KHR © Amano Akira
Reboschool © RiikuAyaKaitani
Rate : T
Genre: Humor, Friendship
Chapter 9.5: OMAKE ~Bukan Tidur Biasa~
Warning: OOC parah, TYPOS! (gegara kebut-kebutan -?-)
ENJOY~~
Pagi yang cerah di Reboschool. Riuh persiapan festival mulai terlihat. Seperti biasanya, siswa asrama Arcobaleno akan bangun dan memulai rutinitas mandi berjamaah (?). Sambil menunggu giliran mandi, ada saja kegiatan yang mereka lakukan. Umumnya mengobrol atau mengobral *lirik tumpukan doujin*. Ada yang bermain game, poker, catur (?), dan monopoli (?). Maklum, anak Arcobaleno kalo mandi pake konser amal (?) segala sih di kamar mandi *dibunuh satu asrama*.
Nah, tidak terkecuali dua siswi yang juga menunggu giliran mandi. Di bahu mereka tersampir handuk berbagai warna. Mereka adalah Rii dan Rose. Handuk Rii gambarnya Rilakkuma karena dia suka sekali dengan hewan beruang jadi-jadian itu *dibogem Rilakkuma*. Sementara Rose gambar handuknya luPEDO. Oke, saya tidak bisa menjelaskan mahluk apa itu. pokoknya itu gambarnya Lupedo lagi di raep Xerxes *dikejarLupedo*.
"Nee, sebenarnya aku penasaran dengan sesuatu. Dan jujur saja, hal ini ingin kutanyakan berhari-hari yang lalu." Ucap Rii memainkan handuknya.
"Uww? Apaan?" Tanya Rose.
"Itu kan ceritanya asrama kita campur ya cewek cowok, apa ndak bahaya ya? Sapa tahu ada yang 'salah' tempat tidur." Ceplos Rii polos.
"Ah, tenang, itu ada kamera CeCeTePe nya kok~ Jadi yang ketawan 'salah' tempat dihajar langsung ama Papi Reborn plus Mami (?) G." jawab Rose enteng.
"Emang pernah kejadian?"
"KolKolKolKol (?)~~~ Kalo dihukum Reborn tidak pernah ada kasus. Kita kan alim-alim semua. Tapi…."
"TAPI?"
"Ahihihihihi~ Ada lagi cerita~ Ceritanya panjang lo~ mau denger?" Rii melirik antrian PMB (peserta mandi berjamaah) yang ternyata masih puanjang. Akhirnya Rii mengangguk antusias.
"OK~!"
Flashback on~
Cerita bermula dari tahun ajaran –entahkeberapa- anak-anak asrama Arcobaleno. Saat itu jumlah anak Arcobaleno masih 17, belom ketambahan tiga anak baru. Suatu malam, 17 anak ini kelelahan setelah menjalani hukuman menata buku perpustakaan yang jumlahnya oh-tidak-bisa-membayangkan.
"GILE! GEMPOR SUDAH TANGANKU!" keluh Cath memijit-mijit tangannya.
"Sumpah, itu Reborn-sensei tidak tanggung-tanggung." Timpal Su duduk melas (?) di atas karpet.
"Sebodo. Capek." Die ngeloyor tidur di kasurnya.
Eits, ternyata ada yang aneh. Jumlah anak yang seharusnya tujuh belas itu kurang! Di asrama hanya ada enam belas! Berarti ketinggalan seekor *dibunuh*.
SKIP!~
Malam sudah semakin larut. Jam sudah menunjukkan pukul satu lewat. Seekor (?) siswi berlari di koridor dan dengan hati-hati membuka pintu asrama takut membangungkan semua. Yup, seperti yang diduganya. Asrama begitu sunyi dan sepi mirip rumah author kalo penghuninya uda pada tidur *jder*.
Gadis itu adalah… MAWAAAAR! *duak*
Ehem…. Siswi itu adalah…. RST!
Gadis berkacamata itu mengendap-endap bak pencuri ulung. Dalam hati ia mengumpat-umpat halus (?) kepada sang sensei tercinta, ALAUDE!
Terima kasih atas jasa besarnya yang mengharuskan Rst buat membantu Alaude memeriksa ulangan siswa kelas VIII seantero Reboschool yang banyaknya bikin Marwan kehabisan pulsa *korban Iklan*. Dengan mata berkantung hasil begadang, Rst pun menjadi seperempat sadar.
Ia pun melangkahkan kaki menaiki tangga demi mencapai tempat tidur tercintanya. Meski menyumpah-serapah Alaude biar kawin ama Daemon, dalem hati ia bahagia karena bisa berduaan dengan bias-nya itu.
Rst pun dengan gontai menghitung urutan tempat tidur. Tepat dalam hitungan ketiga belas (yang diyakininya sebagai kasur ketiga belas) ia pun dengan membabi buta nemplok di atasnya tanpa tahu ada pemilik asli yang sudah meniduri (?) kasur tersebut. Rst nyempil dengan indahnya di sebelah 'owner' tempat tidur. Padahal kasur sebelumnya kosong.
PAGINYA
"pssst, jangan sampe bangun! Cepetan poto!" bisik Hibalicious sambil nyenggol-nyenggol Mar.
"EH! Diem lu! Ane juga tahu! Pan ane juga yang nemu dua kucrut ini tidur pose yaoi begini!" sergah Mar mencoba berkonsentrasi mengabadikan momen ter'INDAH' itu.
"Haiissshhh anak dua ngapain sih?" Arisu pun berkicau melihat dua temannya sedang melakukan 'sesuatu' yang 'mencurigakan'.
"HEEBEBBBBHH!" dengan indahnya Arisu dibekep oleh Magi. Arisu menoleh ke arah Magi yang ada di belakangnya. Magi mengisyaratkan Arisu untuk diam.
"Dieeemm project bagus tauk!" bisiknya. Arisu Cuma angguk-angguk.
"Tukkk waaaakkk-"
'JPREEEEETT!'
"YATTA! DAPET!" Shiki yang entah muncul darimana melompat girang saat Mar mendapat apa yang mereka mau.
"BUJUUGG! KAGET!" seru Magi yang berada di depan Shiki (tadinya).
.
.
.
"Nnnnn~~"
'KRIK'
.
.
.
Sontak lima anak yang tadi sempet ribut freeze sejenak. Mereka melirik dua orang yang tidur bersama itu dengan waspada, takut mereka bangun dan menyadari Mar telah mengabadikan momen indah tersebut. Ternyata Rst Cuma ngulet terus nyempil lagi sambil peluk-peluk someone like youyang jadi 'guling'nya.
"Elu sih berisik." Ren yang barusan selese mandi nyubit perut Shiki.
"Adededededehhh!" Shiki lompat-lompat kabur dari Ren.
"Lha? Ini anak satu panti asuhan tahu rencana licik kalian?" tanya Arisu. Mar tetep asyik moto-moto para 'korban' dengan muka Sukebe (muka er-o) *digencet*.
"Ho oh. Kita kan kompak." Yang jawab malah Ren. Arisu gigit sapu tangan.
"J, jahat, aku aku aku ditinggalin. Aku dak dikasik TAHU! Mesti dikasiknya TEMPE!" Arisu nangis kejer-kejer meninggalkan para seme-uke (?).
"Babay Aishhu~" ucap para semeuke tidak berbakti tersebut (?).
Mar cepet-cepet bangun dari posisinnya dan lompat turun ke lante satu *maklum, ninja*. Dia pun lari-lari ke arah Su, Shara, Cielo, dan Quan yang jejer-jejer wi fi'an di depan leptop Su. Tangan Mar ngangkat tinggi-tinggi menunjukkan kamera pocket milik Su.
"OI! DAPET!" seru Mar dengan wajah sumingrah.
"OH YES!" seru Shara ngangkat bogemnya tinggi-tinggi tanda bahagia.
"LU JENIUS!" timpal Cielo.
"LU NAMBER WANNN!" yang ini Su.
"LU BELOM BAYAR UTANG!" oke, Ini Quan.
"Eh Nona Quan yang baik ati, tidak sombong, pandai menabung, dan membantu Ibu, itu utang Doujin XS NC-21 ntar-ntar aja ane ganti deh ^^V" Mar langsung berubah jadi penggombal hati *duesh*.
"Udah banyak cincong! Cepet back-up keburu si korban bangun!" peringat Shara.
Dengan kecepatan cahaya, Su pun mem'back-up foto-foto nista berikut ke dalam beberapa media. Ke seluruh hape, laptop, iPad, iPod, USB, Micro SD, kamera anak senatero asrama. Biar aman gitu. Tapi buat nge-share ke fesbuk, twitter, blog, tumblr, yutub (?), mai spes, KAsKUS, mereka masih sayang nyawa kok. Soalnya tar kalo si korban bangun dan menemukan foto-foto berikut di sebar, ha ha ha tamatlah hidup mereka.
"Eh? Foto itu? Ndak di Share di social network?" tanya Knight yang baru aja keluar dari kamar mandi (Background: Magi, Hibalicious, dan Arisu rebutan kamar mandi).
"Ndak, masih sayang doujin." Jawab Su, Shara, dan Quan bebarengan, plus muka datar (Background: Cath nelusup masuk ke kamar mandi).
"…" Knight Cuma diem seribu bahasa (Backround: Cath diseret-seret sama anak tiga, Cath pun teriak-teriak).
"HERAN DEH! KAMAR MANDI ADA EMPAT JUGA! NGANTRI YANG BENER!" Knight yang senewen pun akhirnya teriak ngamuk.
.
.
.
.
Beberapa detik kemudian *jder*
.
.
"OYASHAAA! Uda selese!" seru Su.
"Apaan sih pada rame-rame?" tanya Erizu ngeringin rambutnya (Backround: Magi langsung masuk ke kamar mandi bekas Erizu, dan dengan damai mandi di sana)
"Aih, yang tadi itu lho Riz~~" Jawab Mar senggol-senggol perut Erizu.
"OHO~~ Mana keitai-ku?"
"Silahkan~" Shara pun berubah jadi petugas konter hape. Ia pun memberikan hape EXX milik Rizu.
.
.
.
.
"Hoamh…." Rst ngulet kecil sambil mangap-mangap *menguap maksudnya*.
.
.
.
.
Flashback Off
.
.
.
"TERUS?" Rii nyubit-nyubit Rose ndak sabar.
Rose malah ngacir ke kamar mandi. Dan terjadilah perang antara Magi, Arisu, Su, Shara, dan Rose. Yak, dengan kekuatan kedipan ala Ivankov -OnePiece- Rose berhasil membuat keempat penantangnya klepek-klepek karena tidak kuat menahan pesona (?) bulu mata anak didik Ivankov *disumbat*.
"EEH? ROSEEE!" Rii berteriak tidak terima. Dia pun ngambek. Bibirnya maju beberapa senti, pipinya nggembung tanda nahan amukan. Tanganya dilipet kedepan dan kakinya diayun-ayunkan.
"Rii jangan gitu. Tar aku panggil Ahiru (bebek) lho." Ucap Pikkachu sambil menyisir rambut pendeknya.
"Biarin dibilang Ahiru! Biar kayak mami UruPAha!" balas Rii membuang muka.
"Rii kenapa sih?" Rou nimbrung sembari pinjem sisir khusus keramas punya Pikkachu.
"Ke'datangan' 'TAMU' kali?" Toona nyempil dan nemplok di bahu Pikkachu.
"…"
"Ngambek dia gegara ndak dikasi tau soal foto nista 'itu'." Knight yang muncul bagai sadako-pun nowel-nowel pipi Rii biar kempes.
"…." Rii tetep diem.
"Yelah, masalah itu? Su banyak potonya." Ucap Pikkachu.
"MANA?" Rii berubah seratus delapan puluh derajad.
"Eh? Yang udah di cetak minta Erizu aja." Pikkachu nunjuk Erizu yang baru selese keluar dari Ka eM.
"ZUU!" panggil Rii berlutut, meyuk-meyuk kaki Eri.
"HIIIIH! APAAN NEH?" Erizu mernding disko.
"Minta poto laknatnya eR eS Te." Erizu pun tingak-tinguk dan menyeret Rii yang masih setia nemplok di kaki. Setelah dikiranya aman, Erizu membuka album poto hasil jepretan Mar dan Su yang selalu bangun paling awal. Hebat ya? Sampe punya tiga album lo mereka.
"Nih."
"…"
"…"
"PFFTTTT HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKKAAK!" Rii ngakak sejadi-jadinya (Background: Rose misuh-misuh di kamar mandi).
Rst yang kebetulan lewat, ngerasa ngga enak dan menghampiri Rii yang (kayanya) obat penenangnya abis.
"R, Rii ndak papa kah?" Rst melambai-lambaikan tangannya di depan kepala Rii.
"HUAKAKAKAKAKKAKAKAK." Rii tetep aja ngakak. Malah sekarang jatoh lemes gelundungan ngakak di lantai. Rst yang penasaran pun mengambil foto yang ada di tangan Rii.
"…."
"EH SIAL INI SIAPA YANG NGAMBIL POTO INI? NGAKU LO SEMUAAAAAA! ROOOORRR!"
Dan Rst pun ngamuk di tempat.
.
.
.
.
Flashback On
.
.
.
Rst pun ngulet-ngulet sambil mangap-mangap di kasur. Dia menoleh ke sana kemari sambil mengucek matanya. Efek berduaan sama papi Alaude memang dahsyat. Ia masih tidak sadar kalau ia tidak berada di kasurnya.
"Ohayou minn- !"
Dan ia pun mendapati Rose lagi teler di sebelahnya. Sebelum dijelaskan oleh Quan, Rst sempet ngamuk di TKP, mengira Rose salah tempat. Rst hanya bisa mangut-mangut dengan muka merah karena dialah yang salah kasur.
'Memang efek bersama papi Alaude itu dahsyat'
.
.
.
OWARI~
PS::
Itu foto isinya Rose ama Rst lagi peyukan mesraaaaahhh *dibunuh*
