Fanfiction dot NET

Naruto kepunyaan Om Kishi


"Rate MA - Mature Adult"

2013 Akhir, Hinata 19 tahun

Permasalahan Hinata dengan Naruto selesai. Keduanya tak ingin memperpanjang masalah. Naruto tak mau hanya karena FFn, hubungannya dengan Hinata jadi renggang. Naruto berusaha mengerti kalau Hinata masih ingin di FFn dan tak keberatan jika pacarnya itu selalu membahas FFn.

Muncul masalah baru yang kali ini datang dari pihak FFn sendiri.

"Saat masih di FFn, apa kamu suka baca lemon, Naruto?" tanya Hinata.

Dalam gerakan lambat, Naruto menoleh kepada Hinata yang sedang bersandar di pundaknya. Mereka berdua sedang duduk santai di sofa tempat karoke. Sudah hampir sejam mereka di sana. Sudah banyak lagu yang mereka nyanyikan. Kini mereka sedang istirahat sambil menunggu waktu habis.

Kening Naruto berkerut karena bingung. "Kenapa kamu tanya itu?" tanya Naruto, kaget juga mendengar Hinata bertanya itu. Bagaimana tidak kaget? Setelah setahun berpacaran, Naruto tahu Hinata bukan orang yang vulgar. Kenapa sekarang menanyakan lemon (cerita seks)?

Naruto memperhatikan Hinata yang masih saja bersandar manja. Tak terlihat kalau ia akan menjawab. Naruto pastikan kalau harus dirinya yang menjawab duluan. Ia mengambil kentang goreng di meja dan memakannya.

"Suka," jawab Naruto cuek dengan mulut yang sedang mengunyah kentang.

Hinata menatap Naruto tajam sambil menjauh.

"Kenapa? Itu tandanya aku normal."

Naruto masih saja tersenyum cuek. Ia malah menarik pundak Hinata agar ia tetap dekat dengannya. Ia yakinkan Hinata kalau dirinya tak akan macam-macam pada kekasih yang sangat disayanginya. Tatapan tajam Hinata perlahan melembut karena sikap Naruto, ia tahu kalau Naruto tak akan macam-macam padanya. Satu hal yang disesalkan Hinata, saat seorang laki-laki mengatakan ia suka lemon maka akan terdengar normal. Bandingkan dengan seorang perempuan yang terang-terangan bilang suka lemon. Apa kata dunia?

"Jika sekarang masih di FFn, maka kamu akan kecewa," ujar Hinata.

"Memangnya ada apa di FFn sekarang?"

"Fiksi rate M dihapus oleh FFn secara masal. Tanpa peringatan dan tanpa pemberitahuan."


Kali ini Naruto antusias mendengarkan Hinata, bukan karena takut dijuteki lagi, tapi memang karena pembahasan rate M menarik baginya. Sementara dirinya sudah lama tak mengakses FFn jadi tak tahu perkembangannya jika tidak diberi tahu Hinata.

"Ini jadi berita bagus. Dari dulu aku tak suka rate M," lanjut Hinata sinis.

"Sebegitu bencinyakah kamu pada fiksi rate M? Memangnya kamu tak pernah membaca fiksi rate M?" tanya Naruto penasaran.

Hinata terkesiap saat ditanya itu. Ia menegakkan badannya dan menatap lurus ke arah LCD.

"Saat jadi concriter aku membaca beberapa fiksi rate M, tapi menilai sisi penulisannya saja," jawab Hinata menahan malu. Beruntung cahaya lampu yang tak terlalu terang bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.

Naruto mengerti rasa malu Hinata. Saat Naruto masih bergabung di FFn, Naruto tak pernah mengumbar-umbar kalau dirinya sering membaca rate M. Terkadang Naruto risih juga kalau membaca adegan lemon yang isinya karakter di bawah umur, lebih parah lagi kalau yang menulisnya ternyata masih di bawah umur.

'Aduh tong…. Kencing aja belum lurus, udah nulis lemon,' batin Naruto saat itu.

Lama-kelamaan Naruto mulai sadar kalau ketertarikan membaca lemon muncul saat usia remaja. Seiring berjalannya waktu, ia jarang membacanya. Lalu berhenti total bersamaan dengan keluarnya ia dari FFn. Saat kau dewasa kau akan mulai sadar kalau membaca lemon itu tidak ada gunanya. Justru malah merusak fungsi otak jika dilakukan terus-menerus.

Naruto ikut menegakkan badannya. Ia merasa ada yang perlu dijelaskan kepada pacarnya itu. Naruto mengambil smartphone-nya lalu mengakses FFn. Tanpa diduga FFn tak bisa diakses.

"FFn sedang tak bisa diakses ya?" tanya Naruto sambil menunjukkan smartphone-nya.

"Oh, aku lupa bilang kalau beberapa provider seluler Indonesia juga memblok situs FFn. Itu terjadi hampir bersamaan dengan penghapusan masal fiksi rate M."

"Dua tahun lalu masih bisa di buka menggunakan provider ini. Padahal aku ingin menunjukkan fiksi favoritku."

"Pakai HP-ku. Itu sudah pakai proxy dan DNS sehingga bisa mengakses FFn."

Tanpa bertanya pun Naruto sudah tahu pasti Hinata bisa memakai proxy dan DNS diajari oleh kakaknya, Neji. Menembus blokade provider pasti jadi hal yang sangat mudah bagi programmer.

"Baca ini. Fiksi favoritku," kata Naruto. Ia menunjukkan sebuah halaman fiksi FFn.

"Rate M? Lemon! Aku tak mau baca!"

Naruto tersenyum. "Sudah kuduga. Sejak awal kamu selalu menyamaratakan semua fiksi rate M. Tak semua fiksi rate M mengandung lemon. Justru lemon adalah bentuk pelanggaran seorang penulis. Lemon tak seharusnya ada di rate M, bahkan tak seharusnya ada di FFn."

Kata-kata Naruto terpotong oleh tanda berakhirnya waktu karoke.

"Don't judge book by it's cover. Ayo pulang! Jangan lupa baca fiksi favoritku di rumah," lanjut Naruto.

Mereka berdua akhirnya pulang.

Hinata memberanikan diri membaca fiksi yang direkomendasikan Naruto. Saat selesai membaca 1 chapter, ternyata isinya menarik!

Hinata tak sabar untuk mengabari Naruto sehingga ia meneleponnya malam itu.

"Aku suka fiksi rate M yang kamu rekomendasikan."

"Sudah kubilang, itu fiksi bagus makanya jadi favoritku. Cerita yang komplekslah yang menjadikan rate fiksi itu M, bukan lemon."

"Hu'um. Kupikir tak akan menarik karena favs-nya sedikit."

"Kan kamu tahu sendiri, sekarang favs sudah tidak bisa jadi patokan. Rate M yang favs-nya dan review-nya banyak itu justru berisi lemon."

"Ya, aku mengerti," jawab Hinata ceria.

Sejak pertama mengenal Naruto, Hinata selalu kagum pada kemampuan Naruto dalam menilai suatu masalah. Naruto selalu bisa menilai suatu masalah dari sisi putih, sisi positif. Sementara Hinata selalu terburu-buru menyimpulkan masalah sehingga menilai dari sisi hitam, sisi negatif.

"Aku belum tahu cerita lengkap tentang penghapusan fiksi rate M di FFn. Ayo lanjutkan ceritamu. Apa yang selama setahun ini kulewatkan di FFn?"

"Baiklah." Hinata akhirnya mulai bercerita.

Penghapusan fiksi rate M sebenarnya dimulai sejak tahun lalu di arsip bahasa Inggris. Tapi baru terasa di arsip bahasa Indonesia tahun 2013. Hinata tahu masalah ini minggu lalu, saat para penulis bercerita padanya kalau fiksi mereka hilang. Hinata juga diajak bergabung mengirim semacam petisi untuk menolak penghapusan fiksi rate M.

Karena kini Hinata sudah tahu 2 sisi berbeda dari fiksi rate M, maka Hinata akan mengelompokkan ke dalam sisi hitam dan putih.

Yang pertama adalah sisi putih, yaitu rate M yang memiliki cerita rumit. Penulis memasang rate M karena memang cerita yang disajikan kompleks. Dikhawatirkan anak usia 16 tahun ke bawah akan kesulitan mengikuti ceritanya. Biasanya fiksi jenis ini disajikan dengan atau tanpa adegan seksual (implisit) dan kekerasan. Fiksi jenis ini tak ada masalah. Hinata pun jadi suka setelah direkomendasikan Naruto.

Yang kedua adalah sisi hitam, yaitu rate M yang isinya lemon. Pengertian lemon itu sendiri adalah cerita seks eksplisit. Eksplisit artinya jelas, detil, dan digambarkan secara vulgar. Berasal dari kata dalam bahasa Jepang yang berarti sexy. Diambil juga dari kartun porno berjudul Cream Lemon. Fiksi lemon ada berbagai tingkatan. Dari sekedar fiksi rate M yang diselipi separagraf lemon, sampai yang semua isinya hanya berisi lemon (adegan seksual) dari awal sampai akhir. Tingkatan terakhir itu biasanya tanpa plot sehingga disebut PWP yang artinya Porn Without Plot atau Plot? What Plot?

"Fiksi jenis kedua inilah yang dihapus secara masal dari FFn," kata Hinata.

Seluruh penulis di penjuru dunia panik karena karya mereka terancam dihapus dari database FFn, khususnya fiksi rate M yang mengandung lemon. Sebagian dari mereka bahkan fiksinya dihapus tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Hilang begitu saja.

Penulis dan pembaca lemon di Indonesia ikut panik. Mereka melakukan berbagai cara untuk melindungi fiksi mereka. Mulai dari menulis warning di summary jika fiksi mereka mengandung lemon, menurunkan rate jadi T, bahkan membuat petisi yang ditujukan kepada administrator FFn.

Kala itu, administrator FFn seolah-olah jadi peran antagonis yang selalu dicap salah oleh pencinta lemon. Mereka dituduh membatasi kreatifitas penulis dan seenaknya menyia-nyiakan kerja keras penulis dengan menghapus fiksi penulis.

Hinata tak yakin akan rumor tersebut dan memutuskan masuk ke forum FFn English untuk mencari kebenarannya.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Setelah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, Hinata mendapatkan suatu kesimpulan. Administrator FFn tak sepenuhnya salah.

Faktanya adalah penulis yang salah…


Rumor selalu saja terdengar berlebihan, melebihi kenyataan yang terjadi. Dari informasi yang Hinata dapatkan, FFn tidak membersihkan rate M tanpa alasan. Administrator hanya menghapus fiksi-fiksi yang melanggar aturan, khususnya aturan pemakaian rate. Sayangnya, yang melanggar aturan tersebut sangat banyak sehingga penghapusan fiksinya pun banyak. Jumlah yang banyak itulah yang membuat penghapusan ini terjadi secara masal.

Rate M banyak yang dihapus karena di dalamnya ada lemon. Ternyata lemon itu rate-nya MA alias Mature Adult.

Lalu apa bedanya rate M dan MA?

Rate M ditujukan untuk pembaca 16 tahun ke atas, mengandung tema-tema dewasa tapi tidak eksplisit, hal-hal yang mengacu ke kekerasan dan bahasa yang kasar.

Sedangkan rate MA ditujukan untuk pembaca berusia 18 tahun ke atas, boleh mengandung unsur kekerasan maupun seksual secara eksplisit serta penjelasan mendetil mengenai tema-tema dewasa seperti mafia, prostitusi, narkoba, dan lain-lain.

Jadi jika adegan seksual (lemon), pembunuhan, gore, pokoknya adegan dewasa yang diceritakan prosesnya, deskripsinya, dan kondisinya secara detail, maka itu termasuk rate MA.

Rate MA itu dilarang di FFn.

Penulis menganggap rate M itu adalah tingkatan tertinggi dalam rate sebuah fiksi, padahal sebenarnya MA yang tertinggi (yang bahkan tak ada di opsi rate FFn). Ini seharusnya tak jadi hal yang mengejutkan karena sebenarnya pelarangan rate MA ada di ToS dan Guidelines, hal yang penulis setujui saat membuat akun. Bahkan guidelines muncul saat akan membuat fiksi baru. Jika penulis tak tahu, berarti setiap dia membuat fiksi baru, dia hanya memilih 'Agree' tanpa membaca aturannya. Sejak tahun 2006, FFn tak pernah menyembunyikan fakta kalau rate MA dilarang dari siapa pun.

Jadi salahkah jika administrator menghapus fiksi yang melanggar aturan?

Tidak.

Itu sepenuhnya kesalahan penulis yang tak pernah membaca aturan.

FFn adalah situs layanan gratis yang pendapatannya bersumber dari donatur dan iklan. FFn ingin menjadikan situs ini aman bagi anak-anak agar trafik ke situs ini banyak. Dengan trafik yang banyak, maka akan banyak perusahaan yang mau memasang iklannya. Pengunjung harus mengerti kalau mengelola sebuah situs itu tidak murah dan tidak mudah. Perlu biaya untuk membuat server, perawatan berkala, dan menggaji pegawai.

Hingga tahun 2013 banyak pihak yang melaporkan situs FFn sebagai situs dewasa, bahkan beberapa provider seluler lokal Indonesia memblok halaman FFn sehingga tidak bisa diakses. Otomatis ini mengurangi trafik. Perlahan FFn dicap jadi website yang mengandung pornografi gara-gara kelakuan penulis lemon yang melanggar aturan. Administrator berusaha mengembalikan citra baik FFn dengan menghapus fiksi yang mengandung lemon (konten MA). Bukan melihat rate saja, tapi melakukan scan langsung ke isi fiksi dengan sebuah script program untuk mencari kata-kata vulgar. Itulah alasannya, lemon yang diubah rate-nya jadi T akan tetap dihapus. Apapun rate yang dipasang si penulis, selama itu mengandung konten MA maka fiksi akan tetap dihapus.

FFn hanya membatasi rate sampai M (16 tahun). FFn sadar akan kekecewaan penulis rate MA sehingga pihaknya sempat terang-terangan menyarankan pecinta rate MA untuk pindah ke LiveJournal, Archive of Our Own, Dreamwidth, dan lain-lain. Penulis yang menginginkan kebebasan akhirnya berbondong-bondong keluar dari FFn.


Penghapusan fiksi rate M di FNI tak sefatal di arsip bahasa Inggris. Mungkin karena script yang dibuat hanya mendeteksi tulisan bahasa Inggris. Tapi secara kuantitas, tetap saja banyak fiksi rate M di FNI yang dihapus. Ini jadi penyebab lain berkurangnya penulis hebat di FFn karena sebagian dari mereka merasa kurang 'puas' jika fiksi mereka tak disisipi adegan lemon. Mereka bilang rate M tanpa lemon itu bagai sayur tanpa garam. Padahal secara tak sadar tindakan mereka itu jadi menaikkan rate M menjadi rate MA.

Namun kenyataannya, penulis yang nekat melanggar aturan juga banyak. Harusnya Hinata senang melihat ini karena penulis FFn ada yang bertahan, tapi hatinya berubah kecewa karena yang bertahan itu justru yang egonya tinggi-tinggi.

Hinata sudah berjanji kepada Neji untuk tetap berusaha, jadi ia tetap memberikan concrit. Kali ini sebut saja penulis yang diberi concrit namanya Connie, seorang penulis lemon.

"Halo Connie. Kamu sudah menulis 3 fiksi, jadi setidaknya kamu harusnya sudah membaca 4 kali aturan rate. Tapi kenapa masih melanggar? Saya akan memberi tahu aturan rate-nya nih:

K: Dimaksudkan untuk pembaca umum di atas lima tahun. Harus bebas dari kekerasan, bahasa kasar, dan tema dewasa.

K(plus): Sesuai untuk pembaca umur sembilan tahun ke atas, boleh mengandung sedikit kekerasan yang tidak menimbulkan cedera serius dan bahasa yang sedikit kasar tetapi tidak boleh mengandung tema dewasa.

T: Untuk pembaca remaja 13 tahun ke atas, dapat mengandung sedikit kekerasan, bahasa yang agak kasar, dan sedikit menjurus ke tema dewasa.

M: Untuk pembaca 16 tahun ke atas, mengandung tema-tema dewasa tapi tidak eksplisit, hal-hal yang mengacu ke kekerasan dan bahasa yang kasar.

Sedangkan yang kamu tulis itu rate MA. MA (Mature Adult, tidak diizinkan di FFn): karya yang ditujukan untuk pembaca berusia 18 tahun ke atas, boleh mengandung unsur kekerasan maupun seksual secara eksplisit serta penjelasan mendetil mengenai tema-tema dewasa seperti mafia, prostitusi, narkoba, dan lain-lain," jelas Hinata panjang lebar.

Connie menjawab. "Menurutku adegan di fiksiku tidak vulgar, masih termasuk rate M."

Hinata, yang belakangan ini sering jadi flamer dadakan gara-gara kesal kepada penulis, akhirnya masuk ke 'mode api' dan menjawab.

"Situ punya 3 fic rate M yang isinya cuman 'oh yes, oh no'. Itu jelas bukan rate M, itu MA! Itu adegan ekspilisit! Itu lemon! Beruntung bahasanya Indonesia jadi ga dihapus sama FFn. Kenapa sih harus rate MA? Memangnya ga bisa menulis rate K sampai M yang menarik?"

"Katanya unleash your imagination. Kalo gitu FFn membatasi imajinasiku! Terserah aku mau nulis apa!"

"Kau ini numpang di sini. Kau beri saja donasi ke FFn 1 miliar per bulan kalau ingin FFn berjalan sesuai keinginanmu. Kalau tak suka aturan FFn, lebih baik kau keluar saja dari FFn. Buat blog gratis dan buat lemon di sana sesukamu."

"Ah, yang lain juga banyak yang bikin lemon. Lihat saja di arsip bahasa Indonesia, review-nya banyak, banyak yang suka."

"Yang salah kok diikuti. Mayoritas tak selamanya benar. Kau bisanya hanya ikut-ikutan. Sekarang kutanya, jika kebanyakan orang terjun ke jurang, apa kau ikut juga? Tidak 'kan? Lakukanlah hal yang benar meskipun itu melawan arus."

Connie tak menjawab lagi setelah itu. Hinata hanya bisa mengelus dada.

Hinata tak suka pada orang yang koar-koar tanpa tahu fakta sebenarnya. Hinata sudah bertanya kepada Neji, katanya membangun server itu tak mudah. Butuh biaya puluhan hingga ratusan juta untuk membangunnya, ditambah lagi biaya per bulan untuk perawatannya. Apalagi jika terjadi kerusakan. Belum termasuk menggaji administrator, teknisi hardware, programmer web, support, dan karyawan lainnya.

Seharusnya pengunjung FFn bersyukur diberi fasilitas gratis. Jangan sudah dikasih gratis, masih tak mematuhi aturan dan protes.


Naruto tersenyum saat Hinata bercerita panjang dalam telepon. Tak disangka FFn makin 'panas' pasca kepergiannya. Bahkan administrator FFn sampai turun tangan begitu. Namun di sisi lain Naruto salut pada kegigihan Hinata dalam memperjuangkan hal yang benar. Hinata pasti sering menghadapi penulis seperti Connie.

"Naruto, kamu masih di sana?" tanya Hinata, menyadari kalau Naruto dari tadi diam saja.

"Ya. Aku hanya kagum pada kegigihanmu. Aku jadi malu karena dulu sempat mengajakmu untuk keluar dari FFn."

"Tidak apa-apa," jawab Hinata sambil tersenyum.

"Ini tak akan menghentikan langkahmu 'kan?"

"Tentu tidak. Kesabaranku memang sudah memuncak, tapi belum mencapai batas tertingginya. Aku masih semangat! Hehe."

"That's my girl!"

Senyum Hinata makin lebar. Meskipun Naruto tak lagi membantunya mengubah FNI, tapi setidaknya sekarang Naruto mendukungnya. Obrolan tengah malam mereka terus berlanjut dengan topik yang silih berganti seolah tak ada yang ingin mengakhiri.

Penghapusan masal fiksi rate M berhenti di akhir tahun 2013 tanpa sebab yang diketahui Hinata. Mungkin mereka lelah? Mungkin mereka capek? Entahlah. Kabar baiknya penulis tak lagi dihantui ketakutan kalau fiksinya akan dihapus. Kabar buruknya, fiksi lemon makin banyak.

FFn kini jadi jelek di mata masyarakat. Salah satu situs berita lokal bahkan pernah membuat artikel kalau FFn adalah situs porno. Jadi, jika provider telepon seluler kalian memblok FFn, salahkanlah para penulis lemon di luar sana.

Bersambung


Pecinta lemon pasti kesal sama chapter ini. Ini persembahan Yami/Hinata agar FFn lebih baik. Semua pembahasan adalah fakta. Bukti:

1 Forum FFn tentang penghapusan rate M.

Alamat: www dot fanfiction dot net/topic/20103/65951028/fanfiction-net-are-deleting-M-rated-stories

2 Pornografi merusak otak.

Alamat: www dot memobee dot com/pornografi-merusak-jaringan-sel-dan-otak-lebih-parah-dari-kokain-2377-eij dot html

3 Anak di bawah umur menulis lemon & respon komentator terhadap hal itu: Youtube

4 FFn dianggap situs porno: Detik dot com

Nomor 3 & 4 alamatnya ga saya cantumkan karena berisi adegan yaoi dan dewasa. PM kalo mau.

Bales review:

Rama Dewanagari: Iridescent! Thx! Uzu-AI: 2-3rb/chap. DarkNARUTO: tema mirip = ga menarik.

XXXXX: jml pembaca (sepertinya) seimbang cewek-cowok. Penulis lbh banyak cewek. Cewek lbh suka romance-drama, cowok action-adventure.

Akira renmei, Uzumaki 21, Akhyar Oruchimaru, Blue-Temple of The King, Yukihana Nokawa: thx review-nya.

Dark Namikaze Ryu: godlike dijadikan self insertion. Penulis puas jika Naruto kuat, berasa dirinya hebat. Riekincchan: flamer cuekin aja.

Tsumehaza-Arief: AN ttp melanggar. Chap ini menyudutkan, tp yg disudutkan itu yg salah. Gomen, g nerima request, fiksi ini udah direncanakan dan fix.

Charlenette: Maklum. Banyak penyebab discontinued, misalnya urusan di RL, Writer Block, draft udah ada pun kadang sulit untuk dikembangkan.

Romijuniawan: terdetail ke 1 & 2 apa? Dragon Hiperaktif: Panggil 'Yami', membuat kita dekat :)

Soputan: Itulah yang sulit, membuat fiksi godlike yang menarik.

Ikanatsu: Penulis sekarang kasar2, jd kepancing emosi. Wah kebetulan sekali lemon dibahas.

Mei: Saya Yami, bukan Yume/Yumi. Hehe. Plagiarism udah, termasuk entri yg tak diizinkan poin ke 3. Concriter boleh siapa saja.

Hanami Akako dan Y: Rate M yaoi dari pertama FNI lahir juga udah ada. Coba setting rating all & sort by published, klik halaman terakhir. Jreng-jreng, slash/yaoi adalah tipe fiksi yang pertama hadir di FNI.

Guest: Yup, seiring bertambah umur selera berubah. Penulis yg ga mau dikritik adalah bentuk sikap remaja yang masih labil/merasa selalu benar.

Akai Sora13: Pair CharacterXReaders dilarang, melanggar poin ke 4 guidelines, karakter nonfiksi.

Li Chylee: Thx koreksinya. MST jarang saya temuin jd bingung. Hehe. Saya sedang berusaha menyeimbangkan roman NH, ga mau sedikit & ga mau kebanyakan.

Wsa krisna: pembunuhan itu rate M, tapi kalau sadis MA. Batasan sadis itu semu. Tapi saya menjadikan anime School Days/Mirai Nikki sebagai batas. Jika deskripsinya sama/lebih parah dari kedua anime itu, maka itu rate MA/dilarang di FFn.

Aggee Seetiarel El: Naruto liburan ke Bandung Sabtu-Minggu, hari kerja kan cuma sampe Jumat.

Uchiha leo: Sederhana, ikuti aturan penulisan FFn :)

Dewa Perang: membuat godlike bagus emang susah, tp anehnya banyak yg ikut-ikutan. Bukannya ga boleh karakternya kuat, tapi ceritakan proses latihannya dan juga kelemahannya. Setiap orang pasti punya kelemahan. Penulis harus pintar mengatur plot agar tiap chapter harus menarik, itu konsekuensi fiksi multichap.

Ge zathur-lawliet: Selama bisa menghargai pair lain ga masalah.

Cicikun: Sebaiknya jangan melanggar. Semoga unek-unek kamu tentang rate M sama dnegan di chapter ini :)

Uzumaki Nawawi: Menurut saya ga boleh. Itulah alasan kenapa ada fungsi translate (meski masih acak-acakan). Itu untuk menghindarkan penulis dari plagiarism. Tapi kalo ada izin penulis asli, mungkin boleh. Entahlah ga yakin.

Lavander sapphires chan: setidaknya kamu udah tahu jadi berusahalah menaati.

Anita nurulfatma: hati-hati kenapa? Santai aja kalo ngasih review. Review itu ga dinilai, haha.

Detektif Kadal dan Tamma: Cari pen name bernama 'Indonesia Fanfiction Awards' & tahunnya. Semua fiksi yang difavoritkan pen name itu adalah pemenang. Biar lebih gampang googling, misal kata kunci 'IFA 2012 fanfiction'.

Yassir2374: Positif: imajinasi jadi luas, EYD jadi ngerti, jadi senang nulis. Negatif: jadi ketagihan buka FFn, bahkan ketika sibuk. Hal krusial lain saya rasa ga ada selain guidelines.

Pembaca FFn: makasih doanya.

Ren Kazune: Request bukan pelanggaran karena itu dari pihak pembaca. Beda kalo request-nya dari penulis kepada pembaca, itu melanggar poin 5, entri interaktif.

RiichiLavender: Romance-nya lagi kepengen yg minimalis :)

Jinsei Megami: Salam kenal Meg. Dulu batal publish krn banyak flame. Atmosfer FNI di 2009 itu ga menyenangkan, ga bikin betah terutama buat penulis. Naruto hanya suka anime, bukan suka nulis. Bukannya desperate, hanya saja review itu memberi energi positif. Sama-sama Meg, viva FNI!

Theo gomos: Why not? Asal berani & taat aturan pasti bisa jadi penulis FFn.

Ankor ventian: Thx. Kita sama-sama belajar EYD di sini.

Uchiha Izami: Jiah, Naruto-DXD. Udah jengah saya. Godlike lagi, harem lagi, polling lagi, cerita mainstream lagi. Kapan FNI bisa maju? #nepukjidat Who Am I: lets see.

BlackLavender RB26DET: Kisah nyata & 50% ngarang. Seharusnya nulis fiksi ga nyita dunia nyata. Sayangnya Hinata ga pinter bagi waktu. Dating itu kencan.

Cand Chan: Balesan bisa ditulis di AN & PM. Itu terserah penulisnya.

Drack Yellow: Gomen, ga tahu fanservice. Menampung ide cerita sama dengan membiarkan pembaca mengontrol cerita (guidelines poin 5, choose your adventure). Sama dengan polling pair & polling alur. Sebisa mungkin hindari ya. Penguasa tertinggi fiksi itu adalah penulis, bukan pembaca.

Silent reader tobat: Bikin akun setelah baca fiksi ini? Thx ya! Tebak saya cewek/cowok dari penulisan saya.

Semoga silent reader, registered reader, reviewer, concriter, beta reader dan author FFn akan lebih baik lagi setelah baca fiksi ini. Terus majukan dunia fanfiksi Indonesia!

.

.

.

Konjiki no Yami