.
.
.
Disclaimer :
Detective Conan © Aoyama Gosho
Warning :
OOC, bahasa campur aduk, alur gak jelas dan segala kekurangan lainnya
Akhir-akhir ini Amuro dapat menarik nafas lega. Pasalnya, satu demi satu permasalahan yang mengganggu pikirannya dapat teratasi. Mulai dari permasalahannya dengan Akai, kenangan masa lalunya yang menyedihkan, hingga misteri identitas asli dari Conan dan Haibara. Meskipun begitu masih ada satu masalah yang mengganjal di pikirannya yaitu masalah hubungannya dengan Rena.
Hubungannya masih bisa dibilang kurang berkembang karena mereka berdua hampir tidak pernah bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Namun, Amuro tidak dapat menyalahkan hal itu, karena memang itu semua sudah menjadi konsekuensinya. Amuro dan Rena harus membatasi pertemuan mereka agar tidak menimbulkan kecurigaan dari anggota BO yang lain.
Apalagi, beberapa waktu terakhir ini, penyusupan Amuro di BO mulai menunjukkan kemajuan. Ia sekarang mendapatkan izin akses ke basis data dan arsip dari BO. Tentu saja itu merupakan kabar baik karena Amuro bisa mengorek informasi yang lebih dalam lagi mengenai BO.
~OOO~
Hari ini, Amuro mengunjungi pusat basis data BO untuk mengambil data-data yang sekiranya diperlukan untuk bisa menghancurkan BO. Izin akses yang ia dapatkan tentu memiliki batasan pemakaian yaitu 10 menit per harinya. Untuk itu, Amuro harus menyusun daftar data yang ingin diambilnya terlebih dahulu agar bisa lebih efektif.
Ia memasuki salah satu ruang akses di sana. Di dalam ruangan tersebut terdapat 5 komputer yang bisa digunakan untuk mengakses data dan beberapa rack server. Amuro menuju ke salah satu komputer itu dan mulai mengakses data. Terlihat sederhana memang, keamanan di pusat basis data BO ini hanya ketat di luar. Asalkan kamu mempunyai izin akses itu tidak akan menjadi masalah. Di basis data ini juga tidak ada pengawasan riwayat akses, sehingga membuat Amuro bingung. Hal itu cukup aneh untuk sebuah pusat data organisasi kriminal kelas atas seperti Black Organization.
'Apa keamanan di sini memang hanya seperti ini ?' pikir Amuro.
Amuro membuka salah satu partisi yang ada, dan ia terkejut karena banyak folder dan file yang muncul.
'Sepertinya ini cukup menyulitkan' batin Amuro.
Amuro memutuskan untuk tidak membuka file di tempat itu karena waktunya terbatas. Ia menancapkan flashdisk yang dibawanya dan langsung mengcopy beberapa file dan folder. File dan folder tersebut berisi tentang anggota-anggota BO, daftar kejahatan yang pernah dilakukan hingga penelitian rahasia yang dilakukan oleh BO. Setelah selesai mengcopy, Amuro langsung mencabut flashdisknya dan keluar dari ruangan itu.
Ia menengok sebentar ke arah jam tangannya.
'8 menit, untung saja tidak lebih dari 10 menit,' batin Amuro lega.
~OOO~
Sesampainya di apartemen, Amuro langsung mencoba membuka file-file data yang tadi sudah didapatkannya. Ia menemukan hal yang menjelaskan kenapa sistem keamanan di basis data BO tadi hanya ketat di luar. Ternyata semua file dan folder yang ada di basis data itu sudah diberi pengaman berupa enkripsi dan password sehingga tidak bisa diakses dengan metode biasa.
"Jadi begitu rupanya. File-file dan folder yang aku copy tadi sudah diamankan dengan enkripsi, kalau begini caranya aku tidak bisa membukanya di sini. Tidak ada pilihan lain, aku harus menyerahkannya ke PSB dan FBI." kata Amuro.
Walaupun begitu, Amuro tetap mencoba membuka file-file tadi satu per satu. Siapa tahu ada yang luput dan tidak dienkripsi. Ia pun mencoba membuka satu per satu file-file dan folder yang ada. Pemikiran dari Amuro tadi ternyata benar adanya. Amuro menemukan 2 buah folder penilitian yang tidak dienkripsi, hanya diamankan dengan password. Dua Folder itu bernama Hell Angel dan Sherry.
'Hell Angel ? Itu kan julukan Elena di Organisasi. Apa mungkin di dalam folder itu ada data tentang APTX 4869?' pikir Amuro.
Amuro memilih menyalin 2 folder tadi ke flashdisk yang lain. Ia berencana memberikan flashdisk itu ke Shiho karena Amuro teringat dengan perkataan Conan beberapa hari yang lalu.
"...Haibara selalu berusaha keras selama ini untuk membuat penawar permanen, namun hingga sekarang belum berhasil juga. Mungkin dia kekurangan data untuk riset..."
Amuro tersenyum tipis membayangkan hal itu.
~OOO~
Keesokan harinya, Amuro menyerahkan flashdisk yang berisi data-data yang ia ambil dari basis data BO kepada PSB dan FBI untuk diteliti lebih lanjut. Setelah itu, ia menuju ke rumah Professor Agasa untuk memberikan flashdisk yang satunya lagi kepada Shiho. Di perjalanan menuju rumah Professor, Amuro bertemu dengan rombongan anak-anak Detective Boys yang terlihat sedang asyik membicarakan sesuatu.
"Hai anak-anak, kalian sedang apa?" sapa Amuro.
"Hai, kak Amuro. Ini kami sedang mendiskusikan tentang kejutan yang tepat untuk Haibara," jawab Mitsuhiko.
"Kejutan untuk Haibara ?" tanya Amuro.
"Iya kak Amuro. Hari ini, Ai ulang tahun dan kami ingin memberikan kejutan padanya." jelas Ayumi.
'Jadi sekarang Shiho ulang tahun. Benar-benar waktu yang tepat' pikir Amuro.
"Oh begitu. Kejutan seperti apa yang ingin kalian berikan ?" tanya Amuro penasaran
"Kami ingin membuat pesta ulang tahun di rumahnya Professor. Kami sudah memberitahu Professor sebelumnya. Dia sekarang sedang mengajak Haibara pergi sampai malam nanti. Jadi kami bisa mempersiapkan pesta di rumah Professor nantinya" jelas Genta.
"Oh ya, di mana Conan ? Apa dia tidak bersama kalian ?" tanya Amuro begitu menyadari kalau anak berkacamata itu tidak ada di sini.
"Conan pergi bersama Detektif Mouri untuk menyelesaikan kasus. Dasar, padahal kita sudah mengajaknya untuk membantu persiapan pesta ini." jawab Mitsuhiko sambil menggerutu.
"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Bagaimana kalau aku membantu kalian mempersiapkan pesta itu, menggantikan Conan. Boleh kan ?" tawar Amuro.
"Tentu saja boleh, kak"
Amuro bersama anak-anak itu lalu menuju ke rumah Professor Agasa untuk mempersiapkan pesta.
~OOO~
Sesampainya di rumah Professor, mereka semua langsung membuat dekorasi untuk pesta. Mulai dari balon, kertas-kertas konverti hingga pita-pita. Amuro membantu anak-anak itu untuk menggantung dekorasi di ruang tamu, ruangan yang akan digunakan untuk pesta.
"Oh iya. Kita lupa membeli kue," kata Mitsuhiko tiba-tiba.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita membuatnya sendiri ? Nanti kuenya bisa dihias dan dibentuk sesuka kita." usul Amuro.
"Eh, kak Amuro bisa buat kue ulang tahun ?" tanya Ayumi.
"Tentu, bisa" kata Amuro dengan percaya diri. Pengalamannya kerja di Poirot membuat Amuro menjadi akrab dengan yang namanya memasak. Apalagi masakan yang berbau desert seperti kue.
"Tapi sebelum membuat kue, aku perlu beberapa bahan. Kalian tidak keberatan kan kalau aku minta kalian untuk pergi berbelanja sebentar ?" tanya Amuro pada Mitsuhiko dan Genta.
"Tentu tidak, kak Amuro. Serahkan saja pada kami." kata Mitsuhiko dan Genta bersamaan
Amuro memberikan daftar belanjaan dan uang kepada mereka berdua.
~OOO~
Selagi menunggu Mitsuhiko dan Genta yang sedang berbelanja, Ayumi dan Amuro mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk membuat kue ulang tahun.
Mitsuhiko dan Genta baru selesai berbelanja sekitar 15 menit kemudian. Setelah mereka sampai, Amuro langsung memulai acara membuat kuenya. Ia mengajarkan langkah-langkah membuat kue kepada anak-anak detective boys. Mereka memperhatikan penjelasan dari Amuro dengan seksama.
Kue ulang tahun itu baru selesai dibuat jam 14.00. Setelah kue tersebut jadi, Amuro mempersilakan kelompok Detective Boys untuk menghiasnya sesuka mereka. Tentu saja, hasilnya cukup berantakan tapi tidak apa-apa, yang penting mereka senang.
Setelah selesai menghias kue, Amuro dan yang lainnya pulang ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap.
~OOO~
Pukul 18.30
Ai dan Professor Agasa sampai di depan rumah. Ai masuk ke rumah terlebih dulu. Ia mencoba mencari saklar lampu untuk menerangi keadaan rumahnya yang gelap gulita. Namun sebelum Ai sempat menemukan saklarnya, lampu sudah menyala terlebih dahulu dan ...
"Selamat ulang tahun, Ai." Ai dikejutkan oleh ucapan selamat ulang tahun dari teman-temannya dan juga Amuro. Ia tidak menyangka kalau teman-temannya ingat hari ulang tahunnya.
Ai langsung berjalan menuju teman-temannya dan mengucapkan terima kasih pada mereka.
'Mereka pasti sudah bekerja keras mempersiapkan semua ini dari pagi.' pikir Ai sambil melihat-lihat kondisi ruang tamu sekarang. Keadaannya meriah dengan banyak dekorasi dimana-mana. Ai juga sempat melirik ke arah kue ulang tahun yang disajikan di meja.
'Sepertinya kue itu buatan sendiri tapi siapa yang membuatnya ya ?' pikir Ai.
"O ya Haibara-san, kau juga harus berterima kasih kepada kak Amuro. Dia telah membantu mempersiapkan kejutan ini. Dia juga yang telah membuat kue itu" celetuk Mitsuhiko.
"Terima kasih, ya kak Amuro." kata Ai sambil mengulurkan tangan untuk mengajak Amuro bersalaman. Ai sudah mengetahui dari Conan kalau Amuro bisa dipercaya dan Amuro sudah tahu identitas asli dari Ai dan Conan sehingga ia tidak merasa takut lagi pada Amuro.
"Sama-sama" ucap Amuro sambil menerima uluran tangan dari Ai.
"Ngomong-omong Edogawa di mana? Kok dia tidak kelihatan ?" tanya Ai begitu menyadari ketidakberadaan Conan di tempat itu.
"Dia mungkin masih menangani kasus bersama Detektif Mouri." jawab Genta.
Ai hanya menanggapinya dengan 'Oh' singkat. Namun, Amuro dapat melihat perubahan raut muka Ai menjadi sedikit murung setelah mengatakan itu.
'Apa kau menyukai detektif itu, Shiho?' pikir Amuro.
~OOO~
Acara pesta kecil-kecilan itu berlangsung meriah seperti acara ulang tahun pada umumnya. Pesta baru berakhir sekitar pukul 19.00. Anak-anak Detective Boys pamit pulang setelah itu. Sedangkan Amuro dengan senang hati menawarkan diri untuk membantu professor Agasa membersihkan ruang tamu.
Setelah selesai membersihkan ruang tamu, Amuro mencari keberadaan Ai tapi tidak ketemu.
"Professor, apa kau melihat Ai ?" tanya Amuro pada professor Agasa yang sedang bersantai di ruang tamu.
"Aku tidak melihatnya. Mungkin dia ada di kamar atau labnya. Kalau tidak ada, mungkin dia ada di balkon atas." jelas Professor Agasa.
~OOO~
Di balkon
Ai sedang berdiri sambil menatap bulan yang tampak indah malam ini. Ia merenungi kehidupannya yang telah terjadi belakangan ini.
'Sudah hampir satu tahun, huh' batin Ai.
Waktu terasa berjalan cepat bagi Shiho. Tak terasa sudah 1 tahun ini dirinya menyusut menjadi Ai Haibara. Sudah 1 tahun pula, ia berusaha membuat penawar permanen APTX 4869 namun belum berhasil juga.
"Ternyata kau di sini, Shiho. Sikapmu benar-benar tidak berubah ya," sebuah suara menginterupsi Ai yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri. Ai tahu pemilik suara ini.
"Ada perlu apa kau ke sini, Rei ?" tanya Ai.
Amuro berjalan mendekat ke arah Ai lalu berdiri di samping Ai.
"Aku hanya ingin bicara padamu, Shiho." kata Amuro.
"Kalau ingin bicara, bicara saja. Aku akan mendengarkan," ucap Ai sambil menoleh ke arah Amuro.
"Aku ingin minta maaf atas sikapku satu tahun belakangan ini. Aku selalu membuatmu takut dan bahkan pernah berniat membunuhmu. Aku benar-benar menyesal." ucap Amuro sambil menatap wajah Ai.
"Sudahlah tidak perlu dipikirkan. Aku sudah memaafkanmu dari dulu kok." kata Ai sambil tersenyum lembut. Senyum yang jarang dilihat Amuro dari wajah Shiho.
'Sepertinya selama ini aku salah menilai Shiho. Walaupun dia sering bersikap dingin dan sinis kepada orang lain, sebenarnya hatinya baik. Hanya saja ia malu menunjukkan sikap baik hatinya pada orang lain.' batin Amuro.
"O ya sebenarnya Shiho, aku punya hadiah untukmu," ucap Amuro
"Hadiah apa?" tanya Ai.
"Ini," kata Amuro singkat sambil menyerahkan sebuah flashdisk kepada Ai.
"Flashdisk ?" ucap Shiho bingung.
"Ya. Di dalamnya ada 2 folder dengan nama Hell Angel dan Sherry. Mungkin saja ada data penelitian tentang APTX4869 di folder tersebut yang berguna untuk risetmu. Tapi untuk mengakses folder itu diperlukan password dan aku belum sempat mencoba mengaksesnya." jelas Amuro.
"Baiklah aku terima. Tapi dengan syarat kau harus membantuku mengaksesnya setelah ini. Kalau di dalamnya tidak ada data yang berguna tentang APTX4869, aku akan segera membuang flashdisk ini ke tempat sampah." ucap Ai dengan gaya bicara khas-nya.
"Ya...ya...ya aku akan membantumu. Dasar tukang perintah." gumam Amuro pelan namun masih dapat didengar oleh Ai.
"Apa kau bilang ?" kata Ai sengit sambil memberikan death-glare andalannya pada Amuro. Amuro langsung bergidik ngeri melihat hal itu.
"Maksudku tuan puteri. Ya tuan Puteri." Amuro mencoba mengelak sambil menelan ludah.
"Bagus..." ucap Ai. Amuro menarik nafas lega.
"Asal kau tahu, aku bukan hanya puteri...tapi ratu," lanjut Ai sambil membanggakan dirinya sendiri yang membuat Amuro menatapnya dengan wajah 'Oi...oi' khas Conan.
~OOO~
Di lab bawah tanah
Sesuai yang dikatakannya tadi, Amuro sekarang sedang mencoba membantu Ai mengakses 2 folder yang ada di dalam flashdisk miliknya.
Alasan untuk membantu Ai ?
Tentu saja karena Amuro tidak ingin hadiah darinya, yang sudah didapatkannya dengan susah payah harus berakhir di tempat sampah. Alasan yang cukup masuk akal.
Ai dan Amuro sudah mencoba banyak sekali kemungkinan password tapi tetap saja tidak ada satupun yang cocok. Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 yang artinya sudah hampir 2 jam mereka mencoba mengakses data tersebut.
"Punya ide lain ?" kata Ai sambil menguap. Ia sudah malas memikirkan kemungkinan passwordnya.
"Bagaimana kalau Rotten Apple ?" usul Amuro yang mulai kehabisan ide.
"Hah ?" ujar Ai tidak percaya. Tapi tetap saja ia mencoba kata itu dan hasinya salah lagi.
"Baiklah Rei. Sudah cukup, aku sudah lelah. Kita teruskan besok saja. Dasar, password ini benar-benar lebih sulit daripada perhitungan-perhitungan fisika yang sering aku kerjakan," ucap Ai sambil menggerutu.
Amuro tidak membalas perkataan Ai barusan. Ia malah justru sedang sibuk memikirkan sesuatu.
'Apa memang benar passwordnya dibuat sulit atau justru...'
"Tunggu dulu, Shiho. Kita coba sekali lagi. Passwordnya : Hell Angel dan Sherry sesuai nama foldernya." kata Amuro. Ia teringat, mereka berdua sejak tadi belum mencoba kemungkinan yang satu itu karena sibuk memikirkan hal yang ada kaitannya dengan Hell Angel dan Sherry.
Dengan malas Ai, mencoba mengetikkan kata itu dan hasilnya...
"Terbuka," gumam Ai pelan. Ia mencoba menelusuri data-data tersebut dan tubuhnya mematung tidak percaya.
"Ada apa Shiho ?" tanya Amuro begitu melihat ekspresi Ai yang kelihatan begitu terkejut.
"Tidak ada apa-apa. Hanya saja data ini..." ucapan Ai menggantung.
"Ya. Ada apa dengan data itu ?"
"Data ini adalah data yang ku perlukan untuk membuat penawar APTX4869"
"Jadi data itu berguna, kan ?" kata Amuro senang karena usahanya tidak sia-sia.
"Tentu saja berguna. Terima kasih banyak ya, Rei." balas Ai disertai dengan senyuman yang tulus.
"Sama-sama" kata Amuro singkat.
Dalam hati Amuro berharap agar ia bisa melihat Shiho selalu bahagia seperti itu. Amuro bertekad akan selalu menjaga Shiho seperti adiknya sendiri. Sama seperti permintaan terakhir dari Akemi.
To be Continue
Istilah =
rack server = tempat untuk meletakkan PC Server, bentuknya mirip seperti almari biasa. Terbuat dari logam (pernah ditampilkan sekilas di DC Movie 20 waktu Curacao sedang mengakses daftar NOC. Yang warnanya hitam-hitam itu lho)
partisi = pembagian ruang harddisk secara logikal. Bahasa mudahnya seperti System (C:), Local Disk (D:), dan sebagainya.
enkripsi = salah satu metode pengamanan data pada komputer. Data yang ada diubah format dan bentuknya sehingga tidak dapat dibuka dengan cara biasa. Diperlukan metode dan aplikasi khusus untuk membukanya.
Author Note
*curhat mode = On
Sebenarnya aku udah buat 2 Chapter untuk lanjutan fic ini dan berencana untuk publish hari ini. Tapi karena kartu SD hpku rusak jadinya aku harus buat ulang ceritanya (aku nyimpannya di kartu SD itu dan belum sempat di backup datanya) :(
Tapi ga papalah buat pengalaman :)
Jadi pesanku buat para pembaca yang sering mencabut-cabut atau mengganti kartu SD kalian, mulai sekarang hentikan kebiasaan itu karena dapat menyebabkan kartu SD jadi rusak (seperti punyaku)
Ok, sekian curhatan dari saya
Berkenan untuk Review ?
