Warning : GS, gaje, tidak sesuai EYD, alur membosankan, kurang romantis, aneh, typho dll

Semua cast bukan punya saya, tapi cerita ff ini punya saya

Dan saya tegaskan bahwa ini ff asli buatan saya, bukan hasil terjemahan

Dilarang copy paste ff ini dan dilarang bash cast ff ini

Saya pinjam nama cast dari Super Junior, Shinee, F(X)

'JOY'

LOVE INN


Normal POV

Kyuhyun berusaha berlari ke arah sumber suara, berlari menyusuri lorong-lorong panjang berdinding putih yang cukup berliku dan bercabang. Sedikit kebingungan lantaran ia begitu buta dengan bangunan yang memang baru pertama kali ia datangi itu.

"Aaaaa..." jeritan itu kembali terdengar.

'Kali ini tidak salah, pasti di ruangan berpintu warna biru itu.' Kyuhyun kembali berlari menuju tempat yang ia perkirakan. Membuka daun pintu itu dengan kasar, dan menemukan pemandangan yang benar-benar membuatnya menyesal telah mengkhawatirkan yeoja itu.

"Kau ..." Kyuhyun tak meneruskan ucapannya saat ia melihat Sungmin tengah asyik memilah-milah wine yang berada di rak-rak kayu panjang.

"Oh, Kyu, kenapa kau kemari?" ucap Sungmin dengan santainya, membuat rahang Kyuhyun mengeras detik itu juga.

"Menjerit sekeras itu, kukira terjadi sesuatu padamu, babo!" ucap Kyuhyun sambil mengirimkan deathglarenya kepada Sungmin yang tengah kembali asyik dengan kegiatan 'mari memilih wine yang paling enak.'.

"Oh, aku tadi sangat terkejut karena menemukan wine sebanyak ini. Benar-benar surga dunia." jawab Sungmin dengan wajah tak berdosa.

"Aish, kau ini sejak dulu tidak berubah. Wine, wine dan wine, kenapa kau sangat menggilai minuman ini hmm?" Kyuhyun mendekati Sungmin dan mulai turut asyik menimang beberapa botol wine yang ia ambil dari rak yang berbeda dari milik Sungmin.

"Molla, suka ya suka saja, tidak perlu ada alasan khusus ne." Sungmin mengambil sebotol wine kemudian menimangnya sebentar.

"Buatan tahun 1990, hmm ... kurasa ini saja." putusnya kemudian tersenyum lebar memandang wine pilihannya itu.

"Kau sudah selesai memilih?" Kyuhyun memandangi mantan istrinya yang tengah terlihat begitu bahagia. Tanpa sadar sesaat iapun turut tersenyum, namun buru-buru senyuman itu dihapusnya. Mungkin malu kalau sampai tertangkap mata yeoja yang amat dicintainya itu.

"Kau yakin mau meminum wine itu? Kita bahkan tidak tahu, kita berada di mana sekarang. Tapi kau ini, dasar, memang dari dulu selalu saja berpikiran pendek." ucap namja tampan itu sambil memandang berkeliling. Matanya yang tajam tampak menelusuri ruangan yang cukup luas namun sedikit menyeramkan lantaran banyaknya debu yang mengesankan bahwa ruangan itu sudah lama tidak di jamah manusia. Tempat itu juga tidak mempunyai cukup penerangan. Hanya beberapa lubang udara di sudut ruangan yang meloloskan beberapa cercah sinar matahari ke dalam ruangan itu. Kebetulan saja ini siang hari, entah bagaimana suasana ruangan itu di malam hari, mungkin sudah seperti ruangan berhantu.

"Kalau tidak mau wine ini juga tidak apa-apa. Tidak usah mengataiku berpikiran pendek segala." yeoja manis itu berucap kesal, kemudian meninggalkan ruangan yang baginya merupakan surga dunia itu.

"Hei, mau ke mana kau?" panggil Kyuhyun sambil buru-buru berlari kecil mengejar Sungmin yang berjalan dengan langkah cepat. Nampaknya ia cukup kaget juga dengan pergerakan yeoja yang tidak ia duga sebelumnya.

"Kau ini, kenapa senang sekali mengikutiku, mengganggu saja!" Sungmin tambah kesal saat menyadari bahwa Kyuhyun sudah berhasil menyamakan langkah dengannya.

"Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Kita ini di tempat asing, babo ya. Kita tidak tahu siapa yang membawa kita ke sini dan apa tujuannya. Jadi kuminta, jangan sampai kita terpisah. Itu akan sangat berbahaya. " jawab Kyuhyun saat mereka selesai melewati lorong dengan lebar sekitar empat meter yang tidak terlalu panjang dengan suasana yang didominasi warna putih itu.

"Ne, ne. Terserah kau saja. Eh?" langkah keduanya terhenti saat mereka berada ujung lorong lebar yang ternyata bercabang dua. Kyuhyun dan Sungmin tertegun, sedikit bingung dengan keadaan itu.

"Kau ingat, tadi kita masuk lewat jalan yang mana?" Sungmin memandang mantan suaminya dengan pandangan kebingungan.

"Molla, aku juga lupa. Tadi aku tidak konsentrasi karena aku terlalu fokus untuk mencari sumber teriakan konyol yang ternyata ditimbulkan oleh dirimu." jawab namja itu tanpa memandang lawan bicaranya sama sekali.

"Mengkhawatirkanku, ne?" Sungmin tersenyum mengejek, sementara Kyuhyun membuang muka, terlalu gengsi baginya mengakui kenyataan.

"Sudahlah, sekarang bagaimana kalau kita ambil jalan ke kanan saja." putus Kyuhyun, menunjuk-nunjuk dengan semangat ke arah lorong gelap di sebelah kanan mereka yang lebih sempit dengan lebar setengah dari lorong tempat mereka berada saat ini.

"Ahni ya. Kita harus ke sebelah kiri. Kau lihat, lorong sebelah kiri sedikit temaram, sementara yang sebelah kanan begitu gelap." Sungmin ganti menunjuk lorong dengan ukuran yang hampir sama dengan lorong yang ditunjuk oleh Kyuhyun barusan. Lorong yang tepat di sebelah kiri mereka yang memang samar-samar memantulkan cahaya temaram.

"Gelap bukan berarti tidak ada jalan keluar. Mungkin itu hanya tikungan dan selanjutnya kita akan menemukan petunjuk di mana kita berada, jalan keluar atau apapun itu."

Sesaat keduanya terdiam, saling memutus kontak mata. Mendadak suasana menjadi hening, seolah keduanya tengah asyik dengan alam pikirannya masing-masing.

End of normal POV

Sungmin POV

Mengapa kami berdua selalu mempunyai pemikiran yang berbeda. Aku dan dia seperti dua kutub yang selalu saja berlawanan. Contohnya saja saat ini. Bahkan dalam keadaan seperti inipun, kami tidak bisa sejalan. Selalu saja ada yang membuat kami tidak satu pemikiran.

"Baiklah kita ke kiri saja." kudengar suara lirih Kyuhyun menginterupsi keheningan di antara kami. Aku menoleh, menatap wajah tampan yang menampakkan senyum tipis itu. Senyum yang sudah begitu lama kurindukan. Ya, aku akui, aku merindukan seorang Cho Kyu Hyun. Merindukan semua yang ada pada dirinya.

Dan melihat sikap mengalahnya kali ini, membuatku mengingat segala keegoisanku yang selama ini selalu menyiksa hatiku.

"Mianhe.." kata-kata itu tiba-tiba saja meluncur dari bibirku. Aku memilih untuk menundukkan wajahku, menatap lantai koridor bermarmer putih dengan gradasi ke arah silver cerah. Menyembunyikan air mataku yang sudah bersiap terjun bebas.

"Kau ini bicara apa sih? Hah, coba lihat, sekarang sudah hampir jam 9. Kau tau artinya apa?" tanya Kyuhyun kepadaku dan kujawab dengan gelengan pelan.

"Babo ya. Artinya ini sudah lewat jam sarapan. Aku sudah sangat lapar Ming. Jadi... kajja, kita jalan ke kiri saja, sesuai dengan pilihanmu ne!" kurasakan dia menggenggam tangan kiriku yang bebas. Menariknya lembut, memimpinku berjalan di depan.

Dan entah mengapa, perasaanku saat ini benar-benar campur aduk. Antara, bingung, sedih, bahagia, aku sampai tidak tahu, perasaan apa yang paling mendominasiku saat ini.

End of Sungmin POV

Kyuhyun POV

Entah mengapa, keputusanku untuk mengikuti keinginan Sungmin terasa begitu membahagiakanku. Seperti imajinasi tentang kesempatan kedua untuk bersama kembali dengannya yang mulai terlihat sedikit nyata. Mungkin aku memang terlalu berharap untuk itu. Tapi aku tak peduli. Bagiku, dia adalah segalanya dalam hidupku.

Aku terus membimbingnya berjalan menyusuri lorong sempit ini. Sedikit tak memperdulikan kenyataan bahwa saat ini dia tengah menangis. Ya, aku tahu dia tengah menangis meskipun dia berusaha keras menutupinya dariku. Meskipun aku tidak tahu apa alasannya menangis seperti itu, tapi yang jelas, aku yakin bahwa itu pasti ada kaitannya dengan rumah tangga kami.

Dan sudah menjadi kebiasaan kami, aku akan pura-pura tidak tahu kalau dia sedang seperti ini. Pernah menjadi suaminya membuatku paham bahwa sebagai yeoja ia mempunyai gengsi yang terlalu tinggi. Tapi biasanya ada kalanya dia tidak bisa menahan itu sendiri dan kemudian menumpahkan air matanya di dadaku. Dan saat seperti itu adalah saat yang membuatku merasa begitu dihargai sebagai suami. Ah, lagi-lagi aku bernostalgia dengan masa lalu.

Aku kembali fokus pada keadaan kami saat ini. Langkah kami semakin jauh menyusuri lorong, dan benar apa yang dikatakan Sungmin. Sekitar sepuluh meter kami berjalan, kami memang menemukan cahaya temaram. Namun bukan ruang terbuka yang kami temui, kami hanya menemukan sebuah hall cukup luas yang mendapat temaram cahaya dari atap yang tebuat dari kubah kaca buram berwarna keemasan. Kondisi hall itu sendiri nampak cukup tidak terawat. Lebih berantakan dari gudang wine yang tadi sempat kami masuki. Entah apa yang terjadi pada tempat yang menurutku sebenarnya sangat mewah itu. Tempat yang dipenuhi dengan debu tebal dan sarang laba-laba di sana-sini, serta beberapa kursi yang terbalik dan peralatan makan mewah yang berserakan di lantai.

"Kyu, tempat apa ini?" kurasakan genggaman tangan Sungmin semakin mengerat dan setengah meremas jemariku.

Aku menatapnya sejenak. Kulihat bekas air mata yang mengering di wajahnya. Benar kan dia menangis. Aku sangat memahami yeoja ini, yeoja yang sok tegar, tapi sebenarnya begitu rapuh.

"Aku juga tidak tahu Ming. Mungkin ini sejenis hall pertemuan atau tempat pertunjukkan musik." ucapku sedikit berbisik karena aku juga sedikit ngeri melihat kondisi tempat ini, tapi tentu saja aku berusaha menyembunyikan perasaanku dari Minnie. Bisa jatuh harga diriku kalau dia sampai tahu bahwa aku juga sedikit ngeri dengan keadaan ini..

"Kita kembali ke lorong lebar tadi." putusku sambil sekali lagi membimbingnya untuk meninggalkan tempat ini secepatnya.

Kami benar-benar berjalan cepat tanpa sempat menoleh maupun meneliti detail di sekitar kami. Kulihat sekilas wajah Minnie begitu tegang dan nampak ketakutan. Kurasakan juga jemarinya yang menggenggam erat jemariku terasa begitu dingin dan berkeringat.

Kami memutuskan beristirahat sejenak saat telah mencapai ujung lorong sempit ini. Napas kami sedikit terengah. Minnie nampak begitu kelelahan dan mendudukkan diri di dekat dinding koridor.

"Kau tidak apa-apa Ming?" tanyaku melihat wajahnya yang sedikit pucat.

"Ahni ya..." jawabnya cepat.

"Kau sudah kuat berjalan?" tanyaku sambil mengulurkan tanganku, bersiap mengajaknya kembali berjalan.

End of Kyuhyun POV

TBC

Maafkan diriku readerdeul ... ini mungkin sudah sangat lama sejak terakhir saya mengupdate. Dan seperti yang saya tulis di fanfic saya yang lain, alasan saya masih sama, saya kemarin sempat hilang mood untuk menulis ff Kyumin, u know what i mean ... hehehe, dan selain itu saya kemaren sempat ga bisa login -_-

Maaf lagi karena chap 10 ini pendek banget, karena dah lama ga nulis ternyata susah juga milih diksi dan nyambungin ide dengan kalimat.. huffttt ... *lap keringet pake bajunya Kyu ... wkwkwk*

Ah, tak lupa gomawo buat semua yang sudah ngasih review di chap kemaren. Ni review beneran bikin semangat saya kembali on fire *kayak pemaen bola aja*

Special thanks for :

# JSJW407 # heldamagnae # abilhikmah # aprilbunny9 # # flystyle024 # Pumpkins yellow #

# KikyWP16 # chominhyun # whey. K # PaboGirl # Ria # fariny # elfishy09 # narutosakura26 #

# 1004hoteuk # fivah # merli kim # sandrimayy88 # okalestari # Guest # Anik0405 #

Pleaseeeee ... review lagi neeee...

ThanKyu