului kita? Kemudian kita pergi ke Negara yang lebih jauh, dalam waktu yang cukup lama, setelah kembali ke sini semua tak ada yang berubah? Itu cukup miris untuk dibayangkan.


"Dan jika rencana kami berhasil, maka kami akan mendirikan saham terbaru kami disini. Kami akan membuka lapangan pekerjaan baru dengan innovasi terbaru pula. Keselamatan para pekerja adalah hal yang harus kamu usahakan, untuk itu kami memberikan sebuah jaminan dan juga garansi bagi setiap karyawan-"

Tiba-tiba muncul sebuah gambar kartu berwarna gold, hijau, dan biru pada layar proyektor. Seorang pria berambut hitam panjang itu tersenyum dan berdiri dari duduknya kemudian menekan sebuah tombol kecil pada remote control yang ada di tangannya.

"Perusahaan kami telah berkerja sama dengan berbagai perusahaan lain, termasuk rumah sakit, sekolah-sekolah elite yang ada di Korea, America, maupun Singapore. Jika kami berhasil mendirikan perusahaan di HI, kami akan berkerja sama dengan segala aspek penting bagi masyarakat HI. Kami akan berikan garansi pada karyawan selama 7 tahun. Dan kartu askes ini akan berguna bagi para karyawan"

Lanjut pria itu dengan wajah senyumnya. Tiba-tiba, pintu ruang rapat mendadak terbuka dan menampakkan sosok Putera Bungsu Uchiha. Ia membetulkan posisi kaca matanya dan membungkukkan tubuhnya kepada para petinggi yang hadir dalam rapat.

"Maaf aku terlambat"

Ia melihat Itachi tersenyum padanya sambil berdiri di samping layar proyektor. Ia duduk tepat disamping seorang pria yang sedang menjelaskan tentang perencanaan untuk mendirikan Uchiha Corp di Negara HI, ia menghela nafas dan membuka Tablet Samsungnya.

"Bisa kau jelaskan tentang kartu itu?"

Kata seorang pria paruh baya yang berada di ujung meja. Uchiha Bungsu itu berdiri dan membawa Tab putihnya. Kemudian, pria yang sedari tadi menjelaskan tentang sesuatu yang berhubungan dengan rapat itu duduk.

"Biarkan Aku yang menjelaskannya. Pertama-tama, Aku akan memperkenalkan diri. Namaku- Uchiha Sasuke"

Ia memejamkan matanya sejenak dan mengatur nafasnya, kemudian keluar dari tempat duduknya dan berdiri di samping layar proyektor.

"Uchiha Corp dibangun untuk membuka lapangan pekerjaan bagi setiap orang yang ada di Negara HI, maupun diluar Negara HI. Kami sudah berfikir secara matang demi terwujudnya Uchiha Corp Build Of HI Part One. Kami sengaja memberi garansi dan jaminan juga kartu askes bagi para karyawan, seperti yang bisa kita semua lihat pada layar proyeksi-"

Sasuke menekan layar tab-nya, kemudian yang muncul pertama kali pada layar proyektor adalah kartu berwarna Gold.

"Gold. Atau Golden Card First Level adalah kartu special yang kami berikan untuk karyawan yang memiliki gelar SIII. Golden Card berisi 7 tahun garansi untuk karyawan yang mendapatkannya. Selama garansi masih berlaku, kami akan memberikan pengobatan gratis kepada pihak rumah sakit yang sudah berkerja sama dengan kami. Kami memberikan potongan harga sebesar 60% bagi karyawan rawat inap dan operasi. Golden Card menerima pemasukan setiap bulannya sebesar 15 juta yen-"

Sasuke menekan layar tab-nya lagi. Muncul sebuah kartu berwarna Hijau.

"Green Card Twice Level. Kartu ini kami berikan kepada karyawan yang memiliki gelar SII dan SI. Berbeda dengan Golden, kartu ini bergaransi selama 5 tahun. Kami memberikan potongan harga bagi rumah sakit yang sudah berkerja sama dengan kami sebesar 40%, dan kartu ini menerima masukan sebesar 10 juta yen perbulannya"

Sasuke menggeser layar tab-nya dan muncul kartu terakhir, yaitu berwarna biru.

"Blue Card Even. Kami memberikan kartu ini kepada karyawan yang memiliki gelar DI hingga D3. Kartu ini memiliki garansi selama 3 tahun. Kami memberikan potongan harga sebesar 20%. Namun, kartu ini memiliki kegunaan ganda. Yakni, sebagai askes maupun Debit Card yang akan berkerja sama dengan BIH atau Bank International HI, kartu ini akan menerima pemasukan sebesar 5 juta yen perbulan"

Suara tepuk tangan terdengar memenuhi ruang rapat. Uchiha memang selalu punya kejutan.

"Baiklah, sampai disini ada yang ingin bertanya?"

Sasuke mengedarkan pandangannya dan menemukan seorang wanita yang tengah mengangkat tangannya.

"Apa hubungannya dengan pihak sekolah ataupun hotel yang telah berkerja sama dengan kalian?"

Sasuke menaikkan alisnya dan tersenyum.

"Kami akan menyelidiki rumah sakit, hotel dan sekolah ternama di Negara HI. Seperti yang kami lakukan pada Negara-negara lain yang sudah kami tanamkan saham. Kami sengaja memberikan potongan 50% bagi biaya sekolah apa bila karyawan memiliki anak yang masih bersekolah. Dengan kata lain, anak tersebut akan mendapat potongan 50% untuk biaya masuk, gedung, dan juga buku. Itu hanya berlaku bagi sekolah yang berkerja sama dengan perusahaan kami. Untuk hotel, kami memberikan potongan harga 15% kepada karyawan yang akan menginap di hotel yang sudah berkerja sama pada kami"

"Lalu apa kartu ini berlaku di Negara HI saja, ataukah di Negara Korea, America, dan juga Singapore yang sudah berkerja sama pada perusahaan Uchiha Corp?"

"Kartu ini hanya berlaku di Negaranya, Nyonya"

Sekali lagi, tepukan tangan terdengar memenuhi ruangan rapat.

"Aku rasa, rapat kali ini cukup sampai disini"

Sasuke segera duduk dan mematikan tab putihnya, lalu memijit keningnya dan memberikan beberapa para petinggi keluar dari ruangan seraya menjabat tangan pada Itachi. Sasuke menghela nafas pelan dan segera bangkit dari duduknya.

"Hyung, aku harus segera pergi menemui Sakura"

Itachi hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, kemudian membiarkan Sasuke beranjak dari tempat itu.

.

.

.

TOK TOK TOK

Sasuke mengetuk pintu berwarna biru itu sambil menenteng jas hitamnya. Tak perlu menunggu waktu lama, pintu itu terbuka dan muncul sosok Sakura dari balik pintu. Setelah Sakura mempersilahkan kekasihnya itu masuk, ia segera mengikuti langkah Sakura dan menghempaskan dirinya di sofa.

"Kau terlihat buruk, Sasuke"

"Hn"

"Apa rapatnya begitu mendadak sehingga membuatmu pusing?"

"Lumayan"

TRING

Sakura menolehkan kepalanya ke arah dapur.

"Ku rasa masakanku sudah matang, aku akan segera kembali. Kau beristirahatlah"

Wangi masakan dari arah dapur membuat Sasuke tersenyum. Hey, ia tak salah pilih memilih wanita rupanya. Pintar memasak, cantik, bahkan ia adalah pemain musik yang handal. Ia bahkan melupakan masa lalu Sakura dan menganggap itu tidak pernah terjadi. Tanpa ia sadari, senyum kebahagiaan itu muncul dari bibirnya yang sangat jarang tersenyum. Sasuke membuka matanya dan berjalan menghampiri Sakura yang ada di dapur, ia melihat wanita itu sedang menyiapkan makan malam di atas meja, tanpa pikir panjang lagi Sasuke segera memeluk wanita itu dari belakang.

"Aku merindukanmu"

Sakura tersenyum dan mendaratkan tangannya di atas tangan pria itu.

"Aku juga, kau harus segera mandi, lalu makan malam disini. Aku sudah memasak untukmu"

Sasuke membalikkan tubuh kekasihnya sehingga menatap pria itu, ia menempelkan keningnya pada kening Sakura.

"Kau pintar memasak, aku tak salah memilih kan?"

"Sudah sana cepat mandi, atau makanan ini akan menjadi dingin, Sasuke~"

Sasuke hanya menyeringai dan mengecup bibir kekasihnya, melumatnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Ia menekan kepala wanitanya agar semakin memperdalam ciuman mereka. Hanya sebentar, namun cukup menghangatkan masing-masing dari mereka. Sasuke melepaskan ciumannya dan tersenyum menatap kekasihnya yang menunduk karena malu.

"Aku mencintaimu, Sakura"

CUP

Sasuke mengecup kening kekasihnya, lalu berlalu dari hadapan Sakura dan segera menuju ke kamar mandi.

.

.

.

"Kau sudah makan? Bagaimana kabar anak kita? Haha~ || aku senang mendengarnya, See Heui. Jangan lupa makan || hahaha~ baiklah, aku akan menghubungimu lagi nanti malam. Aku mencintaimu"

Itachi menggeser layar Galaxy SII hitamnya dan tersenyum menatap wallpaper yang menunjukkan fotonya sedang mengecup pipi ranum isterinya.

"Itachi"

DEG

Ia mengenal suara ini, ia membalikkan tubuhnya dan menatap seorang pria paruh baya dengan tatapan kaget.

"A-Appa"

Ya, sosok Fugaku Uchiha tengah berdiri dengan tegap di hadapan Itachi. Di belakangnya ada dua orang pengawal keluarga Uchiha.

"Kapan Appa tiba di HI?"

"Itu tidak penting. Aku dengar rapat berjalan lancar dan adikmu terlambat datang. Kemana dia?"

"I-itu.. aku rasa ia sedang mengurus sesuatu, Appa. Kita sama-sama tahu kalau Sasuke itu masih muda"

"Hn, dimana dia? Aku ingin bicara padanya"

Mulut Itachi terkunci, ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Ayahnya. Ia tidak mungkin memberi tahu keberadaan Sasuke yang sedang bersama Sakura. Ayahnya tidak akan membiarkan Sasuke memiliki kekasih lain apa lagi dengan status keluarga dan masa lalu Sakura.

"Itachi, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?"

"I-itu.. aku tidak tahu, Appa. Yonsohae jusibsio"

"Aa"

Itachi segera mengambil handphone-nya dan mengirim WhatsApp pada Sasuke.

'Segeralah kembali ke Hotel, Appa ada di HI dan ingin bertemu denganmu'

.

.

*TBC

Yeah! Chapter 10 telah selesai~

Me : Ya taka pa jika tak ingin membaca dan tak ingin mengerti, setiap orang memiliki kesibukan tersendiri bukan? Saya masih sibuk dengan Try Out makanya saya agak lambat meng-Update

Karasu Uchiha : whoaah :D terima kasih atas koreksinya. Kamu benar-benar membantu XD sekali lagi terima kasih. Tetap Read and Review yaah haha

Shaskeh ASB : Waah kamu ikutan review juga, jangan terlalu menghayati Flash Back-nya yaa XD

SeiHinamori : Gomawo Noona, kau memberiku banyak semangat terima kasih udah mau jadi temen baik di FFN ini *emangnya siapa yang mau temenan sama saya? PD bgt-_-* hahaha

Ran Murasaki SS : Waah~ really? Ya, memang begitulah rumitnya. Seharusnya Genre ini bukan Drama ya, harusnya Hurt/Comfort. Sad Ending? Saya saja meragukan ini akhirnya Sad/Happy Ending -_- haha. Tapi, kamu harus tetap semangat ya kaya Sasuke :D

Baby Kim : Bisa bayangin aja ya Cha Doung Ju itu yang main di K-Drama 'Can You Hear My Heart' hahaha. Dan Lee Yoon Sung itu, Lee Min Ho yang main di City Hunter! Lee Min Ho adalah Actor Favorite saya XD *gak nanya*

Bagaimana readers tentang Fict Lakhnat ini XD *ditendang* hahaha semoga hasilnya memuaskan (?) sepertinya saya sedang belajar menggunakan Lemon pada FFN yang akan saya terbitkan pada Chapter akhir. Review again please? Thakn You :*