This is Mr. V
Ruberrys
Pairing : Kim Taehyung x Jeon Jungkook
Rate : M
Genre : Action, Drama, Romance
Warning : BOYXBOY, YAOI, Mature Content (21), Top! Taehyung Bott! Jungkook, TYPO's
Summary : Surga Jungkook ada pada Taehyung.
Jungkook bersiap dibalik pohon besar dengan setelan serba hitamnya. Kedua tangannya siap memegang dua belah mata pedang pendek yang tajam. Matanya memandang awas sekitar. Sepi.
Di hadapannya terdapat sebuah hunian besar yang nampak sepi—dicurigai bahwa itu adalah markas para perusak ketenangan negara .
"Ssrk.. Ganti, Jeon Jungkook, ini dari tim tiger..ssrk kau bisa dengar aku? Ganti"
Jungkook menekan alat di telinga kanannya.
"Ganti..Jeon Jungkook disini. Ada berita apa tim tiger?"
"Tim alpha, dan tiger sudah menangkap ,K57, JH5q, dan jbIm. Tinggal V yang harus kau urus."
"Ash, sialan. Kalian tidak mau membantuku?"
"Ssrk..maaf tapi.. Srrk kita juga ssrk halo Jung ssrk kook hal— "
"Yak yak yak! Kalian. Shit."
Jungkook mengumpat dan mengendap pelan kedalam rumah besar itu. Tinggal satu, ini mudah.
Yakin?
Jungkook masih terus awas didalam rumah. Tangannya mengeratkan pegangan pada kedua pedangnya.
"V, diduga lahir pada tahun 1994. Si pembunuh berdarah dingin. Si penghunus pedang terbaik. Dia disebut-sebut si bayangan hitam. Tak ada yang tahu siapa dia maupun asal usulnya. Penghapus jejak terbersih. Sialan. Kurasa ini adalah tugasmu Letnan Jeon. Kau yang paling handal memainkan pedang"
Jungkook yakin apa yang dikatakan jenderal itu adalah omong kosong.
Jungkook menggeram kesal. Rumah ini kosong?
"Aku paling tak suka ada tamu tak diundang"
Suara berat mengudara dibalik punggungnya.
Jungkook dengan cepat berbalik. Menatap mata tajam bermanik amber itu terkejut.
Ia langsung mengambil kuda-kuda dengan salah satu pedang berada di depan wajahnya.
Si pria tertawa
"Kau pengguna pedang juga? Okay. Itu maumu—polisi cantik? Akan aku ladeni"
Jungkook mengambil langkah maju.
"Serahkan dirimu tuan teroris, dan aku tidak akan menggores tubuhmu sesenti pun" Jungkook berucap tenang
V tertawa remeh "Maaf, tapi aku lebih suka adu fisik, bagaimana hm?"
V mengambil langkah maju, Jungkook mundur. Sial, kenapa harus gugup saat begini?
Jungkook menatap sekitar was-was. Tak ada seorangpun.
'Aku adalah pemimpin, dan pemimpin tak boleh takut hanya katena tatapan musuh'
Yakinnya dalam hati
Lantas Jungkook memilih berhenti mundur. Sedangkan V tetap merangsek maju.
Jarak mereka tinggal lima senti lagi. Tangan Jungkook yang memegang pedang bergetar.
V menatap lekat manik Jungkook. Ada rasa ketertarikan sendiri dalam lubuknya.
Jungkook total lemah dibawah tatapan mata yang—sama dengan mimpinya? Entahlah, tapi Jungkook yakin pernah melihat raut ini.
Kesempatan ini digunakan V merebut pedang Jungkook.
Sret
Sebuah pedang sudah beralih tangan. Satu sama. Jungkook memegang satu, V memegang satu.
"Ayo lawan aku" V menyeringai
Jungkook menggerit gigi. "Sialan. Jangan harap ampun dariku, tuan V"
Jungkook berlari maju langsung menghunus pedang. V dapat menyangkalnya.
Pertaruran sengit dibawah lampu kuning temaram terjadi. Duel intens antara dua profesi bertolak belakang yang tak dapat dihindari. Jungkook masih bernafsu membabat habis para peresah negara. Sedangkan V dengan santai meladeninya.
Setengah jam berlalu. Belum ada yang tergores bilah pedang sesentipun. Nafas Jungkook tersenggal-senggal.
V terkekeh. "Uh, kau lihai juga memainkan benda tajam sayang. Tapi aku tak yakin kau pandai memainkan benda tumpul"
"Sialan!" Jungkook berlari, membuang pedangnya sembarang. Menerjang V dengan tangan terkepal. Mengayunkan kuat tepat di depan muka V. Sayangnya Jungkook kalah cepat. Kini berakhir dengan V yang berada dibelakang Jungkook.
Memeluk pinggangnya erat, satu tangannya meletakkan pedang dileher si cantik.
Jungkook terkejut. Sial. Refleksi V benar-benar baik.
Dabel sial. Ia meninggalkan senapannya di mobil Jimin.
Tripel sial. Jungkook lupa sambungan terputus. Jadi tak bisa menghubungi rekannya.
V menunduk, menarik garis khayal di leher Jungkook dengan ujung hidung lancipnya–sesekali menghirup aromanya.
"Kenapa diam sayangku?" suara berat V membuat Jungkook bergetar.
V menjatuhkan pedang Jungkook. Menimbulkan bunyi benturan pedang dengan marmer.
Tangannya tadi memeluk bahu Jungkook. Bibir V merambat dari leher menuju rahang.
Jungkook meremang. Sumpah. Dia pernah merasakan ini. Tapi dimana?. Ia merasa deja vu.
"Bagaimana kalau kuajari cara menggunaan benda tumpul dengan benar, hm?"
Entah mengapa perasaan Jungkook tidak enak
To be continue
