Chapter 10
Rencana Pernikahan
Di cerita sebelumnya:
Flash Back setelah rapat:
"Tabib El dan Perawat Ye kalian mengoperasi Miia, sedangkan Saya dan Zen mengoperasi Yui. Para Medis di istana kita sangat banyak. Saya akan memanfaatkan peluang ini untuk kesembuhan Putri Laut dan adiknya." Tabib istana laut menyuruh pembagian tugas di bagi menjadi dua supaya para medis tidak kelelahan. Jika mereka bergantian mengoperasi peluang keselamatan Miia dan Yuii sangat minim, nyawa mereka akan terancam dan para medis juga akan di hukum mati.
Flash Back Off:
DI ruang itu Miia di bawa ke ruang Yuii supaya perawatan terakhir tidak terbuang sia-sia, pada saat Miia sedang di pindahkan ke kamar Yui. Yui menggerakan tangan, keadaannya membaik. Yui mulai membuka mata dan keadaannya makin membaik.
(Putri Duyung dan Pangeran Sihir)
Dayang Mei melihat Yui menggerakan tangannya dan membuka tangannya, Dayang memanggil Pangeran Zen yang sedang di depan ruang Yui.
"Tuan Muda Zen, Putri Yui. Putri Yui!?, Putri... !." Dayang Mei meneriakkan Zen kalau Yui sudah sadar, dan memeriksa denyut nadi Yui. Dayang Mei adalah Perawat dia bekerja di istana Laut sebagai medis dan dayang yang mengasuh Yui sejak kecil ketika sakit parah. Pangeran Zen segera berlari ke arah Dayang Mei dan Yui. Dia meneteskan air mata karena Kekasihnya Yui sudah sadar, dan memanggil nama panjang Dayang Mei.
"...Mei... , ...Mei Azlee..., Mei...". Putri duyung Yui memanggil nama Mei dengan nada lemah, dia keadaannya sudah sadar namun keadaannya masih belum sembih benar. Pangeran Zen menyebut namanya sendiri untuk memperjelas apakah Yui ingat namanya?.
"Aku Zen, apakah Kamu masih mengenalku ataukah kamu lupa ingatan Yui. Aku Zen, kekasih mu 2 Bulan lalu kita bertemu di istana dan sebulan lalu kita pacaran di darat dekat pantai asia." Zen menangis, dia bersyukur Yui sudah sadar. Dia juga akan memindahkan Yui ke Istananya di negeri langit sihir, Zen menyuruh Dayang Mei untuk menyiapkan kursi roda dan mendandani Yui untuk pertemuan press bahwa dia akan merencanakan pernikahannya Bulan Ini dengan mengundang para bangsawan datang ke pernikahannya. Seketika itu Yui tiba-tiba menanyakan apakah Zen sudah punya tunangan sebelum Zen bertemu dengan Yui.
"Ze-Zen, ap-apakah k-ka-ka-kamu-pu-pu-punya Tu-Tunangan?, Se-se-sebelum- ber-te-mu- denganku." Yui menanyakan Zen, apakah Zen benar benar single atau sudah punya tunangan.
"Kenapa kamu bertanya begitu Yui?, meskipun aku dulu pernah bertunangan tapi itu masa laluku. Dan Cintaku yang pertama dan terakhir adalah kamu di mataku." Zen menyisir Yui, dia meyakinkan Yui, walau dulu dia punya tunangan namun dia sudah membatalkan rencana perkawinan Tunangannya dengan dia. "Kamu tidak usah cemas, kamulah yang aku cintai sekarang."
Yui tersenyum dan bersyukur, dan Yui teringat mungkin yang meracuninya mantan pacar atau tunangannya Zen di masa lalu. Dia memberi tahu bahwa sebelum Yui di rawat di rumah sakit kerajaan sihir, dia di ikuti seorang cewek pas pacaran dengan Zen.
"Zen, maaf kalau ini menyinggung masa lalumu. Tapi aku merasa ada janggal, bulan lalu pas kita pacaran dan kita di serang Hiu. Ada seorang cewek yang mengikutimu, dia juga kemarin meracuniku." Yui menunduk, dia takut salah dan takut lancang karena mencurigai wanita yang mengikuti dirinya dan Zen.
Tiba-tiba Zen memeluk dan mencium Yui, dan dia berkata bahwa itu bukan kesalahan kalau Yui berkata seperti itu.
"Kamu tidak salah kok, Putri Yui. Wajar kamu curiga dengan orang yang tidak di kenal." Suasana di rumah sakit tampak cerah, burung berkicau dan angin meniup korden di ruang Yui. Jendela terbuka dan bunga bermekaran dengan indah. Kupu-kupu masuk ke Ruang Yui di mana Yui berbaring.
Yui berbicara kepada Zen indahnya suasana di istana pangeran dan di rumah sakit pangeran.
"Wah, di istana ku hanya ada jenis ikan saja. Tidak ada jenis kupu-kupu di laut, dan tidak ada Burung dan Bunga yang indah di laut." Yui terpesona dengan suasana di kerajaan langit.
"Di sini berbagai macam tanaman dan hewan, beda di laut."
"Aku terkejut waktu dulu aku menghadiri acara istana sihir, pemandangannya indah dan waktu itu aku begitu menikmati di istana sihir."
"Itulah namanya istana sihir, sangat indah dan perlengkapannya sangat komplit mulai dari kesehatan sampai perekonomian." Pangeran memperjelas mengapa Istananya begitu indah dan modern, karena istana sihir adalah kerajaan yang modern dan berkelas atas.
Pa-Pa-Pangeran!?. Yui tiba-tiba sesak napas dan sakit dadanya. Pangeran bergegas memberikan Obat herbal ke dada Yui dan meminumkannya supaya kekasihnya sehat dan rencana pernikahannya bisa di percepat.
"Ayo di minum dan obat separonya akan ku berikan ke bagian dadamu dan perutmu." Pangeran menyuapkan Yui obat herbal dan memanggil Dayang Mei untuk memberikan obat itu ke dada Yui serta mendandani Yui.
Dayang, tolong oleskan obat ini ke dada dan perut Yui. Jangan lupa dandankan Putri Yui dengan anggun. Dayang Mei bergegas menyuruh Yui ke kamar mandi untuk memberikan obat di dada dan perut Yui, serta mendandani Putri Yui.
You are beautifully, The Glorius prinsess. I alway make you happy and beautiful.
Dayang Mei mendandani Yui dengan cantik dan membuat putri yui sangat anggun. Yui bersiap keluar ruang dengan kursi roda. Sementara Pangeran dan yang lain sudah menunggu di luar ruangan Yui. Miia sudah berpakaian anggun untuk memulai press dengan wartawan laut dan wartawan sihir sudah menunggu di ruang rapat di rumah sakit.
"Pangeran, bagaimana penampilanku." Yui keluar dari ruang tidur di rumah sakitnya, Semua mata terpana karena Yui keluar dari ruang perawatan. Sang adik langsung bergurau dan berkata pada Putri Yui dan Zen.
"Wah, ini kakak tercintaku yang selama ini menghilang dari laut. Kakak selalu berpakaian Tomboy jadi aku tidak mengenal kakak dan menganggap kakak bukan kakak istimewaku."
Miia mendorong kursi rodanya sendiri dan menyuruh Pangeran Zen segera mendorong Putri Yui ke ruang rapat. Ratu dan Raja laut sudah menunggu di ruang rapat bersama Ratu dan Raja sihir. Yui memasuki ruang rapat bersama adiknya dan pangeran Zen. Pangeran Zen memberikan pengumuman bahwa besok adalah hari H pernikahannya dengan Putri Yui.
"Pengumuman Besok Saya dan Putri Yui akan segera menikah, di karenakan Kondisi Putri Yui yang sedang sakit parah dan Saya ingin menikahi Kekasih Yui sebelum dia meninggalkan ku selamanya." Statement Pangeran sihir begitu membuat semua orang terkejut karena Zen mengumumkan dengan air mata yang mengalir. Wartawan menanyakan acara pernikahannya di selenggarakan di laut atau di kerajaan sihir.
"Pangeran, Acara pernikahan akan di adakan di kediaman Putri Yui atau di kediaman Pangeran Zen?". Putri Yui melihat pangeran Zen yang menangis tidak tega melihat kekasihnya bersedih lagi, ia langsung menjawab pertanyaan wartawan walau keadaannya masih lemah dan sakit.
"Acaranya akan di adakan di Kediaman Pangeran Zen, Saya akan meninap di istana Pangeran Zen untuk acara besok." Putri Yui menjawab pertanyaan dari wartawan, dia gemetaran tangannya. Pangeran langsung memeluk dan mencium Yui supaya tidak gugup dan sesak napas. Suasana makin romantis, sedangkan di kediaman Sepupu Raja sihir Sang Putri dan anaknya sedang menonton berita di TV.
"Mamah, hiks...Hiks... ini tidak adil bagiku. Ini tidak akan ku biarkan akan aku bunuh kamu Putri Yui. Kamu membuatku hancur." Putri sihir Zasko marah dan memanas, emosinya meluap dia tidak sudi Zen menikah dengan Yui dari kerajaan laut. Tiba-tiba Putri Zeli menapar anak kesayangannya.
Plakkkk...
Putri Zeli menapar anaknya dan memarahinya. Anaknya tidak bisa menahan Emosi dan ceroboh dalam gegabah.
"Sudah ibu bilangkan, jangan gegabah. Baru saja kita dari hutan untuk bersembunyi dan mengobati lukamu. Sekarang kamu malah membuat masalah baru, kalau nanti kita tertangkap bisa di hukum mati." Ucap Putri Zeli yang kesal kepadanya anaknya, dia tiba-tiba menangis.
Putri Zasko berlutut pada Ibunya, dia menangis dan meminta maaf tidak akan mengulanginya lagi. Putri Zeli memaafkan anaknya, dia memeluk anaknya dan mengusap air mata anaknya.
"Sudahlah putriku, sekarang begini biar ibu yang akan mengurus urusan ini kamu tinggal memainkan perannya. Untuk merebut hati Ratu siska dan Raja Andres ibu akan memainkan peran yang sangat besar." Putri Zeli merencanakan sesuatu yang licik untuk membuat kerajaan Sihir dan Laut berperang.
Putri Zeli menyiapkan makanan untuk anaknya, ia berbicara dalam hati dengan penuh amarah. Bahwa dia tidak akan membuat Istana Laut dan Sihir menjadi aman.
Kurang ajar kau sepupuku, beraninya melukai anakku. Akan kubuat kalian menderita sesuai yang kau lakukan kepada anakku.
Sedangkan di rumah sakit, Putri Yui dan Adiknya di bawa ke Ruangnya untuk istirahat yang Cukup. Supaya acara pernikahan Zen dan Yui berjalan lancar, Yui dan adiknya tidur di kamar satu ruangan. Zen sedang berbincang di luar ruangan Yui, Yui dan Miia sedang tidur malamnya mereka akan ke istana sihir untuk menginap. Pangeran Zen menyiapkan persiapan ke istana Sihir, Yui dan Miia tertidur Pulas. Jam begitu cepat di ilayah sihir, sudah menunjukkan pukul 7 malam. Zen membangunkan Miia dan Yui untuk bersiap menuju istana sihir.
"Yui, Miia ayo bangun. Semua sudah menunggumu kalian di luar." Pangeran Zen menghidupkan lampu kamar rumah sakit.
"Udah Jam 7 malam ya, waktu di laut berbeda dengan Waktu di darat." Kata Miia yang heran kenapa begitu cepat waktu di laut dengan di darat.
"Miia, Ayo pakai jaketmu!. Kakak sudah siap." Yui menyuruh Miia bergegas dan menuju ke luar ruangan. Hari ini adalah persiapan pernikahan Yui dan Zen, Miia tersenyum bahagia. Karena saudara kembarnya menikah. Miia dan Yui lahir identik, jika Yui sakit Miia juga sakit. Jikka Yui sehat Miia juga sehat.
Raut wajah pangeran tampak bahagia juga ia mendorong kursi roda Yui dan Miia ke luar ruangan, di sana Yui dan Miia sudah di tunggu Ratu dan Raja laut serta Orang tuanya Zen jua sudah menunggu Zen. Kereta Terbang sudah berada di luar Rumah sakit istana. Yui dan Miia menuju kereta kencana, di dalam kereta kencana di sediakan kamar mandi untuk keluarga Duyung beristirahat.
Sedangkan anaknya putri Zeli dan Pangeran Hiu bertemu di taman sedang mengintip suasana di rumah sakit. Mereka bertabrakan, dan saling menyalahkan.
Bruuuuk...
Pangeran Hiu bertabrakan mantan pacarnya Zen.
"Aduh... Kamu kenapa sih menghalangi ku?" Kata Putri Zasko marah dengan Pangeran Hiu.
"Lah, Kamu kenapa di sini?. Aku ke sini buat mengintip Tunanganku Putri Yui." Pangeran Hiu bertanya balik kepada putri Zasko dan menjelaskan tujuannya datang ke sini.
"Aku juga sama Tujuannya, Oh Iya sampai lupa aku mau bicara apa?, Dengar Ya pangeran Hiu tunanganmu itu telah merebut kekasihku." Putri Zasko saling beradu mulut dengan Pangeran Hiu.
"Heh, bukannya Pacarmu itu ya yang memasuki daerah terlarang di negeriku. Dan merebut tunanganku." Pangeran Hiu berbalik menyalahkan Putri Zasko. Kereta Kencana yang di tumpangi Kerajaan duyung dan kerajaan sihir sudah terbang, sedangkan Putri Zasko dan Pangeran Hiu ketinggalan informasi yang ia kuping dari perbincangan Dayang dan Pengawal istana.
To Be Continued
